Kebangkitan Islam dari Nusantara

kebangkitan islam Wahai saudaraku sekalian. Melihat kondisi yang terjadi sekarang, saya pun berpikir akankah nubuwat (kabar masa depan) yang pernah Rasulullah Muhammad SAW sampaikan akan segera terwujud? Kabar tersebut adalah mengenai kebangkitan Islam dari Timur (Nusantara) dan akan terus menyebar ke seluruh dunia. Dengan membawa keadilan dan kesejateraan bagi seluruh makhluk di muka bumi.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini saya sampaikan terlebih dulu satu riwayat yang masyhur mengenai nubuwat Nabi Muhammad SAW tentang “penaklukkan” kota-kota besar oleh umat Islam dan kejayaan dari agama Islam itu sendiri. Yaitu:

Di antara sejumlah peperangan kaum Muslimin yang paling dahsyat adalah Perang Khandaq. Kala itu kaum Yahudi di Madinah melakukan persekongkolan dengan musyrikin Makkah yang terdiri atas berbagai golongan, dan bergabung menjadi satu untuk menghancurkan umat Islam di Madinah. Blokade dilakukan oleh tentara gabungan itu, didukung dengan sabotase dari dalam oleh orang Yahudi. Umat Islam di Madinah sudah mulai di hinggapi kelelahan dan putus asa, kelaparan dan kehilangan semangat, sementara setiap saat tentara musuh bakal menyerbu dengan sengit.

Dalam kekalutan itulah muncul sebuah nama ke permukaan, nama yang tadinya tidak terlalu diperhitungkan karena milik seorang mu`alaf muda kelahiran negeri Persia. Ia adalah Salman yang kemudian dijuluki Al-Farisi sesuai tanah tumpah darahnya. Pemuda ini menyarankan agar digali parit panjang dan dalam untuk melingkari kota Madinah. Rasulullah SAW menyambut gagasan itu dengan gembira. Dan itulah awal kebangkitan semangat umat Islam untuk mempertahankan kedaulatannya dan awal kehancuran musuh-musuh umat Islam.

Peristiwa itu terjadi waktu perang Khandaq, yaitu pada tahun ke 5 Hijrah. Beberapa orang pemuka Yahudi pergi ke Makkah untuk menghasut orang-orang musyrik agar bersekutu menghadapi Rasulullah SAW dan kaum Muslimin, serta mereka berjanji akan memberikan bantuan dalam perang penentuan yang akan menumbangkan serta mencabut urat akar agama baru ini.

Siasat dan taktik perang pun diaturlah secara licik, bahwa tentara Quraisy dan Ghathfan akan menyerang kota Madinah dari luar, sementara Bani Quraidlah (Yahudi) akan menyerangnya dari dalam, yaitu dari arah belakang barisan kaum Muslimim, sehingga mereka akan terjepit dari dua arah, karenanya mereka pun akan hancur lumat dan hanya tinggal nama belaka.

Pada suatu hari kaum Muslimin tiba-tiba melihat datangnya pasukan tentara yang besar mendekati kota Madinah dan membawa perbekalan banyak serta persenjataan lengkap untuk menghancurkan. Kaum Muslimin panik dan mereka bagaikan kehilangan akal sehat melihat hal yang tidak diduga-duga itu.

Dua puluh empat ribu orang prajurit dibawah pimpinan Abu Sufyan dan Uyainah bin Hishn menghampiri kota Madinah dengan maksud untuk  mengepung dan melepaskan pukulan menentukan yang akan menghabisi Nabi Muhammad SAW, agama serta para sahabatnya. Pasukan tentara ini tidak saja terdiri dari orang-orang kafir Quraisy, tetapi juga dari berbagai kabilah atau suku yang menganggap Islam sebagai lawan yang membahayakan mereka. Dan peristiwa ini merupakan percobaan akhir dan menentukan dari fihak musuh-musuh Islam, baik dari perorangan, maupun dari suku dan golongan.

Kaum Muslimin menyadari bahwa keadaan mereka sedang genting, Rasulullah SAW pun segera mengumpulkan para sahabatnya untuk bermusyawarah. Dan tentu saja mereka semua setuju untuk bertahan dan mengangkat senjata, tetapi apa yang harus mereka lakukan untuk bertahan saat itu?

Ketika itulah tampil seorang yang tinggi jangkung dan berambut lebat, seorang yang disayangi oleh Rasulullah SAW. Itulah dia Salman Al-Farisi RA! Dari tempat ketinggian ia melayangkan pandang meninjau sekitar Madinah, dan sebagaimana telah dikenalnya juga didapatinya kota itu di lingkung gunung dan bukit-bukit batu yang tak ubahnya bagai benteng. Hanya disana terdapat pula daerah terbuka, luas dan terbentang panjang, hingga dengan mudah akan dapat diserbu musuh untuk memasuki benteng pertahanan. Di negerinya Persia, Salman RA telah mempunyai pengalaman luas tentang teknik dan sarana perang, begitu pun tentang siasat dan liku-likunya. Maka tampillah ia mengajukan suatu usul kepada Rasulullah SAW,  yaitu suatu rencana yang belum pernah dikenal oleh orang-orang Arab dalam peperangan mereka selama ini. Rencana itu berupa penggalian khandaq atau parit perlindungan sepanjang daerah terbuka keliling kota. Dan hanya Allah SWT yang lebih mengetahui apa yang akan dialami kaum Muslimin dalam peperangan itu seandainya mereka tidak menggali parit atau usul Salman Al-Farisi RA tersebut tidak di terima.

Saat kaum kafir Quraisy dan sekutunya menyaksikan parit terbentang di hadapan mereka, tentulah mereka merasa terpukul melihat hal yang tidak disangka-sangka itu, hingga tidak kurang sebulan lamanya kekuatan mereka bagai terpaku di kemah-kemah, karena tidak berdaya menerobos kota Madinah. Dan akhirnya pada suatu malam Allah SWT mengirim angin topan yang menerbangkan kemah-kemah dan memporak-porandakan tentara mereka. Abu Sufyan pun menyerukan kepada anak buahnya agar kembali pulang ke kampung mereka dalam keadaan kecewa dan berputus asa serta menderita kekalahan pahit.

Sewaktu menggali parit, Salman RA tidak pula ketinggalan bekerja bersama kaum Muslimin yang sibuk menggali tanah. Rasulullah SAW juga ikut membawa tembilang dan membelah batu. Kebetulan di tempat penggalian Salman Al-Farisi RA dan bersama kawan-kawannya, tembilang mereka terbentur pada sebuah batu besar. Meski Salman seorang yang berperawakan kukuh dan bertenaga besar. Sekali ayun dari lengannya yang kuat akan bisa membelah batu dan memecahnya menjadi pecahan-pecahan kecil. Tetapi menghadapi batu besar ini ia tak berdaya, sedang bantuan dari teman-temannya hanya menghasilkan kegagalan belaka.

Salman Al-Farisi RA pergi mendapatkan Rasulullah SAW dan minta izin mengalihkan jalur parit dari garis semula, untuk menghindari batu besar yang tak tergoyahkan itu. Rasulullah SAW pun pergi bersama Salman RA untuk melihat sendiri keadaan tempat dan batu besar itu. Dan setelah menyaksikannya, Rasulullah Muhammad SAW meminta sebuah tembilang dan menyuruh para sahabatnya mundur dan menghindarkan diri dari pecahan-pecahan batu itu nanti.

Rasulullah SAW lalu membaca Basmallah dan mengangkat kedua tangannya yang mulia yang sedang memegang erat tembilang itu, dan dengan sekuat tenaga dihunjamkannya ke batu besar itu. Kiranya batu itu terbelah dan dari celah belahannya yang besar keluar lambaian api yang tinggi dan menerangi. “Saya lihat lambaian api itu menerangi pinggiran kota Madinah”, kata Salman RA, sementara Rasulullah SAW mengucapkan takbir, sabdanya: “Allah Maha Besar! Aku telah dikaruniai kunci-kunci istana negeri Parsi (Persia), dan dari lambaian api tadi nampak olehku dengan nyata istana-istana kerajaan Hirah begitu pun kota-kota maharaja Parsi (Persia) dan bahwa umatku akan menguasai semua itu”

Lalu Rasulullah Muhammad SAW mengangkat lagi tembilang itu dan memukulkannya ke batu untuk kedua kalinya. Maka tampaklah seperti semula tadi. Pecahan batu besar itu menyemburkan lambaian api yang tinggi dan menerangi, sementara Rasulullah SAW bertakbir sabdanya: “Allah Maha Besar! Aku telah dikaruniai kunci-kunci negeri Rum (Romawi), dan tampak nyata olehku istana-istana merahnya, dan bahwa umatku akan menguasainya”

Kemudian dipukulkannya untuk ketiga kali, dan batu besar itu pun menyerah, pecah berderai, sementara sinar yang terpancar daripadanya amat menyala dan terang temarang. Rasulullah SAW pun mengucapkan “La ilaha illallah”, diikuti dengan bergemuruh oleh kaum Muslimin. Lalu di ceritakanlah oleh Rasulullah SAW bahwa beliau sekarang melihat istana-istana dan mahligai-mahligai yang ada di Syria maupun Shan’a, begitu pun di daerah-daerah lain yang suatu saat nanti akan tepat berada dibawah naungan bendera Allah SWT yang telah berkibar. Maka dengan keimanan penuh kaum Muslimin pun serentak berseru: “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya. Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya”.

*****

Wahai saudaraku sekalian. Kabar dan informasi di atas selayaknya menjadi kebahagiaan bagi kita semua. Bahwasannya agama Islam yang kita cintai ini suatu saat nanti akan berjaya dan menaungi tatanan kehidupan manusia di seluruh dunia. Memang sekarang hampir terasa dan umat Islam sendiri adalah yang terbanyak kedua di seluruh dunia. Tetapi sebenarnya apa yang diinginkan oleh Islam yang rahmatan lil `alamin belumlah terwujud sepenuhnya. Lihatlah kehidupan manusia saat ini, khususnya umat Islam, dimana-mana masih banyak dari mereka yang terbelakang, hidup miskin dan tentunya belum sepenuhnya menjalankan perintah Allah SWT. Masih banyak kebodohan, kemunafikan, kezaliman, kemaksiatan, kekufuran, kesyirikan dan keserakahan, yang semuanya itu masih senang dilakukan oleh umat Islam sendiri, padahal telah dilarang oleh Allah SWT. Agama Tuhan pun hanya di jadikan simbol saja. Hukum Tuhan hanya di jadikan topeng, pajangan di lemari, di dinding dan di masjid-masjid. Sedangkan aturan yang di pakai sehari-hari tetap buatan manusia sendiri. Seolah-olah mereka itu tidak pernah belajar agama.

Ya. Setiap hari mereka menyembah-menyembah Allah SWT untuk di kasihani, diberi rezeki, dikasih jabatan, dll. Tetapi setelah menyembah-nyembah dan diberikan nikmat oleh-Nya, apa yang diperbuat? Mereka tetap saja menggunakan aturan mereka sendiri dalam mengatur dunia ini. Bahkan mencoba mengotak-atik hukum Tuhan, padahal hukum Tuhan sudah baku dan sempurna. Kalau kita mengotak-atiknya pasti akibatnya adalah kehancuran. Dan bila nanti hukum Tuhan di ganti sepenuhnya dengan hukum buatan manusia, pasti peradaban dunia saat ini akan ikut hancur di telan bumi.

Lantas mengapa semua itu bisa terjadi? Itu lantaran pribadi umat Islam sendiri masih belum menjalankan syariat Islam secara kaffah (menyeluruh), khususnya tentang perintah iqra` (membaca, belajar). Dalam kehidupan sehari-hari, banyak dari mereka yang ragu-ragu dengan kebenaran ajaran Tuhan tersebut. Katanya sih percaya bahwa Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Mengetahui setiap kebutuhan dari hamba-Nya, tetapi mereka justru senang membangkang perintah-Nya. Mereka pun senang melanggar larangan-Nya, sehingga tampak sekali bahwa sebenarnya mereka ini tidak lagi percaya dan takut kepada Allah SWT. Mereka pun mudah terpengaruh oleh lingkungan dan perubahan zaman, tanpa berani mempertahankan prinsip Islami, yang tentunya malah memperkeruh fitrah kehidupan. Padahal apa saja yang telah diperintahkan dan dilarang oleh Allah SWT tentulah yang terbaik bagi dirinya dan demi kebutuhannya sendiri.

Untuk itu, berkaitan dengan riwayat di atas, tentang kabar yang di terima oleh Rasulullah Muhammad SAW, dimana beliau melihat bahwa suatu saat nanti ajaran Islam akan menaungi dunia. Maka sudah sepatutnya bila sekarang ini menjadi titik balik bagi umat Islam di seluruh dunia, untuk kembali kepada ajaran yang sejati, yaitu Islam. Mengikuti semua perintah dan larangan Allah SWT, yang semuanya telah termaktub di dalam Al-Qur`an dan Sunnah. Dan jika setiap pribadi Muslim mau dengan sadar untuk menerapkan ajaran Islam dalam kehidupannya sehari-hari lalu bersatu dibawah panji ukhuwah Islamiyah, niscaya kejayaan itu akan segera terwujud.

Islam is Beauty

Namun sayang, dari catatan sejarah dan fakta yang ada sekarang, umat Islam masih belum bersatu sepenuhnya. Banyak dari mereka yang justru tercerai-berai dengan merasa diri paling benar bahkan fanatik di dalam mazhabnya sendiri. Mereka pun enggan bersatu dengan alasan berbeda negara, ras, suku, bahasa, bahkan sikap iri, dengki dan keegoisan diri. Padahal Rasulullah SAW telah menjelaskan bahwa setiap Muslim itu bersaudara, tanpa melihat dia itu siapa.

“Mukmin terhadap mukmin yang lain laksana satu bangunan yang saling memperkuat satu sama lain” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, An-Nasa`i, At-Tirmidzi)

“Tidak beriman seseorang di antara kamu sehingga ia mencintai milik saudaranya (sesama Muslim) seperti ia mencintai miliknya sendiri” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari riwayat Abu Hamzah, Anas bin Malik RA)

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya” (HR. At-Tirmidzi)

Dan ingatlah wahai saudaraku sekalian bahwa “Sesungguhnya serigala itu hanya memangsa kambing yang memisahkan diri” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Nasa`i)

Sehingga, lantaran umat Islam tak kunjung bersatu hingga hari ini, maka tetap saja ada satu kota yang belum bisa “ditaklukkan”. Kota tersebut adalah kota Rum, tepatnya Romawi Barat yang dulu beribu kota di Italia (sekarang Vatikan). Sementara yang satunya lagi, yang dulu berada di Romawi Timur (Bizantium – Turki) dengan ibukotanya Konstantinopel telah berhasil di taklukkan oleh Khilafah Utsmaniyah, dibawah kepemimpinan Sultan Muhammad Al-Fatih, pada tahun 857 H/1453 M. Tentang hal ini Rasulullah SAW pun telah bersabda:

“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada dibawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan” (HR. Ahmad bin Hanbal dalam Al-Musnad 4/335)

Di waktu lain, Rasulullah SAW pernah di tanya; “Manakah di antara dua kota yang akan ditaklukkan terlebih dahulu, kota Constatinopel atau Roma?” kemudian Rasulullah SAW menjawab; “Kota Heraclius akan ditaklukan terlebih dahulu, yakni kota Constantinopel” (HR. Ahmad)

Lalu, akankah nubuwat Rasulullah SAW segera terwujud di zaman kita sekarang? Apakah pengaruh Islam akan bersemayam di kota Romawi Barat (Vatikan) itu, yang tentunya akan menjalar ke seluruh dunia? Hanya Allah SWT yang tahu, tetapi kita harus mulai bersiap dari sekarang demi terwujudnya kesejahteraan. Sebab, menurut saya bahwa “penaklukkan” kali ini – terhadap kota Romawi Barat (Vatikan) – tidak lagi harus di fokuskan pada jalan peperangan fisik, melainkan lebih kepada perang diplomasi dan pengaruh. Yang semuanya akan di mulai dari wilayah Timur Jauh atau Nusantara. Namun syaratnya bahwa di Nusantara ini harus terjadi revolusi besar di segala bidang, khususnya hukum dan ketatanegaraannya. Atau berdirinya khilafah yang mengikuti manhaj kenabian dan hanya mengikuti hukum Allah SWT secara benar, bukan menurut anggapan dari salah satu golongan atau mazhab.

Untuk lebih memperjelas tentang masalah ini, maka ada beberapa hadits shahih yang bisa mendukungnya, yaitu:

“Kalian perangi jazirah Arab dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian Persia (Iran), dan Allah berikan kalian kemenangan. Kemudian kalian perangi Rum (Romawi), dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian kalian perangi Dajjal, dan Allah beri kalian kemenangan” (HR. Muslim no.5161)

“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Kemudian Ia akan mengangkatnya jika Ia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim, ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan/sistem) diktator yang menyengsarakan, ia juga ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian”, kemudian beliau diam. (HR. Ahmad dan al-Bazar)

Dari Tsauban RA, dia berkata, telah bersabda Rasulullah SAW: “Akan datang panj-panji hitam dari sebelah timur, seolah-olah hati mereka kepingan-kepingan besi. Barangsiapa mendengar tentang mereka, hendaklah datang kepada mereka dan berbaiatlah kepada mereka sekalipun merangkak di atas salju” (Dikeluarkan oleh Al-Hasan bin Sofyan dari Al-Hafiz Abu Nuaim, dari kitab Al-Hawi lil fatawa oleh Imam Sayuti)

“Andaikan dunia tinggal sehari sungguh Allah akan panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku, namanya serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku. Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan” (HR. Abu Dawud no.9435)

“Sungguh, bumi ini akan dipenuhi oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Dan apabila kezhaliman serta kesemena-menaan itu telah penuh, maka Allah SWT akan mengutus seorang laki-laki yang berasal dari umatku, namanya seperti namaku, dan nama bapaknya seperti nama bapakku. Maka ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana ia (bumi) telah dipenuhi sebelum itu oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Di waktu itu langit tidak akan menahan setetes pun dari tetesan airnya, dan bumi pun tidak akan menahan sedikit pun dari tanaman-tanamannya. Maka ia akan hidup bersama kamu selama 7 tahun, atau 8 tahun, atau 9 tahun” (HR. Ath-Thabrani)

Jadi, bila kita mencermati isi dari beberapa hadits di atas, maka dapat di simpulkan bahwa semuanya telah merujuk pada satu isyarat, yaitu tentang kejayaan Islam. Sebab inti dari hadits pertama adalah tentang wilayah yang telah dan akan dikuasai oleh umat Islam hingga akhir zaman. Hadits kedua tentang peristiwa yang sudah, sedang terjadi sekarang dan yang akan datang mengenai kejayaan Islam – dengan sistem khilafahnya. Hadits ketiga tentang kebangkitan Islam dari wilayah Timur (Nusantara). Karena di zaman Nabi Muhammad SAW, Nusantara lebih dikenal dengan sebutan Timur Jauh. Dan memang sekarang merupakan negara yang berpenduduk Islam terbesar di dunia. Hadits yang keempat mengenai seorang tokoh pemuda yang akan mewujudkan – atas izin Allah SWT – kejayaan Islam tersebut. Ia akan hadir bersama pasukannya saat dunia telah dipenuhi dengan kezaliman dan kesemena-menaan, yang memang saat ini sudah terjadi dimana-mana. Tujuan dari sang pemuda dan pasukannya pun adalah untuk menegakkan hukum Allah SWT demi kemaslahatan semua makhluk di muka bumi. Sedangkan hadits yang kelima juga tentang sosok sang pemuda pilihan tersebut disertai sepak terjangnya, bahkan mengenai keadilan dan kemakmuran yang akan terjadi di seluruh dunia nantinya.

“Dan apakah tidak menjadi petunjuk bagi mereka, berapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah). Maka apakah mereka tidak mendengarkan?” (QS. As-Sajdah [32] ayat 26)

Sehingga menurut saya, bahwa apa yang telah disampaikan oleh Rasulullah SAW pada 14 abad yang lalu akan terwujud di zaman kita sekarang. Dan saat ini pun kita sedang menghitung hari, tentang kapan waktunya itu mulai terjadi. Karena tanda-tanda yang pernah beliau sampaikan dulu satu persatu telah terbukti. Atau mungkin saja tidak akan lama lagi akhir dari nubuwat tersebut (kejayaan Islam di seluruh dunia) akan segera terwujud, tetapi kita sekarang masih belum bisa mengetahuinya secara detil. Bahkan mungkin saja saat ini “sang pemuda” beserta semua pasukannya – secara rahasia di Nusantara – telah mempersiapkan diri dan segala sesuatunya untuk membangkitkan kejayaan Islam di seluruh dunia. Yang dampaknya tentu tidak hanya bagi umat Islam sendiri, melainkan bagi seluruh makhluk di muka bumi ini. Karena tidak ada yang tidak mungkin jika Allah SWT telah berkehendak melalui ucapan Rasulullah SAW. Dan semuanya itu bisa saja terjadi dengan tiba-tiba dan tanpa di sangka-sangka oleh banyak orang, terutama mereka yang kufur.

Untuk itulah wahai saudaraku. Mulailah mempersiapkan diri sebaik-baiknya dari sekarang, khususnya tentang pengetahuan ajaran Islam yang sebenarnya, lalu mengamalkannya dengan ikhlas. Tambahkan juga dengan pengetahuan ilmiah tentang kehidupan sehari-hari. Agar bila saatnya nanti, saat dimana datangnya proses kebangkitan Islam itu terjadi, maka kita bisa terlibat di dalamnya dengan kesenangan dan bukan kebingungan. Sehingga hasilnya pun akan sepadan, yaitu kebahagiaan hidup di dunia dan akherat.

Semoga kita senantiasa mempersiapkan diri dalam kebenaran sikap dan hati kita. Karena hanya dengan begitulah, maka rahmat dan ridha Ilahi akan menyertai. Sementara Islam bisa berjaya dan menaungi kehidupan dunia ini dalam keadilan dan kemakmuran.

Wallahu a`lam bishshowwab.

Yogyakarta, 26 April 2013
Mashudi Antoro (Oedi`)

Iklan

15 thoughts on “Kebangkitan Islam dari Nusantara

  1. Assalamualaikum ww.. Halo Om Udie apa kabar…

    mo komen pada bagian ini ya :: {Masih banyak kebodohan, kemunafikan, kezaliman, kemaksiatan, kekufuran, kesyirikan dan keserakahan, yang semuanya itu masih senang dilakukan oleh umat Islam sendiri, padahal telah dilarang oleh Allah SWT. Agama Tuhan pun hanya di jadikan simbol saja. Hukum Tuhan hanya di jadikan topeng, pajangan di lemari, di dinding dan di masjid-masjid. Sedangkan aturan yang di pakai sehari-hari tetap buatan manusia sendiri. Seolah-olah mereka itu tidak pernah belajar agama.}

    Ogut pernah mendengar ceramah :: Seorang alim mengatakan tidak jauh2 dari kezaliman, zina dan semua maksiat yan memang menyumbang bagian akan musibah2 di negeri ini.. Tapi yang sesungguhnya lebih banyak menyumbangkan musibah dari Allah adalah ANAK ANAK YANG TIDAK LAGI BERBAKTI KEPADA ORANG TUA. Ini adalah perbuatan dosa yang paling dekat tapi sering kita lupakan..

    yook jangan jauh2 ngurusi yang mungkin tidak bisa kita urus *ngatur2 orang yg maksiat / berbuat dosa* urusi diri kita sendiri untuk kembali melihat bagaimana sampai saat ini kita sudah berbakti kepada orang tua.. apalagi yang keduanya masih sugeng..

    Salam Om Udie,, ngikut share yaa hehe..
    makasi,, nice post..

    1. Wa`alaikumsalam… makasih Fa atas kunjungan dan komentarnya.. semoga tetap bermanfaat… 🙂
      Hmm.. tentang anak yang durhaka kepada orangtuanya, sebenarnya di dalam tulisan di atas sudah termasuk pada point kemunafikkan, karena tentunya orang Islam pasti tahu bahwa sikap durhaka kepada orang tua adalah salah dan berdosa. Nah dalam hal ini munafik adalah sikap yang sebenarnya tahu sesuatu itu di larang oleh Allah SWT (durhaka pada orang tua) tetapi seseorang masih saja melakukannya… inilah satu contoh sikap yang munafik…
      Lalu tentang apa yang seharusnya dilakukan, maka memang benar yg dirimu katakan bahwa lebih baik ngurusi diri kita sendiri, tetapi jangan berhenti disini aja, lebih baik kita juga mengurusi yang lebih luas lagi, contohnya kehidupan umat Islam, karena dengan sikap yang terbiasa memikirkan yang lebih luas – dengan mengukur kemampuan diri – maka kita akan mencapai hasil yang lebih banyak. Semakin tinggi cita-cita maka akan semakin memotivasi diri untuk bisa mencapai sesuatu yang lebih banyak… sebab kebahagiaan hidup kita tentunya terkait dengan kebahagiaan orang lain, khususnya sesama Muslim. Bayangkan jika dulu Rasulullah SAW dan para sahabatnya hanya memasang target penyebaran Islam hanya untuk orang Quraisy saja, atau semangat mereka hanya terbatas di jazirah Arab saja? mungkin Islam malah belum nyampe ke Indonesia.
      Jadi, menurutku sebaiknya kita bersikap seimbang antara kehidupan diri pribadi dan kebutuhan umat. Memang benar bila kita memikirkan diri kita sendiri, itu wajib, tetapi jangan pernah berhenti disitu terus. Pikirkan juga umat dan orang2 disekitar kita.. agar kita tidak terjebak ke dalam sikap yang egois, karena itu justru akan mencelakakan kita nanti…
      “Pencapaian sesuatu itu tergantung dengan seberapa besar niat yang telah ditanamkan. Semakin besar, maka akan semakin besar pula hasilnya. Jika hanya sebatas yang kecil saja, itu tidak jauh lebih baik dari diam”

      1. tenang oom udie.. dr komen ku responnya bakal sesuai yg kukira… sdkt miss hehe.. intinya sepakat kok..

        komen ku kurang ditambahkan setelah kita memperbaiki diri juga maka setelahnya bermanfaat bagi sesama… sampaikan kebaikan walopun cm 1 ayat..

        dikiiiit nambah :: maksud sebenarnya dari Ulama yg menyampaikan diatas adalah tidak perlu kita jauh untuk mencari ridha Allah, tapi bisa dimulai dari kedua orang tua kita, setelah orang tua ridha maka pasti ada jalan untuk bermanfaat untuk masyarakat yg lebih luas.. T_T

        *subhanallah walhamdulillah wa laa Illaaha Illallah..

        makasi share pemahamannya..

  2. Dengan hormat Tolong kirimin sya ebook sejarah kupu-kupu kuning berterbangan di selat lombok Terima kasih sebelumnya

    Dikirim dari iPad saya

  3. Luar biasa mas oedi tulisannya,semoga bisa memotivasi para pembacanya untuk lebih bisa mawas diri dan mempertebal iman islam kita,terutama bagi aku pribadi,salam santunku mas oedi,terus berkarya dan sukses slalu !!! cayooo 🙂

    1. Subhanallah.. walhamdulillah.. wallahuakbar..
      Syukurlah kalau gitu mbak, semoga kita semua termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri di hadapan-Nya, demi kehidupa yang jauh lebih baik nantinya…
      Okey… makasih ya mbak karena masih mau berkunjung, moga tetap bermanfaat.. chayoo… 🙂

  4. Dengan hormat… Tolong kirimin kita ebook tentang sejarah bali dan lombok Untuk refrensi saya..

    Dikirim dari iPad saya

  5. Ad Daulatul Islamiyah Melayu
    Khilafah Islam Akhir Zaman

    Kami mengundang Kaum Mukminin-Mukminat
    Dari seluruh Dunia untuk bergabung bersama kami
    Menjadi Tentara Islam The Man from The East of Imam Mahdi
    as A New World Religion Bangsa Islam Akhir Zaman.

    Kami mengundang Anda Menjadi Bagian Bangsa Islam berdasar Aqidah Islam
    Bukan Menjadi bagian dari Bangsa-bangsa berdasarkan Suku ataupun wilayah

    Kunjungi Undangan kami Kehadiran anda kami tunggu di
    di http://khilafahislam.de.pl

  6. Anjing Pemburu Dajjal siap Menerkam Bangsa Islam di Wilayah Nusantara – Melayu
    Lihat Betapa Banyaknya Pangkalan Militer Dajjal Telah Mereka Pasang Untuk Melumatkan Bangsa Islam di Wilayah Melayu

    Di Kawasan Utara : telah ada Pangkalan Militer (PL) Vietnam, Philina, Palau, Guam, Malaysia dan PL Singapore.
    Dikawasan Barat : PL Andaman dan Nicobar
    Dikawasan Timur : PL Dili, Darwin, Papua Newgini
    Dikawasan Selatan : PL Diego Garcia. Cocos Island dan christian Island.
    Di Jakarta (RI) ada Markas Panglima Komando Militer Kawasan Asia Pacifik

    Mendekati Masa Hidup Dajjal 37 hari akan terjadi Pergeseran Geopolitik Asia Pasific tahun 2013 – 2022 di Wilayah Melayu akan berdarah-darah, ratusan ribu umat manusia akan mati terbunuh percuma, penderitaan dan kesengsaraan yang panjang akan menghantui dan sudah didepan mata.

    Sasaran dajjal beserta Seluruh Agen-agennya adalah
    1. Melumatkan Negara Islam Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah Melayu
    2. Menghancurkan dan Menghambakan jutaan Manusia yang berada dalam 10 Negara Kecil Asia Fasifik menjadi Hamba Dajjal.

    Para Ikhwanku yang diRahmati Allah SWT, Marilah Bersiap Melakukan Jihad Perang dengan mereka. Kematian dan Kejayaan sudah diambang pintu Mari Ledakan Api Jihad untuk mempertahankan Dinul Islam dalam Naungan Negara Islam Khilafah Ad Daulatul Islamiyah Melayu.

    Ingat Fitnah Akhir Zaman, Fitnah Duhaima akan memilah kelompok Umat manusia menjadi dua golongan.

    Silahkan Pilih Menjadi Kelompok Assabiqunal Awalun, dan menjadi Ash habul Yamin.
    atau siap-siap anda menjadi kelompok Ash Habush Simal. mati diserbu anjing pemburu dajjal.

    Siapkan Diri anda untuk menjadi Mujahid Fie Sabilillah Yang Tangguh dalam Pemerintah Islam Ad Daulatul Islamiyah Melayu , Khilafah Islam yang berjalan atas nash-nash kenabian dan mengikuti pola manhaj Khulafaur Rasyidin al Mahdiyin.

    Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah Melayu
    Telah Lahir, Wahai umat islam bersatulah dalam Naungan pemerintah Islam Ad Daulatul Islamiyah Melayu

    Hai kaumku ikutilah aku, aku akan menunjukan kepadamu jalan yang benar (QS. Al-Mu’min :38)

    Wahai para Ikwan Akhir Zaman, Khilafah Islam sedang membutuhkan
    para Mujahid Tangguh untuk persiapan tempur menjelang Tegaknya Khilafah yang dijanjikan.

    Mari Bertempur dan Berjihad dalam Naungan Pemerintah Khilafah Islam, berpalinglah dari Nasionalisme (kemusyrikan)

    Masukan Kode yang sesuai dengan Bakat Karunia Allah yang Antum miliki.

    301. Pasukan Bendera Hitam
    Batalion Pembunuh Thogut / Tokoh-tokoh Politik Musuh Islam

    302. Pasukan Bendera Hitam Batalion Serbu
    – ahli segala macam pertempuran
    – ahli Membunuh secara cepat
    – ahli Bela diri jarak dekat
    – Ahli Perang Geriliya Kota dan Pegunungan

    303. Pasukan Bendera Hitam Batalion Misi Pasukan Rahasia
    – Ahli Pelakukan pengintaian Jarak Dekat / Jauh
    – Ahli Pembuat BOM / Racun
    – Ahli Sandera
    – Ahli Sabotase

    304. Pasukan Bendera Hitam
    Batalion Elit Garda Tentara Khilafah Islam

    305. Pasukan Bendera Hitam Batalion Pasukan Rahasia Cyber Death
    – ahli linux kernel, bahasa C, Javascript
    – Ahli Gelombang Mikro / Spektrum
    – Ahli enkripsi cryptographi
    – Ahli Satelit / Nuklir
    – Ahli Pembuat infra merah / Radar
    – Ahli Membuat Virus Death
    – Ahli infiltrasi Sistem Pakar

    email : angsahitam@inbox.com
    masukan dalam email kode yang dikehendaki
    misalnya 301 : (untuk batalion pembunuhh Thogut / tokoh-politik)

    Sahibuzaman
    angsahitam@inbox.com

    “Sesungguhnya seorang Imam adalah laksana perisai; orang-orang berperang di belakangnya dan menjadikannya sebagai pelindung.”

    Lihat Proklamasi kami di https://www.youtube.com/watch?v=jDmUrSWe62Y&html5=1

    Disebarluaskan
    MARKAS BESAR ANGKATAN PERANG
    PASUKAN KOMANDO BENDERA HITAM
    NEGARA KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH MELAYU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s