Pesan Untuk Masa Depan

Posted on Updated on

Palestinian youth prays on street outside destroyed mosque in MughraqaWahai saudaraku. Siapapun yang sadar dan berakal memiliki tanggungjawab yang lebih berat. Terlebih mengenai kebaikan dan kebenaran, maka orang-orang yang menguasai intelektual berkewajiban untuk menjadi penerang jalan kehidupan. Karena siapapun yang berintelektual tetapi tidak memberikan dampak kehidupan yang baik, sejatinya ia adalah orang bodoh dan terhina.

Sekarang, berhubungan dengan pikiran, maka tubuh itu kasar dan buruk, sementara hati dan intelektual itu lembut. Yang kasar mendapatkan makanan dari yang lembut sehingga ia berenergi dan bisa menjalani kehidupan dengan normal. Dari sana dia pun mendapatkan apa yang dibutuhkan dalam hidup dan menjadi miliknya yang berharga. Tanpa yang lembut, maka yang kasar tidak akan berguna, cenderung kasar, senang berbuat salah dan tidak berharga.

Ya. Susunan, keahlian, sifat dan peradaban yang dibangun oleh manusia bukanlah hal yang baru. Kesenangan mereka itu pernah berulangkali terlihat di muka Bumi ini dan kini sekedar ditambahkan kepada mereka. Sama halnya ketika engkau menelusuri sejarah, maka engkau akan menemukan bahwa yang hidup saat ini bukanlah satu-satunya yang berperadaban tinggi. Karena dulu ada satu kaum yang bernama Aspura. Kaum yang dulunya tinggal di Selat Malaka ini adalah kaum yang besar dan berperadaban tinggi. Apa yang pernah mereka capai tidak kalah dengan kita sekarang. Tetapi karena kekufuran dan melupakan aturan Tuhan, mereka pun di tenggelamkan. Begitu pun ada pula kaum yang bernama kaum Pasatra. Mereka ini adalah kaum yang berperadaban sangat tinggi, yang dulunya tinggal di Selat Karimata (antara Semarang dan Pontianak). Pencapaian mereka sungguh luarbiasa, salah satunya teknologi antariksa. Namun sayang, karena itu pula mereka pun akhirnya melupakan Tuhan dan hanya percaya kepada teknologinya. Sehingga hukuman Tuhan pun berlaku atas mereka, yaitu di tenggelamkan hanya dalam waktu 5 jam saja. Dan contoh yang terakhir adalah kaum yang bernama kaum Palaos. Sebuah kaum yang berperadaban sangat tinggi dan pernah tinggal di laut Celebes (laut Sulawesi) sekarang. Mereka dulu sangat maju dalam teknologi, tetapi karena rasa bangga, cuek dengan fenomena alam dan tidak mau bersyukur, maka daratan tempat tinggalnya lalu di tenggelamkan hingga menjadi lautan. Ini sebagai hukuman dan peringatan kepada siapapun yang tidak sadar diri dan mengikuti aturan Tuhannya.

Wahai saudaraku. Apakah orang-orang yang telah di musnahkan itu pernah berpikir bahwa di atas segala sesuatu, maka perhatian kepada dunia ruhani adalah sangat penting? Memang memperhatikan kehidupan zahir itu tidak salah, tetapi ingatlah bahwa sebenarnya perhatian itu ada di dunia ruh sebelum diri kita dibawa ke dunia tubuh. Kita dibawa ke dunia tubuh bukan untuk tujuan menuhankannya, tetapi untuk menguji seberapa teguh keimanan kita kepada Tuhan. Seberapa patuh kita pada setiap perintah dan larangan-Nya. Sehingga dengan hal itu pula, nanti kita akan bisa “berbangga” kepada makhluk lainnya atas iman kita selama ini, tetapi tidak dengan kesombongan diri.

Untuk itu, kenalilah Dia dan jangan bersikap masa bodoh terhadap hukum-Nya. Taatilah setiap larangan-Nya dan jangan pernah bermaksiat kepada-Nya, baik dengan tubuh atau pun hatimu. Turutilah apa saja yang diperintahkan-Nya, karena Dia adalah Dzat Yang membuat siapapun menjadi kaya atau miskin. Dia pula yang bisa membangkitkan dan menghancurkan peradaban makhluk-Nya sesuai dengan kehendak-Nya. Dan tentunya Dia-lah Dzat Yang memberikan balasan siksa, ketakutan dan kesakitan bagi siapapun yang menentang aturan-Nya.

Ya. Jadikanlah segala urusanmu sesuai dengan aturan Tuhan, karena hanya dengan itulah kalian akan berjaya dan sejahtera. Jangan memperdebatkan hal ini, karena Tuhan akan senang melakukan perubahan dengan atau tanpa usahamu. Dan tidak akan lama lagi sejarah masa silam akan terulang kembali. Pergantian zaman akan di gelar di depan matamu dengan persetujuan atau penentanganmu. Yang semua itu hanya untuk mengembalikan kehidupan normal di atas Bumi ini. Sehingga beruntunglah bagi siapapun yang terus mempersiapkan diri dan terus patuh kepada aturan Tuhannya dengan ikhlas.

Wahai saudaraku sekalian. Beramallah dengan hikmah dan ilmu-Nya. Jangan keluar dari jalan-Nya dan jangan pula menafikkan janji-Nya. Perangilah dirimu sendiri dengan benar dan taatlah kepada aturan-Nya, karena kehidupan kini sudah berada di akhir zaman. Begitu banyak kemaksiatan dan kehancuran yang telah di lakukan oleh manusia. Dan tentunya, ketika semua ini telah penuh maka akan ada pergantian. Akan ada kehancuran yang lebih besar, entah karena bencana alam terdahsyat atau karena peperangan besar, atau bahkan keduanya sekaligus. Sebab, tentulah Tuhan; Dzat Allah SWT tidak akan membiarkan manusia terus-terusan melakukan kerusakan di muka Bumi-Nya ini.

“Sesungguhnya partai Allah lah yang akan menang” (QS. Al-Anfal [8] ayat 46)

kiamat

Ya. Kepada orang yang berilmu maupun yang tidak, kepada yang cerdas maupun tidak, hendaklah kalian malu kepada-Nya. Perhatikan Diri-Nya dengan hatimu, rendahkanlah dirimu di hadapan-Nya, dan jadikan dirimu berada di dalam jalan-jalan-Nya. Lazimkan dirimu dengan rasa syukur kepada-Nya dalam lisan dan hatimu. Sampaikan cahaya kepada orang-orang yang zalim dan kufur kepada-Nya dalam cinta suci. Karena sesungguhnya keselamatan itu akan di dapatkan dengan jalan saling mengingatkan dan membantu.

“Bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami” (QS. Al-Ankabut [28] ayat 69)

O.. Jadilah engkau sebagai yang berintelektual yang terpelihara dari perbuatan menyimpang. Karena saat kini begitu banyak orang yang pintar tapi keblinger. Padahal tidak akan ada seorang pun yang dapat mencapai keadaan yang mulia kecuali hanya bagi mereka yang shalih. Kehidupan ini tidak butuh orang pintar saja, karena sejatinya lebih membutuhkan orang yang baik. Orang pintar belum tentu berbuat baik, sedangkan orang baik pasti akan melakukan hal-hal yang pintar dan menguntungkan orang banyak.

Yogyakarta, 03 Maret 2014
Mashudi Antoro (Oedi`)

2 thoughts on “Pesan Untuk Masa Depan

    Sri Nuryati said:
    Maret 3, 2014 pukul 4:51 pm

    Semoga harapan kita semua segera menjadi nyata…negeri yang makmur,adil sejahtera,jangan pernah bosan untuk berbagi ilmu dan kebaikan,terima kasih untuk pengetahuan & tambahan ilmunya,di tunggu tulisan berikutnya🙂

      oedi responded:
      Maret 5, 2014 pukul 5:58 am

      Aamiin ya Robb, semoga demikian… semoga kita termasuk orang2 yg bisa menyaksikan, merasakan dan terlibat di dalamnya nanti..
      Iya mbak, insya Allah saya akan terus berusaha dalam berbagi, tapi ya maap hanya sebatas kemampuan saya yg bodoh ini aja… terimakasih karena masih tetap mau berkunjung, semoga tetap bermanfaat..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s