Surat Cinta untuk Kekasihku II

Assalamu`alaikum wr wb.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, yang nyawaku berada di dalam genggaman tangan-Nya. Ku kirimkan salam terindah, seindah fajar yang menyingsing kepada hari. Selembut angin sepoi malam yang melenakan kelopak mata. Sebagai ungkapan rasa rindu yang membumbung tinggi padamu duhai cintaku.

Kekasihku…
Tak bosannya ku tanyakan kabarmu. Karena sungguh kuingin selalu mengetahui keadaanmu. Dan di hatiku selalu terhaturkan doa semoga Allah merahmati hidupmu dalam kebenaran dan membahagiakan hari-harimu dalam ridha-Nya.

Kekasihku…
Saat kau baca surat ini, ku harap kau menganggap bahwa aku sedang berada dihadapanmu dan langsung menuturkannya padamu. Karena begitu pula yang kurasakan saat menuliskan surat cinta ini. Aku sungguh ingin mengutarakannya langsung padamu tanpa halangan jarak dan waktu lagi. Tapi apalah daya, takdir pun belum menyetujuinya.

Kekasihku…
Walau telah berulang surat-suratku untukmu, namun rasa rindu yang agung ini tetap tidak pernah surut dari hatiku. Seandainya dapat dibentangkan segala ikhtiarku, maka walau habis terang dalam rindu ini namun ia tetap hangat di rongga dada.

Duhai kekasihku….
Sekali lagi ku tanyakan kabar tadarus Al-Qur`an mu dan bagaimana ibadah shalat keseharianmu? Apakah bertambah baik dan penuh dengan keikhlasan atas nama Allah? Apakah setiap malamnya, ketika larut menyelimuti ketenangan raga engkau tetap saja bangkit berdzikir dan sujud di hadapan-Nya dengan tulus? Karena saat itulah kita bisa paling dekat dengan-Nya, sebab Dia turun ke langit pertama untuk menebarkan rahmat bagi makhluk-Nya yang beribadah.

Kekasihku…
Tiada arti hidup ini bila terus saja larut dalam senda gurau duniawi. Kita diperbolehkan menikmatinya namun tidak untuk terus menjadikannya sebagai berhala dalam kehidupan. Untuk itu, jadikan kezuhudan sebagai prinsip dalam kau menjalani kehidupan yang sementara ini. Niscaya kau pun beroleh ketenangan.

O.. Kekasihku…
Di penghujung malam, sering ku merenung ke dada langit dan kulihat bintang rindumu gemerlapan disana. Saling berpantulan dengan kerinduanku disini. Begitu jelas meski tertata gemerlap diantara cahaya bintang angkasa. Membuatku sangat bahagia, karena aku tau bahwa kau juga turut merinduiku.

Kekasihku…
Sungguh, bahasa apa yang patut kusampaikan lagi kepadamu, kata-kata apa untuk mempersembahkan rasa rindu yang membahana ini. Sehingga tiba saatnya untukku dan dirimu juga kisah cinta kita harus mengikuti ketetapan-Nya. Sudah saatnya bagi kita untuk selalu tawakkal dan ridha kepada segala yang kelak ditakdirkan oleh-Nya.

Kekasihku…
Sekiranya telah tiba saatnya bagi kita untuk saling bertemu dalam kepastian, aku bermohon pada Tuhan agar sudi menyatukan kita dalam rasa cinta dan rindu-Nya. Biarlah rasa rindu dan cinta kita bersatu dalam keagungan nuansa itu selamanya. Untuk menjemput apa maksud dan tujuan kita diciptakan di alam dunia ini.

Namun kekasihku…
Jika selepas ini aku atau pun dirimu di jemput-Nya pergi, jadikanlah surat ini sebagai nasehat yang bisa membuat kita terus menjalani kehidupan ini. Sebab, yang pergi tetaplah ia harus pergi, sedangkan yang ditinggalkan mesti merelakan dengan sepenuh hati, terus menjalani hidup dengan normal dan turut mendoakan bagi keselamatannya.

Kekasihku…
Waktu terus berlalu dan penatku mulai merayapi sekujur tubuh, sebagai tanda aku pun mesti memanjakan diri ini barang sejenak. Menunaikan kewajiban kehidupan agar seimbang dan normal. Begitupun kuharapkan padamu, jika letihmu mulai merangkul diri maka jangan tunda untuk beristirahat. Segeralah berbaring dan pejamkan mata dengan diawali doa kehadirat-Nya, agar nyenyaklah tidurmu.

Baiklah kekasihku sayang…
Hanya itu yang dapat kusampaikan dalam kesempatan kali ini. Jujur tak puas rasanya bila terus seperti ini kita berhubungan. Tapi yakinlah bahwa aku dan dirimu akan merasakan sesuatu yang luarbiasa ketika saat yang telah dijanjikan-Nya telah tiba. Kau dan aku tentunya akan merasakan kenikmatan yang tiada terkira, sebagai buah dari kesabaran kita selama ini.

Salam hormat dan cinta dari seorang yang selalu mengagumi dan menunggumu.

Yogyakarta, 20 Juli 2011
Mashudi Antoro (Oedi`)

* Baca juga surat lainnya: “Surat cinta untuk kekasihku, Surat cinta untuk kekasihku III, Surat cinta untuk kekasihku IV dan Surat cinta untuk kekasihku V

Iklan

18 thoughts on “Surat Cinta untuk Kekasihku II

  1. horee horee pertamax..

    cieee cieee… cuwit cuwit.. mo bikin smpe season brapa di’ surat cintanya? :mrgreen:

    “Tapi yakinlah bahwa aku dan dirimu akan merasakan sesuatu yang luar biasa ketika saat yang telah dijanjikan-Nya telah tiba.” –> amin.. ๐Ÿ™‚

    1. Seep… makasih ya Nin cos masih mau berkunjung, moga bermanfaat.. ๐Ÿ™‚
      Hmm… gak tau Nin ampe season brapa… mungkin ampe tua.. atau mungkin semampunya aja deh… hehe… ๐Ÿ˜€

    1. Wah kok mister kata2 bersayap?
      Hmm.. gak nyangka bakal ditanggapin gitu oleh Eka dan pembaca yg lainnya, semoga kita mendapatkan yg terbaik menurut Allah sebagai pendamping yg setia dan pelengkap kehidupan… ๐Ÿ™‚
      Sekali lagi makasih cos masih mau berkunjung di blog ini, semoga tetap memberikan manfaat… ๐Ÿ˜€

  2. wah si brot duluan…. bakal banyak seasonnya brot tenang ja ๐Ÿ˜€

    mas oedi ne salah satu pujangga cinta, kata-katanya pun penuh makna… disarankan bagi pembaca, kalo bacanya butuh waktu yg ekstra dan ketelitian untuk tau arti sebenernya…

    makasi mas linknya, lanjutkan ๐Ÿ™‚

    1. Masa sih dik? mas ini bukan pujangga loh… wong tulisannya biasa2 aja kaya gini kok… ๐Ÿ™‚
      Tapi emang benar tuh, kalau baca ya di sarankan untuk santai dan dalam kondisi pikiran yg tenang agar bisa menikmati maknanya… SELAMAT MEMBACA DECH…
      Okey… makasih ya Dik atas kunjungannya, semoga tetap bermanfaat.. ๐Ÿ˜€

    1. Hmm.. jatuh cinta? oh itu selalu kok.. karena “Para pecinta telah memastikan diri untuk memilih kebebasan di dunia yang akan datang. Sedangkan orang-orang yang kufur memilih kebebasan saat di dunia sekarang” jadi emg diriku tetap harus mencintai, apapun… ๐Ÿ™‚
      Ya surat ini ku persembahkan khusus buat kekasihku… mau tau orangnya? silahkan ngulik sendiri ya… hehe..:)
      Okey.. semangat juga buat tulisanmu.. dan makasih ya Ran untuk kunjungannya, semoga bermanfaat.. ๐Ÿ˜€

  3. hmm,,, ๐Ÿ™‚
    semakin buat penasaran + takjub + terharu,,,
    siapakah dia gerangan yg dituju surat2 cinta ini???
    yg pasti,,,semoga dia kan hadir dlm kehidupan mz oedi suatu saat nanti, dukungan kami selalu tuk cinta sucimu mz,,, ๐Ÿ˜€
    so,,,,,,,,,
    ditunggu surat2 berikutnya, tentunya berharap surat balasan dr “Sang Kekasih”,,,
    good luck ๐Ÿ™‚

    1. Subhanallah…. ๐Ÿ™‚
      Hmm… yang benar penasaran?? wah maap deh kalau membuat Timah gak nyaman… tapi yang jelas tujuan di uploadnya surat cinta ini adalah demi kebaikan dan dakwah semata kok… semoga saja memberikan manfaat… ๐Ÿ˜€
      Okey.. silahkan saja di tunggu, semoga masih tetap bisa menulis yang semisal di forum ini…
      Terimakasih ya atas dukungannya… dan semoga kita sama-sama mendapatkan yang terbaik, yaitu jodoh yang terbaik karena kita pun berusaha menjadi yang terbaik dalam kehidupan ini…

  4. dulu saya juga sering menulis surat cinta yang saya kira sangat dalam maknanya. Semangat menulis kian meningkat tatkala menerima balasan yang setimpal dengan kehalusan kata. balas membalas kata-kata manis seharum bunga berlanjutan bertahun-tahun lamanya… sehingga suatu ketika saya tidak lagi menerima balasanya. Saya memujuk diri untuk terus mengirim surat cinta seperti biasanya… namun ia berlarutan tidak dibalas. Akhirnya saya akur… tidak semua kata manis bisa menjadi pengikat dua jiwa. Apa yang penting ia harus disulam dengan kesetiaan dan rasa cinta yang tulus. Semoga surat cinta kita kepada junjungan kita akan terbalas saat kita dijemput Tuhan yang Agong..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s