Negeri di Balik Kabut

Posted on Updated on

keindahan kabutWahai saudaraku. Di ujung timur bagian selatan negeri ini ada kota dibalik kabut misteri. Posisinya tidak ada di dalam peta dunia masa kini. Tapi disana ada hamparan rumput hijau yang berlanjut ke dalam hutan permai. Hutan rimba itu beratapkan dahan dan cabang-cabang pohon yang membentuk balairung. Batang-batang pohonnya berdiri tegak bagaikan pilar-pilar yang teramat kokoh.

Kalau engkau bisa kesana, kau akan melihat jalan yang berliku, datar dan juga mendaki. Dibalik cahaya yang temaram, siapapun akan melangkah dalam keheningan yang damai. Bahkan para peri bisa berjalan tanpa suara dan bunyi langkah kaki. Dan ketika kau melihat hutan di kedua sisi yang semakin rapat, jalan pun akan semakin menurun, menuju lembah yang indah. Untuk bisa sampai ke lembah itu, kau harus melewati lipatan bukit dan melalui semak perdu dan hamparan bunga warna-warni yang mewangi.

Ada satu jalur disisi bukit untuk laju berkuda, yang hampir tak nampak di antara semak-semak disisi kanannya. Jika mau, ikutilah jalur itu, yang membelok naik ke tebing berhutan. Ikuti terus jalan itu sampai pada puncak bahu bukit didataran lembah sungai yang sangat jernih airnya. Lalu keluarlah dari bayangan pepohonan dan lihatlah ada hamparan rumput hijau, terpantul dari sinar bulan.

Pemandangan-digital-Karya-Feliks

Dan saat kau berjalan sejauh dua mil menyusuri ke arah depan, maka saksikanlah, disana tampak berdiri megah istana yang terbuat dari emas dan kristal, yang diapit oleh dua buah bukit yang menjulang tinggi. Disisi kanan dan kirinya, ada air terjun yang kadang berkabut. Airnya mengalir deras, memunculkan suara gemuruh yang damai. Di tengah-tengah itu semua, maka istana yang sungguh indah itu berada, tepat di tengah lembah dan berlatarkan gunung putih (bersalju) yang menjulang ke angkasa. Yang ikut berkilau saat ia terkena sinar rembulan.

hutan rimba

Ya. Istana itu teramat indah dan megah. Bukan pula buatan tangan manusia yang lemah. Karena itulah siapapun akan terpana dibuatnya. Tapi ketika kau melihat ke arah depannya, di seberang jembatan masuk istana itu, terhamparlah hutan yang permai. Pohon-pohonnya menghijau dan menjulang tinggi meraih angkasa. Ranting dan daunnya rindang membentuk balairung. Disanalah, pada setiap malam bulan purnama, kau akan menyaksikan sesuatu yang indah, lebih megah dan tak terlupakan. Para peri dan manusia bijak duduk berdampingan lalu berbincang-bincang. Mereka juga mendengarkan syair dan nyanyian merdu dari bangsa peri yang terkenal itu. Di tengah mereka lalu berpijar api unggun, sementara disisi tempat perkumpulan itu, di tiang-tiang pohonnya, tergantung lentera warna-warni yang bercahaya emas dan perak menyala tenang.

Saat itu, peri-peri yang kulitnya bercahaya, yang parasnya sangat menawan dan mengenakan pakaian berwarna putih, hijau, kebiruan, coklat atau krem akan berdatangan dari segala penjuru negeri. Mereka lalu duduk di rerumputan, akar-akar pohon atau kursi-kursi yang disediakan dan mengelilingi api unggun. Beberapa dari mereka berjalan kian kemari dan membawa teko yang berisi air putih, sari buah dan susu. Mereka menuangkan air putih, sari buah atau susu itu pada cangkir – yang terbuat dari emas atau kristal – bagi yang menginginkannya. Yang lain membawakan berbagai jenis makanan dalam piring-piring dan nampan-nampan dari emas. Gerak-gerik mereka itu sangatlah halus dan santun, sehingga tak pernah terdengar suara riuh atau gaduh sedikitpun. Berada dekat dengan mereka akan selalu tercium bau wangi yang menyegarkan sekaligus menenangkan. Dan alunan musik serta nyanyian yang teramat merdu pun terus bergema. Membuat siapapun bisa terenyuh dan merasakan haru.

hutan

Ah.. Nyayian itu masih saja tergiang ditelingaku. Sangat jelas, hingga aku pun bisa menerjemahkannya. Dan salah satu syairnya bertemakan tentang kerinduan. Berikut ini kalimatnya:

Duhai kekasih yang dirindukan.
Oh.. Pemimpin yang berada di balik tirai rahasia.
Di tengah keramaian dan kesunyian dunia.
Kami menantimu dalam cinta dan kasih murni.

Oh.. Cahaya terang untuk para pengembara hadirlah.
Di akhir zaman yang rentan dalam bimbang ini.
Di negeri yang indah yang tak berkuasa lagi kebahagiaan.
Kami bernyanyi untukmu dalam penuh harap.

Oh.. Indahnya parasmu, manisnya senyummu.
Hai pemuda yang melelehkan hati.
Kami rindu dan ingin bersamamu.
Ya jiwa yang paling bersinar di antara yang terang.

Oh Maharisya, oh Mahadukya.
Kami masih ingat tentangmu.
Kami yang tinggal disini, di negeri leluhurmu.
Selalu menanti cahayamu yang bisa menghalau gelap.

Selain bernyanyi dan berbincang-bincang, salah satu dari mereka akan bercerita tentang indahnya masa lalu. Kisah agung yang bertemakan cinta atau kepahlawanan dari orang-orang pilihan Tuhan. Siapapun yang hadir saat itu akan mendengarkan dengan penuh perhatian. Mereka larut dalam pikiran dan khayalan masing-masing. Tidak ada yang mengabaikan hal ini. Karena itu demi mengingat kembali kejayaan masa lalu dan membangkitkan kembali sifat kesatria pada diri mereka. Dan itu sangat diperlukan untuk melalui masa-masa sulit di masa yang akan datang nanti.

Tapi sebaliknya, ada juga di antara mereka yang menyampaikan tentang apa yang sedang dan akan terjadi. Kebanyakan yang berisi cerita sedih dan mengancam, seperti kegelapan yang semakin kuat dan meluas, perang-perang, kerusakan akhlak dan keserakahan manusia, hingga gemuruh dahsyat pergantian zaman nanti. Semua orang pun diperingatkan untuk selalu waspada, karena bahaya telah ada di depan dan belakang, kedua sisi dan atas bawah mereka. Kata salah satu dari peri yang bijak: “Ada makhluk-makhluk lain yang ada sebelum manusia, dan mereka itu akan berkuasa lagi di Bumi setelah manusia dikalahkan. Tanpa persiapan ilmu dan kesaktian yang cukup, kau akan sulit memagari dirimu sendiri dan takkan bisa menahan serangan mereka terus menerus. Siapapun diri kalian, kau akan mengetahui lebih banyak tentang hal-hal jahat yang bahkan belum terjadi sebelumnya. Semoga Hyang Aruta (Tuhan YME) melindungimu” Mendengar seruan itu, siapapun tetap bergairah, terlebih saat ia disampaikan dalam bahasa peri yang terdengar indah. Dan bangsa peri itu sangat jarang memberikan nasehat begitu saja, karena nasehat itu adalah pemberian yang berbahaya, bahkan meskipun datangnya dari kalangan bijak dan untuk yang bijak. Salah-salah, maka segalanya justru berakibat buruk.

Perjamuan pun terus berlanjut, dan kini ada yang bertanya tentang dimanakah bisa menemukan keberanian dan kekuatan? Didapatlah ia jawaban; “Benar, keberanian dan kekuatan adalah hal yang sangat dibutuhkan. Karenanya, keberanian dan kekuatan itu bisa ditemukan di tempat dan kondisi yang tak terduga. Seorang kesatria atau pengembara akan tahu arah dan tujuan dari hidupnya sendiri. Mereka adalah pribadi yang tekun dan kuat memegang prinsip jalan hidupnya. Dan hanya para kesatria atau pengembaralah yang mampu menemukan keberanian dan kekuatan yang melebihi batas normal. Karena itu, jadilah seorang kesatria pengembara yang menempuh jalan kebenaran”  Mendengar penjelasan itu, yang bertanya dan siapapun yang mendengarkannya segera paham. Mereka lalu tersenyum, entah karena bahagia atau justru teringat masa lalunya.

hutan peri 1

O.. Meski tempat perjamuan itu jauh dari balairung istana, namun tak berkurang kemewahannya. Suasana yang terbangun malam itu akan membuat siapapun menjadi betah dan ingin menginap sampai pagi hari. Hidangan yang nikmat, nyanyian yang beragam nada indah dan merdu, kisah-kisah heroik masa lalu, dan wajah para peri yang bercahaya, membuat orang yang tak terbiasa serasa bermimpi dalam keadaan terjaga. Siapapun akan terpukau dan terharu dalam kebahagiaan.

Dan sungguh, beruntunglah bagi siapa saja yang bisa dan diizinkan berkunjung kesana. Seseorang akan merasakan kedamaian dan kebahagiaan yang tak bisa dijelaskan. Keramah tamahan dan kasih sayang akan nyata didapatkan disana. Dan kalau kau tak memikirkan tentang nasib dunia ini, pastilah kau ingin tetap tinggal disana. Takkan mau kembali ke negerimu yang kini sangat menyedihkan. Kau hanya ingin bersama mereka (kaum peri dan manusia bijak dari berbagai zaman) walau nanti harus berperang sampai mati. Meskipun harus menyaksikan perubahan zaman ke tujuh ini dalam kegaduhan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Semoga kita bisa bertemu di tempat itu, wahai pengembara yang bijak. Rahayu.

Catatan: Banyak hal yang masih dirahasiakan dalam tulisan ini, termasuk tentang nama negeri, lokasi sebenarnya, dan bagaimana caranya untuk bisa sampai kesana. Itu memang seharusnya demikian, karena negeri ini bisa dikunjungi oleh mereka yang beruntung dan terpilih saja. Tugasku disini hanya menyampaikan apa yang boleh dan harus disampaikan saja.

Jambi, 25 Juni 2016
Mashudi Antoro (Oedi`)

7 thoughts on “Negeri di Balik Kabut

    awan said:
    Juni 29, 2016 pukul 6:26 am

    amiin semoga kelak bisa ketemu disana

    mas saya mau tanya ini, mohon maaf sebelumnya jika pertanyaannya ngawur atau aneh
    siapa tahu mas oedi bisa memberi arahan atau pengarahan

    kebetulan saya tadi malam mimpi mas
    saya menuju tempat yang indah selama saya hidup, dan saya belum pernah terbayang tempat seindah itu
    dimana tempatnya penuh dengan hewan laut yang beraneka ragam penuh warna warni di pesisir pantai dan pantai dan pulaunya sangat memanjakan mata. dan diakhir mimpi saya ingat betul saya mendapati suatu nama yang asing serat centhini. setelah saya bangun saya cari tahu di internet ternyata itu serat yang membahas tentang kenikmatan sejenis kamasutra.

    saya tidak tahu mas ya, tidak sering sih saya mengalami mimpi yang dimana saya mendapati suatu yang tida saya mengerti dan terkadang saya dalam mimpi itu dalam keadaan sadar, dan saya pernah saya temui saya ingat betul ngomong dengan bahasa yang aneh sekali dalam mimpi dan mimpi-mimpi lain banyak.

    sebelumnya itu saya hanya berusaha mencari jati diri dan tuhanku dan apa tujuan sebenarnya saya hidup di dunia ini, ya meskipun sekarang pelan-pelan mulai mendapatkan pelajaran-pelajaran untuk mencapai-Nya. setiap kali pertanyaan saya utarakan di dalam hati atau saya pikirkan kebanyakan secara tidak langsung terjawab dengan informasi-informasi saya dapatkan kemudian, istilahnya seperti di bimbing gitulah mas.

    bukan maksud pamer atau apa mas ya yang takutnya mengurangi keikhlasan, saya sudah beberapa bulan menjalani puasa dan memperhatikan gerak gerik diri untuk senantiasa menjaga dan memperbaiki dari dan mengurangi berbicara

    terima kasih sebelumnya, semoga mas oedi bisa memberi arahan atau apalah informasi yang membantu buat diri saya

    terima kasih.

      oedi responded:
      Juli 5, 2016 pukul 4:57 am

      Sama-sama mas, terimakasih juga sudah mau berkunjung, semoga bermanfaat..🙂
      Hmm.. mimpi yang menarik mas.. banyak pesan didalamnya, dan kalo saya boleh berpendapat maka inti dari mimpi itu adalah agar sampeyan lebih mendalami tentang hakekat hidup dan kehidupan, itu terlihat jelas dari makna kata “Serat Centhini”. Dan salah jika serat itu dikatakan sebuah serat/kitab yang melulu membahas tentang kenikmatan sex sejenis Kamasutra, karena sesungguhnya Serat Centhini itu membahas tentang banyak hal yang menjadi puncak peradaban manusia Jawa di masanya, dan yang terpenting di dalam serat itu maka apapun temanya selalu dibahas dengan menggunakan bahasa yang tinggi dan penuh dengan makna yang luas. Kami menyebutnya sebagai pembahasan tentang Tasawuf Jawa. [silahkan baca tulisan saya ini: https://oediku.wordpress.com/2015/07/02/tasawuf-jawa/%5D
      Karena itu, salah satu hikmah yang terdapat di dalam mimpi masnya itu adalah agar sampeyan lebih mendalami ilmu hakekat kehidupan, dalam hal ini disebut Tasawuf. Salah satu caranya ya bisa dengan membaca Serat Centhini atau membaca kitab-kitab Tasawuf seperti karya Syekh Jalaluddin Rumi yang berjudul Matsnawi dan Fihi ma Fihi, atau karya Ibnu `Athaillah yang berjudul Al-Hikam, atau karya Syekh Abdul Qadir al-Jailani yang berjudul Sirr al-Asrar / Secret of the Secret (Rahasia di dalam rahasia) dan Al-Fath Ar-Rabbani wa Faidh Ar-Rahmani (Percikan cahaya Ilahi), atau karya Al-Hakim Al-Tirmidzi yang berjudul Al-Farq Bayna Al-Shadr wa al-Qalb wa al-Fuad wa al-Lubb (Biarkan hatimu bicara). Kitab-kitab karya para ulama itu sangat bagus isinya, bisa membuka cakrawala ilmu agar bisa mengenal diri sendiri dan Tuhan secara lebih baik.
      Silahkan baca kitab-kitab itu mas kalau memang belum pernah, dan bila perlu harus atas bimbingan seorang guru atau orang yang sudah mengerti banyak tentang Tasawuf agar tidak bingung dan tersesat. Karena Tasawuf itu adalah ilmu tingkat tinggi untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihan akhlaq, membangun zahir dan batin serta untuk memperoleh kebahagian yang abadi. Tasawuf itu merupakan jalan untuk sampai kepada kesempurnaan hidup. Ia adalah jalan pembersihan diri, sehingga mengantarkan manusia untuk sampai kepada Tuhannya. Yang menjadikan dirinya semakin baik dan berperilaku mulia. Di dalam Tasawuf itu pun membahas tentang cinta dan kearifan, karena itu mereka yang telah benar dalam menempuh jalan Tasawuf adalah mereka yang mampu membedakan berbagai hal yang tampak sama tapi sesungguhnya berbeda, antara yang samar dengan yang nyata. Sebab mereka yang memiliki cinta dan kearifan tidak bisa dibatasi oleh jangkauan mata saja, bahkan zahir semata. Mereka itu mampu menembus rahasia di luar yang terlihat dan mampu menempatkan diri di dunia ini pada keadaan penghambaan. Karena hanya dalam hubungan penghambaan saja manusia itu akan diterima oleh Tuhan. Namun keadaan itu bukan berarti meninggalkan kewajibannya di dunia ini dan lari dari kehidupan sehari-hari. Karena cinta kepada Tuhan itu tidak lantas membuat seorang penempuh jalan Tasawuf melalaikan tugas dan kewajibannya pada manusia. Bahkan tujuan dalam mendapatkan cahaya Tuhan itu adalah untuk kemanusiaan.
      Sepertinya itu saja yang bisa sampaikan mas, maaf jika tidak memuaskan, maklumlah saya ini masih awam banget..🙂

      MARWAH ISLAM said:
      Juli 10, 2016 pukul 3:07 pm

      Oh… cerita yang sangat indah dan mengesankan dan rahasia dari catatanmu itulah yang membuatku penasaran untuk terus kembali dan kembali lagi mengikuti tulisan mu yang akan datang.
      please ad me

        oedi responded:
        Juli 22, 2016 pukul 2:18 am

        Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..🙂
        Silahkan kalau mau mengikuti, Insya Allah saya akan mencoba untuk meng-ulpoad tulisan lainnya… bahkan kini sudah ada dua tulisan yang baru.. silahkan baca…🙂
        Hmm… “ad” apanya mas/mbak??

    dine said:
    Juli 25, 2016 pukul 9:34 am

    Saya mau dong ngikutin jalan ceritanya..

    Ika Yuli Yanti said:
    September 13, 2016 pukul 4:49 am

    Salam kenal dg mas Oedi, tidak sengaja saya menemukan tulisan anda dan saya sangat tertarik. Pengalaman yg sama seperti yg anda tulis, sebuah negeri yg tidak semua orang tau keberadaan. sebetulnya saya ingin berbicara secara pribadi dg anda jika anda berkenan. semoga tulisan anda bisa menjadi motivasi bagi pembaca muslim agar lebih mendekatkan diri pada sang maha mengetahui hal yg ghaib dan yg nyata.. Allah Azza Wa Jalla..

      oedi responded:
      September 16, 2016 pukul 3:18 am

      Salam kenal juga mbak Ika..
      Ow gitu, terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat ya..🙂
      Aamiiin. semoga memang demikian mbak, karena untuk itulah tulisan ini saya upload di blog ini, yaitu untuk mengabarkan dan mengingatkan siapapun..
      Untuk ngobrol silahkan aja kalo emang mbaknya mau… saya sih no problem..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s