Cahaya Hatimu

Wahai kekasihku. Cahaya hati adalah bagian dari Cahaya-Nya. Di dalamnya terdapat gunung-gunung yang indah dan samudra cinta yang luas. Sehingga menjadi satu keindahan bagi yang sudi mendapatkannya. Sebab, ia akan senantiasa berada di dalam suasana yang membahagiakan dan terus larut dalam mahligai kesenangan hakiki.

Namun, alangkah kerasnya hatimu. Amanah pun telah hilang dari jiwamu, saat kau terus hanyut dalam kesenangan badani dan mencintai urusan duniawi secara berlebihan tanpa batas. Engkau terus saja melepaskan rahmat yang telah Tuhan beri dalam kepemilikanmu. Yang jelas membuatmu sebagai pengkhianat, karena telah meningalkan rasa syukur. Terlebih saat kau melakukan kedurhakaan kepada-Nya dalam pola hidup yang penuh dengan kemaksiatan.

Ya. Kekacauan pikiranlah yang membuatmu jadi seperti itu. Mata hati yang seharusnya dipergunakan untuk melihat kebenaran, sengaja di selubungi nafsu syahwat. Engkau sebenarnya layak menjadi seorang yang mulia, tapi lantaran gandrung dengan kesenangan sesaat duniawi, engkau pun menjadi sederajat dengan binatang liar. Terus menghinakan diri di hadapan Kekasih Yang Agung, dengan tetap mempertahankan perselingkuhan.

O.. Akuilah kesalahanmu itu, karena diriku melihat saat kau menangis dihadapan kesedihan tapi masih menghina Dia di lain waktu. Engkau bertekad memperbaiki diri dan ingin menjadi hamba yang shaleh di satu waktu, sedangkan di saat yang berbeda kau masih gemar dalam menjauhi tuntunan dari kekasih-Nya (Muhammad SAW).

Lalu, bagaimana ini? Siapa sebenarnya dirimu hai manusia? Padahal kedudukanmu bukan terletak pada banyaknya harta dan tingginya jabatan. Atau kebersahajaan pakaian dan sederhananya kehidupan. Melainkan berapa besarnya kezuhudan di dalam hatimu. Sedangkan cinta yang sejati adalah sesuatu yang terus menguasai akal, pikiran dan jiwamu.

Sungguh, kelalaian terhadap Allah SWT telah berhasil meleyapkanmu dari hadapan-Nya. Kekufuranmu, menjadikan engkau terbuang dari kasih sayang dan ridha-Nya. Padahal hanya orang Mukmin lah yang selalu ditambahkan kebaikan sehingga posisinya menjadi mulia dan layak di katakan sebagai manusia.

Ya. Cahaya hati pada dasarnya sempurna. Ia laksana ribuan matahari yang bergabung di angkasa yang luas. Namun, ketika cuaca di dalam hatimu selalu tidak baik atau mendung gelap yang selalu menutupi permukaan kalbumu, maka Cahaya Ilahi hanya akan terpantul kembali ke angkasa. Yang tidak akan menyinari ruang di hatimu meski sedikit. Sehingga kehidupan bunga-bunga di taman hatimu pun tak akan bertahan lama dan akhirnya mati dengan segera.

Untuk itu kekasihku. Jagalah selalu hatimu dihadapan-Nya, karena Cahaya itu akan selalu indah dan sempurna, tapi karena ulahmu sendiri, maka ia menjadi tidak indah, sehingga tidak pula bisa menerangi hatimu. Cahaya itu menarik, namun engkau terus menjauh dari kecantikannya. Yang pastinya tak pernah bisa membuatmu menjadi sempurna sebagai manusia. Melainkan sosok syaitan berbadan manusia di tingkat hakekat.

Yogyakarta, 11 Maret 2012
Mashudi Antoro (Oedi`)

[Cuplikan dari buku: “Kesedihan yang Indah”, karya: Mashudi Antoro]

Iklan

9 thoughts on “Cahaya Hatimu

    1. Seeplah… semoga bisa.. dan jangan lagi menunda2 waktunya… karena siapa yang tau kapan ajal dan kematian itu akan datang??
      Okey Dik, makasih karena masih sering berkunjung di blog ini, semoga tetap bermanfaat… 🙂

    1. Amiin ya Rabb, semoga saja demikian Ben… 🙂
      Okey makasih juga karena masih mau berkunjung di blog ini, semoga tetap bermanfaat.. 🙂

    1. Amiin… semoga saja memang demikian adanya…
      Okey.. makasih ya sekali lagi, karena masih sering berkunjung ke blog ini, semoga tetap bermanfaat.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s