Surat Cinta untuk Kekasihku IV

Posted on Updated on

Assalamu`alaikum wr wb.
Dalam kesempatan dimana diriku berada di genggaman tangan-Nya, maka ku kirimkan salam rindu padamu. Salam kemesraan cinta yang menembus batas ruang dan waktu. Salam sejahtera yang menjelma seindah fajar yang menyinsing di puncak Mahameru dan selembut sapaan embun dikala pagi di Ranu Kumbolo.

Kekasihku.
Sebagaimana biasa dan takkan pernah ada bosannya untukku menanyakan keadaanmu kini? Semoga engkau terus dalam lindungan dan petunjuk kasih-Nya. Dan apa yang kau lakukan dalam detik-detik waktumu adalah tetap dalam kebaikan dan kebenaran. Yang memang menjadi kebiasaanmu selama ini.

Kekasihku.
Tiadalah pernah aku untuk tidak memikirkanmu, karena pribadimu telah mengikat perasaanku. Cantikmu yang memancar dalam sikap santun penuh keimanan, terus mengawal harapanku untuk segera bersanding denganmu. Yang dengannya pula, kita akan berjuang bersama demi kehidupan yang cemerlang.

Kekasihku sayang.
Meski raga kita terpisah oleh jarak dan waktu, namun yakinlah bahwa hatiku tetap dekat denganmu. Tak perlulah kau meragui akan cintaku, karena sepenuhnya telah kuserahkan padamu. Sebuah cinta yang tak pernah terbagikan kepada seorang pun, kecuali hanya untukmu yang tercantik.

Kekasihku.
Jujur ku katakan bahwa ketika menuliskan surat ini, maka disaat yang bersamaan aku merasakan rindu yang telah sampai pada puncaknya. Aku sungguh merindukanmu, merindukan untuk bisa berada di sisimu lagi dan menatap indah wajahmu. Senyuman manis yang kerap memancar dari bibir manismu pun tak luput dari kerinduan itu. Sehingga yang kuingin adalah segera bertemu denganmu.

Wahai kekasihku.
Keshalihanmu menurunkan embun cinta di hatiku. Tiap gerak-gerik tingkahmu mengalunkan kesyahduan pribadi yang anggun. Menyederhanakan kerumitan yang menjadi kebiasaan dalam hidupku. Lalu menopangkan semangat dalam mencapai yang menjadi keinginan.

O..kekasihku.
Aku sungguh ingin cepat bisa hadir disisimu lagi. Mengarungi hidup yang tidak sendirian lagi. Mencontohkan kepada khalayak ramai tentang arti cinta yang sesungguhnya. Karena sepengetahuanku, bahwa cinta yang suci itu telah memudar di hati orang-orang. Mereka bahkan menggantikannya hanya dengan nafsu dan kebohongan.

Ya kekasihku.
Kini aku pun benar-benar khawatir dengan kondisi manusia. Keindahan cinta sejati telah sering mereka abaikan dan terus di gantikan dengan kedunguan yang tinggi. Mereka kerap melanggar hak asasi manusia, terbukti dengan merendahkan derajatnya yang mulia. Contohnya saja mereka berlaku layaknya binatang yang tanpa akal dan hati (sex bebas, korupsi, dll). Sehingga kondisi yang ada di lingkungan sosial masyarakat pun kian terpuruk dan menuju kehancuran.

Tapi kekasihku.
Meski demikian, aku tetap menaruh harapan bahwa kondisi “titik nadir” rusaknya akhlak saat ini cepat berakhir dan digantikan dengan tertatanya kehidupan yang lebih baik dalam keimanan. Biar pun harus dilalui dengan kehancuran peradaban, hancur yang belum pernah terjadi sebelumnya, maka keyakinanku tetap akan ada kebangkitan. Yang dengannya pula akan mengembalikan kejayaan Islam untuk yang kedua kalinya.

Wahai kekasihku.
Sungguh aku tak mencemaskan dirimu, karena ku tahu kau tetaplah sosok anggun yang shalih. Yang senantiasa membius jiwaku untuk tetap tenang di tempatnya. Walau pun pengaruh liar kemaksiatan merajalela di sekitar tempat tinggalmu, ku yakin kau akan mudah menghadapinya. Sebagaimana yang ku ketahui darimu selama ini.

Duhai kekasihku.
Terimakasih atas kesediaanmu dalam menantikan pertemuan kita. Ku layangkan rasa cinta di hati ini untuk menunjukkan bahwa kau tak perlu cemas akan perasaanku. Sebab, sebelumnya telah kuserahkan hanya kepadamu saja. Dan meski di dalamnya ada kesedihan – lantaran kita belum bertemu – namun itu tidak sedikitpun merubah cintaku padamu. Justru makin bertambah besar dengan berjalannya waktu.

Baiklah kekasihku sayang.
Rasanya cukup apa yang harus ku tuliskan untukmu kali ini. Meski sebenarnya tak ingin diriku menyudahinya, namun diriku tetap puas atas terjaganya rasa cintamu padaku. Terlebih dengan kesetiaanmu dalam menantikanku, maka itu terus memberikan semangat di setiap hariku. Dan selalu berharap agar kita segera di pertemukan oleh-Nya dalam waktu dekat.

Salam hormat dan cinta dari seorang yang selalu mengagumi dan menunggumu.

Yogyakarta, 18 Juni 2012
Mashudi Antoro (Oedi`)

* Baca juga; “Surat cinta untuk kekasihku, Surat cinta untuk kekasihku II, Surat cinta untuk kekasihku III, dan Surat cinta untuk kekasihku V

21 thoughts on “Surat Cinta untuk Kekasihku IV

    Andika21 said:
    Juni 18, 2012 pukul 4:14 am

    wah dah nyampe IV surat cinta untuk kekasih, ditungu surat cinta untuk kekasihku selanjutnya 🙂

    semoga kondisi titik nadir akhlak ini cepat selesai dan tergantikan dengan kebangkitan yang baru
    amin….

    makasi mas linknya 🙂

      oedi responded:
      Juni 18, 2012 pukul 4:38 am

      Siaap.. di tunggu aja, semoga tetap bisa menulis… 🙂
      Iya Dik, semoga “titik nadir” cepat berakhir dan tergantikan dg kebangkitan iman… cos sudah jenuh dg kondisi yg seperti sekarang ini terjadi dimana-mana..
      Wokey.. makasih ya atas kunjungan dan dukungannya, semoga tetap bermanfaat.. 🙂

    Surat Cinta untuk Kekasihku « Perjalanan Cinta said:
    Juni 18, 2012 pukul 4:51 am

    […] Baca juga setelahnya; “Surat cinta untuk kekasihku II, Surat cinta untuk kekasihku III, Surat cinta untuk kekasihku IV“ Like this:SukaBe the first to like this. […]

    Rizki Yuliandari said:
    Juni 18, 2012 pukul 6:14 am

    So sweet…….,,,,,, syg surat cinta yg pernah ada ga di akui ^_^

      oedi responded:
      Juni 18, 2012 pukul 6:18 am

      Wokey.. makasih ya Ki untuk kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. 🙂
      Hmm… kok mengingat masa lalu gitu… gak ada yg percuma kok.. jadikan aja sebagai kenangan yang tetap indah di dalam hati… Okey..

    Surat Cinta untuk Kekasihku II « Perjalanan Cinta said:
    Juni 18, 2012 pukul 6:45 am

    […] Baca juga; “Surat cinta untuk kekasihku, Surat cinta untuk kekasihku III dan Surat cinta untuk kekasihku IV“ Like this:SukaBe the first to like this. […]

    Surat Cinta untuk Kekasihku III « Perjalanan Cinta said:
    Juni 18, 2012 pukul 6:49 am

    […] juga surat lainnya: “Surat cinta untuk kekasihku I, Surat cinta untuk kekasihku II, dan Surat cinta untuk kekasihku IV“ Like this:SukaBe the first to like this. […]

    Nuriya Sri Nuryatin said:
    Juni 18, 2012 pukul 6:49 am

    mas makasih tuk surat cintanya ya…q tunggu surat cinta selanjutanya,,,,,karena dg membaca surat cinta yg mas tulis sangat menyejukkan hati dalam kesunyian dan kesepianq di sini,,,,semoga hari” q lebih bermakna dgn membaca buah karya yang telah mas tuliskan…..amin ya robbal`alamin,,,,q tunggu karya” selanjutnya mas oedi ^_^ salam sukses selalu dan terus berkarya,,,,,,,

      oedi responded:
      Juni 18, 2012 pukul 7:00 am

      Iya sama2.. makasih juga atas kunjungan dan dukungannya, semoga tetap mendatangkan manfaat.. 🙂
      Subhanallah.. syukurlah bila tulisan ini bisa membantu dan menemani mbaknya.. saya doakan tetap semangat dan sehat wal afiat..
      Okey.. silahkan di tunggu ya, semoga saya masih tetap lancar dalam menuangkan ide pada tulisan di blog ini… 🙂

    beny said:
    Juni 18, 2012 pukul 9:59 am

    sungguh cinta yang benar2 terpuji banyak pesan yang d sampaikan,,… memang benar adanya sekarang sangat sulit menemukan cinta yang tulus dan suci..terima kasih mas atas tulisan nya…. banyak pelajaran yang ku dapat tentang cinta yang terpuji 😀 semoga cepat di pertemukan mas…heheee 😀

      oedi responded:
      Juni 18, 2012 pukul 12:44 pm

      Iya Ben sama2lah.. makasih juga atas kunjungan dan dukungnnya, semoga tetap bermanfaat.. 🙂
      Yup, sekarang emang sulit menemukan cinta yang tulus suci, karena sudah jarang pula yang mempedulikannya dan menggantikannya dengan nafsu semata… yang sebenarnya bukanlah mencintai, tetapi justru menzalimi pasangan…
      Aamiin ya Rabb, semoga saja demikian Ben, karena dengan pertemuan itu, maka akan makin banyak pekerjaan penuh cinta yang dirasakan dan di tebarkan.. 🙂

    rm ismunandar C said:
    Juni 19, 2012 pukul 8:53 am

    bagus puisinya. mendayu-dayu dfan menghanyutkan. sayang , kita sama-sama lelaki.

      oedi responded:
      Juni 19, 2012 pukul 3:18 pm

      Subhanallah.. syukurlah kalau senang… makasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. 🙂
      Hehe.. sesama lelaki jangan saling ganggu… 😀

    Nuriya Sri Nuryati said:
    Juni 25, 2012 pukul 7:30 pm

    tentu mas oedi….karya2mu selalu bisa menemaniq dan menjadi penyemangatq disini…..keterbatasan gerak,ruang dan waktuq yang menyebabkanq harus benar2 ekstra sabar dan tabah menjalani semuanya…..trim`s mas oedi q tunggu karya2mu berikutnya.
    salam santun erat silaturohmi ^_^

      oedi responded:
      Juni 26, 2012 pukul 2:15 am

      Subhanallah.. syukurlah kalau begitu, semoga ia bisa memberikan manfaat dan penyemangat hidup… 🙂
      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, salam santu dan ukhuwah Islamiyah kembali untukmu disana… tetaplah sabar dan pertahankan kebenaran yang selama ini ada di dalam hatimu… 🙂

    Surat Cinta untuk Kekasihku V « Perjalanan Cinta said:
    Juli 11, 2012 pukul 6:08 pm

    […] “Surat cinta untuk kekasihku, Surat cinta untuk kekasihku II, Surat cinta untuk kekasihku III dan Surat cinta untuk kekasihku IV“ Like this:SukaBe the first to like this. […]

    Uswatun Toiyibah said:
    September 6, 2012 pukul 9:06 am

    buat terharu… jarang ada pria yg bisa nulis gini..

      oedi responded:
      September 6, 2012 pukul 1:19 pm

      Subhanallah…
      Siapa aja bisa kok, bahkan lebih bagus dari surat ini, asalkan ada cinta yang suci dan tulus di dalam hati.. insya Allah bisa kok.. 🙂
      Okey.. Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat… 🙂

    Uswatun Toiyibah said:
    September 6, 2012 pukul 9:07 am

    permisi kak oedi.. boleh ya minta poto surat cinta itu, poto yg ada sendoknya.. terima kasih sebelumnya..

      oedi responded:
      September 6, 2012 pukul 1:20 pm

      Monggo mbaknya… silahkan saja, semoga fotonya bisa bermanfaat.. 🙂

    Bhre Pramudya said:
    Januari 2, 2013 pukul 5:24 pm

    pak ijin copy surat cinta bapak boleh kah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s