Apakah Kita Sudah Bersyukur?

Posted on Updated on

Saudaraku, betapa banyak nikmat dan karunia Allah SWT telah kita rasakan di dalam kehidupan ini. Bahkan bila semua air di samudera di jadikan tinta pena untuk menuliskan tentang berapa banyaknya nikmat itu, maka tinta itu tidak akan cukup banyak untuk menuliskannya. Terutama kekayaan alam, kesempatan dan kenikmatan hidup yang kita miliki dari negeri tercinta ini. Sungguh sebuah anugerah yang sangat besar telah kita dapatkan dari-Nya.

Tetapi, mengapa kebanyakan dari kita bukannya bersyukur dan terus berterimakasih atas karunia itu. Sebaliknya, terus serakah dan tamak demi pemenuhan hasrat keinginan (nafsu) yang tidak akan pernah ada habisnya. Bahkan merusak apa-apa yang telah diberikan oleh Yang Maha Pencipta itu, seperti menciptakan polusi, melakukan perambahan hutan, bertindak korupsi dan berbohong, serta gemar berbuat zalim dan maksiat.

Coba kau bandingkan dengan apa yang terjadi berikut ini, “bukankah sebaiknya kita bersyukur?” :

Derita kelaparan yang membuat seorang anak sebagai tengkorak hidup (hanya tulang dan kulit yang tersisa)

Kelaparan yang tak pernah melihat siapa orangnya dan dimana tempatnya

Terpaksa meminum air seni sapi demi menghilangkan dahaga

Terpaksa mendinginkan kepala dengan air seni sapi

Beratnya kehidupan yang mesti di jalani

Derita menjelang ajal (foto ini menunjukkan seorang anak yang sedang kelaparan dalam menunggu ajalnya dan sedang di tunggai oleh seekor burung pemakan bangkai. Bahkan sang fotografernya pun akhirnya bunuh diri setelah mengambil moment ini)

Saudaraku sekalian, membandingkan foto-foto kejadian diatas (maaf bukan bertujuan untuk pornografi), bukankah seharusnya kita pandai bersyukur dan terus berlaku bijak dalam kehidupan ini? Atau senantiasa menyebarkan rasa cinta dan kasih sayang terhadap sesama, dan bukan malah terus saja mengabaikan mereka yang bernasib kurang baik seperti kita. Karena saat kini dan dimana kita tinggal sekarang mungkin tidak pernah mengalami nasib buruk seperti yang mereka alami diatas.

Sungguh, sebuah keniscayaan bila sikap yang tidak mau bersyukur ini terus saja kita pelihara, maka jangan heran bahwa azab Allah SWT yang sangat perih akan melanda negeri ini dalam waktu dekat. Dengan bentuk yang belum pernah terjadi di zaman modern, dan dampaknya pun akan jauh berbeda dari biasanya. Namun, pribadi yang memiliki cinta di hatinya akan mengucapkan “Subhanallah – Walhamdulillah” sambil berurai airmata karena terharu, sedangkan yang tidak memiliki cinta di hatinya (pelaku dosa) akan mengucapkan “istighfar” berulang kali dengan berurai airmata karena ketakutan dan kesedihan yang mendalam.

Untuk itu saudaraku tercinta, mari, marilah dari sekarang dan selagi kesempatan dalam bersyukur masih ada, kita tingkatkan rasa syukur dan mensyukuri segala nikmat yang telah Allah SWT berikan. Karena hanya dengan begitulah kita pribadi dan negeri ini akan sampai pada puncak kejayaannya. Dan bila tidak, maka tunggulah bahwa azab Allah SWT yang sungguh perih akan datang dalam waktu dekat.

Yogyakarta, 17 Mei 2011
Mashudi Antoro (Oedi`)

4 thoughts on “Apakah Kita Sudah Bersyukur?

    Andika said:
    Mei 17, 2011 pukul 3:23 pm

    makasi mas linknya…..
    sebagai pengingat bagi kita untuk selalu bersyukur dan mensykuri atas nikmat yang diberikan Allah kepada kita, terkadang kita lalai ketika diberikan nikmat yang berlimpah… untuk itu marilah kita menjadi pribadi yang selalu terus berusaha untuk selalu bersyukur dan mensyukuri dan semoga menjadi yang memiliki cinta dihati.. amin

      oedi responded:
      Mei 17, 2011 pukul 4:12 pm

      Okey.. sama2 Dik, makasih juga karena uda mau mampir di tulisan ini, semoga bermanfaat.
      Syukurlah bila tulisan ini bisa menjadi bahan intropeksi tentang sebatas mana kita bisa bersyukur kepada-Nya, sebab bila tidak, itulah yang namanya kufur. Sehingga tunggulah bahwa azab Allah itu begitu perih untuk di rasakan… 🙂
      Semoga kita selalu menjadi hamba Allah yang pandai bersyukur dengan niat dan jalan yang tanpa alasan (pamrih pribadi). Sehingga bisa menemukan jalan yang benar dan bisa kembali kepada-Nya dalam wajah yang terseyum.

    FadhiLa Rahma said:
    Juni 4, 2011 pukul 1:58 pm

    Link nya sangat bermanfaat…
    dan aLhamdulillah membuat saya bersyukur atas kehidupan yg sudah saya jaLani sekarang….

      oedi responded:
      Juni 8, 2011 pukul 1:30 pm

      Subhanallah…
      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat…. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s