Gerhana Matahari Total: Jangan Menyepelekan Fenomena Langka Ini!

Posted on Updated on

gerhana matahariPada tanggal 09 Maret 2016 nanti, sebagian masyarakat Indonesia akan menyaksikan satu fenomena alam berupa Gerhana Matahari Total. Dan gerhana yang terjadi kali ini termasuk yang paling langka, karena hanya terjadi dalam kurun waktu 350 tahun sekali. Untuk itu, tentunya peristiwa alam semacam ini menjadi sesuatu yang unik dan membuat banyak orang jadi penasaran.

Dalam ilmu pengetahuan moderen, fenomena gerhana matahari adalah sebuah peristiwa astronomi dimana suatu obyek yang menghalangi obyek lainnya. Saat itu terjadi, maka posisi Matahari, Bulan dan Bumi berada dalam satu garis lurus. Akibatnya cahaya Matahari yang biasanya langsung sampai ke permukaan Bumi secara otomatis akan dihalangi oleh Bulan. Hal ini sesuai dengan teori Albert Einsteins, yang menjelaskan bahwa cahaya bisa dibelokkan oleh suatu masa yang besar.

Peristiwa gerhana matahari total ini juga menyebabkan keadaan di sebagian permukaan Bumi menjadi gelap seperti malam. Fenomena ini juga berdampak terhadap kehidupan hewan. Perubahan perilaku hewan akan sangat terlihat, antara lain burung berhenti berkicau dan terbang tak tentu arah, kehidupan menjadi sunyi, kelelawar keluar dari sarangnya, nyamuk juga semakin banyak mencari santapan, serta jangkrik yang mengeluarkan suara nyaringnya. Ini disebabkan, hewan-hewan tersebut mengalami kebingungan.

Wahai saudaraku. Jika kita hanya melihat dari sisi ilmiahnya saja, maka selesailah penjelasan dan makna dari peristiwa gerhana matahari ini. Tidak perlu di ungkit lagi, karena ya hanya sebatas itu saja yang bisa diuraikan. Tapi, sebagai orang Nusantara yang lekat dengan nilai-nilai luhur budaya dan tradisi spiritual para pendahulu (nenek moyang), saya pribadi masih ingin menggali lebih dalam tentang peristiwa ini dari kacamata batin. Sebenarnya apa saja makna dibalik peristiwa gerhana matahari total kali ini?

Ya. Mungkin sebagian orang akan berkata bahwa yang saya sampaikan dalam tulisan ini nyeleneh, tidak logis atau bahkan sesat. Jika demikian, saya sih tidak akan ambil pusing dan memberikan kesempatan yang luas bagi siapapun untuk tidak percaya dan mengabaikan tulisan ini. Hanya saja kepada yang tidak setuju diharapkan Anda untuk tidak bersikap keras hati dan bisa menghargai pendapat orang lain. Cobalah untuk lebih terbuka dalam memandang sesuatu, atau mencoba untuk menerima lebih luas tentang cakrawala keilmuan. Toh manfaatnya pun akan berlimpah. Karena Anda tidak bisa memaksakan sesuatu yang sesuai dengan tingkat pemahaman Anda sendiri. Dan tidak perlu ngotot terutama ketika Anda belum tahu atau merasakan kekuatan sesungguhnya dari mahadaya mikro dan makrokosmos. Atau ketika Anda belum pernah merasakan neumena atau eksistensi alam gaib sebagai being yang ada, juga fenomena supranatural dari ilmu kasunyatan. Disini perlu wawasan yang luas dan hati yang lapang untuk bisa memahami sebuah hakekat. Tanpa itu, artinya Anda masih dikendalikan oleh kesadaran akal-budi, dimana kesadarannya masih mampet dan tak bisa berkembang alias kerdil dan pada akhirnya akan mati. Padahal untuk memahami kesejatian hidup, maka diperlukan olah raga dan olah batin, juga olah rasa dan olah jiwa yang tinggi. Tanpa hal itu, maka ilmu dan makna yang didapatkan hanyalah sebagian.

Wahai saudaraku. Mari kita cermati bersama dimana gerhana Matahari tanggal 09 Maret 2016 nanti terjadi pada hari dan waktu yang unik. Hari dan waktu yang dimaksudkan disini adalah bertepatan dengan hari raya Nyepi. Artinya ada satu moment yang sangat langka dan jarang terjadi, terlebih dalam keyakinan umat Hindu di Nusantara khususnya, maka hari raya Nyepi itu adalah waktunya untuk menjauhi hal-hal duniawi agar bisa mengintropeksi diri sebanyak mungkin dalam samadhi/yoga. Tujuan dari perilaku ini adalah untuk bisa lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan memperbaiki hidup di masa yang akan datang. Jadi, sebaiknya yang di lakukan pada saat gerhana matahari adalah intropeksi diri dan lebih banyak merenungkan tentang kekuasan Tuhan Sang Penguasa Alam ini. Tidak dengan beramai-ramai untuk sekedar nongkrong atau justru sampai membuat acara besar-besaran yang didanai oleh anggaran daerah/negara, yang ujung-ujungnya hanya demi keuntungan finansial (materi/duniawi). Padahal kita hidup sekarang ini tidak hanya untuk materi/duniawi saja.

Ya. Hanya dengan sikap ber-muhasabah (intropeksi diri) dan tafakur (meditasi/merenung), maka karunia dan rahmat Tuhan akan berlimpah. Sebaliknya, dengan hanya terpukau saat gerhana lalu bersenang-senang tanpa ada sikap muhasabah (intropeksi diri) dan ber-tafakur (meditasi/merenung), maka keburukan demi keburukan akan terjadi di negeri ini. Kecelakaan diri pun akan terjadi, baik secara lansung maupun perlahan-lahan.

tafakur

Wahai saudaraku. Terkait dengan peristiwa gerhana ini, maka di dalam ajaran Islam bahkan dianjurkan untuk mengagungkan Tuhan dengan menunaikan ibadah shalat Sunnah Kusufain sebanyak dua rakaat. Setelah shalat, maka di sunnahkan pula untuk berkhutbah yang isinya mengingatkan tentang kebesaran Tuhan dan kita sebagai makhluk yang fana harus tunduk dan berserah diri kepada-Nya. Berikut ini hadits-nya:

“Telah terjadi gerhana Matahari pada hari wafatnya Ibrahim putra Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Berkatalah manusia: Telah terjadi gerhana Matahari karena wafatnya Ibrahim. Maka bersabdalah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam; “Bahwasanya Matahari dan Bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Allah mempertakutkan hamba-hamba-Nya dengan keduanya. Matahari gerhana, bukanlah karena matinya seseorang atau lahirnya. Maka apabila kamu melihat yang demikian, maka hendaklah kamu shalat dan berdoa sehingga selesai gerhana” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Artinya disini adalah bahwa kita sebagai makhluk yang lemah dan fana harus tetap berserah diri kepada Tuhan. Pada saat beribadah atau ber-tafakur (merenung, meditasi), maka pada saat itu diharapkan seseorang telah mendekatkan diri kepada Sang Penciptanya. Dan seandainya ada kejadian seperti bencana alam atau bahkan azab pada saat atau setelah gerhana matahari total terjadi, maka siapapun yang sedang berada dalam sikap mendekatkan diri kepada Tuhannya, akan terhindar dari segala musibah. Kalau pun tetap terkena musibah bahkan sampai harus meninggal dunia, maka ia akan mendapatkan tempat yang terbaik disisi-Nya. Itu terjadi karena pada saat musibah atau azab terjadi, ia sedang berduaan saja dengan Penciptanya. Dan inilah sikap yang seharusnya di lakukan oleh setiap orang.

Sungguh, bagi saya pribadi peristiwa gerhana matahari total kali ini bukanlah hal yang biasa. Ada suatu rahasia untuk kita semua, khususnya bagi yang sudah terbuka hatinya. Dan karena saya termasuk orang yang tidak percaya akan adanya kebetulan, maka bagi saya peristiwa gerhana kali ini mengandung isyarat dari Tuhan – atau justru peringatan – bagi seluruh penduduk Bumi. Dan lihatlah, beberapa waktu belakangan ini alam pun terus memberikan peringatan. Banyak gempa bumi dahsyat terjadi, lalu diikuti banjir, tsunami, gunung meletus, gelombang panas, badai angin dan salju, fenomena hujan salju di jazirah Arab (khususnya antara Makkah dan Madinah) dan lain sebagainya, yang semua jenis peristiwa itu terus-terusan terjadi di berbagai tempat di belahan bumi ini. Mereka datang silih berganti, seolah-olah sangat bersemangat dalam mengabarkan bahwa akan ada peristiwa dahsyat di suatu hari nanti, tidak lama lagi. Dan kini kita sedang menuju pada satu fenomena yang langka, gerhana matahari total. Entah apa yang akan terjadi sebelum, saat dan setelah peristiwa itu nanti? Wallahu a`lam.

Selain itu, sebagaimana yang pernah saya tulis pada artikel yang berjudul: Antara fakta ilmiah dan mitos tentang larangan keluar rumah di waktu magrib, maka setiap fenomena alam itu bisa dijelaskan secara ilmiah. Dan pada tulisan saya itu, telah dijelaskan pula tentang mengapa Nabi SAW dan orang tua kita dulu melarang siapapun untuk berada di luar rumah pada waktu magrib. Alasannya adalah bahwa menjelang magrib alam akan berubah menjadi spectrum cahaya berwarna merah. Cahaya merupakan gelombang elektromagnetis (EM) yang memiliki spectrum warna yang berbeda satu sama lain. Setiap warna dalam spectrum mempunyai energi, frekuensi dan panjang gelombang yang berbeda. Ketika waktu magrib tiba, terjadi perubahan spectrum warna alam yang selaras dengan frekuensi jin, setan dan iblis, yakni spectrum warna merah. Pada waktu ini, jin, setan dan iblis amat bertenaga – alias mendapatkan semacam asupan energi – karena memiliki resonansi bersamaan dengan warna alam.

Lalu pada waktu magrib setan bersamaan dengan datangnya kegelapan mulai menyebar mencari tempat tinggal. Mereka itu tersebar dengan pemandangan luar biasa dan jumlah yang tidak ada yang tahu selain Tuhan. Kemudian sebagian setan takut dari kejahatan setan yang lainnya, sehingga setan harus memiliki sesuatu yang bisa dijadikannya sebagai tempat berlindung dan mencari tempat yang aman. Maka ia pun bergerak untuk mendapatkan tempat berlindung. Biasanya di dalam wadah kosong, ke rumah kosong, dan beberapa dari mereka berlindung kepada sekelompok manusia yang sedang duduk-duduk – khususnya di waktu magrib. Mereka (manusia) tentu tidak merasakannya, tapi setan dan iblis ikut nimbrung supaya menjadi aman dari penindasan saudara mereka sesama setan yang juga berkeliaran seperti angin di Bumi. Itu terjadi karena bagi setan, yang boleh hidup hanya yang kuat saja. Artinya hukum rimba bagi para setan sangat ditegakkan disini.

Wahai saudaraku. Uraian singkat di atas hanya berkisaran tentang waktu magrib, dan saat itu para setan dan iblis mendapatkan asupan energi yang besar. Tentunya energi itu akan dipergunakan untuk menyesatkan dan mencelakai umat manusia. Nah, sekarang bayangkan jika itu terjadi – dan pasti terjadi – pada waktu gerhana matahari total nanti? Karena memang pada waktu itu para setan dan iblis akan mendapatkan asupan energi yang sangat besar dan jarang terjadi. Mereka akan berkeliaran bebas untuk mencari mangsa lalu menyesatkan atau mencelakainya. Bahkan dahulu kala, di waktu wilayah Nusantara masih dalam satu daratan, maka para setan dan tuannya yaitu iblis pernah menggunakan kekuatan yang didapat dari peristiwa gerhana matahari total untuk membuka portal gaib antar dimensi. Lalu dengan terbukanya portal goib tersebut, para serdadu setan menyebar di muka Bumi dan membuat kegaduhan. Keadaan di Bumi pernah kacau balau dibuatnya. Dan itu terus terjadi sampai ada seorang utusan (Nabi) yang di tunjuk oleh Tuhan untuk menyelesaikan masalah itu – beliau dibantu oleh para malaikat. Caranya adalah dengan berperang sampai menang dan selanjutnya “mengusir” para setan dan iblis itu ke alam mereka. Setelah semuanya kembali, portal gaib yang telah dibuka oleh iblis dan setan di tutup kembali. Tapi hal ini terulang lagi, tepatnya ketika umat manusia menjadi sangat lemah karena telah melupakan diri sejatinya dan larut dengan kesenangan semu duniawi. Seperti yang sedang terjadi pada masa kita sekarang. [baca: Paricara: Inilah perang dunia pertama]

Sungguh saya pribadi meyakini bahwa saat ini mereka (setan dan iblis) sedang mengumpulkan kekuatan dan menunggu kesempatan untuk bisa kembali ke alam nyata dunia ini. Karena saat itu mereka berharap akan bisa menguasai Bumi dan memperbudak umat manusia. Tapi memang, semuanya itu hanya atas izin dari Yang Maha Kuasa. Dan segala sesuatu itu hanyalah atas kehendak-Nya saja. Dia-lah yang mengetahui segala yang terbaik bagi kehidupan ini. Kebangkitan atau kehancuran dunia, keduanya tetaplah hal yang bijak bagi-Nya. Dan dengan kebijaksanaan-Nya, maka setiap kehancuran akan diikuti dengan kebangkitan. Itu terjadi karena ketika kehancuran terjadi, maka kemurnian pun akan muncul. Dengan kemurnian itulah, maka kebangkitan dan kebahagiaan yang sejati akan hadir dalam kehidupan ini. [baca: Pemuda yang terpilih]

Wahai saudaraku. Bukanlah hal yang sepele saat kita harus melalui peristiwa gerhana matahari total ini. Banyak rahasia yang tersembunyi di balik peristiwa langka itu. Banyak misteri yang juga menyelimuti hari depan. Dan tidak menutup kemungkinan bahwa apa yang pernah terjadi di masa lalu akan terulang kembali. Terlebih jika kita kaitkan dengan keadaan umat manusia sekarang ini, maka kemungkinan itu sangat besar. Tidak ada yang tidak bisa terjadi jika Tuhan sudah mengizinkannya. Dan lihatlah bahwa kini sangat jarang dari manusia yang masih rutin mengasah kemampuan batinnya. Sangat langka orang-orang yang masih senang mendalami olah rasa dan olah jiwanya. Bahkan jangankan itu, mengikuti syariat yang pokok dalam agama saja mereka enggan dan sering membangkang. Padahal hanya dengan itulah kekuatan dari kegelapan bisa di tangkal dan di kalahkan.

Ya. Kita semua memang tidak menginginkan terjadi bencana dahsyat seperti yang telah dijelaskan di atas. Tapi sebagai manusia yang berakal dan memiliki hati nurani, tentu tidak ada ruginya bila kita mau mempersiapkan diri dari segala kemungkinan yang terburuk. Dan kalau pun nanti tidak terjadi apa-apa, setidaknya kita bisa mendapatkan satu keutungan, yaitu sudah lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Kita juga bisa lebih tahu siapa diri kita yang sebenarnya lalu menjalani hidup ini dengan benar tanpa pamrih. Ini akan menjadi bekal yang sangat menguntungkan bagi kita di akherat nanti.

Untuk itu, silahkan menyaksikan peristiwa gerhana matahari total nanti, tapi tidak perlu berlebihan. Cukuplah dengan keluar rumah atau tempat kerja kita lalu melihat dengan mata kepala atau dengan alat bantu (kaca mata, teleskop) sambil mengingat kebesaran Tuhan. Rasakan di dalam hati bahwa kita hanyalah makhluk yang lemah, fana dan selalu mengharap perlindungan-Nya. Kita juga harus berdoa untuk terhindar dari segala macam musibah, baik nyata atau pun goib. Dengan begitu artinya kita sudah termasuk berserah diri. Dan khususnya bagi umat Islam, maka lanjutkanlah dengan shalat Sunnah Kusufain lalu tambahkan dengan ber-muhasabah (intropeksi diri) dan ber-tafakur (merenung, meditasi). Insya Allah akan ada sesuatu yang dapat di petik hikmahnya. Dan semoga Anda nanti bisa menerima petunjuk tentang sesuatu yang masih tersembunyi tapi sudah sangat dekat untuk terjadi.

Jambi, 04 Maret 2016
Mashudi Antoro (Oedi`)

52 thoughts on “Gerhana Matahari Total: Jangan Menyepelekan Fenomena Langka Ini!

    Maulana blues said:
    Maret 5, 2016 pukul 1:36 am

    SubhanAllah..jelas banget penjelasan nya mas..izin share y mas..kren ni…

    Maulana blues said:
    Maret 5, 2016 pukul 1:40 am

    SubhanAllah..jelas banget penjelasan nya mas..izin share y mas..kren ni mas..

      oedi responded:
      Maret 6, 2016 pukul 1:06 am

      Syukurlah kalau suka dengan tulisan ini.. Terimakasih Ben karena masih mau berkunjung di blog ini, moga tetap bermanfaat..🙂
      Wah silahkan saja Ben di share… moga aja banyak yg mau baca dan ikut intropeksi diri dan mempersiapkan diri dari kemungkinan yg terburuk..🙂

    wildan said:
    Maret 6, 2016 pukul 4:20 am

    subhanaallah allahu akbar

      oedi responded:
      Maret 7, 2016 pukul 9:43 am

      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..🙂

    lisa said:
    Maret 6, 2016 pukul 9:03 am

    Izin share informasi ini yaa mas.

      oedi responded:
      Maret 7, 2016 pukul 9:44 am

      Okey silahkan saja, tapi tolong tetap disertakan sumbernya ya..
      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..🙂

    Ipan Sabora said:
    Maret 7, 2016 pukul 4:29 am

    Saya sangat setuju bahwa di dunia ini tidak ada yang kebetulan.
    Bagaimana mungkin fenomena yang sangat besar dan langka seperti ini hanya lewat begitu saja.
    Tetapi semoga semuanya baik-baik saja, karena itu juga harusnya akan lebih baik bagi kehidupan kita sebagai makhluk-Nya. Amiiin.

      oedi responded:
      Maret 7, 2016 pukul 9:55 am

      Wokey, terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..🙂
      Nah itu dia mas, tentunya ada “sesuatu” dalam sebuah peristiwa besar dan langka semacam gerhana matahari total nanti, dalam bentuk goib atau kasat mata..
      Aamiin.. Semoga yg terbaik untuk orang yg beriman..🙂

    Paidi Didi Didi said:
    Maret 7, 2016 pukul 6:39 am

    terimakasih saya sudah diingatkan.

      oedi responded:
      Maret 7, 2016 pukul 9:57 am

      Iya sama” mas, sudah menjadi tugas kita semua untuk saling mengingatkan..🙂
      Terimakasih juga atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..🙂

    ahmadyophy said:
    Maret 7, 2016 pukul 8:31 am

    Woi kode alam, alarm udah nyala, saat nya “kerja”, jangan pada tidur semua.

      oedi responded:
      Maret 7, 2016 pukul 9:59 am

      Yap benar sekali, peristiwa langka itu merupakan kode alam bagi penduduk bumi.. Buka mata, telinga dan hati untuk kegidupan yg lebih baik..
      Wokey terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..🙂

    ewend iza said:
    Maret 7, 2016 pukul 12:24 pm

    subhanallah…. moga kita slalu dlm lindungannya

      oedi responded:
      Maret 8, 2016 pukul 1:19 am

      Aamiin ya Robb, semoga saja memang demikian.. tapi kalau tidak, berarti itulah yang terbaik bagi kehidupan dunia ini..🙂
      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat…🙂

    Roisul ulum said:
    Maret 7, 2016 pukul 1:33 pm

    Subhanalloh….solluw ‘alannabiy Muhammad
    Smoga kita diluaskan ilmu dan kekayaan hati. Amiin

      oedi responded:
      Maret 8, 2016 pukul 1:21 am

      Aamiin.. semoga demikian.. karena ilmu haruslah bersifat luas dan universal, kalau tidak berarti itu bukan ilmu sejati.. Bukalah hati, karena hanya dengan hati saja kita akan mampu melihat, mendengar dan merasakan yang sebenarnya..🙂
      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..🙂

    Tansyah Malik said:
    Maret 7, 2016 pukul 9:34 pm

    Subhanallah mas ber akal sehat serta mengetahui hikmah dan hidayah yg ada di dalamnya agar tetap bermunajab dan bertawakal kepada Allah swt dan nabi muhhamad saw… termikasih bnyk mas..

    salam saya dari keluarga besar PUTRA SETIA …

      oedi responded:
      Maret 8, 2016 pukul 1:27 am

      Salam kenal juga mas, senang bisa punya banyak teman..🙂
      Iya mas sama-sama deh.. terimakasih juga atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..🙂
      Mari bersama-sama kita terus mengasah diri sejati dengan rutin mengolah rasa dan olah jiwa kita. Dengan begitu, maka semua yang kita lakukan akan benar dan sesuai kedudukannya. Kita juga akan mampu memetik berbagai hikmah dari setiap peristiwa, yang dengannya akan menjadikan kita semakin bijak dalam kehidupan ini. Inilah bekal yang terbaik untuk kehidupan yang abadi nanti (akherat). Tanpa hal itu, kita hanya akan menyesal dan sengsara..

    Kikuu Bearland said:
    Maret 7, 2016 pukul 11:02 pm

    tsunami besar akan melanda jakarta… insya allah.. akan lebih besar dari tsunami di aceh..

      oedi responded:
      Maret 8, 2016 pukul 1:38 am

      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..🙂
      Hmmm.. tentang hal itu saya tidak tahu karena semuanya masih rahasia Ilahi. Hanya Dia-lah saja yang berkuasa menentukan setiap bencana dan azab yang akan menerpa tanah Nusantara ini.. Kalau pun memang terjadi, maka itu bukanlah hal yang aneh, karena mungkin memang sudah seharusnya mengingat begitu banyak kemungkaran, kemunafikan dan kekufuran yang sudah terjadi disana (Jakarta).
      Sebagai makhluk, kita hanya bisa berharap yang terbaik. Dan kalau memang ada bencana (azab) di Jakarta, maka bisa jadi itu adalah yang terbaik bagi makhluk lainnya (selain manusia). Manusia di Jakarta sudah terlalu banyak diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk menikmati hidup, dan saat kesempatan itu habis sementara banyak dari mereka yang kufur, maka mereka akan digantikan dengan yang lain.

    delTorro said:
    Maret 8, 2016 pukul 3:16 am

    Ass…Terima kasih sdh memberi saya pencerahan…kita harus bijak dlm memandang perbedaan, dan itu baik sekali…tulisan anda bagus sekali saya setuju hanya kalau boleh dgn sgl kerendahan hati sy ingin bertanya, adakah penjelasan fenomena GMT menurut ajaran nenek moyang kita saja? Karena saya yakin pasti ada satu masa dimana Islam blm masuk ke tanah jawa….Dan pada saat tersrbut apa penjelasan nenek moyang kita ttg GMT mas? Brgkali mas ada literaturnya dan bersedia utk berbagi…Mohon sharingnya ya mas barangkali ini bisa bermanfaat buat kita semua…trm ksh sblmnya

      oedi responded:
      Maret 8, 2016 pukul 11:36 pm

      Wa’alaikumsalam..
      Syukurlah kalau suka dengan tulisan ini, semoga bermanfaat..🙂
      Iya mas sama”, sudah jadi kewajiban kita utk saling berbagi dan mengingatkan..🙂
      Tentang permintaan masnya, dg sgt menyesal saya belum bisa kasih tahu, karena memang saya pun blm memiliki info yg cukup ttg hal itu. Jujur saya juga sedang menggali ttg hal itu, tp sampai skr blm mendapatkannya.. Insya Allah kalau nanti sudah saya dapatkan akan segera di upload di blog ini..🙂

    Rikka said:
    Maret 8, 2016 pukul 6:15 am

    Sangat bermanfaat ilmunya.. smg bisa lebih baik lagi dan dapat ber-muhasabah dan ber-tafakur atas semua karunia Alloh SWT.

      oedi responded:
      Maret 8, 2016 pukul 11:32 pm

      Aamiin.. Semoga demikian mbak Rikka, semoga kita selalu dpt yg terbaik..
      Syukurlah kalau suka dg tulisan ini, terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..🙂

    kaltim lowongan said:
    Maret 8, 2016 pukul 9:00 am

    thanks atas informasinya,, logis sekali,,,

      oedi responded:
      Maret 8, 2016 pukul 11:30 pm

      Iya sama”, syukurlah kalau suka dg tulisan ini, terimakasih juga atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..🙂

    Yureika said:
    Maret 8, 2016 pukul 10:43 am

    Assalamualaikum wr wb.

    Tulisan yg tulus dan apa adanya. Sgt informatif. Saya bisa memahami dan saya juga bisa merasàkan hal yg sama. Keyakinan ttg peristiwa alam yg mengiringi moment terbukanya portal ghaib. Subhanallah…Allahu Akbar. Tiada yg tak mgkn dg kuasaNya. Isyarat sdh dìsebarkan pada ummat mànusia. Sbg org beriman, apakah masih menganggap ketetapan Allah sbg sebuah kebetulan, atau seakan2 cerita fiksi belaka. Dg mata hati, setiap kita bs merasakan. Tak perlu menjadi sakti utk bs merasakannya. Allah memberi sinyal ìtu setiap saat pd kita semua. Tàk ada bencana yg datang tiba2. Kìta slalu diberi waktu utk mempersiapkan diri…maka manfaatkanlah, selàgi kita msh bisa menikmati hari2 spt biasa. Krn sdh terlambat jika peristiwa itu sdh didepan mata, mgknkah pintu taubat msh terbuka utk kita?

    Wassalam.

      oedi responded:
      Maret 8, 2016 pukul 11:29 pm

      Wa’alaikumsalam..
      Terimakasih mbak Yureika atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..
      Syukurlah kalau mbaknya suka dengan tulisan ini, dan memanglah bahwa tidak perlu sakti utk bisa membaca makna dalam setiap peristiwa, buka saja hati dg tulus, insya Allah akan terbuka pula cakrawala informasi..
      Kapanpun itu mari kita bersama-sama utk sering ber-muhasabah dan ber-tafakur kpd Tuhan, dg begitu kita pun akan jadi orang yg beruntung..🙂

    Budi said:
    Maret 8, 2016 pukul 11:04 am

    Subhanallah,,,, Allahu Akbar….,,,

      oedi responded:
      Maret 8, 2016 pukul 11:22 pm

      Alhamdulillah.. Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..🙂

    Rindukekasih said:
    Maret 8, 2016 pukul 12:07 pm

    Subhanallah, terimakasih atas informasi dan berbagi ilmunya…

      oedi responded:
      Maret 8, 2016 pukul 11:19 pm

      Iya sama”, syukurlah kalau suka dengan tulisan ini, terimakasih juga atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..🙂

    Gizikita said:
    Maret 8, 2016 pukul 1:39 pm

    Terima kasih mas atas artikelnya yang bagus dan informatif.

    Bersiap-siap untuk menyaksikan salah satu fenomena alam terbesar besok pagi.🙂

      oedi responded:
      Maret 8, 2016 pukul 11:18 pm

      Iya sama”, syukurlah kalau suka dengan tulisan ini.. Terimakasih juga atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..🙂
      Mari lihat dan renungkan hakekat fenomena ini..

    bayu said:
    Maret 8, 2016 pukul 2:48 pm

    salam rahayu mas brooo

      oedi responded:
      Maret 8, 2016 pukul 11:15 pm

      Salam rahayu juga mas.. Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..🙂

    Talitha yasmine said:
    Maret 8, 2016 pukul 10:43 pm

    Saya talitha, tinggal di kota palembang dan ngekos bagaimana mas. Disini gerhana matahari dijadikan orang sebagai festival-,- saya tidak bisa berbuat apa2 teman2 saya berbondong2 untuk datang. Padahal saya sudah mengingatkan. Nah lalu bagaimana saya yang tidak bisa sholat berjamaah di masjid mengikuti sholat gerhana? Bagaimana solusinya? Mohon dijawab

      oedi responded:
      Maret 8, 2016 pukul 11:09 pm

      Iya berita di media udah heboh tuh kalo disana akan di adakan festival dan pagelaran budaya yg meriah..
      Ya yg pentingkan mbak Talitha udah mengingatkan, itu sudah cukup banget kok, karena mbaknya udah menunaikan kewajiban kpd sesama, masalah mrk gak mau terima saran mbaknya itu bukan lg urusan mbaknya..
      Hmm menurut sepengetahuan saya yg awam ini, shalat gerhana itu hukumnya bukan wajib tapi sunnah mu’akadah, tidak pula diwajibkan utk berjamaah sebagaimana anjuran pada shalat hari raya (baca lg isi hadits di tulisan ini), emang sebaiknya berjamaah, tapi dalam situasi dan kondisi tertentu kita bisa menunaikannya sendiri, lakukan setelah mbaknya bisa memastikan bahwa emang nanti itu sudah terjadi gerhana.. Intinya kan pd wkt gerhana itu kita harus ber-muhasabah dan tafakur kpd Tuhan, bukan malah kongko di luar.. Perbanyak istighfar dan zikir, trus berdoa mohon perlindungan kpd Allah agar terhindar dr segala musibah yg nyata ataupun goib..
      Itu aja mbak dari saya, maaf kalau kurang jelas.. terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, tetap semangat🙂

    annas said:
    Maret 8, 2016 pukul 11:28 pm

    saatnya solat gerhana (kusuf)🙂

    lingga rama said:
    Maret 9, 2016 pukul 1:49 am

    Asalamualaikum mas saya sangat tersentuh hati saya dan saya sangat merasakan ga ada arti yang indah dalam fenomena ini dan kali ini saya ingin bertanya terhadap kata terakhir yang mas tuliskan di atas. Apa maksudnya dan hadist apa yang membuktikan kata kata itu? Terima kasih Allahuakbarr.

      oedi responded:
      Maret 11, 2016 pukul 1:40 am

      Wa`alaikumsalam..
      Iya mas sama-sama.. terimakasih juga atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..🙂
      Syukurlah kalau mas Rama tidak merasakan yg indah dalam fenomena gerhana sebelumnya, itu yg menurut saya sesuai dengan seharusnya..
      Hmm.. kata-kata terakhir yang mana mas?

    Ash Shiddiq said:
    Maret 9, 2016 pukul 2:23 am

    Subhanallah, sangat bermanfaat infonya. Semoga kita semua tetap berada pada lindungan-Nya. Amin.

      oedi responded:
      Maret 11, 2016 pukul 1:42 am

      Amiin.. semoga saja demikian mas..🙂
      Syukurlah kalau suka dengan tulisan ini, terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..🙂

    ivan adiprana said:
    Maret 9, 2016 pukul 5:24 am

    Setuju mas oedi… Jaman skrg sudah smakin tua, mungkin juga dlm waktu dekat udah waktunya alam semesta berevolusi (Tuhan yg tau). Cuma dari tanda2nya sudah bnyak skali, coba kita perhatikan pada begitu cepatnya waktu berjalan, sekarang ini sehari seperti se jam, seminggu seperti sehari. Hal ini pasti dirasakan smua orang. Semoga smua umat manusia dijauhkan dari marabahaya. Ayo tobat…!!!!

      oedi responded:
      Maret 11, 2016 pukul 1:45 am

      Iya mas Ivan, kita tinggal menunggu waktunya saja kapan revolusi dan pemurnian itu terjadi.. Tanda-tanda, bahkan sebenarnya “pemanasan” nya sudah dimulai beberapa tahun belakangan..
      Okey, terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..🙂

    daniel said:
    Maret 9, 2016 pukul 7:13 am

    ass mekom…!!!
    mas theks ya..pengetahuan nya bleh gaktu.

      oedi responded:
      Maret 11, 2016 pukul 1:46 am

      Iya sama-sama, terimakasih juga atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..🙂

    harryavientry said:
    Maret 12, 2016 pukul 7:28 am

    SUBHANALLAH….. TERNYATA GERHANA MATAHARI ITU MANGKANYA WALAUPUN GERHANA ITU SUPAYA TANDA TANDA ALAM MATAHARI HERHANA JUGA….WASPADALAH

      oedi responded:
      Maret 14, 2016 pukul 5:26 am

      Wokey, terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..🙂

    ALF said:
    April 7, 2016 pukul 10:52 am

    luar biasa😊

    Umam said:
    Mei 20, 2016 pukul 4:16 am

    Akhir akhir ini banyak kasus yg memilukan
    Apakah ini ada hubunganya dengan gerhana matahari total kemarin.. ? Wallohu a’lam
    Tp yg jelas kekuatan setan iblis terasa semakin besar dalam menggoda iman manusia terutama pada moral manusia..
    Lihatlah fenomena akhir akhir ini sangat memilukan
    Terutama di bengkulu dan yg terakhir di banten..
    Ini semua bukan kebetulan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s