Hikayat Cinta Sejati

Sungguh, takkan ada habisnya bila kita membahas tentang cinta. Tetap saja ada sesuatu yang bisa diungkapkan dalam bentuk keindahan. Baik dalam bentuk kebahagiaan maupun kesedihan, tentu selalu ada yang menarik dari cinta. Karena segala sesuatu akan terpengeruh oleh cinta dan tidak akan bisa menghindar dari cengkeramannya barang sejenak.

Cinta pun bisa berposisi dalam karakter jasmani dan ruhani. Keduanya adalah tahapan menuju keindahan. Dimana cinta dalam karakter jasmani adalah tahapan awal, sedangkan karakter ruhani adalah puncaknya. Sehingga baiklah kita selalu berjalan pada jalur cinta. Sebab, akan selalu membawa kebaikan.

Dihikayatkan bahwa Majnun dari Bani `Amir melihat seekor rusa betina terjerat tali yang di pasang oleh seorang pemburu. Majnun pun mendekati rusa itu. Setelah mengamatinya, ia melihat mata rusa itu seolah-olah menyerupai mata kekasihnya, Layla. Oleh karena itu ia melepaskan rusa tersebut, lantas bersyair;

Pergilah dengan selamat, wahai yang menyerupai Layla permata hatiku.
Nikmatilah rerumputan nan hijau.
Layla telah menyelamatkanmu dari derita dan membebaskan kakimu dari tali yang menjerat.

Ini adalah cinta yang luarbiasa. Majnun melihat bahwa tangan yang telah membebaskan rusa itu adalah tangan Layla, kekasihnya. Bagi Majnun, perbuatan yang dilakukannya adalah keluar dari jiwa Layla. Semuanya oleh karena Layla. Sebab, seluruh jiwanya telah lebur dan menyatu dengan jiwa Layla, kekasihnya.

“Duhai kekasihku. Aku mendambamu, karena kau telah meluluhkan aku di dalam dirimu. Kau selalu hadir begitu dekat, di hati dan mimpiku. Sehingga aku pun mengira bahwa engkau adalah aku”

Dihikayatkan pula bahwa seorang laki-laki jatuh cinta pada budak wanitanya. Ketika budak wanita jatuh sakit, laki-laki tersebut membuatkan sup untuknya. Sewaktu ia mengaduk sup tersebut dengan sendok, tiba-tiba budak wanita menjerit. “Augh…” katanya. Si laki-laki begitu terperanjat mendengar jeritan itu sehingga sendok yang di pegang pun terjatuh. Akibatnya, secara tidak sadar ia mengaduk sup dengan tangannya sendiri hingga jari-jarinya pun terlepas, sedangkan ia tidak merasakannya. Melihat kejadian itu, si budak wanita bertanya; “Mengapa ini terjadi, wahai tuanku?” Si laki-laki menjawab; “Ini akibat dari “Augh..” jeritanmu”.

Ini pun cinta yang luarbiasa, karena telah benar-benar menghilangkan rasa dan kesadaran si pecintanya. Hikayat ini adalah contoh dimana seorang pecinta telah kehilangan kesadaran karena menyaksikan sang kekasih. Sehingga tiada kata lain bagi mereka, selain bukti cinta yang tulus dan mumpuni.

“Duhai kekasihku. Dulu hatiku terurai dalam cinta yang beraneka ragam. Namun sejak penglihatanku menatapmu, seluruh cintaku hanya padamu”

Ya. Inilah hikmah mencintai dan dicintai. Siapapun yang melaksanakannya, maka watak mereka menjadi lembut, pikiran mereka menjadi bening, jiwa mereka menjadi mulia, perasaan mereka menjadi halus namun semangat mereka tetap berkobar. Cinta itu pula yang mengangkat level mereka di atas kebanyakan orang. Dan kalau bukan karena sedemikian cintanya, tentulah mereka akan tetap berada dalam golongan orang-orang yang jahil.

“Duhai kekasihku. Kau telah meleburkan aku secara menyeluruh. Maka bagaimana aku bisa hidup tanpa dirimu? Engkau adalah cahaya hatiku, lalu apa jadinya ku berjalan tanpa mengikutimu?”

Inilah keyakinan yang di pegang oleh orang-orang yang mengetahui hakekat cinta. Karena barangsiapa di dunia ini tetap melihat sesuatu yang lebih indah dan menarik selain kekasihnya, maka ia masih dalam tahapan orang bodoh. Ia pun telah gagal dalam menguasai hakekat cinta sejati, sehingga hanya mengikuti nafsu syahwat dan dosa perzinahan.

Untuk itu kekasihku, marilah kita menata kembali cinta kita. Teruslah berusaha mempertahankan hakekat yang telah kita miliki selama ini. Jangan pernah berpaling dari kesetiaan dan ketulusan, karena dengannya pula kita akan meraih segala kebahagiaan yang hakiki.

Yogyakarta, 29 Desember 2011
Mashudi Antoro (Oedi`)

Iklan

3 thoughts on “Hikayat Cinta Sejati

    1. Iya Ben, kalau saja cinta yang demikian juga mereka terapkan kepada Sang Khalik, tentu akan jauh berarti dalam kehidupan dunia ini…
      Okey… makasih ya, karena masih sering berkunjungan di blog ini, semoga tetap bermanfaat… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s