Pikiran Pecinta Sejati

Posted on Updated on

pikiran 1Izinkan aku bertanya tentang pikiranmu apakah sedang tenang? Ini ku lakukan karena pikiran sangatlah berharga. Pikiran akan mempengaruhi jalan kehidupan dan bisa pula menentukan arahnya nanti. Namun bila pikiran sudah terganggu oleh sesuatu selain Tuhanmu, maka sesungguhnya itu tiada lagi berguna.

Mengapa membicarakan ketenangan sementara cara dalam menujunya tidak diketahui? Bagaimana mungkin seseorang tidak mencintai Tuhannya, padahal di dalam jagat raya dan kehidupan makhluk itu terus saja bergantung pada izin-Nya. Dan meskipun terdapat penghalang tertentu bagi cinta yang murni, bagai hijab yang tebal, maka jika penghalang itu bisa di angkat, cinta sejati pun akan muncul kepermukaan.

Ya. Begitu banyak orang merasa gelisah bila tidak bisa mencintai kekasihnya. Tetapi mengapa justru ia tidak pernah merasa gelisah bila tidak lagi mencintai Tuhannya? Ia terbiasa muncul dalam rupa yang paling sesuai bagi sesamanya. Namun sayang, kepada Tuhannya ia justru tidak pernah muncul seakan-akan ia sedang merayakan pujian besar kepada-Nya.

Hati-hati! Jika cintamu kepada selain Tuhan berlebihan, maka dirimu sedang berjalan menuju kehancuran. Dan bila pikiranmu tertuju hanya kepada sesuatu yang bukan Tuhanmu, maka tunggulah bahwa penyesalan pun akan memelukmu. Engkau hanya akan mengharapkan bahwa ia akan selamanya ada disisimu, padahal siapapun itu akan berada di dalam perubahan. Entah ia yang meninggalkanmu atau justru dirimu yang lebih dulu meninggalkannya.

O… Matahari senantiasa menyorotkan sinarnya kepada benda-benda di Bumi, sehingga orang-orang dapat menyaksikan banyak wujud dan keindahan. Tetapi mengapa masih saja banyak pribadi yang membutakan mata hatinya sendiri? Banyak pikiran yang meletakkan proporsi intelektual jauh di atas relijius? Padahal cahaya matahari itu jelas-jelas berasal dari Cahaya-Nya saja. Dari Dia yang terus menebarkan cahaya-Nya agar setiap makhluk-Nya tidak tersesat jalan. Sehingga yang bersifat relijius itu seharusnya di atas yang intelektual, karena intelektual itu adalah bagian dari relijius yang luas.

Sungguh, engkau terus saja mencoba menarik semua pengetahuan itu kepadamu. Engkau begitu ingin menguasainya dengan cara yang bermacam-macam. Tetapi karena hanya pengetahuan yang bersifat keduniawian, maka sebenarnya apa yang kau tarik itu tidak sampai setengahnya dari pengetahuan tentang duniawi. Engkau tidak akan pernah memahami ilmu keduniawian, jika ilmu tentang akherat tidak pernah kau pelajari. Bahkan dirimu tidak akan pernah menyadari bahwa sesungguhnya duniawi itu sangatlah menjijikkan, sebelum dirimu bisa memahami ilmu tentang akherat dengan benar.

flying-donkey[1]

O… Banyak yang telah mengira bahwa dengan harta berlimpah dan kedudukan yang tinggi adalah bukti dari kemuliaannya. Banyak pula yang menganggap bahwa dengan tampil dalam balutan kemewahan merupakan bukti bahwa dirinya adalah yang terbaik. Padahal apa gunanya bila semua itu hanya untuk pamer dan takabbur? Apalah artinya berlomba-lomba dalam kemegahan dunia, sementara itu tidak akan ada artinya di hadapan Sang Pencipta dunia. Karena di akherat nanti, yang dinilai oleh-Nya hanyalah amal dan ibadah yang tulus kepada-Nya. Meskipun engkau dalam keadaan fakir miskin ataupun tidak rupawan.

Ya. Siapapun dirimu tentunya harus menyiapkan hati yang bersih di hadapan Tuhanmu. Itu harus terus dilakukan hingga Dia bisa melihat Diri-Nya di dalam cermin hatimu yang jernih. Dia tidak akan melihat siapa dan bagaimana dirimu, karena Dia hanya melihat keadaan hatimu saja. Yang tentunya harus bersih dan bisa memantulkan Wajah-Nya dengan benar.

Untuk itu, bersihkan dulu jalan pikiranmu dari sesuatu yang tidak menuju kepada Tuhanmu. Engkau dibolehkan mencapai prestasi di dunia ini, tetapi ingatlah bahwa itu pun hanya dengan tujuan untuk mendapatkan prestasi yang baik di akherat nanti. Bersemangatlah! tetapi jangan lupa bahwa yang kau lakukan itu hanya demi kebaikan dan sesuai dengan aturan Tuhan. Teruslah mencintai-Nya di atas cinta kepada yang selain-Nya. Dengan begitu, maka kehidupanmu akan lebih baik dari siapapun yang baik-baik.

Yogyakarta, 20 Ramadhan 1435 H/19 Juli 2014 M
Mashudi Antoro (Oedi`)
[Cuplikan dari buku Cinta di Atas Makna, karya; Mashudi Antoro]

2 thoughts on “Pikiran Pecinta Sejati

    Andika said:
    Agustus 15, 2014 pukul 5:29 am

    tulisan yang bagus sebagai pengingat kita akan kedudukan religius dan intelektual dalam menjalani kehidupan ini. banyak yang beranggapan dan lalai untuk menempatkan keduanya pada posisi yang sebenarnya. tulisan ini kembali mengingatkan kita dimana yang seharusnya kita menempatkan religius (akhirat) dan Intelektual (duniawi) agar seimbang sehingga hasilnya akan menemukan jalan cahaya-Nya. semoga kita masih terus diberikan kesempatan untuk bisa meposisikan kedua hal tersebut dengan baik dan benar sehingga bisa memperoleh / menemukan jalan cahaya-Nya amin ya rabb…..
    Terimakasih mas linknya🙂 tetap semangat dan teruskan perjuangannya mas hehehe

      oedi responded:
      Agustus 27, 2014 pukul 4:47 am

      Iya Dik sama2.. terimakasih juga karena masih mau berkunjung, semoga tetap bermanfaat..🙂
      Benar itu, sebagai makhluk sempurna, tentunya kehidupan kita di dunia ini harus seimbang dan jangan melulu mengurusi keduniawian saja… duniawi ini hanya sementara dan sesungguhnya tak nyata.. carilah yang nyata, yaitu akherat, dan tentunya Sang Penguasanya.
      Untuk diri kita semua, maka teruslah istiqomah dalam menjalani kehidupan yang benar dan sesuai dengan aturan Tuhan. Karena hanya dengan begitulah siapapun kita akan menemukan kebahagiaan yang sejati…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s