Mengingat Kematian di Akhir Zaman Ini

Posted on Updated on

kematian 1Wahai saudaraku sekalian. Ingatlah bahwa ada dua langkah yang membentang di depanmu, yaitu di dunia dan akherat, dari dirimu dan Tuhanmu. Sehingga tinggalkanlah segala sesuatu yang membuatmu lupa akan dirimu sendiri terlebih kepada Tuhanmu. Menjauhlah dari yang lahir semata agar engkau dapat mencapai yang batin, dari dasar hingga titik puncaknya. Mulailah dari dalam diri sendiri dan berpeganglah hanya pada ketentuan Tuhan yang hakiki.

Ya. Jika dirimu telah mengawalinya, maka Tuhan akan membawamu pada titik yang tinggi. Meskipun sulit dan berat mendaki, maka tetaplah engkau berusaha dengan tekun dan sabar. Niscaya di balik semua derita dan hambatan itu terdapat hasil yang gemilang. Dan bila hatimu terus dibangunkan dalam kesadaran yang tinggi, engkau akan meraih anugerah yang dicari juga oleh semua orang shalih.

Wahai saudaraku. Berpikirlah dan bayangkanlah tentang bagaimana Allah SWT akan membangkitkan dirimu di akherat nanti. Bayangkanlah ketika Dia membangkitkan segenap makhluk-Nya dan segera mengadili dihadapan-Nya, sementara pada saat itu tiada satu pun yang dapat mengelak dan melawan setiap keputusan-Nya. Renungkanlah hal ini sesering mungkin, karena dengan begitu kekerasan hatimu akan lenyap dan bersih dari kotoran-kotorannya.

Allah SWT berfirman:
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke dalam Syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan” (QS. Ali-`Imran [3] ayat 185)

“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal” (QS. Al-Baqarah [2] ayat 197)

Tapi, berapa banyakkah dari kita yang senang melakukan hal itu, dengan sering merenungkan kehidupan setelah kematian? Berapa banyak pula yang setelah merenungkannya lalu berusaha menjaga diri dan mempersiapkan bekal terbaik untuk akherat nanti?. Karena kini, di zaman ini, begitu banyak yang tidak lagi peduli dengan bekal akherat. Ini terbukti dengan banyaknya pribadi yang terus saja mengejar kesenangan duniawi, sehingga dengan tidak sadar melupakan kenikmatan akherat. Padahal seharusnya kita lebih memprioritaskan kehidupan akherat ketimbang duniawi ini, karena akherat akan berlangsung abadi, sementara duniawi hanyalah sementara.

Tentang kematian, maka perhatikan sabda Rasulullah SAW berikut ini:
“Perbanyaklah mengingat sesuatu yang melenyapkan semua kelezatan, yaitu kematian!” (HR. At-Tirmidzi)

Lalu Ibnu Umar RA berkata, “Aku datang menemui Nabi SAW bersama sepuluh orang, lalu salah seorang dari kaum Anshar bertanya, “Siapakah orang yang paling cerdas dan paling mulia, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab; “Orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya. Mereka itulah orang-orang cerdas. Mereka pergi dengan membawa kemuliaan dunia dan kemuliaan akhirat’.” (HR. Ibnu Majah)

kematian 2

Ya. Saat ini telah begitu banyaknya manusia yang hanya disibukkan dengan kehidupan duniawinya saja. Siang malam tiada hentinya memikirkan dunia, sampai-sampai ia pun lupa dalam menikmati hidupnya dengan cara berlibur bersama keluarga. Sebaliknya, ada orang yang tidak banyak kesibukkannya tetapi juga tidak peduli dengan bekal akheratnya. Ia pun terus larut dalam senda gurau duniawi, dengan terus mengikuti berbagai mode dan gaya yang sebenarnya tidak ia perlukan. Yang tentunya justru membuat dirinya terus saja menjadi “sapi perah” dari peradaban yang kapitalis.

Selain itu, terdapat pula golongan orang yang tidak peduli dengan fenomena alam yang aneh saat ini. Mereka dengan penuh percaya diri tetap mengatakan bahwa itu semua hanyalah sekedar fenomena alam biasa. Padahal tidakkah mereka memahami bahwa semuanya itu adalah bentuk nyata dari peringatan Tuhan agar mereka segera bertobat dari kekufuran, sebelum azab yang sangat perih datang menghukum. Sebab, memanglah saat ini begitu banyak yang melakukan perbuatan yang tidak sesuai lagi dengan perintah Tuhan. Perzinahan, maksiat, kemusyrikan, kemunafikan, durhaka, zalim, membunuh, kecurangan, korupsi dan menipu adalah sebagian darinya. Yang sejatinya sangat bertentangan dengan hakekat dirinya sebagai makhluk yang sempurna dan menjadi penyebab utama mengapa banyak kaum-kaum yang perkasa di musnahkan oleh Tuhan di masa lalu.

Begitu pun banyak dari mereka yang tidak lagi peduli dengan norma dan budaya yang luhur, dengan alasan bahwa itu semua adalah bentuk dari kebebasan hak. Mereka merasa bahwa kebebasan itu berarti bebas melakukan apa saja yang mereka sukai, bahkan meskipun itu sama dengan perbuatan binatang. Lihatlah di Eropa, Amerika dan Australia sana, semakin banyak pantai yang di buka untuk umum dengan jaminan bisa bebas melakukan apa yang mereka inginkan. Mereka tidak hanya bebas memakai bikini, tetapi bebas pula bertelanjang bulat, bahkan melakukan hubungan intim di depan umum tanpa digangu. Jadi kini tidak hanya sex party yang menjamur di ruang-ruang tertutup, karena sudah menyebar juga di fasilitas terbuka (tepi pantai). Tidak hanya sebatas itu, di beberapa negara maju di benua Eropa pun telah mengesahkan aturan untuk boleh menikah sejenis meskipun itu adalah perbuatan yang sangat terkutuk. Begitu pun mereka telah menetapkan sebuah kebijakan kepada masyarakatnya untuk bebas berjemur di taman dalam kondisi telanjang bulat di siang hari – di musim panas. Selain itu, ada pula yang mengeluarkan kebijakan dengan membebaskan rakyatnya untuk bercinta (berhubungan intim) di taman kota. Memang sekarang sebagian besarnya hanya boleh di lakukan di atas jam 6 sore, tapi kedepanya bisa saja kapanpun tanpa batasan waktu.

kematian

Wahai saudaraku. Kita tidak pernah tahu pasti apa yang akan terjadi nanti di masa depan, karena hal itu hanyalah hak Tuhan Yang Maha Kuasa. Tetapi sebagai seorang yang bernama manusia, tentunya kita harus lebih bijak dalam berpikir dan bertindak. Terlebih sebelumnya Tuhan pun sudah memberikan peringatan dan tanda-tanda melalui lisan utusan-Nya; Rasulullah Muhammad SAW. Baik yang termaktub di dalam ayat-ayat Al-Qur`an maupun Hadits atau yang terhampar luas di alam jagat raya ini (fenomena alam). Bahwasannya akan semakin banyak terjadi gempa bumi, gunung meletus, banjir bah, hujan yang salah musim dan cuaca yang tak menentu, sebelum azab Tuhan yang maha dahsyat itu datang. Sehingga tiada alasan bagi kita untuk tidak mau mengintropeksi diri sendiri. Mempersiapkan diri sebaik-baiknya dalam menghadapi kemungkinan terburuk dalam waktu dekat. Karena hanya dengan itulah kita akan selamat dan menjadi hamba-Nya yang beruntung di dunia dan akherat.

“Katakanlah: Ya Tuhanku, jika Engkau sungguh-sungguh hendak memperlihatkan kepadaku azab yang diancamkan kepada mereka. Ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku berada di antara orang-orang yang zalim” (QS. Al-Mu’minuun [23] ayat 93-94)

Selain itu, alangkah baiknya di akhir zaman ini kita pun senantiasa mengingat kematian dan tanggungjawabnya yang pasti akan menghampiri kita. Cepat atau lambat semua itu akan terjadi pada diri kita masing-masing, sementara kita pun tidak bisa menghindarinya walau satu detik. Tidak ada ruginya melakukan hal yang mulia ini, karena itu adalah perintah Tuhan yang tentunya mendatangkan kebaikan dan keselamatan. Dan jika kita terus saja tekun dalam melakukan hal ini, maka apapun yang terjadi nanti – baik itu perang terbesar maupun bencana maha dahsyat – kita akan tenang menjalaninya, sementara pertolongan Tuhan akan datang menyertai. Sehingga pada akhirnya kita pun bisa menjadi hamba yang diridhai dan mendapatkan satu anugerah terbesar dari-Nya, yaitu ampunan.

Yogyakarta, 12 Maret 2014
Mashudi Antoro (Oedi`)

6 thoughts on “Mengingat Kematian di Akhir Zaman Ini

    Sikumbang Lajang said:
    Maret 16, 2014 pukul 11:42 am

    Qs at-Tahrim, 66:8
    hadist riwayat Anas r.a., bahwa Rasulullah saw menjenguk seorang lelaki kaum muslimin yang telah lemah sekali sehingga seperti anak burung. Rasulullah Saw. bertanya kepada lelaki itu “apakah kamu pernah berdoa memohon sesuatu?” lelaki itu menjawab, “Ya, aku berdoa ‘Ya Allah! Apa yang hendak Engku siksa aku di Akhirat, maka laksankanlah segera didunia’.” Lalu Rasulullah Saw. bersabdah, “Kenapa kamu tidak berdoa dengan, ‘Ya Allah! Berikan kepada kami kebaikan didunia dan kebaikan diakhirat serta jagalah kami dari siksa api neraka’.” (HR Muslim, 4853)

    mungkin bisa menjadi salah satu penguat tulisan diatas..😀

      oedi responded:
      Maret 19, 2014 pukul 6:20 am

      Okey, terimakasih atas kunjungan, dukungan dan masukannya, semoga bermanfaat..🙂

    Sri Nuryati said:
    Maret 16, 2014 pukul 1:05 pm

    “Ya Allah sungguh kami adalah manusia yang kufur atas nikmat-MU :'(……Lalu nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ??? Ya Allah jadikanlah kami hamba”-MU yg pandai bersyukur dan selalu ada di jalan-MU. Sungguh kami bukanlah ahli syurga…juga tdk mampu menahan siksa neraka-MU yang pedih…..Ya Allah terimalah taubat hamba-MU ini……:'(
    Terima kasih mas oedi tak prnh lelah & jemu untuk selalu mengingatkan…..
    Sukses terus ya mass…..

      oedi responded:
      Maret 19, 2014 pukul 6:23 am

      Subhanallah… satu tulisan yang sangat menggugah.. mengingatkan saya kembali tentang betapa kufurnya diri ini…
      Iya sama2 mbak, sukses juga untukmu… terimakasih juga atas kunjungan dan dukungannya.. semoga tetap bermanfaat🙂

    ningnong said:
    April 3, 2014 pukul 5:32 am

    “Sehingga pada akhirnya kita pun bisa menjadi hamba yang diridhai dan mendapatkan satu anugerah terbesar dari-Nya, yaitu ampunan.”

    Aamiin..🙂

    keep posting, di’.. thanks for sharing

      oedi responded:
      April 8, 2014 pukul 7:02 am

      Iya Nin sama2 deh, makasih juga ya karena masih mau berkunjung… semoga bermanfaat..🙂
      InsyaAllah aku akan tetap berusaha untuk menulis… doakan ya..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s