Mencari Kebenaran Cinta

kebenaran cinta 1Wahai manusia. Jika di dalam hatimu ada desakan untuk mencari kebenaran, maka segeralah bekerja dengan menyibukkan dirimu pada kebajikan. Hiduplah dengan tidak perlu bertanya tentang manfaat dari kedatangan dan kepergian. Fokuslah dalam pekerjaanmu saja, karena hanya dengan itulah Tuhan pun akan mencukupi keperluanmu.

Orang yang tidak bekerja akan tersungkur di dalam kelemahan dan tak berdaya. Dan ketika ia hanya duduk malas di rumahnya, itu berarti ia telah mengakui bahwa seseorang tidak lagi membutuhkan apa-apa. Padahal sandang, pangan, papan dan ilmu tidak bisa datang sendiri kepadanya tanpa adanya kerja. Sehingga jika ia masih tetap malas, itu berarti ia pun telah mengingkari keberadaan Tuhan Yang Esa. Ia pun tidak lagi mematuhi perintah-Nya, yang dalam hal ini adalah bekerja mencari sesuatu yang berguna.

Ya. Kita tidak boleh menghakimi keadilan Tuhan, karena perhatikan dulu keadaanmu yang sebenarnya. Misalnya, engkau memiliki dua orang pekerja yang membantumu. Satu dari mereka rajin, cekatan dan mengerjakan apa saja yang kau perintahkan dengan baik, sementara yang satunya lagi lamban dan bermalas-malasan. Maka siapa yang akan engkau kasihi dan kepadanya pula dirimu akan memberikan upah yang banyak? Tentu bisa dipastikan hanya kepada yang rajin dan cekatan sajalah dirimu akan mengasihi dan memberikan upah yang berlimpah. Memang kepada yang satunya lagi engkau akan tetap membayarnya, tetapi itu hanya karena kewajibanmu sebagai tuannya dan tidak dengan rasa kasih dan senang.

Begitulah dengan Tuhan. Dia pun akan memperlakukan setiap makhluk-Nya seperti seorang tuan kepada pelayannya. Semakin rajin seseorang bekerja kepada-Nya, maka Dia pun akan semakin banyak memberikan anugerah. Dia tidak akan melihat tampang dan bagaimana keadaan seseorang, karena yang Dia lihat tentunya hanya sebesar apa kesungguhan diri seseorang dalam bekerja dan mengabdi kepada-Nya.

Sungguh, Tuhan itu sangatlah Pengasih, tetapi dirimu sendiri yang jarang mengasihi dirimu sendiri dengan tidak patuh kepada-Nya. Tuhan pun telah memberimu kesempatan dengan kondisi fisik yang sehat dan kuat, namun sayang justru dirimu yang berlaku malas dalam mencari. Padahal satu-satunya nalar yang menyertai penciptaan segala sesuatu itu adalah mengingat-Nya dengan jalan bekerja yang sungguh-sungguh.

Inilah hakekat cinta yang sesungguhnya. Suatu perbuatan yang meletakkan kebenaran di dalam segala hal. Namun karena kurangnya keimanan di hatimu, maka kau tidak pernah mengingat-Nya ketika sedang senang. Engkau baru akan melakukan pengingatan hanya saat dirimu sedang susah dan menderita. Sehingga yang seperti itu hanya akan mengantarkan dirimu pada kepalsuan dan kemunafikan. Padahal seorang yang benar keimanannya adalah dia yang selalu peduli pada penderitaan saat ia senang dan bahagia saat ia sedang susah.

Yosemite National Park

Ya. Orang pintar itu akan selalu mengingat pelajaran – meskipun sulit – yang diberikan oleh Sang Guru. Pukulan tongkat agar tidak mudah melupakan pelajaran hidup adalah anugerah baginya. Tetapi dia juga akan senang mengingat penderitaan sebelum waktunya. Dia pun akan selalu mengingat bahwa penderitaan itu adalah pelajaran yang penting agar ia tidak pernah berlaku sombong dan mau terus berusaha. Karena selama hidupnya ia hanya membutuhkan satu kali saja pecutan dan tidak pernah menginginkannya lagi di waktu yang lainnya.

O… Apakah mengherankan bila ada orang yang rajin berlutut dan sujud atau berpuasa dalam kehidupannya? Apakah itu luarbiasa bila semuanya tidak akan ada artinya saat tidak dibarengi dengan ketulusan dan pengabdian yang sepenuhnya. Engkau membungkuk, sujud dan mengais-ngais pada dunia yang didalamnya ada para penguasa dan pengusaha yang kufur. Engkau sebenarnya hanya ingin di lihat oleh mereka itu. Padahal yang paling utama adalah kebaikan dan keridhaan Ilahi. Yang itu semua bisa didapatkan hanya dengan kecintaan yang tulus dan tanpa henti lantaran manisnya tawaran duniawi.

Untuk itu ingatlah! Tuhan mengangkat kedudukan seseorang itu berdasarkan kekuatannya dalam usaha dan keimanan. Sehingga jangan pernah heran bila ada golongan yang di tinggikan kedudukannya oleh Tuhan, yang jika dikaitkan dengan mereka maka dirimu hanya seperti benda tak hidup. Orang yang tidak benar dalam usaha dan keimanannya akan tersungkur dalam kekafiran dan menderita luka akibat ketidakbenaran hidupnya. Begitupun orang yang tidak pernah menaruh kebenaran bersamaan dengan rasa cintanya, maka ia akan segera tersingkir dari kebaikan dan kemuliaan. Dan bila sampai kedua hal buruk ini telah di lakukan oleh seorang pribadi, maka ia pun tidak akan selamat di dunia dan akherat.

Yogyakarta, 26 Ramadhan 1435 H/25 Juli 2014 M
Mashudi Antoro (Oedi`)
[Cuplikan dari buku Cinta di Atas Makna, karya; Mashudi Antoro]

Iklan

2 thoughts on “Mencari Kebenaran Cinta

  1. tulisan yang bagus mas…. kembali mengingatkan kita untuk selalu berlaku bijaksana dalam bersikap dan dengan niat tulus mencari ridhoNya.
    “Orang yang tidak benar dalam usaha dan keimanannya akan tersungkur dalam kekafiran dan menderita luka akibat ketidakbenaran hidupnya. Begitupun orang yang tidak pernah menaruh kebenaran bersamaan dengan rasa cintanya, maka ia akan segera tersingkir dari kebaikan dan kemuliaan. Dan bila sampai kedua hal buruk ini telah di lakukan oleh seorang pribadi, maka ia pun tidak akan selamat di dunia dan akherat” semoga kita dijauhkan dari sifat yang diaatas amin ya rabb…. thank mas

    1. Iya sama2… makasih juga karena masih mau berkunjung di blog ini, semoga tetap bermanfaat… :)Ya kita saling mengingatkan saja deh, karena memang sekarang, zaman yang kita jalani ini penuh dengan ketidakbenaran dan kesemrawutan peradaban… jika tidak sering menginstropeksi diri sendiri, maka tidak menutup kemungkinan bila nanti kita pun akan celaka, baik dunia terlebih di akherat… “Kehidupan dunia ini adalah persiapan untuk menuju kehidupan selanjutnya” 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s