Jalan Keikhlasan

Siapa dirimu wahai manusia ketika telah mengatakan sudah ikhlas dalam menjalani kehidupan ini? Apakah masih tetap sebagai manusia, atau justru sudah berubah menjadi syaitan? Jika masih merasa sebagai manusia, maka apakah dirimu telah berlaku sebagaimana manusia? Jika tidak, maka apa saja yang kau lakukan? Bukankah seharusnya kita selalu menjadi manusia dalam hidup ini?

Inilah sebenarnya ikhlas yang ku maksudkan. Karena bagaimana seseorang bisa dikatakan telah ikhlas jika saja ia tidak lagi berlaku sebagai manusia? Sebab, manusia itu adalah makhluk yang sempurna dalam penciptaannya, yang tentunya lengkap dengan sikap dan perbuatannya. Salah satunya adalah keikhlasan. Dimana ketika ia masih sebagai manusia, maka ia pun akan senang melakukannya – tanpa berubah dan terlepas dari sikap pamrih dan pamer – di setiap waktu. Jika tidak, berarti ia bukan lagi seorang manusia, tetapi syaitan.

Coba perhatikan dirimu sendiri. Engkau terkadang tidak menghargai dirimu sendiri. Tengoklah bahwa dirimu itu sebenarnya punya kemampuan dan potensi. Tetap punya kelebihan dan prestasi, bahkan banyak sekali diberikan kesempatan. Tetapi sayang, engkau justru tidak lagi menghargainya dengan terus mengasahnya. Bersyukur dan terus mewujudkan rasa syukur itu dengan tetap bekerja sungguh-sungguh di hadapan-Nya dalam keikhlasan. Sehingga tiada keindahan dalam hidupmu, karena engkau sendiri terus lari darinya. Dan dengan sikap tidak bersyukurmu itu, maka semakin jauhlah kebahagiaan dari hidupmu.

Lalu, siapa yang salah dan siapa yang seharusnya di persalahkan? Tentulah dirimu sendiri, karena bodoh dan tidak mau belajar. Lihatlah, kau sudah diberi banyak kesempatan dalam hidup ini dan bebas menentukan apa yang diinginkan, tetapi tidak pernah mengindahkannya. Engkau tetap saja malas dan tidak pernah ingin belajar. Sehingga dalam hidupmu yang ada hanyalah kemalangan dan kekufuran.

Untuk itu, mari berjalan di ruas keikhlasan. Mari menjadi orang yang ikhlas, dengan terus belajar dan mempelajari setiap perintah dan takdir Tuhan. Jauhkan sifat tidak puas diri dan teruslah menerima keadaan dirimu saat ini dengan sabar. Jangan pernah berpaling dari sifat ikhlas, karena hal itu akan terus merugikanmu. Menyakitkanmu dalam keadaan sadar atau tidak, hingga engkau menjadi terpuruk dan terhina.

Pun, terkadang kita harus berlaku seperti anak kecil yang polos dan tidak terlalu banyak pikiran. Karena lihatlah, bahwa ia pun hanya menjalani hidup dengan apa adanya tanpa pernah larut dalam kepalsuan. Ia jujur pada dirinya sendiri saat harus menangis lantaran terjatuh atau tersungkur. Tidak pernah pula ia berusaha atau berpura-pura untuk lari dari kenyataan bahwa yang namanya terjatuh pastilah sakit.

Berbeda dengan kebanyakan orang-orang dewasa, mereka terlalu egois dengan berpura-pura tidak merasakan sakit saat terjatuh. Terus saja ia menahan diri, bahkan tidak mau mengobatinya. Sehingga yang terjadi adalah penyakit tersebut bertambah parah dan membuatnya menyesal di kemudian hari.

Inilah salah satu penghalang terbesar agar seseorang bisa ikhlas dengan sebenarnya ikhlas. Ia tidak akan sampai kepadanya, selama ego pribadi terus saja di agungkan. Padahal apakah ia tidak tahu, bahwa sikap egois tersebut akan terus memakan hatinya hingga keropos dan hancur.

O… Cepatlah kembali setelah dirimu berjalan jauh di rimba yang menyesatkan. Segeralah sadar akan kekeliruanmu dengan cepat memperbaiki diri dan terus-terusan mengintrospeksinya. Jangan pernah bangga dengan apa yang sudah kau capai selama ini. Renungkan saja di setiap malamnya, apakah dirimu tetap bersyukur dan masih rendah hati?

Besarkan jiwamu sendiri dengan tetap saja membesarkan hati dalam keikhlasan. Berjalanlah hanya dalam keridhaan-Nya, yaitu keikhlasan hati dalam menerima ujian dan nikmat. Jangan pernah menyudahi semangatmu untuk terus maju dan berkarya cipta. Karena berhenti itu berarti mati dan dirimu akan menjadi penghuni tetap penyesalan.

Untuk itu, jangan pernah menjadi orang yang disesatkan oleh-Nya karena memang senang dengan kesesatan. Lihatlah, di setiap harinya, apakah dirimu sudah banyak bersabar dan ikhlas? Karena sering terjadi bahwa kita berkata sabar dan ikhlas, tetapi tidak pernah membuktikannya. Bibir dan lidah kita memang sudah mengatakannya dengan jelas, tetapi tak pernah ada secuilpun yang sama di dalam hati. Lebih banyak dusta dari pada kejujuran, sehingga tampaklah bahwa tiada yang baik bisa didapatkan dalam hidup, kecuali kemalangan dan kemunafikkan. Bahkan tak satu pun yang bisa menata hati, karena telah hancur dan tercerai.

“Berbaik sangkalah kepada Tuhan, akan garis hidup yang telah Dia tetapkan bagi diri kita masing-masing. Semuanya telah sesuai dengan kehendak-Nya yang bijaksana. Ikutilah dengan penerimaan yang tulus, karena dengan begitu sifat yang ikhlas akan terus bersamamu”

Ya. Kau telah lari dari Tuhan, tetapi tidak dari makanan dan berbagai kekufuranmu. Engkau terus berpaling dari-Nya, namun merasa telah ada di dekat-Nya dengan banyak berbohong. Apa yang ingin kau buktikan dan apa pula yang akan kau harapkan? Sementara Dia tidak pernah lepas melihatmu dan menilai setiap perbuatanmu. Dan nanti Dia pun akan membalasmu dengan balasan yang setimpal. Bukan untuk balas dendam, melainkan demi tegaknya keadilan.

Makanya, biarkan makna tetap berada di tempatnya. Jangan pernah sesekali mengubahnya menjadi lebih rendah dari kata yang diucapkan semata. Tak di wajibkan bagi dirimu untuk melakukan perubahan kepada sesuatu yang telah ditetapkan-Nya, yaitu hakekat makna. Karena ketaatan dan ikhlas dalam menerimanya adalah yang pertama dan utama.

Tetapi dirimu, dengan bodohnya merasa lebih pintar dari makna itu sendiri. Padahal tidak ada yang lebih pintar dari makna. Atas kehendak-Nya, maka tidak ada yang lebih mampu darinya. Karena makna adalah makna, yang diperintahkan untuk menyampaikan hakekat dari secuil ilmu-Nya. Sehingga dengannya pula makhluk lebih banyak mengetahui tentang sesuatu atas izin-Nya.

Berjuanglah wahai manusia. Berjuanglah untuk tidak merasa pintar dan banyak mengetahui. Ikhlaskan saja hidupmu dengan menerima apa adanya bahwa dirimu adalah fana. Tidak ada yang abadi selain Dia. Tidak ada yang kuasa selain Diri-Nya. Sehingga, tetap ikhlaslah dengan apa saja yang telah ditetapkan-Nya bagi kita semua. Yaitu ikuti setiap kebenaran dan jauhi semua yang mendatangkan kesalahan.

“Apa yang terjadi di dunia ini kuncinya ada pada diri manusia. Hanya saja kini banyak manusia yang lupa akan kemanusiaannya” 

Ya. Mungkin dirimu merasa bahwa apa yang ku sampaikan ini telah usang dan sudah biasa di dengar. Tetapi jika dirimu telah berjalan di arah jalan ilmu-Nya, maka tampaklah dengan terang setiap dari kehinaan dan kebodohanmu. Kau hanya dapat melihat bahwasannya dirimu itu adalah pribadi yang sangat kufur dan terlalu sombong. Terus saja merasa telah memiliki banyak kemampuan, padahal sebenarnya tidak ada sesuatu pun yang dimiliki. Tidak ada satu pun yang telah dikuasai. Karena segala sesuatu adalah kekuasaan-Nya saja, tidak pernah dibagikan kepada selain Diri-Nya sendiri, bahkan Dia tidak pernah berkuasa, karena Dia-lah Sang Maha Tunggal.

O… Miskinkanlah hatimu dari prasangka yang tidak penting. Jangan banyak membebaninya dengan pikiran bahwa kau akan terhina jika gagal. Santailah dalam berusaha, karena tidak masalah bila dirimu pernah gagal, sebab kegagalan tetaplah guru yang terbaik dalam kehidupan. Dan pikiranlah yang semestinya kau kendalikan, bukan pikiran yang mengendalikan dirimu. Tetaplah terjaga dari apa yang menjadi keinginanmu. Jangan pernah tertidur apalagi pingsan dari jalan kehidupan yang benar dan menguntungkan. Karena olehnya engkau pun akan terus menuai hasil yang indah dalam kehidupan ini.

Renungkanlah setiap detik yang telah kau lewati. Amatilah, apakah dirimu sudah lebih banyak bersyukur atau tidak? Karena ketika seseorang tidak mau atau malas mengintrospeksi dirinya sendiri, maka tak banyak dari kebaikan yang bisa di lakukannya. Bahkan sebenarnya tidak pernah ada lagi kebaikan di dalam dirinya. Karena ia telah sombong dengan berlaku tidak sadar diri sebab tidak mau lagi menginstrospeksi dirinya sendiri.

Inilah salah satu penyebab mengapa seseorang tidak bisa ikhlas sehingga hidupnya pun tidak bahagia. Banyak dari kita yang terus-terusan terbebani perasaan yang sebenarnya tidak penting dalam keberhasilan. Merasa takut gagal tapi saat berhasil justru tidak ingat untuk bersyukur. Tidak pernah mau lagi mengintrospeksi diri dan terus saja merasa paling benar. Sehingga tiada rahmat-Nya untuk seseorang, karena dirinya sudah kufur dan sombong.

“Temukanlah alasan kenapa kau masih bebas hidup hingga hari ini. Gunakan alasan itu untuk langkah hidupmu selanjutnya”

Untuk itu, bebaskan dirimu dari kekangan duniawi yang semu. Terus merdekakan dirimu sendiri, sehingga tenanglah langkah hidupmu. Jangan terlalu banyak mendengar apa kata orang, tetapi dengarkan saja apa kata hatimu sendiri. Karena hati yang sejati tidak pernah salah dalam berkata, dan tentunya hanya akan mengajakmu pada kebahagiaan yang sejati.

Mari semuanya! Bebaskan dirimu dengan mengikuti kata hati dan melepaskan beban hidup yang kau tanggung meskipun sejenak. Jangan terlalu mengejar keinginanmu, tetapi kendalikanlah ia hingga bisa menjadi manfaat dalam hidupmu. Dirimu itu bukanlah budak dari duniawi, bukan pula hamba harta dan kepemilikan. Lantas mengapa tetap stres dalam menjalani hidup ini? Padahal segala sesuatunya hanyalah mengikuti izin dan kehendak-Nya saja? Yang tentunya pasti benar dan sesuai.

Mengapa dirimu tidak taat dalam mengikuti arahan-Nya? Pasrah ketika menerima takdir-Nya, namun juga terus berusaha sebaik mungkin dalam kehidupan ini? Tuhan adalah Yang Maha Kuasa dan Mengetahui. Sehingga yakinlah bahwa apa yang Dia tetapkan bagi kita adalah yang terbaik. Tidak ada yang tidak baik, karena Dia pun tidak pernah salah dalam menentukan sesuatu bagi makhluk-Nya. Sebab Dia itu adalah Tuhan.

Singkirkan amarah yang membuta di dalam hatimu. Kepada Tuhan, engkau harus senantiasa tunduk, patuh dan menerima apa adanya jalan hidup ini. Jangan pernah protes apalagi membangkang dari apa yang telah dipilihkan-Nya untukmu. Karena itu hanya akan membuatmu celaka dan menyesal.

Pun, teruslah belajar dan mengkaji (iqra`). Jangan pernah berhenti dari hal itu. Karena jika dirimu berhenti untuk iqra`, berarti engkau pun sudah berhenti menjadi orang baik. Dan ketika sudah tidak lagi sebagai orang baik, tentunya engkau pun telah menjadi penjahat yang jahat.

Ya. Tidak ada yang sempurna dalam hidup ini, karena hanya Dia-lah Yang Sempurna. Tiada yang tidak pernah melakukan kesalahan atau selalu berhasil dalam hidupnya. Karena kesalahan dan kegagalan adalah bumbu yang sedap dalam kehidupan. Sehingga, ikhlaslah dengan semua itu dan bersabarlah dalam menjalaninya. Niscaya setiap inti kebaikan akan senang menemanimu.

Jambi, 02 Mei 2017
Harunata-Ra

[Cuplikan dari buku “Ikhlas”, th 2013]

Iklan

2 thoughts on “Jalan Keikhlasan

  1. Wejangan yang sangat Padat dan Bergizi untuk kebaikan jiwa dan hati kita, O ia.. nyambung tentang pengalaman sim kuring” apa atuh da bingung karena mau gag mau akan ada pembanding kalau dibandingkan sama saudara Harunata-Ra jauh sekali perbedaannya. Misalkan hal-hal yang lampau saja bisa tahu ditambah lagi tentang masa depan segan saya…🙂. Tapi baik saya mau berbagi kebiasaan setiap pagi kalau tidak mendung, saya pernah menyimak tulisan yang telah lalu dari kang harun tentang Prabu Heru Cakra sang penemu Gelang Naga kalau tidak salah. Dari hal itu saya buat analisa sendiri kalau pas kebetulan main ke Kampung-kampung di seputaran Jawa Kulon, setelah saya perhatikan langsung rata-rata para petani pada saat mereka Nandur atau Bercocok tanam di pagi hari mereka selalu memunggungi Matahari sampai jam 10-11 siang, hidup mereka selalu dalam keadaan sehat walafiat setiap harinya di dinginnya area pegunungan mereka tidur dalam keadaan hangat karena telah menyimpan energi “Recharge” dari setiap paginya. Kalau dilihat lagi tempat tidurnya sederhana dan hanya mengandalkan kain sarung tipis untuk selimutnya. Kita orang kota setebal mungkin selimutnya baru bisa nyenyak. Ternyata banyak sekali manfaatnya apabila kita mau sekedar 15-45 menit Moto(moe tonggong = jemur punggung) di rentang waktu jam 7-10 pagi hal itu yang terus saya lakukan setiap hari, kebiasaan ini sudah saya lakukan dari tahun kemarin Alhamdulillah saya tidak mau Ujub apalagi Takabur tentang kesehatan jiwa dan raga saya, pada saat moyan/jemur saya coba untuk men-Online-kan terus hati kepada sang Maha Pencipta dg Shalawat ato Dzikir yang juga gratis bebas kuota dan provider…🙂 ada tokoh baru lagi d tulisan Syir’anukh Lel Khalifah dan formula kayak aljabar tapi tetap ada protap dari kang harun. Mungkin sekian dulu oretan-oretan tentang “Moto” ini semoga bermanfaat. Mudah-mudahan kita selalu dalam lindungan-Nya dan juga mau mengobati hati dan jiwa dari dampak buruk dan hal negativ. semoga Hyang Aruta selalu dan sudi mau menuangkan kepada kita kekuatan, keikhlasan, kesabaran, kerendahan hati dan yang tentunya selalu pandai bersyukur, juga sesuai kehendak-Nya memberi kita petunjuk untuk selalu dalam jalan yang lurus dg Rahmat dan Ridhonya.
    Salam.
    Rahayu Salawasna _/|\_

  2. Terimakasih kang Tufail karena masih mau berkunjung, semoga ttp bermanfaat.. 🙂
    Wah saya dapat info baru ttg kebiasaan warga di Jawa Kulon, jadi pengen kesana, terlebih Jawa Kulon adalah negeri leluhur saya juga.. Ada rasa kangen utk segera kembali kesana..
    Hmm kebiasaan warga disana itu logis sekali kang, hanya saja skr kondisi sinar matahari sudah tak sebaik dulu, terlalu byk polusi dan kontaminasi ultravioletnya.. Jadi sgt berkurang manfaatnya bagi tubuh, bahkan kini bisa mengaktifkan sel kanker yg ada di dalam tubuh atau minimal menyebabkan penyakit di kulit..
    Wah mantap kang latihannya, kebiasaan yg perlu di contoh oleh generasi skr.. Itu bisa membangkitkan kemampuan sejati manusia secara perlahan..
    Ttg artikel Syir’anukh lel Khalifah, ya sampeyan tentu maklum, ada protap yg ketat yg hrs saya patuhi.. Dan emg benar bahwa angka” itu semacam formula yg berguna utk ilmiah dan batiniah.. Tapi ya skr blm waktunya utk dijelaskan.. Semua ada waktunya.. 🙂
    Semoga kita senantiasa diberikan kesempatan utk memperbaiki diri dan mendapatkan keselamatan dunia akherat.. Rahayu bagio _/|\_

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s