Bangkit dari Penjajahan

Wahai saudaraku. Mari sejenak kita renungkan tentang apa yang sudah kita lihat, dengar dan rasakan di sekitar kita sekarang, di negeri ini? Jujur dari hatimu, sebenarnya saat ini kau sedang tersenyum manis atau justru miris? Dan apakah salah jika aku mengatakan bahwa saat ini, di negeri kita ini, yang kalah itu bukan lagi sekelompok orang atau sebuah keyakinan, tetapi bangsa Nusantara itu sendiri?

Lihatlah, bahwa kekuatan jahat telah merusak dan merampok kekayaan alam Nusantara. Kegelapan itu pun sudah menjajah pola pikir dan tingkah laku dari generasi bangsa ini (tua-muda, pria-wanita, kaya-miskin, pejabat-bawahan, agamawan-awam, pintar-bodoh, dll). Dan tidak sampai disitu saja, karena sebagian dari warga bangsa kita sendiri menjadi antek (abdi, pesuruh, budak) dari kepentingan asing dan agen-agen konspirasi dunia yang melibatkan kekuatan transnasional. Akibatnya, sudah puluhan tahun ini kekejaman – bahkan pembantaian – telah di lakukan oleh sekelompok orang di negeri ini terhadap WNI lainnya, yang tak kalah kejamnya bila dibandingkan dengan kekejaman kolonialisme yang pernah di lakukan oleh bangsa asing (Portugis, Inggris, Belanda, dan Jepang) dulu.

Ya. Telah lama sikap nasionalisme di negeri ini dijungkirbalikkan. Nasionalisme atau sikap cinta tanah air sengaja dirusak dengan dalih agama, ketuhanan, demokrasi, hak asasi manusia, ekonomi, politik, hukum, dll. Padahal sejatinya nasionalisme itu sendiri merupakan wujud nyata manusia dalam menjalankan agama, mengagungkan Tuhan, melaksanakan demokrasi, melindungi hak asasi manusia, menegakkan hukum, menerapkan politik yang benar, meningkatkan taraf ekonomi dan apapun yang berkonotasi baik. Inilah sebuah nilai spiritual yang sebenarnya, yang meliputi segala dimensi kehidupan manusia, khususnya mereka yang hidup di wilayah Nusantara.

Selain itu, kini tidak sedikit dari penduduk Nusantara yang terlalu cinta kepada kultur dan bangsa lain, hingga kepada bangsanya sendiri bersikap setengah hati. Ini jelas akan memberikan dampak yang buruk dalam kehidupan. Karena semakin lama ini terjadi, maka kekuatan jahat akan semakin kuat merusak tatanan di Nusantara ini. Baik yang bersifat nyata atau pun goib, kegelapan itu akan terus berusaha mencengkeram negeri ini. Sebab, Nusantara itu ibarat seorang gadis yang sangat cantik dan sudah menjadi kodratnya untuk disukai oleh banyak pria yang ingin meminangnya. Nusantara adalah syurga yang nyata, pusat keberkahan alam yang diberikan kepada semua makhluk di Bumi ini. Itulah sebabnya, sejak ratusan bahkan ribuan tahun silam Nusantara selalu menjadi incaran dalam kepentingan ekonomi dan politik internasional. Akibatnya, jika sulit dikuasai dengan cara kolonialisasi, maka penjajahannya akan ditempuh dengan cara imprealisme ekonomi, budaya dan spiritual.

Nah tentang caranya, maka yang harus di lakukan agar bisa menjajah bangsa ini adalah dengan mengubah cara berpikir (mind set) generasi penerus bangsa ini agar hilang rasa cinta tanah air dan budayanya. Tentang hal ini maka televisi, film, iklan produk, sosmed, dan lainnya sudah berhasil melakukannya sekarang. Begitu pula harus digalakkan pemikiran bahwa saat ada orang yang ingin menjalankan tradisi warisan leluhurnya, maka ia akan segera dianggap kuno dan ketinggalan zaman. Hal ini sudah lama terjadi, dan semakin gencar. Selain itu, harus pula mengupayakan agar bangsa ini tak lagi mengenal jati dirinya sendiri. Salah satu caranya dengan menganggap bahwa informasi sejarah dari bangsa ini tak lagi penting, bahkan dalam dunia pendidikan. Dan coba saja buktikan, sekarang ini ada berapa persen orang atau anak sekolah yang melek sejarah leluhurnya. 

Kedua cara di atas menjadi yang pundametal dalam upaya menguasai bangsa ini. Sebab, keduanya merupakan “ruh” dari bangsa ini, energi utama dan sumber kekuatan hidup yang menghidupkan bangsa Nusantara, bahkan bagi semua bangsa di dunia. Jika keduanya hilang, maka bangsa ini akan diibaratkan seperti kerbau yang dicocok hidungnya, atau ayam yang kehilangan induknya, atau kerupuk yang tersiram air; melempem. Akibatnya, bangsa ini jadi tak berdaya, kacau balau, dan tidak memiliki kekuatan untuk bangkit; sehingga hanya bisa mengekor pada bangsa lain. Kenangan masa lalunya saja yang keren, sementara dimasa kini justru terpuruk dan dijadikan bancakan oleh negara-negara lain yang serakah. Dan memang kini mereka pun sudah menganggap bahwa bangsa ini seperti rusa yang gemuk yang berhasil mereka tangkap untuk kemudian perlu dicabik-cabik sebelum di makan. Mengapa begitu? karena mereka itu adalah serigala jadi-jadian yang tak akan pernah merasa kenyang.

Wahai saudaraku. Ayo kita bangkit lagi dengan kembali ke jati diri kita sendiri sebagai bangsa Nusantara. Jangan bersikap cuek dengan keadaan di negeri ini. Karena jika kita tak peduli tentang semua persoalan kebangsaan itu – yang sudah akut ini, apalagi turut memperkeruh masalahnya dengan terus merusak nilai-nilai luhur warisan nenek moyang, maka serigala yang buas akan terus menjajah negeri ini. Mari bergerak, bukan untuk kepuasan dan kepentingan pribadimu, tetapi demi rumah kita, ya tanah Nusantara ini. Dan untuk bekal anak cucu kita nanti, agar mereka bisa merasakan kemakmuran sebagai warisan luhur dari kita.

Marilah hai putra-putri bangsa Nusantara, jangan terpedaya dengan hal-hal yang sebenarnya sedang menipumu. Buka mata dan telinga hatimu. Bangkit dan bangunlah hai generasi muda Nusantara. Jangan sampai hidup kita jadi tak berguna. Jangan jadi orang yang sia-sia dan menjadi beban bagi anak cucumu nanti. Jangan sampai keberadaan kita sekarang ini hanya akan menyisakan sampah dan penyakit bagi generasi yang akan datang. Jangan kau biarkan ampas beracun yang semakin banyak saat ini terus bertambah dengan sikap acuhmu itu. Mari kita bersihkan dan ayo kita sama-sama berupaya untuk selalu sadar diri sebagai bangsa Nusantara yang sejati. Bangkitlah untuk mengulangi kejayaan masa silam bangsamu, karena kita pasti bisa.

Salam Rahayu _/|\_

Jambi, 13 Maret 2017
Harunata-Ra

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s