Alfaruq Hiyadi Alfatah

Ya nauli. Halbiyani asuktah nammaru dirhamna biswaril yahanikmatasya sullabinu, hargiyani tartarun sigalayakasyi. Mindayali arbiyanila surtanu nihmatiyahi lilbarus Swarnula-Jawi hijayari. Watuqa rihlatasya isbanturi namila Nusanta-Ra riksyalawi nabunirata zangkurtinahasyi. Wallinabuya rimadhani asma’unhiya swadurilaha ustafaruq alfaruq hiyadi alfatah Bhumiyasya. Isymakayun nurhayyun lilbasharisy wijayakurman silbahubana hanikasya.

Diamnamaru syikalaya harsunasya dipirmantu bisapke lejnahura inmanusya. Masyira syiyantari wusmarula midamtalhi isma’ulak hiyamandi. Elmanunta syebanuri urtivajah nuntamum illahiyarasya namil anra Sri Maharaja Hismantasya Lil Buyana Jaya Bhuwana Pasya. Wedanatari himbaltu zirtarukya lisahin Aryasyi, Martayasyi, Galatasyi, Malkatasyi, Nilbati, Wujudasyi, Ramatasyi, Gulatasyi, Samsyi an Palatasyi minawaril bahyina vradwatisya lilbanaradi hagyatamasya. Kwartiya hilsana arsyayara ismandi habikayarasya. 

Hurekal duraman irhamna syelakuya pajal isytamarul urihiyasya. Seru lilsyara urharaman qur’ibas umna ilberatin. Zingkartu ilbinasti Ruhe, Juwe, Mure, Kuje, Vide, Sile, Niye, Lime, an Dine. Mahikanta giyanila irjamu faridan swalinarun larutansya. Mishalakara nirabina hilkaruwa merin diratulja rahikang oliyajasya. Lelinaya istafardu urhiyan drasula osmanta hurtamantasya. Laminta juwakayi hismaruwa rujikalani ertufatu syailahara irsyaha. Rismanta weduhta hutakayati ye’eluna huwadiyasya.

Mir’amun tihantramu satratiya silbaruna hirakantayi rel’erulasya. Jahilta lan driwali nafiyal dira ksatriyan del alfaruq an alfatah Bhumi nahajam Makaram, Hirab, Asiye, Sin, Hind, Afre, Yerup, Amerk, Hawus, an Nusawa. Miltayani rewadiya sertunari rikasyala irnamla herkatisya. Lamidana swajal rekmesura Mureli, Sawur, Galsi, an Amrusya. Awudala nilakani rentahasyi Ainur, Nurrataya, Malaik, Jinu, Pri, Wiltra, Riltan, Walluha, Birmanu, Maltasi, Rihasa, Sihara, Nura, Himasya, Cinturia, Karudasya, Hwan an Wittha. Qir’amun hadiratula syirdaya larhiya Syekh, Wali, Dihyang, Bhat, Dev, Rsi, Ksatriya, an Raj manurasya. Mahija sadu lakuinara miljaya jahidikara keswaratan sir’unam hanruwarisya.

Mertarin nihirkaman syawunilah jabila dintasya. Qashila hutamali nawirtaya Rupanta-Ra hewida lah Hasmurata-Ra qisamursya. Bihajalaka simindana mirtafaru nila’aman bir hiyamna amnal buwandir hisultan. Urha’ulin hisambani jamikan swaliyas urah nismantasya. Ramiljaya hikan ismanila 011020113 ahis ‘amunta Hyang Aruta libasharasya. Samidah nihan barintaya lisman 1012567910 hantida binarisya. Ser’erun nahilajaya mantivara irjayani savruta hiryakisya.

Jambi, 21 Mei 2017
Harunata-Ra

(Maaf tidak disertakan artinya. Tugasku disini hanya sebatas menyampaikan apa yang bisa dan boleh disampaikan. Silahkan direnungkan)

Iklan

12 thoughts on “Alfaruq Hiyadi Alfatah

  1. Kalau dilihat kata perkatanya apa sudah kekinian, ada arab-arabnya gitu? Ya mudah-mudahan sosok pemberani yang akan menjadi penegak pembuka Kebenaran dan Keadilan di tanah air kita Nusanta-Ra ini menjadi lebih baik terwujud. Kumplit sekali berlaksa-laksa pasukan yang akan ikut berperang nantinya semua turun gelanggang.. 🙂 Wahai saudaraku. Harunata-Ra Marhaban ya Ramadhan. Dibulan yang penuh berkah dan ampunan ini semoga Hyang Aruta menurunkan berkah-Nya dan semua Anugerah-Nya ke kita dalam menjalankan ibadah Shaum. Semoga kita termasuk orang yang selamat dan atau diselamatkan di masa transisi zaman ini.
    Salam.
    Rahayu _/|\_

    1. Terimakasih kang Tufail karena masih mau berkunjung, semoga tetap bermanfaat.. 🙂
      Hmm.. justru bahasa dalam tulisan ini jauh lebih tua dari bahasa Arab kang. Kalau pun tampak ada kemiripan kata dan istilahnya, itu karena sebagaimana bahasa lainnya, bahasa Arab juga banyak menyerap kata dan istilah yg terdapat dalam bahasa lainnya, khususnya dari kaum yang terdahulu.. Bahasa Arab itu mulai ada di masa kehidupan Nabi Ibrahim AS, sedangkan bahasa dalam artikel ini sudah ada jauh sebelum kehidupan beliau itu, bahkan beda periode zamannya kok..
      Saya pribadi yakin bila sang pemuda akan menegakkan keadilan dan kebenaran Hyang Aruta, bukan untuk Nusantara saja tetapi untuk seluruh dunia. Karena beliau diutus bukan untuk satu negeri, tapi seluruh wilayah di Bumi, bahkan untuk semua alam dan dimensi.. Beliau bertindak hanya atas izin dan perintah Hyang Aruta, karena itu apa yang di lakukan nanti akan sangat luar biasa dan berdampak bagi semua makhluk hidup di jagat raya..
      Iya kang, marhaban ya Ramadhan.. Mari kita menjalani bulan suci itu dengan sebaik-baiknya. Sejak awal harinya, mari kita berusaha untuk semakin mengenal diri sejati kita dan terus mengagungkan Hyang Aruta. Karena kita tak pernah tau apa yang akan terjadi di bulan itu? Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung.. Rahayu bagio 🙂

      1. Ini sambungan kisah epic paricara ttg kitab dharmayata kah ms oedi dg 3 mustika maruya kuraya dan hasiya yg akan keluar nantinya….kok ada nyebut ainur…itu ada tulisan wallinabuya rimadhani apa maksudnya awal ramadhan kah…hehehhe maafken kalo salah

      2. Terimakasih mas Wowo karena masih mau berkunjung, semoga tetap bermanfaat.. 🙂
        Hmm.. kalo dibilang sambungan sih gak mas, tapi emang ada kaitannya dengan kisah perang Paricara dulu itu. Apalagi memang apa yang terjadi pada masa transisi dan pemurnian total nanti itu emang terhubung dengan peristiwa akbar di masa lalu kok.. Ya benar, apa yang disampaikan dalam tulisan ini terkait erat dengan kitab Dharmayata dan tiga buah pusaka pemberian para Ainur itu. Dan tidak menutup kemungkinan bila nanti semua benda pusaka itu akan digunakan lagi, tentunya oleh sosok yang terpilih dan sudah dinantikan selama ini… Kita tunggu aja tanggal mainnya, semoga hari “H” itu segera tiba dan kita bisa menyaksikannya langsung..
        Tentang kalimat “Wallinabuya rimadhani” itu, saya gak bisa jelaskan mas, biarlah waktu yang menerangkan sendiri nanti.. Tapi kalo mas Wowo mau menelaah dan memahami sendiri ya monggo.. 🙂

      3. Tulisan2 ms oedi jd ingatkan sy tentang satu ayat dlm alquran yg menunjukkan kemampuan manusia saat ini hy sepersepuluh dibanding kaum terdahulu, jd masuk akal klo mereka bs nembus galaksi atau dimensi.sy percaya dg kuasa Tuhan jd ingatkan sy u tidak sombong dan angkuh selalu mawasdiri dan inget kepada sang Pencipta.

      4. Hmm dalam setiap tulisan saya, khususnya tentang sejarah manusia, Al-Qur`an selalu menjadi sumber rujukan utama – meskipun saya jarang atau tidak menyebutkan detil kalimat ayatnya (dalil) di dalam tulisan tersebut.
        Iya kang betul itu, keterangannya terdapat pada surat Saba’ ayat 45 yg artinya: “Dan orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (para Rosul) sedang orang-orang (kafir Mekah) itu belum sampai menerima sepersepuluh dari apa yang telah Kami berikan kepada orang-orang terdahulu itu namun mereka mendustakan para Rosul-Ku. Maka lihathah bagaimana dahsyatnya akibat kemurkaan-Ku”
        Dan tentang kehebatan kaum terdahulu, maka di antara ayat-ayat yang menjelaskan tentang mereka itu adalah seperti pada:
        Surat Maryam [19] ayat 74 yang artinya: “Berapa banyak telah kami binasakan umat-umat sebelum mereka, sedang mereka adalah lebih bagus alat rumah tangganya dan lebih sedap dipandang mata?”
        Atau pada surat Ar-Ruum [30] ayat 9 yang artinya: “Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka Bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang yang sebelum mereka? Orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah Bumi serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka Rasul-Rasul mereka dengan membawa bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri mereka sendiri”
        Nah, dari dua ayat itu saja sudah jelas bahwa pernah ada peradaban yang sangat tinggi, bahkan lebih hebat dari kita sekarang.. Ayat-ayat di atas sangat jelas menerangkan itu, bahkan tanpa perlu harus ditelaah “mati-matian” dulu, karena kalimatnya sangat jelas seperti pada kalimat “lebih bagus alat rumah tangganya dan lebih sedap dipandang mata” atau “Orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah Bumi serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan”. Dari kedua kalimat itu saja sudah jelas menerangkan majunya peradaban kaum terdahulu, dan sesuai kalimat-kalimat itu pula bahwa mereka dulu lebih hebat dari kita sekarang. Dan disini tentu Al-Qur`an tidak mungkin berbohong, karena ia adalah Wahyu Ilahi.
        Jadi bila disimpulkan, kondisi manusia itu sebenarnya justru kian menurun, baik dari ukuran fisik, umur, kekuatan, kesaktian dan kecerdasannya.. Jika manusia zaman sekarang menganggap mereka adalah yang paling hebat, itu karena belum tau apa yang terjadi di masa lalu, pada masa kaum-kaum terdahulu.. Karena itulah, Al-Qur`an yang merupakan kitab Wahyu sudah menjelaskan dengan gamblang tentang kehebatan kaum terdahulu.. Tinggal apakah kita mau mengimani, berusaha mengkaji dan membuktikannya sendiri…
        Wah kita saling mengingatkan aja deh mas.. wong saya juga gak luput dari sikap sombong, takabbur dan lupa diri kok… Bahkan mungkin justru saya yang seharusnya terus diingatkan.. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang beruntung dan selamat dunia akherat.. 🙂

  2. Assalamualaikum mas hoedi untoro maaf mau tanya itu termasuk dalam bahasa apa ya ,sansekerta kah? Biar paham dan tau artinya, terima kasih

    1. Wa`alaikumsalam..
      Hmm.. yang bisa saya sampaikan disini adalah bahwa kalimat dalam tulisan di atas bukan dalam bahasa Sanskerta, tapi dalam bahasa yang lebih tua dari bahasa Sanskerta. Keduanya berbeda zaman kok..
      Terimakasih mas Setyo Pranoto atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. maaf kalo saya cuma bisa menjawab itu saja.. ada protap yang harus tetap saya patuhi.. 🙂

    1. Salam juga mas Penegakdarma, terima kasih atas kunjungan dan dukungannya.. Semoga bermanfaat.. 🙂
      Hmm.. Rindu atau tidak rindu sih relatif mas.. Semua ada tempat dan proporsi nya sendiri.. Saya mah ngikutin aja jalan hidup ini, ttp berusaha menyampaikan dan mengingatkan aja.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s