Kisah Atlantis, asli dari karangan Plato (buku Timaeus dan Critias)

Posted on Updated on

Pada tulisan sebelumnya saya pernah membahas tentang bangsa Atlantis (baca: https://oediku.wordpress.com/2009/06/19/melacak-peradaban-atlantis-yang-hilang-di-telan-waktu/). Dimana dijelaskan bahwa bangsa ini telah memiliki sebuah peradaban yang sangat maju. Sedangkan adanya kisah bangsa ini hingga menarik minat para arkeolog dan penjelajah se-dunia, berasal dari buku karangan Plato yang berjudul Timeaeus dan Critias.

Selain para arkeolog, Atlantis juga menarik perhatian para panganut new age, ufolog hingga nazi Jerman. Bahkan beberapa orang mengatakan bahwa bangsa Atlantis adalah sekelompok ras super yang memiliki teknologi tinggi. Namun, selalu ada perdebatan apakah Atlantis yang dideskripsikan oleh Plato merupakan sebuah fiksi atau kenyataan.


Saya sama sekali tidak kesulitan untuk menerima teori bahwa Atlantis adalah sebuah bangsa yang benar-benar ada dalam sejarah. Namun sepertinya saya mengalami kesulitan untuk menerima teori yang mengatakan bahwa Atlantis adalah negeri para dewa, Ras super keturunan alien dengan teknologi super tinggi, atau teori para penganut new age yang menganggap Atlantis sebagai sebuah benua mistik yang memiliki peranan signifikan dalam kehidupan umat manusia. Hitler bahkan percaya bahwa bangsa Arya adalah keturunan langsung dari Atlantis yang membuat ia memerintahkan pencarian benua ini.

Agar lebih jelas dan terarah, maka saya memutuskan untuk mencari info yang bersumber langsung dari buku Timaeus dan Critias karangan Plato yang ditulis pada tahun 347 SM. Ini bermaksud untuk mempertabal pemahaman saya agar tidak terjebak pada kecenderungan manusia yang sering membesar-besarkan sesuatu.


Untuk lebih jelasnya agar Anda yang belum pernah membaca buku Timaeus dan Critias yang di tulis oleh Plato, maka berikut ini diberikan sekilas tentang isi dari buku itu, yang saya rujuk dari situs; http://xfile-enigma.blogspot.com/2009/12/legenda-atlantis-yang-sesungguhnya.html?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+EnigmaOfTheWorld+%28enigma+%29&utm_content=Netvibes. Berikut penjelasannya:

Dari hasil membaca isi buku karangan Plato, saya tidak menemukan satupun deskripsi yang mengindikasikan bahwa ras Atlantis adalah ras super keturunan alien dengan teknologi super tinggi. Teknologi dan kemampuan yang dideskripsikan Plato mengenai Atlantis sebenarnya sama saja dengan teknologi yang dimiliki oleh bangsa purba lainnya seperti Yunani, Cina dan Mesir. Bahkan, dalam tulisan Plato disebutkan bahwa Bangsa Atlantis kalah berperang dengan Yunani (Saya percaya kalian belum pernah mendengar soal ini).

Mungkin yang membuat orang berpikir bahwa mereka keturunan alien adalah karena Plato menyatakan bahwa bangsa Atlantis berasal dari keturunan Poseidon, Dewa Samudera Yunani (ini berlaku bagi mereka yang mempercayai teori bahwa dewa-dewa masa purba adalah alien).

Tapi menariknya, jika kita meneliti kisah-kisah legenda masa purba dari Cina kuno, Sumeria, Mesir, Yunani dan bahkan Indonesia, kita juga akan menemukan legenda yang menceritakan bahwa mereka adalah keturunan langsung para Dewa. Jadi saya menganggap, Legenda Atlantis tidak jauh berbeda dengan legenda suku bangsa lainnya. (Maaf untuk penggemar Atlantis)

Tapi ada banyak hal menarik yang bisa dipelajari dari kisah Atlantis. Dan bagi yang belum mengetahuinya, di bawah ini saya sertakan deskripsi singkat mengenai Atlantis. Potongan-potongan kalimat ini saya terjemahkan dari Timaeus dan Critias versi Inggris terjemahan Benjamin Jowett.

Timaeus dan Critias adalah sebuah buku yang ditulis dalam rupa dialog yang terjadi antara Timaeus, Critias, Hermocrates dan Socrates. Dalam buku itu, kisah Atlantis diceritakan oleh Critias yang mendengar kisah itu dari kakeknya yang juga bernama Critias. Sedangkan Critias (sang kakek) mendengarnya dari Solon. Dan Solon mendengarnya dari para pendeta Mesir.

Timaeus hanya sedikit menyinggung soal Atlantis. Sedangkan Critias lebih banyak mendeskripsikan Atlantis. Namun, Critias sepertinya belum diselesaikan oleh Plato sehingga kita hanya mendapat sepenggal kisah Atlantis. Tapi paling tidak cukup untuk mengambil pelajaran dari bangsa yang luar biasa ini.

Lokasi Atlantis
“Kekuatan ini datang dari samudera Atlantik. Pada waktu itu, samudera Atlantik dapat dilayari dan ada sebuah pulau yang terletak di hadapan selat yang engkau sebut pilar-pilar Herkules. Pulau itu lebih luas dibandingkan dengan gabungan Libya dan Asia dan pilar-pilar ini juga merupakan pintu masuk ke pulau-pulau lain di sekitarnya, dan dari pulau-pulau itu engkau dapat sampai ke seluruh benua yang menjadi pembatas laut Atlantik. Laut yang ada di dalam pilar-pilar Herkules hanyalah seperti sebuah pelabuhan yang memiliki pintu masuk sempit. Namun laut yang di luarnya adalah laut yang sesungguhnya, dan benua yang mengelilinginya dapat disebut benua tanpa batas. Di wilayah Atlantis ini, ada sebuah kerajaan besar yang memerintah keseluruhan pulau dan pulau lain disekitarnya serta sebagian wilayah di benua lainnya” (Timaeus)

Asal mula bangsa Atlantis
“Sebelumnya aku telah berbicara mengenai pembagian wilayah yang diadakan bagi para dewa dan bagaimana mereka tersebar ke seluruh dunia dalam proporsi yang berbeda-beda. Dan Poseidon, menerima bagiannya, yaitu pulau Atlantis.” (Critias)

“Di tengah-tengah pulau itu ada sebuah dataran yang dianggap terbaik dan memiliki tanah yang subur. Di situ ada sebuah gunung yang tidak terlalu tinggi di masing sisi-sisinya. Di gunung itu tinggal seorang pria fana bernama Evenor yang memiliki seorang istri bernama Leucippe. Mereka memiliki satu anak perempuan bernama Cleito. Ketika Cleito telah dewasa, ayah dan ibunya meninggal dunia. Poseidon jatuh cinta dan bersetubuh dengannya.” (Critias)

Karakteristik Tanah Atlantis
“Poseidon lalu memecahkan tanah di sekitar bukit tempat tinggal Cleito sehingga bukit itu terpisah dari dataran lain. Bukit itu sekarang dikelilingi oleh laut yang berbentuk lingkaran. Poseidon membuat dua bagian daratan seperti ini sehingga jumlahnya menjadi dua daratan yang dikelilingi tiga wilayah perairan.” (Critias)

“Masing-masing daratan memiliki sirkumferen yang berjarak sama dari tengah pulau tersebut. Jadi tidak ada satu orang dan satu kapalpun yang dapat mencapai pulau itu. Poseidon lalu membuat dua mata air di tengah-tengah pulau, satu air hangat dan satu lagi air dingin. ia juga membuat berbagai macam makanan muncul dari tanah yang subur.” (Critias)

Nenek Moyang bangsa Atlantis
“Poseidon dan Cleito memiliki lima pasang anak kembar laki-laki. Ia lalu membagi pulau Atlantis menjadi sepuluh bagian. Ia memberikan kepada anak tertua dari pasangan kembar pertama tempat kediaman ibu mereka dan wilayah yang mengelilinginya yang merupakan tanah terluas dan terbaik. Ia juga menjadikannya raja atas saudara-saudaranya. Poseidon memberi nama anak itu Atlas. Dan karenanya seluruh pulau dan samudera itu disebut Atlantik.” (Critias)

Kemakmuran Bangsa Atlantis
“Tanah Atlantis adalah tanah yang terbaik di dunia dan karenanya mampu menampung pasukan dalam jumlah besar.” (Critias)

“Tanah itu juga mendapatkan keuntungan dari curah hujan tahunan, memiliki persediaan yang melimpah di semua tempat.” (Critias)

“Orichalcum bisa digali di banyak wilayah di pulau itu. Pada masa itu Orichalcum lebih berharga dibanding benda berharga apapun, kecuali emas. Di pulau itu juga banyak terdapat kayu untuk pekerjaan para tukang kayu dan cukup banyak persediaan untuk hewan-hewan ternak ataupun hewan liar, yang hidup di sungai ataupun darat, yang hidup di gunung ataupun dataran. Bahkan di pulau itu juga terdapat banyak gajah” (Critias)

Struktur Masyarakat Atlantis
“Pada masa itu, wilayah Atlantis didiami oleh berbagai kelas masyarakat. Ada tukang batu, tukang kayu, ada suami-suami dan para prajurit. Bagi para prajurit, mereka mendapat wilayah sendiri dan semua keperluan untuk kehidupan dan pendidikan disediakan dengan berlimpah. Mereka tidak pernah menganggap bahwa kepunyaan mereka adalah milik mereka sendiri. Mereka menganggapnya sebagai kepunyaan bersama. Mereka juga tidak pernah menuntut makanan lebih banyak dari yang dibutuhkan.” (Critias)

“Para prajurit ini tinggal di sekitar kuil Athena dan Hephaestus di puncak bukit. Di tempat itu mereka kemudian membuat pagar untuk melindungi tempat itu. Di sebelah utara, mereka membangun ruangan untuk makan di musim dingin dan membuat bangunan-bangunan yang dapat digunakan untuk kebutuhan bersama.” (Critias)

“Mereka tidak memuja emas dan perak karena bagi mereka, semua itu tidak ada gunanya. mereka juga membangun rumah sederhana dimana anak-anak mereka dapat bertumbuh.” (Critias)

‘Inilah cara mereka hidup, mereka menjadi penjaga kaum mereka sendiri dan menjadi pemimpin bagi seluruh kaum Helenis yang dengan sukarela menjadi pengikut mereka. Lalu mereka juga menjaga jumlah perempuan dan laki-laki dalam jumlah yang sama untuk berjaga-jaga bila terjadi perang. Dengan cara inilah mereka mengelola wilayah mereka dan seluruh wilayah Hellas dengan adil. Atlantis menjadi sangat termashyur di seluruh Eropa dan Asia karena ketampanan dan kebaikan hati para penduduknya.” (Critias)

Teknologi Atlantis
“Mereka membangun kuil, istana dan pelabuhan-pelabuhan. Mereka juga mengatur seluruh wilayah dengan susunan sebagai berikut : pertama mereka membangun jembatan untuk menghubungkan wilayah air dengan daratan yang mengelilingi kota kuno. Lalu membuat jalan dari dan ke arah istana. Mereka membangun istana di tempat kediaman dewa-dewa dan nenek moyang mereka yang terus dipelihara oleh generasi berikutnya. Setiap raja menurunkan kemampuannya yang luar biasa kepada raja berikutnya hingga mereka mampu membangun bangunan yang luar biasa besar dan indah.” (Critias)

“Dan mereka membangun sebuah kanal selebar 300 kaki dengan kedalaman 100 kaki dan panjang 50 stadia (9 km). Mereka juga membuat jalan masuk yang cukup besar untuk dilewati bahkan oleh kapal terbesar dan Lewat kanal ini mereka dapat berlayar menuju zona terluar.” (Critias)

Kehancuran Pulau Atlantis
“9.000 tahun adalah jumlah tahun yang telah berlangsung sejak perang yang terjadi antara mereka yang berdiam di luar pilar-pilar Herkules dengan mereka yang berdiam di dalamnya. Perang inilah yang akan aku deskripsikan.” (Critias)

“Pasukan yang satu dipimpin oleh kota-kota Athena. Di pihak lain, pasukannya dipimpin langsung oleh raja-raja dari Atlantis, yaitu seperti yang telah aku jelaskan, sebuah pulau yang lebih besar dibanding gabungan Libya dan Asia, yang kemudian dihancurkan oleh sebuah gempa bumi dan menjadi tumpukan lumpur yang menjadi penghalang bagi para penjelajah yang berlayar ke bagian samudera yang lain.” (Critias)

“Banyak air bah yang telah terjadi selama 9.000 tahun, yaitu jumlah tahun yang telah terjadi ketika aku berbicara. Dan selama waktu itu juga telah terjadi banyak perubahan. Tidak pernah terjadi dalam sejarah begitu banyak akumulasi tanah yang jatuh dari pegunungan di satu wilayah. Namun tanah telah berjatuhan dan menimbun wilayah Atlantis dan menutupinya dari pandangan mata.” (Critias)

“Karena hanya dalam semalam, hujan yang luar biasa lebat menyapu bumi dan pada saat yang bersamaan terjadi gempa bumi. Lalu muncul air bah yang menggenang seluruh wilayah.” (Critias)

“Namun sesudah itu, muncul gempa bumi dan banjir yang dashyat. Dan dalam satu hari satu malam, semua penduduknya tenggelam ke dalam perut bumi dan pulau Atlantis lenyap ke dalam samudera luas. Dan karena alasan inilah, bagian samudera disana menjadi tidak dapat dilewati dan dijelajahi karena ada tumpukan lumpur yang diakibatkan oleh kehancuran pulau tesebut.” (Timaeus)

Penutup – Pelajaran dari Atlantis
“Selama banyak generasi, karakter yang mulia hidup di dalam diri mereka, mereka patuh kepada hukum dan memiliki ketertarikan yang kuat kepada dewa. Mereka memiliki jalan hidup yang baik, menggabungkan kelemahlembutan dengan kebijaksanaan di dalam berbagai aspek kehidupan dan dalam hubungannya dengan sesam.” (Critias)

“Mereka tidak mau mengangkat senjata melawan sesamanya, dan mereka akan segera bergegas menolong rajanya ketika ada usaha untuk menggulingkannya. Mereka menolak segala kejahatan dan hanya melakukan kebaikan. Mereka hanya menaruh sedikit perhatian untuk kehidupan mereka sendiri. Mereka menganggap remeh harta benda emas dan perak yang sepertinya hanya menjadi beban bagi mereka.” (Critias)

“Bahkan ketika mereka berkelimpahan di dalam kemewahan, mata hati mereka tidak dibutakan olehnya. Mereka sadar bahwa kekayaan mereka akan bertambah oleh perbuatan baik dan persahabatan antara satu dengan yang lain yang juga disertai dengan penghormatan antara sesama. Karakter-karakter semacam itu terus bertumbuh di antara mereka.” (Critias)

“Namun, karakter-karakter mulia tersebut mulai memudar dan menjadi terlalu sering dikompromikan. Mereka bercampur dengan sifat-sifat duniawi, dan sifat itu kemudian menjadi pengendali. Karena itu mereka tidak mampu lagi menanggung kekayaan yang mereka miliki. Mereka mulai berperilaku tidak sepantasnya dan mata mereka menjadi rabun karena mereka telah kehilangan harta mereka yang paling berharga.” (Critias)

“Zeus, raja para dewa yang memerintah berdasarkan hukum dan mampu melihat perbuatan-perbuatan jahat yang mereka lakukan mulai mencanangkan hukuman bagi ras yang terhormat itu supaya mereka dapat disadarkan dan dimurnikan. Lalu ia mulai mengumpulkan para dewa dari tempat kediaman masing-masing. Setelah mereka semua berkumpul, Zeus berkata : …………” (Critias)

Dan dengan kalimat itulah Critias berakhir, tidak terselesaikan. Jadi kita tidak akan pernah tahu apa yang ingin dikatakan oleh Zeus. Tapi bahkan walaupun buku ini tidak pernah terselesaikan, pengaruhnya terhadap umat manusia jauh lebih besar dibandingkan dengan ribuan buku lainnya.

Yogyakarta, 16 Maret 2011
Mashudi Antoro (Oedi`)

26 thoughts on “Kisah Atlantis, asli dari karangan Plato (buku Timaeus dan Critias)

    Andika said:
    Maret 16, 2011 pukul 7:41 am

    wah informasi yang bagus dan lengkap mas…
    tulisan ini menambah wawasan kiita tentang atlantis
    atlantis masih terus menjadi misteri yang suatu saat insyallah akan terkuak…

    lanjutkan mas dan tetap semangat 🙂

      oedi responded:
      Maret 16, 2011 pukul 8:02 am

      Okey Dik… makasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga tetap bermanfaat.
      Ya kita mesti mencari sumber kisah/sejarah/legenda yang jelas dan benar, agar tidak salah mengartikannya…
      Yup.. kita tunggu aja waktulah yang akan membuktikan itu semua…

    eujene ps said:
    Juni 3, 2011 pukul 7:47 am

    hmm, pengetahuan baru nii..

      oedi responded:
      Juni 8, 2011 pukul 1:22 pm

      Okey… terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.

    anggi said:
    Juni 3, 2011 pukul 3:15 pm

    makna yg bagus dari peradabad antlantis
    makasih buat penulis udah mau berbagi
    buat plato : bukunya napa ngak diselesaiin ??

      oedi responded:
      Juni 8, 2011 pukul 1:29 pm

      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya di tulisan ini, semoga bermanfaat.
      Iya nih, kenapa sih Ngkong Plato gak nyelesain tuh buku… buat anak cucuk penasaran ajah.. 🙂

    Monikeroppi Roppido said:
    Juli 13, 2011 pukul 12:26 pm

    mw nanya…
    d mn kira2 buku plato dpt ditemukan atau dijual?

      oedi responded:
      Juli 13, 2011 pukul 1:23 pm

      Terimakasih atas kunjungannya… 🙂
      Maaf sebelumnya, saya tidak tau dimana tempat penjualan buku ini, saya juga masih mencarinya. Sedangkan tulisan ini menyadur dari tulisan yang ada di blog rekan bloger lainnya, dimana si penulis sendiri punya buku yg berbahasa inggris yang kemudian dia terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia…

        ajeng said:
        Januari 4, 2012 pukul 11:54 am

        iya apa masih ada buku plato yang asli? jadi penasaran dan ingin langsung membaca dari bukunya yg asli.. 🙂

        oedi responded:
        Januari 16, 2012 pukul 12:35 pm

        Wah sepertinya sudah tidak ada lagi.. tapi coba aja dicari, siapa tau ketemu satu… 🙂
        Makasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat… 🙂

    ratna said:
    November 9, 2011 pukul 7:00 am

    trims baik sekali informasinya dan cukup bijak saya hanya brharap kan mendapat info yang lebih komplit lagi

      oedi responded:
      November 10, 2011 pukul 5:04 am

      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat… 🙂
      Silahkan di tunggu informasi berikutnya…

    moh. huntang titor said:
    November 17, 2011 pukul 1:58 pm

    Tambah wawasan nih….

      oedi responded:
      November 19, 2011 pukul 3:06 am

      Okey, makasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat… 🙂

        dedy prasetyo said:
        Februari 27, 2012 pukul 8:03 am

        menarik sekali artikel ini>>>> terimakasih yaa jadi tambah wawasan

        oedi responded:
        Februari 28, 2012 pukul 3:15 pm

        Subhanallah… syukurlah bila demikian.. senang rasanya… 🙂
        Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat… 🙂

    Neriatu said:
    Agustus 15, 2012 pukul 9:31 pm

    hmmm.. lagi2 saya menemukan artikel yang menarik nih. mas oedi emng top dah.!!

    namaku ajeng ajeng said:
    November 9, 2012 pukul 6:35 am

    maksih 😀

      oedi responded:
      November 15, 2012 pukul 11:46 am

      Iya sama2.. terimakasih atas kunjungan dan dukungannya… semoga bermanfaat… 🙂

    surya lazuardichandra said:
    Januari 12, 2013 pukul 5:47 am

    wewwv bng oedi abang banykk tau yah tentang Atlantis

    Mingsun said:
    Januari 27, 2013 pukul 9:28 am

    Zeus berkata: bencana akan terjadi sehari satu malam.

    Dedie Torres said:
    Januari 2, 2014 pukul 7:44 am

    sepertinya saya mulai paham dengan isi buku Timaeus & Critias, saya telah membandingkan cerita nabi Nuh AS dengan buku karya plato itu. Ada beberapa kesamaan peristiwa dan saat critias mendengarkan cerita itu dari Pendeta Mesir

      oedi responded:
      Januari 3, 2014 pukul 7:27 am

      Oh syukurlah kalau gitu.. tapi meskipun ada kemiripan kisahnya, itu belum bisa disimpulkan bahwa sebenarnya kedua cerita itu adalah kisah yang sama dan tokohnya pun sama… Menurut saya antara kisah Nabi Nuh AS dan Atlantis adalah dua cerita yang berbeda dan di zaman yang berbeda pula… memang ada kemiripannya, tetapi itu hanya sebatas kebetulan saja… karena memang sebenarnya banyak kaum-kaum terdahulu yang telah ditenggelamkan dengan bentuk bencana yang serupa, hanya saja lokasi dan waktunya yang tidak sama… Perlahan-lahan fakta sejarah yang sebenarnya tentang Atlantis akan terungkap, dan tentunya akan membuat heran, kagum dan “geger” dunia ilmu pengetahuan saat ini.. 🙂
      Okey, terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. 🙂

    Admin said:
    Februari 26, 2014 pukul 2:54 am

    Banjir besar mungkin zaman nya nabi Nuh.as

      oedi responded:
      Maret 3, 2014 pukul 9:02 am

      Hmm.. menurut saya, peristiwa banjirnya bukan yg dikisahkan dalam kisah Nabi Nuh AS karena terjadi setelah kisah tersebut.. dan menurut saya, banyak kok kaum/bangsa yang di tenggelamkan dengan bentuk bencana air bah..
      Okey, terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. 🙂

    masroykhan said:
    September 11, 2014 pukul 12:02 pm

    sekedar info buka di youtube #indonesia negri saba, ,,,,mungkin bisa jadi jawaban

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s