Pesan Dari “Langit” Untuk Penduduk Bumi

Posted on Updated on

223Wahai saudaraku. Dengan berat hati, maka dalam tulisan kali ini kami, saya dan aku harus menyampaikan pesan yang sangat penting bagi semuanya. Kepada yang hidup di atas Bumi, maka perihal ini menjadi yang utama dan mendesak. Perhatikanlah dengan seksama dan persiapkan diri sejatimu dengan sebaik-baiknya. Sebelum semuanya terlambat, sebelum tak ada lagi kesempatan untuk kembali.

Dan sebagaimana yang berulang kali kami, saya dan aku sampaikan di blog ini, maka kali ini peringatan itu menjadi lebih cetha (terang benderang). Kalau sebelumnya disampaikan dengan cara yang sedikit tersamar, kali ini akan disampaikan sesuai dengan aslinya. Semuanya di kabarkan apa adanya, yang dilengkapi dengan terjemahan dalam bahasa Indonesia agar semuanya bisa mengerti.

Ya. Apapun yang disampaikan dibawah ini bukan untuk menakut-nakuti atau pun menyebarkan kebohongan. Kami, saya dan aku hanya bertugas untuk bisa menyampaikan dan mengingatkan saja. Tidak ada tendensi apapun disini. Bagi yang percaya syukur, tapi bagi yang tidak percaya silahkan; itu pilihanmu. Tapi kebenaran pasti akan terungkap, sementara kami akan terus berdoa untuk kebaikanmu.

Adapun pesan itu telah disampaikan pada hari ini tanggal 11 Oktober 2016, tepatnya di waktu subuh tadi. Yang isinya adalah sebagai berikut:

“Hastunaka Bumyakana dirituhaka burzka dimakaya wahka. Sambiruka matakza gurubahka karyalaka sambiraka. Jumradaka turyadaksa hastaka purugasaka kalimakaya. Durunaka bangsala saska dwikaya rumahka akhla yaka.

Kuswanuka hanika waltuka kurzka:

1. Pumagayaka sambiraka yaka dwipaka.
2. Puzmaka nilakaha purtayaka hastaka.
3. Kirima tabiraka hustaka dwipaka zama.
4. Andiraka habiyaksa pustabaraka tumhakaya.
5. Zabarakya burukarsa tirazabak murtazaka.
6. Akhlasa puryakha taryaksa biritumaka.
7. Kalimaka purunaka harimaka jarubaga samha.
8. LA BAHLA yahla TARLA sabha purha jirha.

– Diwastu –

Artinya:
Wahai Bumi dan isinya. Sudah tiba saatnya untuk kalian segera memperbaiki diri, karena tak lama lagi kekuatan yang maha dahsyat akan hadir untuk pemulihan. Itu tidak bisa ditawar lagi, itu tidak bisa ditunda lagi, karena kalian yang dengan senang hati memintanya. Selamatkanlah diri kalian dengan selalu memelihara kebaikan diri dan hati. Maka bersiaplah karena yang dinanti itu akan datang.

Ingat dan ketahuilah dirimu akan hal ini:

1. Kami ditugaskan untuk membersihkan dan menyelamatkan bagi yang mau.
2. Akan datang dengan dahsyat gelombang dan gerakan.
3. Kekuatan itu akan mengubah tatanan yang ada.
4. Persiapkanlah dirimu saat ini, nanti dan selalu.
5. (Akan ada) perubahan, kehancuran, kesedihan, ketakutan.
6. Semua bercampur dan yang melindungi adalah kebersihan jiwa.
7. Perbanyaklah untuk melakukan kebaikan dan selalu ingat.
8. YANG SATU tetap SATU, yang makhluk tetap makhluk.

– Diwastu –

Wahai saudaraku. Pesan di atas disampaikan oleh seorang panglima perang yang bernama Diwastu. Beliau berasal dari kaum yang bernama Nawasti. Beliau ini adalah manusia yang sudah melampaui dimensi hidup manusia pada umumnya – yang berada di level ke 3. Bersama kaum dan pasukannya, ia sudah hidup dalam level dimensi ke 7-8. Mereka ini adalah di antara manusia yang sudah berpindah dimensi pada milyaran tahun silam. Saat ini, beliau bertugas sebagai panglima dari armada perang yang bernama Karuzaka Mazka. Dalam bahasa mereka jabatan panglima itu disebut dengan Arzamurkaya. Saat ini Diwastu telah memimpin 10 Taruzak (kapal induk) yang posisinya sekarang 5 mengelilingi Bumi dan 5 lainnya di luar angkasa. Setiap kapal induknya terdapat 5.000 personil siap tempur. Selain itu, setiap Taruzak (kapal induk) juga menampung banyak pesawat patroli dan pesawat tempur. Satu pesawat patroli berukuran sekitar 5 kali lapangan bola. Dan lebih kerennya lagi, setiap pesawat itu bisa memperbesar atau memperkecil ukurannya. Itu bisa terjadi karena ada partikel utama yang memang bisa menyusut atau mengembang dengan pengendalian khusus. Sangat mengagumkan.

122

Bersama ribuan prajurit siap tempur, Diwastu telah hadir di sekitar planet Bumi. Bahkan selain kaum mereka, maka ada banyak kaum lainnya – manusia dan bukan manusia – yang juga “mengelilingi” planet Bumi. Semua itu mereka lakukan atas perintah dari Tuhan Yang Maha Esa. Dan planet Bumi itu
sesungguhnya pusat dari alam semesta. Sehingga apapun yang terjadi di Bumi akan berdampak langsung di tempat lain (planet, sistem tata surya, galaksi, dimensi lain). Semua akan terdampak baik atau buruk atas kondisi yang ada di Bumi. Jika Bumi rusak, maka dimana-manapun akan ikutan rusak. Sebaliknya, jika Bumi normal dan harmonis, maka semuanya akan ikut normal dan harmonis. Itu sudah menjadi hukum alam semesta yang sudah ditetapkan oleh-Nya sejak awal penciptaan.

Karena itulah, untuk memperbaiki keadaan agar semuanya kembali normal dan harmonis, Diwastu dan yang lainnya datang ke Bumi. Kehadiran mereka itu sebenarnya sudah berlangsung selama belasan dan puluhan tahun ini. Selama itu mereka hanya mengawasi dan menunggu manusia untuk berubah. Armada mereka sangat dekat, terutama di wilayah Nusantara. Hanya saja keberadaan mereka tidak bisa di deteksi dengan menggunakan peralatan dan teknologi kita, beda levelnya. Mereka selalu menyembunyikan diri dan sesekali berkomunikasi hanya dengan manusia yang telah mereka pilih saja. Dan sebagaimana yang beliau jelaskan di atas, bahwa mereka datang untuk membersihkan dan menyelamatkan siapapun yang mau.

Untuk itu, dalam kesempatan ini, kami, saya dan aku kembali mengajak Anda semua untuk lebih mengenal diri sendiri. Bersiaplah dengan banyak melakukan muhasabah (intropeksi diri), tadabbur (mengkaji, mengamati), dan tafakur (semedhi/meditasi: merenungkan, menghayati dan memikirkan) tentang jalan hidupmu. Berusahalah semaksimal mungkin untuk bisa menyeimbangkan hidupmu dengan menyeimbangkan jasmani dan ruhanimu. Sadarlah! Tetaplah berpegang teguh pada hukum dan aturan Hyang Aruta (Tuhan YME). Sebelum semuanya terlambat, sebelum kehancuran dan pembersihan itu datang dengan mengerikan.

Akhirnya, semua kejadian dan peristiwa itu hanya atas izin Tuhan. Tidak ada yang bisa mengubah atau mempengaruhi-Nya. Tapi ada pula hukum sebab akibat yang sudah Dia tetapkan. Sebentar lagi manusia akan menerima akibat dari perbuatannya sendiri. Semoga kita termasuk di antara orang-orang yang selamat atau yang diselamatkan nanti.

Jambi, 11 Oktober 2016
Harunata-Ra

3 thoughts on “Pesan Dari “Langit” Untuk Penduduk Bumi

    Satu Jam said:
    Oktober 11, 2016 pukul 9:37 am

    Ngeri weh bacanya

    Kumaria: Kaum Akhir Zaman Swarganta-Ra « Perjalanan Cinta said:
    Oktober 14, 2016 pukul 9:34 am

    […] di mulai – bisa dirasakan dengan begitu banyaknya bencana alam yang silih berganti. Pasukan “langit” pun telah datang ke Bumi dan melakukan pemetaan wilayah. Ada tiga kategori yang telah ditentukan, […]

    […] yang terdiri dari berbagai kaum itu, termasuk pasukan yang berada dibawah pimpinan Diwastu (yang pernah menyampaikan peringatan […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s