Kehancuran Negeriku

Posted on Updated on

Kekasihku, waktu terus beranjak dari satu sisi ke sisi lainnya. Zaman berubah dan peradaban pun terus berganti dengan segala kisah suka dan deritanya. Dan memanglah demikian bagi setiap cakram kehidupan yang terjadi di dunia. Terutama di Nusantara ini, dimana pada masa kini merupakan perulangan dari zaman sebelumnya yang pernah terjadi. Begitupun yang terjadi dengan negara Indonesia ini, yang tiada lain hanya sebagai perantara menuju kebangkitan sebuah tatanan peradaban yang lebih berdaulat, sangat luas pengaruhnya dan menjulangkan tinggi akhlak setiap pribadi manusia.

Semua akan terus terjadi seperti ini, karena ada ketentuan tak tertulis yang menjelaskan bahwa setiap 700 tahun sekali akan muncul sebuah kekuatan teritorial (kerajaan/negara) yang masyur. Namun umurnya atau masa kejayaanya hanya berkisar 70 tahun saja. Ini terbukti dengan adanya kerajaan Sriwijaya (abad ke 7 Masehi) dan Majapahit (abad ke 14 Masehi).

Nah, hubungannya dengan Indonesia saat ini (di abad 21) adalah bertepatan dengan masa yang ke 700 tahun itu bila kita hitung sejak berdirinya Majapahit. Namun, Indonesia hanya akan menjadi perantara dari kebangkitan peradaban Nusantara. Indonesia hanya akan mengulangi kisah tragis dari kerajaan Singosari. Dimana dalam perjalanannya, terus diliputi oleh banyak pertikaian, perebutan kekuasaan bahkan pertumpahan darah. Umurnya pun tidak lebih dari 70 tahun, karena hanya sebagai perantara antara kerajaan Kediri menuju keperkasaan kerajaan Majapahit. Sehingga jika di kaitkan dengan Indonesia yang kini telah berusia 66 tahun, maka tidak lama lagi negara ini akan menyusul malangnya nasib Singosari. Karena Indonesia hanya sebagai perantara dari kerajaan Mataram Islam dengan peradaban Nusantara yang penuh kegemilangannya nanti.

Selain itu, melihat sejarah perjalanan dari negara Indonesia ini, maka tampak dengan jelas bahwa kisahnya tidak jauh berbeda dengan Singosari meski dalam versi yang berbeda. Lihatlah bahwa begitu banyak pertumpahan darah sering terjadi (bahkan sejak masa-masa perjuangan kemerdekaan), pertikaian dan kerusuhan dimana-mana, bahkan hingga kini masih terus saja terjadi perebutan kekuasaan baik di tingkat pusat maupun daerah. Sehingga bukankah ini hanya mengulangi sejarah kelam kerajaan Singosari yang dulu pernah saling bunuh diantara saudara, perebutan kekuasaan dan juga zalim kepada rakyat hanya demi memenuhi amarah dan nafsu serakah?

Duhai kekasihku, coba kau perhatikan yang tengah terjadi di tanah pertiwi ini. Perhatikanlah bahwa telah begitu banyak fenomena aneh yang melanda tanpa ampun. Lihatlah, begitu seringnya bencana gempa bumi, tsunami, gunung meletus, angin ribut, banjir, tanah longsor, dan kecelakaan transportasi yang menghampiri perih. Tidak ketinggalan pula dengan begitu seringnya terjadi gerhana bulan dan matahari dalam tempo yang teramat singkat (bahkan dalam tahun 2011 ini saja gerhana bulan akan terjadi sebanyak dua kali). Bukankah ini merupakan pertanda yang jelas?

Ya. Kita memang akan memaklumi jika satu dua kali bencana yang melanda merupakan siklus alam yang harus terjadi atau karena dampak dari kerusakan lingkungan. Namun jika bencana itu datangnya secara bertubi-tubi, apakah masih saja kita menganggapnya sebagai hal yang wajar dan kebetulan? Atau malah sebenarnya ini adalah bentuk nyata dari azab Tuhan?

O.. Mengapa masih saja banyak yang mengabaikan kondisi genting yang tengah terjadi di negeri ini. Tidak merasa bahwa Tuhan telah sangat gamblang memberikan peringatan kepada kita untuk segera sadar dan kembali pada jalan yang benar dalam kehidupan ini. Apakah memang kita sudah tidak lagi takut dengan hukuman-Nya karena lebih memilih larut dalam kebodohan dan keegoisan diri?

Duhai kekasihku, negara ini sudah tidak layak lagi di katakan negara yang berdaulat (karena telah kehilangan jati dirinya dan masih saja di jajah), tidak pantas dikatakan berdemokrasi yang benar (karena langkanya keadilan dan tidak jelas menganut sistem demokrasi pancasila atau terpimpin atau liberal), dan bukan pula memiliki pemerintahan yang sesuai dengan hukum ketatanegaraan sejati (karena tidak jelas menganut sistem presidensil atau parlemen). Bahkan kondisi yang telah rusak – terutama kerusakan akhlak – di dalam negara ini sudah tidak bisa lagi diperbaiki. Sebab, negeri ini bisa diibaratkan dengan sebuah penyakit yang sudah kronis dan tidak dapat disembuhkan lagi. Atau seperti kapal yang berlayar ke tengah samudera namun kondisi mesinnya rusak/mati. Semua peralatan navigasi dan komunikasi pun tidak lagi berfungsi. Semua bisa terjadi karena ketidakbijaksanaan sang nahkoda dalam memimpin ditambah lagi dengan kelalaian dari semua awak kapal sebelum mereka berlayar. Akibatnya kapal yang harusnya bisa terus berlayar hingga ke tujuan, malah tidak bisa beranjak. Kapal itu pun terus saja terombang-ambing tak tentu arah, seperti buih di tengah lautan. Dan dalam kondisi seperti ini, maka kapal pun hanya akan menghadapi dua kemungkinan. Namun sayang kemungkinan itu amat mengenaskan, karena hanya akan membuat kapal tenggelam. Satu disebabkan oleh lamunan ombak yang ganas, kedua karena menabrak batu karang yang keras.

Begitulah yang sebenarnya sedang terjadi di negeri ini. Memang seolah-olah tidak terjadi apa-apa, tapi nantikanlah bahwa yang namanya azab Tuhan itu akan datang dalam waktu yang tiba-tiba. Seperti kisah-kisah para Nabi dan umat terdahulu yang dihantam azab saat mereka lengah.

“O.. Tak lama lagi negeri ini akan hancur. Karena karakter mulia terus memudar dan sering dikompromikan. Sifat-sifat duniawi pun terus menjadi pengendali. Mereka berprilaku tidak sepantasnya dan mata mereka menjadi rabun, sebab telah kehilangan hartanya yang paling berharga. Sedangkan hancurnya peradaban ini disebabkan oleh kesalahan segelintir manusia. Banyak yang tahu sebabnya, akan tetapi sebagian besar dari mereka terus mengabaikannya. Maka timbullah kelongsoran besar dalam akhlak dan akibatnya kehidupan ini tidak dapat tertolong karena di telan bencana besar”

Untuk itu kekasihku, mari dari sekarang kita mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan yang terburuk. Perbanyaklah instropeksi dan memperbaiki diri, karena efeknya akan baik bagi kehidupan kita. Jika  kehancuran negeri ini benar terjadi dan kita mati olehnya, maka kita akan siap bertemu dengan Tuhan. Sedangkan jika kita selamat, maka kita pun akan siap menghadapi masa-masa sulit di awal kebangkitan Nusantara nanti. Namun jika kehancuran itu tidak terjadi, maka tidak menjadi masalah, karena kita sendiri tetap akan menjadi pribadi yang unggul. Sehingga akan terus menjadi sosok yang kuat dan teguh dalam pendirian, serta memiliki peran yang besar bagi sejarah peradaban dunia.

Yogyakarta, 30 September 2011
Mashudi Antoro (Oedi`)

3 thoughts on “Kehancuran Negeriku

    Andika said:
    Oktober 4, 2011 pukul 8:40 am

    tulisan yang bagus untuk negeri ini, betul sekali mas alangkah baeknya kalo dimulai dari diri kita sendiri yang mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan yang terburuk.
    Perbanyaklah instropeksi dan memperbaiki diri, karena efeknya akan baik bagi kehidupan kita. Jika kehancuran negeri ini benar terjadi dan kita mati olehnya, maka kita akan siap bertemu dengan Tuhan. Sedangkan jika kita selamat, maka kita pun akan siap menghadapi masa-masa sulit di awal kebangkitan Nusantara nanti. Namun jika kehancuran itu tidak terjadi, maka tidak menjadi masalah, karena kita sendiri tetap akan menjadi pribadi yang unggul. Sehingga akan terus menjadi sosok yang kuat dan teguh dalam pendirian, serta memiliki peran yang besar bagi sejarah peradaban dunia. semoga masih diberikan kesempatan untuk mempersiapkan diri amin…..

      oedi responded:
      Oktober 8, 2011 pukul 3:48 am

      Kebaikan dan keburukan yang terjadi bagi kehidupan ini tergantung diri kita sendiri, instropkesi dan berpikir adalah kiat untuk mengetahui kekurangan diri lalu mendapatkan ide untuk segera memperbaikinya… untuk itu jangan pernah menunda-nunda untuk keluar dari kebodohan, sebab yang demikian adalah wujud nyata dari kehancuran…
      Makasih Dik, untuk kunjungan dan dukungannya, semoga terus memberikan manfaat… 🙂

    Dodik Kriswantoro said:
    Oktober 19, 2014 pukul 3:41 am

    Zaman fitnah akan segera muncul, di zaman itu seseorang yg paginya iman disore hari menjadi kafir, gambarannya seperti orang yg akan berpuasa esok harinya maka malamnya supaya saur agar esok harinya mampu menahan rasa lapar, haus & dahaga. Penulis melihat saat ini hawa jahat menyelimuti bumi ini disegala penjuru, rusia yg memiliki bom nukleur terbanyak setelah AS mulai beradu kekuatan dengan eropa yg saat ini merupakan ekonomi terkuat didunia, penulis melihat ke depan mereka akan sama-sama hancur dalam peperangan, disisi lain AS dengan Yahudinya mulai melancarkan perang habis-habisan kpd seluruh umat islam dinegeri arab atas dasar isis/terorisme, penulis melihat kedepan perang Arab vs AS/Israel ini akan semakin membesar dan akan meluluh lantakkan ketiga kawasan tersebut baik wilayah Arab pada umumnya maupun wilayah AS sendiri, semua perkotaan di wilayah Arab maupun AS akan luluh lantak dan akan menjadi kota mati, terakhir dinegeri ini negeri Indonesia Raya atau Nuswantoro sedang dirundung duka, rakyatnya kelaparan, pemimpinnya berebut kekuasaan, pemilu telah usai namun penulis melihat sesungguhnya perang baru dimulai, setiap hari, waktu dan bulan ke depan suhu politik akan semakin memanas, bentrokan akan terjadi disana-sini dan negeri ini akan menjadi neraka bagi siapapun saja yg berada di dalamnya, nyawa manusia tidak lagi ada harganya, pembunuhan terjadi dimana-mana diseluruh penjuru negeri ini negeri Nuswantoro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s