Cinta Yang Hilang: Awal Kehancuran Dunia

Posted on Updated on

lost_loveTidak ada seorang pun yang mampu mendefinisikan hakekat cinta secara menyeluruh. Namun demikian, siapapun orangnya pasti pernah merasakan hangatnya pelukan cinta, entah kepada yang terkasih atau keluarga, tetangga, bangsa, negara, agama dan Tuhannya. Semua orang pernah merasakan satu atau lebih dari rasa cinta yang memang sudah ditakdirkan ada di dalam setiap lini kehidupan. Bahkan orang yang dianggap tidak waras atau gila pun tetap bisa merasakan cinta ini, karena memang cinta itu adalah sesuatu yang agung.

Ya. Cinta memanglah sangat indah dan menakjubkan. Tapi ketahuilah bahwa cinta itu terdiri dari dua jenis, yang biasa saja atau yang sejati. Yang biasa saja adalah rasa cinta yang tidak menghasilkan kebaikan apalagi kemuliaan, sedangkan yang sejati adalah rasa cinta yang bisa menghasilkan kemuliaan. Cinta yang biasa saja masih memenuhi dunia ini, tapi cinta yang sejati makin sedikit dan hampir sirna. Perlahan-lahan ia menghilang, karena orang-orang sudah tidak mampu lagi melihat yang hakiki dari sesuatu. Kebanyakan orang hanya mampu melihat sebatas kulit luarnya saja. Karena itulah, bisa dikatakan bahwa sesungguhnya masih banyak orang yang bahkan tidak pernah tahu apa itu cinta yang sejati.

Cinta juga sesuatu yang bersifat fluktuatif. Ada orang yang bisa merasakan cinta pada pandangan pertama, tapi ada pula yang dapat merasakan cinta sedikit demi sedikit. Cinta itu adalah sesuatu yang dapat menjadi semakin besar dan terus menguat. Dan semakin lama kita mengenal sesuatu, maka kemungkinan kita bisa semakin mencintainya juga akan semakin tinggi. Atau justru sebaliknya, cinta juga bisa semakin kecil dan lemah. Dan semakin seseorang mengenal sesuatu, bisa jadi kadar kecintaannya justru semakin berkurang, bahkan pada akhirnya menghilang.

true_love__by_shaksaag

Akan tetapi, cinta bukanlah sesuatu yang statis, karena sesungguhnya cinta itu adalah hal yang dinamis. Jika kita dapat merasakan cinta yang semakin besar, maka mungkin juga suatu saat nanti kita akan merasakan kehilangan rasa cinta. Dan di dunia ini mungkin hanya Qais bin Mu`az dan Laila saja yang kadar kecintaannya kepada sang kekasih hati tak pernah berkurang. Cinta Qais kepada Laila sangatlah luarbiasa, bahkan terus meningkat sampai ajal mereka datang menjemput. Saat itu Qais bin Mu`az bahkan dianggap sudah gila karena terlalu mencintai Laila, sehingga ia kemudian diberi gelar Majnun yang berarti si gila. Sementara itu, meskipun tidak pernah direstui oleh orang tuanya, Laila tetap mencintai Qais tanpa berkurang sedikitpun, bahkan sampai ia jatuh sakit. Ia juga mengetahui bahwa kekasihnya Qais selalu tulus mencintai dirinya. Tapi karena ego orang tuanya, mereka berdua tetap tak pernah bisa bersatu. Bahkan oleh sebab sakitnya itu, Laila pun wafat dalam keadaan masih sangat mencintai Majnun (Qais). Selanjutnya, Majnun (Qais) yang merupakan pecinta sejati itu lalu meratap di atas kuburan kekasihnya selama beberapa hari tanpa makan dan minum. Hingga pada akhirnya ia pun ikut meninggal tepat di atas pusara kekasihnya itu. Kedua sejoli ini wafat dalam keadaan masih sangat mencintai walaupun tak pernah bersatu. Tidak ada yang mampu memadamkan rasa cinta dari keduanya. Bahkan hingga kini, kisah cinta dari keduanya itu selalu menjadi inspirasi bagi para pecinta, penulis, penyair, dan sutradara.

Sungguh, cinta itu sangat komplek dan sering memberikan kejutan-kejutannya. Dan kita tidak perlu harus sampai seperti Laila dan Majnun. Karena cinta itu memiliki banyak wajah. Ia juga ibarat tanaman yang harus terus disirami dan dipupuk demi pertumbuhannya.

Lalu, mengapa cinta itu bisa memudar atau bahkan hilang dari diri seseorang? Nah, untuk menjawab pertanyaan itu, maka ada beberapa hal yang menjadi faktor penyebabnya. Yaitu:

1. Tak saling menghargai
Banyak orang yang mengatakan bahwa cinta sejati itu tanpa syarat. Padahal faktanya tidak ada cinta yang tanpa syarat. Contoh dalam hal ini adalah sikap untuk saling menghargai. Jika seseorang ingin bisa tetap merasakan cinta yang indah, maka ia harus selalu menghargai pasangan atau orang lain. Nah, ini jelas sekali menunjukkan bahwa di dalam cinta itu harus ada syaratnya, salah satunya adalah sikap yang saling menghargai. Tanpa syarat ini, bisa dipastikan cinta yang indah itu akan hilang dari hati seseorang.

Tapi saat ini, hubungan percintaan pada akhirnya membuat banyak dari kalian yang berasumsi bahwa akan selalu ada satu sama lain, tidak peduli apa pun yang terjadi. Hal ini membuat kalian berhenti memperlakukan pasangan atau orang lain dengan kebaikan dan rasa hormat. Itu terjadi karena kalian berpikir bahwa pasangan atau orang lain akan mencintaimu tanpa syarat. Dan dalam keadaan apapun ia pasti akan menemani atau membantumu. Padahal faktanya tidak ada cinta tanpa syarat. Perasaan cinta itu bisa hilang seiring dengan kebiasaan yang tidak lagi menghargai satu sama lain.

2. Berhenti berkomunikasi
Kunci sukses dalam hubungan itu terletak pada komunikasi yang terjalin. Semakin baik komunikasi, maka semakin baik pula hubungan. Sebaliknya semakin buruk hubungan, maka semakin menimbulkan pertanyaan dibenak masing-masing, apakah dia adalah orang yang baik dan tepat untuk dirinya?

lost_love 1

Ya. Saat dirimu dan pasangan atau siapapun dari kalian telah mulai berhenti berkomunikasi, saat itu juga hubungan kalian berada di jurang kehancuran. Terutama jika kalian mengalami masalah dan diam saja, itu justru bisa sangat beresiko. Jadi, pastikan jika dirimu merasa ada yang mengganjal di hati, maka pasangan atau orang lain juga perlu mengetahuinya, jangan hanya dipendam sendirian. Sampaikanlah dengan cara yang lembut dan baik-baik. Karena ini merupakan pencegahan yang efektif agar hubungan bisa tetap bertahan.

3. Tidak jujur atau menutupi sesuatu
Hal ini terkait erat dengan point yang kedua, yaitu komunikasi. Karena itu sikap yang tidak jujur atau menutupi sesuatu yang seharusnya diketahui adalah hal yang menyebabkan pasangan atau orang lain merasa dirinya tidak dihargai. Ketika orang telah merasa tidak dihargai bahkan dikelabui, maka dia akan merasa kehadirannya sudah tidak lagi dibutuhkan. Ia akan marah atau mudah tersinggung. Sehingga hal ini akan menjadi musibah besar dalam hubungan.

4. Perubahan sikap
Namanya makhluk berakal dan memiliki hati, maka setiap diri manusia itu memang bisa berubah. Ia akan terlihat sebagai orang yang sangat berbeda dibandingkan ketika pertama kali bertemu. Pemicunya bisa karena peristiwa besar, atau karena salah satu dari pasangan sudah semakin matang (dewasa). Nah, disini artinya penting bagi kalian untuk menyadari bahwa setiap orang itu akan tumbuh dan berubah. Namun terkadang dalam sebuah hubungan, perubahan ini sulit diimbangi satu sama lain. Karena itulah, perlu sikap yang saling menghargai dan pola komunikasi yang lancar di antara kedua belah pihak. Tanpa hal itu, maka hubungan akan semakin kacau dan berakhir pada kehancuran.

5. Romantisme yang memudar
Pada intinya, sikap romantis itu adalah perhatian yang diberikan seseorang kepada yang dicintainya. Tapi sayang, bagi kalangan tertentu sikap yang romantis ini di rasa tidak begitu penting dan terdengar sepele. Padahal sadarlah! bahwa keromatisan ini bisa berdampak serius pada hubungan. Dan sangat penting untuk selalu menunjukkan perasaan cinta, bukan hanya melalui kata-kata yang puitis atau makan berdua di restoran yang mahal, tapi pada hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari.

Memasak berdua pasangan 1

Khusus untuk pasangan, sikap yang romantis itu bisa dengan mengecup kening pasangan setiap pagi, membantu pasangan membersihkan rumah atau mengajak ia memasak di dapur saat liburan, atau mengajak pasangan shalat berjamaah meskipun tidak untuk di lima waktu sehari. Begitu pula sikap yang romantis ini bisa ditunjukkan pula oleh seseorang kepada orang lain dengan saling menyapa saat bertemu, atau sejenak berbincang-bincang ringan dan saling menanyakan kabar. Ini akan menjaga dan meningkatkan rasa cinta bagi kedua belah pihak, dan itu sangat menguntungkan dalam kehidupan ini. Karena itulah, jangan sampai sikap romantis ini lalu memudar di dalam diri kita. Semua orang harus tetap bersikap romantis demi kebahagiaan hidupnya.

“Duhai kekasihku.
Memang kisah cinta kita tak sempurna.
Banyak kekurangannya, karena kita bukanlah orang hebat.
Tapi kehadiranmu telah membuatku bisa menemukan bahagia.
Kau telah memberiku alamat untuk kembali.
Kau pun selalu mengizinkan aku untuk ada di dalam hatimu.
Dan inilah hal yang sangat indah dalam hidupku.
Karena butuh waktu bertahun-tahun sebelum aku bisa bertemu denganmu”

*****

Wahai saudaraku. Kelima point di atas adalah sebagian dari penyebab utama hilangnya rasa cinta di hati. Karena itu, sudah seharusnya kita untuk tidak mengabaikan hal ini. Karena apalah artinya hidup di dunia ini bila tanpa ada rasa cinta di dalam hati. Semuanya tidak akan terasa indah, karena apa saja yang tidak ada rasa cinta di dalamnya adalah kehampaan. Siapapun tidak akan merasakan kebahagiaan yang sebenarnya bila ia tidak lagi memiliki rasa cinta. Hidupnya hanya akan sangat membosankan dan terasa mati. Dan itu bisa terjadi pada siapapun, terlebih saat ia sudah mengabaikan kelima point utama di atas.

Untuk itu, bila dikaitkan dengan kehidupan dunia sekarang ini, maka kita bisa mengetahui dengan jelas penyebab utama mengapa dunia ini semakin morat-marit. Semuanya itu terjadi sebagai akibat dari hilangnya rasa cinta dalam diri seseorang. Dan khususnya bangsa ini memang telah semakin kehilangan rasa cinta yang sejati. Lihatlah, bahwa semakin banyak orang yang sudah tidak lagi saling menghargai – karena semakin banyak yang suka menyakiti dan menyalahkan orang lain. Mereka telah berhenti berkomunikasi dengan baik – karena justru lebih senang berdebat dan bertikai, tidak lagi jujur dalam bekerja – karena lebih banyak pembohong dan koruptornya, dan sikap yang romantis telah lama menghilang dalam kehidupan sehari-hari – karena lebih banyak yang egois dan tidak peduli. Dan semua itu tentunya bermula dari sikap buruknya kepada pasangan atau di internal keluarganya sendiri. Hal ini lalu berdampak buruk pada kehidupannya di luar rumah, yaitu saat harus menjalani kehidupan sebagai bawahan atau pejabat. Hingga pada akhirnya menjadi penentu utama dari kehancuran dunia ini, sekarang atau nanti.

Semoga kita semua tetap dan mau mengembalikan cinta pada posisi dan porsinya lagi. Dan demi kebahagiaan yang sejati, maka harus ada kesadaran yang tinggi tentang rasa cinta ini. Dengan begitu, kehidupan dunia ini akan terasa lebih indah dan menyenangkan.

Jambi, 07 Februari 2016
Mashudi Antoro (Oedi`)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s