Kata-kata Cintaku

Posted on Updated on

senja yang indahTulisanku ini tidak menunjukkan bahwa aku sedang mengendalikan kata-kata. Janganlah kau berkata begitu, karena hal itu bisa segera melukaiku. Jangan pernah kau merasa seperti itu, karena aku sendiri telah tunduk dengan kata-kataku sendiri. Ia lebih tinggi daripada diriku sendiri, dan aku pun bahagia dengan hal itu. Karena dimanapun kata-kataku disampaikan, disanalah Tuhan dengan kasih-Nya sudi memberikan kesempatan untuk bisa mencapai hidup seseorang dan memberikan dampak yang mendalam baginya, jika ia mau menerimanya.

Terkadang aku tertawa menyaksikan para majikan yang berkata kasar pada pelayannya. Begitupun aku sering tersenyum lucu saat melihat semua majikan di seluruh dunia ini sesungguhnya berkelakukan sama dengan bawahannya. Apa yang ia butuhkan dalam hidup ini sebenarnya tetaplah sama dengan bawahannya. Lantas mengapa masih saja banyak orang yang membeda-bedakan dirinya dengan yang lainnya? Padahal apa yang ia anggap berbeda itu sebenarnya tidaklah berbeda di mata Tuhan. Tuhan tidak akan melihat siapa dirimu dan bagaimana keadaanmu. Karena sesungguhnya Dia hanya melihat apa isi dari hatimu dan bagaimana keadaan iman dan taqwamu kepada-Nya.

Sesungguhnya Tuhan itu terlalu lembut untuk dapat di lihat, karena itulah Dia menciptakan segala sesuatu agar ke-MahaKuasaan dan Hakekat Diri-Nya dapat di mengerti. Dia-lah yang meliputi segala sesuatu, karena segala sesuatu itu tetaplah berada di dalam genggaman Kekuasaan-Nya saja. Sehingga tiadalah kepantasan yang bisa dilakukan oleh seorang pribadi kecuali mengabdi kepada Tuhannya. Dan itu harus segera dibuktikan, salah satunya dengan terus menghargai dan mengasihi orang lain, terlebih sesamanya.

Namun, sebagian orang masih bertanya tentang dimanakah Tuhan, apakah di Bumi atau di Langit, dan dimanakah pula singgasana-Nya? Maka jawaban yang bisa ku berikan tentang hal ini adalah bahwa pertanyaan itu sebenarnya sudah salah sejak awal. Mengapa begitu? Itu karena sesungguhnya Tuhan tidak bisa dibatasi oleh ruang, waktu, bentuk dan tempat. Dia pun tidak berada di mulut, lidah, dada ataupun pikiranmu, karena Dia-lah yang menciptakan, sehingga Dia pun tidak pernah sama dengan ciptaan-Nya. Apa yang kau katakan, rasakan dan pikirkan itu tetap saja berasal dari kehendak-Nya. Dan dirimu tidak akan bisa berbuat sesuatu atau mengetahui tentang apa saja tanpa seizin dari-Nya. Karena segala sesuatu yang terjadi, baik nyata ataupun tidak, sesungguhnya hanya atas izin-Nya pula. Sehingga hakekat Diri-Nya yang ingin kau ketahui itu tetaplah selalu berada di luar jangkauanmu, tetapi sangat dekat dengan dirimu sendiri.

Untitled_Panorama1

O… Berhati-hatilah dengan kata-katamu sendiri. Dan untuk sebuah pertanyaan, maka perhatian pula dengan cermat apa yang menjadi maksudmu. Karena setiap kata-kata dan pertanyaan itu memiliki dua tujuan. Satu untuk kebaikan dirimu dan satunya lagi justru bisa mencelakakan hidupmu.

Ya. Belajarlah untuk dapat memahami terlebih dulu kata-katamu sendiri. Dengan begitu dirimu akan mengetahui apa yang sebenarnya engkau butuhkan. Dan terkait hal ini, maka bisa di katakan bahwa kebodohan seseorang itu akan semakin terlihat nyata, saat kata-katanya tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada. Karena segala sesuatu yang di lakukan tetapi tidak dibutuhkan, terlebih hanya karena dusta, pastinya akan berakhir sia-sia, bahkan mendatangkan bencana.

Untuk itulah, tiada pilihan yang terbaik selain engkau merangkai kata-kata hanya dalam rasa cinta yang luas. Lakukan hal itu terus menerus, karena dimana pun ada cinta di dalamnya, maka segala sesuatu akan menjadi indah dan bermanfaat. Engkau akan semangat dalam menjalani kehidupan yang benar, sehingga membawa keselamatan bagi dirimu sendiri. Dan ketika itu semua bisa di lakukan hanya dengan ketulusan atas nama Tuhanmu, maka Dia pun akan sudi mengasihimu dalam kecintaan-Nya yang tiada batas. Sehingga dirimu bisa merasakan bahagia yang sesungguhnya dalam hidup ini.

Yogyakarta, 24 Ramadhan 1435 H/23 Juli 2014 M
Mashudi Antoro (Oedi`)
[Cuplikan dari buku Cinta di Atas Makna, karya; Mashudi Antoro]

2 thoughts on “Kata-kata Cintaku

    Andika said:
    Agustus 27, 2014 pukul 6:07 am

    subhanallah…. tulisan yang bagus dan penuh makna, kali ini bertemakan tentang kata yang keluar dari diri kita, alangkah baiknya kalau kita untuk selalu berhati” dalam berucap dan bertutur kata. namun dibalik itu ada ilmu lain yang terkandung jika kita mencermati lebih dalam lagi. tentang keberadaan dan kehendak-Nya… terimakasih mas sudah mengingatkan kembali, keep posting…semangat🙂

      oedi responded:
      Agustus 27, 2014 pukul 8:55 am

      Alhamdulillah.. syukurlah kalau suka dengan tulisan ini, terimakasih juga karena masih mau berkunjung, semoga tetap bermanfaat..🙂
      Hmmm… maka dari itu ada pepatah lama mengatakan “Mulutmu adalah harimaumu”, sehingga sudah seharusnya kita mencermati dan memikirkan apa saja yang akan kita katakan, agar tidak berdampak negatif… keindahan bahasa itu sangat penting untuk kita semua…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s