Hilangnya Kesakralan Pernikahan

Posted on Updated on

Wahai saudaraku, ketahuilah bahwa telah lama waktu menjadi murung dan termenung karena menyaksikan hancurnya akhlak mulia. Kini, ia bertambah sedih saat menyaksikan pergaulan bebas di kalangan muda bangsa ini. Sex bebas sudah menjadi kebiasan, yang terus mereka lakukan dengan alasan kebutuhan. Bahkan kini, bila tidak melakukannya, mereka merasa itu adalah tanda ketinggalan zaman.

Ya. Alangkah mudahnya perzinahan di lakukan oleh kalangan muda zaman kini. Mereka sudah tidak lagi mengindahkan akhlak yang mulia. Sehingga apakah tidak ada artinya lagi kesakralan pernikahan buat mereka? Apakah mereka tidak merasa berharga ketika bisa menjaga kesucian diri hingga malam pertama pernikahan? Apakah mereka tidak lagi menginginkan kenikmatan yang luarbiasa, yang hanya bisa di dapatkan ketika menikah? Dan mengapa mereka tidak mau bersabar, dengan terus berusaha menahan diri dari maksiat besar itu? padahal buah dari kesabaran tentunya kenikmatan.

Sungguh, adalah tindakan yang mulia ketika diri bersedia menjaga kesucian perilaku dan kemuliaan akhlak. Merupakan perbuatan yang indah ketika pribadi mau mengerjakan perintah dan larangan-Nya. Sebab, hanya dengan begitulah, maka jaminan kebahagiaan dan keselamatan di dua dunia akan dimiliki. Sedangkan kebangkitan peradaban bangsa menjadi bonusnya.

Oh.. Dimanakah rasa malunya diri? Dimanakah kemuliaan perilaku yang seharusnya menjadi cerminan terbaik dari manusia? Sungguh, tiada hari tanpa kesedihan bila melihat kondisi umat ini.

Yogyakarta, 23 Agustus 2012
Mashudi Antoro (Oedi`)

10 thoughts on “Hilangnya Kesakralan Pernikahan

    Nuriya Sri Nuryati said:
    Oktober 14, 2012 pukul 2:16 pm

    Sungguh memprihatinkan memang jika kita menengok peradaban budaya bangsa saat ini,lebih” di kalangan muda mudi kita,yg katanya zaman modern,teknologi maju tp justru kehilangan nilai” susila dan akhlaq budi pekerti yg luhur…semoga dg di tulisnya artikel ini bisa sedikit banyak menjadi pertimbangan dan peringatan bagi yg akan melakukan tindakan asusila….tp yg lebih utama adalah bentengi diri dg bekal iman dan taqwa……..jika ini sudah menyatu dg jiwa niscaya hal” yg demikian tdk mungkin terjadi krn tiada lagi yg diinginkan di dunia ini selain ridho dan kebahagiaan yg hakiki yaitu kehidupan akherat kelak(syurga-NYA)….amien, terima kasih untuk linknya mas oedi sungguh mutiara ilmu yg sangat bermanfaat bagi kita semua….di tunggu untuk tulisan berikutnya cayoo peace ^_^

      oedi responded:
      Oktober 14, 2012 pukul 6:27 pm

      Subhanallah… syukurlah jika demikian anggapan mbaknya…
      Amiin ya Rabb, semoga semakin banyak khususnya kaum muda dari bangsa ini yang menyadari kekeliruannya selama ini, tentang salah mengidolakan sesuatu dan salah pula dalam memanfaatkan moderenisasi…
      Iya mbak Nuriya, terimakasih juga atas kunjungan dan dukungannya, semoga tetap bermanfaat..🙂

    dsulaeman970 said:
    Oktober 14, 2012 pukul 5:19 pm

    Salam kenal mas Oedi, saya dede s dari cirebon jabar, model penyajian mas pd pembaca sangat bagus, terus terang saya kagum pda saat membaca tentang falsapah hidup orang jawa, sebelumnya saya belum pernah membacanya yang sekomplit itu. terima kasih banyak mas. Sebagai tanda terima kasih saya: saya beri teknik. yaitu teknik : hanya dengan membaca bismilla. semua mahkluk akan menjadi ridho, adapun tujuannya supaya Allah SWT juga ridho. caranya sbb: mas baca dalam hati sambil memejamkan mata ” urang pan Bismillaaaa hirrahman nirrahim ” setelah mengosongkan pikiran. selama cukup 5 memit. mudah-mudahan di terima tanda kenalnya.

      oedi responded:
      Oktober 14, 2012 pukul 6:34 pm

      Salam kenal kembali… syukurlah jika masnya senang dengan tulisan saya, terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga menjadi kebaikan bagi kita semua..
      Okey.. terimakasih atas info dan tanda kenalnya… maaf saya tidak bisa membalas apa-apa untuk itu..🙂

    Anggraeni.aii said:
    November 12, 2012 pukul 5:17 am

    bagus mas Tulisannya… kondisi miris itu lah yg sedang dihadapi oleh kebanyakan org zaman ini. mereka yg terlena oleh Dosa.
    Semoga kita Semua masih sllu di Lindungi olehNya sampai hari Sakral itu.
    Salam kenal ya mas…
    lihat foto2 Hikingnya keren bgt,,
    Salam Ransel juga ya…

      oedi responded:
      November 15, 2012 pukul 11:32 am

      Subhanallah… terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat…🙂
      Amiiin ya Rabb. Semoga memang demikianlah adanya, bahwa kita bisa menjaga kesucian dan kehormatan diri, karena hanya dengan itu pula Allah SWT akan menjaga dan memuliakan kita…
      Okey.. salam kenal juga, Hmm… mbaknya suka hiking juga ya??

    bahtera jaya said:
    Desember 7, 2012 pukul 11:44 pm

    mohon ijin disebarluaskan

      oedi responded:
      Februari 26, 2013 pukul 2:55 pm

      Okey silahkan.. tapi tolong disertakan sumbernya ya… Makasih..🙂

    wawan said:
    April 23, 2013 pukul 10:49 am

    aku pdgng syrn mlm hari,melihat kehidupan malam begitu bebas tampa merasa berdosa,tidak ada lagi rasa malu berbuat tidak senonoh dihadapan banyak orang,aku brtnya pd diriku apakah orangtuanya tidak tau/hanya diberi uang diam,tidak mau tau lagi kehidupan anak-anak seperti apa,yang penting dapat uang,aku istigfar

      oedi responded:
      Mei 23, 2013 pukul 8:04 am

      Ya itulah realitas yg terus saja bertambah parah dalam kehidupan kita saat ini, tidak hanya di kota2 besar, bahkan hingga ke desa-desa… tidak lagi di lakukan oleh orang dewasa, karena sudah sampai ke anak SMP dan SD… Sungguh miris, karena zina dan maksiat sudah di anggap hal yg biasa dan lumrah…lalu apa bedanya lg dengan binatang? Astagfirullah…
      Semoga saja kita dan keluarga kita bisa terhindar dari perilaku tercela tersebut..
      Okey… terimakasih atas kunjungan dan dukungannya… semoga bermanfaat..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s