Nurrataya; Para Penjaga Bumi Dalam Masa Transisi Zaman

Posted on Updated on

bumi transitionWahai saudaraku. Proses pemurnian bagi Bumi ini sudah dimulai dan terus berjalan secara bertahap sampai pada puncaknya nanti, yaitu pergantian periode zaman. Lihatlah tanda-tanda alam seperti intensitas bencana alam yang terus meningkat, adanya “matahari kedua”, seringnya terjadi gerhana bulan dan matahari, perubahan iklim, gelombang panas, kematian jutaan hewan di langit, darat dan air secara misterius, wabah penyakit, sungai/danau/laut jadi merah atau mengering, kenaikan yang signifikan dari penampakan meteor, sinkhole dan masih banyak lagi. Semua itu bukan hanya sebatas fenomena alam biasa, tetapi sebagai tanda-tanda dan fakta yang nyata akan datangnya revolusi terbesar di Bumi.

Ya. Pergeseran kutub Bumi yang terjadi sekarang ini adalah sebuah siklus tentang kehancuran dan kebangkitan peradaban manusia. Seperti pada masa Atlantis, Nabi Nuh AS dan Luth AS, kejadian memilukan itu akan terulang kembali di masa kini. Akan ada revolusi alam besar-besaran sehingga menyebabkan banyak sekali manusia yang tewas (milyaran orang). Sementara manusia yang berhasil bertahan hidup, nanti akan diberi mandat oleh Tuhan untuk membangun kembali kehidupan di Bumi dari awal. Mereka itu lalu membangun peradaban yang lebih baik dan belum pernah terjadi sebelumnya. Waktunya tidak akan lama lagi.

Sungguh, telah begitu lama Ibu Pertiwi kita tercinta harus menahan sakit karena ulah manusia. Polusi di udara, tanah dan air terus menggerogoti tubuhnya. Eksploitasi mineral mengiris-ngiris dagingnya, mematahkan tulangnya. Di tambah lagi dengan ego, kebencian, kesombongan, keserakahan, kemunafikan, iri-dengki, kecemburuan, arogansi, agresif, dan semua pemikiran negatif manusia yang mewujud dalam ketidakpedulian, kompetisi, diskriminasi, pengerusakan, pembunuhan, perang, maksiat-perkosaan dan perbudakan, adalah kegelapan yang selama ini terus menyelimuti tubuh Ibu Bumi. Lalu, dengan peristiwa itu tentulah Tuhan tak akan terus membiarkan hamba-Nya yang terkasih (Bumi) menderita sepanjang hayatnya. Tuhan pun sudah menetapkan pahit-getir dan kesengsaraan Ibu Pertiwi kita cukup sampai disini. Karena itu, Bumi akan segera disehatkan kembali dengan melakukan kemurnian total. Tujuannya adalah untuk bisa mengembalikan kondisi alamnya yang indah seperti awalnya dulu.

Namun, pemurnian ini akan terasa sangat keras dan menyakitkan bagi semua penghuninya. Hal itu di pastikan oleh Tuhan agar kita sadar dan mau mengerti. Dia pun ingin kita belajar dan ini adalah karma yang sejak awal ditetapkan-Nya, bahwa apa yang kau tanam maka itulah yang kau tuai. Untuk itu, sebelum Zaman Baru bisa di mulai di Bumi, planet kita ini akan “dihadiahi” dalam tahun-tahun pelayanannya di tingkat terendah. Transisi akan dimulai dengan melalui sebuah pembersihan keras di permukaannya, menghilangkan dan menetralkan kerusakan lingkungan hidup kita yang bertumpuk dan awan hitam dari pemikiran negatif yang terkumpul serta terus mengelilingi diri manusia.

# Kehadiran para Nurrataya untuk menyelamatkan manusia terpilih
Wahai saudaraku. Dalam kehendak-Nya, Tuhan sudah menciptakan berbagai jenis makhluk lengkap dengan tingkatannya. Di antara hamba-Nya itu adalah para Nurrataya yang bertugas menjaga keseimbangan dunia. Para Nurrataya adalah maha guru yang bijaksana. Mereka bertugas untuk membantu manusia Bumi dengan mengajarkan kepada mereka tentang esensi dari Diri Sejati dan makna dari spiritualitas yang sesungguhnya. Mereka juga menyebarkan ilmu pengetahuan, kebijaksanaan serta cinta kasih kepada dunia. Beberapa di antara mereka juga pernah hadir di Bumi ini untuk dengan sabar menuntun, membimbing, sekaligus memberikan contoh kepada manusia tentang bagaimana caranya bisa hidup mulia dan harmonis dengan seluruh makhluk. Dan tentunya tentang bagaimana pula hidup yang sesuai dengan jalan cahaya, jalan Tuhan yang lurus.

Untuk itu, di saat Bumi dalam kondisi carut-marut dan porak poranda – karena ulah manusia yang tak bertanggung jawab – seperti sekarang ini, biasanya akan ada hamba yang shalih yang berdoa kepada Tuhan untuk mengirimkan pembimbing atau penuntun agar kehidupan menjadi lebih baik. Dan karena Tuhan adalah Sang Maha Pengasih, Dia pun membalas doa para hamba-Nya itu dengan mengutus para Nurrataya ke Bumi untuk membantu manusia. Sebagian dari mereka ini dalam bahasa agama lalu disebut dengan para Nabi, Rosul, Wali, Avatar dan orang suci. Sebagian lainnya tetap dalam rahasia di balik rahasia-Nya, tanpa status dan gelar, bahkan tak perlu diketahui oleh manusia.

nurrataya

Sungguh, para Nurrataya adalah pekerja cahaya yang datang ke Bumi untuk membantu proses transisi/transformasinya. Mereka adalah para pribadi agung yang datang dari dimensi lebih tinggi untuk kemudian mewujud dalam tubuh kasar. Sebagian dari mereka ada yang menjelma sebagai sosok anak manusia, hidup seperti layaknya manusia, tapi tak seperti manusia lain, karena mereka kesini (Bumi) bukan untuk belajar, tetapi untuk menjalankan tugas yang mulia. Itu terjadi karena para Nurrataya yang sesungguhnya adalah pribadi yang telah mendapatkan pencerahan dari Tuhan. Mereka tak pernah mengedepankan egonya dan mendedikasikan seluruh hidupnya untuk melayani Bumi dan juga umat manusia pada masa transisinya. Bahkan meskipun di antara mereka itu dalam wujud yang beragam – karena bukan hanya bertubuh humanoid seperti manusia, mereka tak terikat dengan jenis dan golongan. Mereka tidak pula mengatasnamakan satu atau dua tingkatan pribadi makhluk, melainkan hanya mengikuti perintah dari Tuhan Yang Maha Esa. Mereka selalu bekerja dan bertugas hanya murni untuk kepentingan Tuhan Yang Maha Kuasa. Dan setiap Nurrataya yang bertugas di Bumi ini akan terhubung dengan sebuah komunitas/perkumpulan rahasia yang tidak bisa diketahui oleh semua manusia Bumi. Hanya bagi yang terpilih saja, karena tempatnya pun tidak di alam nyata dunia, melainkan di alam dimensi lain (alam goib).

Ya. Kini, disaat Bumi sudah berada diambang kehancurannya, Tuhan sudah memutuskan untuk Bumi harus bertransisi/bertranformasi dengan meningkatkan vibrasinya. Oleh karena itu, lebih banyak lagi Nurrataya yang turun ke Bumi saat ini – dalam wujud halus – hanya untuk membantu proses tersebut. Mereka ada di sekitar planet Bumi, terus memantau keadaan dan untuk yang kali ini (dalam masa proses transisi dari periode zaman ke tujuh (Rupantara) menuju ke zaman kedelapan (Hasmuratara)) jumlah para Nurrataya ini tak sebatas hitungan jari seperti dimasa lalu, melainkan sudah jutaan. Hal ini terjadi karena akan datang peristiwa dahsyat yang bahkan menggoncangkan jagat raya. Sementara yang lain, beberapa di antara para Nurrataya ini, sudah tinggal dan membaur dengan manusia Bumi untuk terus mengingatkan dan menyampaikan risalah Tuhan. Dan mungkin ada di antara kita yang pernah bertemu atau sudah berada dekat dengan mereka, tapi tidak tahu bahwa dia itu adalah di antara para Nurrataya.

Wahai saudaraku. Setidaknya ada tiga macam tugas utama dari para Nurrataya di Bumi kini, di antaranya:

1. Sebelum pemurnian Bumi
Disini mereka bertugas meningkatkan pemahaman pribadi manusia Bumi (terutama batinnya) hingga bisa menaiki level dimensi berikutnya. Tujuannya agar bisa selaras dengan getaran Ibu Bumi dan Kosmik yang terus meningkat. Karena jika semakin banyak manusia yang getarannya selaras dengan Ibu Bumi dan Kosmik, maka pemurnian akan semakin lancar. Sebaliknya, jika manusia semakin lupa diri sejatinya, maka proses pemurnian akan terasa semakin perih.

Untuk itu, selama mereka tinggal di Bumi, setiap Nurrataya ini terus saja berusaha menyadarkan hati dan jiwa manusia akan inti dari spiritualitas yang sesungguhnya. Perlahan tapi pasti mereka terus mengajarkan tentang apa tujuan sebenarnya dari kehidupan ini. Selain itu, mereka juga terus menginspirasi pikiran manusia dalam perluasan makna kehidupan yang tinggi yang memberikan pemahaman lebih luas tentang Ke-Ilahian multidimensi. Beruntunglah bagi yang mau mendengar dan mengikutinya, sebaliknya celakalah bagi siapapun yang menolak atau mengabaikannya.

2. Saat pemurnian Bumi
Disini mereka membantu membersihkan seluruh energi negatif dan kekacauan yang sudah ada di Bumi; pada tanah, air, udara, juga tingkat ether yang disebabkan oleh pikiran dan emosi negatif diri manusianya. Mereka juga akan membantu dalam mengembalikan kondisi Bumi yang telah rusak ini agar kembali baik. Caranya bahkan dengan ikut memusnahkan/membantai sebagian dari kehidupan di Bumi yang selama ini sudah tidak sesuai lagi dengan hukum Tuhan. Selain itu, mereka juga bertugas mengevakuasi manusia terpilih agar selamat dari bencana maha dahsyat saat transisi periode zaman itu terjadi. Beruntunglah bagi siapa saja yang terpilih itu.

3. Setelah pemurnian Bumi
Disini mereka bertugas untuk merekonstruksi Bumi dengan membangun peradaban yang baru, yang harmonis dengan seluruh makhluk, yang jauh lebih baik dari masa sebelumnya. Mereka juga akan mengajarkan manusia dengan ilmu pengetahuan yang sejati, sebagai bekal mereka dalam menjalani kehidupan selanjutnya. Dalam bahasa agama hal ini disebut dengan nubuat tentang Tanah Yang Dijanjikan atau Kerajaan Syurga atau Kebangkitan Islam. Karena kehidupan di Bumi saat itu memang akan terasa di syurga.

Untuk itu, para Nurrataya ini layaknya seniman yang mumpuni. Mereka akan menorehkan karya-karya mereka, dari visi mereka, ke dalam dunia ini dengan warna-warni yang cantik. Pun, layaknya composer yang mahir merangkai nada-nada yang indah, maka para Nurrataya ini bertugas untuk membantu kembalinya irama kehidupan di Bumi ini menjadi harmonis lagi, seperti awalnya dulu. Para Nurrataya inilah yang akan membimbing manusia untuk bisa menjalankan tugas dan tujuan sebenarnya mereka diciptakan. Tapi manusia yang dimaksudkan disini adalah bagi mereka yang terpilih, yaitu pribadi yang sejak sekarang sudah mempersiapkan diri dengan mengenal hakekat dirinya yang sejati. Baca juga artikel di link berikut: Transisi dimensi kehidupan: Mempersiapkan diri menuju zaman yang baru.

natural earth

Selain itu, para Nurrataya ini merupakan kekuatan utama dalam pergeseran dimensi Bumi ini. Merekalah yang akan membantu manusia Bumi dalam menjalani takdirnya nanti. Karena selain pemimpin, para Nurrataya ini adalah para kesatria Tuhan yang membawa cahaya. Mereka akan memerangi kegelapan yang sudah lama sekali menyelimuti Bumi ini lalu menggantikannya dengan cahaya-Nya, informasi suci dan cinta sejati. Mereka adalah pasukan gagah berani yang akan selalu ada di garis depan melawan kelompok kegelapan (di alam nyata atau alam goib). Karena itulah, sangat beruntung bagi siapapun yang kini sudah pernah atau sering berkomunikasi dengan mereka, atau setidaknya bisa merasakan kehadiran mereka; para Nurrataya ini dengan batinnya.

Akhirnya, disaat keadaan dunia yang sudah semakin parah saat ini, saya harus menyampaikan pesan kepada Anda sekalian. Dan maaf, jika saya tidak bisa menjelaskan secara detil tentang apa yang sudah, sedang dan akan terjadi di balik kasat mata kita (dimensi lain, alam goib). Maafkan pula jika saya tidak bisa menyampaikan tentang kepedihan apa yang akan dialami oleh makhluk di Bumi ini nanti. Tapi intinya disini saya terus mengajak Anda sekalian untuk kembali pada jati diri sendiri. Kenalilah dirimu sendiri dengan menggali lebih banyak tentang hakekat dari spiritualitas. Persiapkan hati dan jiwamu dari sekarang dalam mental yang terpuji, amal ibadah yang tulus murni, pengetahuan yang baik, keahlian yang bermanfaat, pengalaman yang benar dan terus meningkatkan rasa cinta dan silaturahim di antara kalian tanpa membedakan status sosial, ras dan golongan. Jauhkanlah sikap pamrih dan teruslah tunduk hanya kepada Tuhan. Dengan begitu, semoga kita bisa selamat atau diselamatkan saat transisi zaman terjadi nanti.

Jambi, 11 April 2016
Mashudi Antoro (Oedi`)

One thought on “Nurrataya; Para Penjaga Bumi Dalam Masa Transisi Zaman

    […] Tapi, sesuai dengan keterangan ayat-ayat kitab di atas pula, maka sebelum semua kebangkitan dan kesejahteraan itu terwujud, maka akan ada masa transisi di antara kedua zaman (Kala Bendu dan Kala Suba) tersebut. Prosesnya pun sudah dimulai sejak beberapa tahun belakangan, tinggal menunggu puncaknya saja. Dan nanti, akan ada perang yang sangat dahsyat (perang kosmik) yang melibatkan semua makhluk yang ada di jagat raya ini – bahkan tidak hanya di alam nyata tapi juga dari alam goib (dimensi lain). Selanjutnya ada berbagai jenis bencana alam yang sangat dahsyat, yang menerpa di sepenjuru Bumi ini – bahkan belum pernah dilihat selama ini. Kedua proses itu adalah bentuk dari pemurnian total. Dan setelah proses transisi itu selesai, maka bagi mereka yang selamat nanti, mereka akan memulai kehidupan yang baru, di zaman yang baru (Kala Suba), dan dalam peradaban yang baru pula. Sungguh beruntunglah mereka itu, karena bisa hidup di zaman keemasan dunia. [Silahkan baca: Transisi dimensi kehidupan: Mempersiapkan diri menuju zaman yang baru atau Nurrataya: Para penjaga Bumi dalam masa transisi zaman] […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s