Bertahan di Zaman Kemunafikkan

Posted on Updated on

pohonWahai saudaraku. Kini adalah akhir zaman. Zaman kemunafikkan yang merajalela, begitu juga kesombongan dan kekufuran. Padahal kesombongan akan menjatuhkan seseorang dari pandangan Tuhan. Kemunafikkan dan kesombongan jelas berlawanan dengan pandangan Tuhan yang Maha Perkasa, karena keduanya dapat menutup jalan kepada-Nya. Jika ada orang yang bertanya; “Kemunafikkan apa yang harus kau jauhi?”, maka katakanlah kepada orang itu bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda; “Orang munafik itu, apabila berjanji suka mengingkari, apabila berkata suka berdusta, dan apabila dipercaya ia suka berkhianat”

Ya. Setiap wadah berpengaruh terhadap apa yang berada di dalamnya. Segala sesuatu yang berada dalam hatimu akan berpengaruh terhadap anggota tubuhmu. Sehingga setiap orang yang benar dan baik agamanya akan melakukan sesuatu yang bermanfaat dan berpaling dari sesuatu yang sia-sia. Menyibukkan diri dengan sesuatu yang tidak bermanfaat merupakan kesia-siaan, dan menghalangi ridha Allah. Barangsiapa yang tidak menyibukkan dirinya dengan perintah Tuhan, maka dia akan disibukkan dengan sesuatu yang tidak diperintahkan. Ini merupakan penghalang dan kematian baginya. Kesibukannmu dengan dunia membutuhkan niat yang shalih dan bila tidak berniat shalih, maka engkau akan dibenci. Sibukkan dirimu dengan membersihkan hati terlebih dulu, karena hal tersebut merupakan amalan fardhu (wajid). Kemudian arahkan pandanganmu ke arah makrifat (mengenal Tuhan). Bila kau menyia-nyiakan yang pokok, maka kesibukannya dengan yang cabang tidak diterima. Tidaklah bermanfaat kebersihan anggota tubuh, bila hati kotor. Bersihkan anggota tubuhmu dengan sunnah dan hatimu dengan mengamalkan kewajiban. Jagalah hatimu, sehingga hatimu akan memelihara anggota tubuhmu.

Sungguh, amal lahir dilakukan oleh seorang hamba dengan anggota tubuhnya, sedangkan amal batin dilakukan oleh hati dan batin orang-orang istimewa dalam hubungannya dengan Tuhan, disertai rasa takut dan mendekati-Nya selalu. Mereka tidak khawatir pada perubahan orang lain, baik dalam perubahan keadaan atau turunnya dari kedudukan. Mereka khawatir hatinya berubah, cahayanya ditutup dan telapak kaki digelincirkan. Mereka bermunajat; “Ya Tuhan, kami tidak mengharapkan dunia dan akherat, kami hanya mengharap ampunan dalam agama, kami mengharap tetapnya keimanan dan makrifat, luruskanlah kami dalam hal tersebut. Jadikanlah hal itu buat kami. Karena ketika Engkau menghendaki suatu urusan, Engkau tinggal mengatakan “Kun (Jadi), maka jadilah ia”

munajat

Untuk itu, jika engkau bertaqwa kepada Tuhanmu, berzikir dan mentauhidkan-Nya, maka Dia akan memberikan isyarat saat datang musibah kepadamu. Sehingga tatakrama bagi seorang yang telah mengenal Tuhannya adalah wajib, sebagaimana wajibnya tobat bagi orang biasa ketika berbuat dosa. Bagaimana dia tak beradab, padahal dia adalah makhluk yang paling dekat dengan-Nya? Karena barangsiapa yang bergaul dengan Yang Ilahi tanpa pengetahuan, maka kebodohan akan mendekatkannya pada kematian yang sia-sia. Orang yang tidak beradab akan dibenci.

Ya. Bertatakrama kepada Yang Ilahi merupakan keharusan, sehingga perbaikilah tatakramamu. Hidupkanlah dirimu pada akherat dan berpalinglah dari dunia. Janganlah mendamba dunia seperti orang kafir, karena mereka menginginkan dan mencintainya. Hamba yang baik akan bertobat dari kemaksiatan dan kesalahan, menyibukkan diri di siang hari dengan bekerja yang halal dan menunaikan ibadah di malam hari dengan tangisan cinta, dan terus mengintropeksi diri dari hasil usaha yang halal menurut syariat. Kemudian menjadi wara` (menjaga diri) dengan mengurangi ikhtiarnya – khususnya yang tidak penting, karena khawatir terjatuh pada hal yang haram. Kemudian kedudukannya naik pada penyucian diri menjadi zuhud, kemudian naik sampai mengenal Yang Ilahi (makrifat). Hatinya membutuhkan Tuhan, duduk dan berdialog dengan-Nya. Hatinya dikosongkan dari makhluk, duduk bersama ruh para Nabi dan orang-orang pilihan, kemudian menjadi ramah dan dekat dengan-Nya.

Sehingga peliharalah tatakrama agar tidak ditinggalkan orang lain yang kenyang, sedang kau kelaparan, orang lain yang mulia sedangkan engkau hina, orang lain kaya sedangkan engkau miskin. Dan jika engkau tidak pintar, maka ingatlah kematian, karena mengingatnya adalah kunci kebaikan dan keselamatan. Bila engkau mengingat kematian, maka engkau akan terputus dari hartamu yang banyak. Bila hasratmu lemah, angan-anganmu akan sakit. Makanya memohonlah untuk kembali kepada Tuhan dalam keselamatan. Dan serahkanlah segala urusanmu kepada-Nya saja, tanpa yang lainnya.

121

Tapi, saya melihat kalian bermain-main dengan kitab suci dan sunnah Nabi, juga terhadap fatwa orang-orang shalih. Bermain-main karena kebodohan kalian sendiri. Padahal jika kalian mengikuti kitab suci dan sabda Nabi secara murni, maka kalian akan melihat keajaiban. Kalian haruslah senantiasa bersabar atas apa yang kalian inginkan. Jika tidak bersabar dalam kefakiran, celakalah kalian, sebaliknya jika bersabar, maka kalian akan mendapatkan kemuliaan. Sebab, orang beriman itu menikmati bahaya karena ia mengatarkannya mendekati Yang Ilahi dan bermunajat kepada-Nya. Namun kata-kata ini tidak akan laku bagi nafsu. Dan kini sudah akhir zaman, telah ramai oleh kemunafikkan. Sekarang ini akhir zaman dimana uang, harta benda dan kedudukan disembah dan orang-orang seperti umat Nabi Musa AS yang di dalam hatinya bersemayam patung anak sapi. Anak sapi pada zaman sekarang adalah harta dan kedudukan.

Ingatlah! engkau belum mengenal medan, lalu kenapa bercerita tentang-Nya? Engkau belum mengenal Tuhan, lalu mengapa menyeru-Nya? Engkau hanya mengetahui kekayaan dan jabatan, tidak mengenal Rasul, tidak makan dengan wara` (menjaga diri), malah makan yang haram. Makan harta dunia dengan agama adalah haram. Engkau jelas munafik dan pendusta besar.

Dan ingatlah bagaimana engkau mengejar pangkat dan harta dari pemiliknya, sebagai keinginan yang kau idamkan, padahal sesaat lagi engkau akan sendirian dan meninggalkan dunia ini. Harta, kekuasaan dan jabatan akan lenyap. Memasuki kubur yang gelap, susah, membingungkan juga dipenuhi cacing dan ulat. Seorang raja atau presiden juga akan menuju kerusakan kecuali jika memiliki amal dan niat yang shalih. Sehingga Tuhan menyelimutinya dengan rahmat dan meringankan hisab.

O.. Saya mengatakan kebenaran ini berdasarkan pengalaman. Saya melihat banyak sekali dari kalian yang terhalangi. Mengaku beragama padahal tidak memiliki sesuatu. Ingatlah, namamu kau sandang tetapi tidak mendatangkan manfaat bagimu. Engkau hanya mengetahui syarat-syarat lahiriah, tidak dengan batiniahnya. Amalmu tidak mendatangkan apa-apa, karena cenderung sia-sia. Bahkan Lailatul Qadar (malam kemuliaan) kau kejar-kejar dengan ibadah yang penuh pamrih, padahal ia bisa diraih hanya bagi orang-orang shalih yang memiliki tanda kemuliaan. Karena barangsiapa yang disingkapkan hijab Lailatul Qadar dari pandangannya, maka dia dapat melihat cahaya Ilahiah yang memancar dari wajah para malaikat. Dia akan melihat cahaya pintu-pintu langit dan cahaya Ilahi, karena pada malam itu Dia “menampakkan” Diri-Nya kepada penduduk Bumi. Seseorang bila telah mengenal Yang Ilahi, hatinya akan dekat, lalu dikaruniai berbagai karunia dan keramahan serta kemuliaan yang tinggi.

Namun sekelompok manusia justru terus tertipu dengan amal lahiriah mereka, padahal akhir suatu amal itu berujung pada surga dan neraka. Para raja bagi kebanyakan manusia dijadikan sebagai Tuhan. Dunia, kekayaan, kesehatan, upaya, teknologi dan kebutuhan juga telah di jadikan Tuhan. Ingatlah, engkau telah menjadikan cabang sebagai yang pokok, yang diberi rezeki sebagai yang memberi rezeki, yang dirajai sebagai raja, makhluk yang butuh sebagai yang kaya raya, orang lemah dianggap kuat dan perkasa, orang mati dianggap hidup dan pemberi berkah, benda materi di anggap sebagai yang menyelamatkan. Tidak ada kemuliaan bagimu, dan saya tidak akan mengikuti mazhabmu. Dan bila engkau tetap saja mengagungkan dunia, kerajaan dan kekayaannya, serta melalaikan Tuhan dengan tidak mengagungkan-Nya, maka hukumanmu sama dengan para penyembah berhala dimasa lalu, bahkan lebih buruk lagi.

Untuk itu, ambillah nasihat dari arah manapun dan janganlah berpaling dari ketentuan serta takdir-Nya. Jangan berpaling dan membantah. Karena rugilah orang yang berpaling dari Yang Ilahi demi makhluk. Karena Tuhan dapat menciptakan makhluk kemudian menyiksa mereka, menghapusnya dari catatan para Nabi, mematikannya selama seratus tahun, mengasingkannya, kemudian menghidupkannya kembali serta mengembalikannya untuk di azab atau diberi rahmat.

Nature-house

Mintalah nasihat dari hatimu, karena dia adalah orang kaya yang pura-pura miskin. Perhatikan lintasanmu. Mintalah pertimbangan dari dirimu sendiri, walaupun orang lain memberimu nasihat. Orang beriman mengetahui sifat mereka, karena melihat dengan cahaya Ilahi yang bersemayam dalam hati. Dan apabila hati didekatkan kepada Tuhan, maka ia akan memperoleh cahaya langit, cahaya ilmu dan mentari pengetahuan. Lalu malaikat menerangi dengan cahaya-cahaya tersebut. Sehingga tidak ada seorang pun yang memperoleh penjagaan dari Tuhan kecuai dia. Dan Tuhan akan menjaganya dari bisikan-bisikan setan, bahkan orang-orang akan berdiri tegak untuk melindunginya.

Tapi engkau lari ke rumahmu, berdiri di tempatmu dan engkau tidak berdaya seraya mengharap kedatangan cahaya Ilahi. Mata penglihatanmu rabun dan tinggallah mata keinginan yang dipenuhi oleh keraguan dengan sayap-sayap tujuanmu yang telah lepas. Sehingga engkau hanya tinggal sekerat daging yang hidup di antara dunia dan akherat. Dalam keadaan itu engkau membutuhkan teman yang akan memotivasi dan mendorongmu setelah mengalami kegagalan dan kepailitan. Mereka akan menunjukkanmu kepada kebenaran. Apabila engkau melupakan mereka, maka dibukakan untukmu pintu yang lain. Apabila engkau melupakan penciptaan manusia kemudian memenuhinya, maka akan dibukakan bagimu pintu manusia dan jin.

O.. Bertahanlah di zaman kemunafikkan ini dengan keimanan yang tulus dan lurus kepada-Nya. Lepaskan segala tuhan – kecuali Allah SWT – kemudian pandangi apa yang kau lihat. Lalu berdirilah di pintu-Nya sambil bersabar atas berbagai kepedihan, dimana takdir dan keputusan-Nya yang memutuskan. Berpuasalah dari segala yang sia-sia, sehingga engkau tidak akan merasa kesakitan, dan sebaliknya melihat suatu keajaiban. Engkau melihat bagaimana suatu penciptaan itu terus menjadikan keadaanmu, bagaimana kasih sayang mendidikmu, dan bagaimana pula cinta itu dapat menaikkan derajatmu.

Yogyakarta, 20 Juni 2015
Mashudi Antoro (Oedi`)

2 thoughts on “Bertahan di Zaman Kemunafikkan

    Jual Teh Blesstea said:
    Juni 20, 2015 pukul 11:07 am

    terima kasih sudah berbagi informasi. memang zaman sekarang sangat susah untuk bertahan.
    disamping banyak problem , banyak kemurtadan,, terima kasih sudah berbagi.

      oedi responded:
      Juni 25, 2015 pukul 6:37 am

      Terimakasih juga karena sudah mau berkunjung di tulisan ini, semoga bermanfaat..:)
      Iya benar sekali, makin hari memang semakin terasa bahwa dunia ini kian tidak karuan, sehingga membuat hidup menjadi semakin hambar saja.. Tapi sebagai orang yang berakal dan sadar, maka bagaimanapun itu kita tetap harus bertahan, karena itu adalah perintah Tuhan yang tentunya berujung pada kebahagiaan- meski awalnya tidak.. Dan memang untuk bisa mencapai sesuatu yang lebih tinggi dan lebih baik, maka butuh perjuangan yang berat, sungguh-sungguh dan tidak sama dengan yg kebanyakan.. Karena dari situlah akan lahir orang-orang yang mulia dan beroleh keselamatan di dunia dan akherat.. Semoga itu adalah kita…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s