Manusia Dengan Keunggulannya Yang Diabaikan

Posted on Updated on

super-human-abilitiesManusia adalah makhluk sempurna yang terdiri dari jiwa dan raga, bahkan hati. Jiwa adalah suatu wujud yang abadi sekaligus diciptakan sebagai bagian dari manusia yang paling luhur. Sementara raganya adalah bentuk materi yang sempurna di antara beberapa jenis makhluk lainnya. Sehingga menjadi beruntunglah bagi siapapun yang ditakdirkan sebagai manusia dan terus berusaha untuk tetap sebagai manusia.

Ya. Sesungguhnya manusia itu bukanlah berasal dari Bumi, karena sebelumnya ia penduduk Syurga. Tapi dalam kuasa-Nya, manusia lalu diberi amanah untuk tinggal di Bumi, satu planet yang paling bersinar dan indah di jagad raya. Selain itu, amanah lain yang diberikan kepada manusia adalah mengemban tugas dan kewajibannya kepada Tuhan sebagai khalifah (pemimpin dunia). Dan untuk menjalankan itu semua, manusia lalu dibekali dengan berbagai kemampuan khusus untuk bisa membedakan mana yang benar dan mana pula yang salah. Bahkan bisa mengajarkan kebajikan dan kebijaksanaan kepada makhluk yang lainnya. Lalu dengan sikap itu, suatu saat nanti ia bisa kembali lagi ke tempat dimana sebelumnya ia berasal; yaitu kembali ke Syurga.

Adapun di antara hal yang menjadi dasar dan kekuatan utama dari manusia yaitu:

1. Akal pikiran
Dengan akal pikiran manusia mampu mengontrol emosinya. Itulah yang menyebabkan manusia berbeda dengan hewan dan tumbuhan. Sehingga pada dasarnya, dengan menggunakan akal dan pikiran yang benar, manusia tentu bisa tetap berperilaku baik dalam kehidupannya. Akibatnya ia bisa hidup bahagia dan sejahtera. Sebaliknya, tanpa menggunakan akal dan pikiran, seorang manusia akan lebih buruk dari binatang.

2. Keinginan belajar
Kelebihan manusia selanjutnya yaitu keinginan untuk belajar. Manusia mampu mempelajari sesuatu hal yang benar atau salah. Dengan belajar itulah manusia mampu menjalankan hidupnya di Bumi ini dengan lebih baik. Mereka bisa mengambil pelajaran dan manfaat dari apa-apa yang telah, sedang dan akan ia lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga mampu melakukan hal-hal yang luarbiasa bahkan mustahil hanya dengan keinginan belajar ini. Tujuannya tentu untuk kebahagiaan dan keselamatannya sendiri, bahkan siapapun yang ada disekitarnya. Sebaliknya, jika ia sudah berhenti untuk belajar, maka sejak saat itulah ia akan bertindak bodoh, larut dalam kehinaan bahkan terus saja menuju pada kehancuran.

3. Memiliki rasa malu
Manusia juga satu-satunya spesies yang bisa merasakan malu atau tersipu-sipu. Ini adalah perilaku paling khas dari manusia dan sangat unik bila dibandingkan dengan ekspresi lain yang dilakukan oleh makhluk hidup. Dan dengan rasa malu ini, manusia akan lebih terarah jalan hidupnya, punya batasan diri, tidak sembrono dan menjaga diri dari perilaku yang tidak bermanfaat. Selain itu, hanya dengan perasaan malu inilah manusia akan memiliki kehormatan dan kemuliaan diri. Ini juga yang membedakan antara manusia dengan hewan. Tanpa adanya rasa malu ini, maka manusia akan lebih buruk keadaannya dari pada binatang, bahkan setan yang terkutuk.

Wahai saudaraku. Demikianlah setidaknya ada tiga hal yang menjadi bekal utama bagi setiap manusia saat menjalani perannya di dunia ini. Tapi sayang, kini ketiga hal dasar ini justru sering diabaikan oleh manusia itu sendiri. Banyak dari mereka yang hidup dengan tidak lagi menggunakan akal pikiran yang benar, keinginan belajar yang baik dan memiliki rasa malu yang semestinya. Mereka hanya mengedepankan ego dan nafsu dengan meninggalkan akal pikiran yang baik, membangkitkan sifat malas dan sombong dengan tidak lagi mau belajar dan menghilangkan rasa malu dengan berperilaku seperti binatang liar (obral aurat, maksiat, berzina, mencuri, korupsi, durhaka, zalim, membunuh, perang, dll). Akibatnya, kini kehidupan dunia menjadi semakin rusak parah dan terus saja mendekati masa kehancurannya.

natural earth-disasters

Padahal seharusnya seorang manusia itu bisa mengetahui bahwa di dalam dirinya ada beberapa maqom (tempat, kedudukan) yang khusus, yang bisa menentukan akhir dari hidupnya. Tempat ini sangat penting artinya dalam kehidupannya di dunia. Ia haruslah diketahui dan dipahami sedini mungkin. Sebab apabila maqom tersebut tidak pernah dikunjungi atau tidak pernah dipedulikan, maka bencana besar akan melanda diri pribadi, di dunia dan akherat nanti.

Adapun maqom yang dimaksudkan disini terdiri dari 7 buah. Ia terdapat di dalam diri setiap manusia. Di antaranya:

1. Maqom Khafi
Maqom ini terletak sejauh dua jari di bawah payudara kiri, tepat dibawah diafragma dan di belakang perut (berada di Limpa jasmani). Disinilah tempat iblis/setan bersemayam dengan muatan hasrat, dengki juga khianat, dimana sifat-sifat yang tercela ini membawa kecelakaan dunia akhirat. Tempat ini juga ibarat semak belukar dan hewan melata berbisa. Untuk itu seharusnya kita sering berziarah dan melakukan pembersihan total agar pengaruhnya tidak merugikan diri sendiri. Karena sejatinya maqom ini adalah tempat dari kebaikan dan sifat syukur pada diri seseorang. Dengan bersihnya maqom ini dari segala kotorannya, maka sifat terpuji akan bertukar menjadi pilot.

2. Maqom Ruh
Maqom ini terletak sejauh dua jari dibawah payudara kanan, tepatnya berada pada Rabu jasmani. Disinilah tempat iblis/setan bersemayam dengan muatan bahimiyah (sifat binatang jinak) dan sifat-sifat menuruti hawa nafsu. Tempat ini juga ibarat semak belukar dan hewan melata berbisa. Untuk itu, seharusnya kita sering berziarah dan melakukan pembersihan total agar pengaruhnya tidak merugikan diri sendiri. Karena sejatinya maqom ini adalah tempat dari kesabaran dan tawakal (berserah diri) pada diri seseorang. Dengan bersihnya maqom ini dari semua kotorannya, maka sifat terpuji akan bertukar menjadi pilot.

3. Maqom Sirri
Maqom ini terletak sejauh dua jari di atas payudara kanan, tepatnya berada pada Paru-paru jasmani. Disinilah tempat iblis/setan bersemayam dengan muatan syabiyah (sifat binatang buas) yaitu sifat pemarah, dendam, zalim dan aniaya. Tempat ini juga ibarat semak belukar dan hewan melata berbisa. Untuk itulah seharusnya kita sering berziarah dan melakukan pembersihan total agar pengaruhnya tidak merugikan diri sendiri. karena sejatinya maqom ini adalah tempat dari kasih sayang juga ramah tamah pada diri seorang. Dengan bersihnya maqom ini dari semua kotorannya, maka sifat terpuji akan bertukar menjadi pilot.

4. Maqom Qalbi
Maqom ini terletak sejauh dua jari di atas payudara kiri, tepatnya berada di Jantung jasmani. Disinilah tempat iblis/setan bersemayam dengan muatan kemusyrikan, kekafiran, ketakhayulan dan pembangkangan. Tempat ini ibarat semak belukar juga hewan melata berbisa. Untuk itu, seharusnya kita sering berziarah dan melakukan pembersihan total agar semak belukar dan binatang berbisa tidak lagi memenuhinya. Karena sejatinya maqom ini adalah tempatnya iman, tauhid, dan makrifat (mengenali hakekat Tuhan) pada diri seseorang. Dengan bersihnya maqom ini dari semua kotorannya (semak belukar, binatang berbisa, iblis/setan), maka sifat terpuji akan dan bertukar menjadi pilot.

5. Maqom Akhfa
Maqom ini terletak di tengah dada, tepatnya berada pada Hati dan Empedu jasmani. Disinilah tempat iblis/setan bersemayam dengan muatan riya`, takabur, sombong, ujub (bangga diri), dan sama’ atau memamerkan kebaikan diri. Tempat ini juga ibarat semak belukar dan hewan melata berbisa. Untuk itu, seharusnya kita sering berziarah dan melakukan pembersihan total agar pengaruhnya tidak merugikan diri sendiri. Karena sejatinya maqom ini adalah tempatnya ikhlas, khusyuk, tadarrus (mengingat), dan tafakkur (merenung, memikirkan) pada diri seseorang. Dengan bersihnya maqom ini dari semua kotorannya, maka sifat terpuji akan bertukar menjadi pilot.

6. Maqom Nafsun
Maqom ini terletak di Kening, tepatnya berada pada pikiran jasmani. Disinilah tempat iblis/setan bersemayam dengan muatan nafsu amarah dan angkara murka yang senantiasa mendorong orang untuk melakukan kejahatan yang tidak berperikemunusiaan; sifat ini juga selalu menjadi biang penghambat dalam menciptakan masyarakat yang baik, juga sifat yang selalu banyak berkhayal atau panjang angan-angan. Tempat ini juga ibarat semak belukar dan hewan melata berbisa. Untuk itu, seharusnya kita sering berziarah dan melakukan pembersihan total agar pengaruhnya tidak merugikan diri sendiri. Karena sejatinya maqom ini adalah tempat dari sifat tentram dan pikiran tenang pada diri seseorang. Dengan bersihnya maqom ini dari semua kotorannya, maka sifat terpuji akan bertukar menjadi pilot.

7. Maqom Kullu Jasad
Maqom ini terletak di dua tempat, pertama pada puser/pusat dan yang kedua di ubun-ubun, dan juga yang meliputi seluruh tubuh. Disinilah tempat iblis/setan bersemayam dengan muatan gahflah atau sifat kejahilan, kebendaan, kelalaian atau alfa. Tempat ini juga ibarat semak belukar dan hewan melata berbisa. Untuk itu, seharusnya kita sering berziarah dan melakukan pembersihan total agar pengaruhnya tidak merugikan diri sendiri. Karena sejatinya maqom ini adalah tempat dari ilmu dan amal ibadah pada diri seorang. Dengan bersihnya maqom ini dari setiap kotorannya, maka sifat terpuji akan bertukar menjadi pilot.

maqom diri manusia

Wahai saudaraku. Ke tujuh maqom (tempat, kedudukan) di atas itu ibarat sebilah pisau yang berfungsi ganda. Satu sisi ia bisa untuk kebaikan, sementara disisi lain justru bisa menimbulkan bencana, tergantung bagaimana seseorang menggunakan pisau tersebut. Begitu pula keadaan pada maqom ini, jika ia tak sering diziarahi dan dibersihkan, maka ia ibarat semak belukar dan binatang berbisa yang sangat berbahaya. Disana pula iblis/setan akan senang bersemayam untuk terus menyesatkan manusia. Sehingga kita harus sering berziarah dan melakukan pembersihan dengan banyak mengingat Diri Sang Kekasih; Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, kita juga harus sering ber-muhasabah (intropeksi diri), ber-tadabbur (mengamati), dan ber-tafakur (memikirkan) terhadap segala sesuatu yang ada di dalam hidup ini, terutama yang berkaitan dengan diri pribadi. Karena selama kotoran (semak belukar, binatang berbisa) di maqom itu belum di bersihkan, maka iblis/setan akan senantiasa menjadi pilot dengan mengendarai seorang manusia agar selalu melakukan perbuatan tercela, sementara manusia itu sendiri sulit untuk berkelakuan terpuji karena jiwanya telah dirasuki oleh iblis/setan. Dan jangan heran apabila di muka Bumi ini sekarang kita sering melihat banyaknya kehancuran akibat perbuatan manusia. Semua itu terjadi karena manusia sudah tidak lagi menjadi dirinya yang sejati lantaran sudah di piloti oleh iblis/setan. Dan jika hal ini tidak segera diperbaiki, maka tidak butuh waktu lama bagi dunia ini untuk tiba pada masa kehancurannya. Silahkan baca tulisan berikut: Menjaga keseimbangan hidup demi keselamatan diri.

Ya. Itulah kenyataan yang terjadi saat ini. Dan memang seiring berkembangnya ilmu pengetahuan manusia, maka semakin pintar pula manusia dalam memecahkan berbagai pertanyaan yang ada dalam kehidupan ini. Namun ada satu pertanyaan yang tidak mudah untuk dijawab oleh manusia itu sendiri, dan anehnya pertanyaan itu adalah sesuatu yang paling dekat dengan dirinya sendiri, yaitu tentang siapakah diri sejatinya?

Sungguh, manusia itu telah dibekali berbagai keungulan bila dibandingkan dengan makhluk lainnya. Tapi sayang mereka justru sering mengabaikannya. Banyak pula dari mereka itu yang masih saja belum mengetahui hakikat dirinya – dengan bukti senang melakukan kerusakan dan pembangkangan. Jika pun ada dari mereka yang bisa, itu hanya sedikit dan sebagian besarnya pun hanya mengetahui tentang sedikit saja dari rahasia kehidupan dunia yang melingkupinya. Semua itu terjadi karena manusia memiliki keterbatasan dalam berfikir, menafsirkan, memahami, serta berimajinasi, dan dirinya sendiri merupakan satu bagian yang tidak mungkin dipisahkan dari kehidupan yang ingin dia ketahui hakekatnya. Sehingga tiada alasan bagi setiap diri manusia itu untuk tidak terus belajar, semangat menggali dan memohon petunjuk dari Tuhan Yang Maha Kuasa, Dzat Yang Menciptakan semua makhluk, untuk mendapatkan jawaban tentang siapakah diri sejatinya itu.

Ya. Jika seorang manusia sudah menganggap bahwa dirinya itu memang sempurna, maka ia harus bisa membuktikan terlebih dulu kesempurnaannya itu. Misalnya dengan membuktikan bahwa ia bisa menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana dengan tidak pernah berbuat jahat atau melakukan kerusakan di muka Bumi ini, atau tidak pernah bertindak yang tidak sesuai dengan hukum universal yang telah Tuhan tetapkan. Tanpa bisa membuktikan hal itu, maka seseorang hanya akan dikatakan sebagai yang mengaku-ngaku sempurna saja. Dan itu tidak lebih baik dari pada berdusta. Silahkan baca tulisan berikut: Cara menjadi pemenang; Makna dibalik bunyi nang ning nung neng gung atau Keseimbangan diri manusia dan pengaruhnya terhadap bencana alam dan perang kosmik.

Untuk itu, setidaknya ketiga hal di atas (akal pikiran, keinginan belajar, rasa malu) bisa menjadi dasar atau pedoman utama untuk tetap dimiliki oleh seorang manusia agar ia tetap menjadi sosok pribadi yang sebenarnya. Selain itu, seseorang juga harus rajin berziarah dan membersihkan ke tujuh maqom (tempat, kedudukan) yang ada di dalam dirinya dengan jalan rutin ber-muhasabah (intropeksi diri), ber-tadabbur (mengamati), ber-tafakur/semedhi/meditasi (memikirkan) dan selalu mengingat Tuhan. Tanpa hal itu, seseorang hanya akan menjadi malapetaka dalam kehidupan ini. Dan setiap diri manusia itu haruslah terus belajar dan senang menggali tentang siapakah dirinya yang sebenarnya. Tidak ada kata berhenti disini, karena berhenti berarti bodoh dan mati. Semakin manusia mampu untuk bersikap rendah hati dan mau terus berusaha menggali tentang hakekat dirinya, niscaya cahaya ilmu dan kemuliaan Tuhan akan mendampingi. Sebaliknya, jika ia sudah merasa pintar dan paling banyak tahu, maka disaat itulah cahaya Ilahi menjauh dan ilmu pengetahuan jadi mandeg. Seseorang hanya akan melangkah di arah jalan yang salah, penuh rasa sombong, angkara murka, sifat kufur dan munafik, yang semua itu bisa membuat dirinya celaka dan menyesal selamanya.

Dan sungguh, sebagai manusia kita harus banyak belajar untuk bisa menjadi pantas. Ada kebaikan di dalam diri kita, dan kita telah diberikan kemerdekaan sejak dilahirkan. Kita pun bisa merasakan keberanian untuk maju dan melakukan perubahan yang berarti dalam hidup ini. Dari zaman ke zaman memang ada kebangkitan dan kehancuran oleh tangan manusia, tetapi harapan itu selalu ada. Dan kini, kesempatan itu diberikan lagi kepada kita untuk memilih jalan hidup. Apakah kita tetap ingin hidup damai dan bahagia dengan mengikuti semua perintah Tuhan, atau justru ingin musnah dengan terus saja lupa diri dan masih larut dalam kekufuran dan kesenangan duniawi. Semua tergantung kita sebagai manusia untuk menentukan pilihan, karena kita adalah khalifah (pemimpin dunia) di Bumi ini. Dan apapun yang kita pilih itu akan berdampak langsung bagi semua makhluk di Bumi, baik ataupun buruknya. Sehingga bersikap bijaksanalah wahai saudaraku, karena itu bisa menguntungkan kita.

Jambi, 30 April 2016
Mashudi Antoro (Oedi`)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s