Energi Panas Bumi yang Terabaikan

Indonesia adalah negara yang memiliki sumber daya panas bumi terbesar di dunia. Sebab mencakup 40% dari semua cadangan dunia. Tapi, apakah hal ini telah di kembangkan dengan maksimal? Apakah Indonesia telah memanfaatkan sumber energi yang ekonomis dan ramah lingkungan ini secara maksimal? Karena jika tidak, maka bangsa ini tidak lebih baik dari sebuah bangsa yang kufur alias tidak pandai bersyukur atas rahmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa.

I. Pendahuluan
Energi yang merupakan tenaga penggerak industri dan juga kehidupan manusia, makin banyak dibutuhkan. Tetapi sumber energi yang berasal dari fosil seperti minyak, batu bara atau uranium makin lama makin berkurang. Terutama, setelah terjadi krisis minyak dunia pada tahun 1973, di banyak negara, kebutuhan akan sumber energi alternatif selain yang berasal dari fosil makin lama makin bertumbuh.

Seperti diketahui, energi panas bumi memiliki beberapa keunggulan dibandingkan sumber energi terbarukan yang lain, diantaranya: (1) hemat ruang dan pengaruh dampak visual yang minimal, (2) mampu berproduksi secara terus menerus selama 24 jam, sehingga tidak membutuhkan tempat penyimpanan energi (energy storage), serta (3) tingkat ketersediaan (availability) yang sangat tinggi yaitu diatas 95%. Namun demikian, pemulihan energi (energy recovery) panas bumi memakan waktu yang relatif lama yaitu hingga beberapa ratus tahun. Secara teknis-ekonomis, suatu lokasi sumber panas bumi mampu menyediakan energi untuk jangka waktu antara 30-50 tahun, sebelum ditemukan lokasi pengganti yang baru.

II. Definisi energi panas bumi
Energi panas bumi adalah energi yang diekstraksi dari panas yang tersimpan di dalam bumi. Energi panas bumi ini berasal dari aktivitas tektonik di dalam bumi yang terjadi sejak planet ini diciptakan. Panas ini juga berasal dari panas matahari yang diserap oleh permukaan bumi. Energi ini telah dipergunakan untuk memanaskan (ruangan ketika musim dingin atau air) sejak peradaban Romawi, namun sekarang lebih populer untuk menghasilkan energi listrik.

Energi panas bumi cukup ekonomis dan ramah lingkungan, namun terbatas hanya pada dekat area perbatasan lapisan tektonik. Sekitar 10 Giga Watt pembangkit listrik tenaga panas bumi telah dipasang di seluruh dunia pada tahun 2007, dan menyumbang sekitar 0.3% total energi listrik dunia. Pangeran Piero Ginori Conti mencoba generator panas bumi pertama pada 4 July 1904 di area panas bumi Larderello di Italia. Grup area sumber panas bumi terbesar di dunia, disebut The Geyser, berada di California, Amerika Serikat. Pada tahun 2004, lima negara (El Salvador, Kenya, Filipina, Islandia, dan Kostarika) telah menggunakan panas bumi untuk menghasilkan lebih dari 15% kebutuhan listriknya.

Pembangkit listrik tenaga panas bumi hanya dapat dibangun di sekitar lempeng tektonik di mana temperatur tinggi dari sumber panas bumi tersedia di dekat permukaan. Pengembangan dan penyempurnaan dalam teknologi pengeboran dan ekstraksi telah memperluas jangkauan pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi dari lempeng tektonik terdekat.

Efisiensi termal dari pembangkit listrik tenaga panas bumi cenderung rendah karena fluida panas bumi berada pada temperatur yang lebih rendah dibandingkan dengan uap atau air mendidih. Berdasarkan hukum termodinamika, rendahnya temperatur membatasi efisiensi dari mesin kalor dalam mengambil energi selama menghasilkan listrik. Sisa panas terbuang, kecuali jika bisa dimanfaatkan secara lokal dan langsung, misalnya untuk pemanas ruangan. Efisiensi sistem tidak memengaruhi biaya operasional seperti pembangkit listrik tenaga bahan bakar fosil.

III. Potensi di Indonesia
Lokasi Indonesia yang berada di ”ring of fire” dunia dengan banyaknya gunung api disamping memberikan dampak yang berbahaya juga memberikan anugerah akan tersedianya energi yang ramah lingkungan yaitu panas bumi. Potensi energi panas bumi yang dimiliki oleh Indonesia mencapai sekitar 28.000 MW dengan potensi sumber daya 13440 MW dan reserves 14.473 MW tersebar di 265 lokasi di seluruh Indonesia.

Pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Wayang Windu II (Jawa Barat)

Dari potensi tersebut, 4% atau 1.189 MW telah dimanfaatkan energinya untuk pembangkitan tenaga listrik dengan kapasitas terpasang terbesar berada di daerah Jawa Barat yaitu sebesar 1057 MW (20% dari cadangan), kemudian diikuti oleh Jawa Tengah 60 MW, Sulawesi Utara 60 MW dan Sumatera Utara 12 MW.

Indonesia sebagai negara yang memiliki sumber daya panas bumi terbesar di dunia (40% cadangan dunia) syukurnya telah aktif dalam kancah industri panas bumi dunia. Untuk pengembangan potensi panas bumi, pemerintah memberikan kesempatan yang luas kepada pihak swasta untuk ikut berperan serta dalam pengembangan tenaga listrik panas bumi.

IV. Kendala yang di hadapi
Pemanfaatan energi panas bumi memang tidak mudah. Energi panas bumi yang umumnya berada di kedalaman 1.000-2.000 meter di bawah permukaan tanah sulit ditebak keberadaan dan “karakternya”. Investasi untuk menggali energi panas bumi tidak sedikit karena tergolong berteknologi dan berisiko tinggi (dalam hal finansial). Investasi untuk kapasitas di bawah satu MW, berkisar US$ 3.000-5.000 per kilowatt (kW). Sementara untuk kapasitas di atas satu MW, diperlukan investasi US$ 1.500-2.500 per kW.

Tantangan selanjutnya adalah akibat sifat panas yang “site specific” kondisi geologis setempat, karakter produksi dan kualitas produksi akan berbeda dari satu area ke area yang lain. Penurunan produksi yang cepat, sebagai contoh, merupakan karakter produksi yang harus ditanggung oleh pengusaha atau pengembang, ditambah kualitas produksi yang kurang baik, dapat menimbulkan banyak masalah di pembangkit. Misalnya, kandungan gas yang tinggi mengakibatkan investasi lebih besar di hilir atau pembangkitnya.

Dalam pembangkitan listrik, harga jual per kWh yang ditetapkan PLN dinilai terialu murah sehingga tak sebanding dengan biaya eksplorasi dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Dalam hal ini, PLN tidak bisa disalahkan karena tarif dasar listrik yang ditetapkan pemerintah masih di bawah harga komersial, yaitu tujuh sen dollar AS per kWh.

Di sisi lain, adanya potensi panas bumi di suatu daerah biasanya di pegunungan dan terpencil sering tak bisa dimanfaatkan karena kebutuhan listrik di daerah itu sedikit sehingga belum ekonomis untuk mengeksplorasi dan memanfaatkan energi panas bumi tersebut.

V. Penutup
Terlepas dari semua kendala yang ada, maka tidak perlu diragukan lagi bahwa kawasan Indonesia adalah tempat yang bisa mendatangkan kemakmuran bagi rakyatnya. Ini pun tidak terbatas pada satu atau beberapa sektor saja, melainkan hampir di semua kebutuhan umat manusia. Contohnya dengan ide pemerintah yang akan membangun PLTN (pembangkit listri tenaga nuklir) yang masih menjadi polemik di beberapa negara dan sangat berisiko tinggi. Seperti Jepang yang kini sedang mengalami masalah besar karena dampak radioaktifnya akibat gagalnya sistem pendingin setelah gempa dan tsunami sebelumnya. Maka dengan adanya potensi yang sangat besar dari energi panas bumi ini, tentu pemerintah tidak perlu lagi pusing memikirkan jalan keluar terbaik bagi permasalahan energi di Indonesia. Sebab, energi yang di hasilkan oleh panas bumi di seluruh kawasan Indonesia bisa memenuhi kebutuhan tersebut.

Namun, sekali lagi sangat diperlukan niat, semangat, kebijakan dan usaha yang lebih serius lagi dari para pemimpin bangsa – khususnya pemerintah – untuk mewujudkan hal ini. Sebuah pembangkit energi yang bisa memenuhi kebutuhan bangsa Indonesia dengan nilai yang lebih ekonomis dan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Sebab, jika ini tidak sungguh-sungguh dilakukan, maka tunggulah kecelakaan dan bencana besar akan menimpa negeri ini karena telah kufur pada nikmat Tuhan.

Yogyakarta, 31 Maret 2011
Mashudi Antoro (Oedi`)

Referensi:
* http://id.wikipedia.org/wiki/Energi_panas_bumi
* http://www.esdm.go.id/siaran-pers/55-siaran-pers/3021-pengembangan-energi-panas-bumi-di-indonesia.html
* http://infoenergi.wordpress.com/2007/03/13/egs-dan-masa-depan-energi-panasbumi-di-indonesia/
* Departemen ESDM (energi dan sumber daya mineral)

Iklan

11 thoughts on “Energi Panas Bumi yang Terabaikan

  1. wah besar sekali potensi yang ada diindonesia ini untuk memanfaatkan energi panas bumi. memang dibutuhkan kerjasama antara pemerintah dan investor untuk mendanai pemanfaatan panas bumi ini, dan harus lebih berhati-hati dikarenakan perlu diperhatikan lingkungan sekitar dan keselamatan tentunya.

    nice info mas… ditunggu tulisan lainya 🙂

    1. Ya begitulah Tuhan menganugerahi negeri ini dengan sebuah potensi yang luarbiasa dan jelas tidak ada yg sama di negara manapun di bumi ini, cuma satu-satunya di tanah pertiwi ini..
      Hmm.. sebenarnya bila serius, maka Indonesia ini bahkan tidak memerlukan investor, asalkan para pemimpinnya bersedia berkorban dan para pengusaha yang kaya mau membantu, maka niscaya kita bisa membangun fasilitas PLTP di banyak tempat, toh nantinya bakal menguntungkan juga kok bagi mereka ini…
      Okey Dik, makasih karena masih sering berkunjung di blog ini, semoga tetap bermanfaat.. 🙂

  2. sangat disayangkan pemerintahan di indonesia ini tidak mau memanfaatkan karunia yang telah di berikan oleh Allah SWT… subhanallah alangkah kayanya negri ini tapi sayang kekayaan yg ada di negri ini disia2kan begitu saja oleh pemerintah…hemmmm bener yang mas oedi bilang tinggal nungu hancurnya saja negri ini akibat kekufuran manusianya terutama para pemimpinnya..
    terimakasih mas oedi atas infonya ..:D

    1. Yup.. benar sekali Ben, negeri dan orang yang tinggal di dalamnya begitu banyak yang tidak mau bersyukur, bahkan sudah melupakan bagaimana cara untuk bersyukur itu… ya beginilah jadinya bangsa ini, kaya tapi miskin, punya potensi berlebih tapi tetap saja menjadi budak bangsa lain… sungguh sangat menyedihkan sekali…
      Hmm.. memang tinggal masalah waktunya saja kapan bom waktu itu akan meledak, yaitu laknatullah yang akan menghancurkan peradaban bangsa ini dan meninggalkan Indonesia hanya di dalam kenangan sejarah, sebagaimana yang pernah terjadi dengan kerajaan Singosari yang berganti dg Majapahit.
      Okey Ben, makasih karena masih sering berkunjung di blog ini, semoga bermanfaat.. 🙂

  3. sy baca pltpb itu menginjeksi air ke perut bumi & mengambil uap air untuk menggerakkan turbin.

    apakah air td bisa diganti air laut?

    1. Hmm.. pada dasarnya air tawar atau air laut tidak jadi soal… tapi sepertinya lebih tepat menggunakan air tawar (yg hanya mengandung garam kurang dari 0.05%) saja, karena air laut banyak mengandung garam (sekitar 3,5% – 30%) dan unsur-unsur zat lain (halida, klorida, natrium, sulfat, magnesium, potasium, anion, dll) sehingga dapat merusak peralatan lebih cepat terutama logam… Namun untuk lebih jelasnya lagi, silahkan Anda bertanya kepada yang lebih mumpuni tentang hal ini.. Terimakasih.. 🙂

  4. qta ngobrol asal aja yah!

    sy ada ide nih, gimana klo bikin dam besar di pinggir pantai berbatu tebal yg prinsipny seperti plta (pembangkit listrik tenaga air). buat lubang lalu lubang td masuk kedalam batu & tanah. air laut td masuk ke lubang & menggerakkan turbin.

    setelah itu air laut dialirkan ke pembangkit listrik tenaga panas bumi yg ada di dalam tanah. tentu saja dgn perhitungan & lokasi yg tepat.

  5. memang besar potensi SDA negri kita indonesia. Setidaknya prlu kerja keras beserta niat yang sungguh2 untuk memanfaatkan semua harta yang terpendam itu. tidk hanya pemerintah, generasi muda juga perlu membuka pikiran untuk mulai mengembangkan semua potensi SDA ini, agar kedepanya bisa maksimal…( insyALLAh) thanks atas infonya

    1. Iya sama-sama… terimakasih juga atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. 🙂
      Ya benar sekali, diperlukan kesadaran dan kerja keras dari semua elemen bangsa untuk bisa menciptakan sebuah tetanan negara yang “Gemah ripah loh jinawi”. Sehingga cita-cita para pendiri bangsa tidak hanya sebagai angan-angan belaka, tetapi benar-benar terwujud hingga ke anak cucu nanti… untuk itu, khususnya generasi muda, pikirkanlah ini baik dan jadilah orang yang berguna bagi nusa dan bangsamu… jangan terus sibuk meniru budaya dan tradisi bangsa lain – bahkan lebih buruk lagi menjadi sapi perah dan budak bangsa lain… galilah potensi yang ada pada bangsa kita sendiri… niscaya kita akan menjadi bangsa yang besar dan bisa memimpin dunia sekali lagi…. dimana dulu pernah terjadi… Semangat!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s