Mitologi Lord of The Rings

Posted on Updated on

LORD OF THE RINGSRingkasan tentang latar belakang mitologi Middle Earth, terutama tentang makhluk-makhluk yang menghuninya, sangat diperlukan untuk benar-benar mengetahui alur cerita dari film layar lebar Lord of The Rings atau The Hobbit. Dan seperti yang telah diketahui, J.R.R. Tolkien banyak mengambil dari campuran mitologi biblikal, mitologi Inggris kuno (Anglo-Saxon), Nordik, Jerman kuno, Persia hingga mitologi Yunani/Romawi sebagai dasar dari mitologi Middle Earth. Semua kisah mitologi itu lalu menjadi inspirasinya untuk membangun sebuah mitologi tersendiri. Dimana kisah mitologi itu lalu menjadi landasan utama dari kisah petualangan yang ia tulis dalam buku The Hobbit dan Lord of The Rings.

Tulisan ini hanyalah sebuah ringkasan cerita. Dan yang namanya ringkasan tentunya banyak sekali hal yang di singkat dan dibuat sesederhana mungkin agar mudah dimengerti, apalagi sebagian besar isi tulisan ini diambil dari buku The Silmarillion yang isinya banyak berbentuk syair. Jadi, bagi yang ingin mengetahui lebih mendalam dan detail tentang sejarah Middle Earth, bisa langsung membaca buku The Silmarillion. Dan untuk lebih melengkapi semua kisahnya, silahkan baca langsung buku The Hobbit dan LOTR.

Untuk mempersingkat waktu, mari ikuti penjelasan berikut ini:

1. Eru Ilúvatar dan Ainur
Semuanya berawal dari Eru Ilúvatar (Yang Maha Esa alias representasi dari Tuhan) yang menciptakan makhluk supranatural abadi yang diberi nama Ainur (menurutku representasi gabungan antara dewa Yunani dan Malaikat biblikal). Para Ainur ini berdialog dengan Sang Eru dalam bentuk irama musik harmonis. Seluruh Ainur tadinya memberikan irama musik yang harmonis dengan sang pencipta Eru hingga salah satu Ainur terkuat dan terbesar bernama Melkor mulai memberikan balasan irama tersendiri yang tidak harmonis. Melkor bukan hanya memilih untuk membuat irama yang berbeda dengan Eru namun juga mulai memiliki kecenderungan untuk menciptakan irama tandingan bagi Eru. Terjadilah persaingan irama antara Ainur yang pro-Eru yang dipimpin kakak Melkor bernama Manwë dengan Melkor sendiri, dimana irama buatan Ainur pimpinan Manwë mengalun dalam damai dan indah berkelanjutan ditandingi oleh irama keras arogan dan berulang-ulang oleh Melkor.

Setelah Eru Ilúvatar mengumpulkan semua material dan perpaduan irama para Ainur (termasuk buatan Melkor yang destruktif), Eru memanifestasikannya menjadi bentuk material nyata yang berbentuk Eä (alam semesta), termasuk Arda (bumi) di dalamnya. Ketika para Ainur masuk ke lingkaran alam semesta, para Ainur menyadari bahwa mereka jadi terikat dengan Eä dan menjadi bagian dari alam semesta. Karena kondisi Eä masih mentah dan belum teratur, para Ainur dibawah pimpinan Manwë ini mulai menata Eä termasuk juga Melkor. Setelah Arda (bumi) selesai ditata, Manwë ditunjuk oleh Eru sebagai pemimpin dan raja para Ainur di Arda. Arda pada saat itu masih berupa bumi yang berbentuk lempeng mendatar dengan daratan Middle-Earth di tengah dan yang dikelilingi perairan.

mitologi LOTR - Arda

2. Valar dan Maiar
Setelah Ainur masuk dan terikat dengan alam semesta yang diciptakan Eru dari alunan harmoni musik Ainur, para Ainur terbagi menjadi 2 kelompok.

1. Yang pertama adalah Valar (bentuk plural dari Vala), Ainur yang memiliki kemampuan, kekuatan, kecerdasan dan kebijaksanaan diatas rata-rata. Melkor adalah Valar terkuat yang pernah ada di kelompok Valar, bahkan Manwë tak sanggup menghadapinya sendiri. Tiap Valar tertarik pada aspek tertentu yang menarik minatnya dan hal itu menjadi fokus kekuatannya. Melkor sendiri tertarik pada aspek kegelapan dan kekerasan sehingga Melkor sering kali menjadi perusak keseimbangan yang dibuat oleh Valar lainnya.

mitologi Lord of the rings - para Ainur

2. Yang kedua disebut sebagai Maiar (bentuk plural dari Maiar), Ainur yang memiliki kemampuan dibawah rata-rata. Bahkan Maiar terhebat masih belum mampu menandingi Valar yang paling rendah kemampuannya. Karena kemampuan Maiar tidak setingkat Valar, para Maiar biasanya bertugas membantu Valar dalam menjalankan pekerjaannya sehingga boleh disebut sebagai bawahan Valar walau mereka sesama Ainur.

mitologi LOTR - MaiarPara Valar dan Maiar bersemayam di istana kediaman mereka di daerah perairan sebelah barat Middle-Earth yang disebut sebagai Valinor (tanah para Valar) yang juga di sebut sebagai tanah keabadian.

3. Elf, Manusia, Dwarf dan Orc
Dengan terbentuknya Arda dan menempatkan Ainur di sana, Eru Ilúvatar berencana untuk menciptakan penduduk asli untuk berdiam di Arda yag disebut sebagai Anak-Anak Ilúvatar. Pada saat itu Valar bidang pengerajin, pertukangan dan pandai besi bernama Aulë tak sabar menunggu terciptanya anak-anak Ilúvatar dan bermaksud membangkitkan ciptaannya sendiri yang kelak disebut sebagai Dwarf (kurcaci) untuk diajarkan keahliannya bertukang. Eru mengetahui hal ini tapi meminta Aulë tidak membangkitkan Dwarf sebelum Anak-Anak Ilúvatar dibangkitkan terlebih dahulu.

Elf adalah Anak-Anak Ilúvatar yang pertama yang dibangkitkan Eru. Elf dibangkitkan sebagai makhluk Arda yang paling sempurna secara fisik, rohani, kemampuan cita-rasa hingga keabadian. Elf pertama yang dibangkitkan ada tiga pasangan suami-istri yaitu Imin dan Iminyë, Tata dan Tatië, Enel dan Enelyë. Masing-masing pasangan tersebut membentuk 3 klan utama Elf yaitu Vanyar (keturunan Imin dan Iminyë), Noldor (keturunan Tata dan Tatië) dan Telerie (keturunan Enel dan Enelyë).

Mitologi Lord of The Rings - elf.jpg

Elf tidak bisa tua dan mati. Kalaupun Elf terbunuh, hanya jasadnya saja yang rusak tetapi arwah Elf tetap abadi di Arda dan bersemanyam di Valinor.

Anak-Anak Ilúvatar yang dibangkitkan setelah Elf adalah Manusia. Manusia tidak memiliki segala kelebihan yang dimiliki oleh Elf, tapi Eru memberikan Manusia sebuah anugerah yang tak dimiliki oleh Elf yaitu maut. Walaupun Eru menyebut kematian sebagai anugerah, kebanyakan Manusia dan Elf menganggap menjadi tua dan mati sebagai kutukan bagi manusia.

Berbeda dengan Elf yang jika mati arwahnya akan pergi ke Valinor, Manusia yang mati arwahnya pergi ke tempat yang tidak diketahui siapapun walaupun oleh Valar sekalipun. Hanya Eru yang tahu kemana perginya arwah Manusia.

mitologi LOTR - Eowyn and Faramir

Setelah dua Anak-Anak Ilúvatar dibangkitkan oleh Eru untuk menghuni Middle-Earth, Aulë diijinkan membangkitkan ciptaannya tujuh Dwarf pertama dari ruangan batu dibawah permukaan bumi. Karena Dwarf diciptakan oleh Valar, tentunya Dwarf tak sesempurna Elf dan Manusia ciptaan Eru Ilúvatar. Hanya saja Dwarf memiliki kelebihan pengetahuan dalam hal pertukangan dan pandai besi hasil didikan sang Valar Aulë. Karena para Dwarf dibangkitkan di bawah tanah, mereka terbiasa tinggal di sana dan membuat kerajaan Dwarf di bawah permukaan bumi.

mitologi LOTR - dwarves

Sejarah terciptanya Orc sebenarnya tidak terlalu jelas, tapi bisa dipastikan adanya campur tangan Melkor karena Melkor berniat menghimpun pasukan untuk menguasai Middle-Earth dari tangan Elf dan Manusia. Salah satu sumber menyatakan Orc diciptakan dari Elf (dan juga manusia) generasi awal yang ditangkap oleh Melkor, disiksa dan dimanipulasi untuk dijadikan kelinci percobaan pembentukan tentara bagi Melkor. Sedangkan Goblin disebut Tolkien sebagai jenis Orc dengan tipe yang sedikit berbeda ukurannya.

4. Morgoth
Seperti halnya Ainur yang lain, Melkor juga datang ke Arda tapi dia berambisi untuk menguasai Arda untuk dirinya sendiri. Untuk menjalankan misinya tersebut, Melkor telah membujuk Ainur lainnya agar mau bekerja bagi dirinya sebelum mereka datang ke Arda. Karena seluruh Valar tak ada yang kena bujukannya, Melkor mengalihkan perhatiannya pada Maiar. Cukup banyak Maiar yang terpengaruh oleh Melkor diantaranya Balrog (ingat raksasa berapi yang menyeret Gandalf ke jurang bawah tanah dalam The Fellowship of the Ring), dan termasuk juga salah satu Maiar terkuat di Valinor bernama Sauron, yang saat itu merupakan pembantu dari Valar Aulë.

Ketika berselisih dengan para Valar lainnya di Valinor, Melkor dan para pendukungnya melarikan diri dari Valinor dan mendirikan markas dan benteng di Middle-Earth serta menjadi penguasa di sana.

Setelah Elf dan Manusia dibangkitkan dan mendiami Middle-Earth, kekuasaan Melkor jadi terusik dan Melkor mulai mengganggu para anak-anak Ilúvatar. Terjadilah bentrok antara Melkor dan Valar yang ingin melindungi anak-anak Ilúvatar dan berakhir dengan dihancurkannya markas Melkor di Middle-Earth serta ditangkapnya Melkor. Melkor dikurung di Valinor dalam kurun waktu cukup lama hingga dianggap bersih dari kejahatan dan dibebaskan.

mitologi LOTR - morgoth

Sayangnya anggapan para Valar tentang Melkor yang bersih dari pengaruh jahat ternyata salah, dan Melkor yang dibebaskan oleh Valar kali ini malah mampu mengacau Valinor dari dalam. Melkor menghancurkan sumber cahaya dunia dua pohon Valinor, mencuri batu Silmaril, dan membunuh raja Elf klan Noldor yang tinggal di Valinor. Setelah membuat kekacauan, Melkor melarikan diri ke Middle-Earth dan disambut oleh pembantu utamanya Sauron yang telah menyiapkan markas dan benteng baru. Hal ini membuat Elf klan Noldor bersumpah untuk membalas dendam dan pergi ke Middle-Earth untuk berperang melawan Melkor dan pasukannya. Pada saat itu putra raja Elf Noldor yang terbunuh memanggil Melkor dengan nama Morgoth yang berarti Musuh Dunia Kegelapan, dan nama Morgoth lebih dikenal bagi para penduduk Middle-Earth.

Setelah peperangan yang mengakibatkan banyak kepedihan bagi Elf klan Noldor, Morgoth tetap tak terkalahkan. Seorang blasteran setengah Elf-Manusia bernama Eärendil nekad berlayar menuju barat dan datang ke Valinor memohon bantuan Valar untuk menolong Elf dan Manusia bertempur melawan Morgoth. Akhirnya Valar mengizinkan para Elf klan Vanyar, klan Noldor yang tersisa dan klan Teleri untuk datang ke Middle-Earth demi menumpas Morgoth. Saat itu Manusia sendiri terbelah menjadi 2 bagian, setengah membela Elf (disebut Edain) dan setengah lagi membantu Morgoth (dipanggil Easterling).

Dalam War of the Wrath, bala tentara Morgoth berhasil ditumpas, sisanya tercerai berai melarikan diri, dan Morgoth berhasil ditangkap. Karena Morgoth termasuk golongan Ainur yang tak bisa dibunuh, para Valar memutuskan untuk membuang Morgoth ke dalam The Void (semacam lubang hitam dimana tak ada cahaya maupun kekuatan yang bisa digunakan) untuk selamanya. Sauron sendiri berhasil lolos dari tangkapan pasukan gabungan Elf dan manusia. Suatu hari nanti dengan pengetahuan yang didapatkannya ketika mengabdi pada Valar Aulë, Sauron akan membuat One Ring yang akan menjadi bahan pertikaian dalam trilogi The Lord of The Ring.

mitologi LOTR - ring

5. Elrond dan Elros
Blasteran Elf-Manusia seperti adanya Eärendil tak banyak muncul di dunia Middle-Earth. Setelah perang penaklukan Morgoth, Raja Valar Manwë memutuskan keturunan Elf-Manusia ini akan diminta untuk menentukan pilihan hidup mereka: Menjadi Elf yang abadi atau memilih sebagai Manusia yang bisa mati. Jika memilih Elf, hidupnya akan abadi dan anak keturunannya juga harus memilih menjadi Elf atau Manusia. Jika memilih Manusia, hidupnya tidak abadi dan anak keturunannya juga terlahir sebagai manusia.

Eärendil menikah dengan sesama blasteran Elf-Manusia yang bernama Elwing dan memiliki 2 anak kembar yaitu Elrond dan Elros. Elwing memilih menjadi Elf, Eärendil sendiri sebenarnya lebih memilih hidup sebagai manusia tetapi akhirnya memilih menjadi Elf demi menemani istrinya. Anak kembar mereka memilih jalan belainan.

mitologi LOTR - Elrond and Elros

Elrond memilih tetap sebagai Elf yang abadi. Elrond mempunyai 3 orang anak yang nantinya juga mewarisi kewajiban memilih sebagai Elf atau manusia yaitu sepasang putra kembar Elladan dan Elrohir, dan seorang anak perempuan Arwen yang nantinya memilih sebagai manusia untuk menemani suaminya Aragorn, raja Gondor dan Arnor.

Kembarannya Elros memilih untuk hidup sebagai manusia. Elros mendirikan kerajaan Númenor bersama Manusia Edain dan menjadi raja pertama Númenor. Keturunan Elros dikemudian hari nanti akan menjadi penguasa Gondor dan Arnor. Karena Elros sendiri masih memiliki darah Elf, keturunannya juga memiliki umur lebih panjang dibanding manusia biasa dan lambat menjadi tua. Aragorn sendiri wafat pada umur 210 tahun setelah menjadi raja selama 120 tahun. Stewards of Gondor sendiri juga merupakan keturunan dari Elros walaupun bukan keturunan dari garis darah para raja Gondor dan Arnor, sehingga Boromir dan Faramir juga memiliki umur lebih panjang dari manusia biasa.

6. Wizard
Walaupun Sauron berhasil dikalahkan dalam War of the Last Alliance, One Ring tidak hancur dan masih tetap eksis sehingga para Valar merasa khawatir dengan kekuatan manusia untuk menghadapi kelicikan Sauron walaupun dia telah kehilangan jasad fisiknya. Akhirnya para Valar memutuskan untuk mengirim 5 orang Maiar ke Middle-Earth untuk menolong manusia, meluruskan jalan mereka dan memberi bantuan pengetahuan dan moral untuk menghadapi Sauron.

mitologi Lord of the rings 4 - maiar - sourun

Kelima Maiar ini datang ke Middle-Earth dengan menggunakan perawakan tubuh orang tua berjenggot memakai bertongkat. Masing-masing dari mereka memakai jubah dengan warna berbeda sehingga mereka dikenal dengan nama julukan The White, The Grey, The Brown dan The Blue. Sebagai Maiar, tentu saja mereka berlima memiliki kekuatan supranatural dan manusia memanggil mereka dengan julukan Wizard (penyihir). Walaupun sesama Maiar, kekuatan kelima Wizard ini tak ada yang bisa menandingi Sauron karena Sauron termasuk golongan Maiar yang paling kuat (walaupun tak sehebat Valar yang paling lemah sekalipun).

Hanya ada 3 Wizard yang muncul di buku yaitu Saruman The White, Gandalf The Grey dan Radagast The Brown. Sisa 2 Wizard yang dikenal sebagai sepasang Blue Wizard tidak muncul karena mereka berada jauh di timur Middle-Earth sejak datang dari Valinor.

7. Epilog
Setelah kejadian War of the Ring yang diakhiri kehancuran total Sauron (seperti halnya Morgoth, Sauron juga dibuang ke The Void) dan diangkatnya Aragorn menjadi raja Gondor dan Arnor, kehidupan Middle-East mulai kembali normal. Hampir seluruh Elf berlayar pulang dan kembali ke Valinor bersama semua pembawa The One Ring yang masih hidup. Setelah semuanya selesai, para Valar memutuskan untuk menutup jalan menuju Valinor agar para penduduk Middle-Earth tak bisa lagi berlayar pergi menuju Valinor di barat. Valar meminta Eru Ilúvatar untuk mentautkan ujung Arda di ufuk barat dengan ujung Arda di ufuk timur, sehingga jika ada yang berlayar ke arah barat untuk mencari Valinor akan kembali dari arah timur. Dengan demikian Arda yang tadinya datar berubah bentuk menjadi bulat, dan sejak itu dimulailah era para Manusia di muka bumi.

NB: Sebenarnya kejadian membulatnya Arda ada dalam cerita sebelum peristiwa War of the Ring, hanya saja time-line jadi agak aneh sehingga kupindahkan ke bagian akhir cerita. Silahkan baca kisah lengkapnya di Akallabêth

****

Tentang SILMARILLION

Pada dasarnya, The Silmarillion berisi sejarah Middle-earth, mulai dari penciptaannya sampai pada kejadian sebelum event di The Hobbit dan LotR. Silmaril sendiri, yang menjadi judul dari buku ini, adalah perhiasan yang diciptakan oleh seorang Elf dengan menggunakan cahaya Valar sebagai intinya. Silmaril ini kemudian menjadi penggerak plot cerita kita.

The Silmarillion terdiri dari lima bagian, yaitu:

1. Ainulindalë
Ini mengisahkan tentang penciptaan Middle-earth. Eru, yang juga disebut sebagai Ilúvatar, menciptakan para Ainur, semacam malaikat-malaikatnya. Ia memberi mereka kekuatan dan mengajarkan mereka untuk menciptakan musik dari sebuah tema yang ditujukannya. Salah satu dari Ainur itu adalah Melkor, yang kepadanya Eru memberikan pengetahuan dan kekuatan yang lebih besar. Melkor memberontak dan berhasil menghasut sebagian besar Ainur untuk memihak padanya (macam Lucifer yang memberontak dan menghasut sepertiga malaikat). Melkor berhasil dikalahkan dan dibuang bersama para pengikutnya. Eru kemudian menunjukkan penglihatan tentang Arda, dunia baru yang diciptakannya. Para Ainur kemudian memutuskan untuk turun dan memerintah di Arda. Ainur dengan kedudukan lebih tinggi disebut Valar, sementara mereka dengan kedudukan lebih rendah disebut Maiar. Tugas mereka adalah mempersiapkan Arda bagi ras Men dan Elves, sementara Melkor berusaha menghancurkannnya.

mitologi LOTR - Middle Earth map 2

2. Valaquenta
Ini menjelaskan tentang tiap Valar dan Maiar beserta tugas mereka di Arda. Disini juga diceritakan tentang bagaimana Melkor berhasil menghasut sebagian dari Maiar — termasuk di dalamnya yang akan kita kenal sebagai Sauron dan Balrog.

3. Quenta Silmarillion
Ini mengisahkan tentang benda yang menjadi judul buku ini, Silmaril. Sejarahnya cukup panjang dan bikin pusing sebenernya, terlebih karena ini adalah bagian paling banyak di buku ini. Untuk mempersingkat cerita, kita langsung maju ke saat Elves sudah diciptakan dan menghuni Arda. Ada empat suku Elves, yaitu Sindar, Vanyar, Noldor, dan Teleri. Para Elves diundang untuk tinggal di Aman, sebuah benua tempat Valar tinggal di tempat terpisah bernama Valinor. Melkor dipenjara di Valinor. Suku Sindar tetap tinggal di Middle-Earth, di bawah pimpinan Raja Thingol dan ratunya, Melia, seorang Maiar.

mitologi LOTR - Silmarils

Di Aman, Fëanor, putra Finwë, menempa perhiasan yang disebut Silmarils dengan cahaya Dua Pohon (Two Trees) yang ada di Valinor. Dikatakan bahwa setelah Melkor berpura-pura menyesal dan bertobat, ia menciptakan kekacauan di antara para Elves, menghancurkan Two Trees, dan mencuri Silmaril. Fëanor bersumpah, bersama keluarganya, untuk merebut kembali Silmaril dan akan menghancurkan Melkor beserta siapapun yang berusaha melawan mereka dalam upaya merebut kembali Silmaril.

4. Akallabêth
Ini mengisahkan tentang kebangkitan dan kejatuhan pulau kerajaan Númenor yang dihuni oleh bangsa Dúnedain — tiga keluarga Men yang membantu kaum Elves dalam perang melawan Morgoth (nama lain Melkor) yang dihadiahi pulau tersebut beserta karunia kebijaksanaan, kekuasaan, dan panjang umur dari para Valar. Disini kita juga akan melihat kebangkitan Sauron, pelayan paling setia Morgoth, menjadi kekuatan kegelapan paling menakutkan di Middle-earth.

5. Lord Of the Rings of Power and the Third Age
Ini mengisahkan tentang kejadian-kejadian yang menuntun kita pada kisah di The Hobbit dan The Lord of the Rings.

6. Pembagian waktu
Dunia tengah atau Middle Earth mempunyai 4 pembagian waktu, yaitu :

1. Dark Age (zaman kegelapan)
Dunia masih gelap gulita pada zaman ini. Dark age berakhir ditandai dengan lahirnya Matahari dan bulan, serta kelahiran manusia pertama.

2. First Age (zaman pertama)
Second Age ditandai dengan dikalahkannya Melkor oleh gabungan antara Elves, Dwarves dan kaum Manusia. Perang dahsyat ini dikenal dalam sejarah dengan nama The War of Wrath. Saking dahsyatnya perang ini bentuk Middle Earth berubah (ada beberapa daratan yang hilang gara2 perang).

3. Second Age (zaman kedua)
Ini adalah masa terpanjang di Middle Earth, disini peran Sauron mulai keliatan, setelah kekalahan Melkor pada War of Wrath, Sauron menggantikan Melkor menjadi Dark Lord. Nah di LOTR ada adegan Isildur memotong jari Sauron kan? ampe The One Ring (cincin Precious) akhirnya ditemukan oleh Bilbo Baggins – nonton The Hobbit aja gan) berakhirnya Second Age ditandai kekalahan sementara Sauron dalam War of Last Alliance. (Cuma sementara lo)

4. Third Age (zaman ketiga)
Zaman ketiga ini adalah setting dimana semua kejadian di LOTR terjadi gan, berakhirnya jaman ketiga ditandai dengan runtuhnya Mordor dan Hancurnya The One Ring ditangan Frodo Baggins. Apa perlu di jelasin juga tentang LOTR The Fellowship of The Ring ampe LOTR The Return of The Kings?

5. Forth Age (zaman keempat)
Di zaman ini semua ras Elves, Dwarves, Manusia, Hobbit, bangsa Ent DKK hidup damai sentosa. Orc, Goblin, Dwarg serta seluruh antek-antek Sauron pada sembunyi di goa-goa. Jangankan menunjukkan batang hidungnya di Middle Earth, saling menyapa dengan sesama Orc saja mereka takut.

*****

QUENTA SILMARILLION: Sejarah Silmarillion

1) Tentang Permulaan Zaman
Dikisahkan bahwa Perang Pertama dimulai bahkan sebelum Arda selesai dibangun dan belum ada yang tumbuh dan berjalan di permukaannya dan untuk sekian lama Melkor selalu menang. Tapi di tengah-tengah pertempuran, datanglah spirit dengan kekuatan hebat dan keberanian besar membantu para Valar demi mendengar adanya perang di Kerajaan Kecil; dan Arda dipenuhi oleh suara tawanya. Demikianlah Tulkas Sang Perkasa datang, yang mana murkanya laksana angin kencang yang membuyarkan awan dan kegelapan yang melingkupi Arda; dan Melkor melarikan diri dari kemurkaan dan tawa Tulkas, dan meninggalkan Arda, dan akhirnya ada kedamaian untuk waktu yang lama. Tulkas kemudian menetap dan mejadi salah satu Valar di Kerajaan Arda, tapi Melkor merutuk dalam kegelapan dan membenci Tulkas sejak saat itu.

Di masa damai itu para Valar membenahi lautan, daratan dan pegunungan, dan Yavanna akhirnya bisa menanam benih yang sudah lama ia rancang. Dan di saat api-api padam atau terkubur dalam bukit-bukit purba, dibutuhkanlah cahaya. Atas permohonan Yavanna, Aulë menempa dua lampu besar untuk penerangan Middle-earth yang dibangun di tengah lautan. Kemudian Varda mengisi lampu-lampu itu dengan cahaya dan Manwë mensucikannya dan para Valar menaruhnya di atar pilar-pilar yang tinggi dan megah, melebihi ketinggian gunung-gunung. Satu lampu pasang dekat sebelah utara Middle-earth dan diberi nama Illuin dan satunya lagi dipasang di selatan dan diberi nama Ormal. Cahaya dari Lampu-lampu para Valar menerangi Bumi, sehingga semuanya terang seperti hari yang tak pernah berganti.

Kemudian bibit yang ditanam Yavanna dengan cepat menjadi tunas dan berkembang dan kemudian munculah beragam tumbuhan besar dan kecil, lumut, rumput dan pakis besar, serta pepohonan yang pucuknya bermahkota awan bagaikan pegunungan hidup, tapi akarnya diselimuti dalam temaram hijau. Dan hewan liar muncul dan hidup di ladang rumput atau di sungai-sungai dan danau-danau, atau berjalan dalam hutan. Sementara ini belum ada bunga yang berkembang atau burung yang berkicau karena mereka masih menunggu saatnya dalam sanubari Yavanna, namun imajinasi Yavanna sangatlah kaya dan tidak ada tempat lain yang lebih subur dari bagian paling tengah Bumi, di mana cahaya kedua Lampu bertemu dan membaur. Dan di sanalah, di Pulau Almaren di Great Lake, tempat tinggal pertama para Valar ketika semua masih muda dan warna hijau yang baru dibuat merupakan keajaiban di mata para pembuatnya, dan mereka puas untuk waktu yang lama.

Suatu saat ketika para Valar beristirahat dari pekerjaan mereka sambil mengamati pertumbuhan dan berkembangnya segala sesuatu yang sudah mereka rancang dan mulai, Manwë memerintahkan pesta besar dan para Valar beserta pengawal mereka datang memenuhi panggilannya. Tapi Aulë dan Tulkas letih karena ketrampilan Aulë dan kekuatan Tulkas dikeluarkan tanpa henti sejak mereka mulai bekerja. Melkor mengetahui apa saja yang sudah dilakukan para Valar, karena ia punya teman rahasia dan mata-mata di antara para Maiar yang bekerja untuknya. Jauh dalam kegelapan Melkor diliputi kebencian dan kecemburuan hasil kerja para Valar, yang dia inginkan untuk menjadi taklukannya. Maka dikumpulkanlah para spirit dari luar Eä yang telah disesatkan untuk menjadi pengikutnya dan dia merasa dirinya sudah kuat. Merasa waktunya telah tiba, mendekatlah dia ke Arda dan saat melihat dari atas keindahan Bumi di musim Semi, hal ini semakin mengisinya dengan kebencian.

Para Valar berkumpul di Almaren tanpa rasa kuatir, dan karena cahaya Illuin mereka tidak melihat bayangan di Utara yang ditebarkan Melkor dari kejauhan, karena ia telah berubah menjadi segelap Malam dalam Kehampaan. Dan dikisahkan dalam lagu-lagu bahwa dalam Pesta Musim Semi Arda itu, Tulkas memperistri Nessa, adik Oromë, dan ia menari di hadapan para Valar di atas hamparan rumput hijau Almaren.

Kemudian Tulkas tidur, karena lelah dan puas dan Melkor merasa saatnya telah tiba. Maka ia menyelinap dari balik Dinding Malam dengan pasukannya, dan datang ke Middle-earth jauh di utara; dan para Valar tidak menyadarinya.

Kemudian Melkor mulai membangun benteng yang besar, jauh di dalam Bumi, di bawah pegunungan gelap di mana pancaran Illuin dingin dan redup. Benteng tersebut bernama Utumno, dan meski para Valar belum mengetahui keberadaannya, kejahatan Melkor dan hawar kebenciannya mengalir keluar, dan Musim Semi di Arda pun rusak. Tumbuhan hijau menjadi sakit dan busuk, sungai-sungai dipenuhi ganggang dan kotoran, rawa-rawa terbentuk, busuk dan beracun, menjadi tempat berkembang biak lalat, sarang ketakutan; dan hewan-hewan menjadi monster bertanduk dan mewarnai tanah dengan darah. Baru kemudian para Valar menyadari bahwa Melkor mulai berulah lagi dan mereka mencari tempat persembunyiannya. Tapi Melkor yang sangat yakin dengan kekuatan Utumno dan para pembantunya, tiba-tiba melancarkan serangan terhadap para Valar yang belum siap. Melkor menyerang Illuin dan Ormal, meruntuhkan pilar-pilar dan memecahkan lampunya. Saat meruntuhkan pilar-pilar tersebut, daratan patah dan laut mengamuk; dan saat lampu-lampu tersebut pecah, api yang merusak merebak ke penjuru Bumi. Bentuk Arda dan simetri lautannya pun rusak saat itu, hingga rancangan pertama para Valar tidak bisa lagi dipulihkan.

Dalam kekalutan dan kegelapan Melkor melarikan diri dan bersembunyi di Utumno, meskipun sebenarnya dia takut karena di atas amukan lautan dia mendengar suara Manwë sekencang angin dan tanah bergetar di bawah kaki Tulkas. Saat itu para Valar tidak bisa menangkapnya karena sebagian besar kekuatan mereka dibutuhkan untuk mengendalikan kekacauan Bumi dan menyelamatkan hasil karya mereka yang bisa diselamatkan dari reruntuhan; dan setelahnya mereka tidak berani membangun Bumi lagi, sampai mereka tahu di mana Anak-anak Ilúvatar akan bermukim, yang belum tiba saatnya untuk datang dan masih disembunyikan dari para Valar.

Maka berakhirlah musim Semi Arda. Tempat tinggal para Valar di Almaren hancur lebur, dan mereka tidak punya tempat tinggal yang permanen di muka Bumi. Karena itulah mereka meninggalkan Middle-earth dan pergi ke Land of Aman, di ujung paling barat daratan di perbatasan bumi, karena pantai baratnya menghadap Lautan Luar, yang disebut oleh kaum Elf Ekkaia, mengelilingi Kerajaan Arda. Seluas apa lautan itu tidak ada yang tahu selain para Valar; dan setelah itu adalah Dinding Malam. Pantai timur Aman adalah paling ujung Belegaer, the Great Sea di Barat dan sejak Melkor kembali ke Middle-earth sementara mereka belum berhasil menangkapnya, para Valar memperkuat kediaman mereka, dan di atas pantai-pantai Aman mereka membangun Pelóri, Pegunungan Aman, tertinggi di muka Bumi. Dan di antara pegunungan Pelóri terdapat puncak tertinggi di mana Manwë menetapkan tahtanya. Kaum Elf menyebutnya gunung suci itu Taniquetil dan Oiolossë Putih Abadi, dan Elerrína Bermahkota Bintang-bintang, dan banyak nama lagi; tapi kaum Sindar menyebut tempat itu dalam bahasa mereka sebagai Amon Uilos. Dari aula mereka di atas Taniquetil, Manwë dan Varda dapat melihat Bumi bahkan sampai ke ujung paling Timur.

Di balik dinding Pelóri para Valar menetapkan wilayah kekuasaan mereka di bagian yang disebut Valinor, dan di sanalah rumah-rumah, kebun-kebun dan menara-menara mereka. Di pulau yang dijaga itu para Valar mengumpulkan cahaya dan hal-hal yang terindah yang dapat diselamatkan dari runtuhan; dan banyak lagi hal-hal indah yang baru dibuat, dan Valinor menjadi lebih indah bahkan dibanding Middle-earth saat musim Semi Arda; dan tanah itu diberkati karena para Dewa tinggal di sana, dan tak ada yang memudar atau meranggas, juga tak ada noda di atas bunga atau daun di pulau itu, atau kebusukan atau penyakit atas semua yang hidup; karena semua batu dan airnya disucikan.

Ketika Valinor selesai dibentuk dan kediamana para Valar dibangun, di tengah-tengah dataran jauh dari pegunungan para Valar membangun kota mereka, Valmar dengan banyak lonceng. Di hadapan gerbang baratnya terdapat anak bukit hijau, Ezellohar, yang juga disebut Corollairë; dan Yavanna memberkatinya, dan ia duduk di sana di atas hamparan rumput hijau dan menyanyikan lagu kekuatan, yang mana di dalamnya terkandung semua buah pikirannya atas segala sesuatu yang tumbuh di bumi. Tapi Nienna merenung dalam sunyi, dan menyirami anak bukit tersebut dengan air matanya. Saat itu para Valar berkumpul untuk mendengar lagu Yavanna, dan mereka duduk dalam keheningan dalam singgasana dewan in Máhanaxar, Lingkaran Takdir dekat gerbang emas Valmar dan Yavanna Kementári bernyanyi di hadapan mereka dan mereka mengamati.

Dan saat mereka mengamati, di atas anak bukit muncul dua tunas lampai; dan keheningan menyelimuti seluruh permukaan bumi saat itu, tidak ada suara apa pun terdengar kecuali nyanyian Yavanna. Di bawah pengaruh lagunya dua anak pohon tersebut tumbuh cantik dan berbunga; maka demikianlah Dua Pohon Valinor terbangun. Dari semua yang dibuat Yavanna, kedua pohon itulah yang paling mahsyur, dan mengenai nasib kedua pohon itulah semua kisah-kisah Jaman Eldar terajut.

Satu pohon berdaun hijau gelap yang di bawahnya berwarna perak berkilau, dan dari setiap bunganya yang tak terhitung, setetes embun bercahaya perak selalu jatuh, dan tanah di bawahnya tertutup oleh bayangan dedaunannya yang bergoyang. Pohon satunya lagi berdaun hijau muda seperti tunas yang baru terbuka, ujung-ujungnya berwarna emas berkilau. Bunga-bunganya yang bergoyang di tiap ranting dalam kelompok-kelompok berwarna kuning menyala, masing-masing berbentuk tanduk menyala yang meneteskan hujan emas ke tanah di bawahnya; dan bunga-bunga kedua pohon tersebut memancarkan kehangatan dan cahaya yang terang. Telperion sebutan untuk satu pohon itu di Valinor, dan Silpion, dan Ninquelótë, dan banyak lagi nama lainnya; sementara satunya disebut Laurelin, dan Malinalda, dan Culúrien, dan banyak nama lainnya lagi.

Selama tujuh jam masing-masing pohon bersinar penuh dan meredup kembali; dan tiap pohon bersinar satu jam sebelum pohon satunya meredup. Maka di Valinor terdapat dua waktu ketika cahaya lembut di mana kedua pohon meredup dan cahaya emas dan perak mereka berbaur. Telperion adalah pohon yang lebih tua dan tumbuh dan di jam di mana ia pertama bercahaya, fajar keperakan, para Valar menyebutnya Jam Pembukaan, dan menandai awalnya perhitungan masa kekuasaan mereka di Valinor. Maka pada jam keenam di Hari Pertama, dan di hari-hari berikutnya hingga Kegelapan Valinor, Telperion berhenti berbunga, dan pada jam keduabelas Laurelin. Dan tiap hari para Valar terdiri dari dua belas jam, yang berakhir dengan meredupnya cahaya, di mana Laurelin meredup namun Telperion berbunga. Namun cahaya yang terpancar dari kedua pohon bertahan lama, dan butiran embun Telperion dan hujan yang menetes dari Laurenin disimpan oleh Varda dalam bejana bagaikan danau berkilau, laksana sumur air dan cahaya. Maka dimulailah Hari-hari Ketentraman di Valinor, dan dimulai juga Penandaan Waktu.

Kemudian tiba saatnya yang ditetapkan oleh Ilúvatar untuk kedatangan the Firstborn, Middle-earth dilingkupi keremangan di bawah cahaya bintang yang diciptakan Varda di masa yang sudah terlupakan saat membangun Eä. Dan dalam kegelapan Melkor bersemayam, dan masih sering keluar dalam berbagai bentuk dan kekuasaan dan kengerian, dan ia menguasai dingin dan api, dari puncak-puncak pegunungan hingga perapian yang terdapat di bawahnya, dan segala jenis kekejian, kekerasan atau kematian merupakan hasil perbuatannya.

Dari keindahan dan ketentraman Valinor, para Valar jarang pergi melewati pegunungan ke Middle-earth, namun memberikan tanah yang terbentang melampaui Pelóri perhatian dan cinta mereka. Dan di tengah-tengah Kerajaan yang Diberkati terdapat rumah Aulë, dan di sana ia bekerja untuk waktu yang lama. Dalam pembuatan segala sesuatunya Aulë mengambil bagian utama, dan di sana ia membentuk banyak hal-hal yang indah dan bekerja baik secara terbuka dan diam-diam. Dari Aulë datanglah pengetahuan dan ajaran tentang Bumi dan hal-hal yang terkandung di dalamnya: apakah itu pengetahuan bagi mereka yang tidak membuat, tapi hanya ingin mengerti, atau pengetahuan seorang pengrajin: pemintal, pemahat kayu, dan pandai besi, juga petani dan peternak, meskipun yang terakhir ini dan semua yang berhubungan dengan sesuatu yang tumbuh dan berbuah juga harus menemui istri Aulë, Yavanna Kementári. Aulë lah yang disebut Sahabat kaum Noldor, karena dari dirinya mereka belajar banyak di kemudian hari, dan mereka adalah kaum yang paling terampil di antara para Elf; dan dengan cara mereka sendiri, mereka menambahkan banyak hal dari ajaran Aulë, sesuai bakat yang diberikan Ilúvatar kepada mereka. Kaum Noldor senang akan bahasa dan penulisan, dan dalam hal membentuk rajutan, lukisan dan pemahatan. Kaum Noldor juga yang pertama kali berhasil membuat permata, dan permata yang terindah adalah Silmarili, dan mereka hilang.

Manwë Súlimo, Vala tertinggi dan terkudus, duduk di perbatasan Aman, tanpa pernah melupakan Outer Lands dalam pikirannya. Tahtanya berada di puncak Taniquetil, tertinggi di antara gunung-gunung di dunia, berdiri di pinggir laut. Spirit dalam bentuk elang dan rajawali terbang hilir mudik di antara aulanya; dan mata mereka dapat melihat hingga ke kedalaman lautan, dan menembus gua-gua tersembunyi di bawah bumi. Begitulah mereka membawa kabar ke Manwë tentang apa yang terjadi di Arda; namun beberapa hal tersembunyi bahkan dari mata-mata Manwë dan para pelayan Manwë, karena di mana Melkor bertahta dalam pikiran gelapnya, bayangan yang tak dapat ditembus menaungi.

Manwë tidak pernah memikirkan kemuliaannya sendiri, pun tidak cemburu atas kekuasaan, melainkan memerintah semua dalam kedamaian. Vanyar adalah kaum elf yang paling dia cintai, dan darinya mereka mendapatkan lagu dan puisi; karena puisi adalah kesukaan Manwë dan lirik lagu adalah musiknya. Pakaiannya berwarna biru, dan biru pula api di matanya, dan tongkat kekuasannya terbuat dari safir, yang dibuat oleh kaum Noldor, dan ia ditunjuk sebagai patih Ilúvatar, Raja dunia para Valar, Elves dan Manusia, dan pimpinan pertahanan melawan kejahatan Melkor. Bersama Manwë tinggal Varda sang kirana, yang dalam bahasa Sindarin dijuluki Elbereth, Ratu para Valar, pembuat bintang-bintang mati, dan bersama mereka tinggal para spirit dalam ketentaraman.

Ulmo tinggal sendiri, dan ia tidak tinggal di Valinor, juga tidak pernah datang ke sana kecuali dibutuhkan dalam pertemuan penting; sejak awal ia tinggal di Outer Ocean, dan masih tinggal di sana. Dari sana ia mengatur semua aliran air, dan pasang surutnya, aliran sungai dan penambahan sumber-sumber air, menyaring semua tetes embun dan hujan di seluruh daratan di bawah langit. Di tempat-tempat dalam ia menuangkan pikirannya atas musik yang hebat dan mengerikan; dan gema musik tersebut menjalar melalui pembuluh-pembuluh dunia dalam kesedihan dan kegembiraan, yang mana kegembiraan tersebut berupa air mancur yang memancar di bawah sinar matahari, sementara mata air berada di sumur kesedihan jauh di dalam pondasi bumi yang tak terukur kedalamannya. Kaum Teleri belajar banyak dari Ulmo, dan karena inilah musik mereka mengandung kesedihan dan daya pikat mempesona. Salmar datang dengannya ke Arda, dialah yang membuat sangkakala Ulmo dan tak seorang pun yang pernah mendengar dapat melupakannya. Ossë dan Uinen juga datang bersama Ulmo ke Arda, dan mereka diberi kekuasan untuk mengatur gelombang dan arus Inner Seas, dan banyak lagi spirit lain yang tinggal bersama Ulmo. Maka atas kekuasaan Ulmo lah, kehidupan terus mengalir melalui celah-celah rahasia, bahkan di bawah kegelapan Melkor, dan Bumi tidak mati; dan bagi semua yang hilang dalam kegelapan atau berkelana jauh dari cahaya para Valar, telinga Ulmo tetap terbuka; juga ia tidak pernah mengabaikan Middle-earth, dan kehancuran atau perubahan apapun yang terjadi ia tidak pernah berhenti memikirkannya, dan tidak akan pernah hingga akhir jaman.

Di masa kegelapan itu Yavanna juga tidak mau begitu saja mengabaikan Outer Lands; karena semua yang tumbuh sangatlah disayanginya, dan dia meratapi pekerjaan yang sudah dimulainya di Middle-earth tapi dirusak Melkor. Maka kerap ia meninggalkan rumah Aulë dan padang rumput Valinor untuk menyembuhkan luka yang ditimbulkan Melkor; dan sekembalinya dari sana ia kan mendesak para Valar untuk memerangi kekuasan jahat Melkor yang harus mereka lakukan sebelum kedatangan the Firstborn. Dan Oromë sang penjinak hewan juga akan berkuda setiap saat dalam kegelapan hutan; sebagai pemburu kuat dia datang dengan tombak dan busur, memburu sampai mati monster-monster dan makhluk mengerikan dari kerajaan Melkor, dan kuda putihnya Nahar bersinar bagai perak dalam kegelapan. Maka Bumi yang sedang tidur bergetar di bawah derap tapak emasnya, dan dalam keremangan Oromë akan membunyikan sangkakalanya, Valaróma, di atas dataran Arda; yang gemanya memantul di pegunungan, mengusir kegelapan kejahatan, bahwa Melkor pun gemetar di Utumno, membayangkan angkara yang akan datang. Tapi setelah Oromë pergi, para hamba Melkor akan berkumpul kembali; dan daratan akan kembali dipenuhi oleh kejahatan dan tipu daya.

Sampai di sini segala hal mengenai tatanan Bumi dan para penguasanya di awal jaman sudah dijelaskan semua, sebagaimana bumi yang dikenal oleh Anak-anak Ilúvatar. Karena Elf dan Manusia adalah Anak-anak Ilúvatar; dan karena para Valar tidak sepenuhnya mengerti tema di mana Anak-anak tersebut masuk ke dalam Musik, maka tak satupun Ainur yang berani menambahkan rancangannya. Karena itulah para Valar menganggap diri mereka saudara tua dan pemimpin atas Anak-anak Ilúvatar, bukannya penguasa mereka; dan bahkan jika hubungan para Ainur dengan Elf dan Manusia mengeras sehingga memaksa saat mereka tidak mau dibimbing, jarang sekali hal ini berakhir baik, sebaik apapun maksud para Ainur. Hubungan para Ainur memang lebih banyak dengan Elf, karena Ilúvatar menciptakan pembawaan mereka mirip dengan para Ainur, meskipun lebih kecil dari segi kekuatan dan fisik; sedangkan kepada Manusia, ia memberikan karunia yang aneh.

Dalam hikayat disebutkan bahwa setelah kepergian para Valar kesunyian melanda, dan selama satu jaman Ilúvatar merenung sendiri. Kemudian dia berkata: ‘Aku mencintai Bumi, yang akan menjadi tempat tinggal untuk Quendi dan Atani! Quendi akan menjadi makhluk yang paling indah di antara makhluk bumi lainnya, dan mereka akan mendapatkan dan menerima dan memberikan lebih banyak lagi keindahan dibanding Anak-anakku yang lain; dan mereka akan mendapatkan kebahagiaan yang lebih besar di bumi ini. Namun untuk Atani aku akan memberikan berkah baru.’ Maka untuk memenuhinya hati Manusia harus mencari melampaui bumi dan mereka tidak akan mendapatkan ketenangan selama waktu itu; tapi mereka akan mendapatkan kebajikan yang membentuk hidup mereka, di tengah-tengah kekuasan dan perubahan dunia, melampaui Musik para Ainur, yang mana bagaikan takdir untuk segalanya; dan atas segala tindakan mereka semuanya menjadi, dalam bentuk dan perbuatan, usai, dan dunia terpenuhi sampai bagian akhir dan terkecil.

Ilúvatar tahu bahwa Manusia, yang ditempatkan di tengah kekacauan kekuasan di bumi, akan sering menyimpang, dan tidak akan menggunakan berkahnya dalam harmoni; dan dia berkata: “Dalam waktunya mereka kan mendapatkan bahwa semua yang mereka lakukakan pada akhirnya akan hanya menunjang kebesaran karyaku.’ Namun para Elf merasa bahwa Manusia sering kali merupakan duka bagi Manwë, yang tahu paling banyak pikiran Ilúvatar; karena menurut para Elf, Manusia lebih mirip Melkor dibanding Ainur yang lain.

Dengan satu berkah kebebasan inilah anak-anak Manusia hanya hidup dalam kurun waktu yang singkat, dan tidak terikat dengan bumi, dan meninggalkannya langsung, ke mana para Elf tidak mengatahuinya. Sebaliknya para Elf akan terus tinggal hingga akhir jaman, dan kecintaan mereka atas Bumi dan seluruh dunia lebih singular dan tajam, dan dengan bertambahnya tahun dengan lebih berduka. Karena Elf tidak mati sampai pijakan bumi mati, kecuali mereka terbunuh atau terlalu berduka (kematian para Elf bisa disebabkan oleh dua hal ini); pun usia mereka tidak akan melemahkan kekuatan mereka, kecuali jika sudah lelah melewati ribuan abad; dan dalam kematian mereka berkumpul di halls of Mandos di Valinor, dan dari sana mereka bisa kembali ke bumi. Namun anak-anak Manusia mati, dan meninggalkan dunia, sehingga mereka disebut Tamu, atau Orang Asing. Kematian adalah takdir mereka, berkah Ilúvatar, yang mana saat Waktu mengikis bahkan para Dewa akan iri. Namun Melkor menyelimuti berkah tersebut, dan mengutuknya dalam kegelapan, dan membawa kejahatan keluar dari kebaikan, dan ketakutan dari harapan. Namun dahulu kala para Valar menyatakan kepada para Elf di Valinor bahwa Manusia akan bergabung dalam Musik Ainur Kedua; di mana Ilúvatar belum membeberkan apa kehendaknya bagi para Elf setelah akhir Jaman, dan Melkor pun tidak mengetahuinya.

*****

CONCERNING ISTARI (WIZARDS/PENYIHIR)

Di Zaman Ketiga (Third Age) sekitar seribu tahun (setelah perang Last Alliance di mana Isildur menaklukkan Sauron dan mengambil cincinnya), bayang-bayang kejahatan mulai menghantui Greenwood (yang kemudian jadi disebut Mirkwood). Saat itu datanglah para Istari atau Wizard ke Middle-earth. Mereka datang jauh dari barat dan adalah utusan yg dikirim untuk menandingi Sauron dan menyatukan semua yang ingin melawannya. Tapi para wizard ini dilarang menyamai kekuatan Sauron untuk mengalahkannya, dan tidak boleh berusaha menguasai Manusia atau Elf, baik dengan kekuatan atau dengan rasa takut.

Para wizard datang dalam wujud Manusia meski mereka tak pernah muda dan proses penuaannya lambat sekali. Pikiran dan tangan mereka terampil. Hanya segelintir yang diberitahu siapa nama mereka. Kebanyakan mengenal mereka dengan julukan yang diberikan kaumnya (Gandalf misalnya, bilang, “Namaku bermacam-macam di banyak negeri. Mithrandir di antara elf, Tharkun di antara dwarf, aku Olorin di masa muda yang terlupakan di Barat, di Selatan aku Incanus, dan di Utara Gandalf. Aku tidak pergi Timur”).

Dua yg tertinggi ordo ini (Heren Istarion, Quenya: Order of Wizards) dikenal kaum elf dng nama Curunir (Man of Skill, maksudnya jago engineering) dan Mithrandir (Pengembara Kelabu). Oleh ras Manusia di Utara (keturunan Numenor dan Rohirrim), Curunir dikenal sebagai Saruman, Mithrandir sebagai Gandalf.

1) Dari bab The Istari, Unfinished Tales:
Pertama kali datang ke Middle-earth, para wizard berkelana dengan samaran sederhana, seperti manusia yang sudah tua tapi masih sehat, pengembara yang mengumpulkan informasi tentang Middle-earth dan penghuninya, tanpa mengungkap tujuan dan kekuatannya. Para manusia jarang melihat mereka dan tidak terlalu peduli.

Lalu bayang-bayang Sauron mulai mengembang dan kembali mengambil wujud, dan para wizard jadi makin aktif berusaha menandingi meluasnya pengaruh Sauron dan memobillisir elf dan manusia agar waspada. Mulai muncul berbagai gosip tentang pengembaraan dan campur tangan mereka, dan manusia sadar mereka tidak pernah mati dan tetap kelihatan sama. Karena itu manusia mulai takut pada mereka meski tetap hormat, dan mengira para wizard ini elf (karena memang sering tampak bersama-sama elf).

Tapi sebenarnya mereka datang dari seberang lautan dari ujung barat, walau awalnya hanya Cirdan, penguasa Grey Havens (pelabuhan tempat elf berlayar ke Undying Land), yang tahu karena sempat melihat mereka mendarat di pantai. Para wizard diutus Valar, dengan restu Eru Iluvatar, ketiksa Sauron mulai bangkit lagi, untuk memberi perlawanan.

Para wizard “berbusana” tubuh manusia, sungguhan, bukan ilusi, dan karenanya bisa merasakan sakit, letih, dan takut seperti manusia. Ini dilakukan Valar sebagai koreksi atas kesalahan mereka dulu, waktu berusaha melindungi dan mengisolasi para elf dengan menunjukkan wujud asli mereka dengan segala kekuatan dan keindahannya.

Jadi para wizard utusan valar ini dilarang mengungkapkan wujud aslinya, atau berusaha mengendalikan pikiran elf dan manusia dengan memamerkan kekuatan, tapi datang dengan sosok sederhana dan lemah dan diminta memberi nasihat atau membujuk elf dan manusia menuju kebaikan, sambil berusaha menyatukan ras-ras yang kemungkinan bisa dikuasai dan dihasut Sauron kalau sampai bangkit lagi.

Yang pertama datang berpenampilan agung, dng rambut hitam dan busana putih. Keterampilan tangannya luar biasa. Ada dua berjubah biru laut, satu berjubah cokelat tanah, dan terakhir datang yang kelihatannya paling lemah, badannya tidak setinggi yang lain tapi kelihatan lebih tua, berambut dan berjubah abu-abu dan berdiri ditopang tongkat. Tapi sejak pertama melihatnya, Cirdan merasa yang terakhir inilah yang terkuat dan terarif, dan ia menyambut dng hormat dan memberikan cincinnya Narya dng pesan, “Tugas dan bahaya besar menunggu di depanmu dan kalau tugasmu terlalu berat dan melelahkan, bawa cincin ini untuk membantu dan meringankan bebanmu. Cincin ini dititipkan padaku untuk dirahasiakan, tapi di sini tidak berguna. Kurasa dalam waktu dekat cincin ini sebaiknya dipegang tangan yang lebih mulia, yang bisa menggunakannya untuk mengobarkan keberanian.” Si utusan abu-abu menerima cincin itu dan merahasiakannya, tapi si utusan putih (yang ahli mengungkap rahasia) akhirnya tahu, dan karena itu ia menyimpan dendam yang pada waktunya akan tampak.

Tidak banyak yg diketahui ttg Blue Wizard (Ithryn Luin). Bersama Curuni mereka pergi ke Timur tapi tak pernah kembali. Tidak ada yang tahu apakah mereka menjalankan misinya di sana, atau binasa, atau, seperti dituduhkan sebagian orang, dijebak oleh Sauron menjadi budaknya. Bukan mustahil ini terjadi, karena, para Istari yg bertubuh manusia ini bisa menyeleweng dari tujuan, melakukan kejahatan dan melupakan kebaikan karena memburu kekuatan untuk melakukan kebaikan.

Karena berbalut tubuh manusia para Istari harus mulai belajar banyak hal dari awal lagi lewat pengalaman, dan kenangan tentang Blessed Realm (Undying Land) tampak seperti bayangan di kejauhan, yang akan mereka rindukan selama masih setia pada misinya.

Chris Tolkien menambahkan, ada draft tulisan tangan ayahnya ttg rapat para Valar yang dipimpin Manwe, yang memutuskan akan mengirim tiga utusan. “Siapa harus berangkat? Mereka harus sakti, setara Sauron, tapi tidak boleh memakai kekuatan dan harus berbaju darah dan daging supaya bisa setara dan dipercaya elf dan manusia.” Hanya dua yang maju: Curumo pilihan Aule, dan Alatar kiriman Orome.

Lalu Manwe bertanya, “Mana Olorin?” Dan Olorin, yang berbaju abu-abu dan baru pulang dari perjalanan bertanya apa keinginan Manwe. Manwe jawab ia mau Olorin jadi utusan ketiga ke Middle-earth (alasan Manwe karena Olorin sayang pada elf yang tetap tinggal di Middle-earth). Olorin bilang ia terlalu lemah untuk amanat itu dan takut akan Sauron. Lalu Manwe bilang itu justru alasan kenapa ia harus berangkat.

Oret-oretan Tolkien ini berakhir dengan: “Curumo (Saruman) membawa Aiwendil (Radagast) karena Yavanna (istri Aule) meminta, dan Alatar membawa Pallando sebagai teman.

Lalu ada tabel:

Olorin — Manwe dan Varda
Curumo — Aule
Aiwendil — Yavanna
Alatar — Orome
Pallando — Orome (sebelumnya tertulis Pallando — Mandos dan Nienna)

Sauron sendiri adalah maia dari Aule. Mungkin kenyataan bahwa Saruman “terpaksa” membawa Radagast inilah yg membuatnya sangat melecehkan Radagast.

Oh, ini menarik, tentang Gandalf. Disebutkan di Silmarillion bahwa ia tinggal di Lorien di Valinor, dan meski ia sayang pada kaum elf, ia bergerak tak terlihat di antara mereka, atau dalam wujud serupa mereka, dan para elf ini tidak tahu dari mana datangnya visi keindahan atau gagasan bijak yang ia simpan di hati mereka.

Makna nama:
Tharkun (Gandalf) — , dwarvish, lelaki bertongkat
Incanus (Gandalf) — harad, mata2 dari utara
Radagast — old numenorean, pengasuh satwa
Aiwendil — elvish, pecinta burung

Extra, dari History of Middle-earth (HOME) vol. 12: The Peoples of Middle Earth.

Dari manuskrip tulisan tangan yang menyoal pendaratan wizard di Middle-earth. Tolkien nulis di atasnya: “Apakah Glorfindel bersama mereka?” Lalu teksnya sama seperti yang di Unfinished Tales, berakhir dengan “Saruman yang paling kuat.”

Yang menarik, di balik oret2an ini, ada oret-oretan lagi yang nyaris tak terbaca:

“Tidak ada tercatat nama untuk dua wizard ini. Mereka tidak pernah tampak atau dikenal di wilayah sebelah barat Mordor. Wizard tidak datang bersamaan. Mungkin Saruman, Gandalf, Radagast datang bareng, tapi kemungkinan besar Saruman sang pimpinan (yang sangat bangga dng fakta itu) datang sendiri pertama kali. Mungkin Gandalf dan Radagast datang bersamaan… Glorfindel juga bertemu Gandalf di pelabuhan. Keberadaan dua wizard lainnya hanya diketahui Saruman, Gandalf dan Radagast, dan ketika Saruman, dm keadaan berang, menyebut ada lima wizard (di buku Two Towers saat adu argumen dng Gandalf di gerbang Orthanc) ia sebetulnya membocorkan informasi rahasia.”

Catatan lain di kertas yang sama lebih mentah lagi dan lebih sulit dibaca:

“Dua ‘yang lain’ datang jauh lebih awal, ketika keadaan jadi makin gawat di Second Age, mungkin pada waktu yang sama dng Glorfindel. Glorfindel dikirim untuk membantu Elrond dan (meski tidak disebut) akan jadi sosok utama dalam perang di Eriaodr. Dua Istari lainnya dikirim dng tujuan berbeda. Morinehtar (Darkness-slayer) dan Romestamo (East-helper), tugas mereka menyusup membawa bantuan untuk suku-suku manusia yang memberontak terhadap pemujaan Melkor, memprovokasi perlawanan, dan setelah Sauron jatuh pertama kali (mungkin maksudnya ketika Sauron kalah di Battle of Last Alliance) mencari tempat persembunyiannya (meski gagal), serta menyebabkan perseteruan dan kekacauan di wilayah Timur di bawah bayang-bayang kekuasaan Sauron. Mereka pasti punya pengaruh sangat besar dlm sejarah Second dan Third Age, berperan sangat penting dlm melemahkan dan mengacaukan kekuatan kubu Timur yang jika dibiarkan bisa mengalahkan kekuatan kubu Barat.”

Menarik, ya. Apa mungkin kalau tak ada Blue Wizard ini oliphaunt bisa tumbuh lebih gede dari ruko, segede gedung empat tingkat mungkin? (Terus kasih makannya gimana? Yang membersihkan kadangnya siapa? Pakai apa?)

Tambahan:
Karena Radagast memang nebeng, makanya dia cuma ngurusin taneman dan hewan doang atas perintah Yavanna. And I’d like to think karena Alatar dan Pallando adalah utusan Orome sang pemburu monster, (awalnya) mereka bertugas memusnahkan/mengurung monster-monster di Timur yang siapa tahu jumlahnya lebih banyak dan lebih menakutkan daripada di daerah Barat (lah di sana gajahnya aja segede gedung bertingkat). And maybe kemudian dijebak sama Curunir di sana, karena bisa kebayang dia paling takut sama utusan Orome.

*****

SISTEM KEAGAMAAN & RITUAL DI MIDDLE-EARTH

Theologi dan pemujaan dewa-dewi sepertinya selalu ada dlm mitologi mana pun, dari Zeus cs-nya Yunani sampe Thor dkk di legenda Norse.

Di Middle-earth, seperti yang diceritakan pada bagian Silmarillion, ada Eru yang satu, yang menciptakan dewa-dewi (atau seperti deskripsi Tolkien highest angelic beings) yang disebut Valar dan Valier. Masing-masing Vala/Valie punya tugas dan kekuasaan. Ada Manwe penguasa angin dan udara, Varda penguasa bintang, Ulmo penguasa air, Yavanna penguasa tetumbuhan, Aule penguasa rekayasa/engineering dll. Bahkan ada Vala yang berubah jahat, yaitu Melkor.

Para Valar dibantu Maiar (yang Tolkien sebut lesser angelic being). Ada Maiar baik seperti Gandalf dan Radagast, Arien yg mengatur matahari dan Tilion yg mengatur bulan. Ada juga yang kena hasut dan jadi jahat seperti Sauron, Saruman, bahkan Balrog.

Tapi bagaimana sistem keagamaan di Middle-earth? Tak seperti agama yang kita kenal, di Middle-earth tidak ada kuil/tempat ibadah, upacara/ritual religius, kitab suci, pimpinan agama/pendeta/imam. Para elf digambarkan kerap menyerukan nama Varda penguasa bintang saat kepepet butuh bantuan. Konon ini karena saat berada dekat Varda, Manwe bisaa memandang lebih jauh, sementara saat di sisi Manwe, Varda bisa lebih jelas mendengar seruan minta tolong. Para elf yang sudah jatuh cinta pada bintang sejak dibangkitkan di Cuivienen biasa memanggil Varda dng nama Elbereth.

Saat Fellowship diserang Ringwraith di Sarn Gebir, Legolas sempat menyerukan Elbereth sebelum melepas anak panah menembak Fell Beast tunggangan Nazgul. Saat dikepung Ringwraith di Weathertop, Frodo sempat menyerang Nazgul dengan pedangnya sambil berteriak,”O Elbereth! Gilthoniel!” dan menurut Aragorn nama Elbereth ditakuti para Nazgul sehingga mungkin jadi salah satu alasan mereka ngacir. Juga, saat Frodo sudah tiba di tepi Bruinen dan dihampiri para Nazgul berkuda (kalau di buku kan Frodo tak boncengan Arwen saat berkuda ke Rivendell) dan dia bersumpah, “By Elbereth and Luthien the Fair, you shall have neither the Ring nor me” (semoga gak salah kutip). Begitu pula waktu Sam nyaris putus asa di Cirith Ungol, tahu-tahu dia mulai deklamasi “O Elbereth Gilthoniel! O menel palan-diriel…dst.”

Ini menarik karena yang diseru justru Varda, bukan “O Eru Iluvatar!” atau “By Manwe Sulimo…” Selain itu kalo baca LOTR keliatan bahwa nama dewa-dewi ini nggak diumbar begitu aja. Waktu Merry kaget liat kamar mandi di Crickhollow banjir lantaran Pippin mandi heboh, dia tidak teriak, “Ya Eru, Pippin keringin plafonnya!” Dia cuma berseru “Lawks!”

Ini juga menarik karena berarti Frodo dan Sam, yang mungkin kenal budaya elf melalui Bilbo, juga menyerap kepercayaan mereka, sementara kepercayaan hobbit sendiri tak pernah dibahas mendetail dan ritual yang mereka kenal semata2 ritual sosial, seperti kalau diundang makan harus membungkuk ke tuan rumah dan bilang terima kasih, kalau bikin kontrak mesti diteken tujuh hobbit dengan tinta merah, dan kalau ulang tahun harus bagi-bagi hadiah.

Bagaimana dengan ras manusia?

Setelah diringkusnya Melkor, klan manusia yang membantu para elf dan Valar mengalahkannya dihadiahi Pulau Numenor/Westernesse, yang letaknya antara Middle-earth dan Undying Land (Tol Eressea dan Valinor). Di sini bangsa Numenor dididik kaum elf hingga jadi mariner tangguh dan punya teknologi mumpuni (mereka yang nantinya bikin palantir dan bangun Minas Tirith dan Orthanc). Umur mereka juga jadi tiga sampe lima kali lebih panjang dari umur manusia biasa.

Selama ribuan tahun manusia Numenor melakukan upacara Erukyerme (memohon pada Eru), di awal tahun, Erulaitale (mengagungkan Eru) di tengah tahun dan Eruhantale (mensyukuri karunia Eru) di akhir tahun. Upacaranya sederhana, di puncak Meneltarma, raja Numenor kasih sesajen buah hasil panen pertama, disaksikan elang-elang raksasa.

Tapi saat raja-raja Numenor makin terobsesi manjangin umur dan menunda mati, apalagi saat Sauron mulai menghasut mereka untuk menuntut keabadian seperti para elf, upacara-upacara ini mulai ditinggalkan. Sauron malah bikin aliran sesat memuja Morgoth, bangun kuil di Numenor dan ngadain ritual necromancy, bikin asam hitam mengepul.

Setelah Ar-Pharazon raja Nuemnor yang kemakan hasutan Sauron nekat berlayar ke Valinor nunutu keabadian, Numenor ditenggelamin. Untung sebagian penduduknya, dipimpin Elndil dan anaknya Isildur dan Anarion sempet bawa kapal menyelamatkan diri ke Middle-earth dan membangun kerajaan Gondor dan Arnor.

Di zaman Frodo, sisa ritual manusia Numenor tinggal satu: sebelum makan berdiri dulu mengheningkan cipta menghadap ke Barat, ke arah Numenor yg tenggelam, dan Undying Land, seperti dilakukan Faramir dan pasukannya di Henneth Annun.

Kalo dwarf? Mereka nyebut Aule, pencipta ras dwarf, dng julukan Mahal. Tapi tidak ada info bagaimana teologi dan agama dwarf.

*****

VALAQUENTA

1. Tentang Valar
Valar (Powers of Arda) disebut dewa oleh manusia. Lords of the Valar ada tujuh: Manwë, Ulmo, Aulë, Oromë, Mandos, Lórien dan Tulkas. Valier (Queen of the Valars) juga berjumlah tujuh: Varda, Yavanna, Nienna, Estë, Vairë, Vána dan Nessa. Melkor sudah tidak dianggap sebagai Vala karena membelot.

Manwë dan Melkor sebenarnya bersaudara dari pikiran Eru. Melkor yang paling kuat di antara Valar, tapi Manwë adalah anak emas Eru. Manwë dijadikan Raja Arda dan menguasai segala isinya, terutama angin, awan dan udara. Manwë mencintai burung yang akan segera melaksanakan perintahnya jika diminta.

Istri Manwë adalah Varda, Lady of the Stars. Kecantikannya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, kekuatannya adalah dalam cahaya. Dulu Melkor pernah ditolak Varda, maka Melkor membencinya tapi juga paling takut pada Varda dibandingkan segala hal yang pernah diciptakan Eru. Tetep, yang paling ditakutin penjahat ternyata ditolak cewek. Manwë dan Varda duduk di singgasana di puncak gunung tertinggi di Bumi: Taniquetil. Kaum elf menyebut Varda sebagai Elbereth, Vala yang paling mereka elu-elukan.

Ulmo adalah penguasa air. Dia bujangan, nggak pernah menetap di satu tempat dan jarang dateng kalau diundang rapat sama Valar lain kecuali kalau ada masalah yang genting. Ulmo jarang berkeliaran di darat dalam sosok elf atau manusia, dan jika elf atau manusia kebetulan ketemu sang Raja Lautan, mereka ngeri karena tongkrongannya sangar. Suara Ulmo bisa menggelegar lebih nyaring daripada trompet Manwë.

Aulë menguasai semua bahan yang membentuk Arda, dia adalah master seni rupa, dia menciptakan batu mulia, emas, pegunungan dan dasar lautan. Melkor sirik sama Aulë karena merasa punya kemiripan dalam kekuatan dan ketertarikan dalam menciptakan hal-hal yang nggak terpikirkan oleh Valar lain. Bedanya, Aulë setia pada Eru dan nggak berani ngelunjak. Karena lebih sering sirik dan menggerutu, pada akhirnya Melkor hanya bisa jadi plagiator, meniru pekerjaan Valar lain tapi dengan hasil yang lebih jelek. Aulë sampai capek membenahi pekerjaannya yang sering diacak-acak Melkor yang ngambek.

Istri Aulë adalah Yavanna, the Giver of Fruits. Dia mencintai semua hal yang tumbuh di Bumi. Sosoknya adalah wanita jangkung berjubah hijau, meski kadang-kadang berubah jadi bentuk lain. Dia disebut sebagai Kementári, Queen of the Earth, oleh kaum elf.

The Fëanturi, para penguasa roh, adalah kakak beradik yang dikenal sebagai Mandos dan Lórien, meski sebetulnya itu adalah nama tempat kekuasaan mereka. Nama asli mereka adalah Námo dan Irmo. Námo yang lebih tua tinggal di Mandos, lokasi paling barat Valinor. Dia penguasa Dunia Kematian, memanggil semua roh dari makhluk yang terbunuh. Vairë sang Penenun adalah istrinya, yang merajut Waktu dalam jaring yang menutupi seluruh aula di Mandos.

Irmo, adik Námo, adalah penguasa visi dan mimpi. Dia tinggal di Lórien, taman terindah di dunia, yang penuh spirit. Estë sang penyembuh adalah istrinya. Semua makhluk yang tinggal di Valinor minum dan menyegarkan diri di air mancur Irmo dan Estë, bahkan Valar lain sering datang ke Lórien sebagai tempat peristirahatan.

Nienna adalah adik perempuan The Fëanturi, tidak bersuami. Dia penguasa kesedihan dan berkabung untuk setiap luka yang dialami Arda akibat ulah Melkor. Dia tinggal di daerah paling Barat, dekat batas dunia. Dia jarang datang ke kota Valimar di mana orang lain bersuka ria, lebih milih nongkrong di Mandos untuk memberikan harapan pada roh-roh di sana.

Valar yang paling gagah adalah Tulkas, yang datang paling akhir ke Arda dalam pertempuran pertama dengan Melkor. Mirip olahragawan piawai, Tulkas gemar gulat dan tinju, nggak pernah naik kuda karena bisa lari lebih cepat daripada apa pun, dan nggak kenal capek. Senjata andalannya adalah kepalan tinjunya sendiri. Nggak kenal takut, Tulkas adalah pendekar brutal yang ngakak-ngakak bergembira sambil ngasih bogem mentah ke musuh-musuhnya. Istrinya adalah Nessa, saudara perempuan Oromë, yang juga pecicilan loncat sana loncat sini. Nessa gemar menari di taman-taman hijau Valimar dan kijang-kijang akan mengikutinya ke mana pun dia pergi.

Oromë tidak sekuat Tulkas, tapi kalau ngamuk lebih nakutin. Dia pemburu monster, penggemar kuda dan anjing. Di kalangan elf dia dikenal sebagai Penguasa Hutan karena gemar berkeliaran di pepohonan. Istrinya adalah Vaná, adik Yavanna. Bunga bermekaran dan burung berkicau kapan saja Vaná melintas. Pasangan suami istri yang sangat bertolak belakang.

2. Tentang Maiar
Pembantu Valar disebut Maiar, spirit yang kekuatannya tidak sebesar Valar. Jumlah mereka tidak diketahui persisnya, hanya beberapa yang namanya ada dalam sejarah. Pemimpin Maiar adalah Ilmarë (dayang-dayang Varda) dan Eönwë, pembantunya Manwë. Tapi yang paling dikenal kaum elf adalah Ossë dan Uninen.

Ossëa dalah penguasa lautan dan Uinen adalah istrinya, tapi mereka lebih suka berkeliaran di pantai. Para pelaut minta wangsit sama Uinen karena Uinen mampu meredakan ombak dan menjinakkan keliaran suaminya. Kaum Númenórean dilindungi Uinen dan menganggapnya sederajat dengan Vala.

Melkor nggak suka laut karena dia nggak bisa menguasainya. Dulu Ossë pernah dihasut Melkor untuk gabung bersamanya karena Ossë juga bersifat gampang ngamuk, tapi Uinen mencegah. Meski nggak jadi pindah keyakinan, Ossë tetap bersifat liar, maka laut kadang-kadang menggelora tanpa persetujuan Ulmo (sang majikan) dan para pelaut memuja Ossë meski nggak percaya padanya.

Melian adalah bawahan dua Valar sekaligus: Vána dan Estë. Dia tinggal lama di Lórien untuk mengurus taman-taman di sana sebelum hijrah ke Middle-earth. Maia yang paling bijaksana adalah Olórin, juga tinggal di Lórien tapi sering mengunjungi sang Vala Nienna.

Kisah tentang Melian diceritakan dalam Quenta Silmarillion, tapi Olórin tidak termasuk di dalamnya, karena meski dia mencintai kaum elf, dia berada di sekitar mereka tanpa kelihatan atau menyamar jadi elf. Pada zaman-zaman berikutnya dia menjadi teman semua Anak-Anak Ilúvatar.

3. Tentang musuh-musuh
Kaum elf yang sering di-bully oleh Melkor tak mau menyebutkan namanya, mereka malah memberinya julukan baru: Morgoth, Musuh Dunia. Meski dia Vala yang paling kuat dan memiliki sebagian dari semua kekuatan Valar lain, dia hanya menggunakannya untuk kejahatan. Banyak Maiar ambisius tertarik padanya dan menjadi pengikutnya. Jenis Maia yang paling menakutkan di antara mereka adalah Valaraukar, dikenal sebagai Balrog di Middle-earth.

Di permulaan zaman sudah pernah terjadi pembajakan pembantu, karena Sauron sang Maia (yang disebut Gorthaur si Kejam oleh kaum elf) tadinya adalah pembantu Aulë yang diembat Melkor. Sauron memiliki keahlian pertukangan dan menempa seperti Aulë. Sauron membantu Melkor dalam rencana-rencana liciknya dan menjadi bayang-bayangnya.

*****

AINULINDALË: Nyanyian Ainur

Tersebutlah Eru, sang Esa, dipuja dengan nama Ilúvatar di Arda; di awal masa dia menciptakan para Ainur, Makhluk-Makhluk Suci, dari buah pikirannya, dan mereka tinggal bersamanya sebelum segala hal lain tercipta. Dan dia bicara kepada mereka, memberikan tema-tema lagu kepada mereka; dan mereka bernyanyi di hadapannya, dan Eru pun bahagia. Namun untuk waktu yang lama mereka bernyanyi sendiri-sendiri, atau bersama-sama dalam kelompok kecil saja, sementara yang lain mendengarkan; karena masing-masing hanya mahfum sebagian saja pikiran Ilúvatar dari mana mereka berasal, dan sangat lamban untuk memahami saudara-saudara yang lain. Namun semakin mereka mendengarkan, semakin dalam mereka mengerti, dan mereka makin menyatu dalam harmoni.

Begitulah awal Ainulindalë. Eru manggil semua Valar dan menyerahkan harmoni Musik Agung ke hadapan mereka, memerintahkan setiap Vala memberikan kekuatannya sendiri dalam harmoni musik itu, sementara Eru duduk anteng dengerin. Tapi musik dirusak Melkor yang bertindak mau-maunya sendiri, melenceng dari harmoni saudara-saudaranya. Melkor adalah Vala yang paling kuat, maka dia merasa paling okeh dibanding yang lain. Dia pengin menciptakan Makhluk sendiri, pengin mengisi Kehampaan dengan ciptaannya sendiri, dan pengin merebut Api Abadi dari mana Eru menciptakan Valar. Musik pun jadi sumbang gara-gara Melkor.

Denger musik yang sumbang, Eru berdiri, masih senyum-senyum bijak, lalu memulai musik baru yang lebih kuat. Melkor malah ngelunjak dan semakin kenceng bikin musik sumbang. Eru bangkit kedua kali, sekarang tampangnya bete. Tema musik ketiga diciptakan Eru, lebih kuat daripada sebelumnya. Melkor makin kurang ajar dan sekarang menimbulkan suara-suara berisik tanpa nada sampai menimbulkan gempa. Eru bangkit ketiga kali, sekarang bener-bener ngamuk. Satu nada melengking tercipta, kemudian musik berhenti.

Eru bilang Melkor memang yang paling kuat di antara semua Valar, tapi bukan berarti bisa nantangin penciptanya. Melkor sempet malu kena omel di depan Valar lain, tapi dalam hati dia manyun dan pundung di pojokan, dendam kesumat.

Eru mengajak para Valar menuju Kehampaan dan nunjukin visi (kayak hologram kali ye?) tentang sebuah dunia yang tercipta akibat harmoni musik mereka tadi. Masing-masing Vala punya andil dalam penciptaannya, bahkan Melkor yang nyumbangin bagian-bagian lebih gersang. Mereka melihat visi datangnya Anak-Anak Ilúvatar: Eldar (elf) dan Edain (manusia). Para Valar terpesona dan pengin ambil bagian dalam penyusunan Arda (bumi), dan Melkor lantas pengin menguasai semuanya, mau semua tunduk di hadapannya, sirik karena elf dan manusia diberi tempat tinggal sebagus itu.

Masing-masing Vala memiliki spesialisasi sendiri: Ulmo penguasa lautan, Manwë penguasa udara dan angin, Aulë penguasa bahan-bahan di bumi, dsb. Kemudian Eru berkata, “Eä! Let these things Be!” dan terciptalah bumi, dimasukkanlah Api Abadi ke inti bumi. Beberapa Vala turun ke Arda, diperintah Eru untuk beberes di sana supaya Arda bisa jadi tempat tinggal elf dan manusia. Semua Vala bekerja sesuai dengan cetak biru yang dikasih Eru, kecuali Melkor. Dia membangun Arda seenak udelnya sendiri dan dengan pongah bilang bahwa Arda milik dia seorang. Hasilnya, dia dimusuhin Valar yang lain. Akhirnya Melkor mojok sendirian, ngumpet di lokasi terpencil dan berbuat semaunya di sana.

Setiap Vala mengenakan sosok anggun seperti elf, tapi Melkor (karena kelakuannya jelek banget) pake sosok yang menakutkan. Setiap kali Valar yang lain mempercantik Arda, Melkor dateng ngacak-ngacak. Diberesin, diacak-acak lagi. Maka terjadilah perang pertama antara Valar yang lain dengan Melkor, di permulaan zaman, sebelum ada makhluk hidup yang turun ke Arda. Tapi akhirnya Arda pun selesai disusun, meski di beberapa tempat dirusak Melkor. Dan kaum Firstborn (elf) siap dimunculkan.

*****

Three Rings of Power of The Elves

Tiga cincin untuk elf memang tak pernah disentuh Sauron, dan keberadaannya juga baru diketahui Sauron setelah dia pake One Ring untuk menguasai ME. Tiga cincin itu dibuat oleh Celebrimbor, awalnya dipake sama Gil-galad (kemudian diwariskan kepada Cirdan), Galadriel dan Elrond. Cirdan kemudian memberikan cincinnya kepada Gandalf. Ketiga cincin disembunyikan sampai akhirnya Sauron kalah, dan Gandalf, Galadriel serta Elrond mengenakan cincin-cincin itu lagi di Grey Havens, sebelum mereka berangkat ke Valinor di akhir zaman ketiga.

Cincinnya ada tiga: Narya (batu merah, disebut juga Ring of Fire) dipake Gandalf (menurut Cirdan di Silmarillion cincin itu membantu membangkitkan keberanian); Vilya (biru) dipake Elrond, Nenya (putih) dipake Galadriel. Nggak seperti the One Ring-nya Sauron, menurut Tolkien cincin-cincin ini berguna untuk menyembuhkan, memperbaiki kerusakan yang timbul akibat kejahatan, bukan untuk menguasai.

mitologi LOTR - Three Rings of Power of The Elves

Menariknya, Tolkien juga bilang The Three Rings (Narya, Nenya, Vilya) mempertahankan keindahan dari zaman yang lalu, menjaga kedamaian di kantong-kantong tempat elf masih bertahan, sehingga waktu seperti berhenti dan perubahan, kerusakan tertunda, sekelumit keajaiban Valinor di Middle Earth. Karena itu Lorien dan Imladris bisa mempertahankan keindahan dan keajaibannya, tapi setelah kepergian Elrond dan Galadriel, semua itu hilang.

Tidak banyak juga cerita tentang ketiga cincin ini di Silmarillion. Hanya di akhirny saja (karena di bab-bab awal soal penciptaan semesta, elf, manusia, perang, perang, perang…). Dan yang paling membekas di ingatan adalah pesan dari Cirdan tentang kekuatan Narya saat mengamanatkannya ke Gandalf. katanya; “Ambil cincin ini karena aku tahu tugas dan bebanmu berat. Ini Ring of Fire yang bisa mendukungmu dan menjagamu dari kelelahan dan mungkin membantumu menyulut kembali keberanian di dunia yang makin dingin ini. Aku sendiri lelah dan panggilan laut sangat kuat. Aku akan tinggal di Gray Havens (pelabuhan tempat berangkatnya para Ringbearer di ROTK) dan menunggumu.”

Cincin milik bangsa Elf memang tidak bisa dipake untuk mengalahkan Sauron dan the One Ring-nya, tapi untuk memelihara keindahan dan menyembuhkan Middle-earth dari kerusakan. Menurut Tolkien, karena mereka abadi, elf lebih suka tak terjadi perubahan dalam dunia mereka. Jadi the Three Rings of Power memang lebih ditujukan untuk maintenance ME saja. Di samping itu, menurut Tolkien, dengan menggunakan cincin, kekuatan pemakainya akan meningkat hingga mencapai taraf magic. Ketika Sauron diam-diam membuat the One Ring di Mordor, dia masukan semua kekuatan dari cincin-cincin lain yang dibuat oleh Gwaith-i-Mirdain (ahli permata) di Eregion. Karena semua kekuatan cincin-cincin lain itu masuk ke One Ring, pemakainya (Sauron) akan bisa membaca pikiran siapapun pemakai cincin lainnya dan mengendalikan yang dikerjakan oleh ring-bearer lain. Dan pada akhirnya bisa memperbudak mereka. Tapi begitu Sauron memakai One Ring, para elf sadar apa yang sudah terjadi dan buru-buru menyembunyikan cincin-cincin itu.

Eregion kemudian jatuh dalam perang melawan Sauron. Sauron merampas semua ring of power dan membagikannya ke sembilan manusia dan tujuh dwarf, seperti di verse di buku. Dan yang menarik, menurut Tolkien, One Ring itu bisa jadi kekuatan, tapi juga jadi kelemahan Sauron. Sauron menuangkan sebagian besar kesaktiannya ke dalam One Ring, sehingga kalau dipakai bisa menambah kekuatannya. Tapi karena itu juga, meski tak dipakai Sauron cincin itu tetap memegang kekatan Sauron dan “berkomunikasi” dengan Sauron–tidak hilang. Jadi siapa pun yang menemukan dan memakainya, asal tahan dengan godaan cincin itu, bisa menantang dan menaklukkan Sauron, bahkan menggulingkannya sama sekali. Selain itu, kelemahan lainnya, kalau cincin itu dimusnahkan, Sauron juga bakal musnah. Ini yang diperhitungkan Sauron dalam ambisinya untuk memperbudak kaum elf dan mengontrol pikiran anak buahnya. Cincin hanya bisa hancur dengan teknologi Sauron sendiri, tidak bisa rusak dengan api biasa, hanya dengan panas dari perut bumi yang ada di Orodruin, yang tak bakal bisa dicapai siapa pun, paling tidak Sauron percaya begitu. Ditambah lagi cincin itu punya kekuatan nafsu, sehingga siapa pun yang memakainya (bahkan Sauron sendiri) tak sanggup merusaknya, membuangnya, atau meninggalkannya. Atau setidaknya itu yang Sauron yakini. Sampai datanglah Bilbo dan Frodo di kemudian hari.

mitologi LOTR - Gil Galad

Cirdan ditempatkan sejajar dengan Gil-galad dan Galadriel dalam hal kronologis kepemilikan, sedangkan di Unfinished Tales Cirdan yg paling belakangan megang cincin bahkan setelah Elrond nerima Vilya. Cirdan memang sederajat sama Galadriel dan Gil-galad. Di appendix memang hanya disebut pemilik cincin itu adalah ketiga elf tersebut sebelum Narya dan Vilya berpindah tangan. Kemudian Tolkien membuat sejarah cincin itu dengan lebih detail di UT. Jadi kita mengasumsikan “at first held by” adalah para pemilik cincin sebelum berpidah tangan ke Gandalf dan Elrond yang kita kenal di LOTR, tanpa menyebutkan sejarah detailnya. UT ini disusun setelah Tolkien saat menulis LOTR dan belum selesai (hence the title of the book: Unfinished Tales) ditilik dari surat-surat yang menerangkan tentang ini bertahun 1967-68. Jadi Tolkien sedang berusaha menyusun sejarahnya, dan bukan berbeda versi. Yang berbeda versi adalah sejarahnya sendiri (karena ini berhubungan dengan sejarah Galadriel dan Celeborn yang terdiri dari 4 variasi berbeda dan tidak selesai) sementara tentang Rings of Power hanya ada di satu variasi cerita. Kita asumsikan lagi bahwa sejarah Galadriel memang belum bisa ditentukan Tolkien saat itu, tapi yang berhubungan dengan Rings of Power udah fixed.

*****

SAURON

Sauron adalah Letnan Kepala Morgoth, menjadi Penguasa Kegelapan yang lain dan akhirnya berjalan menyusuri jalan yang sama dengan Morgoth. Sauron adalah musuh utama dalam Zaman Kedua dan Ketiga.

1. Zaman Pertama
Sauron adalah mahluk Maia yang dikenal sebagai Mairon. Di awal zaman ia berada di antara orang-orang Aulë, penempa ahli di dunia. Namun, segera Mairon terjerat oleh Melkor (Morgoth), yang ingin memerintah dan menguasai semua Arda. Mairon ini berganti nama menjadi Sauron lalu mengabdi pada Morgoth dengan setia, dan bahkan di kemudian hari, setelah Morgoth dikalahkan dan terkunci di luar batas-batas dunia, Sauron mendorong dan memaksa manusia untuk menyembah Morgoth sebagai Dewa. Namun, sementara Morgoth ingin mengendalikan atau menghancurkan Arda, keinginan Sauron adalah untuk mendominasi pikiran dan kehendak dari makhluk mahluk penghuni Arda. dalam hal ini Sauron mungkin lebih praktis daripada tuannya Morgoth.

mitologi Lord of the rings - maiar sauron

Selama Zaman Pertama, kaum peri Noldorin meninggalkan Alam Berkah Valinor di Barat (melawan nasihat kaum Valar) dalam rangka memerangi Morgoth, yang telah mencuri harta berharga peri, Silmarils. Dalam perang, Sauron menjabat sebagai letnan kepala Morgoth, perannya sangat menonjol diantara rekan-rekannya yang setara. Dikenal sebagai Gorthaur yang Kejam, Sauron pada waktu itu dijuluki master ilusi dan perubah bentuk, serigala jadi-jadian adalah hamba-hambanya, bos mereka adalah Draugluin, srigala jadi jadian dari shire, dan Thuringwethil, vampir beringas haus darah. Ketika Morgoth mencaplok kota manusia Angband, Sauron diarahkan untuk Perang melawan Peri. Ia menaklukkan pulau Peri Tol Sirion, sehingga belakangan dikenal sebagai Tol-in-Gaurhoth, Isle of Werewolves, pulau serigala jadi-jadian

Sepuluh tahun kemudian, Finrod Felagund, raja Nargothrond dan mantan penguasa Tol Sirion, meninggal di Beren; segera setelah itu, Luthien dan Huan si serigala mengalahkan Sauron di tempat itu dan menyelamatkan Beren dari cengkeramannya. Setelah kekalahan telak oleh Luthien, Sauron memainkan bagian kecil dalam peristiwa-peristiwa Zaman Pertama (mungkin bersembunyi dari Morgoth), dan setelah tuannya dikalahkan dan diusir oleh kaum Valar, Sauron bertobat dan memohon ampun. Tapi ia tidak bersedia untuk kembali ke penghakiman di barat, dan karena itu ia kemudian melarikan diri dan bersembunyi.

2. Zaman Kedua
Setelah sekian lama berbaring tersembunyi dan tidak aktif selama sekitar seribu tahun, Sauron kemuadian muncul dengan mengenakan wajah yang lain di Zaman Kedua. Ia Menyebut dirinya Annatar, Anugerah Dewa, ia berteman dengan Peri pandai besi dari Eregion, dan belajar dari mereka dalam seni dan sihir. Tapi tidak semua peri percaya padanya, khususnya Lady Galadriel dan Gil-galad, High King of the Noldor, tetapi hanya sedikit yang mendengarkan mereka. Para Peri menempa Cincin-Cincin Kekuasaan, tetapi Sauron secara rahasia menempa Cincin Utama di Gunung Maut untuk menguasai cincin yang lain, ia mencurahkan sebagian besar kekuatannya sendiri ke dalam Cincin itu.

mitologi Lord-of-the-Rings-Sauron-Painting

Sauron kemudian hari dikenal sebagai Pangeran Kegelapan dari Mordor. Dia membangun Barad-dur, Menara Kegelapan, dekat Gunung Maut; membangun Gerbang Hitam Mordor untuk mencegah invasi; merusak jiwa sembilan raja fana manusia dengan member kepalsuan janji lewat pemberian Rings of Power dan mengubah mereka menjadi Nazgul (Hantu Cincin), yang setia kepadanya; dan membentuk pasukan besar-besaran dari Orc, Troll, dan Manusia Hitam (Easterling dan Southrons).

Kekuasaan Sauron mencapai puncaknya 700 tahun setelah ia menciptaan Mordor, di abad ke-17 dari Zaman Kedua. Segera setelah Sauron menciptakan Cincin, Celebrimbor dan Pembawa Cincin lainnya menyadari pengkhianatannya, lalu mengobarkan perang dengan dia. The War of the Peri dan Sauron adalah konflik berdarah yang menghancurkan Eregion dan menghancurkan banyak wilayah lain di Eriador. Celebrimbor dibunuh dan tubuhnya disate pada sebuah tombak dan dibawa berparade didepan legiun Sauron. Para Peri kalah dan didesak mundur hampir ke Blue Mountains, sementara kurcaci sekutu mereka (yang juga menolak Sauron) mundur ke balik tembok Moria di mana Sauron tidak bisa menyerang mereka. Sauron sudah menguasai hampir seluruh bumi Tengah, tetapi Numenor menanggapi permintaan bantuan Peri ‘yang meminta Numenor mengirimkan pasukan pendukung. Pasukan gabungan lalu bersatu dan mampu mengalahkan pasukan Sauron di Eriador setelah saling gempur dalam pertempuran besar, Mordor dikalahkan dan Yang Dipertuan Kegelapan itu melarikan diri kembali ke Mordor dengan sedikit saja pengawalan.

*****

AR PHARAZON

Pada saat itulah Ar-Pharazon mulai menyembah Melkor sang Kegelapan sebagai dewanya. Dia berlatih agama baru ini secara rahasia pada awalnya, tetapi segera ditampilkan secara terbuka, lalu “rakyatnya sebagian besar mengikutinya”. Raja membuat kuil Meneltarma sebagai tempat penyembahan Melkor. Menyembah selain melkor adalah kejahatan berat yang diancam dengan hukuman mati. Sauron kemudian menyarankan Ar-Pharazon untuk menghancurkan Nimloth, Pohon Putih Numenor, yang merupakan simbol terakhir ‘persahabatan Numenor dengan kaum Valar dan Peri. Ar-Pharazon sebenarnya enggan untuk melakukan hal ini, karena ia telah mendengar tentang ramalan Tar-Palantir bahwa Line of Kings akan berakhir ketika Pohon itu mati.

1. Tahun Tirani
Namun, ketika seorang pria yang menyamar (sebenarnya Isildur) mencuri buah Nimloth setelah mendengar nasihat Sauron kepada Raja. Hal ini berakibat diberhentikannya mantan teman nya, Amandil dari Dewan, meskipun Amandil atau keluarganya tidak merugikan Raja dan para pendukungnya. Setelah Pohon Putih itu ditebang, Sauron membangun kuil Armenelos atas perintahnya. Raja dan para pengikutnya kemudian menggunakan kuil ini untuk menyembah Melkor. Mereka menangkapi anggota Poros Setia dan mengorbankan mereka dalam api dari mezbah, dengan harapan bahwa Melkor akan membebaskan mereka dari Kematian. Bangsa Numenor melakukan hal yang sama pada Orang-Orang Dunia Tengah yang tinggal di dekat pemukiman mereka, dan dengan demikian Ar-Pharazon menjadi tiran yang terbesar di dunia sejak Morgoth, meskipun dalam kenyataan Sauronlah yang memerintah semua itu dari balik tahta.

Tapi Ar-Pharazon dan Numenor tetap saja tidak luput dari kematian walau sudah menyembah Melkor. Sang Raja beranjak tua dan ia sangat takut akan akhir hidupnya. Ar-Pharazon menjadi murka dan putus asa, dan akhirnya Sauronpun memberikan nasihat terakhirnya. Sang Maia mengatakan pada Ar-Pharazon bahwa dengan berperang melawan kaum Valar dan menaklukkan Valinor, wilayah Dewa di Barat, ia bisa memperoleh kehidupan yang kekal. Ar-Pharazon sebenarnya takut untuk memulai perang, tapi rasa putus asa mendorongnya untuk mulai membangun sebuah armada Persenjataan Besar di 3.310 untuk menyerang Valinor.

mitologi LOTR - Ar-Pharazon

Sementara Persenjataan ini sedang dibangun, Dewa Valar mengirimkan peringatan ke Numenor dalam bentuk badai mengerikan dan awan berbentuk seperti Elang. Tanah mulai mengerang dan bergetar. Tapi sinyal-sinyal ini menyebabkan Raja dan orang-orangnya semakin mengeraskan hati mereka lebih keras lagi, dan Ar-Pharazon (diminta oleh Sauron) menyatakan, “Para Penguasa Barat telah berkomplot melawan kami. Mereka menyerang lebih dulu. Pukulan berikutnya akan menjadi milik kita! ”

2. Perang melawan kaum Valar
Sembilan tahun setelah persiapan perang dimulai, Persenjataan Agung selesai. Ar-Pharazon memulai perjalanannya ke barat Numenor dari tempat berlabuh armada, dan naik ke kapal perkasa nya Alcarondas. Dia duduk di atas takhta-nya, berbaju tempur lengkap dan memberi isyarat untuk pengangkatan jangkar. Armada Numenor berlayar tepat sebelum matahari terbenam, dan masuk ke lautan terlarang Barat.

Karena tidak ada seorang pun dari Persenjataan Agung pernah kembali ke tanah yang fana, Ar-Pharazon memiliki nasib yang masih belum jelas. Dikatakan dalam Akallabêth bahwa armada melalui Tol Eressëa dan berlabuh di dekat pantai Valinor. Setelah melihat kemegahan Taniquetil, Ar-Pharazon menjadi takut dan hampir memberikan perintah untuk mundur. Pada akhirnya, bagaimanapun, harga dirinya menyebabkan dia tetap mendarat ke pantai, dan sebagian besar pasukannya mengikutinya. Ar-Pharazon memimpin pasukannya ke kota Peri Tirion, dan mereka mendirikan sebuah perkemahan di sekitarnya. Lalu Raja menyatakan bahwa tanah kaum Valar adalah miliknya, jika tidak ada yang menantang dirinya untuk itu.

Pada saat ini, kaum Valar memanggil sang dewa Eru, dan melepaskan otoritas mereka atas Arda. Eru kemudian memecah dunia dan membuatnya bulat, sehingga tidak dapat lagi Manusia berlayar ke Valinor. Dalam bencana ini, armada Ar-Pharazon ditarik ke dalam jurang yang terbuka antara Alam Berkah dan fana, dan Numenorpun tenggelam di bawah Laut. Ar-Pharazon (bersama dengan para prajurit yang telah mengikutinya ke Valinor) dikatakan telah dikuburkan “jatuh di bawah bukit,” dan tertimbun. Tidak ada satupun yang kembali ke Dunia nyata.

3. Warisan
Meskipun Ar-Pharazon adalah Raja terakhir Numenor, Garis Elros selamat melalui Elendil anak Amandil, dan kedua putranya, Isildur dan Anarion. Mereka berhasil lolos dari Kejatuhan Numenor. Tindakan Ar-Pharazon secara tidak langsung, membantu menciptakan kerajaan Arnor dan Gondor di Dunia Tengah.

Beberapa saat sebelum kematiannya pada akhir Zaman Kedua, Elendil menuliskan beberapa sejarah Numenor, yang berpuncak pada kisah dari kehancurannya. Sebagian dari dokumen ini difokuskan pada dampak dari pemerintahan Ar-Pharazon dan ajaran-ajaran Sauron ke Numenor. Karya Elendil disebut Akallabêth, yang menceritakan kembali kehidupan sebelum dan semasa Ar-Pharazon. Kisah itu adalah satu-satunya bagian dari sejarah Numenor yang tetap dikenal secara luas setelah Kejatuhan Numenor.

Bertahun-tahun setelah Kejatuhan, para Raja Gondor mendirikan sebuah pilar besar di Umbar sebagai peringatan bagi Ar-Pharazon. Bahkan meskipun orang-orang Elendil sangat menderita karena kejahatan yang disebabkan Sauron yang mengakibatkan dari perbuatan Ar-Pharazon, keturunannya masih tetap menghormati Raja dan pasukannya yang mengalahkan Sauron. Ketika Sauron merebut kembali Umbar dari Gondorians, ia pada gilirannya menghancurkan monomen itu.

*****

MORDOR

Mordor adalah negeri kekuasaan Sauron, terletak disebelah tenggara Dunia Tengah di Timur Anduin. Frodo dan Sam pergi ke sana untuk menghancurkan Cincin. Mordor unik karena dikelilingi oleh pegunungan disepanjang wilayahnya. Membentang dari Utara, Barat dan dari Selatan, yang melindungi negeri ini dari invasi tak terduga oleh salah satu pihak yang tinggal dari arah tersebut.

1. Geografi
Mordor dibentengi oleh pegunungan besar diketiga sisinya, Ered Lithui di utara, Ephel Dúath di barat dan Ephel Dúath di selatan. Di sudut barat laut Mordor ada lembah yang dalam, Udun adalah satu-satunya pintu masuk ke Mordor dan cukup untuk perlintasan pasukan yang besar. Disanalah dibangun Gerbang Hitam Mordor (Morannon). Di depan Morannon terletak Dagorlad atau Padang Pertempuran. Benteng utama Sauron Barad-dur berada di kaki bukit Ered Lithui. Di sebelah barat daya Barad-dur berbaring dataran tinggi kering Gorgoroth dan Gunung Maut; ke timur terbentang dataran Lithlad. Jalan utama sempit yang menjalur melalui Ephel Dúath dan benteng Minas Morgul (sebelumnya Minas Ithil) yang lebih sulit dileawti karena dijaga oleh laba-laba raksasa Shelob dan benteng Cirith Ungol. Benteng lain disekitar tempat itu ada bentengl Durthang, yang terletak diutara Ephel Dúath.

mitologi LOTR - Mordor map

Bagian selatan Mordor, Nurn, sedikit lebih subur dan lembab karena disana ada Laut Nurnen. Tanah Nurn juga agak subur karena abu dari Gunung Maut tertiup ke arahnya menjadikan tanah itu kaya nutrisi, sehingga memungkinkan untuk digunakan sebagai lahan pertanian. Sayangnya, lautan Núrn berair asin, bukan air tawar.

Sebelah barat Mordor adalah tanah sempit Ithilien dengan kota Osgiliath dan sungai besar Anduin, ke timur laut Rhûn, dan di tenggara, Khand.

2. Pembentukan
Mordor adalah karya peninggalan Morgoth, tampaknya dibentuk oleh letusan gunung berapi besar. Jadi sebelum kedatangan Sauron, Mordor sudah lama terbentuk sebagai hasil dari letusan gunung berapi Orodruin. Namun Sauron adalah mahluk pertama yang menetap di sana.

mitologi LOTR - Mordor

3. Sejarah awal
Sauron menetap di Mordor kira-kira 1.000 tahun setelah berakhirnya Zaman Pertama, dan sukses menjadi sosok penteror ulung di zaman kedua dan ketiga Dunia Tengah. Di utara-barat sudut Mordor berdiri Gunung Maut atau Orodruin, dimana Sauron menempa Cincinnya yang terkenal. Orodruin berdiri dekat benteng Sauron, Barad-dur. Sauron belakangan kemudian dikenal sebagai Pangeran Kegelapan Mordor.

Selama dua ribu tahun, Sauron memerintah Mordor tanpa henti. Setelah dia menempa cincinnya, ia melancarkan serangan atas kaum Peri Eregion. Dia sebenarnya juga pernah sial yaitu menjadi tawanan kaum Numenor. Setelah Numenor musnah, dia berperang melawan manusia lagi. Ia cukup lama menjadi pesakitan Numenor dan dibawa ke pulau mereka. Tapi rupanya ia cukup cerdik dan berperan besar untuk kehancuran Numenor. Segera setelah mennjadi biang kerok kehancuran Numenor, Sauron kembali ke Mordor dengan semangat untuk melanjutkan kekuasaannya kembali.

4. Aliansi terakhir Zaman Ketiga
Kekuasaan Sauron terputus lagi-lagi ketika ia kembali berambisi untuk menggulingkan manusia dan Peri gagal, mereka berperang satu sama lain hingga pasukan sekutu mampu melindas pasukan Mordor dan sukses menduduki wilayah Mordor. Pasukan Aliansi Terakhir Peri dan Manusia melakukan pengepungan selama kurang lebih tujuh tahun. Dalam pertempuran pamungkas di lereng Orodruin, Sauron kalah telak. Selanjutnya, untuk sekitar seribu tahun, Mordor dikuasai oleh Gondor dan menjaganya dengan ketat dalam rangka untuk mencegah kekuatan-kekuatan jahat melintas keluar.

Namun bertahun tahun kemudian, karena situasi dalam negeri Gondor sendiri yang tidak kondusif, penjagaan atas Mordor mengendur. Hal itu tidak disia-siakan Mordor untuk mulai menyusun kembali kekuatannya.. Minas Ithil ditaklukkan oleh Sembilan Hantu Cincin; benteng lain yang seharusnya untuk mempertahankan Gondor dari ancaman Mordor malah berubah menjadi sarana melindungi Mordor. Pada saat Sauron kembali ke Mordor setelah kekalahan palsu di Dol Guldur (dalam peristiwa-peristiwa yang terjadi pada waktu Bilbo Baggins ‘s quest), Mordor berbalik menjadi kekuatan yang sulit untuk ditaklukan oleh militer manapun yang tersedia di bumi-tengah pada akhir Zaman Ketiga. Di sebelah utara Mordor selama Perang Cincin berkubu garnisun tentara yang besar dan berpengalaman berperang, sementara sekitar Laut pedalaman Núrnen di sebelah selatan ladang luas cenderung untuk penyediaan tentara dari gerombolan budak yang didatangkan dari tanah timur dan selatan.

5. Perang Cincin
Selama Perang Cincin, Sauron mengumpulkan semua pasukannya dari seluruh bumi tengah ke Mordor. Setelah Pertempuran Pelennor Fields, sebuah korps dari Barat pergi ke Gerbang Hitam. Sauron mengirim pasukannya untuk menghancurkan Orang-Orang Gondor dan Rohan, tapi kemudian Frodo Baggins berhasil menghancurkan Cincin dan Mordorpun jatuh. The Dark Tower, Gerbang Hitam dan Towers of Teeth jatuh kedalam kehancuran. Gunung Doom meledak. Baik Sauron dan para Hantu Cincin hancur musnah selamanya.

mitologi LOTR - Black gate mordor

Setelah kekalahan akhir Sauron, Mordor menjadi hampir kosong. sebagian Orc di dalamnya mengungsi ke pegunuangan atau terbunuh. Lumpuh selama ribuan tahun penyalahgunaan dan penelantaran, tetapi mampu menopang kehidupan, wilayah Mordor diberikan kepada musuh-musuh Gondor yang kalah sebagai hiburan, serta untuk membebaskan budak Nurn yang sebelumnya dipaksa beternak di sana untuk memberi makan pasukan Mordor.

6. Penggambaran
Dalam Atlas Dunia Tengah, Karen Wynn Fonstad berasumsikan bahwa tanah Mordor, Khand, dan Rhûn berbaring di mana pedalaman Laut Helcar dulu berada, dimana Laut Rhûn dan Laut Núrnen adalah sisa-sisanya. Namun atlas ini diterbitkan sebelum The Peoples of Middle-Earth, di mana ternyata bahwa Laut Rhûn dan Mordor sudah ada sejak Zaman Pertama.

*****

EOL (Dark Elf)

Eol disebut dark elf bukan karena dia item atau jahat…well, nggak jahat di sini relatif, ya. Dia dark elf karena bukan termasuk yang pernah ikut menyebrang dan melihat cahaya Two Trees of Valinor. Beda sama kaum Noldor kayak Feanor cs yang udah pernah tinggal di Valinor, trus balik ke ME demi ngejar Morgoth.

mitologi LOTR - Eol

Eol kebawa-bawa dalm cerita Silmarillion karena Aredhel, elf galau yang bosan tinggal terkurung di Gondolin. Gondolin ini kerajaan elf di bawah pimpinan raja Turgon (yang pedangnya Glamdring kemudian diketemukan di gua troll di The Hobbit dan dipake Gandalf). Gondolin dianggap salah satu lokasi kerajaan elf paling aman, paling dirahasiakan sampe lama sekali Morgoth tak bisa menemukan lokasinya hingga disebut The Hidden Kingdom.

Tapi ini artinya orang tak bisa keluar masuk seenaknya ke Gondolin. Aredhel, adiknya Turgon, lama-lama bosan, terus suatu ketika minggat mau bertemu sepupu-sepupunya dari anak-anak Feanor (ini saja sudah kelihatan bagaimana tipenya Aredhel ini. Udah tau keturunan Feanor reputasinya bikin onar, malah disamperin). Tapi trus dia kesasar, pengawalnya hilang, dan dia bertemu dengan Eol.

Konon Eol pakai magic untuk memikat Aredhel, tapi Aredhel sendiri bukan sama sekali nggak rela dinikahin Eol. Mereka punya anak lelaki satu. Aredhel manggilnya Lomion, son of twilight, tapi bapaknya namain dia Maeglin, sharp glance, pas anak itu umur dua belas tahun.

Singkat cerita Aredhel tak sanggup lagi tinggal dengan Eol (ini sudah  seperti alasan cerai celebrity “irreconcilable differences”) dan kabur kembali ke Gondolin bawa Maeglin. Geram, Eol sempat ngejar ke Gondolin dan nyaris membunuh anaknya sendiri, tapi senjatanya malah kena Aredhel. Eol sendiri lalu mati lantaran dilempar keluar tembok Gondolin, tapi sempat ngutuk anaknya suatu saat akan mati seperti dirinya.

Maeglin mewarisi keahlian bapaknya menempa logam (Eol bikin pedang dari logam meteorit) dan turut serta memperkuat gerbang Gondolin. Dia jatuh cinta sama sepupunya, Idril putri Turgon, tapi ditolak lantaran Idril naksir manusia bernama Tuor. Dan sebenernya Maeglin juga tak bisa menikahi Idril karena sepupu deket (anak omnya langsung).

Karena cinta tak berbalas inilah Maeglin akhirnya dendam dan ketika ketangkep Morgoth dan dipaksa ngasih tau lokasi Gondolin dia rela ngasih tau, dengan dijanjiin akan dikasih Idril. Dan karena perbuatannya ini, rahasia lokasi Gondolin yang bertahun-tahun aman akhirnya bocor dan Gondolin jatuh. Dan di sini Glorfindel mati ketika bertarung lawan Balrog supaya para pengungsi Gondolin bisa melarikan diri.

*****

Kisah Cinta Suci Beren dan Luthien

Awalnya ketika Finrod Felagund (abangnya Galadriel), raja elf dari Nargothrond bertemu manusia pertama dari klan Beor. Karena kebaikan Finrod, klan Beor jadi bersahabat dng kaum elf. Ketika Morgoth membobol kepungan di sekitar markasnya dlm perang Nirnaeth Arnoediad (Battle of Unnumbered Tears), klan Beor berperang di pihak elf dan tanpa mereka, Finrod nggak bakal selamat di medan perang ini, di mana kaum elf banyak yang gugur

Sebagai ungkapan terima kasih Finrod memberi Barahir dari keluarga Beor cincin bermotif dua ular mengelilingi bunga dengan batu hijau (logo House of Finarfin, ayah Finrod). Kapan pun Barahir butuh bantuannya, tinggal datang ke Nargothrond nunjukin cincin itu. (Nantinya cincin itu diwariskan turun temurun di garis keturunan raja manusia, mulai dari Numenor, sampai kemudian Gondor dan Arnor. Di zaman Fellowship of The Ring, cincin ini dipakai Aragorn.)

Barahir rings

Barahir dan pengawalnya (kalau tidak salah 12 orang) serta anaknya, Beren, tak meninggalkan wilayah mereka di Dorthonion. Mereka bersembunyi sambil terus memerangi tentara Morgoth. Lalu ada satu orang, namanya Gorlim, yang kangen istrinya, Eilinel. Saat dia pulang dibuntutin sama anak buahnya Sauron. Akhirnya dia ketangkap dan disiksa, disuruh membocorkan lokasi Barahir & co. Gorlim akhirnya mau mengaku asal dipertemukan dengan Eilinel. Sauron (dan di buku dia sungguh amat sangat culas) menerima syarat itu. Setelah Gorlim mengaku, barulah ia dikasih tahu bahwa Eilinel ternyata udah tewas. Tapi Sauron menuhin janjinya ke Gorlim, yang dia bunuh.

Lalu pasukan Morgoth menyerang kelompok Barahir dan membantai mereka semua. Saat itu Beren sedang pergi mengintai. Waktu pulang dia shock liat ayahnya dan pengawalnya udah gugur. Tapi trus dia bermimpi dan dalam mimpinya ketemu arwah Gorlm yang menceritakan gimana kelompok mereka bisa ketauan dan di mana orc-orc yang udah membantai Barahir dkk.

Beren pergi ke lokasi itu dan melihat satu orc menghancurkan tangan ayahnya yang di potong, masih dengan cincin dari Finrod di jarinya. Kalap, Beren langsung menghabisi orc-orc itu. Selama bertahun-tahun kemudian Beren berkelana tak tentu tujuan, sendirian. Dia banyak ditolong burung-burung dan satwa liar dan karenanya tak pernah makan daging. Karena dia masih terus memburu orc, reputasinya makin terkenal dan ditakuti.?? Terus suatu hari dia masuk ke kerajaan Doriath.

Kerajaan Doriath dipimpin raja Thingol dengan ratu seorang maia yang namanya Melian. Dng kesaktiannya Melian membuat lingkaran perlindungan yang disebut Girdle of Melian di sekeliling kerajaan yang nggak bisa ditembus musuh. Di Doriath ada hutan bernama Neldoreth dan di sinilah, suatu malam waktu bulan mulai terbit (serius di bukunya bilang begitu) Beren melihat Luthien nari. Dia langsung jatuh cinta. Tapi terus Luthien pergi dan Beren merasa kehilangan. Karena belum kenal namanya, ia menyebut Luthien Tinuviel, burung bulbul penyanyi (di buku disebut putri senja… duh Tolkien).

Menjelang musim semi Luthien kembali ke Neldoreth untuk menumbuhkan bunga-bunga dan mencairkan sungai yang beku. Beren yang ngeliatnya langsung manggil, “Tinuviel! Tinuviel!” Luthien ngeliat dan, well, singkat cerita, langsung jatuh cinta. Selama musim semi dan musim panas mereka bersama-sama di hutan Neldoreth. Terus Luthien bawa Beren menghadap orangtuanya. Begitu tahu pacar anaknya manusia, Thingol langsung murka dan sempat sadis dengan mengatakan bahwa Beren keturunan rendahan, mata-mata dan budaknya Morgoth. Beren, tersengat, nunjukan cincin Barahir dan cerita reputasinya selama ini dalam melawan Morgoth.

Terus Thingol, merasa ini suatu kesempatan untuk menggagalkan pernikahan Luthien dan Beren ngasih syarat. Untuk menikahi Luthien, Beren harus membawakan Silmaril yang saat itu terpasang di mahkota Morgoth di bentengnya di Thangorodrim. Meski sempat mencemooh Thingol, “Semurah itu raja elf menghargai putrinya, seharga permata dan perhiasan…” dia nerima syarat itu. Lalu pergilah dia meninggalkan Luthien.

mitologi LOTR - mahkota Morgoth

Beren lalu pergi ke Nargothrond (sepanjang jalan yang diawasi tentara elf Nargothrond, dia menunjukan cincin berlogo House of Finarfin itu supaya bisa lewat). Kepada Finrod dia nyeritain masalahnya. Finrod sadar udah takdirnya membalas utang budi pada keluarga Barahir seperti yg ia janjikan. Masalahnya, saat itu di Nargothrond sedang ada dua anak Feanor: Celegorm dan Curufin. Feanor dan keturunannya sudah bersumpah akan merebut kembali silmaril, kalau perlu perang saudara dng klan elf lain untuk mendapatkannya.

Waktu Celegorm dan Curufin tau rencana Finrod membantu Beren merebut silmaril, mereka mengancam bakal angkat senjata. Tapi Finrod bersikeras akan membantu Beren dan melepas mahkotanya. Ia memberi kesempatan pada pasukannya untuk ikut dan 10 mengajukan diri. Salah satunya, Edrahil, memungut mahkota Finrod dan bilang mahkota itu disimpan aja, karena Finrod masih raja Nargothrond apa pun yang terjadi. Finrod kemudia menunjuk adiknya Orodreth untuk memimpin Nargothron selama ia pergi dengan Beren.

Dengan ilmunya, Finrod membuat dirinya, Beren dan kesepuluh pengawalnya supaya kelihatan seperti orc dan bisa melewati teritori musuh tanpa mencurigakan. Tapi tetep aja ternyata mereka menarik perhatian Sauron karena saat melewati wilayahnya, mereka buru-buru dan tak lapor komandan.

Sauron kemudian menghadang rombongan mereka dan adu kekuatan (dengan adu nyanyian–there I said it) dengan Finrod. Tapi akhirnya Finrod takluk dan samaran mereka dilucuti. Cuma, meski Sauron bisa lihat mereka elf dan manusia, dia nggak kenal namanya dan apa tujuannya. Ia berusaha mengorek info, tapi pengawal Finrod sangat setia. Akhirnya mereka dijebloskan ke penjara bawah tanah yang gelap. Sesekali datang werewolf menakut-nakuyi mereka, tapi tetap tidak ada yang buka mulut. Satu-satu pengawal Finrod dimakan werewolf.

Sementara itu Luthien tak tinggal diam. Dia berencana minggat untuk nolong Beren. Tapi niatnya ketauan Daeron, penyanyi istana yang naksir dia dan pencipta lagu-lagi yang biasa dia nyanyikan. Daeron berusaha menggagalkan niat Luthien dengan mengurungnya di puncak pohon Hirilorn dijaga pengawal di bawahnya.

Dengan kesaktian magisnya Luthien membuat rambutnya tumbuh panjang sekali. Dari rambut ini dia tenun jubah yang kemudian diberi jampi untuk membuat tidur siapa pun yang kena. Dari sisa helai rambutnya dia buat tali untuk mengulurkan jubahnya bikin pengawalnya tidur. Dengan cara ini dia lolos dari penjara di puncak pohon.

Di perjalanan dia papasan dengan Celegorm dan Curufin yang sedang patroli karena dengar banyak werewolf berkeliaran. Celegorm membawa anjingnya, Huan. Huan bukan anjing sembarangan. Dia dibawa dari Undying Land ketika Feanor dan keluarganya membangkang dan hijrah ke Middle-earth mengejar Morgoth yang mencuri silmaril. Huan ini pemberian Orome, vala para satwa liar, jadi kayak mearas, punya kesaktian sendiri.

Luthien mengira dia bisa percaya sama Celegorm dan Curufin, yang berbohong dan bilang Beren ada di Nargothrond. Luthien ikut bersama mereka, tapi malah dikurung. Tiap malam selama dikurung itu Huan tidur di luar penjaranya dan Luthien cerita soal Beren sambil mengelus-elus anjing itu. Sementara itu Celegorm dan Curufin menghasut elf-elf Nargothrond sambil berusaha menyingkirkan Orodreth dari tahtanya.

Akhirnya suatu hari Huan membawakan jubah Luthien dan mereka berdua kabur, Huan membiarkan dirinya ditunggangi Luthien supaya bisa lebih cepat sampai ke Tol-in-Gaurhoth, markas Sauron dimana Beren dikurung. Di Tol-in-Gaurhoth tinggal Beren dan Finrod yang masih idup di penjara bawah tanah. Waktu datang werewolf lagi, Finrod mengerahkan sisa tenaganya sampai putus rantainya, lalu ngelawan werewolf itu dng tangan dan taringnya sendiri sampai werewolfnya mati. Tapi Finrod sendiri luka parah dan setelah pamitan pada Beren, ia pun gugur. Luthien sampai di Tol-in-Gaurhoth dan nyanyi. Beren awalnya mikir dia mimpi tapi dia balas nyanyi tentang bintang-bintang yang diciptakan Varda. Luthien jadi tahu Beren masih hidup.

Sauron mulai melepas werewolf satu-satu untuk menyerang Luthien, tapi semua dihajar Huan sampai mati. Terakhir Sauron mengirim biangnya werewolf, Draugluin. Ini pun diganyang oleh Huan, tapi masih sempat kembali ke Sauron dan lapor, “Huan datang!” sebelum mati. Akhirnya Sauron sendiri keluar untuk melawan Luthien. Saking menakutkannya Sauron dan saking bau napasnya (sumpah, nggak bohong, emang begitu ceritanya di buku), Luthien nyaris pingsan. Tapi jubah ajaibnya sekelebat menerpa Sauron, yang langsung ngantuk. Saat Sauron meleng, Huan menyerang. Dan saat itu Luthien nge-skak mat Sauron, dan ngancem, “Kalau kamu tak mau kehilangan badan dan kembali kepada tuanmu cuma roh tanpa wujud buat diketawain, serahkan kontrol benteng ini padaku!” Sauron menyerah dan memberikan kendali atas Tol-in-Gaurhoth pada Luthien, lalu, dalam wujud kelelawar vampir terbang pergi.

mitologi LOTR - Huan 2

Luthien lalu merobohkan dinding-dinding markas Sauron. Elf-elf yang jadi tawanannya keluar satu-satu, tapi Beren tak ada. Luthien akhirnya menemukan Beren di sisi jenazah Finrod. Mereka menguburkan Finrod di pulau itu lalu pergi ke arah Doriath. Huan, masih setia sama tuannya, kembali pada Celegorm.

Sementara itu elf-elf mantan tahanan Sauron tiba di Nargothrond dan dari mereka tersebar kabar bahwa Sauron dikalahkan perempuan, sementara elf sakti seperti anak-anak Feanor tidak berbuat apa-apa, bukan karena takut, tapi karena akal bulus. Rakyat Nargothrond pun berpaling dari Celegorm dan Curufin dan kembali nurut sama Orodreth. Celegorm dan Curufin diusir dan mereka pergi ke tempat abang mereka Maedhros.

Tapi di tengah jalan mereka melihat Luthien dan Beren jalan kaki. Celegorm berniat nabrak Beren, dan Curufin menyamber Luthien, tapi Huan kemudian meninggalkan tuannya dan menyelamatkan Beren. Beren mengambil kuda Curufin untuk Luthien. Tapi Curufin masih culas dan memanah ke arah Beren. Huan ngejar mereka sampai jauh, lalu kembali bawa herbal obat buat luka Beren.

Setelah Beren sehat lagi, diam-diam dia meninggalkan Luthien yang sedang tidur, karena ingat sumpahnya untuk kembali ke Thingol dengan Silmaril dalam genggaman. Yang dia tidak tahu, begitu Luthien bangun dia langsung berusaha mengejar, bareng Huan. Huan sempat mampir ke bekas markas Sauron. Di sana dia ngambil kulit werewolf Draugluin dan nyuruh Luthien pake kulit kelelawar vampir raksasa Thuringwethil yang dulunya adalah pembawa pesan Sauron. Dengan menyamar sebagai werewolf dan vampir mereka pergi ke Thangorodrim.

Ketika sampai disana, awalnya Beren kaget melihat Luthien datang. Tapi Huan, yang bisa ngomong hanya tiga kali, memberi nasihat untuk ketiga kalinya, menyuruh Beren untuk menerima bantuan karena udah takdirnya. Lalu Huan menyuruh Beren pake kulit Draugluin supaya bisa menyamar ke dalam sebagai werewolf.

Di Thangorodrim ada werewolf keturunan Draugluin yang dibesarkan sendiri sama Morgoth dengan dikasih makan daging makhluk hidup. Nama werewolf ini Carcharoth. Awalnya dia curiga karena dengar-dengar Draugluin udah mati. Tapi Luthien nyuruh dia tunduk, dan karena Luthien keturunan maia, Carcharoth tunduk. Luthien dan Beren masuk ke balairung Morgoth, Beren pura-pura jadi anjing, menyelusup ke kolong singgasana Morgoth. Luthien nyanyi lagu yang buat semua makhluk di situ tertidur. Morgoth sendiri sampe jatuh ke lantai saking pulasnya. Luthien lalu membangunkan Beren dan Beren mencongkel salah satu silmaril dengan belatinya Angrist. Tadinya Beren mau congkel dua yg lain, tapi karena kedengaran dentingnya, Morgoth bangun. Panik, Luthien dan Beren kabur. Mereka dihadang Carcharoth di luar, sementara Luthien udah terlalu lelah. Beren nunjukin silmaril ke Carcharoth, berharap anjing itu bakal takut, tapi malah dicaplok tangannya.

Hanya Carcharoth langsung merasa silmaril itu membakar perutnya. Saking sakitnysa sampai dia jadi gila dan lari kemana-mana, nyerang segala yang menghalangi jalannya, tak pandang bulu. Burung dan satwa yang selalu mengawasi Beren sadar Beren udah kepepet banget. Maka turun elang-elang raksasa dari puncak Crissaegrim dan mereka membawa Beren dan Luthien dari gerbang markas Morgoth kembali ke Doriath.

Di Doriath, Beren bilang dia sudah menggenggam Silmaril, tapi baru sadar kalau tangannya yang megang Silmaril sudah hilang. Thingol jadi kasihan dan akhirnya merestui perjodohannya dengan Luthien. Tapi terus Doriath gempar karena Carcharoth yang gelap mata lantaran nelan silmaril berhasil masuk menerobos lingkaran perlindungan Girdle of Melian. Beren, Thingol, tentara Doriath Mablung dan Beleg Strongbow serta Huan keluar memburu Carcharoth. Mereka menemukannya sedang minum, karena Silmaril di perutnya buat dia selalu haus.

mitologi LOTR - Beren dan Luthien 2

Huan, tak sabaran, berusaha menyerang. Tapi Carcharoth mengelak dan menyerang Thingol. Beren pasang badan melindungi mertuanya dan luka parah digigit. Huan lalu bertarung dengan Carcharoth sampai Carcharoth mati, tapi Huan sendiri luka parah dan akhirnya mati. Beleg menyayat perut Carcharoth dan mengeluarkan silmaril dari situ. Silmaril ini nantinya dijadikan kalung yg diwariskan ke anak keturunan Beren dan Luthien dan akhirnya dibawa ke Undying Land saat Earendul meminta pengampunan para Valar dan mohon bantuan untuk mengalahkan Morgoth. Beren dan jenazah Huan dibawa ke Doriath. Luthien menatap mata Beren dan minta jangan pergi dulu sebelum bisa ketemu lagi di alam setelah mati. Akhirnya Beren menghembuskan napas terakhir dan Luthien meninggalkan dunia menuju Halls of Mandos.

Setelah mati manusia tak berakhir di Halls of Mandos. Ini tempat elf merenung sebelum, kalau mau dan direstui, kembali hidup. Manusia harus mati dan setelah mati tiba di pantai Outer Sea dari mana mereka pergi tanpa pernah kembali lagi. Di Halls of Mandos Luthien bernyanyi lagi dan konon keindahan lagu ini cuma dikalahkan lagu yang diciptakan Eru dan para Ainur. Dalam lagu itu terungkap penderitaan dua kaum: elf dan manusia. Luthien berlutut dan menangis di depan Mandos, sampai Mandos, untuk pertama dan terakhir kalinya, tergerak hatinya.

Tapi Mandos tak bisa menahan manusia dari kematian, karena ajal itu hadiah Eru untuk kaum manusia. Akhirnya Mandos konsultasi dng Manwe, dan Luthien diberi dua pilihan: tinggal di Valinor di mana ia akan bahagia dan lupa akan Beren, atau kembali bersama Beren ke Middle-earth, tapi suatu saat akan mati, dng kata lain, jadi mortal, jadi manusia, sama seperti Beren. Luthien ambil pilihan kedua, dan ia dan Beren kembali ke Middlee-earth, dan tinggal sementara di sana sampai ajal menjemput.

Kisah Luthien ini diabadikan dlm lagu Lay of Leithian (Escape from Bondage–Lepas Dari Belenggu) yg dinyanyiin Aragorn di FoTR. Kisah Aragorn dan Arwen memang mirip Beren dan Luthien, dan pilihan Arwen, akhirnya, juga sama dng pilihan Luthien.

Tambahan:
Sauron waktu menyerang Huan mengambil wujud serigala karena dia tahu Huan ditakdirkan mati setelah duel dengan serigala. Tapi yang Sauron tak tahu, ternyata takdirnya itu spesifik, Huan matinya setelah duel dengan Carcaroth. Jadi Sauron kecele, salah strategi waktu ngelawan Huan dengan wujud serigala dan sebenernya Huan yang sudah mencekik Sauron tinggal mematahkan lehernya dan Sauron bakal mati. Sauron berusaha melepaskan diri dari Huan dengan mengubah wujud dari serigala jadi ular, terus berubah lagi jadi monster dan akhirnya berubah lagi jadi wujud yang biasa dia pakai, tapi Sauron tetep tak bisa melepaskan diri dari cengkraman Huan tanpa benar-benar meninggalkan wujudnya. Sayangnya Sauron masih pegang leverage Beren di dungeonnya, jadi bisa nego utk bisa dilepas. Setelah dilepas Huan, Sauron ngambil wujud vampir dan langsung kabur ke Taur-nu-Fuin.

*****

Tentang ELF

1. The Sundering of the Elves
Ada berapa jenis elf yang menempati Middle-earth? Sebetulnya elf hanya terdiri dari satu jenis pada permulaan zaman. Namun kejadian yang mengharuskan mereka berangkat ke Blessed Realm (Aman) membuat mereka terbagi menjadi beberapa kelompok.

Quendi (elves) diciptakan oleh Eru dan mereka pertama kali dibangunkan di Cuiviénen. Karena saat itu Melkor telah membangun markas gelapnya di Utumno dan Angband untuk memusnahkan segala makhluk ciptaan Eru, maka para Valar meminta mereka untuk pindah ke Aman, untuk tinggal dalam lindungan cahaya Two Trees of Valinor, karena di Middle-earth belum diciptakan bulan dan matahari, hanya ada cahaya bintang samar-samar. Dipilih tiga pemimpin elf untuk menjadi ambasador dan yang pertama kali bertandang ke Aman: Ingwë, Finwë dan Elwë. Kemudian ketiga elf ini meyakinkan anak buah mereka untuk ikut pindah ke Aman.

Namun ada sekelompok elf yang menolak pergi ke Aman, merasa tinggal dibawah naungan bintang lebih baik daripada perjalanan panjang dan melelahkan menuju suatu tempat yang belum jelas. Mereka disebut The Avari.

Maka dibentuklah tiga kelompok yang berangkat menuju Aman:

1. The Vanyar (dengan raja mereka Ingwë, yang kemudian menjadi raja elf tertinggi),
2. The Noldor (dengan raja mereka Finwë) dan
3. The Teleri (dengan raja-raja mereka Elwë dan Olwë karena kelompok ini yang terbesar jumlahnya).

Ketiga kelompok yang melakukan perjalanan panjang ke Aman ini disebut The Eldar.

The Vanyar, The Noldor dan sebagian dari The Teleri yang tiba di Aman disebut Calaquendi (Elves of the Light). Namun sebagian kaum Teleri tidak sampai ke Aman, dan mereka bersama-sama kaum Avari disebut Moriquendi atau The Elves of Darkness karena mereka tak pernah melihat cahaya Two Trees of Valinor. Kaum Teleri yang tertinggal ini tinggal di Beleriand setelah menempuh setengah jalan menuju Aman. Namun mereka tetap mengidamkan tinggal di Aman.

Sebagian dari kaum Teleri ini tertinggal karena Elwë, raja mereka, sempat menghilang beberapa lama karena bertemu dengan sang Maia Melian dan jatuh cinta padanya. Kemudian ia memutuskan untuk tetap tinggal di Middle-earth meskipun ia dianggap salah seorang Calaquendi karena pernah melihat Two Trees of Valinor. Tapi kaum Teleri yang dipimpin Olwë sebagian berhasil tiba di Aman, meskipun akhirnya ada juga yang memutuskan untuk menetap di pinggir laut (disebut kaum Falathrim) dan menguasai seni perkapalan. Pemimpin mereka adalah Círdan the Shipwright.

Sebagian kaum Teleri yang tertinggal di Middle-earth adalah kaum Sindar (yang tinggal di daratan Beleriand), kaum Nandor (yang tinggal di sebelah timur Misty Mountains) dan kaum Laiquendi (Green elves of Ossiriand) yang merupakan sebagian dari kaum Nandor yang kemudian memasuki daerah Beleriand. Ketiga kaum ini disebut Úmanyar, yaitu kelompok Eldar yang tak pernah sampai ke Aman. Maka merekapun termasuk dalam kaum Moriquendi.

Bingung? Akhirnya sih nggak juga. Tapi inilah awal mula pengelompokkan elf yang kemudian semakin meluas karena kaum Noldor akhirnya kembali ke Middle-earth untuk memerangi Melkor yang mencuri The Silmarils. Dan mereka menempati beberapa daerah Middle-earth sebagai daerah kekuasaan, terdiri dari banyak kaum dan banyak raja.

Quendi: semua kaum elf yang pertama kali dibangkitkan di Cuivienen di first age.

Eldar: kaum Quendi yang menuruti perintah para Valar untuk tinggal di Valinor. Eldar terdiri dari tiga kaum: Vanyar, Noldor dan Teleri.

Avari: kaum Quendi yang menolak pergi ke Valinor.

Calaquendi (elves of the light): kaum Quendi yang tiba di Valinor.

Moriquendi (elves of darkness): kaum Quendi yang tidak pergi ke Valinor, termasuk sebagian kaum Teleri yang tertinggal di Beleriand.

Sindar: sebagian kaum Teleri yang tertinggal di Beleriand.

Nandor: sebagian kaum Teleri yang tinggal di timur Misty Mountains.

Laiquendi: green elves of Ossiriand.

Umanyar: kaum Quendi yang berangkat menuju Valinor tapi tak pernah tiba di sana, maka mereka juga termasuk kaum Moriquendi.

2. Tentang Anak-anak Dan Keturunan Feanor
Kan Feanor bersumpah merebut Silmaril meski dari vala, manusia atau elf, pakai bawa-bawa nama Eru lagi, lalu ngotot pergi ke Middle-earth dan pake membunuh sesama elf supaya bisa dapat kapal menyebrang dari Valinor ke ME. Di tengah jalan dia ditahan Mandos yang bilang Feanor dan pengikutnya di-ban nggak bisa balik ke Valinor, bahkan jeritan minta tolong mereka pun tak akan sampai kesana. Mereka akan kemakan sumpah sendiri, dan mati karenanya, karena senjata atau kesedihan, dst dst (sumpah, ini ancemannya Mandos bikin merinding di buku). Tapi Feanor tetap keukeuh bahkan membakar kapalnya setiba di Losgar di ME. Fingolfin, sodara tirinya, yang termakan janji akan selalu mengikuti Feanor sebagai abangnya, sulung dari keluarga Finwe, kepaksa jalan kaki lewat jembatan es Helcaraxe dan bersamanya ikut keponakan-keponakan dari adiknya, Finarfin, termasuk Finrod dan Galadriel.

mitologi LOTR - Elf

Tapi tak lama di ME, Feanor yang grasa-grusu ngelawan Morgoth langsung dihadang banyak Balrog. Ketujuh anaknya (Feanor elf dengan anak paling banyak di sejarah elf. Semua anaknya lelaki: Maedhros, Maglor, Celegorm, Curufin, Caranthir, Amras, Amrod) berusaha menolong tapi telat. Sebelum mati Feanor minta anak-anaknya janji akan meneruskan sumpahnya. Pas dia mati api di dalam rohnya menghanguskan badannya sampai tak ada yang bisa dikubur.

Sebenernya setelah lama di ME dan kelihatannya Morgoth tak bisa dikalahin, anak-anak Feanor sudah tenang. Tapi terus mereka dengar Luthien dan Beren berhasil dapet silmaril dan oleh Thingol silmaril ini dipasang di kalung Nauglamir dan mereka ingat sumpah bapaknya.

Selama Luthien masih idup anak-anak Feanor tak berani menantang (Luthien udah pernah mengalahkan Sauron, memperdaya Morgoth, membujuk Mandos buat memberikan dia dan Beren kesempatan kedua. Berani macam-macam?). Tapi sepeninggal Beren dan Luthien, kalung Nauglamir dikasih ke anaknya, Dior, raja pengganti Thingol di Doriath. Langsung anak-anak Feanor menyerbu ke sana. Dan terjadilah Kinslaying (pembantaian saudara) yang kedua di sejarah Middle-earth. Dior dan istrinya Nimloth tewas. Dua anak kembarnya laki-laki diusir biar kelaparan di hutan. Cuma anak perempuannya, Elwing yang berhasil kabur. Tapi di Second Kinslaying ini juga mati anak-anak Feanor. Celegorm, Caranthir, Curufin, Amrod, Amras tewas semua.

Terakhir, Maglor dan Maedhros dengar bahwa Elwing berhasil kabur ke muara Sirion, di mana para pengungsi Gondolin tinggal. Di sana ia menikah dengan Earendil dan punya anak kembar Elrond dan Elros. Maglor dan Maedhros menyerbu lagi ke situ dan membantai banak perempuan dan anak-anak di peristiwa Kinslaying yang ketiga. Tapi mereka kasihan dng Elrond dan Elros yang akhirnya mereka sandera tapi tak dikasarin.

Saat itu Earendil udh dlm perjalanan ke Valinor bawa Silmaril di kalung Nauglamir, untuk minta ampun kepada Valar dan minta tolong mengalahkan Morgoth. Karena Earendil memohon atas nama manusia dan elf, bukan untuk dirinya sendiri, Valar jatuh iba dan turun tangan ngeringkus Morgoth.

Maedhros lalu mengajak Maglor mencuri dua Silmaril yang berhasil diambil para Valar dari Morgoth. Maglor berusaha mencegah, tapi gagal. Cuma, karena mereka udah melakukan kejahatan-kejahatan lantaran Silmaril, permata itu jadi kerasa panas di tangan mereka (seperti waktu Silmaril di tangan Beren ketelen ama werewolf Carcharoth langsung mules-mules). Saking nggak tahan, Maedhros ngelempar diri bersama silmaril ke lava panas, Maglor ngebuang silmarilnya ke laut lalu mengembara menyesali perbuatannya. Ini sedih banget karena Maglor ini penyair dan pemusik. Kali sebenernya tak cocok disuruh-suruh perang, cuma kebawa udah janji sama mendiang ayahnya.

Anyway, setelah dikalahkannya Morgoth, para pengikut Feanor di ME yang semula tak boleh pulang ke Valinor dimaafkan dan diizinkan kembali. Jadi bukan hanya karena tak ada anak Feanor lagi di ME tapi juga karena elf udah pada bedol deso ke Barat maka elf jadi sedikit di 2nd Age. Dari keturunan Noldor tinggal Galadriel dan Gil-galad kali yang petinggi-petingginya. Terus ada Celebrimbor, putra Curufin, cucu Feanor yg akhirnya jadi pembuat cincin Nenya, Narya, Vilya. Terus ada Elrond yg milih jadi elf (kembarannya, Elros milih jadi manusia dan jadi raja Numenor). Sisanya ya kaum elf lokal seperti Thranduil, Celeborn. Makanya kali lebih adem ayem.

Cuma, kalau tidak salah di suatu manuskrip yang dimasukkin Chris Tolkien ke Simarillion diceritain gimana Morgoth melepaskan diri dari rantainya di Void, trus diperangi oleh Feanor, Turin dan Tulkas dlm perang yg disebut Dagor Dagorath, Battle of Battles. Lalu silmaril dikumpulkan dari langit, dari air dan dari bumi trus Feanor memberikannya ke Varda untuk memulai dunia baru. (Waktu baca ini sempat merinding-merinding dan berkaca-kaca. Kebayar juga dendam semua pihak yang hidupnya dan keluarganya sudah habis-habisan teraniaya lantaran Morgoth.)

2. Concerning Galadriel
Galadriel, atau Altariel dalam bahasa Quenya, yang berarti radiantly-garlanded-maiden, adalah penguasa Lorien. Dia adalah putri Finarfin dari kaum Noldor (putra Raja Finwe dan Indis dari kaum Vanyar) dan Earwen dari kaum Teleri (putri Raja Olwe). Bagaimana Galadriel bisa menguasai Lorien? Bagaimana dia bertemu dengan Celeborn? Sejarah Galadriel terdiri dari berbagai konsep yang dibuat oleh Tolkien setelah dia selesai menulis LOTR.

1) The History of Galadriel and Celeborn (Kisah sejarah Galadriel dan Celebron)

mitologi LOTR - Celeborn and galadriel

a. First Conception:
Konsep pertama yang dibuat Tolkien menyatakan bahwa ‘Galadriel went east over the mountains from Beleriand alone, before the end of First Age and met Celeborn in his own land of Lorien.’

Pernyataan itu dikatakan dalam sebuah tulisan yang tidak dipublikasikan dan mendasari kalimat Galadriel kepada Frodo di Fellowship of the Ring, dimana dia berkata bahwa Celeborn “has dwelt in the West since the days of dawn, and I have dwelt with him years uncounted; for ere the fall of Nargothrond or Gondolin I passed over the mountains, and together through the ages of the world we have fought the long defeat.”

Bisa disimpulkan bahwa Celeborn adalah elf Nandorin (bagian dari elf Teleri yang menolak menyeberangi Misty Mountains dalam Great Journey dari Cuivienen). Tapi dalam Appendix B LOTR dinyatakan versi lain: di awal Second Age ‘In Lindon south of the Lune dwelt for a time Celeborn, kinsman of Thingol; his wife was Galadriel, greatest of Elven women.’ Dan di catatan dalam kisah The Road Goes Ever On (1968, p.60) dikatakan bahwa Galadriel “passed over the Mountains of Eredluin with her husband Celeborn (one of the Sindar) and went to Eregion.”

b. Second Conception:
Di The Silmarillion disebutkan Galadriel bertemu dengan Celeborn di Doriath (bahwa Celeborn adalah kerabat Raja Thingol) dan mereka berdua adalah Eldar yang tetap berada di Middle-earth setelah First Age.

Alasan mengapa Galadriel tetap tinggal di Middle-earth bervariasi. Di The Road Goes Ever On disebutkan “After the overthrow of Morgoth at the end of the First Age a ban was set upon her return, and she had replied proudly that she had no wish to do so.” Tidak ada pernyataan sejelas itu di LOTR tapi dalam sebuah surat yang ditulis oleh Tolkien tahun 1967 dia menyatakan:

‘The Exiles diizinkan untuk kembali kecuali beberapa pelaku utama pemberontakan, di mana saat kisah LOTR terjadi hanya Galadriel yang masih ada. Pada saat Lament in Lorien (Namarie) dia menganggap larangan itu berlaku untuk selamanya. Maka dia menyelesaikan lament-nya dengan harapan dan permintaan agar Frodo diberi tempat kehormatan di Eressea, pulau terpencil dekat Aman, meski baginya tempat itu terlarang. Doanya dikabulkan dan larangan baginya juga dicabut, sebagai hadiah atas perjuangannya melawan Sauron, dan di atas segalanya adalah karena dia telah lulus ujian dengan menolak Ring of Power saat Frodo memberikannya kepadanya.’

Konsep di atas belum diciptakan saat bab ‘Farewell to Lorien’ dibuat beberapa tahun sebelumnya.

c. Third Conception:
Dalam sebuah philological essay, kisah tentang Galadriel sedikit berbeda. Konsep itu ditulis setelah The Road Goes Ever On dipublikasikan.

Dikisahkan bahwa Galadriel tidak menyukai Feanor karena dengan kemampuannya melihat benak seseorang dia mengetahui ada kegelapan dalam jiwa Feanor, yang tidak lain adalah pamannya sendiri. Namun Galadriel juga memimpikan daerah kekuasannya sendiri, di mana dia dapat memerintah tanpa campur tangan para Valar. Maka saat terjadi pemberontakan kaum Noldor terhadap para Valar dia mengikuti jejak Feanor, menuju Middle-earth untuk mencari daerah kekuasan.

Meskipun dia ikut memerangi Feanor yang menyerang kaum Teleri (kaum ibu Galadriel) untuk mencuri kapal-kapal mereka di Alqualonde, dia tetap meninggalkan Valinor, kali ini dengan tekad untuk mengikuti Feanor kemana pun dia pergi, untuk menjegalnya.

Keangkuhannya membuat Galadriel memutuskan untuk menolak pemberian maaf para Valar setelah dia ikut berjuang mengalahkan Morgoth dan tetap tinggal di Middle-earth. Keputusannya untuk meninggalkan Valinor dan menetap di Middle-earth dipengaruhi oleh kenyataan bahwa dia berkerabat dengan King Thingol of Doriath di Beleriand.

Dua age kemudian barulah Galadriel menemukan Ring of Power yang dapat mewujudkan hasratnya sewaktu muda: berkuasa di Middle-earth. Namun dalam usianya kini ia telah bertambah bijak dan dia menolaknya, maka dia kemudian meninggalkan Middle-earth.

Kisah di atas tidak dipaparkan dalam Silmarillion. Dalam essay ini kemudian dikisahkan meski dia disebut Nerwen (man-maiden, karena tubuhnya yang sangat tinggi) oleh ibunya dan dipanggil Artanis (noble woman) oleh ayahnya, dia memilih Galadriel sebagai nama Sindarinnya “for it was the most beatiful of her names, and had been given to her by her lover, Teleporno of the Teleri, whom she wedded later in Beleriand.” Teleporno adalah Celeborn.

d. Fourth Conception:
Kisah yang lain sama sekali, yang tidak pernah dipublikasikan, terdapat dalam catatan yang diselesaikan Tolkien beberapa saat sebelum kematiannya.

Dikisahkan bahwa Galadriel memang ingin pergi dari daratan Aman menuju Middle-earth, tapi bukan karena dipicu oleh pemberontakan kaum Noldor yang diketuai Feanor. Dia hanya ingin mencari petualangan dan sementara menunggu izin dari Manwe dia tinggal bersama kerabat ibunya di Alqualonde. Di sanalah dia bertemu dengan Celeborn (di sini sekali lagi disebut sebagai pangeran kaum Teleri) yang mash sepupunya sendiri. Mereka berdua membuat sebuah kapal untuk berangkat ke Middle-earth bila sewaktu-waktu izin dari Manwe diberikan. Dan di sini juga disebutkan bahwa Manwe tidak pernah melarang mereka pergi dari Valinor.

Pada saat kaum Noldor menyerang kaum Teleri di Alqualonde, Galadriel dan Celeborn bertarung melawan Feanor. Galadriel kemudian menganggap Valinor sudah tidak lagi menjadi tempat yang tenteram karena matinya Two Trees of Valinor dan dicurinya Silmarils oleh Melkor (Morgoth). Dia juga ngeri melihat kebrutalan Feanor. Maka tanpa menunggu izin dari Manwe dia dan Celeborn berangkat menuju Middle-earth lebih karena ingin mengawasi Feanor. Karena itulah dia dikutuk oleh para Valar dan dilarang kembali ke Valinor.

Pernyataan Celeborn sebagai kaum Teleri bertentangan dengan yang dikisahkan di Silmarillion, The Road Goes Ever On dan di Appendix B LOTR. Kisah terakhir ini mungkin dibuat untuk menegaskan bahwa Galadriel berangkat ke Middle-earth secara terpisah dengan Feanor dan tidak ambil bagian dalam pemberontakan kaum Noldor.

3. Nauglamir (Necklace of the Dwarves)
Ceritanya mesti dimulai dari Finrod lagi. Abangnya Galadriel ini mendapat mimpi dari Ulmo, Vala penguasa air, untuk mencari lokasi rahasia dan aman untuk tempat berlindung di Middle-earth dari angkara murka Morgoth. Turgon, sepupu Finrod, juga dapat mimpi yg sama dan ia membangun Gondolin. Tapi Finrod baru dapat ide tentang benteng pertahanannya sendiri waktu ia mampir ke kerajaan Doriath yang dipimpin Thingol dan permaisurinya, Maiar bernama Melian. Benteng Thingol yang bernama Menegroth berbentuk jaringan goa yang konstruksinya dibantu dwarf dari Nogrod dan Belegost.

Finrod denger ada goa-goa di tebing sebelah barat Sungai Narog. Ia dibantu dwarf dari Blue Mountain/Ered Luin memperluas dan memperindah gua2 itu hingga jadi benteng istana kerajaan Finrod yang dinamai Nargothrond. Finrod memberi imbalan besar kepada para dwarf karena ia membawa harta paling banyak dari Tirion, tempat tinggalnya di Valinor.

Tapi dalam proses pembangunan Nargothrond ini, para dwarf menggusur penghuni gua ini sebelumnya, kaum Petty Dwarf. Mereka dwarf yang diasingkan dari kota-kota bawah tanah kaum dwarf di timur, dan setelah sekian lama tubuh mereka jadi makin kecil dan ilmu pandai logam mereka ketinggalan zaman. Mereka hidup dlm ketakutan dan kekurangan. Setelah digusur, mereka mengungsi ke Amon Rudh di perbatasan Nargothrond.

Para dwarf memberi Finrod gelar Felagund, penggali gua, dan membuatkan kalung Nauglamir dari permata-permata yang dibawa Finrod dari Valinor. Kalung ini dihargai Finrod paling tinggi dibandingkan hartanya yang lain. Bentuknya digambarkan berupa carcanet, seperti collar/choker, kalung yang melilit leher. Meskipun bertatahkan banyak permata tapi karena kecanggihan ahli perhiasan dwarf kalung ini ringan seperti benang saat dipakai.

Fast-forward ratusan tahun kemudian, setelah Finrod gugur di dungeon Sauron saat membantu Beren merebut silmaril yang jadi syarat mempersunting Luthien, putri Thingol. Adik Finrod, Orodreth naik tahta Nargothrond menggantikan abangnya. Ke Nargothrond datang Turin Turambar, yg reputasinya udah terkenal dalam memerangi pasukan Morgoth. Turin meyakinkan Orodreth untuk berhenti bersembunyi dan melakukan perang terbuka dng Morgoth. Untuk itu, untuk pertama kalinya sejak dibangun, dibuat jembatan menyeberangi Sungai Narog ke gerbang Nargothrond yang selama ini dirahasiakan, nggak diketahui Morgoth. Datanglah naga Glaurung menyerbu lewat jembatan itu. Nargothrond jatuh, dan Glaurung menguasai harta yang ada di situ, termasuk kalung Nauglamir.

Kemudian, setelah peristiwa berliku-liku, termasuk kejadian Turin tanpa sepengetahuannya menikahi adiknya Nienor, akhirnya Glaurung mati di tangan Turin. Setelah tahu naga penguasa Nargothrond tak ada lagi, Petty Dwarf terakhir bernama Mim kembali ke Nargothrond dari Amon Rudh.

Nah, datanglah ayah Turin. Namanya Hurin Thalion. Selama 28 tahun ia dikurung oleh Morgoth di Thangorodrim dan dibuat menyaksikan segala nasib sial yang menimpa istrinya, putranya Turin, dan putrinya Niniel, yg keduanya mati bunuh diri, tanpa bisa melakukan apa-apa. Sekarang Hurin dilepas Morgoth dan ia pergi ke Nargothrond. Disana ia lalu membunuh Mim, Petty Dwarf terakhir, dan mengambil Nauglamir.

Ia lalu mengembara dan akhirnya sampai ke gerbang Menegroth. Di hadapan raja Doriath ia mencampakkan Nauglamir dan bilang, “Terima ini, bayaran untuk mengurus anak istriku” karena meskipun selama dikurung Morgoth Hurin bisa ngeliat nasib anak istrinya, tapi yg ditunjukin ini udah diedit oleh Morgoth sehingga kebaikan-kebaikan orang lain, termasuk Thingol dan Melian, nggak keliatan.

Meski dihina, Thingol nggak marah. Melian akhirnya yg ngejelasi semuanya ke Hurin. Hurin lalu mengambil lagi kalung itu dan menyerahknnya secara baik-baik kepada Thingol, sebelum pamit pergi lagi. Inget kan, Thingol memegang satu silmaril yg berhasil direbut Luthien dan Beren dari mahkota Morgoth? Nah, saat ngeliat Nauglamir, terbersit ide untuk memasang silmaril di kalung itu. Untuk itu Thingol minta bantuan dwarf Nogrod.

Para dwarf ini terkagum-kagum dengan hasil karya nenek moyang mereka, apalagi setelah dipasangi Silmaril. Nauglamir v.02, perpaduan karya elf dan dwarf, lebih indah dari sebelumnya. Mereka lalu menolak mengembalikannya ke Thingol, dengan alasan Nauglamir itu milik mereka. Thingol marah dan menyuruh mereka pergi tanpa imbalan. Dwarf balas mengamuk dan membunuh Thingol untuk merampas Nauglamir. Mereka ditumpas pasukan Doriath, tapi dua berhasil lolos kembali ke Nogrod minta bala bantuan. Dwarf Nogrod menyerbu Doriath, merebut Nauglamir, tapi dipukul mundur dng banyak korban jiwa.

Pasukan dwarf yang membawa Nauglamir lalu dicegat Beren dan Green Elves/Laiquendi dari Ossiriand. Raja dwarf Nogrod mati. Sisa pasukannya sempat lari ke hutan di Ered Lindon tapi para Ent membuat nggak ada yang bisa keluar dari situ. Beren memberikan Nauglamir pada Luthien (saat itu keduanya sedang menjalani kehidupan kedua setelah sempat sama2 mati) sebagai kenang-kenangan atas orangtuanya. Dior putra Luthien dan Beren lalu kembali ke Doriath dan jadi raja. Ia menikahi sodara Celeborn, Nimloth, dan punya anak kembar cowok Elured dan Elurin, serta seorang putri, Elwing.

Suatu hari datang Green Elf dari Ossiriand bawa kotak untuk Dior, dan di dalamnya tersimpan Nauglamir. Dari situ Dior tahu bahwa ayah bundanya udah wafat. Begitu tahu Nauglamir yang bertatahkan silmaril udah kembali ke Doriath, anak-anak Feanor yang ikut memegang sumpah bapaknya untuk merebut kembali permata itu dari siapa pun, langsung menggempur Doriath. Meski banyak anak Feanor yang tewas dalam peristiwa ini, tapi Dior sendiri, dan istrinya Nimloth, turut meninggal. Tapi putri mereka Elwing sempat melarikan diri dan bergabung dng pengungsi Gondolin di muara Sirion. Di sinilah ia menikah dengan Earendil putra Tuor dan Idril. Dan kelak, Earendil berlayar dng kapalnya Vingilot ke Valinor membawa silmaril yang direbut Luthien dan Beren dan meminta pertolongan para Valar untuk mengalahkan Morgoth.

4. Feanor of The Noldor
Finwë adalah raja kaum Noldor, tinggal di Valinor (Blessed Realm) pada First Age. Míriel, istrinya, melahirkan anak pertama mereka di istana Finwë di Eldamar. Nama putra mereka adalah Curufinwë, tapi oleh ibunya ia dijuluki Fëanor, Spirit of Fire. Setelah melahirkan, Míriel merasa letih lahir batin sehingga memohon agar nyawanya dicabut saja.

“Never again shall I bear child; for strength that would nourished the life of many has gone forth to Fëanor.”

Míriel membaringkan tubuhnya di taman Vala Lórien, namun rohnya telah pergi ke Hall of Mandos. Finwë menunggu, berharap Míriel kembali, tapi sia-sia. Akhirnya Finwë tidak lagi menunggu Míriel dan menikah lagi dengan Indis dari kaum Vanyar dan memiliki dua putra: Fingolfin dan Finarfin.

mitologi LOTR - Noldor

Fëanor tumbuh menjadi elf yang tinggi, tampan dan keras hati. Ia mempelajari seni menulis dan menempa, dan terbukti memiliki bakat hebat. Di antara para Eldar ia menjadi yang paling masterful.

Fëanor tidak menyukai pernikahan kedua ayahnya. Ia tidak menyukai Indis maupun kedua saudara tirinya, maka ia tinggal terpisah dari mereka, menjelajahi tanah Aman dan menyibukkan diri dengan ilmu pengetahuan dan seni menempa yang dicintainya.

Suatu ketika, Melkor (Vala yang memberontak), yang setelah memorak-porandakan Middle-earth ditangkap dan dikurung, meminta pengampunan. Manwë, lord of the Valar, memaafkannya. Tapi Melkor tetap diawasi dan tidak diperkenankan meninggalkan Aman.

Meski demikian, Melkor yang tetap membenci kaum Eldar melihat kesempatan untuk memecah-belah mereka. Ia membisikkan cerita-cerita bohong di antara kaum Noldor, yang dianggapnya paling memiliki semangat menyala-nyala. Ia menyebarkan kebohongan bahwa para Valar menginginkan kaum Eldar tinggal di Valinor agar tidak menguasai Middle-earth. Para Valar lah yang ingin menguasai semuanya dan bakal diciptakan pula ras Manusia yang mortal, yang bakal diberi kekuasaan di Middle-earth. Tujuannya adalah memicu pemberontakan kaum Eldar terhadap para Valar.

1) The Silmarils
Fëanor menempa tiga permata yang diberi nama Silmaril, permata paling indah yang pernah diciptakan. Ia berhasil memasukkan cahaya Two Trees of Valinor (dua pohon yang memberi penerangan di Valinor) ke dalam Silmarils, dan Vala Varda menyucikannya sehingga tak ada tangan-tangan jahat yang bisa menyentuhnya tanpa terbakar. Kemudian Vala Mandos meramalkan bahwa nasib Arda, tanah, laut dan udara, bergantung pada ketiga permata itu.

mitologi LOTR - Two Trees of Valinor 2

Melkor tentu saja menginginkan Silmarils dan mulai meracuni Fëanor dengan kebohongan bahwa adik tirinya, Fingolfin, berusaha menyikutnya dari kedudukan sebagai pangeran kaum Noldor, mengambil alih tahta Finwë dan menyingkirkan Fëanor beserta ketujuh putranya. Lama-kelamaan Fëanor mulai termakan hasutan, bicara terang-terangan pada kaumnya bahwa ia tidak mau menuruti perintah para Valar dan akan pergi kembali ke Middle-earth di mana ia bisa berkuasa, mengajak sebanyak mungkin pengikut.

Fingolfin yang khawatir mendesak ayahnya, Finwë, agar menahan Fëanor dan menyadarkannya. Namun Fëanor malah menantang adik tirinya dengan menghunuskan pedang, menyangka Fingolfin memang berusaha menyingkirkannya. Tapi Fingolfin tidak menyambut tantangannya dan pergi menemui adiknya, Finarfin.

Para Valar, mengetahui tingkah Fëanor, menganggap kelakuannya sudah keterlaluan, menjadi arogan dan memicu terjadinya keresahan serta mengepalai gerakan anti Valar di antara kaum Noldor. Maka para Valar menghukum Fëanor dan mengasingkannya selama 12 tahun jauh dari Valinor. Meski Fingolfin meminta para Valar mengampuni abangnya, Fëanor yang congkak tak mengindahkannya dan berangkat ke Utara Valinor, di mana ia tinggal dalam pengasingan bersama ketujuh putranya di perbukitan dan membangun benteng bernama Formenos.

King Finwë, karena cintanya pada putra pertamanya, ikut mengasingkan diri ke sana. Akhirnya kaum Noldor di Valinor dipimpin oleh Fingolfin dan maka, tampaknya kebohongan Melkor seakan benar, bahwa Fingolfin berusaha mengambil alih tahta, meski sebenarnya hal ini terjadi akibat perbuatan Fëanor sendiri.

mitologi LOTR - Silmarils

Fëanor membawa serta Silmarils ke Formenos. Dan Melkor, setelah para Valar mengetahui tindak-tanduknya yang berusaha meracuni kaum Eldar, pergi menyembunyikan diri. Tapi karena masih ingin menguasai Silmarils, Melkor sempat mendatangi Fëanor ke Formenos, berusaha berteman dengannya, dengan harapan akhirnya bisa menguasai Silmarils. Tapi Fëanor mengusirnya.

2) The Darkening of Valinor
Melkor mencari jalan lain untuk melawan para Valar. Ia membujuk Ungoliant, labah-labah raksasa, untuk menjadi pengikutnya dan membantunya menghancurkan Two Trees of Valinor.

Tiba saatnya diadakan festival pemujaan Eru di Valinor. Manwë, Lord of the Valar, memerintahkan Fëanor untuk datang sendiri. Tapi Fëanor menolak membawa Silmarils yang terkunci rapat di bentengnya di Formenos. Di festival ia bertemu dengan Fingolfin dan Fingolfin mengulurkan perdamaian. Sambil menjabat tangan Fëanor, Fingolfin berkata,

“Half brother in blood, full brother in heart will I be. Thou shalt lead and I will follow. May no new grief divide us.”

Pada saat itu, Melkor dan Ungoliant datang. Ungoliant, yang selalu diliputi kegelapan di mana pun ia berada, menebarkan kegelapan pada Two Trees of Valinor dan Melkor membabat habis keduanya. Secepat kedatangannya, mereka pun pergi. Maka gelaplah Valinor karena kedua sumber cahaya telah mati.

Para Valar bersidang dan meminta Fëanor menyerahkan Silmarils, agar dari cahayanya bisa dibuat lagi pohon cahaya. Namun Fëanor berkata ia takkan melakukannya dengan sukarela, dan jika para Valar memaksanya maka mereka ternyata sama saja seperti Melkor: pencuri.

Tapi saat itu tiba utusan dari Formenos, mengabarkan bahwa Melkor yang diliputi kegelapan telah datang ke Formenos, mencuri ketiga Silmarils dan membunuh Finwë.

3) The Flight of the Noldor
Feanor murka. Ia menyebut Melkor sebagai Morgoth (the Black Foe of the World) dan juga murka pada para Valar yang telah menyuruhnya datang ke Valinor. Karena dipikirnya, jika ia ada di Formenos, ia bisa mempertahankan Silmarils dan menyelamatkan ayahnya.

Maka ia menyatakan pemberontakan terhadap para Valar dan mengumpulkan kaumnya agar ikut bersamanya mengejar Morgoth ke Middle-earth, berusaha merebut kembali Silmarils. Para Valar melarang mereka pergi, tapi Feanor tak mengindahkan. Banyak sekali kaum Noldor yang terbakar kata-kata Fëanor dan siap mengikuti pangeran mereka berangkat ke Middle-earth.

Fingolfin memutuskan untuk ikut, sebagian karena sumpahnya untuk selalu mengikuti Fëanor, sebagian karena merasa waswas membiarkan rakyatnya dimpimpin oleh Fëanor yang sembrono. Finarfin, dengan alasan yang sama, juga memutuskan untuk ikut ke Middle-earth, meski dirinya dan para pengikutnya adalah mereka yang paling enggan meninggalkan Valinor.

Kemudian Fëanor mengucapkan sumpah yang juga diikuti oleh ketujuh putranya, bahwa mereka akan memburu dan memerangi siapa saja sampai akhir dunia, baik Vala, Demon, Elf, atau Manusia yang belum dilahirkan, atau makhluk apa saja, kecil maupun besar, baik maupun jahat yang berani mengambil Silmarils dari tangan mereka. Mereka akan menderita jika tidak melaksanakan sumpah itu.

Maka berangkatlah kaum Noldor. Kelompok Fëanor berada di barisan terdepan bersama putra-putranya: Maedhros, Maglor, Celegorm, Caranthir, Curufin, Amrod dan Amras. Kelompok yang lebih besar di bawah bendera Fingolfin dan anak-anaknya berjalan di belakang, enggan meninggalkan tanah Aman. Dalam kelompok ini terdapat Finarfin dan anak-anaknya, yang termuda adalah Galadriel.

4) Kinslaying at Alqualondë
Kelompok Fëanor tiba lebih dulu di Alqualondë, kota tepi pantai yang dihuni elf kaum Teleri, yang merupakan perbatasan Aman dengan laut yang memisahkannya dengan Middle-earth. Kaum Teleri ahli membuat kapal, dan karena untuk tiba di Middle-earth dibutuhkan kapal untuk menyeberang maka Fëanor meminta kaum Teleri untuk ikut atau meminjamkan kapal-kapal mereka.

Tapi King Olwë (raja kaum Teleri yang juga adalah mertua Finarfin) menolak, karena tahu para Valar tidak menyetujui tindakan Fëanor, juga karena mereka mencintai kapal-kapal mereka seperti Fëanor mencintai Silmarils. Fëanor marah dan berusaha merebut kapal-kapal mereka dengan cara menyuruh anak buahnya menyerang kaum Teleri.

Kelompok Fingolfin tiba belakangan, melihat pertempuran anatara kaum Noldor dan kaum Teleri, menyangka kaum Teleri berusaha menghalangi mereka dengan cara kasar. Maka mereka membela kaum mereka sendiri tanpa tahu sebenarnya Fëanor-lah yang memicu peperangan itu. Rombongan Finarfin yang tiba paling belakang tidak ikut dalam pertempuran. Banyak korban berjatuhan di kedua belah pihak namun kaum Noldor berhasil merebut kapal-kapal kaum Teleri dan sebagian (kelompok Fëanor) membawanya menyusuri pantai ke arah Utara, di mana celah antara Aman dan Middle-earth paling pendek, sementara sebagian lagi berjalan kaki.

Ketika mereka tiba di Araman, daerah pegunungan bersalju, mereka melihat sosok besar berdiri menatap ke bawah ke arah mereka yang berada di garis pantai. Beberapa menganggap itu adalah Vala Mandos sendiri, yang kemudian mengucapkan kutukan:

“Tears unnumbered ye shall shed; and the Valar will fence Valinor against you, and shut you out, so that not even the echo of your lamentation shall pass over the mountain…”

Keluarga Fëanor dikutuk dan dilarang kembali menginjakkan kaki di Aman, dikatakan mereka akan menderita akibat sumpah mereka sendiri. Kemudian beberapa menjadi ketakutan dan memutuskan kembali ke Valinor, memohon ampun. Finarfin adalah salah satu yang kembali, dan banyak pengikutnya yang kembali bersamanya, tapi anak-anak Finarfin tetap bertekad berangkat ke Valinor, karena tak mau meninggalkan anak-anak Fingolfin. Maka Finarfin menjadi pemimpin kaum Noldor yang tersisa di Valinor.

Fëanor tidak gentar, karena ia tak pernah menjilat ludah sendiri, apalagi melanggar sumpah. Mereka yang terus berangkat terpaksa melakukannya karena sumpah setia pada Fëanor atau takut akan hukuman yang diberikan para Valar jika mereka kembali ke Valinor. Mereka mengikutinya tapi tidak mencintainya. Mereka menganggap Fëanor adalah biang keladi penderitaan mereka.

Akhirnya mereka tiba di Utara Aman, dataran bersalju menuju Helcaraxë, yang kemudian berbelok ke Timur menyambung dengan daratan Middle-earth. Terjadi perdebatan arah mana yang harus mereka tempuh: melalui Helcaraxë, jalan sulit bersalju, atau menyeberangi laut, tapi kapal-kapal tidak cukup untuk mengangkut mereka semua sekali jalan. Suatu malam Fëanor berangkat diam-diam dengan kapal, membawa para pengikutnya yang paling setia, termasuk ketujuh putranya. Mereka menelantarkan kelompok Fingolfin di Aman.

Mereka mendarat di muara Drengist dan berlabuh. Maedhros, putra tertua Fëanor, sempat ingin kembali membawa kapal-kapal ke Aman untuk menjemput kelompok Fingolfin namun dilarang oleh Fëanor, karena menurutnya kelompok Fingolfin tak layak dan telah meragukannya. Maka, di muara itu seluruh kapal kaum Teleri dibakar habis. Fingolfin, dari daratan Aman, bisa melihat di kejauhan kobaran api yang membakar kapal, maka ia tahu Fëanor telah mengkhianatinya. Kelompok Fingolfin kini memiliki alasan baru untuk terus berjuang melalui Helcaraxë menuju Middle-earth: untuk menghadapi Fëanor.

5) The End of Fëanor
Sementara itu kelompok Fëanor tiba di danau Mithrim dan mendirikan kemah di sana. Namun pasukan Morgoth yang melihat kobaran api dari kapal-kapal yang terbakar di Drengist menyerang mereka tiba-tiba, dan terjadilah Dagor-nuin-Giliath, the Battle-under-Stars, karena saat itu belum diciptakan bulan dan matahari, hanya bintang bertaburan di langit dunia.

Kaum Noldor berhasil mengusir pasukan Morgoth dan membuat mereka kocar-kacir. Namun Fëanor, dengan semangat menyala-nyala, menganggap ia bisa langsung menghadapi Morgoth dan mengejar pasukannya. Ia berada di garis depan, dan tiba-tiba muncul Balrog-Balrog dari Angband (tanah kekuasaan Morgoth di Utara Middle-earth). Fëanor melawan dengan beringas, namun terluka parah. Putra-putranya menyelamatkannya dan membawanya kembali menuju danau Mithrim. Tapi ketika mereka melewati pegunungan Ered Wethrin, Feanor menyuruh outra-putranya berhenti, dan menatap Thangorodrim, menara tertinggi yang ada di Middle-earth, yang didirikan Morgoth di Angband. Ia tahu nyawanya takkan bertahan. Ia mengutuk nama Morgoth tiga kali dan menitahkan ketujuh putranya untuk tetap mempertahankan sumpah mereka; dan Fëanor pun mengembuskan napas terakhir dan rohnya melayang ke Hall of Mandos, takkan pernah keluar lagi. Tapi tak ada pemakaman bagi Fëanor, karena saking berapi-apinya jiwanya, tubuhnya segera menjadi abu.

Maka berakhirlah kehidupan elf Noldor yang paling kuat, yang karena tindakannya membuat kaum mereka terkenal sekaligus dilimpahi bencana. Namun, perjuangan putra-putra Fëanor untuk merebut kembali Silmarils masih jauh dari selesai.

5. Gil-Galad
Gil-galad disebut High King of Noldor karena dia putra Fingon putra Fingolfin putra Finwe yang bergelar High King of Noldor di Valinor. Setelah Fingon gugur, gelar High King sempat disandang saudaranya, Turgon, raja Gondolin. Saat itulah Gil-Galad dikirim tinggal di Pulau Balar dengan Cirdan. Setelah Gondolin jatuh dan Turgon gugur, gelarnya jadi jatuh ke Gil-Galad.

mitologi LOTR - Gil Galad

Setelah Melkor ditangkap pada War of Wrath, Gil-Galad membangun kerajaan di Lindon, pantai barat Middle-earth. Di sini salah satu kantong tempat elf tinggal, selain Rivendell dan Lothlorien. Gil-Galad menjalin hubungan yang erat dengan Numenor dan salah satu yang tak gampang terperdaya Annatar, sosok Sauron manis mulutnya, ganteng dan suka memberi hadiah dan turut membantu saat Numenor angkirnya turun tangan meringkus Sauron.

Setelah terbukti Sauron kembali kuat di Second Age, Gil-Galad, Elendil raja Numenor di pengasingan dan Elrond membentuk Last Alliance dan menggempur Sauron di Mordor. Saat udah terkepung, Sauron turun langsung ke medan perang. Gil-galad akhirnya gugur karena terbakar suhu panas yg keluar dari tangan Sauron.?

Tambahan:
Gil-galad ketua White Council di 2nd Age, setelah dia gugur dan para Istari datang di 3rd Age, White Council diketuai oleh Saruman meskipun Galadriel maunya Gandalf yang jadi ketua.

“Gil-Galad was an Elven-King.
Of him the harpers sadly sing:
the last whose realm was fair and free
between the Mountains and the Sea.

His sword was long, his lance was keen,
his shining helm afar was seen;
the countless stars of heaven’s field
were mirrored in his silver shield.

But long ago he rode away,
and where he dwelleth none can say;
for into darkness fell his star
in Mordor where the shadows are.”

*****

Tentang MANUSIA

1. Numenor
Numenor adalah negeri bangsa manusia keturunan Edain dari Zaman Pertama, pulau Elenna adalah anugerah yang diberikan Dewa sebagai tempat kediaman kaum manusia. Belakangan mereka takabur dan berbalik melawan Valar dan Numenorpun dihancurkan pada tahun-tahun terakhir Zaman Kedua.

mitologi LOTR - Numenore map

1) Prolog
Ketika Matahari terbit untuk pertama kalinya diatas Dunia Tengah, ras baru memulai eksistensinya di tanah yang disebut Hildórien. Mereka adalah ras Manusia, Secondborn dari Children of Ilúvatar. Mereka yang berbaris dari Barat ke Beleriand selama Zaman Pertama disebut Edain dan membuktikan diri sebagai sekutu dekat dari kaum Peri,. Tiga wilayah utama dari bangsa Edain: yang pertama yaitu House of Beor, berdiam di Ered Luin, House of Haleth dan House of Hador, yang mendiami pegunungan Barat, masing-masing memiliki fitur yang berbeda dan cara hidup yang berbeda.

Dalam peristiwa yang terjadi pada Zaman Pertama, kedua kerabat ras Ilúvatar, manusia dan Peri, berjuang bersama-sama melawan satu musuh bersama yaitu Morgoth. Kedua belah pihak mengalami kerugian dan korban yang sama besarnya. Ketika pertempuran terakhir Zaman Pertama dimenangkan oleh kekuatan-kekuatan dari Valinor, kaum Valar menghadiahi bangsa Edain dengan memberi mereka tempat untuk tinggal di luar Dunia Tengah. Tempat itu disebut Elenna dan kemudian dikenal sebagai Pulau Numenor. Terletak di tengah antara Endor dan Aman, di sanalah keturunan dari tiga negeri dari Edain mendirikan Kerajaan Numenor di SA 32, yang akan berlangsung dan mendominasi seluruh Zaman Kedua.

2) Garis Elros
Dua pasangan yang terdiri dari manusia dan Peri sangat penting artinya bagi sejarah Numenor. Luthien dan Beren adalah yang pertama. Anak mereka, yang disebut Dior, menikahi Nimloth dari Doriath dan Elwing dilahirkan. Idril dan Tuor, yang kedua dari dua pasangan antara Manusia dan Peri, adalah orangtua dari Earendil si Pelaut. Elwing dan Earendil bertemu di Havens of Sirion dan dari mereka lahir keturunan kembar: Elros dan Elrond. Untuk yang berdarah campuran itu, Dewa Valar memberikan pilihan: untuk menjadi manusia atau sebagai Peri. Elrond memilih untuk tinggal di antara Peri sedangkan Elros bergabung dengan ras Manusia dan ia menjadi Raja pertama Numenor.

Keturunan Elros dari Numenor punya hak untuk mewarisi tongkat kekuasaan dan dengan demikian menjadi Penguasa Numenor. Dari pendirian hingga kehancuran Kerajaan, dua puluh lima raja dan ratu yang tercatat bertahta, semuanya adalah keturunan Elros. Garis darah ini juga memberi berkah tersendiri dengan anugerah usia hidup lebih lama daripada yang lain. Sementara usia bangsa Numenor sekitar 200 tahun, hidup penguasanya mencapai kelipatannya, 400 tahun. Di depan nama mereka, diberi kata dari bahasa Quenya,Tar, yang berarti “bangsawan” atau “mulia”. Bahasa itu menunjukkan kesetiaan mereka pada aliansi dengan kaum Eldar. Ketika hubungan antara kedua ras semakin dingin, awalan itu tetap dipergunakan.

Raja Numenor dari Keturunan Elros :
Tar-Aldarion, seorang pelaut dan penjelajah Dunia Tengah
Tar-Ancalimë, Ratu Numenor
Tar-Minastir, mengalahkan Sauron bersama Gil-galad
Ar-Belzagar , penguasa pertama untuk mengambil nama Adûnaic
Ar-Adunakhor, melarang rakyat untuk berbicara dengan bahasa Quenya dan memutuskan hubungan dengan kaum Eldar
Ar-Pharazon, penguasa terakhir, sampai Kejatuhan Numenor

3) Pangeran Andúnië
Setelah Garis Elros, orang-orang yang memegang kekuasaan di Numenor adalah Penguasa Andúnië. Keturunan yang tertua dari raja keempat Tar-Elendil adalah seorang wanita, Silmarien. Karena kenyataan bahwa sang putra sulung memilih untuk tidak naik tahta dan malah kakaknya itu mengambil Sceptre sebagai Tar-Meneldur. Dia dianugrahi dengan gelar kehormatan “Lord Andúnië”, yang diberikan untuk gelar turun temurun. Valandil adalah putra pertama Numenor dan yang pertama kali memakai gelar itu. Total ada Delapan belas Penguasa Andúnië, yang terakhir adalah Amandil, ayah dari Elendil. Terkenal karena persahabatan mereka dengan kaum Eldar, mereka dianggap pemimpin partai politik bernama Elendili.

mitologi LOTR - Andunie prince

2. Arnor
Arnor, atau Kerajaan Utara, adalah sebuah kerajaan yang didirikan kaum Dunedain di tanah Eriador di Dunia Tengah. Tempat dimana Raja Tinngi Arnor memerintah atas kedua negara, Arnor dan Gondor.

1) Sejarah Awal
Arnor didirikan pada akhir Zaman Kedua (SA 3320) oleh Elendil, bersamaan dengan didirikannya Gondor oleh putera-puteranya. Kedua kerajaan dikenal sebagai Kerajaan Pengasingan, karena dibangun oleh kaum Dunadein di wilayah pengasingan.

mitologi LOTR - Elendil_during_the_Last_Alliance

Arnor didasari oleh bentuk pemerintahan Numenor, penduduk yang tinggal di sana cukup besar, akibat dari emigrasi terus menerus bangsa Numenor yang telah dimulai di bawah Tar-Meneldur dan Tar-Aldarion. Sebelum kedatangan Dunedain, Arnor adalah rumah bagi Manusia Senja Edain, dan para kolonis awal yang telah berintegrasi dengan mereka. Elendil dan orang-orangnya dibantu oleh Raja Agung Noldorin Gil-Galad dan rakyatnya, datang dengan kapal-kapal yang berlayar dari sungai Lune. Ia mendirikan kota Annúminas sebagai Ibu Kota. Arnor awalnya ingin di bangun di wilayah selatan (Gondor) karena Peri di bawah Gil-Galad tinggal di dekat situ, di seberang sungai Lhûn. Namun, di kemudian hari setelah Numenor jatuh di bawah bayangan Sauron, mereka menetap lebih ke selatan. Ini menimbulkan situasi di mana Elendil tiba di daerah yang dihuni oleh orang-orang yang, tidak seperti di Numenor sendiri, dimana masih berteman dengan Peri, dan tidak seperti Gondor ke selatan di Arnor, banyak pengetahuan dari Zaman Peri yang dipertahankan.

2) The Palantír
The Palantír atau ‘batu melihat’ yang berbentuk bola adalah benda yang dapat berkomunikasi satu sama lain dan memberikan kesan visual kepada penggunanya yang terampil.

mitologi LOTR - Palantir

Batu-batu ini dibagi awalnya antara Elendil dan dua putranya. Batu-batu itu biasanya dijaga ketat dan di bawah kontrol para raja. Total ada tujuh Batu, dengan tiga dari mereka ditempatkan di kerajaan utara, dan empat lainnya di Gondor. Mereka adalah:

Pertama, batu Elostirion, di menara Elostirion, digunakan untuk berkomunikasi dengan peri pemegang batu di Tol Eressëa , di sepanjang Jalan Lurus. Batu Itu tidak bisa menghubungi batu yang lain di Bumi Tengah.

Yang kedua batu Amon Sul, di menara pengawas Amon Sul. Sebuah batu besar, yang sering digunakan untuk kontak dengan batu yang terkait di Gondor, batu besar, di kubah bintang di Osgiliath.

Yang ketiga batu Annúminas, di ibukota Annúminas. Walaupun batunya lebih kecil, batu itu adalah batu yang paling sering digunakan oleh raja-raja Arnor.

3) Perang Aliansi Terakhir
Pada akhir Zaman Kedua, Arnor bersekutu dengan Raja Agung Noldorin Gil-galad dalam aliansi besar menentang Sauron, sebagai Aliansi Terakhir Peri dan Manusia. Dalam hubungannya dengan kekuatan selatan Gondor, mereka berhadapan dengan pasukan Sauron dalam Perang Aliansi Terakhir. Perang ini berlangsung selama beberapa tahun di dataran Dagorlad dan di Mordor itu sendiri, sampai Pengepungan Barad-dur. Baik Elendil dan putranya Anarion tewas dalam konflik ini, tapi Isildur memotong Cincin dari jari Sauron dan memenangkan perang dengan Mordor. Elrond, penasehat Gil Galad, mendesak Isildur untuk melemparkan cincin itu ke Gunung Malapetaka dan menghancurkannya, namun Isildur menolaknya Akibat perang panjang itu, Arnor menderita korban berat, beberapa bagian dari wilayahnya ditinggalkan penduduknya yang mengungsi atau tewas dalam perang.

mitologi LOTR - Last Alliance

Raja kedua Arnor, Isildur (juga Raja Gondor) tewas dalam TA 2 oleh Orc dalam bencana Pertempuran Gladden Fields. Tiga anak laki-lakinya termasuk yang tertua terbunuh dengannya, tapi yang keempat dan bungsu, Valandil, yang tetap di Rivendell karena masih kecil, menjadi pewaris raja Arnor (TA 2). Isildur juga kehilangan Cincin pada saat itu, terlepas dari jarinya saat ia mencoba melarikan diri dari kejaran Orc. Belakangan, Arnor tidak pernah sepenuhnya pulih dari kerugian yang menghancurkan ini.

3. Tiga Kerajaan Arnor
1) Cardolan
Cardolan adalah wilayah yang memisahkan diri dari kerajaan Arnor yang pecah. Setelah kematian Raja yang kesepuluh, Earendur, anaknya membagi kerajaannya menjadi tiga bagian yaitu kerajaan Arthedain, Rhudaur dan Cardolan. Cardolan membentang dari sungai Baranduin ke Mitheithel. Perbatasan utaranya adalah Great East Road, tapi Cardolan juga mengklaim Perbukitan Weather, yang berisi benteng Amon Sul. Di Amon Sul terdapat sebuah palantir, dan karena alasan itu, Amon Sul juga diklaim oleh Rhudaur. Hal ini menyebabkan konflik pahit yang berkelanjutan sampai akhirnya Rhudaur menjadi pengikut Angmar setelah garis Dunedain terputus disana.

mitologi LOTR - Cardolan map

Ketika kerajaan Angmar muncul di utara Eriador, Cardolan menjadi sekutu paling penting untuk Arthedain. Hal itu dilakukan untuk melawan serbuan pasukan gabungan dari kedua negara Angmar dan Rhudaur. Segera menjadi jelas bahwa Cardolan tidak dapat menahan kekuatan Angmar, dan dalam tahun-tahun terakhirnya seluruh pasukan yang ada berkubu di wilayah ibukota mereka, Tyrn Gorthad. Pada TA 1636 orang-orang yang tetap tinggal di Barrow-downs meninggal akibat Wabah Besar. Pasukan Angmar kemudian dikirim ke Barrow-wight untuk menduduki dan menghantui wilayah itu. Belakangan Arthedain berhasil merebut kembali wilayah itu untuk waktu yang singkat, tetapi hanya sedikit orang yang ingin tinggal disana.

Setelah akhir jatuhnya Arnor, dan penghancuran Angmar di Pertempuran Fomost, Cardolan tetap merupakan daerah tidak berpenghuni sampai pembentukan kembali kerajaan utara di bawah Raja Elessar pada akhir Zaman Ketiga.

2) Arthedain
Arthedain adalah salah satu dari tiga kerajaan Dunia Tengah yang diakibatkan oleh pecahnya Arnor selama Zaman Ketiga. Selama masa pemerintahan Earendur, anak-anaknya berada dalam perselisihan terbuka, yang meledak menjadi perang saudara setelah kematian Earendur di Zaman Ketiga 861. Amlaith, pewaris sejati takhta Arnor, ditentang oleh kedua saudaranya. Tidak dapat mengatasi situasi, ia akhirnya hanya menjadi penguasa wilayah Arthedain, yang terdiri dari wilayah sekitar barat Sungai Baranduin dan utara Jalan Besar Timur. Saudara-saudaranya menciptakan kerajaan Cardolan dan Rhudaur di selatan.

mitologi LOTR - Arthedain map

Ibu kota Arthedain berada di Fomost Erain, dan Bree adalah salah satu dari kota-kota penting. Annúminas berada di wilayah Arthedain, tapi karena bencana wabah besar perlahan ditinggalkan penduduknya dan dibiarkan melapuk dalam kehancuran.

Pada TA 1300 kerajaan Angmar muncul di utara-timur perbatasan Arthedain. Rajanya adalah para Hantu Cincin, meskipun awalnya hal ini tidak diketahui pasti oleh kaum Dunedain Arnor. Saat ancaman Angmar mulai datang, Cardolan sedang di bawah kekuasaan Arthedain, yang karena hal itu mulai menyebut dirinya Arnor lagi. Cardolan berulang kali mengirimkan bantuan kepada Arthedain ketika eskalasi konfrontasi dengan Angmar semakin meningkat, tetapi pada TA 1409 Cardolan dan Rhudaur ditaklukkan oleh Angmar.

Pada TA 1601, kaum hobbit datang ke Arthedain. Dengan izin dari Argeleb II, mereka menetap di tanah yang nantinya disebut “Shire”. Mereka tunduk kepada Raja Arthedain, dan bertugas untuk pemeliharaan infrastruktur, terutama alat vital seperti Jembatan Stonebows.

Arthedain terus melakukan perlawanan terhadap Angmar selama lebih dari 500 tahun lamanya, akan tetapi pada TA 1974 Arthedain tak mampu lagi menahan serbuan Angmar dan Fomost pun jatuh ke tangan Angmar. Jatuhnya hanya satu tahun terlalu cepat untuk menunggu bantuan yang sedang digalang dari Gondor. Pasukan bantuan ini, yang di komando oleh Earnur mencapai Arthedain dalam TA 1975 dan berhasil menghancurkan kekuatan Angmar di Pertempuran Fomost.

Raja Arthedain terakhir, Arvedui, tewas tenggelam tepat sebelum pertempuran itu terjadi. Penerus Arvedui, Aranarth memutuskan untuk tidak membangun kembali kerajaan dan menjadi orang pertama yang menjadi Chieftain bagi kaum Dunedain. Dari dialah Aragorn diturunkan. Untuk menggantikan Raja sebagai lambing kekuasaan eksekutif, para hobbit memilih Thain, yang akan memegang pemerintahan sampai suatu ketika Raja akan kembali.

3) Rhudaur
Rhudaur adalah yang terkecil diantara kerajaan-kerajaan yang berasal dari pecahan Arnor (TA 861). Kerajaan lainnya Arthedain dan Cardolan. Rhudaur terletak di bagian timur Arnor, wilayahnya membentang dari Perbukitan Weather sampai Amon Sul di sungai Bruinen. Daerah ini berbagi perbatasan panjang dengan Cardolan disepanjang Jalan Besar Timur , dan dengan Arthedain sepanjang garis Perbukitan Weather.

mitologi LOTR - Rhudaur map

Daerah antara sungai-sungai Mitheithel dan Bruinen juga dianggap sebagai bagian dari Rhudaur. Daerah Itu disebut Angle, dan dari sinilah Stoor Hobbit pertama datang ke Eriador sekitar TA 1150. Namun, karena meningkatnya permusuhan dari Angmar, Stoor ini melarikan diri dari wilayah itu sekitar TA 1356, dengan beberapa dari mereka bergerak ke barat ke Shire di Arthedain, dan lain-lain memilih masuk kembali ke Belantara.

Sejak awal keberadaannya, Rhudaur tidak pernah ramah terhadap dua negara pecahan lainnya, dan mengambil bagian dalam konflik yang sengit dengan Cardolan terkait perebutan menara Amon Sul dan Palantir yang terdapat di menara itu.

Raja terakhir Rhudaur bukan dari darah Numenor, tetapi keturunan Manusia pengabdi Angmar. Di Bawah pemerintahannya Rhudaur menjadi pengikut Angmar, dan dengan demikian menjadi musuh Cardolan dan Arthedain. Angmar menganeksasi dan mengakhiri kerajaan Rhudaur di TA 1409. Pada saat itu Kaum Numenor sudah pergi dari daerah itu, beserta sebagian besar penduduk lainnya.

Ada bukti bahwa setelah jatuhnya Angmar di Pertempuran Fomost, Angle menjadi rumah bagi sisa Dunedain, dan Rangers dari Utara yang mendirikan beberapa desa di sana, di mana orang-orang mereka tinggal sampai kebangkitan Kerajaan utara di bawah Raja Elessar pada akhir Zaman ketiga.

4. GONDOR
Gondor adalah Kerajaan Selatan Penerus Numenor di Dunia Tengah, dibentuk segera oleh Isildur dan saudaranya Anarion setelah kejatuhan Numenor. Ayah mereka Elendil, memerintah Kerajaan Utara Arnor, memegang kekuasaan atas semua wilayah di bumi tengah sebagai Raja Tinggi kedua kerajaan. Meskipun belum begitu lama berdiri, Gondor bertahan sampai akhir Zaman Ketiga, dan mempunyai peran penting dalam Perang Cincin. Setelah kekalahan Sauron, Gondor diperintah oleh Elessar, Pewaris Isildur. Gondor merupakan titik awal dominasi manusia di awal Zaman Keempat, dan banyak dari cerita dan legenda pada awal Abad-Tengah bumi yang dilestarikan berasal dari dunia tengah Gondor.

mitologi LOTR - Gondor Minas_Tirith

1) Sejarah awal
Sebelum Kejatuhan Numenor, daerah cikal bakal Gondor adalah wilayah kaum kolonis Numenor, yang telah berbaur dengan rakyat pribumi Dunia Tengah yang bisa menerima keberadaan mereka atau bila tidak, mendesak mereka ke Morthil Ras, Dunland, dan Hutan Drúadan. Daerah dimana Gondor didirikan lebih subur dibanding wilayah lain di utara bumi Tengah, dan sudah mempunyai penduduk yang cukup besar sebelum kapal-kapal putra Elendil tiba, termasuk kota buatan manusia, Pelargir. Pelargir didirikan oleh Kaum Setia Numenor pada tahun 2.350 di Zaman Kedua.

Para pengungsi dari Numenor yang dipimpin oleh Isildur dan Anarion mendapat sambutan hangat oleh kaum yang sudah berkoloni di wilayah Dunia Tengah ini. Koloni utara sungai Anduin menerima klaim Elendil untuk menjadi raja atas mereka. Namun koloni Selatan Sungai Besar, Numenor hitam, tidak mengakui klaim Elendil. Karena Numenor Hitam adalah keturunan dari poros King’s Men Numenor, yang bertentangan dengan Kaum Setia, mereka tidak mau bersatu dengan Elendil dan anak-anaknya, yang mewakili kaum Setia di Dunia Tengah. Sebagian besar sejarah awal Gondor ditandai dengan konflik dengan Numenor Hitam.

mitologi LOTR - Map_of_Gondor

Setelah kedatangan mereka, Isildur dan Anarion menempatkan diri sebagai pemangku pemerintahan di wilayah utara sungai Anduin. Isildur membangun kota menara Minas Ithil yang terletak dekat Mordor dan dimaksudkan berfungsi sebagai pengawas Tanah Hitam, didalam dinding benteng Minas Irthil ia menanam benih Pohon Putih Numenor yang sempat ia selamatkan sebelum Kiamat Numenor. Sedangkan Anarion membangun kota menara Minas Anor di sisi lain dataran Anduin sebagai benteng terhadap serbuan Manusia Liar. Di antara kota-kota itu, kedua bersaudara mendirikan Osgiliath, sebagai ibukota mereka. Dari kota inilah Isildur dan Anarion memerintah bersama, dan menggunakan palantír, Batu Setia yang bisa memberi penglihatan (warisan dari Numenor), untuk menjaga kontak dengan Elendil dan daerah-daerah lain yang berada di bawah kendali mereka.

2) Konflik Pertama dengan Sauron
Kaum Dunedain pada awalnya tidak menyadari bahwa Sauron, yang telah dibawa sebagai tawanan Numenor sebelum penghancuran, telah selamat dari bencana Kiamat. Namun, tidak lama setelah kota-kota kerajaan bumi tengah dibangun, kebangkitan api Orodruin menandakan bahwa ia telah kembali dan sama sekali belum mati. Pada saat itu, Orang-Orang Gondor untuk pertama kalinya menyebut gunung itu dengan nama gunung Amon Amarth, atau Gunung Kiamat. Segera setelah itu, Sauron melancarkan serangan terhadap Minas Ithil, mengusir Isildur dari kotanya itu. Sauron mengambil alih benteng dan membakar Pohon Putih yang tumbuh di sana, tapi Isildur sempat menyelamatkan salah satu bibit dan membawanya beserta keluarganya menyeberang Anduin. Dia berlayar ke utara bergabung dengan Elendil. Anarion tetap di Gondor dan terus mempertahankan Osgiliath. Anarion berhasil memaksa mundur pasukan Sauron ke kisaran gunung Ephel Dúath, tapi Sauron mulai mengumpulkan bala bantuan, diantaranya sejumlah besar Kaum Numenor Hitam, dan kaum Gondor tahu bahwa wilayah mereka berada dalam bahaya besar kehancuran kecuali bila ada bantuan yang datang untuk menolong mereka.

3) Perang Aliansi Terakhir
Elendil bereaksi terhadap ancaman Sauron dengan menggabungkan kekuatannya dengan Gil-Galad, sang Raja Peri untuk membentuk Aliansi Terakhir Peri dan Manusia. Pasukan mereka berbaris dari tenggara Arnor dan pasukan Gil-Galad dari Lindon. Pasukan Gondor di dukung oleh Aliansi Lórinand, Mirkwood dan Kurcaci dari Moria, bertempur dalam pertempuran besar di dataran Dagorlad di Utara Mordor. Pasukan Elendil dan Gil-Galad menang, lalu masuk ke wilayah Mordor, di mana mereka melakukan pengepungan terhadap Menara Sauron Barad-dur selama tujuh tahun. Selang waktu ini, Anarion tewas, helmnya pecah terkena lemparan mortir batu dari atas menara. Pengepungan berakhir ketika Sauron sendiri muncul dari Barad-dur untuk melawan Aliansi. Gil-Galad dan Elendil menyerang dan menghancurkan Sauron, meski akhirnya mereka sendiri terbunuh.

mitologi LOTR - Last Alliance

Tambahan:
War of The Last Alliance adalah perang besar terakhir di mana elf bersekutu dengan manusia melawan Sauron. Perang ini terjadi di akhir Zaman Kedua (Second Age). Sauron sempat merajalela di Middle-earth setelah Morgoth, tuannya, dikalahkan pasukan Valinor dan digiring ke tempat yang disebut Void, kekosongan, di mana ia dirantai.

Sebagai imbalan bagi kaum manusia yang membantu mengalahkan Morgoth, para Valar menghadiahkan sebuah pulau yang terletak antara Middle-earth dan Undying Land (Valinor dan Tol Eressea, rumah para Valar dan Eldar, elf yang menyeberang ke barat). Di sini kerajaan manusia Numenor berdiri dan tumbuh pesat. Hanya saja mereka dilarang menjejakkan kaki di Undying Land, karena manusia adalah makhluk mortal, bisa mati, dan para Valar dilarang mengubah hal tersebut. Maut adalah hadiah dari Eru Iluvatar bagi kaum manusia.

Meski dianugerahi umur panjang berkali-kali lipat manusia lainnya, dan teknologi yg membuat mereka jadi pelaut dan arsitek unggul, lama kelamaan manusia Numenor mulai tidak puas. Timbul iri hati pada penghuni Undying Land. Numenor pun terbagi antara King’s Men yg mulai menjauh dari ajaran para Valar dan Eldar dan kaum Faithful (setia) yang jumlahnya lebih sedikit dan sebagian besar tinggal di barat pulau. Puncaknya, pecah perang saudara di Numenor dan Ar-Pharazon The Golden, di antara King’s Men paling angkuh dan kuat, naik tahta.

Ar-Pharazon ingin jadi penguasa seluruh dunia. Ia membawa pasukan ke Middle-earth untuk mengalahkan Sauron yg dilihatnya sebagai pesaing. Pasukan Sauron ciut nyalinya dan kabur. Sauron lalu menyerahkan diri pada pasukan Ar-Pharazon dan dibawa sebagai tawanan ke Numenor.

Di sini Sauron kemudian menghasut Ar-Pharazon agar menyerang Undying Land untuk menuntut hidup abadi. Sauron juga memulai kultus pemujaan Morgoth dan melakukan ritual necromancy di Numenor. Hampir enam puluh tahun Sauron merusak masyarakat Numenor. Lalu Ar-Pharazon mulai membangun armada selama sembilan tahun untuk menggempur Valinor. Ketika ia tiba di Valinor, para Valar menyeru pada Eru Iluvatar, dan Numenor pun ditenggelamkan.

Elendil, pemimpin kelompok Faithful, sempat melarikan diri dari pulau itu dng sembilan kapal, bersama putra2nya Isildur dan Anarion, membawa tujuh palantir dan bibit pohon Nimloth (White Tree). Mereka membangun kerajaan Arnor di utara, dipimpin Elendil, sementara Isildur dan Anarion memimpin Gondor. Di Gondor mereka membangun dua kota, Minas Anor (Menara Matahari, yg nantinya jadi Minas Tirith, Menara Penjaga) dan Minas Ithil (Menara Bulan, yg setelah dikuasai Sauron jadi Minas Morgul). Di antara keduanya berdiri kota Osgiliath.

Osgiliath dibangun dekat dengan Mordor. Isildur dan Anarion mengira di sana sudah aman karena Sauron binasa saat Numenor ditenggelamkan. Padahal Sauron kembali ke Mordor, geram karena Elendil yg ia benci selamat dari tenggelamnya Numenor.

Sekitar 110 tahun setelah tenggelamnya Numenor, Sauron menyerang Minas Ithil. Isildur dan keluarganya melarikan diri dng berlayar ke muara Anduin, lalu menghadap ayahnya di Arnor. Sementara itu Anarion mempertahankan Osgiliath dan Minas Anor.

Elendil dan Gil-galad, High Elf King di Lindon, membentuk Last Alliance. Mereka mengumpulkan pasukan di Amon-Sul/Weathertop lalu pergi ke Rivendell. Selama tiga tahun mereka menyiapkan perang.

Last Alliance menyeberangi Misty Mountain menuju ke Mordor di perjalanan mereka melewati Brown Land, kebun para Entwife yg dimusnahkan Sauron agar pasukan lawannya tidak dapat suplai logistik. Bersama pasukan ini ikut pasukan Raja Oropher dari Mirkwood bersama putranya Thranduil. Dari Lorien maju Raja Amdir dan putranya Amroth. Dwarf Khazad-dum/Moria turut pula.

Perang pecah di Dagorlad di depan gerbang Mordor. Di Silmarillion disebutkan semua makhluk terbagi di antara dua kubu saat itu, kecuali kaum elf. Elrond, di buku Fellowship of The Ring, saat Council of Elrond, ingat betapa gemilang panji-panji pasukan yg ada saat itu, begitu banyaknya pangeran dan panglima bersatu di medan laga seperti saat perang besar para elf Beleriand melawan Morgoth di Zaman Pertama.

Karena sangat independen dan tidak terlalu peduli komando Gil-galad, juga karena senjata kurang canggih, pasukan Oropher kewalahan di hari pertama serangan ke Mordor. Oropher sendiri gugur dan putranya Thranduil kembali ke Mirkwood dengan hanya sepertiga pasukan yg berangkat.

Rombongan Amdir dari Lorien (saat itu Galadriel belum jadi Lady of Lothlorien) terpisah dari pasukan utama. Mereka terjebak di Dead Marshes dan dihabisi para orc. Mayat2 pasukan Amdir bisa dilihat di film The Two Towers, saat Frodo, Sam dan Gollum melintasi Dead Marshes.

Tapi meski pasukan Sauron banyak, tidak ada yg bisa bertahan dari Aiglos, tombak Elendil, dan Narsil, pedang Elendil. Akhirnya gerbang Mordor ditembus dan Barad-dur, menara Sauron, dikepung. Tujuh tahun pengepungan berlangsung. Sauron sesekali mengirim pasukan keluar. Dan suatu kali, lemparan batu dari Barad-dur menghantam Anarion, yg kemudian gugur.

Akhirnya Sauron sendiri keluar dari Barad-dur. Elendil dan Gil-galad menyerangnya. Gil-galad didampingi letnannya, Elrond dan Cirdan. Elendil hanya didampingi Isildur. Serangan Elendil dan Gil-galad menjatuhkan Sauron, tapi Gil-galad gugur karena panasnya tangan Sauron. Elendil jatuh dan pedangnya Narsil patah tertimpa badannya. Isildur mengambil patahan itu dan memotong tangan Sauron yg belum bangkit. Dan Sauron kalah, setidaknya untuk saat itu.

Isildur menyimpan cincin Sauron, menganggapnya sebagai weregild/uang darah pembayar kematian ayah dan adiknya Anarion. Di tangannya cincin itu panas sekali sampai menyakitkan dipegang, tapi kemudian susut dan tulisannya pudar karena tidak bersentuhan dengan panasnya badan Sauron yg seperti api.

Meski orc pasukan Sauron nyaris habis digempur di Perang Last Alliance ini, Sauron sendiri masih selamat dan bersembunyi di timur Mordor. Kelak perlahan-lahan ia akan memunculkan diri kembali, dimulai dengan di Dol Guldur di Mirkwood.

Meski Barad-dur dihancurkan, tapi pondasinya masih berdiri karena ditopang kekuatan cincin Sauron. Selama cincin belum hancur, pondasi Barad-dur tetap berdiri. Banyak elf yg gugur dalam perang ini. Jumlah elf di Middle-earth tidak pernah kembali sebanyak dulu lagi. Karena itulah perang ini merupakan Last Alliance, persekutuan terakhir antara elf dan manusia.

Kerajaan Elendil di utara, Arnor, juga kehilangan banyak orang dan jadi lemah, apalagi setelah gugurnya Isildur di Gladden Fields. Dan akhirnya Arnor terpecah jadi Arthedain, Rhudaur dan Cardolan. Dengan datangnya Witch King of Angmar, pecahan Arnor makin lama makin kacau, hingga akhirnya runtuh, yg tertinggal adalah para Dunedain, dengan Aragorn sebagai pimpinannya.

5. Harad
Harad adalah nama dari wilayah yang luas di Selatan Gondor dan Mordor. Harad dihuni oleh berbagai suku yang disebut Haradrim.

1) Zaman Kedua
Selama Zaman Kedua, para Haradrim terlibat kontak dengan Sauron dan Numenor. Bangsa Numenor sering menjelajahi pantai-pantai Dunia Tengah, termasuk pantai Harad. Pada abad ke-9 dari Zaman Kedua, pelaut besar Aldarion tercatata pernah menjelajahi pantai Harad jauh ke selatan dan hampir karam.

Bangsa Numenor, yang telah menjelajahi dan mendarat di pantai Harad, memberi dampak yang menguntungkan bagi orang-orang di negeri-negeri yang mereka jelajahi dengan mengajarkan banyak hal seperti tentang pertanian dan keahlian lainnya. Bangsa Numenor kemudian membuat permukiman di pantai selatan, termasuk membuat Havens dari Umbar di mana mereka membangun benteng besar itu di tahun 2280.

Setelah pemerintahan Tar-Ciryatan, Numenor mulai menempatkan diri sebagai penguasa di Dunia Tengah ditandai dengan tuntutan atas upeti berupa barang dan kekayaan yang menyebabkan penindasan pada kaum Haradrim.

Sauron pada awalnya tidak berani untuk memperluas kekuasaannya ke pantai di mana Numenor berkuasa. Tapi setelah penempaan Cincin-Cincin Kekuasaan dan munculnya para Nazgul, Sauron sedikit demi sedikit mulai menyerang permukiman Numenor di pantai-pantai bumi tengah.

Ar-Pharazon mendarat di Umbar dalam 3.261 dengan armada besar dan orang-orang di pantai melarikan diri begitu melihat kedatangan mereka. Pasukan Sauron menolak untuk melawan, dan ia membiarkan dirinya dibawa ke Numenor di mana ia lalu berhasil merusak Raja dan para pengikutnya. Ar-Pharazon, lalu membuat perang di Bumi tengah, dan mereka juga memperbudak kaum yang ada disana dan menggunakan mereka untuk pengorbanan manusia. Bangsa Numenor yang tinggal di Harad adalah sebagian manusia yang selamat dari kehancuran Numenor di 3.319. Mereka kemudian dikenal sebagai Black Numenor karena mereka tetap berada di bawah pengaruh Sauron. Tak lama sebelum Perang Aliansi Terakhir, dua bangsawan Numenor, bernama Herumor dan Fuinur, “naik menjadi kekuatan besar di antara Haradrim”, tapi akhirnya nasib mereka tidak tercatat dalam sejarah.

2) Zaman Ketiga
Selama berabad-abad dari Zaman Ketiga, banyak Haradrim masih dikuasai oleh Black Numenor Lords, atau lebih jauh di utara oleh para Raja Gondor, tapi pada akhirnya, Harad jatuh di bawah pengaruh Mordor.

Harad Dekat, kemudian membentuk aliansi-atau bahkan semacam koalisi-dengan Corsair dari Umbar, dan terlibat dalam serangkaian pertempuran terus-menerus dengan Gondor di daerah Gondor Selatan atau Harondor yang disengketakan. Zaman dahulu perbatasan utara berada di sungai Harnen, tetapi pada waktu Perang Cincin meletus, semua daerah selatan sungai Poros berada di bawah pengaruh Haradrim.

Para Haradrim berada di antara pasukan yang dipimpin oleh Raja Penyihir- yang menyerang Osgiliath pada Juni 20, 3018 Zaman Ketiga, pada awal Perang Cincin. Mereka menguasai setengah Osgiliath timur, tapi Boromir dan Faramir menghancurkan jembatan yang melintasi Anduin dan mempertahankan setengah bagian barat kota. Haradrim terus muncul lebih banyak dari jalur Jalan Harad ke Mordor. Faramir dan Rangers Ithilien menyergap beberapa satgas dari Haradrim, tetapi mereka tidak bisa menghentikan laju pasukan mereka semua.

Resimen Haradrim juga bergabung dengan pasukan dari Minas Morgul yang berbaris ke Pelennor Fields. Pasukan Sauron mengepung Minas Tirith, dan para mumakil Harad digunakan untuk membawa maju menara-menara perang dan alat pendobrak untuk menembus pertahanan kota.
Salah satu pemimpin Haradrim pada saat Perang Cincin, Sang Abdi Hitam dibunuh oleh Raja Theoden dari Rohan di Pertempuran Pelennor Fields di

3) Zaman Ketiga 3.019.
Setelah kebangkitan kembali dari Reunited Kingdom dari Gondor dan Arnor di Zaman Keempat, Harad jatuh di bawah kekuasaan Gondor.

4) Geografi
Harad terletak di sebelah selatan Mordor. Pegunungan Bayang-Bayang berada di perbatasan utara Harad. Sungai Harnen mengalir ke arah barat dari Pegunungan Bayang-Bayang ke Teluk Belfalas, Harad membentuk perbatasan dengan Gondor Selatan – sebuah wilayah gurun yang diperebutkan antara Gondor dan Harad. Jalan Harad membentang dari arah utara melalui Gondor Selatan dan terus ke Ithilien.

mitologi LOTR - Map_of_Harad

Di timur laut Harad adalah Khand, tanah yang juga mempunyai ikatan dengan Sauron. Tidak diketahui seberapa jauh ke timur atau selatan Harad menggeliat. Di barat, Harad dibatasi oleh Teluk Belfalas dan Laut.

Bagian paling utara dari wilayah Harad disebut dengan Harad Dekat dan bagian selatan adalah Harad Jauh. Di pantai ada pelabuhan alam dengan teluk sempit melengkung di sekitarnya. Daerah pantai di sekitar pelabuhan ini dikenal sebagai Umbar, dan pelabuhannya disebut Havens dari Umbar. Pelaut penyerang yang dikenal sebagai Corsair tinggal di sana. Di ujung timur pelabuhan adalah Kota dari Corsair.

Daerah Harad Jauh adalah wilayah yang terdiri dari sebagian besar hutan, walaupun ada juga gurun. Dalam Hutan Besar Selatan di Harad Jauh tinggal raksasa Oliphaunts, yang digunakan oleh kaum Haradrim sebagai kendaraan perang bergerak.

Lokasi di ujung selatan Harad terisolasi sampai batas tertentu dari sisa Dunia Tengah. Iklimnya jauh lebih hangat dan Cuaca yang lebih cerah. Ada binatang yang tidak biasa seperti Oliphaunts. Bahkan rasi bintang di langit malam Harad turun di belahan bumi selatan berbeda dari yang di utara bumi Tengah.

5) Sosial Budaya
Suku-suku Harad dibagi-setidaknya di benak orang-orang barat laut Dunia Tengah-menjadi kaum Harad Dekat dan Harad Jauh, walaupun ada banyak suku lain dari Haradrim, dimana mereka sering saling serang dan bermusuhan satu sama lain. Klan Harad Dekat berkulit cokelat, dengan rambut hitam dan mata gelap, sedangkan orang-orang Harad Jauh berkulit hitam. Juga setiap suku memiliki kepala suku, yang menjabat sebagai pemimpin mereka dan jenderal di medan perang.

6. Rangers Of The North (Penjaga Hutan dari Utara)
Rangers dari Utara atau Rangers, adalah kaum manusia pengembara yang menghuni daerah utara Eriador, mereka adalah sisa-sisa terakhir Dunedain yang pernah menjadi penduduk Arnor, Kerajaan dari Utara. Mereka melindungi wilayahnya secara sembunyi-sembunyi, membuat orang lain menganggapnya sebagai orang-orang yang misterius dan berbahaya. Di Bree dan Shire, mereka dikenal sebagai “Watchers”.

Mereka berpenampilan suram dan biasanya mengenakan pakaian berwarna abu-abu atau hijau tua, dengan jubah-kait berbentuk seperti bintang 6. Istilah ‘Penjaga Hutan dari Utara’ adalah kata yang paling sering digunakan oleh penduduk yang tinggal di wilayah selatan, di Rohan dan Gondor. Mungkin untuk membedakan antara orang-orang ini dengan sepupu jauh mereka, para Rangers Ithilien. Seperti Rangers dari Utara, Rangers Ithilien juga Dunedain, tetapi mereka milik-kerajaan Selatan Gondor, dan leluhur mereka telah berpisah dari Dunedain Utara selama sekitar tiga ribu tahun yang lampau.

1) Sejarah
Kaum Dunedain dari Arnor berkurang setelah Arnor pecah menjadi tiga kerajaan dan karena peperangan dengan Angmar. Cardolan dan Rhudaur segera jatuh dan hanya kerajaan kecil Arthedain yang mempertahankan garis mulia Isildur. Belakangan, Arthedain juga hancur dalam Pertempuran Fomost dan Arvedui, Raja terakhir Arthedain hilang di laut.

Aranarth putra dan ahli waris Arvedui, meletakkan gelar Raja dan menggunakan gelar Chieftain, yang ia gunakan untuk memerintah sisa-sisa rakyatnya. Serpihan-serpihan Narsil, Bintang Elendil, Sceptre dari Annúminas dan kemudian Cincin Barahir, yang ditebus dari Lossoth. disimpan Elrond sebagai pusaka Isildur. Setiap ahli waris Aranarth (yang, seperti dia, bisa melacak keturunannya kembali ke Isildur sendiri) diramalkan akan lahir dan tumbuh di sana.

Rangers menjelma menjadi pengembara misterius dan mereka mengembara mengontrol wilayah-wilayah sekitar Eriador, jauh dari mata-mata Sauron, aksi dan operasi mereka yang tersembunyi jarang tericatat oleh sejarah. Para pencari damai mengikuti hilangnya Arnor dan setelah kerajaan itu musnah, musuh-musuh kaum manusia kebanyakan terkonsentrasi terhadap Rhovanion dan Gondor. Selama waktu itu, Rangers melakukan pertempuran kecil melawan Orc dan bangsa serigala dalam rangka untuk menjaga keamanan wilayah mereka. Para hobbit dari Shire diketahui berkembang di bawah perlindungan mereka.

Masa pemerintahan Arassuil, para Orc dari Pegunungan Berkabut menjadi lebih berani menyerang Eriador. Rangers berjuang dibanyak pertempuran mencoba menahan mereka, tapi terkisah dalam suatu masa pasukan Orc berhasil mencapai Shire, dan menindas mati kaum hobbit yang berani di bawah Bandobras Took di Zaman Ketiga 2747. Segera setelah itu, Musim Dingin Panjang tiba dan banyak bentuk kehidupan yang hilang, Gandalf dan Rangers harus membantu para hobbit dari Shire untuk bertahan hidup.

Pada Zaman Ketiga 2911, selama pemerintahan Argonui , Musim Dingin berakhir dimulai dengan cairnya salju di Brandywine. Ini merupakan katalisator bagi bangsa Serigala Putih untuk menyerang Eriador Utara yang dipertahankan oleh para Rangers. Pada tahun terakhir masa pemerintahannya, banjir besar menghancurkan Enedwaith dan Minhiriath, meninggalkan Tharbad dalam keadaan rusak dan ditinggalkan penduduk. Tahun-tahun berikutnya adalah masa damai meskipun Arador dibunuh oleh troll dan putranya Arathorn II tewas oleh Orc.

Putra Arathorn, Aragorn II yang menggantikannya, antara 2957 sampai 2980 mengambil perjalanan yang jauh, mendampingi pasukan Raja Thengel dari Rohan, dan Pejabat Ecthelion II dari Gondor. Pada saat Sauron mengobarkan perburuan cincin, kekuatan Ranger masih bertahan dan mulai melemah karena kurangnya personil. Pada waktu itu Rangers pimpinan Aragorn telah berserakan dan jumlahnya berkurang jauh dari sebelumnya. Ketika Halbarad memimpin pasukan Rangers ke selatan untuk membantu Aragorn dalam Perang, ia hanya dapat mengumpulkan tidak lebih dari tiga puluh rangers yang berjuang dalam Pertempuran Pelennor Fields.

Sejarah mencatat, Aragorn akhirnya menjadi Raja Elessar dari Kerajaan Bersatu dan Rangers sekali lagi menjadi rakyat yang bersatu di bawah garis Elendil di Zaman Keempat.

7. Malapetaka di Gladden Fields
Setelah kejatuhan Sauron, Isildur, putra dan pewaris Elendil, kembali ke Gondor. Di sana dia mengenakan Elendilmir sebagai Raja Arnor, dan menyatakan diri sebagai penguasa seluruh kaum Dúnedain di Utara dan Selatan. Selama setahun dia tinggal di Gondor untuk mengatur tapi sebagian besar pasukan Arnor kembali ke Eriador lebih dulu.

Ketika tiba saatnya Isildur kembali ke kerajaannya, dia pergi terburu-buru, dan kepengin mampir dulu di Imladris (Rivendell); karena di sana dia meninggalkan istri dan putra bungsunya, serta butuh merundingkan sesuatu dengan Elrond. Maka di tahun kedua Third Age Isildur berangkat dari Osgiliath dalam perjalanan yang diperkirakan akan makan waktu empat puluh hari menuju Imladris, meninggalkan Gondor dalam kekuasaan Meneldur, keponakannya, putra Anárion (yang gugur di pengepungan Barad-dûr). Ketiga putra Isildur (Elendur, Aratan dan Ciryon) ikut bersamanya, beserta pasukan Garda yang terdiri dari dua ratus kesatria dan prajurit.

Di hari kedua puluh perjalanan, saat mereka sudah dekat dengan hutan di dataran tinggi, hujan angin datang dari Sea of Rhûn. Hujan deras berlangsung selama empat hari, maka ketika mereka tiba di Vales, di antara Lórien dan Amon Lanc, Isildur berbelok dari sungai Anduin yang meluap untuk mendaki tebing curam di sebelah timur sungai, mencari jalan alternatif berupa jalur kuno Silvan Elves dekat tepi hutan.

Pada petang hari ketiga puluh mereka melewati perbatasan utara Gladden Fields, melintasi jalan yang akan membawa mereka ke daerah kekuasaan Thranduil. Di sebelah kanan mereka, hutan menjulang di puncak tebing yang curam, sementara di sebelah kiri mereka tanah melandai menuju dasar lembah. Tiba-tiba, persis ketika matahari tenggelam, mereka mendengar pekikan orc, dan melihat makhluk-makhluk itu muncul dari hutan, berlari ke bawah ke arah mereka sambil menjeritkan teriakan perang. Dalam keremangan jumlah gerombolan orc tidak bisa dipastikan, namun jumlah mereka bisa sepuluh kali lebih banyak daripada pasukan Dúnedain di bawah.

Isildur memerintahkan agar pasukannya membentuk posisi thangail (pagar perisai). Tapi andaikan saja jalan lebih datar atau posisi tebing lebih menguntungkan, pasukannya bisa membentuk posisi dírnaith (kerucut) sehingga bisa menyerang gerombolan orc, dan kekuatan pasukannya bakal bisa menembus gerombolan orc dan membuat mereka kocar-kacir. Namun itu tidak bisa dilakukan sekarang. Isildur mendapatkan firasat buruk.

Isildur berkata pada Elendur bahwa ini serangan cerdas, dan ancaman Sauron masih nyata meski Sauron sendiri barangkali sudah tewas. Mereka tidak bisa minta bantuan karena Moria dan Lórien sudah jauh, dan daerah kekuasaan Thranduil masih empat hari perjalanan lagi. Sementara mereka membawa barang yang sangat penting.

Ketika gerombolan orc semakin dekat, Isildur menyuruh salah seorang prajuritnya, Othar, pergi sekarang juga ke Imladris. Isildur menyerahkan sarung dan pecahan Narsil kepada Othar dan memerintahkannya agar mempertahankan pusaka itu dengan cara apa pun. Othar bergegas pergi bersama satu prajurit lain setelah berlutut dan mencium tangan Isildur.

Jika gerombolan orc melihat kepergian Othar, mereka tidak memedulikannya. Gerombolan itu berhenti sejenak, merundingkan cara penyerangan. Mula-mula mereka menghujani pasukan Dúnedain dengan anak panah, kemudian barisan depan orc menyerbu. Namun pasukan Dúnedain bertahan, anak-anak panah tidak mampu menembus perisai-perisai Númenorean. Manusia-manusia dari ras istimewa itu berdiri lebih menjulang daripada orc yang paling tinggi. Serangan gagal, pasukan yang bertahan hampir tidak terluka, tumpukan mayat orc meninggi. Gerombolan orc mundur.

Sekarang cahaya matahari hanya berupa garis di balik awan, sebentar lagi malam turun, dan Isildur segera memerintahkan pasukannya untuk bergegas melanjutkan perjalanan, namun mengambil jalan lain ke tempat yang lebih datar agar posisi mereka lebih menguntungkan. Mungkin Isildur mengira gerombolan orc mundur setelah serangan gagal itu, tapi bakal tetap mengirim pengintai untuk mengikuti mereka. Karena biasanya orc kabur jika mangsa mereka bisa balas menggigit.

Namun perkiraan Isildur salah. Orc Pegunungan bukan hanya gigih, tapi juga dikomandoi prajurit-prajurit dari Barad-dûr, yang sejak lama sudah dikirim untuk mengawasi jalur itu. Meski mereka tidak tahu Isildur membawa Cincin, mereka masih terikat kekuasaan jahat Sauron. Pasukan Dúnedain belum lagi berjalan sejauh satu mil ketika gerombolan orc bergerak lagi, kali ini tidak langsung menyerang. Mereka turun dalam posisi melebar yang kemudian menekuk menjadi bentuk bulan sabit dan tidak lama kemudian melingkari pasukan Dúnedain. Tanpa teriakan perang, mereka menjaga jarak dari jangkauan tombak Númenor. Cuaca menjadi gelap dengan cepat, dan Isildur hanya memiliki sedikit pemanah.

Terjadilah keheningan, meski beberapa prajurit Dúnedain yang bermata tajam bisa melihat bahwa gerombolan orc bergerak mendekat, mengendap-endap, langkah demi langkah. Elendur menghampiri ayahnya yang berdiri sendirian, tersesat dalam pikirannya sendiri. “Atarinya,” kata Elendur, “bagaimana jika kita menggunakan kekuatan yang akan membuat makhluk-makhluk menjijikkan ini mengerut dan memaksa mereka untuk mematuhimu?”

“Sayang sekali tidak bisa, senya,” jawab Isildur kepada putranya. “Aku tidak bisa mengenakannya. Terasa sakit jika disentuh dan aku belum mampu menguasainya. Butuh seseorang yang jauh lebih kuat daripada diriku untuk menaklukkannya, sekarang aku tahu itu. Benda ini akan kuserahkan kepada Penjaga Tiga Cincin.”

Persis pada saat itu suara trompet membahana dan gerombolan orc menyerang dari segala sisi. Malam sudah turun dan harapan bagi pasukan Dúnedain pupus. Ciryon gugur dan Aratan luka berat. Elendur, tidak terluka, mencari ayahnya. Isildur sedang mengumpulkan pasukan di sisi timur di mana serangan terberat terjadi, karena orc takut pada Elendilmir yang dikenakan Isildur dan mereka menghindarinya.

“Rajaku,” kata Elendur, “Ciryon gugur dan Aratan sekarat. Sebagai penasihat terakhirmu, aku memintamu—tidak, memerintahkanmu sama seperti kau memerintahkan Othar—untuk pergi sekarang. Bawalah bebanmu dan serahkan benda itu kepada Penjaga Tiga Cincin, bahkan jika kau harus menelantarkan pasukan dan aku.”

“Putra raja,” kata Isildur, “aku tahu aku harus mengenakannya, tapi aku takut akan rasa sakitnya. Aku juga tidak bisa pergi tanpa seizinmu. Maafkan aku, maafkan kecongkakanku yang menyebabkan petaka ini.”

Elendur mencium ayahnya dan menyuruhnya pergi.

*sebentar, narator nangis bombay dulu*

Isildur lari ke arah barat, kemudian mengeluarkan Cincin dari kantong yang digantung dengan rantai di lehernya, dia mengenakannya sambil menjerit kesakitan. Lalu dia tidak pernah terlihat lagi.

*sebentar lagi…narator teringat pada Cincin Solomon yang juga bikin si pemakai gegeloprakan kesakitan*

Namun Elendilmir tidak bisa disembunyikan dari mata telanjang meski Isildur menjadi tidak kasatmata setelah mengenakan Cincin, batu permata itu jadi berpendar merah menakutkan seperti bintang terbakar. Orc dan manusia yang melihatnya ketakutan sampai Isildur mengenakan tudung kepalanya.

mitologi LOTR - Isildur 2

Nasib pasukan Dúnedain hanya diketahui sejauh ini: semua tewas kecuali seorang prajurit yang tertindih jenazah rekan-rekannya. Elendur juga gugur. Sementara itu Isildur lari sampai ke dasar lembah. Di sana dia berhenti untuk memastikan tidak ada yang membuntuti. Maka ketika dia tiba di tepi sungai Anduin di tengah malam, dia sangat letih. Dia berdiri di tepi sungai dengan hati berat dan murung. Kemudian dia melemparkan semua persenjataan kecuali pedang di sabuknya, dan melompat ke sungai. Meski Isildur sangat kuat untuk lelaki seusianya, arus Anduin menyeretnya ke utara sampai ke Gladden Fields, membuatnya berjuang melawan kekuatan air dan dari cengkeraman ilalang. Mendadak dia tersadar Cincin lenyap dari jarinya. Mula-mula dia begitu gundah sampai nyaris menyerah dan membiarkan dirinya ditenggelamkan sungai, tapi kemudian seiring berkurangnya rasa sakit dan beban, dia berusaha mencapai tepi barat. Saat dia merangkak dari lumpur di tempat gelap, orc yang mengawasi daerah itu melihat sebuah sosok besar bangkit dengan satu mata terang (Elendilmir di jidatnya) dan memanahnya dengan anak-anak panah beracun.

Isildur tercebur kembali ke sungai, dan tidak ada manusia maupun elf yang pernah melihatnya lagi. Maka gugurlah Isildur, Raja kedua Dúnedain, penguasa Arnor dan Gondor.

mitologi LOTR - isildur_dead

Kejadian ini tercatat akibat adanya saksi. Othar dan rekannya lolos dari maut membawa serpihan Narsil. Prajurit yang selamat dari serangan itu adalah Estelmo, yang mendengar percakapan Isildur dengan Elendur sebelum mereka berpisah. Ada penyelamat yang tiba terlambat ke lokasi penyerangan, namun tepat pada waktunya sebelum gerombolan orc memutilasi korban-korban mereka. Kaum Woodmen mengumpulkan pasukan untuk menyergap orc dan mengabari Thranduil. Gerombolan orc kabur, dan bertahun-tahun lamanya mereka tidak menyerang lagi.

Kisah tentang detik-detik terakhir Isildur hanya rekaan, namun berdasarkan bukti-bukti kuat. Catatan ini disempurnakan pada saat Elessar menjabat menjadi Raja di Zaman Keempat. Awalnya diketahui bahwa Isildur, membawa Cincin, melarikan diri ke arah sungai. Kemudian ditemukan helm, perisai dan pedang panjangnya di tepi sungai tidak jauh dari Gladden Fields. Bukti berikutnya adalah gerombolan orc memosisikan pengintai di tepi barat (sisa-sisa perkemahan mereka ditemukan di sana), dipersenjatai busur untuk menghalangi siapa pun yang kabur dari pertempuran ke arah sungai. Bukti keempat, Isildur dan Cincin (bersama-sama atau secara terpisah) pastilah hilang di sungai. Jika Isildur tiba di tepi barat masih mengenakan Cincin, orc pengintai tidak akan melihatnya, dan lelaki sekuat Isildur pasti bisa mencapai Moria atau Lórien sebelum tertangkap karena dia membawa perbekalan.

Lama kemudian diketahui Cincin ditemukan tenggelam di Gladden Fields dekat sisi barat sungai, meski tubuh Isildur tidak pernah ditemukan. Diketahui juga bahwa Saruman selama ini mencari-cari di daerah yang sama, namun meski dia tidak menemukan Cincin (karena sudah diambil Gollum lama sebelumnya), entah apa yang dia temukan disana.

Ketika Raja Elessar mulai menyelidiki, salah satu tugas pertamanya adalah memugar Orthanc, di mana dia hendak meletakkan kembali palantír yang diambil dari Saruman. Kemudian menara itu digeledah. Banyak harta karun ditemukan, termasuk permata dan pusaka milik Eorl, dijarah dari Edoras oleh Wormtongue. Di balik pintu rahasia yang takkan mungkin ditemukan jika bukan karena bantuan Gimli, sebuah lemari besi ditemukan. Barangkali lemari besi itu dimaksudkan untuk menyimpan Cincin, tapi sekarang keadaannya hampir kosong. Dalam peti kecil di rak paling atas terdapat dua benda. Sebuah kantong dari emas pada rantai halus, kosong, namun tidak diragukan lagi kantong itu milik Isildur yang digunakannya untuk menyimpan Cincin. Benda kedua, yang disangka sudah lenyap selamanya, adalah Elendilmir, kristal buatan elf yang diikat oleh mithril, yang dikenakan turun-temurun sejak Silmarien sampai Elendil. Elessar sendiri mengenakan Elendilmir yang dibuat oleh kaum elf Imladris untuk Valandil (putra bungsu Isildur yang kemudian bertakhta) dan diwariskan turun-temurun sampai ke tangan Elessar, dan meski permata itu juga sangat indah dan berharga, tidak bisa disamakan dengan sejarah Elendilmir pertama yang dikira lenyap bersama Isildur di sungai.

Maka kaum manusia berduka, karena Elendilmir pastinya takkan pernah lagi ditemukan jika masih dikenakan Isildur dan dia tenggelam di air yang dalam dan terseret arus. Isildur pasti terjatuh ke air dangkal. Mengapa dalam satu zaman tidak ditemukan tulang-belulangnya? Apakah Saruman menemukannya lebih dulu dan membakarnya?

*****

Tentang HOBBIT

Ini dari manuskrip kronologis kejadian di Third Age yang disusun Christoper Tolkien di History of Middle-earth Vol. 12: The Peoples of Middle-earth

Sekitar tahun 1.000 Third Age, disebut pertama kali tentang Periannath yang sebelumnya tidak pernah tercatat dalam sejarah elf dan manusia. Mereka adalah orang kecil yang aneh, disebut Halfling oleh Manusia [ada catatan yang menyebutkan “mereka mungkin cabang ras manusia” tapi kemudian dicoret oleh Tolkien] tapi menyebut diri sendiri (belakangan, setelah menetap di Eriador) sebagai Hobbit. Diperkirakan mereka sudah lama menempati Greenwood the Great atau dekat perbatasan baratnya, dan di lembah sungai Anduin. Tapi pada masa ini mereka mulai bergerak ke barat menyeberangi Misty Mountains menuju Eriador. Dikatakan mereka pindah dari pemukiman awal karena kaum Manusia sudah begitu banyak di sana; dan karena ada bayangan menakutkan yang mulai melebar di Greenwood, hutan menjadi gelap, dan kemudian disebut Mirkwood, karena ada spirit jahat bercokol di sana. Klan Hobbit pertama yang mencapai Eriador adalah klan Harfoots.

mitologi LOTR - Hobbit

Tahun 1.150 TA, klan Fallohides menyeberangi Eriador dari utara sepanjang sungai Hoarwell. Sekitar saat yang sama, klan Stoor (ini klan-nya Smeagol/Gollum) datang dari Redhorn Pass dan bergerak ke selatan ke arah Dunland.

Tahun 1.300 TA, kaum Periannath yang sudah ada di barat bergerak semakin ke barat dari Amon Sûl (Weathertop) dan mulai membangun pemukiman-pemukiman kecil di antara manusia yang tersisa dari North-kingdom. Pemukiman utama mereka ada di Bukit Bree.

Tahun 1.400-an, akibat perselisihan dan iklim tidak bersahabat di sebelah timur Eriador, klan Stoor kembali ke Wilderland dan bermukim di sebelah sungai Gladden yang berhilir ke Anduin. Mereka menjadi orang-orang sungai, nelayan dan pengguna sampan. Sebagian klan Stoor bergerak ke utara dan barat, bergabung dengan Harfoots dan Fallohides.

Tahun 1.601 TA (tahun pertama Shire Reckoning) rombongan Periannath bermigrasi dari Bree ke arah barat, menyeberangi sungai Baranduin (Brandywine), menuju daerah kekuasaan Raja Arnor, di mana tadinya banyak terdapat peternakan kaya, tapi sekarang sudah terbengkalai. Maka Raja Argeleb II mengizinkan kaum Periannath bermukim di sana, karena mereka adalah petani yang andal. Mereka menjadi rakyat Arnor tapi diberikan kebebasan untuk dipimpin kepala suku sendiri. Negeri Periannath/Halfling ini disebut The Shire. Penanggalan Shire-reckoning dimulai saat mereka menyeberangi Baranduin pada tahun ini.

Dan ini ada referensi tentang The Hobbit, dari History of ME 6: The Return of the Shadow.

Di surat kepada Christopher Bretherton (Juli 1964) Tolkien mengungkapkan bahwa pada saat The Hobbit terbit (1937) tulisannya tentang legenda Elder Days sudah koheren. Buku The Hobbit tadinya sama sekali nggak berhubungan sama legenda Elder Days ini, kisah The Hobbit tadinya hanya dongeng sebelum tidur untuk anak-anaknya. The Hobbit tidak berhubungan dengan mitologi ciptaan Tolkien, tapi belakangan Tolkien memasukkannya ke dalam konstruksi mitologi besar ini. Satu hal yang paling jelas dalam The Hobbit yang bisa disambungkan dengan mitologi Elder Days adalah cincin ajaib Bilbo. Untuk menjadi bagian dalam sebuah mitologi besar, The Hobbit harus punya elemen yang sangat penting. Kemudian Tolkien menyambungkannya dengan Necromancer (yang tadinya diniatkan hanya sebagai alasan Gandalf untuk meninggalkan rombongan Thorin). Dimasukkannya Elrond dalam The Hobbit (ingat, Elrond udah nongol dalam konstruksi besar mitologi Tolkien) hanyalah kecelakaan, karena Tolkien lama-lama kehabisan nama untuk karakter baru.

Jelasnya, Tolkien pernah menulis surat kepada G.E. Selby (Desember 1937): “I don’t much approve of The Hobbit myself, preferring my own mythology (which just touch on) with its consistent nomenclature—Elrond, Gondolin, and Esgaroth have escaped out of it—and organized history, to this rabble of Eddaic-named dwarves out of Voluspa, newfangled hobbits and gollums (invented in an idle hour) and Anglo-Saxon runes.”

Jadi, memang hobbit dimasukkan ke dalam sejarah evolusi ME karena The Hobbit sudah terbit, dan sequel-nya diminta. Kemudian LOTR ditulis dan hobbit DITARIK ke dalam ME dan mengubah sejarah mitologi yang sedang dikerjakan, padahal di tahun 1937 hobbit belum kepikir punya peran dalam mitologi ME.

Dan memang seperti kata Prof Illy, nggak ada penjelasan kapan Hobbit ‘dibangunkan’ Eru di ME. Tahun 1.000 TA adalah pertama kalinya elf dan manusia ‘ngeh’ ada makhluk imyut dan lutu ini. Barangkali ini juga pertimbangan Gandalf dalam menyertai Bilbo dalam misi ke Erebor, karena bahkan nongolnya aja Hobbit tuh nggak ketauan. Inget kan, di buku The Hobbit, Smaug mengendus Bilbo dan nggak tau Bilbo itu makhluk apaan. Itu jadi keuntungan Thorin and co karena Smaug tidak langsung nyaplok Bilbo (meski emang The One Ring membantu Bilbo jadi invisible, tapi kan Gandalf tidak memperhitungkan One Ring dalam misi ini) dan malah main tebak-tebakan dulu karena Smaug penasaran berat.

Barangkali Valar pun tidak dikasih tahu Eru memunculkan hobbit belakangan, supaya hobbit tetap tersembunyi dan low profile dan bisa dijadikan senjata pamungkas dalam melawan Sauron nanti, karena kesannya ras ini gak bisa ngapa-ngapain. Eru juga membuat hobbit paling One Ring-proof, terbukti dari sekian lamanya Bilbo pegang cincin itu dan Frodo baru terpengaruh ketika sampe ke tempat cincin dibuat. Isildur sempat terpengaruh langsung tapi kemudian (karena takut dan tahu betul dari mana asal cincin itu) dia nggak berani pake lagi sampai ketemu ajal di Gladden Fields. Gollum dan Bilbo tak tahu dari mana dan milik siapa cincin itu tapi kesederhanaan karakter hobbit membuat mereka menganggap cincin itu ‘mainan’ dan harta karun berharga untuk mereka simpan sendiri, bukan jadi menimbulkan hasrat menguasai dunia.

Karakter hobbit memberi kesan ‘balance’ pada dunia di ME karena sementara ras-ras lain menunjukkan kegagahan dan keandalan berperang dan membangun benteng, hobbit mahir sekali berkebun dan beternak. Longbottom Leaf saja sampai diekspor ke mana-mana. Dan karena kesederhanaan dan keluguan mereka, kaum elf sangat sayang dan protektif terhadap mereka.

*****

Tentang DWARF

The Quest of Erebor
Gandalf pernah bercerita kepada Frodo sewaktu mereka tinggal di Minas Tirith, setelah penobatan Elessar Telcontar (Aragron II) menjadi Raja Gondor dan Arnor, tentang bagaimana Gandalf memutuskan mengajak Bilbo dalam rombongan Thorin&co menuju Lonely Mountain. Di manuskrip ini Frodo bercerita kepada Pippin, Merry dan Gimli tentang penuturan Gandalf.

mitologi LOTR - dwarves

Gandalf sedang gundah memikirkan Saruman yang menyangkal semua spekulasi tentang bangkitnya Sauron (yang dicurigai bersarang di Dol Guldur). Gandalf menduga Sauron akan berusaha menguasai Mordor lagi, dan serangan awal—dan masuk akal—akan terjadi pada Rivendell dan Lothlorien. Kerajaan di bawah gunung sudah tidak ada lagi dan manusia Dale juga sudah lemah. Hanya ada kaum dwarf di Iron Hills yang bisa menahan serangan dari utara jika Sauron mengirimkan bala tentara, sementara di belakang mereka terdapat daerah gersang dan seekor naga. Smaug bisa direkrut Sauron untuk membantunya, maka Gandalf merasa perlu menangani Smaug, meski pukulan terhadap Dol Guldur memang lebih penting. Rencana Sauron harus digagalkan. Gandalf harus meyakinkan Council.

Gandalf berencana mengunjungi Shire untuk beristirahat, karena sudah lebih dari dua puluh tahun tidak ke sana. Saat mendekati Bree, Gandalf bertemu Thorin Oakenshield yang tinggal dalam pengasingan dekat perbatasan Shire. Thorin juga sedang gundah dan meminta nasihat Gandalf. Maka Gandalf ikut bersamanya ke Blue Mountains untuk mendengarkan kisahnya. Thorin dipenuhi dendam terhadap Smaug dan ingin merebut kembali harta keluarganya yang dijarah sang naga. Gandalf berjanji untuk membantu jika bisa, karena sama-sama ingin menyingkirkan Smaug meski alasan mereka berbeda. Tapi Thorin ingin menghadapi Smaug dengan perang dan senjata sementara Gandalf menganggap rencana itu tidak akan berhasil.

Kemudian Gandalf pergi ke Shire untuk mencari kabar, membiarkan dirinya dipandu oleh nasib dan kebetulan. Sebenarnya sudah lama Gandalf tertarik pada Bilbo, semenjak Bilbo masih anak-anak. Karena Bilbo penuh semangat dan penuh pertanyaan mengenai dunia di luar Shire. Begitu Gandalf tiba di Shire dia mendengar segala kisah tentang Bilbo. Orang-orang Shire menggunjingkannya. Orangtua Bilbo meninggal di usia muda, sekitar delapan puluh tahun; Bilbo tidak pernah menikah; Bilbo bersifat aneh, suka menghilang entah ke mana; Bilbo sering terlihat mengobrol dengan orang-orang asing, bahkan dwarf.

Bahkan dwarf! Mendadak Gandalf mendapat gagasan. Naga bisa mendengar langkah kaki dwarf yang berat, tapi hobbit tidak akan terdeteksi saking ringan dan mahir sembunyi. Dan Bilbo sangat ingin melihat dunia luar. Sempurna! Maka Gandalf segera menemui Thorin lagi untuk membujuknya membawa serta Bilbo dalam perjalanan ke Erebor, tanpa bertemu Bilbo lebih dulu. Namun ternyata Bilbo sudah berubah, tidak mau lagi bepergian menantang bahaya. Sementara Thorin sendiri menolak rencana Gandalf dan menganggap Gandalf mengolok-oloknya. Tapi berkat peta dan kunci yang dipegang Gandalf, Thorin mulai terbujuk.

Gandalf sendiri sudah nyaris lupa dia memegang peta dan kunci yang diterimanya dari dwarf yang ditemukannya terkurung di Dol Guldur 91 tahun yang lalu. Saat itu Gandalf memasuki Dol Guldur dengan menyamar dan menemukan dwarf sekarat di sana. Gandalf tidak tahu siapa dwarf itu tapi dia memegang peta dan kunci milik Durin’s Folk di Moria. Dwarf itu sudah terlalu lemah untuk bercerita tapi dia juga bilang tadinya dia memegang cincin terakhir dari yang Tujuh (sebelum diembat Sauron). Dwarf ini bisa siapa saja (pembawa pesan yang tertangkap atau pencuri) tapi dia menyerahkan peta dan kunci kepada Gandalf dengan pesan, “Untuk putraku.” Gandalf berhasil lolos dari Dol Guldur dan segera melupakan peta dan kunci, karena kengerian di Dol Guldur lebih mendesak daripada harta di Erebor.

Begitu bertemu Thorin, Gandalf teringat lagi tentang peta dan kunci, lalu menyimpulkan bahwa dwarf yang sekarat di Dol Guldur adalah Thráin II, ayah Thorin, meski dwarf itu tidak menyebutkan nama dirinya atau nama putranya. Maka begitu Thorin melihat peta dia menyetujui Gandalf untuk mengendap-endap ke Erebor, mencari pintu rahasia dan sedikitnya bisa mengambil sebagian harta yang ada dalam pengawasan Smaug.

Tapi Gandalf tahu rencana ini akan berantakan jika Bilbo tidak diajak. Gandalf membujuk Thorin lagi untuk membawa Bilbo dan sempat mengancam, “Dengarkan aku Thorin Oakenshield! Kalau hobbit ini ikut bersamamu, kamu akan berhasil. Jika tidak, kamu akan gagal. Aku bisa meramalkan ini.” Dan, “Aku jengkel jika ada dwarf congkak yang meminta nasihat padaku tapi akhirnya malah kurang ajar. Terserah kamu, Thorin. Tapi jika kamu mengabaikan nasihatku, kamu akan mendapat bencana.” Dan, “Aku tidak mudah memberikan cinta dan kepercayaan kepada orang lain, tapi aku sangat menyayangi hobbit ini. Perlakukan dia dengan baik dan kamu akan mendapatkan persahabatanku sampai akhir zaman.”

Akhirnya Thorin setuju dan meminta Gandalf ikut serta dalam rombongan untuk menjaga Bilbo. Gandalf setuju akan menemani sebisa mungkin, atau sampai Thorin melihat sendiri nilai-nilai kebaikan dalam diri Bilbo. Namun Gandalf sendiri terpecah konsentrasinya karena harus mengumpulkan White Council.

Pendek cerita, meski Thorin tidak menyangka bisa membunuh Smaug, naga itu terbunuh. Sayangnya Thorin tidak hidup untuk menikmati hasil misinya. Meski sifatnya penuh kekurangan, Thorin adalah pemimpin yang hebat dan setia, dan tanpanya Kerajaan di bawah gunung tidak akan bisa direbut kembali. Tapi Dáin Ironfoot terbukti menjadi pewaris takhta yang baik, yang belakangan gugur di Erebor sementara pada saat yang sama Gondor dan Rohan bersatu melawan pasukan Sauron di Pelennor. Gugurnya Dáin Ironfoot adalah kehilangan besar bagi rakyatnya, karena meski usianya sudah senja, dia masih bisa mengayunkan kapak dengan hebat, dia bertahan berdiri melindungi jasad Raja Brand di depan Gerbang Erebor sampai ajal menjemputnya.

Serangan utama Sauron memang berada di Selatan, namun tangan-tangannya menjangkau jauh sampai ke Utara dan Sauron akan mampu menghancurkan daerah sana, sementara pasukan Gondor dan Rohan mempertahankan Gondor, jika tidak ada Raja Brand dan Raja Dáin yang melakukan perlawanan. Maka, jika mengingat perang besar di Pelennor, jangan lupakan pertempuran Dale. Pikirkan apa yang mungkin saja bisa terjadi. Jika bukan berkat Raja Brand dan Raja Dáin, Gondor mungkin takkan memiliki Ratu. Minas Tirith bisa saja hancur jadi debu. Tapi itu semua terhindarkan, karena secara kebetulan Gandalf bertemu dengan Thorin Oakenshield petang hari di ujung musim semi dekat Bree.

*****

Tentang ORC

Diskusi tentang orc dan apakah mereka juga hidup abadi seperti elf, kalau mereka memang berasal dari elf, bikin aku penasaran juga dan jadi baca-baca tentang orc (not a happy reading topic).

mitologi LOTR - Orc

Ternyata asal usul orc ini salah satu yang merepotkan buat Tolkien, berkali-kali berubah supaya sinkron dengan keseluruhan konsep Middle-earth yang beliau miliki. Di naskah paling awal yang memuat keberadaan mereka “The Fall of Gondolin” yang ditulis sebelum 1920an dan dimuat di History of Middle-earth Vol II: The Book of Lost Tales 2, orc diciptakan Melkor dengan panas perut bumi dan lender-lendir batu (mungkin ini menginspirasi Peter Jackson pas menggambarkan terjadinya uruk-hai di Isengard). Mereka digambarkan berhati batu, buruk rupa, tidak pernah tersenyum, kalau tertawa suaranya seperti logam beradu.

Gagasan ini berubah-ubah terus, sampai ke konsep yang akhirnya dimuat Christopher Tolkien di Silmarillion, bahwa menurut tokoh-tokoh bijak di Eressëa, orc adalah kaum elf yang tertangkap dan dikurung di benteng Melkor, dan dengan kejam disiksa dan akhirnya berubah rupa dan tabiat, jadi olok-olok/parodi atas elf ciptaan Eru.

Tapi setelah naskah itu, rupanya Tolkien masih terus berubah pikiran tentang asal usul orc. Naskah-naskah yang melulu menyoal hal ini dimuat di History of Middle-earth Vol. X: Morgoth’s Ring. Masalahnya jika orc ini berasal dari elf, mereka tetap immortal dan kalaupun mati, arwahnya akan menghadap Mandos juga. Dan kalau elf yang dimanipulasi ini punya keturunan, keturunannya pun akan bersosok elf, karena siksaan dan mutilasi yang dialami orangtuanya kan bukan genetik.

Di sisi lain, sudah jelas bahwa Valar tidak punya kemampuan menciptakan makhluk hidup yang independen, bisa berpikir sendiri. Aulë ditegur keras oleh Eru karena menciptakan dwarf, yang awalnya juga tidak bisa bergerak dan berpikir sendiri, kecuali diperintah Aulë (kayak wayang, hanya bisa beraksi kalau digerakkan dalang). Jadi mustahil Melkor menciptakan orc sendiri–meski jahat dan jelek, orc bisa berpikir sendiri. Melkor pasti memanipulasi makhluk yang sudah ada untuk membuat orc.

Frodo sempat bilang ke Sam saat di Tower of Cirith Ungol bahwa yang membiakkan orc hanya bisa meniru untuk mengejek, tidak bisa membuat sendiri, apalagi makhluk yang benar-benar baru. “I don’t think it gave life to the orcs, it only ruined them and twisted them.”

Tapi kalau begitu, orc ini dimanipulasi dari apa? Dari manusia? Kalau begitu kenapa di Middle-earth sudah banyak orc saat Melkor kembali membawa silmaril yang ia curi dari Fëanor? Padahal saat itu manusia belum ada, karena mereka baru dibangkitkan di Hildorien setelah terciptanya matahari, yaitu setelah Melkor kembali menduduki bentengnya di Utumno. Tapi di sisi lain, di LOTR kita bisa lihat bahwa manusia yang lama kena pengaruh jahat bisa berkelakuan seperti orc, misalnya orang-orang Dunland yang mendukung Saruman. Jadi manusia memang punya potensi dirusak jadi orc.

Dari sini Tolkien menulis bahwa mungkin Sauron, tangan kanan Melkor, yang melipatgandakan jumlah orc di Middle-earth selama Melkor dipenjara oleh para Valar. Tolkien menggambarkan Sauron lebih tenang, lebih penuh perhitungan dari Melkor. Melkor hanya ingin mengolok-olok, merusak ciptaan Eru, tapi Sauron melihat potensi orc sebagai pasukan yang bisa membantunya berkuasa. Tapi sekali lagi bahan awalnya apa?

Dalam pembahasan soal asal kata orc, Tolkien bilang bahwa awalnya kata itu digunakan elf untuk menggambarkan segala yang mengerikan. Melkor berhasil menghasut dan menjadikan banyak maia sebagai anak buahnya, mulai dari yang cukup tinggi kecakapan dan kecerdasannya seperti Sauron, sampai yang mental preman tukang pukul seperti Balrog. Apakah mungkin ada maia rendahan yang jadi asal muasal orc, atau paling tidak yang pertama-tama melatih pasukan orc (karena mereka penuh kebencian, benci sama tuan mereka dan satu sama lain, mereka hanya bisa bersatu kalau diarahkan menyerang musuh yang sama). Maia bisa mengambil bentuk apa saja, dari manusia sampai monster. Jadi mungkinkah orc pertama yang dilihat elf di ME sebetulnya adalah maia kelas teri suruhan Melkor?

Masih banyak teori lain yang sempat di-draft Tolkien. (Chris Tolkien menggambarkan ayahnya suka berpikir dengan bolpoin, artinya proses berpikirnya langsung ditulis, tidak ditunggu sampai matang dulu. Baru setelah ditulis dipilah, dikoreksi, dst. Kalau ada ide lain ya ditulis lagi.) Ada teori bahwa orc bermula dari binatang. Karena itu mereka tidak punya bahasa, hanya bisa membeo, comot sana sini dari bahasa makhluk lain sampai Sauron menciptakan Black Speech untuk mereka.

Yang pasti di akhir 1950-an, pemikiran-pemikiran ini, (dan yang lain juga sih) sempat membuat Tolkien merevisi konsepnya tentang penciptaan semesta dan seisinya, jadi beda dengan yang akhirnya dijelaskan di Silmarillion.

Di HoME X: Morgoth’s Ring dijelaskan bahwa dalam tulisan berjudul “Annals of Aman” (diduga ditulis 1958), setelah paragraf tentang asal usul orc mirip seperti yang dimuat di Silmarillion, Tolkien menulis: “Alter this. Orcs are not Elvish”

OK, jadi kesimpulannya bagaimana, dan bagaimana semua ini bisa kita pahami dengan konteks seperti yang ada dlm Silmarillion. Pikiranku sih begini:

1. Intinya adalah Melkor tidak menciptakan orc sendiri. Ia hanya merusak, memuntir makhluk yang sudah ada, bisa jadi elf, tapi boleh jadi juga binatang, manusia, bahkan maia.

2. Orc berkembang biak dan melipatgandakan jumlahnya dengan cepat. Elf tidak seperti itu (kecuali Fëanor); jadi mungkin kalaupun ada elf yang awalnya dimanipulasi Melkor, mereka bukan jadi bahan baku orc. Mungkin hanya diperbudak untuk diambil ilmunya? Apa mereka yang memastikan ibu-ibu orc tidak keguguran di tengah jalan dan anaknya tumbuh besar, tidak dimakan bapaknya, misalnya? Dalam jawaban surat pada Peter Hastings, Tolkien mengungkapkan asumsinya bahwa Entwife mungkin diperbudak Sauron untuk memproduksi makanan untuk pasukannya. Jadi mungkinkah elf, yang terkenal suka memelihara makhluk hidup, diperbudak Melkor untuk melipatgandakan orc?

3. Di Silmarillion, paragraf yang menjelaskan terjadinya orc diawali dengan pernyataan bahwa menurut mereka yang bijak di Erëssea. Berarti itu proses terjadinya orc dari kacamata elf. Mungkin hanya teori mereka, mungkin spekulasi. Aku sendiri merasa banyak makhluk yang dikategorikan bad guys kita mungkin tidak akan tahu persis asal muasalnya, karena sumber informasi kita adalah buku yang ditulis the good guys. Bagaimana proses upgrading uruk-hai misalnya kita tidak tahu persis, karena itu perbuatan Saruman. Dan Saruman tidak bercerita rahasia dapurnya ke Frodo, dan karenanya Frodo tidak menuliskannya di buku, dan seterusnya.

*****

Tentang NAZGÛL

1. Asal usul
Nazgûl (Black Speech/bahasa Mordor dari akar naz: cincin – gûl: hantu, mungkin masih terkait dengan -gul di Dol Guldur, black magic, sihir jahat) atau Úlairi (Quenya) adalah anak buah Sauron paling kuat dan berbahaya, terutama karena mereka sangat patuh pada tuannya dan sudah sama sekali tidak punya keinginan pribadi (bandingkan dengan Saruman, yang meski sudah membelot ke kubu Sauron masih punya ambisi pribadi menguasai cincin.)

mitologi LOTR - Nazgul

Tiga di antara mereka adalah bangsawan petinggi Númenor. Dari sembilan Nazgûl , hanya satu yang diketahui namanya, Khamûl dari Easterling, tangan kanan Witch-king of Angmar.

Para manusia yang menerima cincin dari Sauron jadi penguasa, penyihir dan panglima yang hebat pada zamannya. Kemenangan, kejayaan dan harta melimpah mereka dapatkan. Kematian seakan tak bisa menyentuh mereka, tapi sebenarnya hidup mereka tidak bertambah. Jauh setelah mereka seharusnya mati tubuh mereka dipaksa terus bertahan. Bilbo menggambarkannya seperti mentega yang dioleskan ke terlalu banyak roti. Pada akhirnya badan kesembilan manusia itu memudar dan tidak terlihat lagi kecuali oleh pemegang The One Ring.

Meski dalam gelap mereka bisa melihat yang tidak tampak mata manusia, tapi seringkali yang mereka lihat sebenarnya ilusi yang dibuat Sauron untuk menipu mereka. Dan satu per satu, cepat atau lambat, tergantung kekuatan dan baik tidaknya niat mereka saat menerima cincin, mereka pun tunduk pada Sauron.

Di mata Nazgûl dunia tak berwarna dan kehadiran manusia hanya tampak seperti bayang2. Di bawah cahaya matahari, bahkan bayang- bayang ini pun samar atau hilang, sehingga Nazgûl lebih mengandalkan indera pencium. Dalam perjalanan ke Buckland Frodo sempat melihat Nazgûl yang merunduk ke tanah mengendus-endus mencari jejak, lalu mulai merayap ke arahnya. Juga setelah menyeberang ke Buckland dengan feri di Buckleberry, Sam sempat melihat Nazgûl mengendus-endus di dermaga seberang.

Nazgûl bisa bicara dalam bahasa Westron/Common Speech, bahasa manusia (dan hobbit) di Middle-earth. Di Hobbiton Nazgûl sempat menanyakan tentang “Baggins” pada Gaffer Gamgee, ayah Sam. Di Marish mereka juga sempat menginterogasi Farmer Maggot. Di Council of Elrond, Glóin melaporkan ada Nazgûl yang datang ke Erebor dan menawarkan cincin sakti kepada Raja Dáin Ironfoot sebagai imbalan untuk informasi tentang “halfling”.

Tapi bunyi yang paling mengerikan dari Nazgûl adalah jeritannya yang digambarkan seperti suara kematian. Saat Minas Tirith dikepung, Pippin menyaksikan bagaimana efek jeritan Nazgûl pada tentara Gondor. Meski terbang tinggi tak terlihat dan terlalu jauh untuk ditembak lengkingan suara Nazgûl membuat bahkan tentara paling berani tiarap ketakutan. Yang masih berdiri cuma bisa mematung, senjatanya jatuh, dan mereka tidak lagi berpikir tentang perang, hanya tentang sembunyi, merayap dan mati.

Senjata utama Nazgûl sebenarnya bukan kekuatan fisik atau magis yang luar biasa, melainkan rasa takut yang mereka timbulkan, seperti efek pasukan arwah yang dipanggil Aragorn untuk menunaikan sumpah mereka membela Gondor. Dari jauh kehadiran Nazgûl sudah bisa dirasakan dan membangkitkan ketakutan luar biasa, dan kengerian ini bertahan bahkan setelah mereka lewat.

Di Council of Elrond, Boromir sempat cerita tentang serangan Mordor ke Osgiliath pertengahan tahun itu. Serbuan itu sebenarnya hanya kamuflase, supaya Nazgûl bisa menyeberangi Anduin dari Ithilien, lalu terus ke utara mencari “Baggins” dan “Shire” tanpa diketahui. Tapi bahkan saat itu, ketika Nazgûl dalam keadaan tidak tampak (tidak berkuda, tidak berjubah), kehadiran mereka membuat pasukan Mordor blingsatan dan tentara Gondor paling berani pun ketakutan.

Witch-king of Angmar, pimpinan Nazgûl , diberi Sauron kekuatan jahat tambahan ketika memimpin perang di Pelennor perang melawan Gondor, padang luas di depan Minas Tirith. Ketika alat pendobrak Mordor, Grond, tidak berhasil menjebol gerbang Minas Tirith, Witch-king memekikkan mantra dalam bahasa kuno, dan akhirnya, diiringi kilatan cahaya, pintu dari besi dan baja itu hancur.

Bagi Frodo sebagai Ring-bearer, Nazgûl lebih berbahaya lagi. Meski hanya bisa merasakan kehadiran manusia (dan hobbit) seperti bayang2, Nazgûl merasakan “panggilan” cincin Sauron yang berusaha kembali pada pemilik aslinya. Tiap kali berhadapan dengan Nazgûl Frodo merasakan keinginan yang nyaris tak terbendung untuk memakai cincin Sauron. Padahal dalam keadaan memakai cincin, bukan saja ia bisa melihat sosok asli Nazgûl , tapi ia pun tampak jelas di mata mereka. Serangan di Weathertop (Amon Sûl), di mana Frodo ditusuk dengan pedang Morgul bertujuan membuat Frodo jadi Ringwraith juga, supaya akhirnya bersedia menyerahkan cincin Sauron.

2. Kelemahan Nazgûl
Cahaya matahari. Nazgûl melihat berbagai makhluk hanya sebagai bayang2, tapi itu pun kabur atau hilang sama sekali di bawah sinar matahari. Kaum Lossoth, penghuni negeri es Forochel di utara Angmar, percaya Witch-king bisa membekukan dan mencairkan es dengan semena-mena. Tapi mereka juga tahu bahwa kekuatan Witch-king melemah di musim panas, saat matahari bersinar lebih lama. Khamûl adalah Nazgûl yang paling sensitif melacak cincin Sauron, tapi juga yang paling lemah terhadap efek sinar matahari.

Sungai. Meski mereka tidak akan mati tenggelam, tapi kuda mereka bisa, dan Nazgûl tanpa tunggangan menurut Gandalf nyaris lumpuh. Di samping itu aliran sungai membuat mereka bingung karena mengurangi kemampuan mereka melacak.

1) Api. Sembilan Nazgûl mengepung Gandalf di Weathertop tiga hari sebelum Frodo tiba di sana. Mereka tidak melakukan apa-apa sampai hari gelap. Setelah itu Gandalf melawan mereka semalam suntuk dengan api hingga Weathertop seperti menyala dengan badai halilintar yang terlihat oleh Frodo yang saat itu masih jauh dari sana. Menjelang pagi Gandalf lari dari Weathertop, diburu empat Nazgûl , hingga ketika Frodo cs tiba di sana, hanya lima yang menyerangnya.

2) Keberanian. Nazgûl terbiasa melihat musuh mereka lari ketakutan tanpa perlawanan saat mereka masih jauh. Dihadapkan dengan keberanian seperti Frodo di Weathertop, juga Aragorn di tempat yang sama meski hanya bersenjata obor, lalu Merry dan Eowyn di Pelennor membuat mereka kaget sesaat. Nazgûl yang datang ke rumah Frodo di Crickhollow juga kabur ketika nyaris dikeroyok hobbit setelah Fatty Bolger membangunkan warga Buckland.

3) Seruan Elbereth dan High Elf. Di Woody End, Frodo berhadapan dengan Nazgûl yang turun dari kuda, mengendus tanah dan pelan2 lalu merayap ke arahnya. Saat itu godaan memakai cincin Sauron sangat kuat. Tapi lalu terdengar nyanyian High Elf, rombongan Gildor Inglorion dalam perjalanan ke pelabuhan Grey Haven. Nazgûl yang mendekati Frodo langsung naik kuda dan pergi.

Di Weathertop saat dikepung Nazgûl, Frodo nekat menusuk Witch-king sambil berteriak, “O Elbereth! Gilthoniel!” dengan pedang yang didapat di Barrow-downs, meski hanya bisa merobek jubah Nazgûl . Frodo sendiri ditusuk di bahu dan kemudian tak sadar. Tapi menurut Aragorn justru teriakan “Elbereth” bisa mematikan bagi Nazgûl . Di Sungai Bruinen, setelah Frodo – yang menunggang Asfaloth– tiba di seberang, Witch-king mengangkat tangannya dan Frodo merasa lidahnya kelu dan jantungnya memburu. Pedangnya patah dan jatuh ke tanah.

4) Pedang tertentu. Pedang Merry dan Pippin didapat setelah mereka diselamatkan Tom Bombadil dari cengkeraman Barrow-wight, penunggu makam pangeran Cardolan di Barrow-down. Pedang itu sebenarnya belati, bilahnya seperti daun dengan alur-alur emas dan merah, sarung belatinya hitam dengan hiasan permata merah. Belati ini dibuat dengan teknologi Númenor dan dibalut mantra khusus yang menjadikannya sangat mematikan untuk tentara Mordor. Ketika Merry dan Pippin diculik, senjata mereka sempat dirampas orc, tapi lalu dibuang karena tuah di dalamnya. Pedang ini yang kemudian dipakai Merry menusuk Witch-king di medan Pelennor.

“Dan hancurlah pedang Barrow-down, buah karya [keturunan] Westernesse. Tapi takdir ini akan menggembirakan pembuat pedang ini, yang menempanya dengan hati-hati di Kerajaan Utara saat bangsa Dúnedain masih muda, dan musuh utama mereka adalah negeri kengerian Angmar dan penyihir yang jadi raja mereka. Tak ada pedang lain, meski dihunus tangan yang lebih kuat, yang bisa menorehkan luka yang demikian getir, merobek daging yang tak hidup, merusak mantra yang menyatukan urat2nya dengan pikirannya.” (The Return of The King: The Battle of The Pelennor Fields)

Setelah ditusuk Merry di belakang lutut, Witch-king tersungkur. Ayunan senjata yang diarahkan ke Éowyn melesat. Éowyn menikam Witch-king di antara mahkota dan kerah jubahnya, di mana hanya sorot matanya terlihat. Pedang Éowyn hancur berkeping-keping. Tapi mahkota Witch-king menggelinding jatuh, jubah dan baju zirahnya rontok ke tanah, kosong. Terdengar jeritan yang melesat ke udara.

Di Mordor, Frodo dan Sam melihat sebuah sosok bergerak sangat cepat dari barat, awalnya hanya titik hitam di celah cahaya di atas Ephel Dúath (Mountain of Shadow), lalu membesar dan menghujam seperti kilat ke awan gelap yang meliputi Mordor. Tapi jeritannya tidak lagi terdengar menakutkan, karena itu suara Witch-king membawa kabar buruk bagi Sauron.

Akhir riwayat Witch-king telah diramalkan oleh Glorfindel saat memukul mundur sang pimpinan Nazgûl dari Fornost, ibukota terakhir Arnor. Saat itu Glorfindel berkata, “…Far off yet his doom, and not by the hand of man will he fall.”

(Lihat bagaimana Tolkien memilih kata “fall”, jatuh, bukan “die”, mati. Dan Witch-king akhirnya jatuh di tangan Eowyn (bukan “man” dalam arti lelaki, karena dia “woman”, perempuan) dan Merry (bukan “man” dalam arti manusia, karena dia hobbit) tapi seperti Nazgûl lainnya, yang hancur terkena semburan meletusnya Mt Doom/Orodruin, ia binasa karena cincin Sauron akhirnya hancur, dan semua cincin yang ia kendalikan hilang kesaktiannya.)

*****

Tentang KHAZAD-DÛM/MORIA

Ini juga sangat menarik karena ada hubungannya dengan The Hobbit. Moria sebenernya berarti jurang hitam dlm bahasa elf. Tapi dulunya, sebelum Moria dikuasai orc, tempat itu bernama Khazad-dum, Dwarrowdelf, kota bawah tanah yg digali dan dibangun para dwarf.

Durin, salah satu dari tujuh nenek moyang dwarf, yang menemukan lokasinya. Ada danau diapit dua kaki gunung. Tiga puncak gunung menjulang di atasnya. Waktu Durin ngeliat ke danau itu, bintang2 yg terpantul di air danau seperti membentuk mahkota di atas kepalanya dan buat dia itu seperti pertanda baik.

Dan sekarang, sederetan nama dalam bahasa dwarf (banyak huruf z-nya):

1. Danau yang memantulkan cahaya bintang di bayangan Durin: Kheled-zâram (Mirrormere)
2. Mata air dingin yang mengalir ke Kheled-zâram: Kibil-Nâla
3. Tiga puncak gunung di atas danau: Zirakzigil (Silvertine, Celebdil), Barazinbar (Redhorn, Caradhras), Bundusathûr (Cloudyhead)
4. Lembah di depan gerbang utama Khazad-dûm: Azanulbizar (Dimrill Dale)

Khazad-dum jadi luas dan kaya karena para dwarf menambang mithril di sana. Mithril, yg menurut Bilbo di film Fellowship of The Ring, lebih ringan dari bulu dan lebih kuat dari baja, hanya ditemukan di Khazad-dum. Khazad-dum punya dua pintu gerbang. Gerbang utama di sisi timur menghadap lembah Azanulbizar, dan di bawahnya terletak Lothlorien, wilayah Galadriel. Gerbang barat punya pintu khusus, yg bisa kita lihat di Fellowship of The Ring (buku dan film). Pintu dibuat dwarf Narvi dan tulisannya dibuat elf Celebrimbor dng ithildin yg hanya keliatan di bawah cahaya bulan. Di sini Fellowship sempat mentok cari password masuk Moria.

Demi mencari mithril, dwarf menggali makin dan makin dalam ke perut bumi. Dan akhirnya mereka menggali sampai ke tempat balrog jauh di dalam tanah. Balrog ini mengamuk dan para dwarf kewalahan. Meski mereka petarung yang tangguh, Balrog tidak mempan senjata.

mitologi LOTR - Khazad dum - balrog - galdalf

Akhirnya setelah dua raja dwarf Khazad-dûm tewas diserang Balrog, mereka mengosongkan tempat itu. Dan para orc, yang selalu merongrong dwarf, masuk dan berkuasa di situ. Khazad-dûm, yang tadinya terang benderang dengan lampu-lampu kristal, jadi gelap dan berbahaya, dan karenanya disebut Moria. Balrog pun dikenal sebagai Durin’s Bane, musuh/pembunuh Durin.

Thrór (kakeknya Thorin), yang tadinya raja di Erebor sebelum kedatangan Smaug, mencoba memasuki Moria lagi hanya ditemani satu dwarf, Nár. Meski dicegah, Thrór ngotot masuk. Nár menunggu di luar dengan cemas. Lalu orc di Moria melempar badan Thrór, tanpa kepala. Kepalanya menyusul dibuang keluar, dicap dengan nama AZOG, raja orc di Moria saat itu.

Nár lalu lapor pada Thráin putra Thrór (ayah Thorin). Geram, Thráin menggalang pasukan dwarf dari berbagai klan selama tiga tahun sebelum dimulai perang melawan orc. Para dwarf menggempur orc di mana pun di Misty Mountain, habis-habisan. Terdesak, orc-orc yang masih bertahan berkumpul di Moria. Dan di depan gerbang utamanya di Azanulbizar pecah puncak perangnya (yang kita lihat di film The Hobbit: An Unexpected Journey, tapi versi Peter Jackson, diadaptasi.)

Dalam perang ini Azog akhirnya mati dikapak oleh Dain Ironfoot, yg masih sangat muda, baru 30-an umurnya. Begitu banyak dwarf yang mati di perang Azanulbizar sampai para dwarf nggak punya pilihan lain kecuali mengambil persenjataan dan baju zirah saudara mereka yang gugur (supaya tidak dilucuti orc), lalu membakar jenazahnya dng kayu yang ditebang dari pepohonan di sekitar Danau Kheled-zaram.

Sebenarnya tradisi pemakaman dwarf mengharuskan jenazah disimpan dalam peti batu (seperti makam Balin di film Fellowship of The Ring), tapi untuk membuat makam batu untuk semua korban perang Azanulbizar akan terlalu lama. Para dwarf yang gugur di Azanulbizar sangat dihormati. Anak cucunya akan cerita “Moyang saya dulu dibakar” dengan rasa bangga.

Tapi perang ini, meski tragis, ada hikmahnya. Kalau para dwarf tidak menumpas banyak orc dalam perang ini, akan jauh lebih banyak orc menghadang saat Bilbo ikut bertualang dengan Thorin & co. ke Erebor. Kalau tidak ada perang ini, jumlah orc akan sangat sangat banyak, hingga mungkin pasukan gabungan manusia-dwarf-elf di Battle of Five Armies di akhir buku The Hobbit tidak akan bisa menang.

Setelah matinya Azog, Thráin mengajak pasukan dwarf untuk masuk ke Moria dan membersihkannya dari orc. Tapi dwarf-dwarf dari klan lain ini enggan karena sudah terlalu banyak korban jatuh. Selain itu Dáin, yang membunuh Azog, bilang, “Durin’s Bane (Balrog) masih di dalam Moria. Dunia harus berubah, dan harus datang kekuatan selain kita, sebelum kita bisa menguasai Moria.”

Karena itulah, waktu Fellowship yang dipimpin Gandalf memasuki Moria, di sana masih berkeliaran orc dan masih ada Balrog. Balin dan kelompoknya gagal merebut kembali Moria. Gandalf akhirnya bertarung dengan Balrog sampai akhirnya berhasil mengalahkannya di puncak Zirakzigil. Baru setelah itu, di Zaman Keempat (Fourth Age) akhirnya, menurut Tolkien di beberapa manuskripnya, meski tidak sampai masuk di buku, dwarf kembali mengkolonisasi Khazad-dûm dan mengembalikan cahaya ke dalam gelapnya Moria.

Satu bukti bahwa Khazad-dûm/Moria kembali dihuni setelah Balrognya mati: setelah jatuhnya Sauron, Gimli dan dwarf Erebor membantu merenovasi Minas Tirith. Di antaranya membangun gerbang dari baja dan mithril sebagai pengganti gerbang yang dirusak Witch-king.

Sebelum dwarf meninggalkan Moria harga mithril sepuluh kali emas. Setelah Moria kosong dan mithril tidak ditambang lagi, harganya tidak ternilai (Gandalf bilang baju mithril Bilbo harganya lebih mahal dari seisi Shire). Kalau Gimli & co bisa dapat cukup mithril untuk bikin gerbang Minas Tirith, artinya kan Moria sudah kembali jadi Khazad-dûm! [By: J.R.R Tolkien]

*****

Demikianlah ringkasan cerita yang menjadi latar belakang dari kisah kolosal Lord of The Rings. Sebuah kisah fantasi yang dibangun dengan  sangat apik dan detil oleh J.R.R Tolkien. Dengan mengetahui mitologinya, siapapun yang  menonton film layar lebar Lord of The Rings atau The Hobbit akan menjadi lebih menarik dan memuaskan. Seandainya kisah mitologi tentang para Ainur, Valar, Maiar atau kisah The Silmarillion juga di angkat ke layar lebar oleh Sir Peter Robert Jackson, sutradara film LOTR dan The Hobbit. Semoga saja.

Jambi, 15 Januari 2016
Mashudi Antoro (Oedi`)

 

One thought on “Mitologi Lord of The Rings

    Mohammad Hafid Al-Ahyar said:
    Oktober 4, 2016 pukul 12:13 am

    Hmm, keren akhirnya pertanyaan saya di film lotr bisa terjawab setelah 2 jam baca tulisan disini hehe makasih gan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s