Cinta dan Benci

Posted on

Seorang pria dan wanita duduk di taman kota saat musim semi tiba. Mereka duduk berdampingan, berdekatan antara bahu-bahunya, sambil menikmati indahnya bunga-bunga semerbak dan kolam bundar di tengahnya. Tak lama berselang sang pria berkata; “Aku mencintaimu. Kau baik, cantik dan memiliki kecerdasan”

Sang wanita membalas; “Aku pun mencintaimu. Kau adalah khayalan yang indah, cita-cita yang tercapai tangan dan tubuhku, dan kau pun laksana nada-nada syahdu dalam mimpiku”

Mendengar sambutan dari sang wanita, pria itu segera menatap tajam matanya. Saat itu wajahnya pun menampakkan amarah yang memuncak, lalu berkata; “Tinggalkanlah aku sekarang”

Terkejutlah sang wanita, lantas bertanya keheranan; “Kenapa begitu?”

“Engkau tidak benar-benar mencintaiku. Aku bukanlah khayalan yang indah, bukan pula cita-cita dan nada-nada syahdu dalam mimpimu. Tapi aku adalah pria yang mencintaimu dan kuingin engkau pun mencintaiku. Aku sungguh ingin engkau mau ku persunting dan menjadi ibu dari anak-anakku nanti” Jawab sang pria.

Mendapat jawaban itu, si wanita pun berkata meyakinkan; “Tapi aku benar-benar mencintaimu”

Sang pria pun membalas; “Rasa cintamu sungguh berarti bagiku, namun saat ini tidaklah cukup”

“Berarti engkau tidak mencintaiku?” Tambah sang wanita.

“Kini aku bahkan membencimu” Balas si pria dengan suara yang lantang.

Mendapatkan jawaban itu, sang wanita awalnya bingung. Ia hanya bisa terdiam namun menatap lembut ke arah wajah sang pria untuk mencari jawaban, hingga ia pun akhirnya tertunduk. Sesaat tak ada kata-kata yang keluar dari liang mulutnya, ia cuma bisa menekur diri. Namun setelah merasa cukup, ia pun berkata: “Sungguh, kebencianmu sangat berarti bagiku”

Kali ini sang pria baru mau membalasnya dengan senyuman; “Kini barulah engkau bisa mencintaiku, sebab tak ingin lagi mengubahku”

Yogyakarta, 25 Juli 2012
Mashudi Antoro (Oedi`)

6 thoughts on “Cinta dan Benci

    sikumbang said:
    Agustus 31, 2012 pukul 2:08 pm

    pesan moral yang indah…
    ” ego, apa adanya, dan prinsip, terkadang memiliki perbedaan yg terlalu tipis dengan” keras kepala…”
    🙂

      oedi responded:
      September 4, 2012 pukul 4:42 am

      Alhamdulillah… semoga tulisan ini tetap bermanfaat, terimakasih atas kunjungan dan dukungannya.. 🙂

    penuntut ilmu said:
    September 9, 2012 pukul 12:07 am

    bacanya mesti diulang dua kali, baru ngerti aku,,,
    hehehee

      oedi responded:
      September 9, 2012 pukul 10:36 am

      Oh ya? wah maaf deh kalau gitu… tapi ya emang harus gitu menuliskannya…
      Okey.. makasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. 🙂

    Milshe zhie zhie said:
    Oktober 18, 2012 pukul 11:34 am

    hmmm. . . ternyata pria kadang sring kali ngetest wanita dgn cara yg sulit di pahami. . . very good!!! like it

    duke said:
    Oktober 23, 2012 pukul 1:16 am

    ora ngerti gan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s