Jalan Keikhlasan

Siapa dirimu wahai manusia ketika telah mengatakan sudah ikhlas dalam menjalani kehidupan ini? Apakah masih tetap sebagai manusia, atau justru sudah berubah menjadi syaitan? Jika masih merasa sebagai manusia, maka apakah dirimu telah berlaku sebagaimana manusia? Jika tidak, maka apa saja yang kau lakukan? Bukankah seharusnya kita selalu menjadi manusia dalam hidup ini?

Inilah sebenarnya ikhlas yang ku maksudkan. Karena bagaimana seseorang bisa dikatakan telah ikhlas jika saja ia tidak lagi berlaku sebagai manusia? Sebab, manusia itu adalah makhluk yang sempurna dalam penciptaannya, yang tentunya lengkap dengan sikap dan perbuatannya. Salah satunya adalah keikhlasan. Dimana ketika ia masih sebagai manusia, maka ia pun akan senang melakukannya – tanpa berubah dan terlepas dari sikap pamrih dan pamer – di setiap waktu. Jika tidak, berarti ia bukan lagi seorang manusia, tetapi syaitan.

Continue reading “Jalan Keikhlasan”