Mempersiapkan Diri Sebelum Azab Datang

Posted on Updated on

IbadahWahai saudaraku. Kehidupan peradaban dunia kini terus bergerak menuju kehancurannya sendiri. Sehingga janganlah engkau terlalu mendambakan kepemilikan, sebab tidak menutup kemungkinan hal itu yang akan membinasakanmu. Jadilah orang yang berakal sehat dengan terus mengendalikan perilakumu sehari-hari. Puaslah dengan ketentuan yang telah Tuhan tetapkan untukmu dan jangan terlalu berharap lebih dalam kenikmatan duniawi ini. Sebab, segala sesuatu tentang duniawi itu hanya sementara dan penuh dengan tipu daya yang menyesatkan.

Hendaklah sebagian besar permohonanmu itu adalah kebaikan, ampunan, kesehatan dan keselamatan dari-Nya. Engkau tidak perlu banyak meminta kepada-Nya dan hindarilah pembangkangan diri terhadap aturan-Nya, karena Dia akan mudah menghukum dan membinasakanmu. Jangan pula bersikap sombong kepada-Nya dan kepada makhluk-Nya karena kemampuan, harta dan kekuasaanmu, sebab semuanya itu hanyalah pinjaman dari-Nya saja. Engkau tidak bisa memiliki dan menguasai apa pun yang kau anggap milikmu, karena tiada yang bisa memiliki apapun kecuali Dia; Dzat Allah SWT saja.

Ya. Engkau bisa celaka jika lisanmu Muslim sementara hatimu tidak; perkataanmu indah dalam Islam tetapi perbuatanmu tidak; dan di tempat ramai engkau tampil sebagai orang shalih padahal di tempat sepi (jika sendirian) sebaliknya. Ketahuilah, jika dirimu menunaikan shalat, puasa, zakat, dakwah dan mengerjakan semua amal kebajikan lainnya dengan tidak ikhlas karena Allah SWT, berarti dirimu telah bersikap munafik. Suatu kondisi yang lebih buruk dari kekafiran dan kemusyrikan.

“Ingatlah kalian kepada-Ku, niscaya Aku akan mengingat kalian. Bersyukurlah kalian kepada-Ku dan janganlah kalian menjadi orang-orang yang ingkar” (QS. Al-Baqarah [2] ayat 152)

Sungguh, zaman sudah semakin tidak karuan dan orang-orang gemar melakukan kemaksiatan. Dimana-mana terjadi kekufuran dan kezaliman. Sehingga bersegeralah kalian bertobat dan mempersiapkan dirimu dari sekarang dengan baik. Sebab, tidaklah mungkin Tuhan tetap saja membiarkan Bumi ini dihuni oleh makhluk perusak dan senang dengan kerusakan. Artinya, tidak menutup kemungkinan bahwa azab Tuhan yang perih itu akan datang dalam waktu dekat. Sementara jika engkau tidak dalam keadaan Muslim yang sejati, maka tiada bagi untuk menghindar, sebab engkau telah masuk ke dalam golongan yang kufur dan ingkar kepada-Nya.

azab tuhan

Sungguh, zaman sudah semakin tidak karuan dan orang-orang gemar melakukan kemaksiatan. Dimana-mana terjadi kekufuran dan kezaliman. Sehingga bersegeralah kalian bertobat dan mempersiapkan dirimu dari sekarang dengan baik. Sebab, tidaklah mungkin Tuhan tetap saja membiarkan Bumi ini dihuni oleh makhluk perusak dan senang dengan kerusakan. Artinya, tidak menutup kemungkinan bahwa azab Tuhan yang perih itu akan datang dalam waktu dekat. Sementara jika engkau tidak dalam keadaan Muslim yang sejati, maka tiada bagimu untuk menghindar, sebab engkau telah masuk ke dalam golongan yang kufur dan ingkar kepada-Nya.

Oleh karena itu, kaum Mukmin yang sejati adalah dia yang di dalam amal-amalnya tidak terkena bujuk rayu duniawi dan riya`. Mereka adalah kalangan yang penuh semangat dalam keyakinan, bertauhid, sabar, ikhlas dan istiqomah dalam aturan Allah SWT. Mereka tidak berlebihan dalam menikmati kesenangan duniawi ini – hanya sebatas kendaraan saja. Karena baginya akherat adalah tujuan yang sebenarnya. Yang senantiasa mereka rindukan dalam tulusnya amal kebajikan sehari-hari. Sehingga mereka pun menjadi pribadi yang penuh dengan semangat cinta dan mencintai siapa pun.

Pun, Mukmin sejati tetap akan bersama dunia – sekedarnya saja – dan para penghuninya dalam kebaikan, lalu bersama akhirat dan ahlinya dengan kecintaan, sehingga akan bersama Tuhan Yang Menguasai dunia dan akherat dengan benar. Hati mereka selalu terkait meski berbeda tempat, bahasa dan bangsa. Mereka senantiasa menghubungkan dirinya kepada Tuhannya dalam waktu siang dan malamnya. Sehingga jika mereka terus menaiki anak tangga makrifat, maka di antara mereka akan ada yang menjadi Wali yang mewarisi ilmunya para Nabi.

Ya. Para Wali yang sejati itu telah buta, tuli dan bisu terhadap makhluk. Jika hati mereka telah dekat dengan Allah SWT, mereka tidak akan mendengar selain firman-Nya, tidak melihat kecuali Wajah-Nya, dan tidak berbicara melainkan sesuai dengan tuntunan-Nya. Mereka senantiasa diliputi oleh rasa takjub, cinta dan sekaligus takut kepada-Nya. Sehingga mereka pun tidak condong kepada satu golongan dan mazhab tertentu, karena baginya hanya Islamlah agama yang sejati. Yang murni diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW saja. Mereka pun penuh dengan rasa cinta dan kasih sayang yang murni, sehingga para jin dan manusia yang berilmu senang melayani dan bersamanya.

Selain itu, para Wali Allah tidak disibukkan dengan omongan orang-orang dan tidak memerlukan pujian dari siapa pun. Mereka tidak membutuhkan tempat khusus di masyarakat, karena telah berada di dalam satu lembah yang disediakan untuk mereka saja. Satu lembah yang tersembunyi yang hanya diketahui oleh kalangan mereka saja. Sehingga mereka selalu diberi makanan dan minuman keutamaan dari-Nya. Mereka juga tetap menyeru manusia pada kebenaran hakiki meski tidak banyak yang mengikutinya. Bahkan mereka itu tidak dikenali saat hadir dan tidak dicari saat tidak ada. Mereka hanya memuja Tuhannya, cukup dengan-Nya dan tidak menginginkan pujian dari makhluk apa pun.

Dari Abdullah Ibnu Umar Ibnu Khattab RA, katanya: “Pada suatu kali Umar mendatangi tempat Mu’adz ibnu Jabal RA, kebetulan ia sedang menangis, maka Umar berkata: “Apa yang menyebabkan engkau menangis, wahai Mu’adz?” Kata Mu’adz: “Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Orang-orang yang paling dicintai Allah adalah mereka yang bertakwa yang suka menyembunyikan diri, jika mereka tidak ada, maka tidak ada yang mencarinya, dan jika mereka hadir, maka mereka tidak dikenal. Mereka adalah para imam petunjuk (Wali) dan para pelita ilmu.” (HR. Nasa’i, Al-Bazzar dan Abu Nu’aim di dalam Al-Hilyah jilid I hal. 6)

Untuk itu saudaraku. Tidak wajib bagimu untuk menjadi Wali – karena hal itu tidak bisa sembarangan dan khusus, tetapi jadilah Muslim yang sejati dan tinggalkanlah setiap perbuatan yang tidak mendekatkan dirimu kepada Allah SWT. Buang semua ucapan yang tidak bermanfaat dan sudahilah tindakan yang hanya mengikuti nafsu dan keinginanmu pada dunia saja. Karena hal itu hanya akan mengantarkan dirimu pada gerbang kehancuran dan kehinaan. Dan persiapkan dirimu sebaik mungkin dari sekarang, terutama dalam iman dan Islam yang sesungguhnya. Niscaya dengan begitu engkau pun akan selamat saat ketentuan Allah SWT (laknatullah) datang menimpa tempat tinggalmu.

Yogyakarta, 05 Maret 2014
Mashudi Antoro (Oedi`)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s