Bulan: Mei 2016

Akhir Zaman: Dalam Pandangan Prabu Jayabaya dan Kitab Suci

Posted on Updated on

aSiapa yang tidak kenal dengan Prabu Jayabaya, seorang raja besar dari Kerajaan Kadiri/Kediri (1135-1159 Masehi). Bahkan dalam tradisi Jawa, beliau ini dipandang sebagai sosok yang sangat dihormati karena kesaktian dan kewibawaannya. Saking populernya, beliau ini lalu menjadi tokoh yang sangat sulit dicari tandingannya dari zaman ke zaman, apalagi sekarang ini. Sosok yang memiliki gelar Abiseka sebagai Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabhaya Sri Warmeswara Madhusudana Awataranindita Suhtrisingha Parakrama Uttunggadewa ini bahkan dianggap tidak pernah wafat seperti manusia pada umumnya. Oleh sebagian orang, beliau ini justru diyakini meninggalkan mayapada (dunia) ini dengan cara Moksa (berpindah dimensi setelah mencapai kesempurnaan hidup). Karena itulah, tidak pernah ada makam yang menjadi pusaranya.

Baca entri selengkapnya »

Kutara Manawa: Kitab Hukum Federasi Majapahit

Posted on Updated on

KUTARA_MANAWAWahai saudaraku. Dalam kesempatan kali ini mari kita kembali mengulik tentang kejayaan Nusantara lama. Dan khusus di tulisan ini, maka kajiannya masih seputar kejayaan dari kerajaan Majapahit. Tujuannya adalah agar bangsa ini kembali sadar dan tetap percaya pada dirinya sendiri. Karena kita adalah orang Nusantara yang tentunya punya karakter dan budayanya sendiri. Kita tidak bisa disamakan dengan bangsa lain, dalam banyak hal, karena memang kita ini adalah bangsa yang hebat. Dan kita pun tidak perlu ikut-ikutan dengan mereka itu, karena kita memang bukan seperti mereka.

Baca entri selengkapnya »

Chakra Manggilingan: Saatnya Kehancuran dan Kebangkitan Nusantara

Posted on Updated on

chakraWahai saudaraku. Mekanisme daur ulang (recycle) sudah dimulai di tlatah Nusantara ini. Perputaran ulang dan hukum sebab akibat (karma) telah baku sebagai hukum alam universal yang sudah berulang kali terjadi. Tak bisa lagi ditunda-tunda atau di ulur-ulur oleh kuatnya pengaruh politik, harta dan tahta. Dan kita semua tinggal menunggu waktu akhirnya tiba (puncak kehancuran), yang itu tidak akan lama lagi terjadi.

Ya. Jika digambarkan dalam sebuah lingkaran Chakra Manggilingan, Nusantara sedang menuju pada suatu titik akhir sekaligus sebagai titik awal dalam sebuah putaran roda kehidupan. Artinya, peradaban Nusantara yang dulunya di awali pada masa kerajaan Salakanagara misalnya, maka setelah di format ulang nanti, selanjutnya akan mengulangi (napak tilas) alur sejarah masa lalunya – bahkan sebelum masa berdirinya kerajaan Salakanagara. Itulah babak baru kehidupan dan peradaban di Nusantara ini, yaitu kembali pada sistem ketatanegaraan ke-RATU-an atau ke-DATU-an atau ke-Maharaja-an dan dipimpin oleh seorang Kesatria Utama yang sudah menerima Pulung Goib dari Wahyu Keprabon. Karena pada saat itu, telah terbuka pintu gerbang menuju Nusantara jaya. Namun perlu diwaspadai, karena sebelum pintu “gapura” itu terbuka, tanah Nusantara masih akan melalui masa kritis dimana ia harus melewati fase “goro-goro” (kegaduhan/kehancuran besar) sebagai wujud hukum seleksi alam. Sehingga “Sing sopo lena bakal keno. Sing setiti ngati-ati. Mulo iko kudu eling lan waspada amergo bakal nemu bejo : Siapa yang terlena/lalai akan terkena celaka. Yang teliti harus berhati-hati. Untuk itu harus selalu ingat dan waspada karena itu akan menemukan kebaikan/keselamatan”

Baca entri selengkapnya »

Nirwana dan Kahyangan: Dalam Perspektif Kehidupan Sejati

Posted on Updated on

Dieng-Plateau-Negeri-KahyanganWahai saudaraku. Di dalam kehidupan sehari-hari, banyak di antara kita yang pernah mendengar tentang istilah Nirwana dan Kahyangan. Keduanya itu terdengar fantastik dan menggambarkan sesuatu yang diluar batas normal. Atau sebaliknya ada pula yang justru mengangggap keduanya hanya mitos, legenda dan khayalan saja. Karena itulah, di dalam kesempatan kali ini saya mencoba untuk berbagi info kepada Anda sekalian, tentang apakah sebenarnya Nirwana dan Kahyangan itu? Apakah ia ada atau justru hanya sekedar khayalan saja?

Baca entri selengkapnya »

Manusia Dengan Keunggulannya Yang Diabaikan

Posted on Updated on

super-human-abilitiesManusia adalah makhluk sempurna yang terdiri dari jiwa dan raga, bahkan hati. Jiwa adalah suatu wujud yang abadi sekaligus diciptakan sebagai bagian dari manusia yang paling luhur. Sementara raganya adalah bentuk materi yang sempurna di antara beberapa jenis makhluk lainnya. Sehingga menjadi beruntunglah bagi siapapun yang ditakdirkan sebagai manusia dan terus berusaha untuk tetap sebagai manusia.

Ya. Sesungguhnya manusia itu bukanlah berasal dari Bumi, karena sebelumnya ia penduduk Syurga. Tapi dalam kuasa-Nya, manusia lalu diberi amanah untuk tinggal di Bumi, satu planet yang paling bersinar dan indah di jagad raya. Selain itu, amanah lain yang diberikan kepada manusia adalah mengemban tugas dan kewajibannya kepada Tuhan sebagai khalifah (pemimpin dunia). Dan untuk menjalankan itu semua, manusia lalu dibekali dengan berbagai kemampuan khusus untuk bisa membedakan mana yang benar dan mana pula yang salah. Bahkan bisa mengajarkan kebajikan dan kebijaksanaan kepada makhluk yang lainnya. Lalu dengan sikap itu, suatu saat nanti ia bisa kembali lagi ke tempat dimana sebelumnya ia berasal; yaitu kembali ke Syurga.

Baca entri selengkapnya »