Surat Wasiat untuk Para Pemimpin Bangsa

Posted on Updated on

Amma ba`du!
Kepadamu wahai pemimpin bangsa, maka berpeganglah pada ketaqwaan kepada Allah SWT; Tuhan Yang Esa dan Berkuasa. Jangan menyekutukan-Nya dengan terus mengagungkan-Nya dalam kepatuhan dan ketundukan pada syariat-Nya. Peliharalah amanah yang telah diembankan kepadamu, dengan cara selalu mengingat tempatmu kembali; yaitu akherat. Dimana saat itu engkau akan menghadap kepada-Nya dengan beban tanggungjawab dan Dia pun meminta pertanggungjawabanmu dalam keadilan-Nya.

Berbuatlah sesuatu dengan cara mengamalkan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Sebab, dengan begitu engkau akan berada dalam pemeliharaan dan perlindungan Allah SWT. Engkau pun akan mendapatkan ampunan dan Dia akan menyelamatkanmu di Hari Penghakiman nanti. Karena sesungguhnya, Allah SWT telah berbuat baik kepadamu dengan berbagai rezeki, jabatan, kedudukan, usia, dan kesehatan. Sehingga wajibkanlah bagi dirimu untuk memberi kasih sayang kepada sesamamu.

Berbuat adillah dengan menegakkan hukum dan melaksanakan hak-hak orang lain, membela kehormatan dan kedudukan mereka, melindungi dan membuat tenteram kehidupan mereka, menciptakan keamanan, kesejahteraan dan kebahagiaan dalam diri mereka, serta menyemangati hati mereka untuk senantiasa bersyukur dan taat beribadah kepada-Nya. Sebab, jika itu tidak kau tunaikan, maka mereka semua dan Allah SWT akan menuntutmu, sedangkan engkau tidak akan bisa mengelaknya walau pun hanya sesaat.

Untuk itulah, hendaknya yang pertama engkau wajibkan pada dirimu adalah mendirikan shalat. Sebab, shalat itu adalah tiangnya agama. Tanpanya, semua yang ada akan mudah runtuh dalam waktu yang ditentukan. Lakukanlah ia dengan berjamaah dan sendirian, sebab ini adalah kefardhuan yang telah ditetapkan-Nya untukmu. Tambahkan pula ia dengan sunnah-sunnah pendukungnya; qiyamul lail, tadarus, puasa, zikir dan wirid kehadirat Ilahi. Lakukan semua hal itu dalam kebiasaanmu, karena ia akan mencegah kemungkaran dan menegakkan kebenaran. Sehingga dengan begitu, kau bisa mendapatkan kesempatan untuk memperoleh bimbingan dan arahan-Nya.

Hendaklah engkau menghadapkan kepada-Nya segala niat dan perbuatanmu. Anjurkan pula hal ini kepada siapapun yang ada disekitarmu dan semua bawahanmu. Jadikanlah ia sebagai kebiasaan kalian dalam merenda hari-hari dunia. Sebab, konsentrasi pemahaman, pemikiran, pendengaran dan penglihatan akan terfokuskan olehnya.

Selain itu, ikutilah hal demi hal yang dulu pernah Rasulullah Muhammad SAW contohkan. Yaitu menerapkan akhlak-akhlak mulia dalam setiap perbuatan. Dan apabila satu perkara datang kepadamu, maka jadikanlah Al-Qur`an dan Sunnah sebagai pedoman dasar. Bercerminlah pada keduanya, niscaya engkau akan memperoleh jawaban kebenaran. Dan bila seandainya masih belum mendapatkan solusi, maka memintalah hanya kepada Allah SWT. Tingkatkan ketaqwaanmu dengan beristikharahlah kepada-Nya, berpegang pada apa yang menjadi larangan dan perintah-Nya, serta mengikuti tradisi Rasulullah SAW (musyawarah). Insya Allah akan ada jalan keluarnya dalam waktumu.

Janganlah engkau mengabaikan keadilan dengan menyimpang dari kebenaran. Dalam masalah yang engkau sukai maupun engkau benci. Pangkalkan setiap urusanmu pada rasa malu kepada-Nya, merasa bahwa Dia senantiasa mengawasi setiap perbuatanmu. Karena semuanya nanti akan diperlihatkan-Nya di hadapanmu, lalu Dia pun akan menanyakannya kepadamu untuk kemudian memberikan pahala atau dosa; Syurga atau Neraka.

Utamakanlah Kitab Allah SWT dan pengamalnya, Sunnah Rasulullah SAW dan para pengikutnya, fiqh dan hukum-hukumnya, bahkan agama daripada aturan manusia. Karena semulia-mulia hal yang dipergunakan dalam urusan adalah syariat-Nya. Itupun harus didukung dengan senang mencari dan mengkajinya, mengamalkannya dengan istiqomah, dan semangat dalam mengetahui apa yang dapat mendekatkan diri kepada Tuhan.

Berpeganglah engkau pada sikap wustha (pertengahan) dalam semua hal. Karena sikap ini akan mengarahkanmu pada sikap yang lurus, benar dan penuh kebijaksanaan. Jangan bersikap teledor dalam pekerjaanmu, selesaikan urusan hari ini di hari ini juga dan tidak pula senang menunda-nunda dalam mencari akherat; pahala, amal kebajikan, memberi pertolongan, dan mencintai sesama, karena hanya dengan itulah kau akan berteman dengan para kekasih-Nya di kampung kemuliaan-Nya nanti; Syurga.

Pandanglah segala sesuatu dari sisi baik dan buruknya. Jika engkau pandang di dalamnya terdapat keselamatan, kebaikan serta bisa dilaksanakan dengan baik dan dipertahankan, maka lakukanlah. Namun bila sebaliknya, maka tinggalkanlah urusan itu. Janganlah engkau memutuskan berdasarkan apa yang engkau sukai saja, tetapi merujuklah kepada para ahli analisa dan hikmah. Pertimbangkan masukan mereka, agar engkau tidak salah dalam memutuskan perkara.

Buatlah skala prioritas dalam semua urusanmu. Dahulukan yang wajib kemudian disusul dengan yang sunnah. Jangan terbalik dan tidak pula berpaling dari hal yang penting ini, niscaya kau akan mendapatkan kebaikan di setiap harinya. Benar dalam memegang amanah pun menjadi kebiasaan, sedangkan ridha Ilahi akan menyertai kehidupan.

Samakanlah antara ucapan dan perbuatanmu. Baik bagi diri sendiri, orang lain dan terlebih kepada Allah SWT. Jangan berdusta dan tak pula mengabaikan hal ini, lantaran engkau akan menjadi orang munafik. Yang tentunya akan dibenci oleh siapa saja yang bisa membenci dan merugi untuk selamanya.

Jadilah engkau sosok pemimpin yang bisa berada di depan sebagai suri tauladan, berada di tengah untuk membaur atau sebagai pengayom dan berada di belakang sebagai pendorong semangat bagi rakyatmu. Lakukan itu terus menerus, niscaya engkau akan dicintai oleh mereka. Bahkan kalian pun akan tetap bersatu dalam mengatasi peliknya kehidupan ini, hingga datanglah kejayaan.

Berbaiksangkalah dan berimanlah yang benar kepada Allah SWT, niscaya rakyatmu akan lurus mengikutimu. Bersikap zuhudlah dalam kehidupan ini, karena masyarakatmu akan jujur menghormati dan menyanjungmu. Carilah perantara untuk bisa menuju-Nya, yaitu dengan tidak terlalu mencintai dunia ini. Cukuplah sekedarnya saja engkau larut dalam kesenangannya (itu pun hanya sebagai kendaraan),  dengan begitu akan kekallah kebahagiaan dan kenikmatan-Nya bagimu.

Jadikanlah dirimu cerdas dengan senantiasa membaca dan mengamati setiap peristiwa. Lakukan sendiri dengan terus menambahkan kemampuan bagi dirimu. Jangan terlalu berharap kepada orang lain jika sebenarnya engkau bisa melakukannya sendiri. Bertindaklah secara langsung dan jangan hanya menunggu laporan. Awasi bawahanmu dengan memperhatikan kesejahteraan rakyatmu. Urusi semua kebutuhan mereka, baik dunia maupun akherat. Karena hal itu lebih dapat menegakkan agama dan menghidupkan cinta.

Belajarlah dan pahamilah berbagai ilmu dan pengetahuan, sehingga engkau tidak memakan agamamu. Agar dirimu tidak tercabik-cabik kehinaan atau bersikap khianat terhadap amanah Allah SWT kepadamu di muka bumi ini (khalifah). Sebab, engkau tidak akan bisa memenuhi jasmani dan ruhani dengan kebaikan atau kebahagiaan, sebelum engkau mempelajari dan memahami agama dengan benar.

Perbanyaklah duduk bersama orang-orang shalih dan cendikiawan. Berdiskusilah dengan mereka tentang banyak urusan. Utamakan kemuliaan dan keluhuran pekerti, dengan menjadikan usulan terbaik – berdasarkan Al-Qur`an dan Sunnah – mereka sebagai hobimu. Niscaya kewibawaan dan kemampuanmu akan semakin bertambah dalam kebaikan.

Hindarilah sikap sombong, membanggakan diri dan tamak. Jangan pula suka berbohong, maksiat, foya-foya dan pamrih. Karena itulah yang membuat kejatuhan bangsamu. Hendaknya engkau gemar bermusyawarah dan menjadikan kebanggaanmu itu adalah kesabaran, kebaikan, kejujuran, kesederhanaan, saling tolong menolong, serta kasih sayang dan cinta kepada sesama mahluk-Nya. Dengan begitu niscaya anugerah Tuhan akan selalu bersama kalian dalam kemuliaan.

Bertahanlah dalam menjalankan perintah Allah SWT dan hindarilah sikap terburu-buru dan amarah. Jauhkan rasa bosan dan tidak puas diri, dengan menerima apa adanya kehidupan ini. Dan bila engkau berambisi, maka berhati-hatilah dengan sikap mengambil dan memberi. Sebab, biasanya orang yang berambisi cenderung mengambil ketimbang memberi. Sedangkan orang yang memiliki visi dan misi kedepan, akan senantiasa memberi dari hasil usaha yang benar dan penelitiannya.

Waspadalah selalu dalam segala hal. Rencanakan dengan matang segala urusan di dalam dan luar negerimu. Jangan pernah melupakan sejarah masa lalu. Pikirkan, renungkan dan petiklah pelajaran dari setiap kisah kehidupan ini. Jangan ulangi kesalahan yang pernah di lakukan oleh generasi terdahulu dengan terus memperbaiki kehidupanmu, rakyatmu dan negara tetanggamu.

Atur segala urusan kenegaraanmu dengan tertib dan terstruktur. Jangan pernah menunda pekerjaan hari ini demi hari esok. Jadikan satu pintu dan atap untuk mengatur keluar masuknya barang dan uang. Jangan terlalu banyak pintu dan atap, lantaran akan terjadi kesenjangan sosial dan ketimpangsiuran kebijakan. Sedangkan pendapatan yang didapatkan tidak akan maksimal, justru merugi dan bangkrut.

Pilihlah orang-orang yang bisa membantumu dengan berdasarkan kemampuan dan loyalitas mereka. Bahkan cari di antara mereka – baik sipil atau pun militer – pribadi yang memiliki semangat fanatisme yang sama denganmu. Dengan begitu, pekerjaanmu akan lancar dan bisa membangkitkan kejayaan bangsa dan peradabanmu dalam waktu yang relatif singkat.

Persiapkan dengan cermat segala macam penanggulangan bencana. Periksalah para korbannya, anak-anak yatim dan para janda, orang miskin, cacat dan kaum yang telantar. Bantulah mereka dengan memperbaiki kehidupannya dan memberi kenyamanan atas nama kasih sayang. Tanggunglah biaya mereka dan perbaiki kondisi mereka hingga terbebas dari derita bencana dan kemiskinan. Dengan begitu, semoga Allah SWT memberikan keselamatan dan angerah-Nya untuk kalian.

Kembangkan terus kemampuan dirimu dan rakyatmu, dengan terus membangun iman dan intelektual. Dirikan tempat ibadah dan pendidikan, perpustakaan dan laboratorium, rumah sakit dan panti asuhan, perumahan rakyat dan pasar, lapangan pekerjaan dan taman rekreasi, sarana transportasi umum, jalan, dan jembatan, sarana olahraga dan fasilitas budaya, serta jangan lupa menjaga kelestarian alam ini dengan memperhatikan kesehatan ekosistem dan lingkungan. Dengan begitu, kalian akan memasuki keseimbangan jasmani dan ruhani; kehidupan dunia dan akherat. Yang dengannya pula, maka ketahanan negaramu akan makin kokoh dan gemilangnya peradaban tidak hanya sekedar khayalan.

Kumpulkanlah kekayaan negerimu dengan adil, bijaksana dan tidak memberatkan rakyat. Fokuslah dalam menggali potensi alam, manusia, budaya dan karakter bangsamu. Seriuslah dalam mengurusi pekerjaan dan pendapatan mereka. Berbanggalah kalian sebagai satu bangsa yang besar dan tidak lagi berkecil hati dengan bangsa lain di dunia. Karena jika kalian mau berusaha dan percaya diri bahwa kalian bisa, maka sejarah kejayaan masa silam bangsamu akan terulang kembali.

Jangan mudah terkecoh dengan akal bulus dan kebaikan munafik dari bangsa lain. Jangan pernah takut akan ancaman dan bersikap kesatrialah engkau pada semua tantangan. Disiplinkan diri pada nilai-nilai kebenaran, meski terkadang pahit untuk dilaksanakan. Niscaya engkau dan bangsamu akan kokoh laksana gunung yang menjulang tinggi ke angkasa.

Jadilah engkau seorang pribadi yang tidak pernah takut mati saat berusaha menegakkan hukum Allah SWT. Tak usahlah risau mengenai kematianmu, walau harus terbunuh racun dan senjata. Tetaplah engkau dalam keimanan dan keinginan untuk bisa menemui Kekasihmu dengan sikap jihad itu. Niscaya engkau akan menjadi pribadi yang kuat, teguh pendirian, dan berjiwa kesatria. Sehingga jika gugur dalam mengemban amanah, kau akan beroleh Syurga. Sedangkan bila menang, kau akan meraih kejayaan sejak di dunia. Musuh-musuhmu akan tunduk dan tidak mungkin berani memandang rendah kekuatanmu. Dan bila kau benar-benar berpegang teguh pada kebenaran Tuhan, maka selamatlah kedua duniamu.

Jangan mencemooh sekecil apapun kekuatan orang lain, karena dengannya pun engkau akan terlena hingga tidak menyadari datangnya kekalahan diri. Berusahalah bangkit dan menguatkan bangsamu, dengan mandiri menciptakan kemampuan strategis, kreasi dan karya cipta. Engkau pasti bisa dan tentu bisa, karena Tuhan akan menyertai mereka yang mau berusaha dan berdoa.

Bersyukurlah kepada Allah SWT dan periksalah segala kekuatan bangsamu; tanah, air, udara, api, hutan, gunung, manusia, hewan, jin, dan tanaman. Jaga terus kualitas ketahanan pangan, papan, sandang, militer, pendidikan dan kesehatan. Karena engkau akan melihat kekuatan asli dari diri kalian sendiri. Kekuatan yang sejatinya telah diwariskan oleh nenek moyangmu dulu. Yang dengannya pula telah dipersiapkan untuk kembali memimpin dunia dalam kesejahteraan dan keadilan.

Tebarkan rasa cinta dan kasih sayang kepada segenap makhluk di bumi. Ajaklah mereka untuk bersama-sama mengembalikan kehidupan yang normal dan beradab. Tertata dan membawa kebahagiaan tidak hanya di dunia, melainkan juga untuk di akherat nanti. Namun, tidaklah bisa engkau memaksakan sesuatu hal kepadanya, selama mereka belum menyetujui dan tidak pernah memusuhimu.

Hendaklah setiap tindakanmu yang terbesar dan kesenanganmu yang utama adalah menegakkan hukum Allah SWT. Tidak tercampuri dengan sifat riya` dan kemunafikkan. Dengan begitu, kudoakan untukmu semoga Allah SWT memberikan pertolongan, taufik, petunjuk dan perlindungan-Nya bagimu.

Wahai para pemimpin bangsa. Demikianlah surat wasiatku ini. Bersungguh-sungguhlah dengan apa yang telah di tuliskan ini. Sebab, ia adalah cuplikan dari bimbingan Tuhan. Yang ketika engkau mau mengamalkannya, Insya Allah akan membawa keadilan dan kemakmuran. Sebaliknya, bila tidak kau indahkan, maka tunggulah bahwa kehancuran hidup dan siksa Allah SWT akan menghampirimu di dua dunia.

Wassalamu`alikum wr wb.

Yogyakarta, 06 Agustus 2012
Mashudi Antoro (Oedi`)

Nb:
Bertobatlah sebelum datang kematian!! Segeralah perbaiki diri dan persiapkan hatimu, karena tidak lama lagi bangsa ini akan hancur dan hanya meninggalkan sejarah. Atas kehendak-Nya, maka akan ada wilayah yang di tenggelamkan – lalu menjadi lautan – setelah terjadi bencana “lemah terbam” (tanah amblas, yang akan terjadi sejak usai shalat Subuh hingga menjelang adzan Magrib). Ini sebagai satu bentuk nyata dari kekuasaan Allah SWT dan hukuman bagi mereka yang kufur atas nikmat-Nya selama ini.

10 thoughts on “Surat Wasiat untuk Para Pemimpin Bangsa

    Rey Samudra said:
    Agustus 28, 2012 pukul 3:51 pm

    yup bener n indah sekali wasiat ini mas

      oedi responded:
      September 4, 2012 pukul 4:05 am

      Okey.. makasih ya dek untuk kunjungan dan dukungannya,, semoga tetap bermanfaat.. 🙂

    Andika21 said:
    Agustus 29, 2012 pukul 2:15 am

    subhanallah…. sebuah tulisan yang isinya merupakan tugas yang harus dimiliki oleh para pemimpin kita, semoga seorang pemimpin idaman seperti ini dapat kita temukan segera amin…
    Terimakasih mas linknya 🙂

      oedi responded:
      September 4, 2012 pukul 4:07 am

      Aamiin ya Rabb, semoga demikian.
      Sudah menjadi kewajiban kita bersama khususnya orang yang telah di amanahi jabatan untuk memimpin orang banyak untuk memegang amanah dan menciptakan keindahan kehidupan… karena kebahagiaanlah akibatnya nanti… 🙂
      Okey.. makasih ya Dik untuk kunjungan dan dukungannya, semoga tetap bermanfaat.. 🙂

    Beny Maulana said:
    Agustus 29, 2012 pukul 3:53 am

    terimakasih banyak mas linknya semoga semua orang membaca tulisan ini dan ini sangat layak dibaca oleh banyak orang..
    “(seperti sebuah perpisahan)”

      oedi responded:
      September 4, 2012 pukul 4:09 am

      Iya Ben sama2.. makasih juga untuk kunjungan dan dukungannya, semoga tetap bermanfaat.. 🙂
      Hmm.. ya namanya surat wasiat, makanya tidak salah bila dirimu mengatakan “seperti sebuah perpisahan”, karena ini memang utk sebuah perpisahan kok…

    Nuriya Sri Nuryati said:
    Agustus 29, 2012 pukul 6:01 pm

    subhanaalloh..sungguh suatu peringatan yg memang harus dan wajib di baca oleh para pemimpin kita……semoga para pemimpin kita lekas sadar dan bisa menjalankan amanat dari rakyat….
    matur nuwun untuk linknya ya mas…..di tunggu untuk tulisan berikutnya….
    cayooo !!!

      oedi responded:
      September 4, 2012 pukul 4:29 am

      Alhamdulillah…
      Pada dasarnya, surat wasiat ini tertuju kepada setiap insan, cuma saja dalam hal ini lebih khusus kepada para pemimpin bangsa, yang memang mereka telah diberikan amanah oleh rakyat dan tentunya Allah SWT. Tujuannya adalah untuk mengingatkan kembali siapa diri kita dan apa kewajiban kita kepada Allah SWT dan tentunya kepada sesama makhluk-Nya..
      Terimakasih juga atas kunjungan dan dukungannya, semoga tetap bermanfaat.. 🙂

    penang said:
    Desember 20, 2012 pukul 2:22 am

    tbaikkkkkk

      oedi responded:
      April 19, 2014 pukul 7:22 am

      Okey, terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s