Penemuan Species Baru (th 2011-2012) : Bukti Kekayaan Nusantara

Saudaraku sekalian. Kali ini saya akan mengajak Anda untuk lebih jauh mengulik tentang kekayaan flora dan fauna yang ada di bumi Nusantara ini. Meski ini merupakan hasil penemuan yang sangat sedikit dari yang sebenarnya, namun setidaknya bisa memberikan gambaran yang lebih jelas akan anugerah Tuhan yang sangat berlimpah bagi kita.

Dari sekian banyak spesies yang telah ditemukan, berikut ini sebagian penemuan yang bisa dikatakan paling menarik. Diantaranya:

1. Katak bertaring
Inilah monster yang ditemukan pada tahun 2011. Bukan hanya satu, melainkan 13 spesies. Beberapa ilmuwan asal Indonesia seperti M Iqbal Setiadi, Jatna Supriatna dari Universitas Indonesia, dan ilmuwan lainnya terlibat dalam penelitian yang dipublikasikan di American Society of Naturalist pada 18 Juli 2011.

Sejumlah 13 spesies katak bertaring masuk dalam genus Limnocetes. Ciri katak ini adalah memiliki tonjolan serupa taring di rahang bagian bawah. Ada satu spesies yang memiliki kaki berselaput tebal seperti kaki bebek untuk beradaptasi dengan derasnya arus sungai. Ada juga katak yang melakukan fertilisasi internal atau pembuahan dalam tubuh serta memelihara anakannya. Cara ini langka karena umumnya katak melakukan fertilisasi eksternal dan tidak memelihara anakan.

2. Monster Garuda
Spesies ini tentu saja bukan monster yang sebenarnya. Dia sejatinya adalah Tawon spesies baru yang ditemukan di Mekongga, Sulawesi. Nama ilmiah untuk spesies ini belum ditetapkan, tetapi memakai nama “Garuda” karena berasal dari Indonesia.


Tawon spesies ini dijuluki monster karena penampakannya yang menyeramkan, memiliki mandibula (rahang bawah) bak ninja, dan rahang yang lebih besar dari kaki depannya. Sejumlah peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terlibat dalam penemuan spesies ini.

3. Kelelawar Sulawesi
Jenis kelelawar yang ditemukan di Sulawesi ini adalah Thoopterus suhaeniahi. Pakar kelelawar dari LIPI, Ibnu Maryanto, adalah penemunya. Kelelawar tersebut berperan dalam penyerbukan kayu besi. Spesies kelelawar ini adalah salah satu wujud kekayaan jenis kelelawar di Indonesia. Sebanyak 225 jenis kelelawar saat ini eksis di Nusantara, atau 11% dari total kelelawar yang ada di dunia.

4. Ikan penipu
Laut Indonesia maha kaya. Sampai-sampai, ada spesies ikan penipu yang ditemukan di Laut Sulawesi. Ikan penipu ini sungguh hebat sehingga bisa mengelabuhi gurita “master penipu”. Penipu di sini perlu diklarifikasi dulu. Penipu berkaitan dengan kemampuan komuflase hewan laut. Beberapa hewan laut punya kemampuan berakting layaknya spesies lain sehingga terhindar dari predator.

Ikan penipu tersebut ditemukan oleh penyelam Godehard Kopp ketika sedang menyelam di Selat Lembeh, Sulawesi Utara. Ikan penipu tersebut diperkirakan merupakan black-marble jawfish (Stalix cf. histrio). Kopp merekam perilaku ikan penipu tersebut. Dalam rekamannya, ikan penipu itu sedang berada di dekat Gurita Penyamar (Thaumoctopus mimicus), salah satu master komunflase alias penipu spesies lain. Ikan penipu tampak mengikuti ke mana pun gurita pergi. Ikan itu bahkan tampak bagai tentakel gurita penyamar (lihat tanda panah merah pada foto di atas). Ia bergerak mengikuti ke mana pun sang gurita penyamar pergi. Alhasil, ikan penipu itu sukses mengelabuhi gurita penyamar yang tak menyadari bahwa di dekatnya ada spesies berbeda yang mungkin saja bisa dijadikan mangsa.

Hasil rekaman tersebut dikirimkan ke Luiz Rocha dan Rich Ross, biolog dari California Academy of Sciences. Lalu hasil analisisnya dipublikasikan di jurnal Coral Reefs. Rocha dan Ross terkejut dengan penemuan ini. Seperti dikutip National Geographic, Kamis (5/1/2012), Rocha mengatakan, “Kita tidak pernah melihat yang seperti itu sebelumnya.”

5. Ikan pelangi dari Raja Ampat
Spesies ikan pelangi yang cantik ditemukan di wilayah eksotis Raja Ampat, bagaikan peri atau bidadari dari surga. Nama spesies ikan pelangi yang ditemukan adalah Melanotaenia salawati. Penemuannya dipublikasikan di International Journal of Ichtyology Cybium. Ilmuwan asal Indonesia, Kadarusman Loba, adalah salah satu yang terlibat dalam penemuan ini.


Ikan Pelangi Salawati ditemukan di Sungai Doktor, bagian barat Pulau Salawati, sekitar 64 km dari Sorong. Spesies ini memiliki tubuh berbalut warna ungu serta tutup insang yang berwarna emas dengan noktah hijau. Bagian perutnya berwarna violet dengan noktah biru. Ikan Pelangi Salawati adalah spesies ikan pelangi ke-19 yang ditemukan di wilayah Kepala Burung Papua.

Papua, yang sering disebut juga pulau cendrawasih tak henti-hentinya membuat para ilmuan penasaran, mereka mengatakan inilah salah satu tempat dimuka bumi paling misterius yang menyimpan banyak spesies unik dan mengagumkan yang belum ditemukan. Dalam kurun waktu 10 tahun saja mereka menemukan lebih dari puluhan spesies baru di pulau yang dibagi menjadi dua negara itu.

6. Striking damselfish
Adalah salah satu dari 1.060 spesies baru yang ditemukan pada atau dekat pulau New Guinea (lihat peta) antara tahun 1998 dan 2008, menurut sebuah laporan baru. Pulau tropis terbesar bumi terbagi antara Indonesia di barat dan Papua Nugini di timur.

7. Giant Bent-Toed Gecko
Beberapa spesies reptilia 43 baru ditemukan di papua nugini selama sepuluh tahun periode laporan, termasuk ini Giant Bent-Toed Gecko, ditemukan tahun 2001 di Indonesia.


8. Kadal biru kehijauan
Ditemukan di pulau Batanta, dari Semenanjung Papua, pada tahun 2001. Menjangkau sampai dengan 3,3 meter (meter) panjangnya, spesies ini salah satu penemuan paling spektakuler reptil di mana saja,” menurut WWF.


9. Kuskus bermata biru
Blue-Eyed Spotted Cuscus adalah possum kecil yang ditemukan pada tahun 2004 di Indonesia Nugini. Secara keseluruhan, pulau keragaman tertinggi pohon-tinggal marsupial di dunia, dengan 38 spesies yang luar biasa.


10. Snub-Fin Dolphin
Para ilmuwan membuat penemuan yang tak terduga di selatan perairan Papua nugini pada tahun 2005: spesies baru lumba-lumba yang disebut Snub-Fin Dolphin.


11. Wattled Smoky Honeyeater
Ditemukan pada tahun 2005 selama ekspedisi Conservation International ke berselimut kabut dari pegunungan Foja Propinsi Papua di Indonesia.


12. “Magnificent” Orchid
“Magnificent” Orchid Dendrobium limpidum secara resmi bernama pada tahun 2003. Kemudian di temukan kembali di tahun 2011. Meskipun pengakuan terakhir, bunga dan kekayaan alam lainnya di New Guinea akan segera menghilang. Antara 1972 dan 2002, sekitar 24 persen dari hutan hujan Papua New Guinea telah dibersihkan atau terdegradasi oleh penebangan atau pertanian subsisten, menurut laporan WWF.

13. Anggrek Frankieana
Anggrek yang bernama latin Vanda frankieana ini ditemukan oleh ilmuwan LIPI, Destario Metusala, yang bekerja sama dengan pakar anggrek Singapura, P O’Byrne. Penemuan spesies ini dipublikasikan di Malesian Orchid Journal volume 9 tahun 2012 nanti. Vanda frankieana tumbuh alami di Kalimantan. Spesies ini memiliki 1-5 kuntum bunga yang cukup besar, kaku, dan mengilat seperti berlilin dengan lebar 3,8-4,4 cm dan tinggi 3,6-4,2 cm. Sosok tanaman dapat mencapai tinggi 50 cm. Jenis anggrek ini berbunga pada bulan November, Desember, Februari, dan Maret. Warna bunganya kuning cerah dengan totol merah marun. Usaha mendeskripsikan anggrek ini sebagai spesies baru sudah dilakukan sejak 140 tahun lalu.

14. Fleshy-Flowered Orchid
Adalah salah satu dari delapan spesies anggrek baru yang ditemukan di wilayah Kikori Nugini selama survei selama satu dekade.

*****

Jadi, mengetahui akan hasil penemuan di atas – meski sangat banyak lagi yang lain di luar sana -, maka sudah cukup membuktikan bahwa memanglah tanah air kita ini tiada tandingannya di dunia. Banyak spesies flora dan fauna yang hanya di temukan di Nusantara. Dan bila seandainya dibentuk sebuah lembaga khusus; dengan alokasi anggaran khusu; dan fasilitas khusus, yang tugasnya hanya mencari, meneliti dan melestarikan semua kehidupan flora dan fauna di Nusantara ini, maka bisa dipastikan akan membuat siapa pun menjadi semakin terkagum akan kekayaannya.

Namun, sebagaimana yang kita ketahui bersama, bahwa itu semua hanyalah sebatas cita-cita yang belum tercapai. Pemerintah dalam hal ini, tidak pernah serius memikirkannya apalagi memasukkannya ke dalam proker utama dalam RAPBN, karena sibuk dengan urusan politik dan koalisi partai, yang ujung-ujungnya hanya “bagi-bagi” uang miliki rakyat. Sehingga yang lebih peduli, banyak berekspedisi, meneliti dan menemukan spesies baru adalah pihak asing. Padahal bila bangsa ini mau serius mewujudkannya, maka bisa dipastikan akan mendatangkan keuntungan di berbagai bidang, seperti: ekonomi, pendidikan, sains dan teknologi, medis dan bahkan politik. Sungguh sangat di sayangkan.

Yogyakarta, 09 April 2012
Mashudi Antoro (Oedi`)

Referensi:
* http://aksesdunia.com/2012/5-spesies-baru-yang-ditemukan-di-indonesia/#ixzz1rWbNcVkB
aksesdunia.com
* http://aksesdunia.com/2011/9-spesies-hewan-baru-ditemukan-di-bumi-papua/#ixzz1rWcfg9QN
aksesdunia.com
* http://aksesdunia.com/2012/ikan-penipu-yang-ditemukan-di-perairan-indonesia/#ixzz1rWriTaPL
aksesdunia.com

Iklan

13 thoughts on “Penemuan Species Baru (th 2011-2012) : Bukti Kekayaan Nusantara

  1. wah alhamdulillah telah ditemukan spesies baru di nusantara ini, baru dari sisi flora dan fauna banyak sekali yang harus dipelajari dan diteliti. sungguh nusantara ini kaya dengan beraneka ragam flora dan fauna bukan hanya itu suka bangsa dan budaya yg beranekar ragam. kita harus berbesar hati dalam hal ini 🙂

    makasi mas linknya….

    1. Yup.. benar sekali Dik, tidak ada alasannya untuk kita tidak bangga dan bersyukur atas limpahan karunia Tuhan ini, caranya ya dengan tetap menjaga dan mengelolanya dengan penuh kebijaksanaan.. demi terwujudnya kesejahteraan bersama…
      Okey.. makasih karena masih sering berkunjung di blog ini, semoga tetap bermanfaat.. 🙂

  2. Subhanallah alangkah besarnya kekuasaan Allah..tp sayang kekakayan yg udah di kasih ke bangsa ini di sia-siakan oleh pemerintah..entah kapan pemerintahan ini bisa sadar bahwa alangkah kayanya negri ini. terimakasih mas infonya 🙂

    1. Ya begitulah kondisi Indonesia di 66 tahun belakang ini, cuma sebagai penonton dan tamu di negeri sendiri.. yang hasilnya adalah kesengsaraan rakyat dan kemunduran peradaban… Semoga ini cepat berakhir dan digantikan dengan sesuatu yang baru di masa depan, sebuah peradaban yang menjulang seperti kejayaan Nusantara di masa lalu, meski Indonesia nanti hanya akan tinggal kenangan sejarah… 🙂
      Okey Ben, terimakasih karena masih sering berkunjung di blog ini, semoga tetap bermanfaat.. 🙂

  3. yah di jagad raya ini memang luar biasa. Ada jutaan spesies yang masih eksis sebagai hasil evolusi jutaan tahun lalu. Saya turut bergembira dengan penemuan dan kerja keras para ahli dalam melakukan penelitian, pengkajian dan penyeldikan. Semoga pada suatu saat nanti Indonesia bisa menjadi mercu suar dunia.

    1. Hmm… maaf sebelumnya, sebagai orang yang beragama dan mempercayai tentang keberadaan Tuhan, saya tidak mendukung teori evolusi, karena bagi saya itu tidak terjadi, yang terjadi adalah proses penciptaan yang memang telah dikehendaki oleh Tuhan dan telah di atur dengan sedemikian rupa oleh-Nya. Silahkan Anda baca artikel saya berikut ini: https://oediku.wordpress.com/2010/06/01/keajaiban-al-quran-dan-pembenarannya-secara-ilmiah/#more-2065
      Untuk masalah kebangkitan, maka saya menyakini bahwa Nusantara ini akan kembali bangkit sebagaimana dia di masa lalunya, yang pernah menjadi mercusuar dan pusat peradaban dunia (baca ini: https://oediku.wordpress.com/2011/11/15/bukti-nusantara-pusat-peradaban-dunia/#more-4329 dan https://oediku.wordpress.com/2011/11/10/nusantara-pusat-peradaban-dunia/#more-4307 atau https://oediku.wordpress.com/2011/12/15/kerajaan-sunda-hartharanus-benarkah-ini-atlantis/#more-4500). Jadi sekarang tinggal menunggu waktunya dan kita pun harus mempersiapakn diri, terutama akhal dan budi pekerti.
      Okey, terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat… 🙂

  4. bagus mas oedi atas berita nya dalam menggali kekayaan nusantara ini aku terus dukung mas oedi semoga ada yang baru lagi untuk di pelajari. kalau bisa mas oedi cek blog pribadi aku ini ,kira2 blog saya ada lumayan juga gak? trima kasih.

    1. Subhanallah.. syukurlah kalau gitu mas Pandawa, seneng bila tulisan ini bisa bermanfaat… 🙂
      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga saya tetap bisa mendapatkan ilmu dan informasi yang di butuhkan untuk bisa saling berbagi di blog ini.. silahkah di tunggu aja tulisan berikutnya… 🙂
      Okey.. nanti saya akan berkunjung ke blog masnya..

  5. umat islam tidak akan pernah menikmati berbagai macam kekayaan alam, flora dan fauna nya sampai tegakny sistem islam kembali, yaitu sistem khilafah yg telah terbukti slama 1400thn menjadi perisai bg umat..maaf ikut nimbrung d sini..trimakasih..ayo buka wawasan kita ttg sistem syariah dan khilafah..

  6. subhanallah..infonya sangat bermanfaat..tnyata Allah menyediakan sumber daya alam blimpah, berikut kekayaan flora dan faunany..jazakallah khoir ya :-)..ayo dukung kembali nya kebangkitan Islam, melalui penegakkan sistem Khilafah..

    1. Alhamdulillah… syukurlah jika senang dengan informasi ini, semoga bermanfaat.. 🙂
      Mari… kembalikan jati diri kita yang sebenarnya, dan bersemangatlah dalam menyonsong kejayaan peradaban manusia…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s