Bulan: Mei 2017

Alfaruq Hiyadi Alfatah

Posted on Updated on

Ya nauli. Halbiyani asuktah nammaru dirhamna biswaril yahanikmatasya sullabinu, hargiyani tartarun sigalayakasyi. Mindayali arbiyanila surtanu nihmatiyahi lilbarus Swarnula-Jawi hijayari. Watuqa rihlatasya isbanturi namila Nusanta-Ra riksyalawi nabunirata zangkurtinahasyi. Wallinabuya rimadhani asma’unhiya swadurilaha ustafaruq alfaruq hiyadi alfatah Bhumiyasya. Isymakayun nurhayyun lilbasharisy wijayakurman silbahubana hanikasya. Baca entri selengkapnya »

Lagu Dolanan Anak-Anak: Pesan dan Prediksi Kehidupan Bangsa

Posted on Updated on

Wahai saudaraku. Dalam kesempatan kali ini mari kita membahas tentang lagu dolanan anak-anak yang ada sejak ratusan tahun lalu. Meskipun hanya sebuah lagu permainan, ternyata di dalamnya menyimpan berbagai pesan dan nasihat yang adi luhung. Dan sebagai sebuah bangsa yang besar, kita patut untuk bisa meresapi dan mengambil hikmahnya. Tujuannya tentu untuk kebaikan dan kemuliaan bersama.

Ya. Dulu ada satu tembang yang berjudul “Dayoh (tamu)” yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga untuk anak-anak di tanah Jawa. Lagu tersebut biasanya di nyanyikan oleh mereka saat bulan suci Ramadhan tiba dan sering diiringi oleh sebuah permainan. Apa yang terkandung di dalamnya sekilas memang tampak sepele, namun sebenarnya merupakan pesan yang sangat mendalam dan prediksi yang akurat untuk perjalanan hidup sebuah negara. Karena itulah, dengan segala kebijaksanaannya, Kanjeng Sunan Kalijaga berniat untuk bisa mendidik anak manusia sejak di usia dini. Caranya ya tentu dengan mengikuti dunia mereka, yaitu dengan cara bermain sambil bernyanyi.

Baca entri selengkapnya »

Jalan Keikhlasan

Posted on Updated on

Siapa dirimu wahai manusia ketika telah mengatakan sudah ikhlas dalam menjalani kehidupan ini? Apakah masih tetap sebagai manusia, atau justru sudah berubah menjadi syaitan? Jika masih merasa sebagai manusia, maka apakah dirimu telah berlaku sebagaimana manusia? Jika tidak, maka apa saja yang kau lakukan? Bukankah seharusnya kita selalu menjadi manusia dalam hidup ini?

Inilah sebenarnya ikhlas yang ku maksudkan. Karena bagaimana seseorang bisa dikatakan telah ikhlas jika saja ia tidak lagi berlaku sebagai manusia? Sebab, manusia itu adalah makhluk yang sempurna dalam penciptaannya, yang tentunya lengkap dengan sikap dan perbuatannya. Salah satunya adalah keikhlasan. Dimana ketika ia masih sebagai manusia, maka ia pun akan senang melakukannya – tanpa berubah dan terlepas dari sikap pamrih dan pamer – di setiap waktu. Jika tidak, berarti ia bukan lagi seorang manusia, tetapi syaitan.

Baca entri selengkapnya »