Ketenangan Jiwa Pecinta

Posted on Updated on

ketenangan 3Siapa yang tak menginginkan ketenangan? Terlebih seorang pecinta, maka ia akan senantiasa menginginkan hal ini. Tidak hanya dalam kesadarannya, melainkan juga dalam tidur lelahnya pada hari. Tidak hanya bagi dirinya, tetapi kepada yang lainnya.

Namun, tidak mudah untuk mendapatkan ketenangan itu. Ia harus di ambil dengan sikap yang konsisten dalam mengikuti syariat-Nya. Tidak untuk sekedar mengerjakan perintah-Nya, melainkan lantaran kecintaan yang tulus. Dan ketika seseorang telah bisa melakukan hal ini, maka akan datang kelezatan ridha-Nya. Akan hadir di dalam hari-harinya keindahan yang hanya bisa dirasakan olehnya saja.

Pun, ketika ia istiqomah saat menjalankan perintah dan larangan-Nya, maka lenyaplah bahaya dan kecelakaan, baik yang pokok atau pun yang cabang. Ia akan mendapatkan balasan kenikmatan dan rasa puas diri dari-Nya. Sehingga kebahagiaan adalah sesuatu yang sangat mudah untuk dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Inilah ketenangan jiwa yang aku maksudkan hai kekasihku. Ia bukan sesuatu yang semu, tetapi nyata adanya. Tidaklah yang akan membuatmu kesulitan, melainkan banyak kemudahan, asalkan engkau menginginkan-nya hadir. Dan ketika niatmu bisa dipadukan dengan ikhtiar yang gigih, maka kemudahan dan kuasa tangan-Nya akan membantumu. Merangkul dengan penuh kehangatan, lalu menuntun langkahmu agar tiba di tujuan dari kehidupan yang benar.

Tidaklah mungkin Tuhan menyengsarakan hamba-Nya, terlebih dia yang sudah mengikuti arahan-Nya. Dan ketika ia bisa mencintai-Nya lebih dari yang lain-Nya, maka ia akan terus berada di dalam rangkulan hangat kasih-Nya. Sehingga ia akan terus merasa tenang dan tidak akan disibukkan oleh urusan selain dengan Sang Kekasih pujaan. Yang jelas menjadikan pribadinya sebagai yang kuat dan teguh dalam cuaca kehidupan.

Sementara itu, jangan pernah engkau protes saat tidak mengikuti arahan-Nya. Atau sedih lantaran mendapatkan kesulitan dalam menjalani kehidupan ini. Sebab Dia adalah Tuhan Yang Maha Kuasa, maka semua petunjuk yang telah diberikan-Nya adalah yang benar dan terbaik bagi urusanmu. Sehingga ketika banyak kemalangan dalam hidup mendera diri, maka itulah akibat dari melanggar ketetapan-Nya. Lalu mengapa masih saja engkau bingung dengan hal ini, padahal engkau tahu?

Engkaulah penyebab setiap kemalangan dan kebahagiaanmu. Takdir memang datang dari-Nya, tetapi engkau selalu diberikan pilihan untuk bersedih atau bahagia. Jika engkau tetap sabar dalam menerima ujian dan kenikmatan, berarti telah mencintai-Nya dengan tulus ikhlas. Namun saat berbahagia hanya dalam kenikmatan, maka dirimu masih kufur.

Sebab, barangsiapa yang mengatakan percaya kepada-Nya tetapi masih tidak yakin akan kuasa dari kehendak-Nya, maka ia tidak lebih baik dari orang jahiliyah. Terlebih saat ia mengaku telah mencintai-Nya tetapi masih mencari penolong dari selain-Nya, maka cintanya adalah dusta. Ia pun masuk dalam golongan yang munafik. Sehingga tidak layak dikatakan telah beriman kepada Tuhan.

Tobatlah engkau wahai manusia. Jangan pernah melakukan hal-hal yang bodoh dan jelas merugikanmu sendiri. Sebab, larangan adalah cara terbaik agar engkau bahagia, sedangkan perintah adalah kiat agar engkau menjadi selamat dalam perjalanan (dunia dan akherat).

Palestinian youth prays on street outside destroyed mosque in Mughraqa

Ya. Bertobatlah dengan sebenar-benarnya dirimu tobat di hadapan-Nya, bukan di hadapan makhluk. Bahkan usahakanlah bertobat hingga kau bisa mengubahnya menjadi hamba yang di cintai-Nya. Yang dengannya pula, maka akan segera berganti semua urusan dalam hak-hak-Nya yang nyata padamu. Lalu datanglah beragam ketinggian petunjuk ilmu, arahan, ketenangan, dan kemewahan ruhani.

Jadikanlah setiap gerak-gerik kehidupanmu itu adalah terus meridhai ketentuan-Nya. Carilah banyak pemahaman dan kenikmatan darinya. Dan tak perlu menyibukkan diri dengan kesedihan, niscaya anugerah terbaik dari Allah SWT akan menyertaimu.

O… Dia senantiasa senang memperbanyak anugerah ke dalam hati yang sudi mensyukuri nikmat dan ujian dari-Nya. Kepada yang zuhud di setiap langkah hidupnya, maka Yang Ilahi akan menumbuhkan bunga-bunga Syurga di dalam ladang hatinya. Terus berkembang dan bersemi di sepajang musim yang ada. Sehingga yang bisa dirasakan adalah keindahan dan tentunya kebahagiaan.

Ingatlah! Dia adalah yang terkuat, lalu mengapa engkau ingin merebut kuasa-Nya itu? Allah SWT telah menentukan bahwa engkau adalah fana dan tidak memiliki kekayaan sedikitpun di dalam semesta-Nya, tapi mengapa engkau terus melakukan protes? Bukankah kau tahu bahwa itu adalah kebodohan, sebab semua adalah pilihan-Nya untukmu.

Untuk itu, tak usahlah kau berpusing-ria dalam urusan duniawi yang tidak akan memuaskanmu. Terlebih dalam urusan harta dan jabatan, maka cukuplah engkau memenuhinya sekedar untuk mempertahankan hidup. Jadikan saja ia sebagai kendaraan yang akan mengantarkan dirimu untuk lancar dalam beramal shaleh dan ibadah yang tulus kepada-Nya. Tidaklah perlu berlebih-lebihan, karena yang berlebih-lebihan adalah kehancuran.

Tidaklah pantas engkau hai orang bodoh untuk melalaikan Pemilik pengetahuan dengan berbuat maksiat. Ia adalah Pemilik kuasa yang dapat mengetahui setiap detik perbuatanmu. Jangan pula melupakan bahwa Dia adalah Ada dan senantiasa Ada di setiap yang ada. Dan ketika engkau bisa membuktikan hal itu, maka engkau akan menemukan ketenangan yang di rasakan oleh jiwa seorang pecinta.

Ketenangan jiwa seorang pecinta adalah bila ia bisa terus bersama Sang Kekasih sejati. Di dalam tidur dan terjaganya kepada hari, maka di setiap kedipan mata, helaan napas dan detak jatung, yang ada hanyalah Diri Kekasihnya. Tiada yang lain dari itu, karena bahkan ia telah melupakan dirinya sendiri. Tidak untuk satu waktu, tetapi selamanya.

ketenangan

Buatlah perumpamaan bagimu hai manusia, maka seorang pecinta akan mengatakan itu adalah karena berkat Kekasihnya. Ciptakanlah satu bentuk keindahan kreasimu, maka seorang pecinta akan semangat berkata bahwa itu juga lantaran kehendak dari Kekasihnya saja. Engkau tidak akan bisa memaksanya untuk berkata yang bukan dari lubuk hatinya, atau apa yang tidak pernah ia lakukan, sebab semuanya hanya Dia dan tidak akan ada selain karena Dia.

Di dalam sepi ia bercinta, begitu pun di dalam keramaian ia tetap bisa bercinta dengan Kekasihnya. Tiada yang bisa menghalanginya untuk melakukan itu, karena ia bisa menemui Sang Kekasih di setiap waktu dan dimanapun. Ia tidak punya lagi keinginan untuk mendapatkan sesuatu dari makhluk, karena terus merindukan pertemuan dengan Kekasihnya. Ia pun akan terus berlaku seperti itu, tanpa dipengaruhi oleh nafsu dan tak lekang oleh waktu usia raga.

Tapi, seorang pecinta dunia akan terus mengosongkan hatinya dari keberadaan Kekasihnya. Ia pun akan menghabiskan kebahagiaan akherat sejak di dunia ini saja tanpa menyisakan sedikitpun. Dalam hari-harinya, ia akan terus mengasingkan diri dari orang shalih demi bergabung dengan mereka yang durhaka. Atau paling tidak menutupi keadaan dirinya yang sebenarnya dengan jubah Islam, padahal aslinya kafir. Sehingga yang tersisa baginya adalah kebodohan dan kerugian.

Makanya, bagaimana kau bisa merasakan tenang, sedangkan dirimu sering tertipu indahnya keduniawian. Engkau masih tidak bisa mengendalikan hasrat keinginan liarmu, padahal seharusnya terus merasa selalu di awasi oleh-Nya. Akibatnya, engkau tidak bisa bersabar dalam menerima ujian dan tidak bisa bersyukur saat diberi kenikmatan. Sehingga di setiap hari yang terlewati, maka hatimu gundah gulana.

Ya. Kau akan mendapatkan kasih sayang-Nya, saat engkau memberikan kasih sayangmu. Engkau akan menerima cinta sejati-Nya, bila dirimu mau mencintai-Nya. Bahkan dirimu akan merasakan kenikmatan cinta itu, saat telah penuh cinta kepada siapa pun dari makhluk-Nya.

Teruslah mengikuti arahan dan perintah-Nya dalam kehidupan. Lalu berusahalah mengosongkan diri dari selain-Nya. Memang engkau terdiri dari diri, nafsu, watak, akal pikiran dan jasad yang lemah, tetapi tidak ada alasan untuk tidak bersikap mulia. Kau bukan binatang dan bukan pula benda mati, tetapi seorang yang arif jika menginginkannya. Seorang yang bijak saat engkau mau mengikuti tuntunan-Nya.

Forest

O… Jadikan dirimu sampai pada puncak kegilaan cinta. Karena kegilaan seorang pecinta – bila tiba di puncaknya – akan menghilangkan gila di dalam dirinya. Itu pun yang bisa di dapatkan seseorang bila ia tergila-gila kepada Kekasihnya. Maka ia akan keluar dari kegilaan tersebut, lalu menemukan bahwa ketenangan adalah hasil yang diberikan-Nya.

Tidak sedikitpun ia merasakan sakit dan tidak pula ia merasa letih saat harus mengikuti keinginan Sang Kekasih. Ia hanya akan berusaha sebaik mungkin menyenangkan-Nya, tanpa ada rasa pamrih. Tidak pula ia berlaku tergesa-gesa dan ingin di anggap sebagai pahlawan, tetapi selalu dengan sikap sabar dan penuh cinta. Ia akan berjalan dengan gemulai, lalu dengan kerendahan hatinya, sehingga tak ada sikap yang mengecewakan. Cinta adalah prinsipnya, sedangkan zuhud adalah caranya.

Untuk itu, tidak akan sama jiwa seorang pecinta dengan mereka yang kasar dan amarah. Tidak pula sebanding keindahan dari jiwa mereka berdua itu. Karena jiwa seorang pecinta akan tetap tenang laksana malam lailatul qadar, sedangkan jiwa mereka yang kasar dan amarah akan bergejolak seperti lamunan ombak di tepian pantai. Terus bergejolak keras dan menghantam pantai hatinya lalu merusak karangnya secara perlahan.

Inilah bila seorang pribadi tidak bisa mengendalikan dirinya dari hawa nafsu. Padahal ia tidak boleh di umbar kecuali sesuai dengan ketentuan-Nya. Ia harus terus dikendalikan dengan sabar dalam kezuhudan dan bukan dengan memasrahkan segala sesuatu kepada-Nya tanpa ada jalan usaha. Dengan begitu, maka seseorang akan beroleh kebahagiaan.

Sungguh, beruntunglah engkau bila menjadi seorang pecinta. Atau setidaknya sedang berusaha untuk menjadi salah satu dari pecinta-Nya. Sebab, apa yang akan kau dapatkan tidak akan pernah mengecewakanmu, juga tidak akan membuatmu bersedih. Tetapi akan menjadikan dirimu satu dari para wali dan hamba-Nya yang beruntung. Dan ketika itu bisa terjadi, maka rasakan olehmu bahwa ketenangan dan keindahan sejati dari-Nya adalah bagianmu.

Yogyakarta, 11 Nopember 2013
Mashudi Antoro (Oedi`)

[Cuplikan dari buku “Kesedihan yang Indah”, karya: Mashudi Antoro]

8 thoughts on “Ketenangan Jiwa Pecinta

    Retna said:
    November 11, 2013 pukul 3:43 pm

    subhanallah… syukran mas Oedi..terus kirimin ana tulisannya… jazakillah…

      oedi responded:
      November 11, 2013 pukul 7:32 pm

      Alhamdulillah.. iya mbak Retna sama2, insya Allah akan saya usahakan untuk itu.. terimakasih juga atas kunjungan dan dukungannya, semoga tetap bermanfaat…🙂

    nuhjaistone said:
    November 14, 2013 pukul 11:42 am

    Jalan rohani

      oedi responded:
      November 15, 2013 pukul 4:44 am

      Ya. Berjalan di jalan rohani yang lurus..
      Okey, terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..🙂

        imam sy said:
        Februari 16, 2014 pukul 5:27 am

        Mengembarakan Akal, Kalbu dan Nafs…
        Bermanfaat banget….

        oedi responded:
        Februari 24, 2014 pukul 7:10 am

        Alhamdulillah.. terimakasih atas kunnjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat..🙂

        nuhjaistone said:
        November 30, 2014 pukul 7:19 am

        Bang…..
        Klo ada waktu tolong kirimi kita
        Buku2 nasehat jiwa…
        Wassalam. …

        oedi responded:
        Desember 10, 2014 pukul 6:43 am

        Waduh maaf kang, saya tidak punya buku2 yang sampeyan maksudkan itu, saya cuma sekedar menulis artikel saja kok.. silahkan saja di pilih pada laman ini: Tulisan_ku
        Makasih atas kunjungan dan dukungannya..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s