Bulan: April 2016

Filosofi Hidup Dalam Angka Jawa

Posted on Updated on

angka bilangan jawaWahai saudaraku. Setelah membahas tentang makna dibalik bunyi nang, ning, nung, neng, gung, mari sekali lagi kita mengupas tentang keilmuan Jawa. Disini bukan berarti untuk menonjolkan salah satu suku yang ada di Nusantara, tetapi sekedar untuk bahan intropeksi dan motivasi diri, bahwa bangsa kita bukanlah bangsa pinggiran. Bangsa kita tetaplah bangsa yang besar, hebat dan memiliki peradaban yang tinggi. Dan itu bisa dibuktikan dengan pemahaman filosofi yang dimilikinya, khususnya pada masyarakat Jawa.

Baca entri selengkapnya »

Menjaga Keseimbangan Hidup Demi Keselamatan Diri

Posted on Updated on

keseimbanganWahai saudaraku. Sebagai manusia kita harus banyak belajar, karena segala sesuatu yang ada dibawah Bintang dan Matahari bergantung pada keseimbangan. Udara, tanah, air, hewan, tumbuhan, manusia, serta kekuatan Bumi dan Matahari, semuanya itu bergerak dengan baik dan benar dalam hukum keseimbangan. Sehingga tiada alasan lain kecuali kita harus terus belajar untuk menjaga keseimbangan diri demi kebaikan hidup ini.

Baca entri selengkapnya »

Nurrataya; Para Penjaga Bumi Dalam Masa Transisi Zaman

Posted on Updated on

bumi transitionWahai saudaraku. Proses pemurnian bagi Bumi ini sudah dimulai dan terus berjalan secara bertahap sampai pada puncaknya nanti, yaitu pergantian periode zaman. Lihatlah tanda-tanda alam seperti intensitas bencana alam yang terus meningkat, adanya “matahari kedua”, seringnya terjadi gerhana bulan dan matahari, perubahan iklim, gelombang panas, kematian jutaan hewan di langit, darat dan air secara misterius, wabah penyakit, sungai/danau/laut jadi merah atau mengering, kenaikan yang signifikan dari penampakan meteor, sinkhole dan masih banyak lagi. Semua itu bukan hanya sebatas fenomena alam biasa, tetapi sebagai tanda-tanda dan fakta yang nyata akan datangnya revolusi terbesar di Bumi.

Baca entri selengkapnya »

Transisi Dimensi Kehidupan: Mempersiapkan Diri Menuju Zaman Yang Baru

Posted on Updated on

a transition universeWahai saudaraku. Dalam kehendak-Nya, Sang Maha Kuasa telah menciptakan alam semesta raya dengan segala keragamannya. Tuhan pun telah mengatur bentuk kehidupan yang ada di dalam jagat raya ini dengan segala macam jenisnya. Sehingga menjadi amat sombong – atau justru bodoh – bila manusia Bumi berpikir bahwa mereka adalah satu-satunya makhluk yang hidup di alam raya, terlebih merasa paling cerdas dan hebat. Karena sesungguhnya di berbagai planet dan sistem tata surya lainnya juga hidup ciptaan Tuhan yang beraneka ragam, berlainan bentuk, jenis dan golongannya. Mereka itu juga memiliki kecerdasan yang beragam, bahkan ada yang memiliki tingkat kepadatan tubuh yang sama dengan manusia namun ada pula yang densitas raganya lebih halus. Itu semua tergantung dari tingkat perkembangan spiritualnya. Karena tidak semua dari mereka itu memiliki tubuh jenis humanoid seperti manusia di Bumi. Di antara mereka itu ada yang bisa terlihat mata (kasat mata), namun banyak pula yang tak terlihat (halus). Semua itu terjadi karena mereka hidup di alam dimensi yang berbeda. Dan khusus bagi mereka – yang non fisik – yang berasal dari dimensi yang lebih tinggi, maka ia mampu memanifestasikan dirinya di Bumi secara kasar bila dikehendaki.

Baca entri selengkapnya »

Cara Menjadi Pemenang; Makna Dibalik Bunyi Nang Ning Nung Neng Gung

Posted on Updated on

Seorang pemain gamelan memainkan instrumen gamelan di KratonWahai saudaraku. Kadang kala Tuhan Sang Maha Pemurah mau menganugerahkan seseorang untuk mendapatkan secuil ilmu-Nya melalui pintu hati (qalb) yang disinari oleh cahyo sejati (nurullah) – yang biasanya lazim disebut dengan ungkapan dari hati nurani. Petunjuk dari Tuhan ini lalu diartikan pula sebagai wahyu, risalah, ilham, wirayat, sasmita gaib, wisik dan sebagainya. Karena itu, tiada pilihan lain bagi kita kecuali mau mengasah kemampuan hati terdalam dengan mengasah diri agar mengenali diri sendiri dan siapakah Tuhan.

Baca entri selengkapnya »