Kitab Ilmu Pengetahuan Para Nabi

Posted on Updated on

kitab kunoWahai saudaraku. Semasa hidupnya dulu, selain menerima wahyu Tuhan dalam kitab suci, di antara para Nabi juga menuliskan sebuah kitab ilmu pengetahuan untuk bekal hidup banyak orang. Hal ini beliau lakukan atas dasar petunjuk dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Tujuannya, agar umat manusia bisa menjalani hidupnya dengan kebaikan dan kesejahteraan.

Di antara kitab ilmu pengetahuan yang termahsyur adalah yang pernah dituliskan oleh Nabi Syish AS, Nabi Nuh AS dan Nabi Sulaiman AS. Kitab yang beliau-beliau itu tuliskan sangat luas ilmunya, mencakupi berbagai seluk beluk kebutuhan manusia dan telah terbukti mampu menjadi penyebab utama bangkitnya peradaban yang besar. Lalu dari zaman ke zaman, kitab-kitab itu sering berpindah tangan di antara orang yang berhak. Demikian seterusnya, sesuai dengan kehendak Tuhan.

Berikut ini kami jelaskan sedikit tentang tiga buah kitab kuno yang pernah ada – bahkan masih ada – yang pernah di tulis oleh para Nabi. Di antaranya yaitu:

1. Kitab Natakawa (Kitab ilmu pengetahuan Nabi Syish AS)
Kitab ini bukanlah sebuah kitab wahyu yang suci, tetapi sebuah kitab yang isinya merupakan kumpulan dari beberapa aturan yang terbaik dan pernah diterapkan pada peradaban besar di masa lalu. Jadi, bila ada sebuah peradaban kaum yang terbesar, khususnya sejak periode zaman Purwa Naga-Ra (zaman kedua manusia), maka di ambillah sebagian aturan atau sistem yang terbaik untuk dikumpulkan di dalam satu jilid buku. Yang kemudian atas petunjuk-Nya pula, maka kitab ini lalu diberi nama Natakawa. Yang artinya:

Nata = memperlihatkan
Kawa = aturan yang jelas

Jadi, Natakawa itu berarti memperlihatkan aturan hidup yang jelas.

Orang yang menuliskan kitab ini adalah Nabi Syish AS. Beliau ini hidup sejak periode zaman Purwa Duksina-Ra (zaman pertama manusia). Suatu ketika sebagai seorang Nabi, beliau mendapat petunjuk dari Tuhan untuk menjalankan tugas untuk mengumpulkan beberapa aturan dan sistem yang terbaik, yang ada di berbagai zaman dan bangsa di dunia. Atas kehendak Tuhan, beliau mendapatkan anugerah untuk bisa hidup di setiap zaman manusia. Karena itulah, dimana pun  terdapat satu peradaban besar, yang di dalamnya terdapat kemakmuran dan kemuliaan, maka disanalah beliau harus mengambil sebagian contoh aturan atau sistem yang terbaik untuk kemudian di kumpulkan ke dalam satu buku. Sebagai contoh, ada lima kaum terbesar yang pernah beliau kunjungi, yaitu:

1) Kaum Gulawita: Kaum ini hidup pada pertengahan periode zaman Purwa Naga-Ra (zaman kedua manusia). Mereka dulunya tinggal di sebuah wilayah yang sekarang dikenal dengan daratan China bagian selatan. Pada kaum ini beliau mengambil contoh tentang aturan dalam perekonomian dan perdagangan.

2) Kaum Asputara: Kaum ini hidup pada akhir periode zaman Purwa Naga-Ra (zaman kedua manusia). Mereka dulunya tinggal di sebuah wilayah yang sekarang lebih dikenal dengan Russia. Pada kaum ini beliau mengambil contoh tentang ketatanegaraan.

3) Kaum Wartaya: Kaum ini hidup pada awal periode zaman Dirganta-Ra (zaman ketiga manusia). Mereka dulunya tinggal di antara ujung barat pulau Sumatera dan Srilanka, atau sebuah perairan yang kini dikenal dengan Samudera Hindia. Pada kaum ini beliau mengambil contoh tentang aturan dalam kehidupan sosial.

4) Kaum Aryamaka: Kaum ini hidup pada pertengahan periode zaman Dirganta-Ra (zaman ketiga manusia). Mereka dulunya tinggal di sebuah wilayah di Nusantara, tepatnya di pulau Jawa. Pada kaum ini beliau mengambil contoh tentang nilai-nilai kekeluargaan.

5) Kaum Hugartal: Kaum ini hidup pada akhir periode zaman Dirganta-Ra (zaman ketiga manusia). Mereka dulunya tinggal di sekitar wilayah pegunungan Alpen yang ada di Eropa barat sekarang. Pada kaum ini beliau mengambil contoh tentang teknologi maju.

Demikianlah sebagian contoh bagaimana Nabi Syish AS bisa mengumpulkan aturan dan sistem yang terbaik. Dan tidak hanya terbatas di ke empat kaum di atas, karena sebenarnya pada semua benua yang ada di dunia ini. Jadi, dimana pun terdapat kaum yang berhasil dalam membangun peradaban yang terbesar di zamannya, entah di benua Asia, Afrika, Eropa, Amerika atau Australia, maka beliau akan tetap mendatanginya untuk bisa mengambil aturan yang terbaik disana. Yang kemudian disatukan dengan aturan dan sistem yang telah dikumpulkan sebelumnya ke dalam sebuah kitab.

the book 1

Selanjutnya, setelah selesai mengumpulkan beragam aturan dan sistem terbaik yang pernah ada itu, maka kini gilirannya untuk memberikannya kepada satu kaum agar dijadikan sebagai pedoman mereka dalam membangun sebuah peradaban. Pada waktu itu, di periode zaman Swarganta-Ra (zaman keempat manusia), yang pertama kali menerima kesempatan itu adalah sebuah kaum yang bernama Kahamayang. Kaum ini awalnya bukanlah kaum yang besar, karena bahkan mereka itu sebenarnya orang-orang yang tersingkir dari kaum induknya yang bernama Manguni. Dulu mereka ini tinggal di wilayah yang sekarang dikenal dengan Laut China Selatan. Dan karena tersingkir, mereka pun harus mencari tempat tinggal yang baru, yang akhirnya sekarang berada di sekitar perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, tepatnya di sekitar kaki gunung Lawu sekarang (sekitar Magetan). Hanya saja pada saat itu gunung Lawu yang ada sekarang ini masih belum ada, yang ada disana adalah gunung Rahwalu. Gunung raksasa bersalju dengan ketinggian ±6.235 mdpl. Karena perubahan inti bumi, gunung ini lalu berubah menjadi gunung berapi dan akhirnya meletus secara eksplosif (meledak). Jutaan tahun kemudian di lokasi kaldera gunung Rahwalu ini, muncullah gunung baru yang kini disebut Lawu. Gunung ini pun sudah berulang kali meletus, bahkan pernah secara eksplosif. Sampai pada akhirnya sekarang dengan ketinggian hanya ±3.265 mdpl.

Kembali pada kaum Kahamayang. Sebelum menerima aturan yang terdapat pada kitab Natakawa, kaum Kahamayang ini masih hidup dalam banyak kelemahan. Mereka memang sudah memiliki satu aturan di dalam kehidupannya, tetapi masih sangat sederhana, kurang detil dan tidak lengkap. Banyak hal yang belum pernah mereka pikirkan demi kesejahteraan mereka. Misalnya, mereka masih belum menentukan alat tukar (uang) yang dijadikan standar dalam mengukur nilai suatu barang.

Jadi, pada saat itu mereka hanya mengenal sistem tukar menukar barang (barter) saja. Mereka hanya tahu bahwa sebuah barang hanya bisa ditukar dengan barang lainnya tanpa nilai yang pasti (kira-kira). Akibatnya sering merugikan satu pihak atau bahkan kedua belah pihak sekaligus. Mereka juga hanya bisa memikirkan diri sendiri tanpa memikirkan sesuatu yang lebih maju dalam meraih mimpi dan membangun peradaban besar. Kebutuhan hari ini ya dicari hanya pada hari ini saja, untuk besok maka dicarinya besok juga. Sehingga kehidupan mereka saat itu tidak lebih dari hanya cukup memenuhi kebutuhan pokoknya saja. Begitupun seterusnya selama berpuluh tahun.

Namun setelah Nabi Syish AS datang kepada mereka, kaum Kahamayang ini mulai menata kehidupan peradaban mereka menjadi lebih teratur dan makmur. Mereka telah diperkenalkan dengan berbagai aturan dalam kehidupan dan ilmu pengetahuan yang terbaik. Dan pada saat itu, setidaknya ada 12 hal pokok yang pernah diajarkan oleh Nabi Syish AS kepada mereka ini. Di antaranya:

1. Aturan dalam rumah tangga.
2. Aturan dalam bernegara.
3. Aturan dalam perekonomian.
4. Aturan dalam kehidupan sosial.
5. Aturan dalam bertetangga.
6. Aturan antara sesama makhluk Tuhan.
7. Aturan antara manusia dengan Tuhan.
8. Aturan dalam seni dan budaya.
9. Aturan dalam pembangunan (teknologi).
10. Aturan dalam pertanian.
11. Aturan dalam perkebunan.
12. Aturan dalam peternakan dan perikanan.

Dengan bekal 12 aturan itulah kaum Kahamayang mampu membangun peradaban terbesar mereka. Dan mereka ini termasuk satu kaum yang cerdas, karena saat di ajarkan oleh Nabi Syish AS, mereka bisa cepat memahaminya. Bahkan selanjutnya mereka pun tidak pernah berhenti dalam berinovasi. Hal ini jelas bisa semakin memajukan peradaban mereka.

Adapun di antara contoh inovasi mereka pada saat itu adalah:

1. Di bidang pertanian; mereka berhasil menciptakan varietas tanaman budidaya yang baru.
2. Di bidang perkebunan: mereka berhasil menciptakan varietas tanaman buah yang baru.
3. Di bidang perikanan: mereka berhasil menciptakan species baru.
4. Di bidang ekonomi: mereka berhasil meningkatkan kualitas dan kuantitas perekonomian.
5. Di bidang ketatanegaraan: mereka telah menata aturan hukum dan menerapkannya pada bidang pertahanan, kerjasama, pengembangan teknologi, dll. Merekalah peletak dasar hukum di dunia pada masanya.
6. Di bidang teknologi: mereka telah berhasil menciptakan berbagai jenis peralatan yang berteknologi super canggih, bahkan lebih hebat dari manusia sekarang. Misalnya, anti gravitasi dan menciptakan gravitasi sendiri atau membangun pesawat antariksa berkecepatan cahaya.

Kaum ini pada akhirnya menjadi satu kaum yang terbesar di zamannya, bahkan bisa di bilang bahwa peradaban yang telah mereka bangun saat itu menjadi pusat peradaban dunia. Mereka hidup dalam kemakmuran dan kemajuan, dengan rata-rata usianya antara 400-500 tahun. Teknologi mereka sangat maju, bahkan lebih hebat dari manusia di zaman sekarang. Salah satu contohnya mereka berhasil masuk ke dalam perut Bumi untuk meneliti tentang inti Bumi. Selain itu, mereka ini sering kali menjelajah ke luar angkasa – untuk melakukan penelitian – dengan pesawat super canggih berkecepatan cahaya yang telah berhasil mereka buat. Tidak hanya sebatas planet dalam sistem tata surya kita saja, tetapi sampai ke beberapa sistem tata surya dan galaksi lainnya.

peradaban tinggi

Selain itu, ada yang unik dari kaum ini. Mereka tidak senang berperang meskipun mereka sudah memiliki teknologi militer yang luarbiasa. Sistem pertahanan mereka sangat kuat dan mengagumkan. Dan bila ada yang ingin menyerang mereka, maka dengan cepat dan sigap pasukannya akan membuat barikade yang mengagumkan. Setelah itu Khalifah (pemimpin kaum) mereka akan menemui pemimpin pasukan yang ingin menyerang. Ia akan berkata: “Apa yang kalian inginkan? Untuk apa berperang? Jika kalian memaksanya, maka bisa dipastikan kalian akan hancur. Apa yang kalian butuhkan? Lebih baik kita bekerjasama saja”. Singkat cerita, sepanjang peradaban mereka, tidak ada satu kaum pun yang berani menyerang mereka, karena lebih banyak yang justru menjalin kerjasama di berbagai bidang demi meningkatkan taraf hidup mereka.

Demikianlah sifat mereka yang tidak suka dengan kekerasan, terlebih peperangan yang akan mendatangkan bencana. Meskipun mereka memiliki teknologi persenjataan yang hebat, mereka tetap sangat cinta kedamaian dan tidak pernah berhasrat untuk menaklukkan bangsa lainnya. Mereka juga senang berbagi ilmu pengetahuan, sebagaimana yang telah dipesankan oleh Nabi Syish AS. Dan mereka sudah merasa puas dengan apa yang telah Tuhan anugerahkan kepada mereka dengan banyak bersyukur. Karena itu pulalah, mereka diizinkan untuk berpindah ke dimensi lain, dan menjalani kehidupan yang lebih baik disana sampai kini.

Ada beberapa alasan mendasar yang menyebabkan mereka ini diizinkan berpindah ke dimensi lain. Yaitu:

1. Mereka tetap memegang teguh pada keyakinan tentang adanya Tuhan Yang Maha Esa.
2. Semakin hebat teknologi yang dikuasai, mereka justru semakin beriman kepada Tuhan dan patuh kepada-Nya.
3. Meskipun harta berlimpah mereka tidak lantas cinta duniawi.
4. Kehidupan sosial di antara mereka sangat harmonis dan mereka tidak pernah merasa iri atau dengki kepada yang lainnya. Justru senang berbagi, apapun itu, dengan ikhlas dan penuh rasa cinta.
5. Hukum hanya dijadikan sebagai pengingat saja, karena mereka tidak pernah melanggar hukum apapun. Mereka sangat taat hukum, sehingga tak ada hakim, pengadilan dan penjara di negeri mereka ini.
6. Mereka sangat menjaga kelestarian alam dan lingkungan.

Bila dilihat dari keenam hal di atas, maka jelas sekali bahwa sifat dari kaum Kahamayang ini sangat bertolak belakang dengan umumnya sifat manusia dan bangsa-bangsa di masa sekarang. Oleh karena itu, sebagai bonus, maka Tuhan memerintahkan mereka untuk berpindah ke dimensi lain. Perpindahan mereka ini tidak hanya sebatas orang perorangnya saja, tetapi juga beserta kota tempat mereka tinggal dan teknologi yang mereka miliki. Namun pada kurun waktu tertentu, terkadang mereka muncul ke dunia nyata untuk mengajarkan kaum lainnya, yang hidup setelah mereka – terlebih orang di Nusantara – tentang cara membangun sebuah peradaban yang gemilang. Salah satu kaum yang pernah mereka ajarkan adalah kaum Kaltusya. Kaum yang dulu tinggal di sebelah selatan pulau Sumatera ini pada akhirnya memiliki peradaban yang besar dan sangat maju. Tapi sayang, kepribadian mereka ini sangat berbeda dengan kaum Kahamayang. Bahkan karena kemajuan teknologi dan peradabannya, mereka justru berpaling dari jalan yang benar. Mereka begitu mencintai kehidupan duniawi, lupa diri, lupa akherat, bahkan melupakan keberadaan Tuhannya. Mereka telah sangat kufur dalam hidup ini dan hidup dengan seenak udelnya sendiri. Sehingga mereka pun harus menerima azab yang perih lantaran sikapnya itu. Mereka pun akhirnya musnah di telan Bumi hanya dalam waktu ±7 jam saja.

Demikianlah sekilas gambaran tentang kitab Natakawa ini. Sebuah kitab ilmu pengetahuan karya Nabi Syish AS, yang beliau tujukan untuk seseorang atau kaum agar mereka bisa membangun peradabannya. Dan kitab ini sering berpindah tangan dari zaman ke zaman melalui perantaraan kaum Kahamayang. Mereka ini pula yang pernah mengajarkan kaum lainnya untuk bisa membangun peradaban yang tinggi. Dan kini pun mereka (kaum Kahamayang) sudah berada dekat dengan dunia kita. Atas perintah Tuhan, sudah dekat pula masanya bagi mereka untuk mengajarkan kaum yang terpilih di zaman kita ini untuk membangun peradaban terbesar dalam sejarah. Semoga itu adalah kita.

2. Kitab Runghatapa (kitab ilmu pengetahuan Nabi Nuh AS)
Semasa hidupnya dulu, Nabi Nuh AS pernah menuliskan sebuah kitab untuk bekal hidup banyak orang. Hal ini beliau lakukan atas dasar petunjuk dari Tuhan. Karena itu pula kitab ini kemudian tidak beliau tuliskan dalam bahasa beliau sehari-hari, tetapi justru menggunakan bahasa lainnya yang bernama Atimalsa. Sedangkan aksara yang digunakan bernama Mursal.

Kitab ini cenderung bersifat tauhid, selebihnya memang membahas tentang berbagai persoalan hidup (ilmiah dan batiniah). Bahasa yang digunakan sangat tinggi, sehingga akan sulit dipahami oleh kalangan umum. Ada lima pokok pembahasan (bab) yang terdapat di dalam kitab ini. Di antaranya:

1. Ketauhidan tentang Sang Pencipta
2. Kemuliaan Sang Pencipta
3. Pencarian Sang Pencipta
4. Jalan menuju Sang Pencipta
5. Sang Pencipta

Nama Runghatapa itu berarti keheningan di antara kemuliaan. Karena itu, kitab ini juga memuat berbagai ilmu pengetahuan dan kesaktian yang paripurna. Sebagai bekal bagi siapapun untuk membangun peradaban dan bisa menempuh jalan hidup ini dengan baik dan selamat. Bahkan dengan memegangnya saja, seseorang bisa memiliki kemampuan yang istimewa. Itulah salah satu kelebihan (mukjizat) dari Nabi Nuh AS yang tersimpan pada kitab ini.

shutterstock_ book

Dari dulu hingga sekarang, perjalanan dari kitab ini sering berpindah-pindah tangan. Ada sekitar 1.200 orang yang pernah memegangnya. Ia terus berpindah tangan di antara para resi, pemimpin (raja/ratu) dan kesatria utama dalam jangka waktu milyaran tahun belakangan ini. Dan yang terakhir memegangnya adalah seorang putri yang bernama Napal. Beliau ini dulu berasal dari sebuah kerajaan yang bernama Kurunggala. Sebuah kerajaan besar yang pernah ada di wilayah bagian selatan India, tepatnya pada periode zaman Swarganta-Ra (zaman keempat manusia). Sementara itu Nabi Nuh AS sendiri hidup milyaran tahun sebelum sang putri, tepatnya pada awal periode zaman Purwa Naga-Ra (zaman kedua manusia).

Kitab Runghatapa ini bisa di dapatkan oleh sang putri dari seorang begawan yang bernama Bagasita, yang pada waktu itu sedang berada di wilayah kerajaannya. Maharesi itu berasal dari Nusantara, tepatnya dari tanah Jawa sekarang – saat itu wilayah Nusantara masih menyatu dengan benua Asia dan Australia. Di kerajaan Kurunggala, Maharesi Bagasita lalu sering menyampaikan wejangan kepada masyarakat yang ada disana, khususnya tentang keheningan, ke-Esa-an dan kesendirian. Kian hari semakin banyak pula yang mendengarkan, hingga pada akhirnya berita tentang dakwah sang begawan itu sampai juga ke telinga putri Napal di istananya.

Suatu ketika datanglah sang putri untuk mendengarkan apa yang disampaikan oleh sang begawan. Ia langsung tertarik dan berulang kali datang ke majelis itu, bahkan aktif pula bertanya kepada sang begawan. Singkat cerita, karena tertarik dengan kesungguhan dari sang putri, maka sebelum pergi (moksa), Maharesi Bagasita lalu memberikan kitab Runghatapa kepadanya agar ia lebih banyak lagi belajar dan memahami tentang kebenaran dan kehidupan yang sejati. Dan memang, sebelumnya sang begawan pun sudah mendapat petunjuk bahwa beliau harus menyerahkan kitab Runghatapa itu kepada putri Napal. Karena melaluinya nanti, kitab tersebut akan sampai ke tangan seorang pemuda yang berhak, yang telah dirindukan dan sudah di tentukan oleh Tuhan untuk memimpin dunia ini.

Maka dari itulah, ketika menyerahkan kitab itu kepada putri Napal, Maharesi Bagasita lalu berpesan kepadanya agar ia menjaga kitab itu baik-baik dan ketika sudah waktunya nanti ia pun harus menunggu dengan sabar sampai ada seorang pemuda yang mengambilnya. Selanjutnya, putri Napal diperintahkan juga untuk menetap di salah satu wilayah di bagian selatan pulau Jawa, tepatnya di sebuah gunung raksasa (±5.270 mdpl) yang ada disana setelah tugas kenegaraannya selesai (lengser keprabon). Gunung raksasa ini bernama Parubala dan merupakan gunung berapi yang aktif dimasanya dulu. Pernah berulang kali berganti nama, hingga pada akhirnya hilang akibat meletus secara eksplosif (meledak) di sekitar ±800.000 tahun lalu. Disanalah sang putri menunggu dengan jalan bertapa brata secara goib (tak kasat mata/menghilang). Apapun kondisi alam yang terjadi di sekitar pertapaannya – bahkan saat gunungnya meletus – tidak berpengaruh bagi dirinya, karena beliau telah berpindah ke dimensi lain.

Jadi, selama waktu yang sangat lama (sejak periode zaman Swarganta-Ra sampai ke zaman Rupanta-Ra ini; zaman ke-4 sampai di zaman ke-7 manusia), beliau terus menunggu ada seorang yang bisa mengambil kitab Runghatapa itu, sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Maharesi Bagasita. Namun selama itu pula belum ada yang bisa. Semua itu karena memang belum ada yang berhak, bahkan kisah dan keberadaannya saja tidak ada yang tahu. Tapi kini sudah waktunya bagi kitab itu untuk berpindah tangan, karena sudah ada seorang pemuda yang ditakdirkan menerima kitab itu di akhir zaman ini. Seorang kesatria utama yang telah dirindukan dari zaman ke zaman. Tujuannya adalah untuk memperbaiki keadaan zaman yang telah morat-marit ini. Menuju zaman keemasan yang terbaik nanti. Siapakah itu? Entahlah. Mungkin Anda lebih tahu dari saya. Jika iya, bolehlah kasih info atau clue-nya.

3. Kitab Ratamalsya (kitab ilmu pengetahuan dari Nabi Sulaiman AS)
Semasa hidupnya dulu di periode zaman Nusanta-Ra (zaman keenam manusia), Nabi Sulaiman AS juga pernah menuliskan sebuah kitab luarbiasa yang kemudian diberi nama Ratamalsya. Atas petunjuk dan izin dari Tuhan Yang Maha Kuasa, kitab ini lalu berisikan 8 pokok pembahasan (bab). Semuanya menjelaskan tentang berbagai macam ilmu dan pengetahuan, yang meliputi:

1. Tentang manusia
2. Tentang udara
3. Tentang tanah
4. Tentang air
5. Tentang api
6. Tentang tumbuhan
7. Tentang hewan
8. Tentang jin

Kitab ini mencakup banyak ilmu pengetahuan dan rahasia terdalam dari alam semesta. Siapapun yang memegangnya akan tampil sebagai sosok yang kharismatik, berilmu dan beriman. Sehingga akan sangat berguna dalam membangun sebuah peradaban yang besar, yang tentunya akan sesuai pula dengan aturan dan hukum Tuhan Yang Maha Esa. Itu pun tidak hanya sebatas dalam lingkup kehidupan manusia saja, tetapi sampai pada makhluk yang lainnya (jin, hewan, tumbuhan, benda-benda, dll), baik di dunia nyata bahkan di alam gaib (dimensi lain).

the book

Jadi, kitab inilah yang sangat dicari-cari oleh para penjelajah dan penjajah selama ribuan tahun ini. Itu dilakukan karena mereka menyakini bahwa dengan memiliki kitab ini, maka mereka pun akan bisa menguasai dunia. Tapi bagaimana itu bisa terjadi? Sementara nama kitab yang sebenarnya saja mereka tidak tahu selama ini, apalagi dimana tempatnya. Mereka hanya mengetahui dari leluhur mereka, bahwa ada satu kitab rahasia yang pernah ditulis oleh Nabi Sulaiman AS, yang di dalamnya menjelaskan tentang seluk beluk ilmu pengetahuan dalam berbagai bidang dan kesaktian. Tidak hanya untuk alam nyata saja, karena bahkan sampai ke alam gaib. Tapi bagaimana semua itu bisa terwujud? Bila di hati mereka masih penuh dengan keserakahan dan pembangkangan. Dan Hyang Aruta (Tuhan YME) tidak akan meridhoi hal yang seperti itu. Karena kitab ini hanya diperuntukkan bagi sosok yang berhati murni dan suci. Dialah sang pemuda pilihan, yang telah ditakdirkan untuk memilikinya.

Untuk itulah, hingga kini (saat keterangan ini di tuliskan) mereka terus saja mencari-cari di berbagai tempat di seluruh dunia. Bahkan tidak terkecuali dibawah bangunan Masjidil Aqsho yang ada di Palestina. Disana mereka terus menggalinya, karena mengira bahwa kitab ini telah disembunyikan disana. Sebab mereka pun meyakini bahwa bait suci atau tempat ibadah yang pernah dibangun oleh Nabi Sulaiman AS dulu berada disana. Sehingga mereka pun berasumsi bahwa kemungkinan besar kitab rahasia itu juga disimpan disana. Padahal sesungguhnya kitab ini selalu berada di tempat yang sangat di rahasiakan di dunia ini – bahkan sebenarnya juga di alam gaib. Untuk bisa melihatnya saja, maka siapapun harus bisa menemukan lokasinya yang sangat misterius di Bumi ini, dimana ilmu fisika dan ilmiah lainnya bahkan tak berlaku. Jika sudah berada disana, maka siapapun harus berhadapan dengan penjaganya (bangsa jin dan malaikat) yang tak kasat mata dan sangat perkasa. Tidak bisa sembarang orang yang bisa menembus sistem pertahanan itu. Bahkan yang setingkat Wali atau Resi pun tidak bisa jika ia tidak berhak dan ditakdirkan untuk bisa memilikinya, bahkan hanya sekedar ingin melihatnya. Aura dan energi alam disana begitu besar, sangat besar tapi anehnya tidak bisa diketahui oleh mereka yang tidak terbiasa hidup dalam tirakat yang disiplin dan meditasi yang tinggi (topo ngrame). Tidak bisa ditembus dengan terawangan kelas teri. Dan hanya bagi yang diizinkan saja, itupun jika ia berilmu tinggi dan sebatas bisa melihatnya dari kejauhan. Sebab hanya ada satu orang saja yang bisa mendekat dan memegangnya dalam setiap periode waktu tertentu. Dialah pemuda pilihan zaman. Siapa? Entahlah. Mungkin Anda justru lebih tahu dari saya.

Ya. Kitab luarbiasa ini sebenarnya pernah dua kali dititipkan kepada seorang pemuda – yang kemudian menjadi pemimpin besar – untuk membangun peradabannya. Pertama kali dititipkan kepada seorang pemuda yang dulu pernah tinggal di sekitar wilayah antara Iraq dan Iran sekarang. Sementara yang kedua, setelah tiga ribu tahun setelahnya, barulah kitab ini muncul dan dititipkan kepada seorang pemuda yang tinggal di ujung timur pulau Jawa. Dengan berpedoman pada kitab karya Nabi Sulaiman AS ini, maka kedua pemuda itu bersama-sama rakyatnya bisa membangun peradaban yang gemilang. Bahkan diluar perkiraan para ahli sejarah selama ini. Dan kini, setelah 3000 tahun berlalu, maka sudah waktunya pula kitab ini diterima oleh seorang pemuda terpilih – atau mungkin sudah – untuk membantunya mendirikan peradaban baru yang gemilang, yang belum pernah disaksikan dunia selama ini. Dimanakah itu nanti? Silahkan Anda cari atau renungkan sendiri.

*****

Wahai saudaraku. Untuk membimbing kaumnya, maka selain menerima kitab wahyu yang suci, di antara para Nabi itu ada yang menerima perintah dari Tuhan untuk menuliskan sebuah kitab ilmu pengetahuan yang berdasarkan ijtihad (perenungan, berpikir, menyimpulkan, mengumpulkan, diskusi, dll) mereka. Semuanya itu bertujuan untuk bisa dijadikan sebagai bekal bagi manusia dalam menjalani kehidupannya sehari-hari. Khususnya agar mereka bisa hidup dalam keteraturan dan peradaban yang gemilang, terlebih agar sesuai pula dengan perintah Tuhan. Karena hanya dengan itu pula, maka siapapun bisa benar-benar merasakan kebahagiaan.

Ya. Para Nabi yang mulia itu adalah hamba Tuhan yang terbaik dari semua hamba yang ada. Dengan prinsip ini, maka tidak sulit untuk menerima kenyataan bahwa mereka itu juga sosok yang jenius dan punya kemampuan di atas rata-rata manusia. Beliau juga menerima bimbingan (wahyu) dari Yang Maha Pencipta, Dzat Tunggal yang menguasai dan menurunkan ilmu pengetahuan ke Bumi. Dan saat harus menjalankan tugasnya di Bumi, maka tidaklah aneh bila para Nabi itu mampu menghimpun berbagai ilmu pengetahuan yang tinggi lalu dituliskan di dalam sebuah kitab yang luarbiasa. Kitab itu kemudian disampaikan atau dititipkan kepada seseorang atau kaum yang terpilih agar mereka bisa membangun peradaban yang gemilang.

Untuk itu, jangan lagi kita menganggap bahwa kehidupan kaum-kaum dimasa lalu tak lebih dari sekedar kehidupan yang sederhana dan berteknologi rendah. Karena pada kenyataannya, banyak sekali kaum yang telah hidup di masa lalu justru berperadaban sangat tinggi, yang bahkan melebihi kita sekarang. Dan memang mereka tak lagi ada, bahkan sisa-sisanya pun tak kelihatan. Itu bukan berarti bohong, tapi semua terjadi karena beberapa hal, misalnya mereka terkena azab dan bencana yang menghancurkan bahkan menghilangkan peradaban mereka dari muka Bumi ini. Atau dikarenakan mereka harus berpindah ke dimensi lainnya, sebagai bonus atas perbuatannya yang selalu patuh pada setiap perintah dan larangan Tuhan.

Sungguh, ada banyak kitab yang pernah ada dan di tuliskan oleh para Nabi terdahulu. Semuanya hanya untuk membantu manusia agar bisa mengatasi permasalahan dalam hidupnya. Tiga kitab di atas hanyalah sebagian dari yang pernah ada dan digunakan oleh kaum-kaum terdahulu. Akibatnya mereka bisa menata kehidupan dan membangun peradaban yang besar – yang lebih hebat dari sekarang. Bahkan saat mereka tetap berpegang teguh pada kemurnian dari ajaran sang Nabi, maka sebagai bonusnya mereka pun diperintahkan untuk berpindah ke dimensi lain. Disana mereka bisa melanjutkan kehidupan dengan lebih baik dan sangat bahagia hingga kini. Lantas bagaimana dengan kita sekarang? Anda-lah yang menjawabnya.

Demikianlah sekelumit gambaran tentang kitab-kitab ilmu pengetahuan dari para Nabi. Keterangan ini ditulis sebagai informasi dan pengingat kita yang hidup di akhir zaman ini, bahwa zaman akan berganti yang disertai dengan revolusi terbesar dalam sejarah umat manusia. Bagi yang percaya, maka Anda akan beruntung, tapi bagi yang tidak percaya, semoga Anda juga bisa beruntung nanti. Rahayu

Mashudi Antoro (Oedi`)

[Mulai digali dan dituliskan di Jogjakarta sejak bulan Maret 2013, selesai dituliskan tanggal 22 Nopember 2014]

6 thoughts on “Kitab Ilmu Pengetahuan Para Nabi

    wordwidewrite said:
    Agustus 5, 2016 pukul 8:31 pm

    Salam Sejahtera,!

    Nabi Nuh dan Ibrahim memang pernah diberi kitab yang serupa dengan Al-Qur’an, Yang bisa dipahami dari kitab Al-Qur’an itu sendiri,

    Penafsirannya Wahyu diturunkan dengan perantara Malaikat, Ditanamkan pemahaman dalam hati artinya dikuasai tanpa dibaca dari lembar tulisan. Bahasanya adalah sesuai dengan tempat negri kelahiran atau bahasa kaumnya. Dua kitab itu tidak diberitakan namanya.

    Adapun Kitab yang langsung diturunkan kepada nabi Musa adalah Taurat dengan Firman 10 yang terkenal yang lauth nya nyata diberikan Sang Pencipta kepada nabi Musa.

    Setelah nabi Musa wafat umat Bani Israil meminta diturunkannya Khalifah buat mereka, nabi mereka memberi petunjuk bahwa Thalut bersama Daud lah yang diutus Sang Pencipta, sampai terbukti Menang terhadap Jhalut.

    Nabi Daud diberi wahyu Kitab Zabur, lalu 2 Kitab itu diwariskan kepada Anaknya yaitu Nabi Sulaiman. Dua kitab itu terkenal dengan nama Thabut (Taurat dan Zabur). Masa kekuasaan ada di negri Babilonia

    Nabi Sulaiman dianugrahi kerajaan lebih luas dari ayahnya (nabi Daud) luas wilayah penaklukannya sehari perjalanan pagi siang adalah jarah sebulan perjalanan darat dan begitu pula dari siang sampai sore sama jaraknya sebulan, keterangan yang jelas adalah menggunakan jalan angin (penafsiran pesawat tanpa mesin) bisa gantole atau balon udara. Negri yang ditaklukan adalah negri yang tidak mengikuti perintah Allah, riwayat terakhir adalah penaklukan negri Saba, yang Ratunya (Bilqis) berserah diri menjadi Muslim. Dan negri sekitarnya yaitu negri Syam, Sepeninggalnya Nabi Sulaiman (Lauth Taurat dan Zabur) / Tabut Perjanjian Asli dibawa kembali oleh Malaikat.

    Bani Israil semasa nabi Musa saja sudah banyak ingkar akan perintah Allah (Hukum Taurat)

    Periode nabi Sulaiman mengajarkannya ke berbagai negri. Secara nyata Bani Israil ditinggalkan oleh Nabi Sulaiman ke Negri Syam dan Saba. Karena Ahli Kitab Bani Israil banyak melakukan pengingkaran. Disinilah pencarian yang dianggap misteri, tapi itulah itulah riwayatnya, karena sepeninggal nabi Sulaiman negri Syam dan Saba umatnya mempraktekan Sihir, melakukan Kemusyrikan, dan Menyekutan Allah, sehingga Negri Saba diberi Azab Banjir dan Negrib Syam dihancurkan karena penduduk negri itu tidak mau melakukan perjalanan ke negri Saba untuk beribadah di Bangunan yang telah dibangun oleh bangsa Jin pada masa nabi Sulaiman.

    Lalu Bani Israil karena telah diberi perjanjian diturunkannya nabi Isa, Wahyu-Nya dituliskan dengan nama Kitab Injil, membenarkan Pemahaman Kitab Taurat dan Zabur, merevisi kembali ajaran Kitab Taurat dan Zabur yang telah dirubah dan didustakan oleh para Ahli Kitab. Namun Bani Israil tidak mempercayai kenabian Isa sebagai Rosul dan berusaha membunuhnya dengan cara disalib. Allah menyelamatkan nabi Isa diangkatnya kelangit dan yang disalib adalah orang yang diserupakan. Dan keraguan Bani Israil pun selalu memperselisihkannya, umat yang tidak mempecayainya adalah Yahudi dan sampai sekarang masih berharap kehadiran Nabinya.

    Bani Israil pun terpecah, Sehingga golongan manusia Ada Muslim yang tetap mengikuti Ajaran Ibrahim. Yahudi yang ingkar pada kenabian Isa, dan Nasrani , Yang sampai sekarang ragu akan kebangkitannya dahulu dan mempercayai akan turun sebelum kiamat.

    Yang tidak mau percaya kepada kebangkitan nabi Isa sebagai nabi Terakhir yang dilahirkan kembali sebagai nabi Muhammad, karena Yahudi dan Nasrani mengharapkan kelahirannya di negri Palestina yang pusat Kiblatnya di Masjidil Aqsa. Nabi Muhammad lahir di kota Mekkah.

    Apakah kurang bukti kalau manusia bisa dihidupkan/dipanjangkan umurnya oleh sang Pencipta? Kurang bukti apa Kalau nabi Muhammad adalah nabi terakhir?

    Bani Israil adalah keturunan nabi Yakub anak nabi Ibrahim yang telah mendirikan pondasi Ka’bah di Mekah. Keingkaran inilah yang terjadi karena memang sebelum nabi Muhammad diangkat menjadi Rosul Kiblat masih di Masjidil Aqsa Palestina.

    Nabi Muhammad semasa Kerasulannya di musuhi oleh kaum Quraisy, sementara hijrah ke Madinah sampai akhirnya kota Mekkah dikuasai kembali, dan kemenangan terhadap kaum Kafir (Quraisy) ini adalah Perjanjian sejak kelahiran nabi Isa. Dan adanya perintah Allah mengembalikan Kiblat ke Mekkah adalah hal paling berat bagi seluruh umat, tapi kenapa kalau semua umar mengaku mengikuti Ajaran Ibrahim tidak mau beriman? Ibadah Haji Kurban dan Sunatan bagi laki-laki.

    Ibrahim termasuk golngan Nuh yang selamat adalah Muslim ajarannya tidak berubah Sunatullah sejak dahulu, untuk apa kiblat diadakan selain pemersatu arah untuk bersujud kepada Allah?

    Apa arti kata “Salam” keselamatan.

    Kitab Al-Qur’an itu isinya Hukum Taurat, Zabur dan Injil, serta kererangan riwayat para Nabi dan Rosul.

    Saya sampaikan ini sebatas pengetahuan dari isi Al-Qur’an, dan melihat kenyataan kebanyakan tidak dimengerti oleh pembacanya. Kadang hanya dihafalkan fasih dalam bahasa Arab, tapi artinya tidak dikuasai.

    Komentar mungkin agak melebar tapi itulah Kitab Suci Yang Wajib Diketahui, karena isinya Hukum dari Allah, seperti Qisas adalah isi dari Hukum Taurat.

    Hanya Allah Hakim Yang Paling Agung.

    Allah Maha Bijaksana, Maha Pemberi Ampunan.

    Maka manusia yang menjadi Hakim dan pelaksana keadilan sungguh beraninya yang sampai bersumpah atas nama Tuhannya bisa berlaku curang, atau para manusia yang suka main hakim sendiri.

    Dan semua urusan kembai kepada Allah.
    Wassalam!

      kuropriest97 said:
      Agustus 6, 2016 pukul 7:28 am

      Pada akhirnya pun Nabi Isa akan datang kedua kali di bumi ini dan akan memerangi kejahatan yang dipimpin oleh Al-Masih Ad-Dajjal yang menegakkan diri sebagai Tuhan Allah SWT.

        wordwidewrite said:
        Agustus 6, 2016 pukul 8:00 pm

        Dimensi waktu dan berita.
        Nabi Isa dijanjikan kemenangan atas orang kafir sebelum kiamat, dalil Qur’an dan kitab lainya nya itu.

        Nabi Isa Almasih bukan Tuhan.

        Kemenangan terhadap orang kafir terjadi setelah Ka’bah dikuasai Muslim dari kaum kafir Quraisy dan dikembalikan Kiblat dari Masjidil Aqsa Palestina ke Masjidil Harram Mekkah. Sebagai penguat kemenangan setelah Nabi Wafat, dijanjikan dalam Qur’an kemenangan atas Roma, yang terkenal dengan perang Salib. Dan sudah terbukti sejak sekitar 300tahun Nabi Wafat.

        Keistimewaan Nabi Adalah Lahir sebagai nabi Isa pada Masanya, dari Maryam yang masih suci.

        Apakah manusia masih heran kalo terlahir kembali dijanjikan sebelumnya bernama Ahmad, yaitu diberi nama Nabi Muhammad terlahir dikota Mekkah?

        Itulah Nabi Terakhir dan benar benar sudah wafat tidak akan datang lagi kedunia.

        Sumber

        https://andwhyask.wordpress.com/terang/

    arif said:
    Agustus 6, 2016 pukul 5:39 am

    Assalam,, Mas Oedi bgman dengan cerita ..mungkin mas oedi sdh pernah dengar tentang kaum Wentira Kata2 orang2 mereka mempunyai peradaban yang lebih baik pada masa sekrang.ada cerita orang2 di wentira sering berbelanja ke pasar. daerah sekitar.dan ciri mereka adalah tidak adanya jalur di bawah hidung,,sebgaimana orang orang sekrang dan ciri bangunan mereka adalah warna kuning,

    wordwidewrite said:
    Agustus 6, 2016 pukul 8:31 pm

    Ayo kaji kembali, siapa yang diperintah mendirikan Ka’bah di Mekkah?

    Nabi Ibrahim.

    Syariatnya Untuk Menyembah Allah (Sembahyang)

    Sunatan untuk laki-laki.
    Menyembelih Kurban.

    Islam Yahudi dan Nasrani mengaku mengikuti Agama Ibrahim, kenapa diingkari?

    Apakah definisi Muslim itu?
    Saat ini manusia terkecoh dengan Kiblat yang ada di Palestina, kenapa?

    Hanya untuk saling menumpahkan darah dan fitnah. Karena keserakahan dunia. Dan apakah fitnah Dajal itu sebenarnya?

    Inilah Akhir Jaman, hampir seluruh ciri2 sudah terjadi.

    Tapi terserah mau beriman kepada ajaran mana, aku bukan calo penawar surga, atau penyelamat manusia yang akan masuk neraka. Hanya sekedar menyampaikan sebagai kewajiban, bukan untuk memaksa atau mendoktrin dengan faham kitab.

    Iman ada dalam hati masing-masing.

      Farhan said:
      September 28, 2016 pukul 7:34 pm

      Maaf sebelumnya, saya cuma mau bertanya: sumbernya dari mana ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s