Akhir Zaman Kita: Persiapkan Dirimu

Posted on Updated on

syrga_nerakaWahai semuanya. Zaman ini terus bergerak menuju akhir kisahnya. Sebagian kecil orang menyadarinya, namun selebihnya tidak lagi peduli atau justru memang tidak tahu sama sekali. Karakter-karakter duniawi pun terus menguat dan menyebar dimana-mana, sementara karakter ruhani menjadi kian tenggelam dan hilang tak berbekas. Padahal apalah arti kehidupan ini bila karakter ruhani itu telah hilang dari diri kita?

Ya. Di akhir zaman ini maka tidak heran ada banyak kelompok yang menghabiskan umur mereka hanya demi mengejar jabatan, mengumpulkan kekayaan sebanyak mungkin dan meratapi bila kehilangannya, membangun rumah yang megah, mengoleksi sebanyak-banyaknya barang mewah dan antik tanpa pernah berhenti, bahkan tangis dan bahagia mereka juga hanya karena mengejar kesempatan untuk meraih kesenangan duniawi saja. Mata mereka pun akan terbelalak hanya dengan melihat silaunya harta dan kedudukan duniawi.

Sungguh, semua itu disebabkan jiwa mereka telah dikuasai oleh angan-angan dan khayalan. Angan-angan menipu mereka dengan mengatakan bahwa keindahan itu adalah penampilan fisik yang menarik dan cantik atau tampan. Hanya itu, dan angan-angan terus menguasai diri mereka, sehingga yang mereka cintai hanya pada apa-apa yang dihembuskan oleh angan-angannya. Dan kecintaan pada apa-apa yang dibisikkan oleh angan-angan itu telah membutakan mereka dari keindahan hakiki yang ada dibalik setiap keindahan zahir. Mereka mencari bukan pada tempat yang semestinya. Padahal keindahan zahir itu adalah duta – bagi jiwa mereka sendiri – dalam mencapai alam kudus, bukan tujuan akhir dari perjalanan hidup.

O.. Banyak yang tidak menyadari bahwa mereka telah kehilangan bagian dari jiwa mereka yang paling berharga demi mengejar apa yang mereka angankan. Kelompok ini hanya bisa memahami hal-hal yang bersifat jasmaniah semata, sedangkan yang bersifat maknawi yang merupakan inti jasmani (ruhani) tidak mereka pahami. Sehingga mereka lantas mengukur kemuliaan itu dengan ukuran yang bersifat fisik-inderawi saja, seperti bagus dan jelek, kaya dan miskin, pejabat dan bawahan, tuan dan budak/buruh, populer dan tidak populer, dan hal-hal lainnya yang selalu diukur dalam bentuk fisik. Bahkan cinta mereka pun hanya sampai pada imajinasi batin, tidak lebih, seperti jauh dan dekat dalam bentuk fisik, kehadiran dan ketidakhadiran, tampak dan terhalang, pertemuan dan perpisahan, serta kedatangan dan kepergian. Yang semua itu hanya dinilai secara fisik, itu saja.

Ya. Mereka yang hanya mengukur segala sesuatu dengan bentuk fisik adalah kalangan awam yang bodoh. Mereka ini adalah golongan orang yang kecenderungannya hanya memperturutkan keinginan hewaniahnya. Tidak jarang mereka akan melanggar aturan hukum dan agama atau segala sesuatu yang menuntunkan mereka pada jalan kebenaran. Padahal kenikmatan yang mereka dapatkan hanya akan berlangsung sesaat, itupun hanya di dunia ini saja. Semuanya akan segera hilang saat nyawa yang ada di kandung badan telah pergi. Begitu kematian datang, semua yang mereka miliki dan raih selama hidupnya di dunia akan berakhir dan tidak dapat memberikan pertolongan apapun. Karena justru akan balik memberatkan mereka saat harus menjalani kehidupan yang abadi di akherat nanti.

Untuk itu wahai semuanya. Berbenah dirilah dari sekarang sebelum kesempatan yang diberikan dalam hidupmu hilang. Yakinlah bahwa sekarang ini kita memang sudah berada di akhir zaman ini. Dan yang namanya sudah di akhir, tentu akan ada waktunya untuk tamat. Yang pada saat itu tentu akan dibarengi dengan satu perubahan yang maha dahsyat, yang siapapun tidak akan mampu mencegah atau menghindarinya. Akan ada kekuatan yang menghancurkan, yang tidak akan pandang bulu terhadap siapapun, terlebih bagi mereka yang kufur nikmat dan telah melampaui batas. Karena pada saat itu yang terjadi adalah sedang ditegakkannya keadilan Tuhan.

kekuatan akhir zaman

Namun, seberapapun diriku mengingatkan, maka tidak banyak yang mau mengindahkannya. Banyak yang tidak peduli, bahkan mengatakan bahwa itu hanyalah mitos dan kemustahilan saja. Mereka pun berseloroh dengan mengatakan bahwa: “Mana mungkin ada azab di zaman ini, terlebih kini bukanlah zaman kenabian”. Padahal apakah mereka lupa bahwa Dia Yang Maha Kuasa itu tidak pernah tidur. Dia tidak pernah tidak ada, karena Dia selalu mengawasi dan berhak memberikan hukuman – terlebih saat kerusakan akhlak merajalela – dengan tanpa perlu meminta izin kepada siapapun. Dia pun bisa sesukanya mengubah aturan dan hukum yang berlaku selama ini, karena sesungguhnya hanya Dia-lah Tuhan yang menetapkan hukum dan aturan yang berlaku di alam jagat raya ini.

Maka dari itu. Sekali lagi ku ingatkan bahwa zaman ini, yang sangat diagungkan oleh banyak orang, akan segera berakhir dan berganti yang baru. Namun sebelum itu terjadi, maka akan ada proses pergantian yang pelik. Akan ada pertikaian dan peperangan yang sangat besar di antara para pengikut kebenaran Tuhan dengan pendukung kebatilan setan. Perang itu akan menjadi peperangan yang sangat dahsyat dan menentukan, bahkan terbesar dalam sejarah dunia. Dan ketika peperangan itu usai, maka barulah akan menyusul azab Tuhan yang sangat perih, yang akan mengakhiri semua kerusakan dunia – yang di lakukan oleh manusia. Hanya sebagian kecilnya saja yang akan selamat, atau lebih tepatnya di selamatkan. Sehingga semuanya tentu akan berubah secara drastis, namun kehidupan di dunia ini bisa kembali normal, karena akan di ulang kembali dari awal lagi.

kehidupan awal lagi

Ya. Keadaan dimasa lalu akan terulang kembali sebagai kodrat perputaran kehidupan di muka Bumi ini. Apa yang pernah terjadi – nikmat dan azab – akan terus seperti itu dan berdampingan. Semua itu adalah ketetapan yang tidak mengenal batas waktu kecuali Hari Kiamat. Selalu ada masanya kehancuran besar-besaran bagi kehidupan satu kaum, bahkan semua kaum dan bangsa di dunia ini, hanya karena aturan dan hukum Tuhan yang sejati tidak lagi digunakan dengan benar. Namun sebaliknya akan ada pula kebangkitan dan anugerah yang dicurahkan dengan berlimpah bagi siapa saja yang terus setia dalam mengamalkan syariat-Nya bagi kehidupan dunia. Hanya tinggal menunggu waktu yang tidak akan lama lagi terjadi.

Lalu siapa yang bisa selamat dan beruntung untuk memulai kehidupan di zaman yang baru itu? Yaitu mereka yang sejak kini telah mempersiapkan diri dalam berbagai hal dan terus saja memacu keimanannya kepada Tuhan; Dzat Yang Maha Pencipta. Tidak lagi mengikuti kerusakan akhlak di dunia ini dengan memutuskan untuk mengasingkan diri dari keserakahan, kemaksiatan dan kemunafikan manusia. Bahkan terus saja disibukkan dengan cinta dan kebaikan akhlak, yaitu dengan jalan hidup zuhud dan sesuai dengan aturan Tuhannya. Semoga itulah kita.

Yogyakarta, 23 Januari 2015
Mashudi Antoro (Oedi`)

2 thoughts on “Akhir Zaman Kita: Persiapkan Dirimu

    happytrip123 said:
    Januari 24, 2015 pukul 7:50 am

    Karya yang sangat bagus, menyadarkan banyak jiwa para pembacanya🙂

      oedi responded:
      Januari 31, 2015 pukul 4:50 am

      Syukurlah kalau begitu tanggapannya, semoga saja demikian.. terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s