Kedamaian Cinta

Posted on Updated on

kedamaian 1Setiap orang tentu memiliki hasrat yang bisa ia salurkan kepada segala hal, termasuklah keluarga, kekasih, sahabat, pekerjaan, jabatan, popularitas, harta, hewan, tumbuhan, dan alam semesta. Tetapi ingat! ia pun harus menyadari bahwa hasratnya itu akan menjadi “tirai” yang bisa menghalanginya dari kebenaran. Sebab ketika seseorang belum mampu melampaui dunia ini dan melihat hakekat dari Sang Khalik, maka ia takkan sadar bahwa semua hasratnya itu adalah tirai yang selalu menutupi pandangannya.

Namun tidak demikian dengan cinta yang murni, karena cinta yang seperti itu selalu nyata adanya. Dan meskipun tiada satupun yang bisa mendefinisikan cinta secara pasti, maka cinta itu adalah kecenderungan tabiat yang tertuju pada sesuatu yang menyenangkan. Jika cinta itu tumbuh menjadi teguh dan kokoh, ia lalu dinamakan kerinduan. Inilah hal yang paling mengasyikkan dari apa yang dinamakan cinta.

O… Tidakkah kalian memperhatikan ataupun pernah mendengarkan kisah tentang begitu banyak orang yang bersedia mati demi kekasihnya? Begitu banyak pula kekasih yang rela mengorbankan segala yang dimiliki demi memenuhi keinginan dari kekasihnya. Semua itu bisa terjadi lantaran kerinduan yang bersarang di hati terus meningkat, hingga para pecinta rela menjadi budak dari kekasihnya.

Sungguh, cinta itu adalah pengabdian yang tulus kepada yang dicintai. Ia akan tetap dikatakan sebagai cinta sejati bila masih adanya ketulusan dalam pengabdian. Sehingga janganlah dirimu menjual apa Yang Kekal dengan yang fana, Yang Haq dengan yang batil. Karena daganganmu itu akan merugi dan modalmu akan habis dengan sia-sia.

Lalu, apa yang kau cari dari kehidupanmu kini? Sudahkah dirimu menemukan apa tujuan dari hidupmu yang sebenarnya? Engkau terus saja mencari dengan atau tanpa keseriusan, sementara sesungguhnya yang kau cari itu hanyalah Satu. Dan ketika engkau telah menemukannya, seluruh masalahmu akan terpecahkan. Seluruh kesulitan dan penderitaanmu akan terjawab, sedangkan segala sesuatunya akan menjadi jernih.

O… Hendaklah dirimu berjuang dalam menjaga batin dengan terus duduk dan bersujud di dalam rimba kedamaian. Cinta ada disana dan engkau akan menemukannya tatkala hati dan jiwamu telah bersih. Bahkan bilamana dirimu sudah akrab dengan cinta yang sejati, maka Dia pun akan menunjukkan keindahan-Nya tanpa tirai.

kedamaian 4

Ya. Untuk apa engkau duduk berunding dengan berbagai pihak, namun hanya untuk bersandiwara. Atau engkau membangun sebuah sistem yang bagus, namun hanya untuk melegalkan keserakahan. Lihatlah matahari yang bersinar terang dan dari cahayanya kita bisa menghangatkan diri. Di dalam cahayanya pun kita bisa datang dan pergi. Dan dari cahayanya pula kita bisa membedakan mana yang indah dan mana yang jelek. Lantas mengapa masih saja ada banyak pribadi yang bingung saat siang menghampiri dirinya. Padahal terangnya cahaya matahari itu masih saja berasal dari Cahaya-Nya yang terang benderang.

Sehingga celakalah bagi siapa saja yang menjerumuskan dirinya sendiri ke dalam tipuan  duniawi. Terlebih kepada hati yang mengarahkan tindakannya pada sesuatu yang bukan untuk mengabdi kepada Sang Kekasih. Sebab, orang yang berhias hanya untuk yang bukan kekasih-Nya (makhluk) dengan apa yang mereka sukai, niscaya takkan ada cinta baginya dari Sang Kekasih.

Wahai manusia. Jadilah engkau bersama-Nya seperti mayit dihadapan orang yang memandikannya. Jadikanlah dirimu dihadapan-Nya tanpa mewujud, tanpa memilih dan tanpa keraguan. Karena sesungguhnya Dia telah menetapkan dirimu bisa damai disisi-Nya, saat engkau berpijak di atas keimanan dan penyerahan diri yang sepenuhnya. Yang di dalamnya tentu tiada lagi ke “aku” anmu.

Untuk itu, pintu cinta-Nya akan selalu terbuka lebar. Tetapi hanya kepada hati yang telah terpikat kepada-Nya. Kepada diri yang telah mencintai dan senang dengan kedamaian, keindahan, keharmonisan dan kemesraan. Bahkan hanya kepada sosok yang dalam keseluruhan waktunya telah dicurahkan untuk kebajikan dari lubuk hatinya. Senyuman manis dalam rasa syukurnya, dan kerendahan hati dalam pergaulannya di dunia. Sehingga tiada lagi yang bisa ia dapatkan, kecuali kedamaian cinta bersama-Nya.

Yogyakarta, 11 Juni 2014
Mashudi Antoro (Oedi`)

4 thoughts on “Kedamaian Cinta

    Andika said:
    Juni 12, 2014 pukul 4:03 am

    akankah diri kita ini akan medapatkan kedamaian cinta bersama-Nya? apa yang harus kita lakukan untuk mendapatkan kedamaian itu?
    sedangkan kita masih disibukkan dengan keduniawian, memang berat sepertinya tapi harus bisa untuk memisahkan dan menemukan tujuan dari hidup, mohon bimbingannya mas🙂

      oedi responded:
      Juni 12, 2014 pukul 5:36 am

      Wah siapa diri mas ini Dik? wong bukan siapa2 kok, hanya orang bodoh yang banyak dosanya… gak panteslah mas ini memberikan bimbingan, karena justru mas ini yang masih sangat memerlukan bimbingan…🙂
      Tapi….. coba tanyakan kembali pertanyaan itu kepada dirimu sendiri.. karena setiap hasil yang diperoleh tentu akan sejalan dengan usaha yang telah dilakukan sebelumnya.. Tuhan pun telah menurunkan perunjuk-Nya melalui para utusan-Nya di mula Bumi ini, jadi tergantung diri kita sendiri apakah mau mengikutinya atau justru terus berpaling dan melupakannya?
      Ya. Tiada piliham lain untuk mendapatkan kedamaian cinta bersama-Nya kecuali hanya dengan meninggalkan kesibukan duniawi yang terus menipumu.. jangan larut di dalamnya melulu, karena ada tugas dan kewajiban yang harus tetap ditunaikan, terlebih memang kita harus selalu mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan yang abadi nanti (akherat)… Berat memang, tetapi kita harus melakukannya, dan karena itulah syurga yang penuh kenikmatan itu hanya diperuntukkan bagi siapa saja yang telah lepas sari kelekatan duniawi…

        Andika said:
        Juni 12, 2014 pukul 6:58 am

        baeklah mas,.,,,,,,, insyallah dicoba dan terus berusaha untuk mengurangi hasrat dan kesibukan duniawai…. doakan mas, terimakasih sebelumnya mas🙂

        oedi responded:
        Juni 12, 2014 pukul 8:28 am

        Aamiin.. di doakan terus kok… tetap semangat dan jangan pernah berhenti, karena berhenti berarti mati..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s