Belajar Keikhlasan

IkhlasWahai manusia. Belajarlah dari sifat-Nya yang Maha Pengasih agar dirimu bisa menjadi seorang yang pengasih. Belajarlah dari sifat-Nya yang Maha Mencintai agar dirimu lebih banyak mencintai. Dan tak perlulah engkau banyak belajar dari selain Diri-Nya, karena Dia ada dimana-mana, meskipun tak terlihat ada dimana-mana.

Biarkanlah diri larut dalam mengikuti sifat-Nya yang Maha Segalanya itu. Dengan usaha yang teguh, lakukanlah semampu yang engkau bisa. Tak perlu memikirkan apakah dirimu mampu, karena pasti dirimu tidak akan mampu mengikuti-Nya. Tetapi, engkau pun tidak perlu lagi khawatir apakah ada artinya bila seperti itu. Tentu ada! Karena tidak ada ruginya saat engkau mau mengikuti-Nya, dan Dia akan menganugerahimu dengan kebaikan-Nya pula.

Cintailah Diri-Nya dengan cinta yang sebenarnya. Lihatlah! Meski banyak makhluk yang tidak mematuhi hukum-Nya, Allah SWT tetap saja memberikan mereka kenikmatan. Dia tidak pernah membenci dan tidak pula menghardik makhluk-Nya dengan kata-kata yang kasar. Tetap saja Ia terus mencintai semua makhluk-Nya, sehingga disanalah terlihat jelas setiap keagungan-Nya yang tiada terkira.

Ya. Belajarlah untuk ikhlas dengan lebih banyak bersyukur. Lihatlah! Dalam kekufuran saja Tuhan masih bersedia memberikan kenikmatan-Nya, bayangkan betapa banyak anugerah dan kenikmatan yang Dia berikan bila saja kita mau bersyukur dan tunduk pada aturan-Nya. Tetapi, sekali lagi kuingatkan, jangan pernah kita melakukan sesuatu karena menginginkan sesuatu dari Tuhan. Sebab, hal itu hanya akan mendatangkan kecelakaan, lantaran kita pun masih belum ikhlas.

Sungguh, tugasku hanya sebatas menyampaikan dan mengingatkan apa yang Tuhanku perintahkan saja. Seseorang harus memilih sendiri jalan hidupnya. Seseorang itu harus penuh kesadaran di dalam kebenaran yang hakiki. Jika tidak teguh dalam pendirian apalagi ragu-ragu, tentu hasilnya akan menyedihkan. Tidak ada kebaikan dan tidak pula ada kebahagiaan, karena yang tertinggal nanti hanyalah kesedihan.

penyesalan dan kesedihanku

Ya. Memang kebenaran yang hakiki itu sebenarnya sering ada di depan mata, bahkan ada pula orang yang sudah menunjukkannya dengan jelas. Tetapi sedikit orang yang sadar dan mau mengikutinya. Mereka lebih memilih duniawi yang sesaat ketimbang kebahagiaan akherat yang abadi. Sehingga hidupnya menjadi sesat dan menyesatkan. Yang berujung pada buruknya jalan kehidupan di kedua dunia.

Keikhlasanlah yang menjadi penyebabnya. Karena dengan tidak adanya keikhlasan di dalam hati, terutama dalam menerima setiap kebenaran dari-Nya, maka hidup seseorang akan keruh. Ia akan terus saja menentang aturan dan hukum Tuhan, sehingga bisa dipastikan bahwa hidupnya pun akan menderita meski tampak bahagia dalam kepemilikan. Dan bila sifat ini diteruskan sementara keikhlasan tidak pernah ada di dalam kehidupan, maka tiada yang bisa diperoleh oleh seseorang selain banyak kecelakaan dan penyesalan.

Sungguh, mempelajari keikhlasan itu tidaklah mudah, karena dirimu harus belajar dulu tentang bagaimana caranya untuk bisa belajar tentang keikhlasan. Ketahui dulu apa saja yang dibutuhkan di dalam mempelajari ilmu ikhlas, setelah itu barulah engkau bisa mempelajari keikhlasan yang sesungguhnya dalam kehidupan ini.

Misalnya, kuasai dulu dirimu dengan melatih kesabaran yang tinggi dalam menjalani kehidupan ini. Jangan mudah marah, karena bagaimana bisa seseorang menjadi sabar sementara ia mudah marah. Dan bagaimana pula ia bisa ikhlas dalam menjalani kehidupan ini, bila ia tidak bisa sabar terlebih dulu?

Untuk itu, agar bisa memiliki keikhlasan dalam kehidupan ini, tiada pilihan lain bagi seseorang kecuali ia pun sudah memiliki kesabaran yang tinggi di dalam dirinya. Tanpa hal itu, sama saja ia sedang menggenggam angin dengan tangannya sendiri. Mustahil keikhlasan bisa dimiliki, bahkan yang ada hanyalah kebodohan dan kesia-siaan.

Ya. Seorang kekasih hanya akan melakukan yang terbaik untuk kekasihnya. Begitupun ia akan rela berkorban demi membahagiakan hati kekasihnya saja. Namun jika sang kekasih menginginkan sesuatu yang bertentangan dengan aturan Tuhan, wajiblah ia menolaknya, bahkan pergi meninggalkan kekasihnya itu jika ia tidak mau berubah setelah diingatkan. Karena begitulah keikhlasan yang sejati, sehingga ia jujur mencintainya.

walking-nature-150629

Wahai manusia. Belajarlah untuk ikhlas dengan terlebih dulu belajar melepaskan sesuatu yang kau sukai jika memang diperlukan. Sebab, tidak mungkin seseorang memiliki keikhlasan yang benar bila sebelumnya ia tidak bisa melepaskan egonya; kesenangan duniawi. Mencintai kekasih hati adalah jurang yang luas dalam menuju keikhlasan – jika ia tidak bisa di kendalikan. Terlebih ketika sudah melebihi cinta kepada Tuhan; Dzat Allah SWT, maka itu adalah kecelakaan yang besar.

Untuk itu, agar bisa berhasil di dalam mempelajari keikhlasan, maka seseorang harus berhasil dulu mempersiapkan bekal untuk belajarnya. Hal-hal yang telah disebutkan di atas adalah sebagiannya, karena tentu masih ada lagi yang lain jika seseorang tetap mau iqra` (mengkaji) dalam hidup-nya. Dan dengan banyaknya pengetahuan tentang semua bekal yang di butuhkan dalam mempelajari keikhlasan, maka semakin cepat seseorang akan memiliki keikhlasan yang sesungguhnya.

Belajarlah dengan baik – terlebih dulu – cara untuk belajar yang baik akan sesuatu. Dengan begitu engkau akan menjadi pelajar yang baik dan baik pula di dalam mempelajari sesuatu. Sehingga apa yang diharapkan akan tercapai dalam kebaikan dan kebenaran.

Namun, banyaklah dari kalian yang mengabaikan hal ini karena terlalu sombong dan tidak sabaran. Inginnya instan (cepat mendapatkan sesuatu) dan senang mengambil jalan pintas. Padahal yang demikian tidak bisa menjadikan masalahmu teratasi, karena justru akan semakin memperparahnya. Yang pada akhirnya berujung pada kehancuran dan penyesalan saja. Sementara waktu tidak bisa diulang sejarahnya, meskipun engkau ingin.

Ya. Orang-orang semacam inilah yang membuat kehidupan di dunia ini bertambah rusak keadaannya. Ia akan terus menenggelamkan peradaban ke dalam kekufuran. Sehingga apa yang ada di dalam kehidupan sehari-hari hanyalah kehinaan dan kemalangan belaka. Tuhan pun akan segera menurunkan laknat yang perih, sehingga tiada pula yang bisa selamat dan menyelamatkan diri, kecuali mereka yang diselamatkan oleh-Nya.

O.. Sudah terlalu banyak yang tidak lagi sadar diri, sehingga apa yang dilakukan dalam kehidupannya menjadi semrawut (kacau balau) dan menentang hukum dari Tuhan. Mereka pun senang melakukan kerusakan, sehingga cepat atau lambat kehidupan mereka pun menjadi usang dan tinggal menunggu ajalnya. Tak ada yang tersisa lagi, selain kebinasaan.

Sungguh sangat di sayangkan, padahal kesempatan hidup enak dan bahagia terus ada di setiap harinya. Tuhan pun sudah menurunkan banyak petunjuk yang benar dan mudah dipahami – karena sudah di contohkan oleh para Nabi dan Rasul. Tetapi memanglah, tidak banyak yang benar-benar mau dan senang mengikutinya. Sehingga kehidupan mereka justru menjadi lebih buruk dari binatang.

Ya. Inilah satu pertanda bahwa seseorang tidak memiliki keikhlasan yang benar. Karena bagaimana ia bisa dikatakan telah ikhlas, sementara ia pun masih senang melanggar aturan Tuhan? Bagaimana pula ia bisa di bilang telah ikhlas, sedangkan hukum Tuhan tidak ia ikuti dengan benar? Ia jelas-jelas tidak memiliki keikhlasan, karena tidak mau menerima aturan dan hukum Tuhan. Sebab yang namanya ikhlas itu adalah mau menerima apa adanya setiap aturan dan hukum Tuhan, lalu menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari dengan kesabaran.

Untuk itu, lepaskanlah rasa untuk mendapatkan buah-buah dari perbuatan yang di lakukan. Bahkan usahakan dirimu untuk terbebas dari buah kebaikan dan kejahatan. Karena hal itu akan tetap membelenggu dirimu untuk bisa ikhlas dengan sebenarnya ikhlas. Tetaplah pusatkan pikiran dan hatimu pada pengingkaran diri, terhadap hasil dari perbuatanmu, niscaya dirimu akan mencapai kebebasan dan sampai pada puncak keikhlasan.

keikhlasan

Pun, janganlah merasa paling baik ketika berbuat kebaikan, karena hal itu akan menjerumuskanmu pada kesombongan. Bahkan jangan pula merasa pernah berbuat kebaikan – lebih baik merasa berbuat kesalahan – karena dengan begitu kau akan berusaha untuk terus memperbaiki diri. Sehingga bisa memiliki keikhlasan yang sejati, sementara kesombongan adalah musuh utamamu.

O.. Banyak sekali yang terjebak perasaan yang menipu, karena telah merasa ikhlas padahal sebenarnya belum. Mengapa demikian? Itu karena seorang yang benar keikhlasannya adalah dia yang tidak lagi memikirkan apa saja yang telah ia lakukan – dalam hal ini kebaikannya. Ia pun tidak pernah mengukur atau menghitung-hitung seberapa besar kebaikan atau jasanya terhadap sesuatu. Ia hanya ingin melakukan apa yang menurutnya benar dan tentunya sesuai dengan hukum Tuhan. Tidak pernah melakukan yang tidak sesuai dengan kata hatinya sendiri. Sehingga kehidupannya pun tetap dalam kesabaran dan tawakkal hanya kepada-Nya.

Ya. Seorang yang ikhlas itu bukan karena ia telah sempurna. Tetapi justru dari kesalahan yang pernah dilakukan, ia terus belajar untuk tidak melakukan kesalahan yang sama, sehingga bisa menjadi sosok yang terus diharapkan dunia. Ia memang tidak pernah sempurna, sehingga ia selalu bersikap rendah hati dan terus menyadarkan dirinya bahwa ia tetaplah seorang makhluk yang harus tunduk kepada Tuhan. Sehingga datanglah kemuliaan baginya atas kehendak Tuhan.

Untuk itu, jadilah pribadi yang rendah hati dan terus belajar dalam kehidupan ini. Jangan pernah berhenti, karena berhenti berarti mati. Dan segeralah menjadi pribadi yang berjiwa kebenaran dengan banyak belajar tentang apa itu keikhlasan yang sejati. Niscaya engkau akan hidup di dunia ini dengan berkah dan kebahagiaan yang hakiki.

Selain itu ingatlah! Hanya dengan memiliki keikhlasan yang sejati saja, maka dirimu baru akan bisa mengarahkan pikiran dan hatimu kepada Tuhan. Dimana hanya dengan itu pula, dirimu akan bisa mengenali dan melihat wajah-Nya dalam tangis keindahan. Sehingga belajarlah! Belajarlah untuk itu, karena hanya dengan begitulah engkau baru bisa.

Jambi, 30 Oktober 2015
Mashudi Antoro (Oedi`)

[Cuplikan dari buku Ikhlas, karya Mashudi Antoro]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s