Antara Mitos dan Fakta Ilmiah Tentang Larangan Keluar Rumah di Waktu Magrib

Posted on Updated on

magribWahai saudaraku. Kini memanglah zaman dimana orang-orang telah melupakan ajaran agung para leluhur Nusantara. Entah karena alasan sudah kuno atau memang tidak tahu, banyak orang bahkan menganggap bahwa ajaran para leluhur – khususnya Jawa – itu sesat dan syirik. Padahal cobalah mereka sedikit meluangkan waktu untuk mengkaji tentang ajaran-ajaran luhur tersebut. Apakah memang sesat karena tanpa dasar yang jelas dan dalil yang kuat? atau justru memang semua pesan dan ajaran para leluhur kita itu benar dan menguntungkan?

Untuk itu, pada kesempatan kali ini saya ingin mengajak Anda sekalian untuk bersama-sama mengkaji tentang salah satu ajaran yang telah diwariskan secara turun temurun di negeri ini. Dan jika Anda orang Jawa, khususnya yang lahir pada era awal tahun 80-an ke bawah, tentunya sudah tidak asing lagi dengan larangan untuk tidak bermain di luar rumah pada saat magrib tiba. Dan dulu para orang tua kita biasanya akan memberi ancaman bahwa saat magrib tiba akan banyak setan, demit, atau bhatara kala yang akan mengganggu atau bahkan menculik dan memakan diri kita. Karena itulah, biasanya para orang tua pun menyuruh anak-anaknya untuk masuk ke dalam rumah dan menghentikan aktivitas di luar rumah. Mereka percaya bahwa saat magrib tiba, akan banyak setan dan jin yang berkeliaran. Setelah magrib, barulah mereka mengizinkan anak-anaknya untuk kembali bermain di luar rumah.

Lantas disini, sebagai manusia yang hidup di era moderen apakah hal itu benar (baik secara agama maupun ilmiah) dan relevan? Lalu bagaimana penjelasannya?

Wahai saudaraku. Waktu magrib merupakan saat ketika Bumi berpindah waktu dari siang menjadi malam hari, dari terang menuju pada kegelapan. Bagi orang Jawa khususnya, larangan untuk keluar rumah ini merupakan “mitos” yang dipercaya secara turun temurun. Biasanya mereka hanya meneruskan kebiasaan dari orang tua dan tidak mengetahui bahwa sebenarnya larangan ini ada dalam hukum agama Islam, khususnya pada hadits Nabi Muhammad SAW. Dalam hadits itu Nabi Muhammad SAW bersabda;

“Jangan kalian membiarkan anak-anak kalian di saat matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam, sebab setan berpencar jika matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam” (HR. Muslim, dari Jabir RA).

Selain itu, di bagian lain di dalam Shahih Muslim juga jelaskan bahwa Nabi SAW, bersabda:

“Jika sore hari mulai gelap, maka tahanlah bayi-bayi kalian, sebab iblis mulai bergentayangan pada saat itu. Jika sesaat dari malam telah berlalu, maka lepaskan mereka, kunci pintu-pintu rumah dan sebutlah nama Allah, sebab setan tidak membuka pintu yang tertutup. Dan tutup rapat tempat air kalian dan sebutlah nama Allah. Dan tutup tempat makanan kalian dan sebutlah nama Allah, meskipun kalian mendapatkan sesuatu padanya.”

Wahai saudaraku. Hadist Nabi Muhammad SAW ini bisa dijelaskan secara ilmiah. Dan di dalam sebuah buku ilmiah keagamaan karya Prof. DR. Ir. H. Osly Rachman, MS yang berjudul “The Science Of Shalat” yang diterbitkan Qultummedia, menjelaskan bahwa menjelang magrib alam akan berubah menjadi spectrum cahaya berwarna merah. Cahaya merupakan gelombang elektromagnetis (EM) yang memiliki spectrum warna yang berbeda satu sama lain. Setiap warna dalam spectrum mempunyai energi, frekuensi dan panjang gelombang yang berbeda.

Dalam bukunya juga dijelaskan bahwa ketika waktu magrib tiba, terjadi perubahan spectrum warna alam selaras dengan frekuensi jin dan iblis, yakni spectrum warna merah. Pada waktu ini, jin dan iblis amat bertenaga karena memiliki resonansi bersamaan dengan warna alam. Dan pada waktu magrib, banyak interferensi atau tumpang tindihnya dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama sehingga penglihatan terkadang kurang tajam oleh adanya fatamorgana.

adzan-magrib-lama

Lalu di dalam Islam, pada waktu magrib dijelaskan bahwa setan bersamaan dengan datangnya kegelapan mulai menyebar mencari tempat tinggal. Mereka itu tersebar dengan pemandangan luar biasa dan jumlah yang tidak ada yang tahu selain Allah. Kemudian sebagian setan takut dari kejahatan setan yang lainnya, sehingga setan harus memiliki sesuatu yang bisa dijadikannya sebagai tempat berlindung dan mencari tempat yang aman. Maka ia pun bergerak dengan cepat melebihi kecepatan manusia. Beberapa dari mereka lalu berlindung dalam wadah kosong, ke rumah kosong, dan beberapa dari mereka berlindung kepada sekelompok manusia yang sedang duduk-duduk – khususnya di waktu magrib. Mereka (manusia) tentu tidak merasakannya, tapi mereka (setan, iblis) ikut nimbrung supaya menjadi aman dari penindasan saudara mereka sesama setan yang juga berkeliaran seperti angin di Bumi. Itu terjadi karena bagi setan itu yang boleh hidup hanya yang kuat saja. Artinya hukum rimba pada para setan sangat ditegakkan disini.

Karena itulah, kadang kala setan mengganggu anak kecil manusia untuk dijadikan tempat berlindung. Selain itu setan juga berlindung di tempat yang kotor seperti pada popok bayi yang sudah kotor. Mereka lebih memilih popok bayi karena najis sebagai tempat persembunyian, dan memang pada dasarnya mereka sangat menyukai semua yang najis, sehingga mendorong mereka untuk tinggal. Dan Anda pasti pernah menemukan atau mendengar kabar beberapa anak menjerit tiba-tiba dan yang lainnya menggelepar dalam tidurnya karena gangguan setan yag merasukinya saat dijadikan tempat berlindung oleh setan.

Selain itu, pada waktu magrib kita juga dihimbau untuk menjauh dari hewan, seperti kucing, anjing, ular atau burung, dan mengurangi kecepatan saat berkendaraan, karena dikuatirkan menabrak anjing atau hewan lain yang bisa jadi telah dirasuki oleh setan. Kita juga dilarang untuk tidak jalan-jalan di tempat yang sepi atau duduk di tempat semacam itu, atau melempar batu ke dalam WC, kebun, danau, telaga, sungai dan laut. Karena tempat-tempat itu merupakan tempat tinggal bagi para setan dan makhluk gaib yang sejenisnya yang suka menganggu umat manusia.

*****

Wahai saudaraku. Dari semua uraian di atas, sekali lagi mari kita untuk tidak cepat-cepat mengatakan bahwa ajaran luhur dari nenek moyang itu kuno dan sesat. Memang tidak semua dari mereka itu punya ilmu dan pengetahuan yang cukup untuk menjelaskan dalil atau alasan ilmiahnya, tapi cobalah untuk terlebih dulu mengkajinya. Jadilah orang yang berjiwa lapang dan berhati bijak. Karena seperti contoh kasus di atas, ternyata ajaran para leluhur kita tentang larangan bermain di luar rumah pada saat magrib itu merupakan ajaran yang sangat mulia. Ada dasar agama yang kuat disini dan penjelasan secara ilmiah yang luarbiasa darinya. Dan memang bisa jadi bahwa salah satu alasan kenapa bangsa ini kian carut marut – karena generasi tua dan mudanya semakin rusak akhlaknya – itu lantaran sekarang orang-orang sudah meninggalkan ajaran mulia ini. Padahal semuanya berdasarkan dari dalil agama dan fakta ilmiah yang jelas.

keluar magrib 3.jpg

Ya. Lihatlah kini, begitu banyak orang – tua dan muda – yang pada waktu magrib masih saja berkeliaran di luar rumah dengan berbagai kegiatan. Lalu dengan entengnya mereka pun menganggap bahwa waktu magrib itu biasa saja dan tidak ada artinya. Padahal sebagaimana penjelasan di atas, maka pada waktu itu setan-setan yang telah mendapatkan kekuatan ekstra lalu berkeliaran dan berusaha mempengaruhi hati dan pikiran manusia – tentunya untuk berbuat dosa dan maksiat. Sehingga memanglah, sekarang ini dimana-mana sering terjadi hal-hal yang buruk dan jauh dari nilai kepantasan. Kian hari semakin banyak orang yang bermaksiat, berzina, curang, menipu, khianat, dusta, munafik, korupsi, dll. Dan semua itu bisa terjadi salah satu penyebabnya karena mereka telah mengabaikan ajaran leluhur ini – padahal ini juga merupakan perintah agama. Sebab, mereka yang berada di luar atau sering di luar rumah pada waktu magrib akan sangat mudah di pengaruhi atau “dirasuki” oleh setan. Akibatnya, bukan hanya di dalam negeri ini, tapi di hampir semua wilayah negara – khususnya perkotaan – kehidupan manusia kian buruk dan terpuruk akhlaknya. Semuanya kian jauh dari kebenaran dan telah hampir dikuasai oleh kegelapan.

Untuk itu saudaraku. Setelah mengetahui bahwa ajaran leluhur kita itu – tentang larangan berada di luar rumah di waktu magrib – merupakan hal yang baik, benar dan menguntungkan, mari kita jadikan itu sebagai pedoman hidup sehari-hari. Mari kita galakkan lagi tradisi ini dan jangan pernah mengabaikannya. Dan bila dirimu adalah para orang tua, maka jangan sekali-kali membiarkan dirimu dan anak-anakmu berada di luar rumah pada saat magrib tiba. Atau jika kalian sedang dalam perjalanan saat magrib tiba, maka berhentilah di masjid atau mushola untuk menunaikan ibadah shalat magrib, atau di tempat-tempat yang layak dan bersih untuk beristirahat sejenak. Dengan begitu, semoga Allah SWT memberikan kemudahan pada setiap urusanmu dan kebaikan dalam waktu kehidupanmu.

Jambi, 21 Desember 2015
Mashudi Antoro (Oedi`)

Referensi:
* http://www.infoyunik.com/2015/02/mitos-larangan-keluar-saat-maghrib-bisa.html

7 thoughts on “Antara Mitos dan Fakta Ilmiah Tentang Larangan Keluar Rumah di Waktu Magrib

    kuropriest97 said:
    Desember 21, 2015 pukul 9:02 am

    Mitos tercipta dari suatu kebenaran, meskipun tidak semua mitos benar adanya…

      oedi responded:
      Desember 22, 2015 pukul 2:50 am

      Betul sekali mas/mbak..
      Bermula dari fakta lalu berganti menjadi sejarah. Dari sejarah lama kelamaan menjadi legenda yang mulai di tambah atau dikurangkan kebenarannya. Dan karena rentan waktu yang sangat lama, legenda pun berubah menjadi mitos yang terkesan mengada-ada. Namun demikian, sebagian besar mitos itu tetap berasal dari sebuah fakta luarbiasa yang terjadi di masa lalu.
      Wokey, terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..🙂

        kuropriest97 said:
        Desember 22, 2015 pukul 4:29 am

        Panggil mas sja, sama-sama mas.

    Rudi Saprudin said:
    Desember 23, 2015 pukul 6:21 am

    Betul Mas Oedi, Ibu saya juga mengajarkan hal yang sama. Dulu -sewaktu masih remaja/muda- karena kebodohan dan kesombongan saya sering mengabaiakan. Namun sekarang Alhamdulillah banyak pencerahan dan masukan yang bernilai positif, saya menyadarinya bahwa ajaran para leluhur sangat baik. terima kasih Mas Oedi….

      oedi responded:
      Desember 24, 2015 pukul 7:27 am

      Iya mas Rudi sama” deh, terimakasih juga atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..🙂
      Ya begitulah faktanya mas, ajaran dan pesan para leluhur kita dulu sangat baik, berguna dan relevant sampai kapanpun.. Nanti satu persatu akan terbukti.. Kita harus mau mengikuti, menjaga dan mewariskan kepada anak cucu kita, toh itu juga utk kebaikan mereka sendiri… Pokoknya jangan terus kebarat-baratan, atau kearab-araban atau keindia-indiaan atau kekorea-koreaan deh.. Karena semua yang berasal dari mereka itu belum tentu baik kok, dan tentunya akan banyak bertentangan dengan karakter dan kultur bangsa kita. Akibatnya tentu buruk bagi kehidupan peradaban kita kedepannya.
      Ya. Bangsa ini perlu kembali ke jati dirinya sendiri. Lalu dengan itu baru bisa mengembalikan kejayaannya dan memimpin dunia sekali lagi…🙂

    […] itu, sebagaimana yang pernah saya tulis pada artikel yang berjudul: Antara fakta ilmiah dan mitos tentang larangan keluar rumah di waktu magrib, maka setiap fenomena alam itu bisa dijelaskan secara ilmiah. Dan pada tulisan saya itu, telah […]

    Umam said:
    Mei 20, 2016 pukul 9:21 pm

    Jadi inget pesen nenek..
    Kalau maghrib2 jangan maen ke luar kalau mau keluar ke langgar (Mushola) saja karena setan takut masuk langgar intinya sih di suruh ngaji 😁😁😁

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s