Mengagungkan Ajaran Tuhan

Posted on

tafakur 1Wahai manusia. Untuk bisa mendapatkan kenikmatan dan kebahagiaan yang sejati, maka sudah sepantasnya engkau menyerahkan dirimu kepada Dzat Yang Maha Kuasa. Sudah semestinya engkau hanya mengabdi kepada-Nya. Engkau selayaknya percaya pada Diri Yang Maha Pemberi rahmat itu saja. Dan sungguh sangat patutlah engkau mengagungkan segenap aturan dan perintah-Nya pula.

Ya. Rahmat (kasih sayang) adalah satu sifat-Nya yang sangat terpuji. Ini sangat dibutuhkan oleh setiap makhluk. Sehingga seorang hamba yang mendapatkan rahmat di dunia tentu akan menjadi perhatian dari seluruh makhluk dan disenangi oleh mereka. Tetapi tidak semua orang bisa mendapatkannya. Terlebih bila di dalam dirinya masih tidak ada rasa cinta dan sikap tolong menolong.

Makanya, barang siapa yang ingin melihat apakah dirinya telah mendapatkan rahmat dari Tuhan, hendaknya ia melihat syahwat di dalam hatinya. Apakah nyalanya telah redup atau berkobar seperti dapur magma? Apakah kobarannya tidak menyentuh ke seluruh anggota tubuh dan inderanya, atau justru telah melahap semuanya? Karena hati yang bodoh itu adalah yang senantiasa mengikuti nafsu dan syahwatnya. Ia bahkan bergembira dengan hal itu dan berkata; ”Mari kita ikuti dan tenggelam bersama syahwat”. Padahal sikap seperti itu hanya akan membalikkan hatinya dan membuat dirinya tersingkir dari rahmat Tuhan.

Ya. Perhatikan dengan teliti apakah tangan, kaki dan kemaluanmu telah tenang dan terbatas kepada yang halal saja? Lalu bagaimana pula gejolak otakmu saat berpikir, matamu saat melihat, telingamu saat mendengar, mulutmu saat mengunyah dan lidahmu saat berbicara? Apakah gejolak-gejolak yang tidak benar telah sirna? Karena ketika gejolak yang buruk telah sirna, maka seseorang baru akan yakin bahwa ia telah terbebas dari belenggu duniawi dan baru akan bisa hidup dalam kebebasan yang benar. Lalu ketika ia telah hidup dalam kebebasan yang sesungguhnya itu, maka ia akan benar dalam hidupnya. Ia baru bisa merasakan bahwa hujan rahmat telah datang menghampirinya. Dalam masa suka atau bahkan sedih hidupnya, ia juga akan tetap merasa tenang. Sehingga Tuhan pun menjadi senang dan ridha kepadanya.

Natural (3)

Sungguh, siapakah yang lebih beruntung dari pada seorang yang Tuhan sendiri telah senang dan ridha kepadanya? Apakah ada yang lebih baik dari ini? Karena di dalam hati seorang yang disenangi dan diridhai oleh Tuhan adalah pribadi yang senantiasa berkata di dalam dirinya bahwa “Tuhan itu Maha Mulia dan Bijaksana, Dia Maha Pengasih dan Penyayang, tiada keraguan bagi-Nya, karena Dia adalah Sang Maha Pencipta dan Penentu dari setiap kejadian”.

Selain itu, orang yang telah mendapatkan rahmat dari-Nya ini hanya akan berkata bahwa; “Bagaimana mungkin syahwatku tidak sirna? Karena rahmat-Nya telah turun kepadaku. Dan aku sesungguhnya bukanlah sosok yang terbaik atau mulia, tidak begitu, hanya saja diriku selalu berusaha untuk bisa mencintai-Nya dengan tulus dan tetap patuh kepada-Nya”

O… Kotoran dan sampah di dunia ini dibuat oleh manusia sendiri. Terlebih ketika mereka tidak lagi mengikuti arahan dan petunjuk dari Tuhannya, maka kotoran dan sampah-sampah itu semakin bertambah banyak dan berbau busuk. Namun bila mereka kembali kepada perintah dan larangan Tuhannya, maka kotoran dan sampah itu akan berkurang, bahkan bisa  hilang. Sehingga kehidupan mereka akan lebih bersih dan sehat lahir dan batin. Dan ketika kehidupannya telah sehat lahir dan batin, maka tingkat kesejahteraan akan meningkat dan membahagiakan semua pihak. Yang pada akhirnya bisa memenuhi tujuan hidup dari  makhluk yang bernama manusia.

Untuk itu, tiada kerugiannya bila senang mengikuti ajaran Tuhan dan terus mengagungkan Diri-Nya. Sebab, tiada satupun darinya yang akan menjerumuskan seseorang ke dalam penderitaan dan kehancuran. Justru semua ajaran Tuhan itu hanya demi kebaikan dan keselamatan bagi makhluk-Nya. Bahkan tidak hanya terbatas untuk di dunia ini saja, karena hingga di akherat nanti.

Yogyakarta, 29 September 2014
Mashudi Antoro (Oedi`)

One thought on “Mengagungkan Ajaran Tuhan

    ghestRo said:
    Januari 14, 2015 pukul 3:38 am

    Reblogged this on MOTIVASI CORNER.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s