Buwastaka: Senjata Partikel Kaum Nagirasta

Posted on Updated on

a-particle-beamWahai saudaraku. Sebagaimana tulisan sebelumnya, berulang kali telah disampaikan bahwa kehidupan kita sekarang ini bukanlah yang terhebat. Ada banyak kaum terdahulu yang juga hebat dan bahkan lebih hebat dari kita. Apa yang ada dimasa kita ini sudah pernah ada di masa lalu, tetapi apa yang ada di masa lalu belum tentu ada di masa sekarang. Demikianlah kehidupan manusia yang akan terus bergulir. Dari kesederhanaan sampai pada ke kemajuan, sebaliknya dari kemajuan bisa kembali pada kondisi yang primitif. Ini pun akan terus terjadi sampai Hari Kiamat nanti.

Nah, khusus dalam tulisan ini kami akan menjelaskan tentang satu kaum yang pernah mencapai puncak peradaban manusia. Seperti halnya kaum Gamosah, kaum ini juga memiliki teknologi yang sangat canggih, bahkan lebih maju dari kita sekarang. Apa yang masih menjadi misteri atau hanya fiksi ilmiah di masa kita, ternyata sudah mereka ciptakan untuk kebaikan hidupnya.

Untuk mempersingkat waktu, mari ikuti penelusuran berikut ini:

1. Buwastaka dan kemampuannya
Wahai saudaraku. Ku beri tahu, bahwa ada masanya manusia di Bumi ini pernah menerapkan apa yang sekarang disebut dengan teknologi listrik AC (Alternating Current) atau arus besar listrik bolak-balik. Teknologi ini merupakan “lawan” dari teknologi listrik arus searah yang menjadi fokus seorang Thomas A. Edison yang disebut listrik DC (Direct Current), yang umum digunakan sekarang. Dengan teknologi listrik AC (Alternating Current) ini, mereka bisa menciptakan dinding perisai dan senjata yang sangat mematikan. Alat itu lalu disebut dengan Buwastaka. Yang pernah membuatnya adalah kaum Nagirasta. Sebuah kaum yang hidup di pertengahan periode zaman Dwipanta-Ra (sekitar 75 juta tahun silam).

shield-city-2

Alat yang dikembangkan dari teknologi Gulekta – atau dimasa kita disebut dengan listrik AC (Alternating Current) – ini akan mengirimkan pancaran partikel-partikel yang terkonsentrasi lewat udara yang akan terbang dengan kecepatan hampir atau menyamai kecepatan cahaya. Energi yang terpancarkan begitu besar dan stabil, sehingga dapat membentuk dinding perisai yang ribuan kali lebih kuat dari tembok China. Selain itu, jika dijadikan senjata, kekuatannya bisa merontoknya ribuan pesawat musuh dari jarak 350 mil dan dapat pula menyebabkan jutaan tentara musuh mati di tempat.

2. Cara pembuatan Buwastaka
Untuk bisa menciptakan senjata partikel ini, maka harus melibatkan lima penemuan lain yang dikombinasikan menjadi satu. Adapun penemuan pertama adalah sebuah peralatan yang bisa meniadakan pengaruh atmosfer terhadap partikel-partikel tersebut. Penemuan kedua adalah metode untuk bisa menghasilkan daya listrik yang sangat besar, baik dengan energi kristal atau energi kosmik. Penemuan ketiga adalah membuat alat yang mampu menghasilkan daya listrik hingga mencapai tegangan 100.000.000 volts. Penemuan ke empat adalah pembuatan alat untuk melontarkan kekuatan listrik yang telah dikondisikan kemana pun yang diinginkan. Dan penemuan kelima adalah membuat alat yang dijadikan sebagai anti dampak negatif dari energi yang dipancarkan, khususnya bagi makhluk hidup. Artinya dengan pengaturan khusus, energi yang dipancarkan dari alat ini tidak akan membahayakan kaum Nagirasta atau siapapun makhluk hidup yang diinginkan.

Untuk bisa mengaktifkan sistem pertahanan dan senjata ini, maka dibangunlah menara-menara listrik yang berfungsi untuk memaparkan gelombang partikel yang telah dikondisikan itu ke sekeliling kota dan atau di perbatasan negeri. Dari sanalah tercipta dinding perisai yang super kuat dan senjata yang sangat mematikan. Sehingga karena itulah, tidak pernah ada musuh yang mampu menembus sistem pertahanan ini. Kaum Nagirasta pun menjadi bangsa yang paling disegani di seluruh dunia pada masanya.

shield-tower-1

Catatan: Untuk bisa menciptakan mesin Buwastaka, kaum ini harus melakukan penelitian khusus selama 50 tahun. Setiap jenis dari kelima penemuan di atas rata-rata diselesaikan dalam waktu 10 tahun.

3. Nuelekta atau Particle Beam
Kedengarannya senjata dan perisai Buwastaka ini seperti fantasi saja. Namun sebenarnya tidak demikian. Pancaran partikel (particle beam) atau dalam bahasa kaum Nagirasta disebut Nuelekta, sudah bukan hal yang aneh dalam sains kita sekarang. Kita biasa menggunakan metode ini dalam kehidupan saat ini. Karena pancaran partikel ini sebenarnya hanya sebuah pancaran cahaya yang terdiri dari berbagai gelombang elektromagnetik. Salah satu contoh penggunaannya adalah alat operasi sinar laser yang digunakan untuk mengoperasi otak manusia. Namun pancaran partikel yang dibicarakan disini tentunya memiliki level yang berbeda dibandingkan dengan sebuah alat kedokteran. Dia jauh lebih besar dan kekuatannya jutaan kali lipat dari alat operasi otak.

4. Penutup
Demikianlah sekilas tentang teknologi Buwastaka yang pernah dimiliki oleh kaum Nagirasta. Satu kaum yang hidup pada sekitar 75 juta tahun silam di sebuah wilayah yang sekarang disebut dengan Selat Karimata, tepatnya antara kepulauan Bangka Belitung dan kota Pontianak. Apa yang pernah mereka ciptakan itu bisa terjadi karena mereka sudah menerapkan sistem pendidikan yang sangat baik dan maju. Pendidikannya pun berkaitan erat dengan dua sisi kehidupan manusia, yaitu ilmiah dan batiniah. Karena itulah kehidupan mereka tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga beriman dan bisa meraih pencerahan. Sehingga apapun yang mereka ciptakan hanya demi kebaikan dan keselamatan hidup.

Ya. Kehidupan kaum Nagirasta ini penuh dengan keseimbangan dan tidak pernah menyalahgunakan kekuatan yang bisa mereka ciptakan. Mereka sangat menyadari bahwa kehidupan itu tidak hanya sekali di dunia ini saja, tetapi akan berlanjut ke akherat nanti. Di alam keabadian itu, setiap orang harus mempertanggungjawabkan setiap perbuatannya, baik ataupun buruk. Dan karena sejak awal mereka selalu berpegang teguh pada syariat Nabi Nuhaila AS, mereka pun diperintahkan untuk pindah ke dimensi lain. Disana mereka terus menjalankan hidup yang lebih baik, sambil menunggu waktu untuk menjalan “tugas besar” di akhir zaman ini.

Semoga kita bisa mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan mereka, tentunya dalam suasana yang menyenangkan. Rahayu. 

Jambi, 23 September 2016
Harunata-Ra

[Catatan akhir: Sama dengan tulisan yang lainnya, maka disini kami hanya bisa menyampaikan apa yang bisa dan boleh disampaikan. Masalah percaya atau tidak, kami serahkan kepada para pembaca sekalian. Kami tidak ikut campur dan tidak pula merasa bangga atau kecewa dengan tanggapan Anda itu. Tugas kami hanya menyampaikan dan mengingatkan. Biarlah waktu yang membuktikan kebenarannya]

2 thoughts on “Buwastaka: Senjata Partikel Kaum Nagirasta

    kuropriest97 said:
    September 24, 2016 pukul 1:57 pm

    Sepertinya dari gambar pertama sya pernah melihatnya, itu adalah purwarupa dari senjata yg belum pernah dibuat dan baru mau dirancang oleh seorang ilmuwan bernama Nikola Tesla, penemu hebat selain Thomas Edison.

      oedi responded:
      September 25, 2016 pukul 8:10 am

      Oh itu gambar cuma utk pemanis tulisan aja kok.. dan katanya emang dari ilustrasi rancangan Nikola Tesla.. yg kemudian hari dikenal dg nama Tesla Death Ray.. tapi sayang rancangan itu blm pernah direalisasikan sampai kematian Tesla.. arsip rancangannya pun raib entah kemana, byk negara yg mencarinya tp blm ketemu.. ada rumor kalo Soviet telah mendapatkannya n pernah membuatnya wkt zaman perang dingin dg USA.. entahlah.. tapi kaum Nagirasta sudah pernah membuatnya, itulah bedanya dg manusia di zaman skr..
      Edison itu pernah jadi atasan Tesla, tapi mrk berdua gak akur karena beda fokus, Edison di listrik DC sementara Tesla di listrik AC. Tapi keduanya emg ilmuwan jenius.. sama” penemu hebat..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s