Membangkitkan Nusantara dengan Kearifan Lokal

Posted on Updated on

kearifan lokalDulu, kejayaan bangsa Nusantara benar-benar gemilang. Beberapa situs cagar budaya telah membuktikannya dan seiring dengan berjalannya waktu, maka tabir rahasia yang menyelimuti kemegahan peradaban di tanah Nusantara ini terus terbuka. Salah satunya adalah situs yang ada di gunung Padang, Jawa Barat, yang menurut para ahli merupakan bangunan piramida yang lebih tua dan lebih besar dari piramida yang ada di Mesir.

Dari uraian singkat di atas, lalu timbulah pertanyaan, apa yang menyebabkan nenek moyang kita dulu bisa sehebat itu? Apa yang melatar belakangi tindakan mereka sehingga pada akhirnya bisa menjadi satu bangsa yang besar dan disegani oleh bangsa lain di dunia?

Jawabannya adalah bahwa bangsa kita dulu selalu menjaga kearifan lokal yang telah diwariskan. Mereka begitu percaya diri dengan apa yang telah mereka miliki dan terus berusaha untuk mengembangkannya. Sehingga pada akhirnya menjadi keunggulan yang bisa mengangkat tinggi peradaban mereka tanpa perlu mengekor kepada bangsa lain. Karena justru pada akhirnya, setelah mereka bisa membuktikan kehebatannya, bangsa-bangsa lainlah yang mengekor kepada mereka. Bangsa-bangsa itu di antaranya adalah mereka yang tinggal di benua Asia, Eropa, Afrika dan Amerika.

Ya. Negeri kepulauan ini sejak dulu memiliki kejayaan peradaban yang gemilang. Dan kini, semua itu semakin terang bukan hanya melulu karena imajinasi dan ilusi dari sebagian kita, tetapi dengan telah semakin banyaknya di temukan fakta sejarah yang mencengangkan. Misalnya dengan ditemukannya sebuah kota purba yang bernama Jawa di Yordania, lalu ditemukan pula keris Jawa purba di kuil kuno Enkakuji yang berada di dasar laut pulau Okinawa Jepang, begitu pula keris dari Jawa yang ditemukan di Rusia yang diperkirakan sudah ada sejak zaman purba juga, dan contoh yang terakhir adalah penemuan rempah-rempah yang berasal dari Nusantara pada situs peninggalan Firaun di Mesir. Sehingga ini jelas membuktikan, bahwa sebelum perhitungan tahun Masehi digunakan, maka bangsa Nusantara ini sudah sangat berpengaruh dan memegang peranan sangat penting di seluruh dunia.

kota jawa di yordaniaGambar 1. Foto: Situs kota Jawa purba di Yordania

keris purba di jepangGambar 2. Foto: Penemuan keris Jawa purba di kuil kuno Enkakuji yang berada di dasar laut pulau Okinawa Jepang

Fakta ilmiah seperti di atas seolah-olah datang beruntun untuk membuktikan tentang kejayaan yang pernah diraih oleh bangsa ini. Sehingga tiada alasan bagi kita untuk tidak mempercayai kemampuan, potensi, dan keberdayaan yang luarbiasa dari diri kita sendiri. Bangsa “Atlantis” itu bukanlah satu-satunya nenek moyang kita yang hebat. Sebab dulu banyak nenek moyang kita yang pernah berjaya. Sebagai contoh adalah mereka yang pernah menamakan dirinya sebagai kaum Aspura. Kaum yang dulu tinggal di Selat Malaka ini adalah kaum yang besar dan berperadaban tinggi. Apa yang pernah mereka capai dalam berbagai bidang tidak kalah dengan kita sekarang khususnya dalam urusan teknologi. Begitu pula kaum yang bernama kaum Pasatra. Mereka ini adalah kaum yang berperadaban sangat tinggi, yang dulunya tinggal di Selat Karimata (antara Semarang dan Pontianak). Pencapaian mereka sungguh luarbiasa, salah satunya dalam bidang teknologi antariksa dengan membuat pesawat jelajah berkecepatan cahaya. Dan contoh yang terakhir adalah kaum yang bernama kaum Palaos. Sebuah kaum yang berperadaban sangat tinggi dan pernah tinggal di laut Celebes (laut Sulawesi) sekarang. Mereka dulu juga sangat maju dalam teknologi, yang tentunya tidak kalah dengan kita sekarang.

Ya. Ketiga kaum di atas adalah contoh kaum yang luarbiasa dan sangat tinggi peradabannya. Mereka adalah nenek moyang kita yang pernah mengukir prestasi dalam berbagai bidang. Bagi mereka, maka komputer digital, senjata laser, kendaraan (mobil dn motor) terbang, pesawat tempur super canggih dan pesawat antariksa berkecepatan cahaya untuk menjelajahi planet dan galaksi bukanlah hal yang baru. Tetapi, karena rasa bangga, sombong, cuek dengan fenomena alam dan tidak mau bersyukur kepada Tuhan bahkan telah melupakan-Nya, maka daratan tempat tinggalnya lalu di tenggelamkan hingga menjadi lautan. Mereka semua harus meneriman azab dari Tuhan dan hanya sebagiannya saja yang selamat untuk memulai kehidupan dari nol dan menjadi cikal bakal dari bangsa kita sekarang. Sehingga ini sebagai peringatan kepada siapapun yang tidak sadar diri dan mengikuti aturan Tuhannya, khususnya bangsa ini sekarang, yang mungkin juga akan segera menerima hukuman-Nya.

Memang ketiga kaum di atas tidak lagi dikenali oleh kita sekarang bahkan oleh para ahli, padahal dulunya adalah kaum yang luar biasa dalam berbagai hal. Bahkan kemajuan mereka itu tidak hanya yang bersifat lahiriah semata, melainkan juga yang batiniah. Merekalah yang juga menemukan berbagai ilmu beladiri dan kesaktian, yang pada akhirnya diajarkan kepada bangsa-bangsa lain di dunia. Terbang, menghilang, telepati adalah hal yang biasa dilakukan nenek moyang kita dulu. Dan jika sekarang kita mengenal ilmu Kundalini (ilmu pembuka cakra diri yang bisa membuat seseorang memiliki kemampuan yang luar biasa) atau istilah seorang Avatar (seorang yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan 4 elemen alam (api, air, tanah, udara)), maka nenek moyang kitalah yang menemukanya. Kemampuan semacam itu pernah ada di tanah Nusantara ini, merekalah nenek moyang kita yang luar biasa.

Sungguh, bila kita membandingkan keadaan bangsa ini dengan nenek moyang kita dulu, maka yang ada hanyalah rasa malu. Kita tidak lagi percaya diri dengan diri kita sendiri, bahkan tidak sedikit yang berusaha menjadi orang lain. Padahal seekor burung tidak akan bisa menjadi ayam kampung, dan meskipun masih satu keluarga maka seekor singa tidak akan pernah bisa menjadi kucing. Kita ini adalah “singa” wahai saudaraku, tetapi saat ini adalah singa ompong yang sedang di “nina bobokkan”. Dan sadarkah dirimu bahwa selama ini, kita telah masuk ke dalam jebakan mereka yang tidak menginginkan kita bangkit menjadi bangsa yang super power. Dan ini terbukti sejak zaman kolonial dulu hingga pada apa yang kita kenal sekarang dengan kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dll. Padahal tanpa itu semua sebenarnya tidak masalah bagi kita, karena bangsa ini dulunya telah mempunyai sistemnya sendiri, yang bahkan menjadi acuan di seluruh dunia.

Pelemahan yang nyata sampai hari ini adalah dengan disebarluaskan anggapan – bahkan di dalam buku-buku pelajaran sekolah – bahwa bangsa ini adalah bangsa yang masih “bau kencur” alias masih sangat muda, yang dianggap telah memiliki peradaban hanya setelah tahun Masehi. Sriwijaya dan Majapahit selalu di gadang-gadang sebagai buktinya. Padahal kedua kerajaan itu bukanlah yang pertama terbesar yang pernah dimiliki. Masih banyak lagi kerajaan besar sebelumnya, bahkan lebih besar lagi dari kedua kerajaan itu dan merekalah yang pernah mengajari bangsa Mesir dan Yunani untuk membangun peradaban terhebat mereka.

Kita pun terus dicekoki dengan anggapan bahwa yang hebat itu adalah bangsa kulit putih atau berkulit kuning (China-Korea-Jepang), ras merekalah yang paling cantik dan tampan, sehingga pada akhirnya banyak dari kita yang dengan bodohnya berusaha merubah penampilan fisik dan karakter diri sendiri sebagai bangsa Nusantara. Kita menjadi terobsesi dengan pemikiran bila ingin dianggap hebat dan keren ya harus meniru mereka dalam segala hal. Padahal yang namanya cantik dan tampan itu relatif, sehingga tidak harus berkulit putih atau berhidung mancung, karena berkulit sawo matang dan berhidung sedang tetap cantik dan tampan kok. Dan yang namanya karakter itu ya setiap ras/bangsa tentunya tidak sama, semua memiliki ciri khasnya sendiri, sementara bangsa kita oleh Tuhan sudah dianugerahi sebagai bangsa yang unggul. Ini terbukti dengan begitu banyaknya adat budaya dan bahasa yang dimiliki di setiap daerah di Nusantara. Yang semuanya itu jelas membuktikan kecerdasan dan kemampuan luarbiasa yang dimiliki bangsa ini. Dan tentunya tidak bisa dimiliki oleh bangsa manapun di seluruh dunia.

Untuk itu sadarlah wahai saudaraku. Janganlah dirimu masuk ke dalam perangkap mereka yang tidak menginginkan kita bangkit dan memimpin dunia. Bukalah mata, teliga dan hatimu lebar-lebar dengan kembali menjadi bangsa Nusantara yang sebenarnya. Hargai, lestarikan dan jadilah bagian dari budaya yang melekat dalam kehidupan bangsa ini. Misalnya dengan tetap membudayakan sikap sopan santun kepada siapa pun, menggunakan tutur kata yang lembut dan memakai bahasa kita sendiri, lalu budaya gotong royong dan saling berbagi makanan di antara tetangga, hingga bila perlu menggunakan sistem ketatanegaraan yang pernah ada di Nusantara dulu (Kerajaan/Khilafah). Karena dengan begitu, maka kita tidak akan pernah asing dengan jati diri kita sendiri yang menjadi cikal bakal untuk bisa bangkit sebagai bangsa yang super power.

Yakinlah, bahwa tidak ada alasan bagi bangsa ini untuk tidak bangkit sekali lagi. Kita memiliki modal yang berlimpah untuk itu. Percayalah pada kemampuan bangsamu sendiri dan seriuslah dengan hal itu. Karena memang apa yang terjadi di bumi Nusantara ini – khususnya pulau Jawa – tidak sama dengan di tempat lain. Di Nusantara ini ada yang namanya Cokro Manggilingan dan Wahyu Keprabon, yang mempengaruhi bangkit dan hancurnya peradaban yang ada. Jika Cokro Manggilingan berarti perputaran kehidupan peradaban yang hanya ada di tanah Nusantara (khususnya pulau Jawa) dalam sekala waktu tertentu, maka Wahyu Keprabon adalah hak yang telah diberikan oleh Tuhan kepada seseorang untuk memimpin bangsa Nusantara untuk kembali memimpin dunia. Meski sebelumnya berada dalam kekacauan dan kerusakan yang fatal.

Lalu siapakah dia, sosok yang telah mendapatkan hak itu? Dialah pemuda yang telah mendapat restu dari semua leluhur Nusantara dan tidak mengangungkan sesuatu pun selain Tuhannya. Dia bukanlah yang selama ini diketahui oleh banyak orang, sebab ia tidak bersembunyi tetapi memang tersembunyi. Bukan dari kalangan pejabat, pemimpin, pengusaha, ulama, cendikiawan, atau ahli supranatural di negeri ini, karena ia berasal dari rakyat biasa yang selama ini menyaksikan dengan gemas kerusakan yang telah terjadi. Kini ia memang telah siap sedia tetapi tidak akan muncul sebelum waktunya. Dia menunggu komando dari Tuhannya dan ketika tiba waktunya nanti, maka ia akan melakukan sesuatu yang menggemparkan dunia. Ia dan pasukanya akan berbuat sesuatu yang di luar kebiasaan dalam waktu singkat dan belum pernah dilakukan oleh siapa pun dalam sejarah dunia. Yang pada akhirnya bisa membawa dunia ini pada aturan yang benar dan membawa kesejahteraan bagi semua makhluk di Bumi.

Ya. Sang pemuda dan pasukannya telah ada dan tersembunyi di suatu tempat untuk saat ini. Mereka memang telah siap sedia untuk merevolusi negeri ini, bahkan tanpa bantuan kita. Tetapi di luar itu semua, kita juga memiliki peran yang sangat penting dalam kebangkitan itu. Kita pun harus bersiap-siap dari sekarang, sebelum sang pemuda memimpin kebangkitan Nusantara, dengan tetap percaya pada kemampuan diri sendiri, bangga menjadi bangsa Nusantara dengan menjaga kearifan lokal dan tidak larut dengan kenangan duniawi semata. Karena hanya dengan itu pula, maka kita pun akan dikenali olehnya untuk dijadikan saudara, sementara kemajuan peradaban yang indah itu akan bisa diraih dalam kenyataan.

Yogyakarta, 08 Maret 2014
Mashudi Antoro (Oedi`)

10 thoughts on “Membangkitkan Nusantara dengan Kearifan Lokal

    agusto77 said:
    Maret 8, 2014 pukul 10:14 am

    Ya kita harus lah sadar … Bhw bangsa kita adalah bangsa yang besar. Cuma pengaruh budaya luar yang melemahkan dan merusak tatanan luhur nusantara. Jadi kembali lah kepada asal muasal nusantara…

      oedi responded:
      Maret 8, 2014 pukul 12:49 pm

      Yap, Kita harus sadar jika memang ingin lebih maju dan disegeni oleh dunia.. karena lihatlah bangsa2 yg besar di dunia sekarang seperti China, Jepang, dan Korea adalah bangsa yang tetap percaya dengan budaya lokalnya… mereka tetap sangat bangga dengan budaya sendiri dan bahkan disana mereka tetap menjadikan tulisan asli bangsa mereka sebagai tulisan resmi negara, berbeda dengan kita yg justru menggunakan tulisan Latin yg berasal dari Eropa, padahal disini ada banyak tulisan asli buatan nenek moyang kita dulu… yg jelas menunjukkan bahwa kita memang kurang bangga dengan bangsa sendiri…
      Okey, terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..🙂

        agusto77 said:
        Maret 8, 2014 pukul 12:56 pm

        Siiipppp…..

    Sri Nuryati said:
    Maret 9, 2014 pukul 6:41 am

    Semoga bangsa Indonesa segera menemukan kembali jati dirinya,agar bisa berjaya lagi seperti masa yang lampau,kl aku pribadi sangatlah bangga terlahir sbg bangsa Indonesia yg besar,sekali lg terima kasih mas oedi untuk informasi & pengetahuannya….di tunggu link berikutnya🙂

      oedi responded:
      Maret 12, 2014 pukul 6:39 am

      Iya mbak sama2.. terimakasih juga karena masih mau berkunjung, silahkan di tunggu tulisan berikutnya.. semoga tetap bermanfaat..🙂
      Aamiin ya Robb, semoga saja demikian.. karena selama belum menemukan jati dirinya, maka selama itu pula bangsa ini akan terus diperdaya dan dibodohi oleh bangsa lain, yang tentunya akan terus menghambat kebangkitan dan kejayaannya..
      Sama mbak, saya sangat bangga menjadi orang Nusantara, karena saya tahu bahwa kita ini sebenarnya adalah bangsa yang sangat unggul di dunia… Tapi, saat melihat kondisi bangsa ini sekarang, saya pun teramat pilu saat melihat kita hanya mampu menjadi jongos dari bangsa lain, padahal dulunya kita ini adalah tuan besar mereka…

    Dhan said:
    Maret 19, 2014 pukul 4:57 am

    Artikel yang benar – benar membuka pikiran kita😀 Ohya sepertinya anda yakin sekali dengan sosok pemuda tersebut, apakah anda pernah bertemu ?

      oedi responded:
      Maret 19, 2014 pukul 6:31 am

      Syukurlah jika demikian, terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..🙂
      Hmm.. saya memang meyakininya tetapi bukan berarti saya pernah bertemu dengan pemuda itu.. dia akan terus tersembunyi di dalam lindungan Tuhannya, sampai di perintahkan untuk keluar dan melakukan perubahan yang besar di dunia ini.. lagian untuk bisa meyakini sesuatu maka tidaklah harus kita melihat atau bertemu dengannya.. karena begitu pula tentang keyakinan terhadap keberadaan Tuhan, kita tentu tidak harus melihat dan bertemu dengan-Nya dulu baru akan yakin?? karena ada beberapa hal yang kita memang tidak bisa melihat atau bertemu tetapi bisa menyakininya, karena memang cukuplah dengan menyakininya saja…

    esa said:
    Desember 24, 2014 pukul 6:27 am

    pradaban tinggi dibangun umumnya dgn 7 hal: agama yg mapan dgn kko2hn pondasi kyakinan,keratuan(pmrintahn brwibawa tegas berani yg brkeadilan),bahasa,aksara,rupa(hsil2 seni budaya: bangunan,alat pralatan,pakaian,dll),adat kbiasaan,n potensi alam.

      oedi responded:
      Desember 25, 2014 pukul 5:51 am

      Seeplah.. saya setuju dengan pendapat mas/mbaknya, memang begitulah seharusnya… tapi sayang bangsa ini tidak lagi seperti itu, banyak kurangnnya dan bahkan melanggar kodrat sebagai bangsa Nusantara…
      Okey mas/mbak Esa karena masih berkunjung di blog ini, semoga tetap bermanfaat..🙂

    Sejarah Hebat Bangsaku; Nusantara « Perjalanan Cinta said:
    April 18, 2015 pukul 5:08 am

    […] Negeri Arya Nuswantara atau Bukti kejayaan Nusantara: Sistem yang sesuai dengan kultur bangsa atau Membangkitkan Nusantara dengan kearifan lokal atau Siklus geologi dunia waktunya pergantian zaman atau Kisah sejarah Nusantara atau Peradaban […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s