Shalat dalam Keikhlasan

Saudaraku sekalian, seberapa dalam cintamu kepada Allah SWT dalam kehidupan ini. Sudahkah engkau benar-benar patuh pada-Nya dengan selalu menegakkan perintah-Nya dan menjauhi setiap larangan-Nya. Contohnya dalam hal ibadah shalat, apakah kau telah mendirikannya dengan tertip, penuh keikhlasan dan dimanapun kau berada?

Berikut ini adalah foto-foto yang memuat sekelumit ibadah shalat yang dilaksanakan dalam penuh kecintaan dan kesadaran yang tinggi. Sebagai bahan refleksi bagi kita bersama yang dibandingkan dengan kemudahan yang kita dapatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Jadwal shalat lima waktu berdasarkan pergerakan matahari

Afganistan (tetap menunaikan shalat meski di pegunungan es dan dalam masa perjuangan)

Palestina (tetap shalat meski dalam suasana konflik, ancaman dan peperangan yang berkepanjangan)

Rusia (tetap shalat meski dalam kondisi cuaca yang tak menentu)

Somalia (tetap shalat meski dalam suasana konflik berkepanjangan)

Uzbekistan (tetap shalat meski di guyuri hujan salju dan suhu yang sangat dingin)

Bangladesh (tetap shalat meski negara dalam keadaan semrawut)

Di atas bukit (tetap shalat berjamaah meski di atas perbukitan)

Di tengah gurun (tetap shalat meski berada di tengah perjalanan di gurun pasir yang luas)

Di puncak gunung (tetap shalat subuh meski berada di puncak gunung Semeru, 3675 Mdpl)

Di atas rakit (tetap shalat meski sendirian dan berada diatas sebuah rakit)

Di sela-sela aktifitas (tetap shalat meski dalam masa menjalankan aktifitas)

Mahmoud Ahmadinejad (tetap shalat dimanapun berada, meski presiden dan di atas trotoar jalan)

Cacat tubuh (tetap shalat meski kondisi tubuh tak sempurna)

Meninggal di waktu shalat (tetap shalat hingga ajal datang menjemput)

Di shalatkan (tetap shalat meski akhirnya pun di shalatkan karena telah meninggal)

***

Wahai saudaraku, dengan kondisi baik geografis, iklim dan stabilitas politik yang kita rasakan saat ini, maka betapa banyak nikmat yang telah Allah SWT berikan. Sehingga bersyukurlah dengan banyak kemudahan yang kau dapatkan untuk terus melaksanakan shalat. Coba seandainya dirimu berada di posisi mereka diatas, betapa sulitnya bukan? Bahkan apakah kau akan tetap menunaikan shalat?

Yogyakarta, 17 Mei 2011
Mashudi Antoro (Oedi`)

Iklan

8 thoughts on “Shalat dalam Keikhlasan

  1. makasih banyak link_nya die, sungguh sangat bermanfaat & banyak menyadarkan’q, bhw slama ini sholat’q sangat tdk sempurna, bhkan jauh dr sempurna, semga Allah mengampuni’q,,,
    dlm keadaan apapun, dimanapun & bagaimanapun, hendaknya sholat tetap didirikan, semoga qt semua snantias diberi Hidayah agr tdk meninggalkannya, amiin 🙂

    1. Iya sama2.. semoga bermanfaat.
      Yup, makanya di dalam Al-Qur`an Allah SWT pun berfirman bahwa kita harus “mendirikan shalat” dan bukan hanya mengerjakannya saja. Sehingga itulah yang dinamakan hakekat shalat.
      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya di tulisan ini. 🙂

  2. subhanallah….
    tulisan ini mengingatkan kita akan pentingnya ibadah (shalat) dimanapun dan kapanpun…. untuk menunjukkan rasa taat dan takwa kita kepada allah… shalat alangkah baeknya tidak hanya di kerjakan tapi di dirikan sesuai dengan hakikatnya…..
    terimakasih mas linknya… sebagai bahan intropeksi diri dika pribadi, semoga bisa dan berusaha terus untuk merdirikan shalat…. amin..

    1. Iya Dik sama2 deh… memang tugas kita itu adalah saling mengingatkan. Syukurlah kalau tulisan ini bisa dijadikan sebagai bahan intropeksi, sehingga nantinya tidak lagi berani mengabaikan hakekat dari mendirikan shalat.
      Semoga kita tetap bisa mendirikan hakekat shalat hingga ajal pun datang menjemput. 🙂

  3. trimakasih mas oedi …
    saya akui memang saya ini agak jarang sholt…
    tpi ntah knp kalou saya tidak sholt hati saya tu rasay gundah n risau…
    tpi apakah sholt saya dtrima ALLAH SWT saya tdk tw…
    tpi saya harp Allah mnerimay wlop mgkin trdapat kekurangany….

    1. Wah mbak Ema ini rajin sekali membaca tulisan2 saya…. makasih banget ya udah berkenan…. 🙂
      Ya itu tandanya kalau hidup kita masih belum lengkap, sehingga masih merasakan ada sesuatu yang kurang dan perasaan tidak tenang…. ayo lebih semangat lagi… hehe… 😀
      Hmmm… saya pun tidak mengetahui apakah shalat yg saya lakukan selama ini diterima oleh Allah, tapi saya tidak mempedulikan itu karena janganlah kita shalat (beribadah kepada Allah) karena mengharapkan pahala dan takut dosa, atau karena menginginkan syurga dan takut dengan neraka, sebab itu namanya pamrih yg Allah sendiri sangat membenci sifat itu. Melainkan hanya takut kepada Allah dan selalu tunduk dan patuh pada perintah-Nya dengan tanpa alasan (riya`). Gak usahlah kita mikirin diterima apa tidak ibadah kita itu, karena tentunya kita tidak akan pernah tau, tapi berpikirlah tentang bagaimana caranya kita bisa tetap terus istiqomah dan ikhlas dalam mendirikan shalatnya, masalah hasil (pahala atau dosa) biarlah menjadi urusan Allah yang mutlak.

      “JANGANLAH ENGKAU HANYA BISA MENGIKUTI ATURAN AGAMA, TETAPI JUGA MAMAHAMI HAKEKATNYA. RASAKAN, AMALKAN, DAN NIKMATI SEOLAH-OLAH BUKAN BEBAN KEWAJIBAN. DENGAN BEGITU KAU DAPAT MEMILIKI KESEMPATAN UNTUK MENCAPAI MAQAM RUHANI YANG TINGGI” – MASHUDI ANTORO (OEDI`) –

      Semoga kita tetap istiqomah dalam mendirikan ibadah (shalat, dll) tanpa pamrih, sehingga menjadi keuntungan dalam kehidupan nanti di akherat….. Amiiin…

  4. Alhamdulillah sodaraku, Anda telah mengingatkan sodara2 yang lain atas nikmat Allah ini, semoga anda selalu sehat dan selalu bisa memberikan ilmu kepada sodara yang lain. Ijin share gambarnya terima kasih.

    1. Aamiin ya Robb, begitu juga untuk mas Hendra, semoga selalu sehat dan selamat dunia akherat… 🙂
      Oh silahkan saja mas, semoga bermanfaat.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s