Bencana dan Pembersihan Dosa

Saudaraku. Aku memikirkan bencana luar biasa dan berbagai malapetaka yang kerap menghujam keras di negeri ini. Aku pun terus merenungkan dengan seksama, sehingga yang aku dapatkan adalah keheranan. Ku lihat betapa semua laknat itu terjadi oleh sebab terlalu banyak orang yang menjalani aktivitas kehidupan di dunia ini tetapi sepertinya tidak ada walau mereka sebenarnya ada. Mereka tidak mau mengindahkan aturan Tuhan apalagi mengkaji dalil-dalil ke-Esaan-Nya. Justru mereka menjalani kehidupan sehari-hari laksana kawanan binatang liar di hutan.

Kelakuan mereka seperti itu bukan berarti mereka bodoh dan tidak memiliki akal dan pengetahuan, bahkan terkadang ilmu mereka begitu mendalam. Namun sayang, justru dosa-dosa mereka pun kian menumpuk. Mereka tidak lagi peduli tentang apakah uang yang mereka dapatkan diperoleh dengan cara yang halal atau haram. Apakah perbuatannya itu sudah benar atau salah. Kalau merasa ringan menjalankan syariat, mereka akan melaksanakannya. Namun bila merasa keberatan, mereka pun meninggalkan kewajiban itu. Bahkan sebagian dari mereka dengan santainya berani melakukan dosa-dosa besar (zina, membunuh, durhaka, syirik, korup, menjual agama, dll), meski sebenarnya mereka pun mengetahui bahwa itu adalah kesalahan.

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk kedalam kubur, janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui akibat perbuatanmu” (QS. At-Takatsur : 1-3)

Ya. Aku sering melihat begitu banyak pribadi yang terkecoh oleh usia mudanya. Mereka pun melupakan bahwa suatu saat nanti mereka harus menua dan mati. Bahkan mereka juga melupakan bahwa nanti ia akan mempertanggungjawabkan semua perbuatannya di dunia. Sehingga seringlah kita melihat ada seorang yang dihina pada usia senjanya namun ia sendiri tidak mengetahui mengapa hal itu bisa terjadi. Padahal sebenarnya karena di waktu muda dulu ia kerap mengabaikan hak Allah SWT dan tidak mempersiapkan bekal untuk hari tua dan kematiannya.

O.. Aku merasa heran kepadamu yang telah meyakini akan sesuatu (kematian) tapi melupakannya. Aku takjub padamu karena mempercayai adanya bahaya (azab Allah) namun tetap saja mendekatinya. Dan akupun sangat terpukau kepadamu, karena begitu takutnya dengan kehidupan dunia ini, padahal ada kehidupan yang abadi di akherat sedangkan Allah SWT adalah penguasanya yang sangat berkuasa.

Aku juga kaget melihatmu yang terus saja memperturutkan setiap keinginan buruk dari hawa nafsu. Engkau begitu gigihnya mengejar apa yang disangka itu meski kau pun tau bahwa itu keliru dan bertentangan dengan hati nuranimu. Sehingga akhirnya kau terus bahagia dalam keterpedayaan tanpa menyadari bahwa dirimu telah menjadi budak belia syaitan.

Sungguh, kesadaran sering kali menyeruak saat sebuah nasihat mengetuk telinga seseorang. Namun hanya sedikit yang mau menerimanya dengan kelapangan hati. Ini terlihat ketika ia meninggalkan majelis ilmu atau setelah orang yang memberikan nasihat berlalu, maka sejak saat itu pula kelalaian jiwa dan kekerasan hati kembali menguasai dirinya. Bahkan tidak jarang dari mereka yang kembali melakukan dosa dan pembangkangan terhadap kebenaran.

Sehingga aku pun dapat menyimpulkan, bahwa diantara mereka itu ada yang ketika mendapatkan nasihat, maka ia akan tetap dalam kesadarannya dan berusaha memahami lalu mencoba mengambilnya sebagai pelajaran yang berharga. Dan seandainya hawa nafsu mencoba menghadangnya dari jalan kebenaran, ia akan terus berjuang dengan keras hingga ia sampai di rumah tujuan (kebenaran sejati) dalam keadaan selamat. Sedangkan sebagian besarnya lagi adalah mereka yang ketika mendapatkan nasihat, ia malah hilang kesadaran dan segera melupakannya. Di awali dengan sikap cuek dengan isi nasihat, mengabaikan seruan kebaikan bagi dirinya hingga menolak dengan terang-terangan bila ada yang memberikan nasihat. Sungguh celaka dan menyedihkan.

Karena itu, sampai saat ini apakah kau sudah pernah mendurhakai Allah SWT? Atau sebaliknya, engkau dengan ikhlas telah menaati-Nya? Jika kau merasa tidak pernah mendurhakai Allah, maka kemanakah semua kenikmatan maksiat yang dilakukan selama ini? Sedangkan saat kau meyakini bahwa kau telah menaati-Nya, lalu apa saja keletihan dan dampak dari ketaatan yang dikerjakan selama ini? Oh.. ternyata semuanya sudah berlalu bersama setiap perkara yang mengiringinya. Namun sayang, setiap dosa tidak ikut serta berlalu dengan kematian. Sebab, ia akan terus di pikul hingga ke akherat dan neraka.

Wahai saudaraku, pikirkanlah kematian yang pasti akan menghampirimu. Bayangkan saat-saat menjelang kematian yang tentunya sangat menyakitkan itu. Pahitnya penyesalan dan beratnya menanggung beban dosa bisa saja menemani akhir dari kehidupanmu. Sedangkan pintu tobat sudah tertutup rapat meski engkau sangat mengharapkannya bisa terbuka lagi.

Lalu, mengapa tidak dari sekaranglah, selama masih tersedianya kesempatan hidup, kau terus menyiapkan semua bekal terbaik untuk bepergian jauh; yaitu kematian dan akherat? Dan karena kau tidak pernah tau apa balasan yang diberikan oleh Allah SWT nanti, mengapa kau pun tidak mempersiapkan lebih banyak lagi perbekalan demi selamatnya dalam perjalanan itu?

Untuk itulah, renungkan kembali setiap kewajibanmu sebagai hamba Allah SWT. Tunaikan ia dengan tidak bermalas-malasan. Meski ia terdiri dari yang mudah dan sulit, maka tetaplah berusaha untuk melaksanakan semuanya. Sebab, semua bentuk aturan-Nya itu adalah demi kebaikanmu sendiri. Semuanya hanya untuk menjadikan dirimu sebagai seorang pribadi yang terbaik dan mulia diantara semua makhluk-Nya. Namun, jika kau terus mengabaikannya, meski dalam perkara yang sepele, maka tunggulah bahwa azab Allah SWT itu pasti akan berlaku sejak di dunia ini.

Yogyakarta, 27 Oktober 2011
Mashudi Antoro (Oedi`)

[Cuplikan dari buku “Kajian Hati, Isyarat Tuhan”, karya: Mashudi Antoro]

Iklan

8 thoughts on “Bencana dan Pembersihan Dosa

  1. Ya Allah sungguh beruntung bagi org2 yg mendapat nasihat dan berusaha untuk merubah yg buruk menjadi yang lebih baik..terimakasih mas atas link nya aku bisa belajar dri setiap org yg memberikan ku nasihat kebaikan.terima kasih mas.^_^

    1. Yup.. untuk itulah, sangat bermanfaat jika kita tetap mau menerima nasihat, bahkan dari orang gila sekalipun. Pokoknya asalkan nasehat itu isinya baik, maka tiada alasan bagi kita untuk menolaknya…
      Okey.. makasih juga untuk kunjungan dan dukungannya Ben, semoga tetap memberikan manfaat.. 🙂

  2. “Namun sayang, setiap dosa tidak ikut serta berlalu dengan kematian. Sebab, ia akan terus di pikul hingga ke akherat dan neraka.” –> yak, betul bgt, di’..

    Trims yah dah ngingetin.. Maju terus di’, terus jadikan tulisan2mu sarana dakwah buat sesama.. 🙂

    1. Amiin ya Rabb… semoga saja terus demikian… semoga dakwah ini tetap berjalan hingga akhir usia nanti… 🙂
      Okey… Nin, makasih juga ya cos tetap mau berkunjung di blog ini, semoga tetap mendatangkan manfaat… 😀

    1. Amiin ya Rabb… semoga demikian adanya.. semoga kita tetap menjadi hamba-Nya yang beruntung dunia dan akherat… 🙂
      Hmm… biasa aja Ry, ini cuma karya yang sangat sederhana… makasih ya atas kunjungan dan dukungannya, semoga tetap memberikan manfaat… 😀

  3. Jadikan kematian sebagai nasihat yg paling baik, dengan mengingat kematian kita bisa berpaling dari perbuatan buruk, dengan mengingat kematian kita selalu semangat dalam kebaikan.

    semoga kita senantiasa terjaga dalam kasih sayang Nya. amin..

    tq masOed,,, smoga sehat sll.

    1. Amiin ya Rabb.. begitu pula yang kuharapkan untukmu… 🙂
      Yup… ingatlah selalu akan kematian karena kata Nabi SAW; “Orang yang paling mulia disisi-Nya adalah dia yang selalu mengingat kematian dan sibuk mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelah kematian itu”
      Okey.. terimakasih juga Fa atas kunjungan dan dukungannya, semoga tetap memberikan manfaat… 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s