Pakaian Kecantikan dan Keburukan

Suatu hari, datanglah kecantikan di tepian pantai. Ia duduk menyendiri dengan santai seraya menikmati suasana. Tak lama berselang datanglah keburukan, lalu menyapa kecantikan dengan lembut. Sesaat mereka pun telah duduk berdampingan dan memulai pembicaraan tentang berbagai hal. Lalu di saat yang bersamaan, mereka saling berkata: “Ayo kita berenang ke laut”

Satu persatu dari mereka lalu menanggalkan pakaiannya, hingga tak seorang pun terbalut selembar kain. Setelah itu, mereka berdua berenang. Cukup lama mereka menikmati dinginnya air dan deburan ombak, hingga akhirnya keburukan kembali ke tepi pantai lalu mengenakan pakaian kecantikan kemudian pergi.

Tak lama berselang, kecantikan pun menepi ke bibir pantai. Disana ia tidak menemukan pakaiannya tadi. Yang tertinggal hanyalah pakaian keburukan. Dan karena malu untuk telanjang, maka kecantikan pun memakai pakaian keburukan meski tidak cocok untuknya. Dan ternyata selamanya kecantikan memakai pakaian keburukan itu, sebab ia akhirnya merasa senang dan serasi.

Begitulah pribadi awam, hingga kini ia tidak mampu mengenali satu persatu tentang kecantikan dan keburukan. Bahkan meskipun ia telah mengenakan pakaian keburukan, tetap saja tidak mengenalinya. Hanya sedikit yang bisa mengenali keburukan, karena pakaian yang sedang ia kenakan di rasa kurang pas dan ia pun tidak mampu menyembunyikan wajah aslinya.

Pun, banyak lagi di antara kalangan awam yang tertipu oleh cantiknya pakaian keburukan. Dan karena terpesona akan indahnya – walau sebenarnya semu, maka mereka dengan senang hati mengenakan pakaian keburukan itu. Sedangkan pakaian kecantikan di rasa amat lusuh dan tidak menarik lagi. Sehingga kecantikan yang sejati hanya meninggalkan kenangan di masa lalu.

Sehingga ketika hari-hari terus berlalu dan waktu tinggal di dunia terbilang habis, maka seorang awam akan merasakan bahwa ia harus pergi. Melangkah dan meninggalkan kesenangan semunya selama ini. Kekaguman kelirunya selama ini. Bahkan ia pun harus merasa bahwa ia telah berada di tempat yang sesak dan gelap. Padahal yang demikian itu barulah permulaan dari hukuman-Nya.

Yogyakarta, 09 Juli 2012
Mashudi Antoro (Oedi`)

Iklan

6 thoughts on “Pakaian Kecantikan dan Keburukan

  1. tulisan yang bagus mas…. kebanyakan kita berlaku seperti itu, sudah lupa akan kecantikan dikarenakan keburukan yang selalu menyelimuti, tapi dibalik itu masih tersimpan kebaikan yang harus di keluarkan dengan cara istiqomah 🙂

    makasi mas ditunggu tulisan berikutnya 🙂

    1. Subhanallah.. makasih juga Dik untuk kunjungan dan dukungannya, semoga tetap bermanfaat.. 🙂
      Yup, kebaikan itu harus dikeluarkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, jangan malu2 karena akan membawa keuntungan..

  2. Yupz bener banget tu mas goresan di atas…..tak jauh” liat pada orang…itu berlaku pada diriq sendiri..tapi alkhamdulillah sedikit demi sedikit aq mulai menyadarinya dan berusaha tuk perbaikinya….insyaalloh dan ternyata ingin menjadi yg baik itu banyak sekali rintangan dan goda`annya….tapi insyaalloh dg niat baik dan kegigihan aq yakin akan mampu melaluinya….karena Alloh bersamaq….semoga Alloh mendengarkan dan mengabulkan setiap do`a”q….apapun yg akan terjadi aq akan berusaha untuk ikhlas menerima segala takdir dari-NYA……terima kasih ya mas….di tunggu tulisan berikutnya…peace ^_^

    1. Subhanallah.. syukurlah bila demikian, semoga tulisan ini tetap memberikan manfaat.. 🙂
      Yup, sulitnya melakoni kebaikan itu akan sebanding dengan hasil yang akan di dapatkan, terlebih di akherat nanti, jadi gak usah mengeluh dan heran bila perjuangan yang harus dilakukan akan berat dan menguras kemampuan yanga ada… Allah SWT akan senantiasa bersama hamba-Nya yang setia mengikuti aturan dan larangan-Nya.
      Okey.. terimakasih atas kunjungan dan dukungannya… saya doakan mbak Nuriya selalu sabar, tegar, mampu dan berhasil dalam kehidupan ini, menuju kebaikan di akherat kelak… 🙂

  3. amien….ya robb…terima kasih juga untuk do`anya mas oedi..insyaalloh akan selalu bersabar dan istiqomah dlm segala hal…demi mengharap ridho dan kemuliaan akherat NYA…insyaalloh….bagi mas oedi semoga tetap bisa terus eksis dg tulisan”nya …..cayoo ^_^

    1. Iya mbak sama2 deh.. makasih juga atas dukungan dan doanya… semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan, kesehatan dan hidayah untuk selalu berkarya dalam kebaikan.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s