Untuk Dunia yang Lebih Baik

Posted on Updated on

Dunia adalah kebenaran bagi yang membenarkannya. Keindahan bagi yang sudi mengindahkannya. Keselamatan bagi yang mau menyelamatkannya. Dan jalan yang akan mengantarkan seseorang agar tiba ke tujuan dari kehidupan (akherat). Untuk itu, seseorang diperbolehkan mencintai dunia, tapi tidak untuk hanya sekedar memikirkan dunia semata. Seseorang diajurkan untuk bermotivasi dalam puncak pencapaian kehidupannya, namun tidak lantas melupakan segala bekal dan kepentingan bagi kehidupan berikutnya.

Bila seseorang telah memahami tentang hal diatas, maka baginya dunia ini hanyalah tempat yang sekedar dilewati. Karena ia pun menyadari bahwa tujuannya adalah negeri akherat. Dunia pun baginya hanya sebagai kendaraan yang bisa mengantarkannya pada tujuan dari kehidupan. Sehingga baginya segala kesenangan dunia akan membinasakannya bila ia merasa aman dengan segala ujian. Terlebih ketika ia merasa bahwa kehidupan di dunia ini adalah semua bentuk kenikmatan yang Tuhan berikan, sehingga dengannya segala pemuasaan hasrat diri dituruti sepenuhnya. Semua tawaran manis dari hawa nafsu diperturutkan dengan segenap jiwa, sampai-sampai ia pun kewalahan dalam memenuhi kepuasaan badani.

“Sungguh aneh, bahwa betapa banyak manusia yang terus memakmurkan negeri yang fana ini,
sehingga terus mengabaikan kemakmuran negeri yang abadi.
Padahal setiap rasa pahit dari dunia adalah madu bagi akherat,
dan manisnya kesenangan dunia adalah kepahitan bagi akherat”

O.. sadarlah hai saudaraku, bahwa dunia ini akan tetap menjadi negeri kebenaran selama kau pun sudi membenarkannya. Ia pun akan mengantarkan pada kemuliaan, saat kau sendiri mau memuliakannya. Jangan lantas berputus asa, dengan mengatakan bahwa begitu sulit mempertahankan kebenaran ditengah-tengah kondisi yang tidak mendukung saat ini. Sebab, hal yang demikian justru akan cepat mengantarkanmu pada keadaan yang jauh dari kemuliaan. Bahkan hanya akan mengantarkan diri pada kecelakaan dan murka Ilahi yang sesungguhnya.

Tetapi, teguhkan hatimu dengan kepercayaan diri yang tinggi, bahwa kau tetap akan sudi berjalan pada arah yang benar dan sesuai perintah Tuhan. Yakinkan dirimu bahwa hanya dengan mengikuti setiap perintah-Nya saja dan menjauhi semua larangan-Nya lah kau akan merasakan puncak kebahagiaan dan ketenangan yang hakiki.

“Dunia ini adalah medan perang bagi para pajuang.
Dan ketika ia terus membekali diri dengan kemampuan kanuragan dan oleh batin,
maka kesempatan untuk memenangkan pertempuran semakin terbuka lebar.
Meski pertarungan berlaku setiap saat,
ia akan tetap bertahan hingga akhir kehidupan”

Ya. Jika seseorang hanya memikirkan dunia, maka ia akan merasakan kesusahan lantas berakhir dengan kehancuran. Setiap perbuatan tercela yang dilakukan akan mendapatkan hisap sejak di dunia ini (laknattullah), sedangkan perbuatan yang haram tentu akan memperoleh ganjaran yang sangat menyakitkan di Neraka.

“O.. tidak ada yang lebih menakutkan dari dunia.
Sebab, kenikmatan yang ia berikan bisa mendatangkan keburukan,
lantas bagaimana dengan keburukannya?”

Untuk itu saudaraku, biasakan dirimu dalam memperhatikan setiap tingkah laku di kehidupan ini. Jangan sampai ada diantara waktu-waktunya terlaksana dalam kemaksiatan dan pembangkangan terhadap ketentuan-Nya. Sebab, yang demikian hanya akan mengantarkan diri pada penyesalan dan ketidaktenangan dalam hidup. Engkau pun hanya akan terus berpacu dengan sesuatu yang tidak bisa memuaskanmu. Yang pada akhirnya akan membawa pada bencana dan keputusasaan belaka.

“O.. Betapa kosong nilai hari-harimu,
bila duniawi terus kau buru.
Dan sungguh hilang kemuliaanmu dalam kehidupan,
saat nikmatnya maksiat terus di turuti”

Ya, begitulah dunia ini jika kau menyadarinya. Ia adalah hutan belantara yang bisa menyesatkan siapa saja yang tidak mengetahui jalan keluarnya. Dan ketika selama kehidupan ini seseorang tidak dapat keluar dari rimba – duniawi – tersebut, maka dapat dipastikan ia akan mati dalam keadaan kufur. Bahkan ia akan menjadi seorang makhluk yang “mati penasaran”, karena tidak mengetahui tujuan kenapa ia di ciptakan oleh Tuhan di muka bumi ini.

“Sesungguhnya dunia ini hanyalah jalan yang sekedar dilalui.
Untuk itu, ambillah bekal sebanyak mungkin dari tempat yang kau lewati ini,
karena akherat nanti adalah tempat kediaman yang abadi”

Duhai saudaraku. Sadarkanlah dirimu akan hal ini, akan sesuatu yang pasti terjadi di waktu yang ditentukan. Yaitu bahwa dirimu suatu saat nanti pasti akan mati lalu akan dibangkitkan di hadapan-Nya. Setiap dirimu akan mempertanggungjawabkan apa saja yang telah dilakukan di dunia ini. Baik buruknya akan mendapatkan ganjaran yang setimpal. Sehingga, janganlah kesenangan duniawi ini terus melalaikanmu dari kesenangan yang jauh lebih indah di akherat. Jangan pula setiap tawaran manis kenikmatan dunia ini lantas memperdayaimu untuk melupakan bahwa dunia adalah negeri yang penuh perangkap bencana, semu dan hanya kefanaan belaka.

“Sungguh, urusan akherat amatlah dekat,
namun sayang yang mempersiapkannya hanya sedikit.
Banyak yang terkecoh dengan semunya duniawi,
sedangkan tak ada yang dapat menyelamatkan,
kecuali tobat dan keimanan”

Lihatlah diluar sana sekarang, bukankah kau merasakan sesuatu yang mengkhawatirkan? Setiap bencana yang muncul bagi bumi pertiwi kini hanya dipandang sebelah mata. Mereka banyak beranggapan bahwa ini hanya sebagai siklus biasa yang normal dan sebagian lagi berkata bahwa bertubi-tubinya bencana yang telah melanda adalah hal yang tidak penting untuk dipikirkan. Sehingga merekapun terus larut dalam perbuatan dosa dan kemungkaran. Hukum Tuhan pun tidak lagi di gubris, karena mereka pun terlalu tolol untuk percaya diri dengan semua kebodohannya.

Ya. Siapa saja bebas berpendapat dengan batas kemampuannya dalam menelaah. Siapa saja boleh beropini dengan berdialektika dan berlogika ilmiah. Tapi yang jelas Allah SWT telah berfirman;

“Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain” (QS. Al-An`aam [6] : 6)

“Jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnyalah berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh telah Kami binasakan. Dan cukuplah Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Melihat dosa hamba-hamba-Nya” (QS. Al-Israa` [17] : 16-17)

Dan ketika melihat begitu jelas peringatan-Nya akhir-akhir ini, maka tidak menutup kemungkinan bahwa laknatullah sedang melanda negeri ini. Sebabnya pun jelas, yaitu karena menjamurnya perbuatan tercela (maksiat, zina, korupsi, kecurangan, kekerasan, dll) di setiap lini kehidupan. Dari tingkat pusat hingga tingkat RT. Bahkan mulai dari tempat prostitusi hingga ruang pendidikan dan rumah ibadah.

O.. Mau jadi apa negeri ini? Mau dikemanakan generasi muda penerus pembangunan di arahkan? Jika setiap pribadi – terutama para pemimpin bangsa ini – tidak lagi bisa mencontohkan bagaimana itu kebenaran. Bahkan saat dicermati dengan seksama, ternyata mereka pun sebenarnya kebingungan tentang apa itu hakekat kebenaran. Sehingga beginilah jadinya negeri ini, keadilan yang kian langka, hukum ketatanegaraan dan politik yang carut marut, keserakahan yang merajalela, ekonomi yang masih terjajah, kedaulatan negara yang terus dilecehkan bangsa lain dan akhlak masyarakat yang kian terjun bebas ke titik nadir.

Wahai saudaraku, kepadamu aku berharap, janganlah larut bersama mereka yang khianat itu. Jangan pula terbuai dengan bujuk rayu duniawi yang tersamar diantara tirai-tirai kehinaan. Tetaplah berpegang teguh pada pemahaman agama yang haq. Karena sedikit apapun yang kau pahami namun terus saja kau pertahankan, tentu akan mendatangkan banyak manfaat. Terlebih saat kau sudi untuk terus menambahkannya dengan giat belajar dan semangat dalam memahami sekian banyak syariat Tuhan, maka bersamaan itu pula kau akan meraih kemuliaan. Dan ketika banyak dari generasi muda bangsa ini mau ikut menerapkannya dalam hati dan perbuatan – tentang memahami ajaran agama yang haq -, maka yakinlah bahwa umat dan bangsa ini akan cepat bangkit dan memimpin peradaban dunia.

Semoga kita senantiasa berpegang teguh pada kebenaran dan tidak mudah tergiur dengan kesenangan duniawi yang kerap menipu. Sehingga akan baiklah kehidupan ini dan mulialah diri kita di hadapan-Nya.

Yogyakarta, 18 Oktober 2011
Mashudi Antoro (Oedi`)

6 thoughts on “Untuk Dunia yang Lebih Baik

    Andika said:
    Oktober 20, 2011 pukul 8:46 am

    subahnallah kata yang bagus ne mas “Sungguh aneh, bahwa betapa banyak manusia yang terus memakmurkan negeri yang fana ini,
    sehingga terus mengabaikan kemakmuran negeri yang abadi.
    Padahal setiap rasa pahit dari dunia adalah madu bagi akherat,
    dan manisnya kesenangan dunia adalah kepahitan bagi akherat”
    kadang tanpa kita sadari kita melalaikan hal itu… masih sering terbuai dengan dunia ini
    harus keluar dari hutan belantara dunia yang selalu menyesatkan…. amin

    Wahai saudaraku, kepadamu aku berharap, janganlah larut bersama mereka yang khianat itu. Jangan pula terbuai dengan bujuk rayu duniawi yang tersamar diantara tirai-tirai kehinaan. Tetaplah berpegang teguh pada pemahaman agama yang haq. Karena sedikit apapun yang kau pahami namun terus saja kau pertahankan, tentu akan mendatangkan banyak manfaat. Terlebih saat kau sudi untuk terus menambahkannya dengan giat belajar dan semangat dalam memahami sekian banyak syariat Tuhan, maka bersamaan itu pula kau akan meraih kemuliaan. Dan ketika banyak dari generasi muda bangsa ini mau ikut menerapkannya dalam hati dan perbuatan – tentang memahami ajaran agama yang haq -, maka yakinlah bahwa umat dan bangsa ini akan cepat bangkit dan memimpin peradaban dunia.
    kata” diatas menyentuh banget… ingin rasanya meneteskan air mata 😦

    makasi ya mas linknya

      oedi responded:
      Oktober 20, 2011 pukul 9:00 am

      Amiin… alhamdulilah jika demikian Dik… 🙂
      Menangislah bila memang harus menangis, karena sejatinya menangis itu bukan berarti cengeng kok… bahkan bila kita tidak pernah menangis, maka itu perlu dipertanyakan….
      Makasih ya untuk kunjungan dan dukungannya, semoga terus memberikan manfaat… 😀

    beny said:
    Oktober 20, 2011 pukul 11:13 am

    Allahu akhbar sungguh peringatan yg sangat-sangat begitu jelas untuk negri ini.
    dan begitu sedikit pula yg sadar akan peringatan2 yg telah di brikan oleh Allah.
    terimakasih mas atas link nya ..:D

      oedi responded:
      Oktober 22, 2011 pukul 2:49 am

      Iya Ben sama deh, semoga tulisan ini memberikan manfaat bagi kita semua… 🙂
      Ya begitulah manusia yang kerap mengabaikan hakekat ia di ciptakan Tuhan di muka bumi ini, yaitu menjalani kehidupan secara normal dengan tidak mengabaikan kehidupan yang abadi di akherat kelak… akibatnya kini begitu banyak kezaliman, kemaksiatan dan perbuatan yang tidak manusia lainnya… sehingga hidup pun menjadi tidak bergairah dan tak tentu arah yang jelas…

    Ratin Wahyu QyuQyu said:
    Desember 8, 2011 pukul 2:45 am

    sunggguhhhh membrikn manfatttt bg qt,,,,,,,,,,,,,bgtlah mnsia skrng mgbaikan hakekatnya sbg makluk ciptaan allah SWT

      oedi responded:
      Desember 9, 2011 pukul 8:04 am

      Subhanallah… amiiiin ya Rabb.
      Yup, begitulah manusia, semakin diberikan kemudahan dan kenikmatan justru berbalik lupa pada Tuhan. Mereka pun cenderung sombong dg tidak lagi peduli pada aturan dan larangan-Nya, sehingga menjadi makhluk yg berbadan manusia tapi berjiwa binatang.
      Okey… terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s