Kumpulan Syair Cintaku (Juli-Desember 2011)

Cukup lama terabaikan tentang syair dan puisi di blog ini. Kangen rasanya. Sehingga kali ini, di malam yang dingin ini, ku cuba menuangkan beberapa bait syair dan puisi yang terekam sejak bulan Juli hingga Desember 2011. Setiap kalimatnya adalah perwakilan dari perasaan yang kerap terlintas dalam mengarungi waktu di kehidupan ini. Ada perasaan cinta, kasih sayang, kecemasan dan tentunya duka lara. Sebagian telah terabadikan dalam karya tulisan artikel dan buku karanganku. Yang semua  terangkum lengkap dengan pengalaman pribadi dan tentunya imajinasi.

Untuk mempersingkat waktu, silahkan nikmati bait-bait berikut ini:

* Juli 2011
“Duhai kekasihku. Selama masih hidup di dunia, seseorang tidak bisa menghindar dari tindakan. Napasnya pun adalah tindakan. Sehingga cermatilah tindakanmu dalam sehari-hari, karena ia selalu menimbulkan akibat”

“Kekasihku. Jangan pernah bersedih hati, sebab yang kau sedihkan itu sebenarnya tidak penting bagi keberhasilanmu. Dan tidak pernah terjadi bahwa seorang yang larut dalam kesedihan lantas bisa tiba di puncak kebahagiaan”

“Kekasih. Untuk sementara kisah kita terjalin mesra. Namun karena kau memutuskan untuk menyudahi, akupun mengikuti. Untuk sementara kereta perjalanan kita berhenti. Kau ambil jalanmu sendiri akupun mengikuti jalanku sendiri”

“Kekasih. Kau telah mengikatku dengan sebuah kenangan. Meski sekalipun kau belum pernah menyentuhku, tapi separuh hati dan jiwaku telah terenggut olehmu”

“Kekasihku. Semangatkan dirimu dalam upaya membebaskan diri dari penjara batin. Tidak mengapa ragamu terkunkung dalam ujian yang berat, tapi jangan sampai batinmu terkurung kesesatan”

“Kekasih. Selamat tinggal kuucapkan padamu, untuk masa lalu kita. Meski baru kemarin kita bertemu, namun atas kehendakmu maka perpisahan menjadi jalan terbaik. Aku pun mengikutinya, karena itu pula yang terbaik bagiku kini”

“Kekasihku. Biarkan diri terbimbing oleh Diri Yang Tertinggi. Tetaplah pada sikap itu dan abaikan keragu-raguan, sebab sifat yang selalu cemas adalah satu jalan yang berliku menuju kehancuran. Penyesalan pun kian kemari menyesakkan dada, sedangkan tak sedikitpun darinya seseorang beroleh faedah, meski secuil”

“Kekasihku. Orang yang telah menundukkan hatinya pada nilai kesederhanaan adalah pemiliki budi pekerti. Pemisahan kebaikan dan keburukan tentulah menjadi tindakannya sehari-hari. Sehingga selama hidup ia tetap berjalan di atas kebenaran meski sedih menemaninya”

“Kekasihku. Dengan kerendahan hati, setiap pribadi bisa menyadari akan anugerah dan ujian. Kesedihan hanya akan dianggap sebagai bumbu kenikmatan hidup. Tanpanya seakan menjadi hampa, dengannya perilaku kehidupan akan senantiasa terkawal dalam wujud doa dan tawakkal. Yang menjadikan hari-harinya makin sedap dalam ikhtiar dan kesabaran yang sesungguhnya”

“Kekasihku. Teruslah menggapai apa yang kau inginkan dengan tidak menjadikan kegagalan dan rasa sedih sebagai penghalang. Justru halangan yang ada di arah jalanmu adalah anugerah Tuhan agar dirimu lekas terbebas dari kerumitan dan kebodohan”

“Kekasihku. Sangat tidak pantas bila kita menjauhi seseorang hanya karena satu atau dua kata yang menyakitkan darinya. Atau ketika kita mendapatkan kebiasaan buruk yang tidak bisa diterima, padahal selain itu apa yang telah ia berikan kepada kita lebih banyak manfaat dan makna kebaikan”

“Kekasihku. Persahabatan akan membuntuti di setiap langkah hidup manusia, karena dia adalah kebutuhan bagi jiwamu. Dialah benih yang kau tanam dengan cinta kasih, kemudian kau panen dalam buah kebahagiaan”

“Kekasihku. Persahabatan adalah sebanyak ruang dan waktu, karena tiada maksud lain kecuali saling mengisi dan membutuhkan. Dengan hikmah kebaikan mereka bertambah kaya, namun dengan prasangka buruk ia merasa paling miskin dihadapan satu sama lainnya”

“Kekasihku. Kehidupan yang agung adalah citra Tuhan yang ada di dalam diri manusia. Ia adalah realitas yang merangkum keseluruhan sifat aktifitas dan jembatan antara dunia dan syurga”

“Duhai kekasihku. Semasa mudaku ini, kuingin cinta yang tulus dan murnilah yang akan menjadi guruku. Di masa separo baya, ia-lah yang akan menjadi penolongku. Dan hingga di masa tuaku nanti, cinta inilah yang akan menghiburku serta menjadi kesenangan dan kebahagiaanku. Bahkan ketahuilah, bahwa cinta ini akan selalu ada dan akan menghantarkan aku hingga akhir hayat nanti”

“Kekasihku. Manusia terkadang sering terbawa dalam angan-angan semunya. Ia menganggap sesuatu yang tidak kasat mata sebagai yang tidak nyata. Sehingga kerap kali menyembah berhala yang tidak jarang dari hasil kerja tangannya sendiri”

“Duhai kekasihku. Para pecinta telah memastikan diri untuk memilih kebebasan di dunia yang akan datang. Sedangkan orang-orang yang kufur memilih kebebasan saat di dunia sekarang. Sehingga beruntunglah para pecinta meski sengsara di kehidupan ini, dan rugilah mereka yang menghabiskan kebahagiaan hanya untuk di dunia ini saja”

“Kekasihku. Nikmatilah cinta dengan terus menghargai proses dan tidak pernah menutup kemungkinan dalam kehidupan. Meski semua keadaan hidup akan berbeda-beda dari satu sisi dengan sisi yang lainnya, satu bentuk ke bentuk lainnya, maka asalkan terus menghargai cinta kau pun bisa menyesuaikan diri”

“Ketidaksengajaan membawaku padamu. Namun bukan cinta yang diraih dalam manisnya hidup. Tiap-tiap nila terseruput lirih dalam waktu yang berlalu. Sedangkan aku adalah budak dari rasa sakit dan kesendirianmu”

“Terbitlah cahaya keindahan di cerah wajahmu. Tertuanglah bahagia di manis senyummu. Pesona jilbab anggunmu membangkitkan keheningan hati. Yang kian menampakkan kemuliaan akhlakmu duhai kekasihku”

“Kekasih. Di kesendirianku terukir harapan indah. Terlukis cantik engkau cintaku. Dan tak kuat ku melupakanmu. Karena kau selalu ada di hatiku meski tak mungkin bersatu”

“Kekasihku. Cinta adalah anugerah Tuhan yang paling berharga. Karena cinta adalah sebuah ketulusan yang membelai jiwamu dengan lembut. Maka dari itu, selalu ingatlah bahwa ketika engkau berjalan di atas sebuah cinta, jadikanlah ketulusan hati sebagai landasannya”

“Kekasihku sayang. Jika siang telah berlalu, terang pun berganti dalam bayang gelap. Tenangkan dirimu, pejamkan matamu dan haturkan doa dalam ketulusan. Dekatkanlah dirimu selalu kepada Allah, karena aku terus menyertaimu dengan doa yang indah untuk kita”

“O.. Mengapa masih saja aku mengharapkannya, padahal dialah yang mencampakkan diriku? Mengapa bayangannya terus saja bergentayangan di pikiranku, padahal berulang kali ia pun mengecewakanku? Sungguh, adakah seorang disana yang bisa menggantikan dirinya, yang sebenarnya adalah belahan hatiku?”
“Kekasihku. Jangan kau mengira orang yang sederhana telah menjadi miskin dalam kepemilikan, karena ketahuliah bahwa sebenarnya ia telah banyak menumpuk harta bagi jiwanya kelak. Ruhnya menjadi sangat kaya dengan kesabaran dan tidak menjadi serakah dalam kesombongan dunia”

“O.. kekasihku. Banyak yang berpemilikan sedangkan harga diri yang dipunyai sangatlah rendah. Meskipun ia kaya raya dan berkedudukan tinggi, namun sejatinya ia tak jauh lebih hina dari seorang pengemis. Sebab, dalam mencapai kepemilikannya ia tidak berbeda dari pencuri dan pembunuh hak orang lain”

“Duhai kekasihku. Jadikan kecintaamu kepada-Nya melebihi cintamu kepadaku. Sebab, aku hanya menginginkan kau menjadi dirimu sendiri, tidak yang lain. Aku pun tidak menginginkan kau menjalani kehidupan dengan terpaksa dan oleh sebab keinginanku. Sebab, harapanku hanya melihatmu tetap terseyum dalam kebahagiaan”

“Duhai kekasihku. Indahmu terlukis dalam kanvas nurani. Elokmu tertata rapi bersama batin yang suci. Tak perlulah ku puji cantikmu. Sebab akhlakmu menunggang hatiku”

“Kian menyesakkan setiap waktu di perjalanan ini. Setiap harinya terasa berat menghimpit batinku. Mungkinkah saat yang luarbiasa itu akan terlaksana? Atau apakah memang diriku mesti lebih bersabar dalam masa-masa penantian ini?”

“Oh.. Inginku cepat terbebas dari keadaan ini. Harapku segera terlepas dari tekanan yang menyesakkan selama ini. Kapankah saat yang dijanjikan itu menjelang dalam hidupku? Sebab ku telah bosan menanti dalam masa yang tak pasti”

“Apa aku tak dapat apa yang aku inginkan? Padahal siapakah yang dapat berpisah dari kesedihan tanpa perasaan pilu di hati? Karena telah banyak serpihan jiwaku berserakan di sepanjang jalan ini. Membuatku terus menunggu akhir setiap harinya dalam sebuah ketidakpastian”

“Kekasihku. Setiap langkah yang dilakukan oleh pribadi adalah sebab, sedangkan yang terjadi baginya adalah akibat. Setiap mendapatkan akibat yang menyenangkan, maka itu adalah hasil dari kebaikannya. Sebaliknya, bila sebab yang di mulai dengan ketidakbaikan, tentu hanya akan mendatangkan kemalangan”

“Kekasih. Getir yang mencibir tak pelak dalam rasaku. Guratannya menjadikan lirih di penjuru kalbu. Tiada yang sudi membalikkan dukaku. Karena bahagia telah jauh dari hariku”

“Kekasih. Aku meminum darah dari hatiku, tapi mengapa kau anggap air segar yang ku teguk? Aku mengharap indah dari jiwamu, namun mengapa kau beri kado kekecewaan?”

“Duhai kekasihku. Tetaplah teguh dalam kesucian dan abaikanlah senda gurau duniawi. Sebab yang mesti kau lakukan adalah membebaskan diri dari pertentangan kepentingan. Biarkan diri terbimbing oleh Diri Yang Benar, karena olehnya hatimu akan tercerahkan”

“Wahai kekasihku renungkanlah, bahwa hidup bukan hanya untuk hari ini saja. Dan bukan pula hanya untuk mencari kehidupan dunia semata. Tetapi lebih kepada makna dari kehidupan itu sendiri. Sebab kehidupan hari ini untuk menggapai suatu hari nanti. Jangan pernah terlena di kehidupan dunia ini. Karena seindah apapun itu, hanyalah tipuan belaka, semu dan terkadang tak nyata”

“Ya Allah. Jangan Kau siksa diriku dengan terus membayangkan keindahan dirinya. Merasa bahwa hanya dialah yang dapat menghibur sedihku atau cuma dia yang bisa mengisi kekuranganku. Sebab, aku hanya ingin dapat terus mencintai-Mu melebihi sesuatu pun di dunia ini, selamanya”

“Kekasihku. Janganlah terlalu sibuk dengan urusan duniawi. Sebab, setiap orang sejak awal kehidupan hingga batas ajal menjemput harus tetap memilih kebenaran dari pada kejahatan. Sehingga saat manusia bisa memahami kaidah bahasa Tuhan, maka ia akan memperoleh kelebihan”
“Kekasihku. Sia-sialah orang yang terus mengerjakan shalat namun ia telah lalai dalam shalatnya. Ia pun hanya mengikuti gerak tubuhnya dalam ritualitas, sedangkan batinnya menengadah tinggi ke atas langit”

“Kekasihku. Kurangkai bait-bait puisi dalam tempayan hati yang terbuat dari kasih dan sayang. Ku layangkan pula syair keindahan yang dapat memenuhi heningnya malam ini dalam hembusan napas suci. Dan aku telah bersenandung dalam puisi cinta, yang dapat menghubungkan antara hatimu dan hatiku meski telah berjauhan”

“Kekasihku. Kutahu betapa besar cintamu padaku dan betapa besar pula aku di uji dengan mencintaimu. Namun biarkan hidup ini penuh dengan kehendak-Nya. Sebab, begitulah cara-Nya nanti kita akan bersatu dalam mahligai kebersamaan sejati”

“Kekasihku. Ketika pikiran seseorang hanya mengejar hawa nafsu, maka ia tidak memiliki budi. Ketenangan jiwanya pun akan hilang, kemudian akan datanglah kebingungan, lalu hilang pula ingatan. Inilah pertanda akan musnahnya kedamaian. Sehingga kebahagiaan pun akan pergi dari kehidupan”

“Kekasihku. Peliharalah kondisi cinta di dalam hatimu dengan nilai kezuhudan dan tulus hanya demi penghambaan diri pada-Nya. Lalui tiap-tiap proses hidup ini dengan kesabaran yang tinggi dan tetap berusaha semaksimal mungkin dalam meniti jalan lurus yang telah di tentukan-Nya”

“Hai kekasihku. Apabila kegandrungan materi telah menampakkan wajahnya di dalam dirimu, jangan biarkan ia terus mengendalikan pribadi. Hati-hatilah, bahwa duniawi ini bukanlah satu-satunya kehidupan. Dan tiada indahnya bila hidup enak namun dalam masa yang keliru penuh dosa”

“O.. Kekasihku. Kau adalah keindahan yang memendar cinta bagi hari. Sedangkan aku adalah harapan yang memudar di telan senja. Apakah ini mimpi penghias langkah malam? Karena jalanku tersembunyi di balik kesunyian dan kebersamaan kita adalah khayalan, tidak lebih”

“Kekasihku. Sangat disayangkan bahwa sebagian dari manusia hanya akan berusaha mencari cahaya dikala terjebak di dalam goa yang dalam. Disaat kesenangan dan senda gurau dunia terang dirasakan, ia pun lupa pada hikmah keindahan. Sehingga baru tersadar saat kesedihan melanda diri, lalu berusaha mati-matian mencari cahaya itu lagi”

“Kekasihku. Hancurnya peradaban disebabkan oleh kesalahan segelintir manusia. Banyak yang tahu sebabnya, akan tetapi sebagian besar dari mereka terus mengabaikannya. Maka timbullah kelongsoran besar dalam akhlak dan akibatnya kehidupan ini tidak dapat tertolong karena di telan bencana besar”

“Kekasihku. Siapakah kita di dunia ini bila bukan apa-apa selain tubuh tanah liat? Meski kau sulit menyelidiki makna dengan mendalam, tetap saja cinta itu dekat di hatimu. Namun kau mencari hakekat dengan mengikat sebuah kata. Padahal dengan begitu kau telah memenjarakan kebebasan”

“O..Kekasihku. Tak lama lagi negeri ini akan jatuh ke dalam jurang yang dalam. Karena karakter mulia terus memudar dan sering dikompromikan. Sifat-sifat duniawi pun terus menjadi pengendali. Mereka berprilaku tidak sepantasnya dan mata mereka menjadi rabun karena telah kehilangan harta mereka yang paling berharga”

“Kekasihku. Berbagai hikmah bisa datang pada masa suka dan dukanya kehidupan. Namun hakekat akan datang disaat cinta telah melanda diri dan sadar akan hal itu”

“Kekasihku. Cintaku ada, sejak aku belum mengenalmu. Kerinduanku ada, sejak aku belum bertemu denganmu. Takdirlah yang menentukan itu semua. Dan anugerah pula yang akan menyatukan kita”

“Kekasihku. Mari istirahatkan kapal kita sebelum kembali ke tengah lautannya. Perbaiki layarnya, karena akan kita pergunakan untuk berlayar mengarungi luasnya samudera kehidupan cinta. Mari kita tambal dasarnya yang berlubang, sebagai landasan berpijak kita nanti. Perbaiki juga dinding dan atapnya, dimana akan dijadikan pelindung dari kuatnya badai perjalanan cerita kita kedepan”

“Duhai kekasihku. Aku melihatmu dengan cinta, karena kasihnya telah menuai indah dalam akhlakmu. Aku merinduimu dengan kasih, sebab jiwa dan raga ini berpadu utuh dalam cinta yang sejati”

“Kekasihku. Mungkin aku tak seindah yang di bayangkan, karena banyak sekali kekuranganku. Tetapi aku akan menghatur kepada Sang Khalik. Untuk berusaha bahkan menjadi lentera juga bagimu, selama hidupku”

“Kekasihku. Bersyukurlah dengan disertai wajah yang manis, seperti madu yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Jadilah kumbang dan mawar dalam metabolisme kehidupan. Sebab, bagi mereka menunda untuk memberi dan mendapatkan pemberian adalah kebinasaan”

“Kekasihku. Aku telah berusaha merebut hatimu dengan semua kelembutan budi, tapi mengapa engkau menjauhiku. Menghilang dengan sikap yang penuh misteri. Engkau memang menghindariku, namun perilakumu jelas menunjukkan bahwa kau sendiri sangat membutuhkanku”

* Agustus 2011
“Ya Allah. Lapangkanlah hatiku. Tenangkanlah jiwaku. Dan heningkanlah pikiranku dalam mencintai-Mu”

“Kekasihku. Kelemahan terbesar manusia itu terkadang muncul disaat ia merasa tenang, karena saat itulah ia cenderung lalai dan lupa diri. Padahal seharusnya terus waspada dalam kehidupan”

“Kekasihku. Hatimu adalah cermin yang kotor. Bersihkanlah debu yang melekatinya, karena hati ditakdirkan untuk memantulkan cahaya hakikat Ilahi”

* September 2011
“Duhai kekasihku. Sesungguhnya dunia ini hanyalah jalan yang sekedar di lalui. Untuk itu ambillah bekal sebanyak mungkin dari tempat yang kau lewati ini. Karena akherat nanti adalah tempat kediaman yang abadi”

“O… Masa lalu hanyalah sebagian kecil dari waktu kehidupanku. Masa depanlah yang jauh lebih besar. Untuk itu, lebih baik memikirkan masa depan demi kebahagiaan, daripada mengenang masa lalu yang banyak kesedihannya”

“Kekasihku. Dunia ini adalah medan perang bagi para pejuang. Dan ketika kau terus membekali diri dengan kemampuan kanuragan dan olah batin, maka kesempatan untuk memenangkan pertempuran semakin luas. Meski pertarungan berlaku setiap saat, kau akan tetap bertahan hingga akhir kehidupan”

“O.. Indahnya jatuh cinta, dan ketika aku telah mencintaimu, maka kau tak perlu cemas. Meski tak ada seorangpun yang menganggapmu cantik, aku akan terus merasa bahwa kaulah yang tercantik. Dan bila semua orang berkata tentang kekuranganmu, yakinlah bahwa di hatiku hanya dirimu yang sempurna”

“Kekasihku. Betapa kosong nilai harimu, bila duniawi terus saja kau buru. Sungguh hilang kemuliaanmu dalam kehidupan ini, saat nikmatnya maksiat terus di turuti”

“Duhai kekasihku. Tak bisa aku untuk tidak memikirkanmu. Pesonamu terus mengisi ruang batinku. Keindahanmu tetap menghiasi jantung hatiku. Dan ketika waktu belum mempertemukan kita, maka tak kuasa diri ini menahan rindu”

“Wahai kekasihku. Zaman terus berubah, teknologipun kian berganti. Namun untuk iman janganlah pernah berpaling. Tetaplah pada keagungan cinta (Islam), sebab itulah yang akan menyelamatkan saat berada di hadapan-Nya”

“Duhai kekasihku. Sungguh dunia ini adalah anugerah yang paling sedikit dari Allah SWT. Kerajaan-kerajaannya hanya debu yang kecil tak berarti. Lantas mengapa kau tak bergeming dari rasa angkuhmu, dengan terus saja berpaling dari Tuhan?”

“Kekasihku. Sungguh aneh bahwa betapa banyak manusia yang terus memakmurkan negeri yang fana ini, sehingga terus mengabaikan kemakmuran negeri yang abadi. Padahal setiap rasa pahit dari dunia adalah madu bagi akherat, dan manisnya kesenangan duniawi adalah kepahitan bagi akherat”

“Kekasihku. Untukmu aku akan sedia menunggu dan menunggu. Tapi ingat, pasti selamanya itu tidak bisa kulakukan. Dan ketika di tengah jalannya nanti kutemukan cahaya yang indah, maka aku pun akan menyatu dengannya. Berbagi dengannya, dan berpelukan cinta dalam kehangatan”

“Kekasihku. Setiap awalnya cinta akan datang pada siapapun. Namun setelah ketulusannya berubah atau terpengaruh oleh nafsu, maka ia (cinta) akan pergi meninggalkanmu. Sedangkan yang tertinggal hanyalah birahi”

“Duhai kekasihku. Bagiku kau bukanlah permata yang indah. Tetapi cahaya yang berkilauan, yang membuat permata pun dapat tampil menarik hati”

“Duhai kekasihku. Mendekatkan padaku kini sebelum waktu memisahkan kehidupan kita. Cintailah aku setulusnya sebelum engkau kehilanganku”

“O.. Kekasihku. Bagaimana aku bisa menjauh dari-Mu, jika Engkau adalah semua kebutuhanku. Bagaimana aku dapat meninggalkan-Mu, bila diri-Mu tentunya segala keinginanku”

“Kekasihku. Cinta adalah pembebas dari segala belenggu. Sehingga, melayang-lah bersama cinta laksana burung yang kokoh sayapnya. Walau di dalam cinta terdapat berbagai cawan berisi kesedihan, namun dunia kebahagiaan tetap ada karena cinta”

“Kekasihku. Sesuatu itu akan menjadi teramat berharga ketika mulai langka dan menghilang dari sisi kehidupan. Sedangkan kehancuran terus hadir saat cinta telah pergi dari hati seseorang”

“Kekasihku. Sesuatu itu akan menjadi teramat berharga ketika mulai langka dan menghilang dari sisi kehidupan. Sedangkan kehancuran terus hadir saat cinta telah pergi dari hati seseorang”

“Duhai kekasihku. Cerdaskanlah dirimu dalam hidup dan kehidupan ini. Baca kaidah keindahan yang terhijab di balik kemuliaan. Dekati Cahaya keyakinan agar engkau dapat meniti jalan yang lurus kedepan. Bawa saja kemanapun engkau pergi dan jangan sampai tertinggal. Karena kau akan bisa melihat bahwa jalan menuju akherat adalah begitu indah”

* Oktober 2011
“Duhai kekasihku. Berlarilah mendekat pada kebenaran dan jauhi segala macam kejahatan. Pertahankan keindahan haq dan buang jauh-jauh tipu daya kebathilan. Pisahkan di antara keduanya. Agar kita bisa menetap dalam anugerah dan rahmat-Nya”

“Duhai kekasihku. Sungguh begitu besar pengaruhmu dalam kehidupanku. Setiap terjagaku, bayanganmu hadir. Saat kesendirianku, kenangan akan kebersamaan kita tetap menghantui. Dan meskipun sejenak kita berjumpa, namun cinta telah melekat utuh di dalam hati”

“Ya Allah. Cukuplah Engkau segala kebutuhanku. Sungguh kebanggaanku bahwa Engkau adalah Tuhanku. Kemuliaan terbesarku bahwasannya aku telah menjadi hamba-Mu. Untuk itu, kuingin menjadi seperti yang Engkau inginkan. Sebab, Engkau sendiri adalah seperti yang kuinginkan”

“O.. Sungguh heran, begitu banyak manusia yang lupa akan kematian, padahal kematian tidak akan melupakannya. Mereka terus berharap lebih tentang keabadian, padahal kesempatan takkan pernah memberinya barang secuil”

“Wahai diri. Tidakkah engkau merasa malu? Karena kau terus bersenang-senang bersama kebodohan maksiat dan dosa. Kau pun sering bertelanjang bersama kehinaan. Sehingga karenamu itulah aku tertahan di antara syurga dan neraka”

“Kekasihku. Siapa yang membela agama adalah penerima perintah Tuhan. Jika ia setia dengan sikap ini, maka akan mendapatkan keajaiban. Karena ia tetap sibuk dalam perilaku baik. Kehidupannya sehari-hari hanya untuk mengagungkan Tuhan dan mengabdikan diri pada hakekat cinta. Sehingga beruntunglah dia dalam kehidupan”

“Kekasihku. Jika seseorang hanya memikirkan dunia, maka ia akan merasakan kesusahan lantas berakhir dengan kehancuran. Sedangkan jika ia terus berpegang teguh pada kebenaran dan tidak mudah tergiur dengan kesenangan duniawi yang kerap menipu, maka akan baiklah kehidupannya dan mulialah dirinya di hadapan-Nya.”

“Duhai kekasihku. Janganlah kita menjadi pribadi yang terus larut dalam kesenangan duniawi yang sesaat ini. Sebab, dunia ini akan tetap menjadi negeri kebenaran selama kita pun sudi membenarkannya. Ia pun akan mengantarkan pada kemuliaan, saat kita sendiri mau memuliakannya”

“Duhai kekasihku. Bertemu denganmu, aku telah menemukan apa yang selama ini kucari. Bersama denganmu, kurasakan bahwa langit telah nyata menjadi saksi akan sucinya cinta kita. Karena kau adalah anugerah terbesar Sang Maha Rahiim”

“Ya Rabb, ampunilah aku dengan kasih-Mu. Berilah diri ini kesempatan untuk memperbaikinya. Sebab, bila seandainya segala kebaikan yang telah kulakukan di hamparkan, maka ia akan seperti lingkaran kecil di atas gurun pasir dosaku. Dan mungkin akan lebih banyak lagi dari itu”

“O.. kekasihku. Mengapa begitu banyak manusia yang sengaja membutakan mata dan tulikan telinga hati dari kebaikan dan nilai kebajikan? Padahal yang namanya buta dan tuli itu tidaklah membuatnya sempurna”

“Kekasihku. Sungguh di balik derita ada bahagia dan dibalik yang baik tentu ada pula yang buruk. Namun setiap kesenangan dapat berubah, ketika anugerah-Nya di lipat diantara taring-taring maksiat”

“Duhai kekasihku. Berikan isyarat bahwa kau masih mencintaiku. Tepis semua kebimbanganmu, percayakan pada keagungan cinta, sebab aku disini tetap menantimu”

“Wahai kekasihku. Begitu banyak pribadi yang tidak jenuh dengan sifat buruk di dalam dirinya. Namun ketika ia melihat keburukan itu pada diri orang lain, maka ia akan membenci dan sakit hati padanya. Padahal bukankah sebaiknya ia merasa dipermalukan? Sebab, kualitas buruk pada akhlaknya telah di buktikan”

“Kekasihku. Dalam keharibaan Tuhan janganlah bersedih. Sebab kasih-Nya akan senantiasan menghiburmu. Dan jika kau benar-benar ikhlas menerima apa adanya kehidupan, segala kebahagiaan akan menyatu bersamamu”

“Duhai kekasihku. Kita sesungguhnya selalu berkomunikasi. Meski jarak merentangkan zahir, ketiadaan tidak pernah ada bagi hati kita. Bahkan dalam perpisahan kita tetap bergaul, dan dalam dua jasad kita adalah satu”

“Duhai kekasihku. Saat ini aku mendengar suara kesedihan berderak patah dalam batinmu. Meski tak terngiang di cuping telinga, namun memekak di hatiku. Aku merasakan tangisanmu, tapi tak dapat mengulurkan bantuan. Sebab, lingkaran keraguan, kesenangan duniawi dan penyembahan berhala nafsu terus kau pelihara tanpa berhenti”

“Duhai kekasihku. Aku bersyukur atas shalihmu. Atas kesediaanmu dalam suka dan tangisku. Untuk itu, dengarkanlah segala hasrat kesadaranku, bahwa aku akan terus setia mencintaimu sepanjang hidup ini”

“Duhai kekasihku. Sungguh Tuhan telah menganugerahimu kecantikan, untuk itu percantiklah selalu pribadimu. Tuhan pun sudah melimpahkan padamu banyak kesempatan, maka dari itu perbanyaklah waktumu dalam kemuliaan”

“Duhai kekasihku. Tak ada rangkaian bunga seindah tutur bahasamu, karena dirimu memancarkan indahnya surga. Keelokan akhlak dan parasmu, mewakili cantiknya sang bidadari. Hingga siapapun akan bahagia bila di dekatmu. Akupun inginkan itu, melebihi bahagianya orang lain. Karena kaulah yang terindah, dan aku selalu ingin kamu. Itu saja”

“Kekasihku. Tiada yang lebih menakutkan daripada dunia. Sebab, kenikmatan yang ia berikan bisa mendatangkan keburukan. Lantas bagaimana dengan keburukannya?”

“Duhai kekasihku. Lampauilah segala bentuk zahir. Lepaskan ikatan-ikatan duniawi. Temukanlah makna persandingan kita dihadapan cinta yang agung. Kemudian lihat, bahwa kebijaksanaan telah Tuhan restui sebagai langkah hidup kita”

“Kekasihku. Bila kau mengamati setiap maknanya bagi kehidupan, maka semua yang lewat di jalan waktu akan terlihat cantik menawan hati. Itulah hakekat cinta sejati. Sebab, segala sesuatu meski baik maupun buruk adalah nilai terpenting dari keseimbangan”

“Duhai kekasihku. Kuingin bertemu, menatap dan membelai wajah indahmu. Kuingin pula bisa berbincang dan saling berbagi suka dan duka denganmu. Dan meski waktu belum memberikan jawabannya, cintaku akan untuh hanya untukmu”

“Wahai kekasihku. Perpisahan kita ini adalah ujian besar tentang apakah kita tetap mencintai atau berpaling kepada yang lain. Dan jika kita memang berjodoh, maka Tuhan akan menunjukkan jalan-Nya. Menyatukan kembali cinta kita, demi masa depan yang cemerlang”

* Nopember 2011
“Duhai kekasihku sayang. Berkaryalah dg riang gembira di sisi kebenaran. Sebab, Tuhan pun selalu dekat dg sisi itu. Dan kebenaran yg ada karena karya Tuhan, akan mengalahkan semua kebatilan”

“Kekasihku. Kerja zahir hanya di pandang sarana bagi orang beriman. Ketenangan bantinlah yg sesungguhnya ia cari. Sehingga ketika ia bekerja dengan manusia, maka ia akan bekerja sebagai manusia. Sedangkan saat ia bekerja dengan Tuhan, maka ia akan berlaku sebagai malaikat yg patuh”

“Duhai kekasihku. Malam ini negeri kita tengah mempertunjukkan hilangnya jati diri bangsa, runtuhnya moral dan pembangkangan akan hakekat Dzat Tuhan. Sehingga kondisi batin kian terpuruk namun jasad makin gemilang mengikuti duniawi. Sedangkan azab Allah tinggal menunggu waktu”

“Wahai kekasihku. Apalah arti ilmu tanpa dikaryakan dalam sebuah tulisan? Sebab, ia akan terus usang dan berlalu tanpa kenangan yg berarti dalam sejarah peradaban”

“Duhai kekasihku. Kita berdua adalah para musafir yg harus terus berjalan. Sabar dan teguhlah dalam mengikuti perjuangannya. Sebab, saat nanti kita pasti bertemu di tengah jalan-Nya”

“Wahai kekasihku. Tanpa pemahaman yg benar, maka ajaran agama hanya akan menjadi konsep lahiriah tanpa adanya kekuatan batiniah. Sehingga agama pun berubah menjadi sekedar adat dan rutinitas belaka”

“Duhai kekasihku. Tanpa kebenaran, mustahil dunia akan mampu bertahan. Dimana ada kejahatan dan ketidakadilan merajalela, maka kebenaran harus atau akan tampil memeranginya. Meski pun sedikit, maka pejuang kebenaran ini akan tetap ada sepanjang waktu untuk mengiringi perjalan dunia”

“Wahai kekasihku. Marahlah seperti orang bijak. Menangislah layaknya mereka yang shalih. Namun kemudian jadikanlah diri sebagai pribadi yang senantiasa bereaksi kebaikan pada segala sesuatunya”

“Kekasihku. Ketika ragaku memburuk dalam terpaan waktu, maka beralihlah kesempatan bagi derap langkah untuk bergerak. Aku menjadi usang bersama redup sinar. Tertunduk layu bersama embun yg menguap ke atas langit tinggi”

“Duhai kekasihku. Setiap awalnya, cinta akan datang pada siapapun. Namun setelah ketulusannya berubah atau terpengaruh oleh nafsu, maka ia (cinta) akan pergi. Sedangkan yang tertinggal hanyalah birahi”

“O… Aku belum menemukan sahabat yang benar-benar sahabat. Kekasih yang benar-benar bisa dijadikan kekasih. Karena semua masih menutup diri pada kebenaran Tuhan”

“Kekasihku. Sungguh banyak pribadi yg mengkritik hikmah Allah. Mereka kerap memberontak kehendak-Nya, padahal ia di atas jangkauan akalnya. Semua terjadi sebab mereka terus menjadikan akal sebagai alat ukur, sehingga lupa bahwa hikmah Allah jauh di luar batasan akal dan pikirannya”

“Duhai kekasihku. Bagiku kau tampak indah dari yg terlihat. Sejatimu adalah sosok yg unggul dari sekian banyak pribadi. Sehingga tak mungkin ku menjauh darimu, karena kau adalah cinta pertama dan terakhirku”

“Duhai kekasihku. Saat ini aku menyaksikan kenalanku menemani dengan lahirnya namun memusuhiku dengan batinnya. Aku pun melihat orang-orang terus menertawakanku saat melihat diri ini sengsara dan miskin dalam harta. Dan di kala saatnya aku berbahagia, ia pun iri dan membenciku”

“O.. kekasihku. Orang yang dengan seksama merenungkan keabadian cinta dan memikirkan kejernihannya tanpa dikotori dengan kekeruhan ilusi, akan mendapatkan kesenangan yang tiada batas. Keinginan jiwanya akan tercapai dalam bertambahnya usia, meskipun dalam waktu yang relatif singkat”

“Duhai kekasihku. Jangan tampakkan wajah murammu, karena itu adalah penghinaan kepada kebagusan. Tampilkan saja dengan sebaik mungkin, namun tetap dalam kesederhanaan. Sebab, bagi yg mengagungkan kecantikan dalam bentuk fisik, maka menyesallah saat waktu terus berlalu dan menggerogoti usia”

“Hai kekasih. Benarkah kau meyakini bahwa Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Kuasa? Sebab kulihat kau tak mengindahkan perintah dan larangan-Nya; contohnya menutup aurat. Lalu apakah itu layak dikatakan beriman? Sedangkan kehidupanmu tak sesuai dg hukum dan aturan-Nya”

“Wahai kekasihku. Penyebab bersedihnya hati dan susahnya pikiran adalah keberpalingan dari Allah SWT. Itu terjadi karena diri cenderung pada hasrat duniawi semata. Sehingga saat kegagalan terjadi dalam usaha, yg tertinggal hanyalah putus asa dan protes”

“O.. kekasih. Kau telah mengobrak-abrik semesta batinku. Kehadiranmu meriwayatkan sejarah cinta dalam hidupku. Tak mampulah ku luput dari napas hidupmu, karena semua larut dalam kerinduan”

“Duhai kekasihku. Ketulusan berawal dari kasih sayang. Sedangkan kasih sayang berakar pada cinta. Sehingga bila seseorang telah memiliki cinta di dalam hatinya, maka kemuliaan dan kebahagiaanlah akibatnya”

“Kekasihku. Bergaul dengan orang yang cuma membicarakan dunia adalah sumber terbesar sakitnya hati dan rusaknya akal. Ia pun menjadi penyebab jauhnya diri dari kebenaran. Sehingga hilanglah kemuliaan”

“Kekasihku. Orang yang tidak mau menerima nasehat, akan terpeleset dan binasa di jalan cinta. Dia juga bisa membunuh jiwanya sebelum ajal datang menjemput. Karena mayoritas kehidupannya hanya di penuhi dengan perbuatan tercela”

“Wahai peminang bidadari Syurga. Tanamkan tekad meskipun secuil di hatimu. Capailah Cahaya Petunjuk dengan membuka pikiran dan mata batinmu. Kemudian lihat bahwa pertolongan Allah adalah pasti dalam kehidupan”

“Kekasihku. Baik adalah tidak baik. Sedangkan tidak baik adalah baik”

“Salah satu yang paling membuat hatiku menjadi lapang dan tenang, adalah ketika aku bisa merenungkan setiap keindahan ciptaan Tuhan YME. Melihat, mendengar, merasakan serta menukmati setiap jengkal alam pegunungan”

“O.. Kekasihku. Mengapa begitu banyak yang menghina dirinya dengan menjualnya pada dunia? Padahal seharusnya membeli dan memerdekakannya demi kebebasan hakiki”

“Duhai kekasihku. Ketulusan berawal dari kasih sayang. Sedangkan kasih sayang berakar pada cinta. Sehingga bila seseorang telah memiliki cinta di dalam hatinya, maka kemuliaan dan kebahagiaanlah akibatnya

“Cinta yang melahirkan angan-angan dan nafsu adalah cinta yang bersumber dari kebiasaan buruk. Cinta semacam ini tidak akan langgeng, karena mesti berubah saat yang di angan-angankan tidak sesuai kenyataan”

” Duhai kekasihku. Belum bertemu denganmu saja aku telah jatuh cinta. Lalu bagaimana bila sudah bertemu? O.. tak terbayangkan seberapa besar cintanya aku padamu nanti, karena semuanya tentulah dalam keindahan”

“Kekasihku. Sungguh begitu banyak dari manusia yang meragui kekuasaan Dzat Allah. Mereka pun terus menjauh dari-Nya dengan tidak meminta hanya kepada-Nya. Padahal saat murka saja Dia masih memberi karunia, lantas bagaimana keadaannya ketika Dia telah ridha?”

“Duhai kekasihku. Kecantikanmu haruslah keluar dari dalam dirimu. Ia mastilah muncul dengan terus menjaga kehormatan diri. Tidak ada aurat yg terbuka, karena dengan menutupinya kau tampak lebih ayu dan mempesona”

“O.. Kekasihku. Kau telah mengunci mati hatiku. Membuatnya tidak bisa berpaling barang sejenak. Dan meski hingga kini pertemuan kita masih dalam misteri-Nya, seolah-olah kau selalu hadir di hadapanku dalam cinta”

“Kekasihku. Jika hatimu telah terisi taqwa, jiwa menjadi suci dan terus zuhud pada kehidupan dunia, maka rasakanlah keindahan cinta”

“Orang yang memiliki cinta di hatinya hanya akan merasa bahwa perbedaan adalah keindahan, persaingan adalah kesehatan, dan kemajemukan adalah anugerah”

* Desember 2011
“Duhai kekasihku. Tetaplah engkau berada disisiku. Perhatikan sampai sebatas mana aku melangkah di jalan kebenaran. Dan bila terlihat aku melenceng, maka ingatkanlah dg cintamu. Perbaiki setiap kekhilafanku, agar aku terselamatkan”

“Wahai kekasihku. Aku telah menemukan kenyamanan bagi diriku. Maka saat ini tak perlu lagi mencari yg lebih nyaman selain hanya urusanku”

“Ya Allah, Dzat yg telah menciptakanku. Ampuni hamba-Mu yg hina ini karena dosanya. Maafkan daku, karena semua itu kulakukan dalam kebodohan, Dan kasihi diriku, sebagaimana Engkau telah mengasihi orang-orang yg bertaubat”

“Wahai kekasihku. Janganlah terus melalaikan Tuhanmu. Janganmelupakannya, dengan terus sibuk mencari sesuatu yang selain Dia”

“Ya Allah. Jika harapan dan keselamatan hanya terhimpun bagi orang yg baik, maka bagaimana si pendosa (diriku) ini bisa mendapatkan ampunan-Mu?”

“Ya Allah. Kematianku hanya Engkau yg mengaturnya. Dalam kondisi sehat maupun sakit. Namun ketika kelak diriku bertemu dengan-Mu, tentu tak ku miliki bekal sedikitpun. Kecuali permohonan ampun dan harapan atas kasih-Mu”

“Duhai kekasihku. Tak mengapa kau miskin dalam kepemilikan, tapi janganlah miskin dalam ilmu dan agama. Tak jadi soal kau memiliki kekurangan dalam bentuk fisik, asalkan tidak dalam hati dan akhlakmu”

“Duhai kekasihku. Kau adalah sosok terindah yg ku syukuri kehadirannya. Kau penghibur saat diri ini merasakan sepi. Namun, itu tidaklah cukup, sebab hingga kini waktu belum mempertemukan lahir kita. Sedangkan rindu terus menikam hatiku”

“Wahai kekasihku. Cinta dapat terungkap, lewat ucapan yg meski tidak terdapat kata-kata cinta. Ia pun bisa jelas terlihat, walau bukan dari perbuatan yg romantis. Karena sesungguhnya cinta adalah sesuatu yg tetap indah dalam segala hal”

“Duhai kekasihku. Mari tinggalkan kecintaan yang berlebihan terhadap dunia. Biarkan cinta sejati (kepada Allah SWT) saja menjadi fokusmu. Sebab, tidak mungkin ada dua objek yang berlawanan berada di dalam satu wadah hatimu sekaligus”

“Wahai kekasihku. Jika tingkat ilmu rendah, maka akan rendah pula harapan untuk bersifat qona’ah. Begitu pun amal kebajikan. Jika tarafnya berkurang, maka berkurang pula tingkat kedekatan seseorang di hadapan Allah SWT”

“Kekasihku ketahuilah. Untuk mendapatkan keselamatan, maka kau harus berpikir tentang sejauh mana pengetahuanmu tentang kekuasaan-Nya, kerajaan-Nya, kehendak-Nya, serta sifat-sifat-Nya. Karena dengannya nanti tentu cintamu akan bertambah. Sebab, tersingkapnya keindahan Tuhan”

“Ya Allah. Tak kuasa hamba jauh dari-Mu. Sungguh menderita bila Engkau tak di dekatku. Sehingga kuatkanlah jiwa ini dan lapangkanlah pula hatiku. Karena hanya satu harapanku, yaitu Engkau sudi mengampuniku”

“O…kekasihku. Cintailah keindahan yg sejati. Sebab, tidak ada sesuatu yg lebih mulia, lebih agung, lebih tinggi dan lebih sempurna selain keindahan yg di pinjam dari karunia Allah SWT. Dan itu bisa di tangkap hanya dg kesejatian cintamu”

“Duhai kekasihku. Siapakah kita ini jika bukan sekedar tubuh tanah liat yang akan menua dan mati oleh usia? Sehingga, baiklah kita terus mengintropeksi diri dan memperbaiki setiap kekurangannya. Agar tenang hati ini. Agar selamat jiwa ini”

“Ya Allah. Tanamkan di dalam hatiku anugerah kerinduan pada-Mu. Bersihkan setiap kotoran jiwaku dg mengingat akan Dzat-Mu. Dan bila malam telah datang merayuku dalam kemalasannya, maka kasihanilah hamba agar dapat merayu-Mu untuk mengampuni dosa-dosaku”

“Wahai kekasihku. Allah SWT tidak meridhai dunia bagi kekasih-Nya. Dia akan membersihkan hati kekasih-Nya itu dg condong pada akherat. Sebab, bila cinta pada dunia, maka ia akan cinta pada hawa nafsu. Sedangkan saat ia cinta pada hawa nafsu, tentulah ia akan terus menuruti kesalahan dan menjadi makhluk yg lemah”

“Ya Allah. Anugerahkan hamba dengan rasa cinta pada-Mu. Dengan rasa senang akan cinta pada perintah-Mu. Sebab, dengan mencicipi sebagian dari kemurnian cinta-Mu itu, jauh lebih hamba sukai dari isi dunia”

“Ya Allah. Anugerahkan dalam diriku kemampuan untuk mencintai keagungan-Mu. Sibukkan hatiku untuk selalu mengingat-Mu. Sebab, kebahagiaan terbesarku adalah kedekatan dg cahaya-Mu”

“Kekasihku. Bila kau mengklaim telah mencintaiku, maka keluarkanlah rasa cinta pada dunia dari hatimu. Jauhkan ia dari pandangan batinmu dan biarkan ia cukup sebatas penglihatan zahir. Sebab, mencintaiku dan mencintai dunia takkan mungkin bersatu di dalam hatimu. Sehingga pilihlah satu di antara keduanya, agar kau bisa memiliki dan bersanding denganku”

“Duhai kekasihku. Ku ingin terus mencemburuimu dalam satu hal, yaitu tentang kecintaanmu pada Allah SWT. Sebab, dengannya nanti aku dapat terus berlomba denganmu dalam kebajikan”

“Wahai kekasihku. Tunjukkan cintamu padaku dg melawan jiwamu yg cenderung pada kesenangan duniawi. Buktikan cintamu padaku dg terus berjuang mengalahkan hawa nafsu. Dengan begitu aku akan melihat kepadamu dan kau akan melihat kepadaku secara jelas. Sebab, hijab di antara kita telah terangkat”

“Duhai kekasihku. Bukalah matamu. Tajamkanlah penglihatanmu. Dengan pandanganmu, kumpulkanlah Cahaya dari hamparan kehidupan ini. Dan bila tampak olehmu berjuta keindahan, maka yakinlah bahwa itu adalah anugerah-Nya bagi dirimu yg zuhud”

“Duhai kekasihku. Pertahankan rasa cintamu itu. Kuatkan saja bersama harapan pertemuan kita. Jangan kau bersedih karena aku masih belum disisimu, sebab cinta kita telah satu dalam cinta-Nya”

“Wahai kekasihku. Orang yg celaka adalah dia yg merasa selalu benar dalam tindakannya dan puas akan hal itu. Ia terlalu percaya diri bahwa setiap perbuatannya tidak berbahaya, padahal ia telah mendekati maksiat dan zina. Sehingga ia pun menjadi makhluk yg akan mendatangkan murka Tuhan, karena berbadan manusia berjiwa syaitan”

“O.. kekasihku. Seorang yg telah benar mengetahui bahwa Allah SWT adalah Tuhan Penguasa alam, akan terlihat dari rasa takutnya. Semakin ia mengetahui hakekat-Nya, maka semakin pula ia merasakan takut. Sehingga terus saja patuh pada aturan-Nya dan tunduk pada larangan-Nya”

“Wahai kekasihku. Telah ku lihat dg jelas bahwa Cahaya Ilahi menjauh pergi dari negeri ini. Bahkan kini telah diangkat tinggi dari sekeliling kita. Tidakkah kau cemas akan hal ini? Sebab tak lama lagi bisa memastikan turunnya bencana besar dan hancurnya peradaban”

“Duhai kekasihku. Orang yg benar agamanya akan memelihara waktu-waktunya. Oleh sebab dadanya telah dilapangkan dan hatinya sudah dipenuhi iman, ia mengetahui bahwa setiap hela napasnya bak mutiara yg tak ternilai. Sehingga takkan sudi menggadaikannya dg kesenangan semu duniawi. Karena ia pun terus semangat menggapai kedamaian akherat yg abadi”

“Kekasihku. Orang yang telah sadar, baik melalui dirinya sendiri atau pun melalui bantuan orang lain, akan mendapatkan kenikmatan yang tiada terkira. Ia juga akan memandang segala sesuatunya dari manfaat dan kerugiannya. Sehingga ia pun terus berjalan dalam langkah yang benar lagi di ridha-Nya”

“Duhai kekasihku. Barangsiapa yang dapat melihat nyatanya akherat dengan mata hatinya, maka dengan sendirinya akan menginginkan akherat. Ia merindukan balasan keindahan yang kelak Allah SWT berikan dan segera menganggap hina kenikmatan dan semua kelezatan duniawi yang sebenarnya terus menipu”

“Duhai kekasihku. Orang yg berakal mengabaikan keindahan dunia kecuali sesuai dg kebutuhannya. Begitupun seorang yg memahami akherat cenderung memalingkan dirinya kecuali demi kebenaran. Sehingga ia tidak menyibukkan diri untuk dunianya, melainkan sekedar untuk menguatkan dirinya agar bisa meniti jalan menuju akherat yg penuh ridha-Nya”

“O.. kekasihku. Rahmat Ilahi dicurahkan karena kemurahan dan kedermawanan-Nya. Ia akan abadi di terima, oleh hati yg siap menyambutnya dg penuh semangat dan keikhlasan”

“Wahai kekasihku. Hati adalah cermin diri. Selama ia bersih dari debu dan karat, maka Cahaya Ilahi dapat memantul di atasnya. Dan saat Cahaya Ilahi telah memantul dari hati yg suci, tentu jalan kebenaran dapat diketahui. Sedangkan kebahagiaan adalah sesuatu yg pasti mengikat kehidupan”

*****

Demikianlah ungkapan hati yang pernah tertuang adalam bait-bait kalimat syair dan puisi. Yang merupakan perwakilan perasaan saat terlintas di benak. Semoga bisa membawa berkah dan manfaat bagi diriku dan kita semua.

Yogyakarta, 16 Desember 2011
Mashudi Antoro (Oedi`)

Iklan

4 thoughts on “Kumpulan Syair Cintaku (Juli-Desember 2011)

  1. wah mantap x la mas syair dan puisi nya pesan dan nasehat yang indah mas terimakasih mas udh mau ngirim linknya.. 😀 sukses selalu dah buat karya-karya Mashudi Antoro.. 🙂 semoga selalu bermanfaat bagi yang membaca nya..amiin..

    1. Oh ya? Subhanallah…
      Amiin ya Rabb, semoga saja memang demikian Ben, terimakasih ya, semoga bisa mendatangkan manfaat.. 🙂
      Ya. Begitulah sebuah syair bisa menjadi sebuah sarana untuk menyampaikan pesan kebaikan kepada sesama.. dengan harapan menjadi perubahan yang baik bagi akhlak kita semua.. 🙂

  2. trimakasih mas linknya, kata2nya keren setiap baitnya menyentuh bahkan menyejukan hati yang lgi galau… makasi banyak mas tetap semangat:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s