Orwakulam Yarukh

Ya suli. Magurai yal ahmarukh sinok lakunta ghairun birakah urtah. Himsal aruk marukto sinoambali hasingra garukh. Lah tinu masarbu albarukh sindala bir’amura hitalukam sradal. Hern tal isy matra urah joyuko ramudiya. Lans nowaide galgali amukhi rasbusu lirtabahu saddur. Magam samule gaye lakura hirakna maruk syilamur artu makarile. 

Lalha malture jahik manukam rislah ertafandu birmatu lalkunu hirama istanikah. Macbhahagi waruka silamu wayasri qushanis karulnata iltabun hadyarisya. Olhana yasirah tarfanturu varnami ziharukh drawanim hanim. Kos’alamik reyaslatih hertansa Lel, Nel, Sel, Kel, Zel, Wel, Hel, Del, an Ael lilbarut amarutah kwarasam. Jamilkatabuh herakusyar simah rahtarah kisla munnao lushtal minja lekudiyakh. Hariyal namut irharam swadulla orbaya nikmatabu drawilatun haratunsah.

Lanjutkan membaca “Orwakulam Yarukh”

Iklan

Tapa Brata Leluhurku

Wahai saudaraku. Sebagian dari kita tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah tapa brata. Kegiatan ini dulu banyak di lakukan oleh para leluhur kita, di berbagai strata sosial. Tujuannya bisa saja bermacam-macam, sesuai dengan niat yang bersangkutan. Hanya saja kemudian hakekat dari tapa brata itu sendiri telah bergeser atau sering disalahartikan. Baik oleh mereka yang tak memahami atau bahkan anti terhadap kegiatan ini, juga oleh para pelaku tapa brata itu sendiri.

Mungkin banyak yang merasa hal ini tidak penting, terlebih kita sekarang hidup di masa kecanggihan teknologi. Tapi perlu diketahui, bahwa tapa brata itu tidak kuno dan tidak pula berarti memundurkan peradaban. Pada masa lalu justru tapa brata ini berhasil meningkatkan peradaban manusia ke jenjang yang tertinggi. Manusia yang rutin ber-tapa brata – secara benar – terbukti memiliki wawasan yang luas dan berilmu tinggi. Sebab makna tapa brata itu sendiri jauh lebih esensi dan mendalam bagi kehidupan manusia. Tidak memandang ras, bangsa dan keyakinan yang dianut. Karena tapa brata yang sejati itu bersifat universal dan berlaku bagi siapapun dengan tujuan kebaikan dan kemuliaan.

Lanjutkan membaca “Tapa Brata Leluhurku”

Kebangkitan Di Negeri Yang Terpilih

Wahai manusia. Pada selayaknya, rakyat akan menuruti apa kata pemimpinnya. Rakyat hanya akan patuh padanya, sebab apa yang di lakukan oleh sang pemimpin itu pasti baik. Pemimpin adalah “wakil Tuhan” di Bumi. Maka sudah seharusnya apa yang ia lakukan hanyalah kebenaran. Jika tidak, maka ia bukanlah pemimpin yang sejati, melainkan seorang pecundang.

Dan sekarang ini banyak pemimpin atau raja yang telah mengkhianati amanah dari Sang Pencipta. Mereka tidak lagi berjiwa kesatria, dengan melakukan perbuatan yang tidak baik dan sesuai kelayakan. Bahkan ada dari mereka itu yang merasa sudah menjadi Tuhan dan berhak melakukan apa saja yang mereka suka. Padahal apa yang mereka lakukan itu, besar ataupun kecil, punya tanggungjawabnya sendiri kepada Sang Penguasa Jagat. Tak ada yang istimewa disini, karena setiap pribadi itu sama saja di hadapan-Nya. Setiap orang tak berbeda kecuali iman dan ketaqwaannya. Justru ketika seorang pemimpin telah melakukan kesalahan, maka dosanya itu jauh lebih banyak. Berkali lipat bila dibandingkan dengan rakyat biasa. Semua bisa begitu karena memang tanggungjawab seorang pemimpin itu sangatlah berat.

Lanjutkan membaca “Kebangkitan Di Negeri Yang Terpilih”

Nur`amunatanam

Ya anmu. Antabahikam inmanuya wamanilam sabhiyalam kuwasar’ina, mijbahu libantaru syifanari uswarinta wratinti hallaikah. Airatama hinamagna syiyalasa ambahani relikal atartura maniyakana jaihikan. Masbihali raksamaya miridabum urtamfari hanikmaratwa lekadayani mahisananta. Swalutas ruhisa vranami latukandiya arwanumagna parudahis al’atani ruhiyanumasya. Lanjutkan membaca “Nur`amunatanam”