Indonesia, Salah Satu dari 5 Raksasa Ekonomi Dunia

Posted on Updated on

Sebagaimana pentingnya untuk fokus pada tantangan jangka pendek, maka sangat penting tetap melihat peluang jangka panjang. Tak bisa dipungkiri, ada skala perekonomian yang tengah berkembang. Bahkan seiring dengan pertumbuhannya, negara-negara berkembang akan memberikan pengaruh lebih besar pada perekonomian dunia. Begitupun dengan dampak dari pertumbuhan koridor-koridor perdagangan baru.

Bagi orang-orang di Asia dan di seluruh dunia, muncul ide pertumbuhan mungkin terdengar tidak biasa. Tapi bagi banyak orang di Barat, pikiran ini bukan hal yang aneh mengingat masalah inilah yang dihadapi oleh perekonomian dunia. Faktanya,ekonomi dunia sekarang lebih dari US$62 triliun, sekitar dua kali lipat dibandingkan satu dekade lalu, bahkan telah melampaui puncak pra-resesi.

Selama dua tahun terakhir, ekonomi telah rebound didorong oleh kebijakan stimulus di Barat dan oleh pertumbuhan kuat di Timur. Memang, pasar di negara-negara berkembang, yang merupakan sepertiga dari ekonomi dunia, saat ini mencapai dua-pertiga pertumbuhannya. Tren ini tampaknya akan terus berlanjut.

Pada tahun 2030, perekonomian dunia bisa tumbuh menjadi US$308 triliun. Proyeksi ini berarti tingkat pertumbuhan riil sebesar 3,5% untuk periode mulai tahun 2000 — saat Super-Cycle (masa pertumbuhan global historis yang tinggi, yang berlangsung satu generasi atau lebih) dimulai — hingga 2030. Atau rata-rata pertumbuhan riil sebesar 3,9% dari sekarang hingga 2030. Ini akan menjadi kemajuan signifikan dibandingkan dengan pertumbuhan 2,8% selama 1973 hingga 2000.

Situasi yang luar biasa tidak hanya berupa kemungkinan skala ekspansi ini, tetapi juga ramalan yang didasarkan pada proyeksi pertumbuhan yang terlalu berhati-hati. Misalnya, China diperkirakan akan tumbuh rata-rata 6,9% per tahun selama periode tahun 2030 dan India sebesar 9,3%. Sedangkan di tahun 2030, India mungkin telah menjadi ekonomi terbesar ketiga di dunia. Selain itu, Indonesia, yang saat ini perekonomiannya memasuki peringkat 18 terbesar, kemungkinan besar akan pindah menjadi lima terbesar dunia dalam jangka waktu dua puluh tahun saja, setelah menikmati hampir rata-rata 7% pertumbuhan selama periode tersebut.

Untuk itu, di tahun 2030, banyak kalangan yang meyakini posisi lima besar ekonomi dunia akan benar-benar berganti kekuatan dari Barat ke Timur. Bahkan, Asia kini menjadi pusat perhatian utama dunia sebagai kawasan tujuan investasi.

Jadi, di tahun 2010 kekuatan ekonomi dunia masih di pegang oleh Amerika Serikat, China, Jepang, Jerman dan Prancis. Maka di tahun 2030 akan berubah manjadi China yang akan menempati posisi pertama, lantas diikuti oleh Amerika Serikat, India, Brazil dan Indonesia. Pemicunya adalah peningkatan besar di negara berkembang, terutama perdagangan di pasar-pasar negara berkembang, industrialisasi yang pesat, suplai tenaga kerja murah, urbanisasi dan meningkatnya masyarakat kelas menengah, serta pertumbuhan ekonomi yang tinggi, rata-rata 5,2 persen di Asia dalam dua dekade mendatang.

Berikut ini profil singkat lima raksasa ekonomi dunia di tahun 2030 nanti:

1. China
Pada 2030, China akan menjadi negara adikuasa secara ekonomi. volume PDB China diperkirakan akan mencapai US$73,5 triliun atau tertinggi di dunia.Saat ini, PDB China mencapai US$5,9 triliun atau terbesar kedua dunia. China akan menguasai 24 persen ekonomi dunia. Negeri dengan jumlah penduduk tertinggi sejagat ini akan tetap menjadi mesin utama pertumbuhan yang ditopang oleh industri manufaktur. Apalagi, kaum berpendidikan tinggi di China melonjak sangat signifikan.

2. Amerika Serikat
Saat ini, Amerika merupakan mbahnya kapitalisme dunia dan negara adidaya ekonomi dengan PDB terbesar dunia, yakni US$14,6 triliun. Amerika juga termasuk negara kaya dunia dengan tingkat pendapatan penduduk per kapita cukup besar, yakni US$46.760 per tahun.

Jumlah penduduk dan kondisi geografis membuat negara adidaya ini tak muncul sebagai negara paling kaya di dunia. Negara ini mengedepankan perekonomi kapitalis yang tak terlalu memprioritaskan program sosial. Namun, negara ini tak ragu menghabiskan anggaran besar untuk pendidikan. Meski tergolong maju, kesenjangan sosial-ekonomi di negara ini cukup kentara.

3. India
PDB India diperkirakan akan mecapai US$30 triliun dalam dua dekade lagi. India yang juga memiliki populasi terbesar kedua di dunia, diperkirakan akan menjadi mesin pertumbuhan besar kedua setelah China. Negara ini telah meningkatkan investasi luar biasa besar dari 24 persen PDB pada 2000 menjadi 40 persen PDB pada 2010. Kapasitas produksi, perbaikan infrastruktur, serta upaya memperbaiki standar pendidikan akan memicu pertumbuhan India.

4. Brazil
Sebagai calon raksasa ekonomi keempat di dunia, PDB Brazil diperkirakan akan mencapai US$12,2 triliun pada 2030. Selain memiliki jumlah penduduk yang tinggi, Brazil juga dikenal sebagai negara yang memiliki kekayaan sumber alam serta perkembangan di industri manufaktur.

5. Indonesia
Indonesia merupakan salah satu kuda hitam yang akan menempati posisi kelima dunia pada 2030. Indonesia bukan hanya menggeser Rusia, melainkan juga menggeser Jepang yang kini merupakan kekuatan ekonomi terbesar ketiga dunia. Pada saat itu, Indonesia akan memiliki PDB sebesar US$9,3 triliun.

Saat ini, Indonesia merupakan negara yang memiliki peran penting di ASEAN. Dari 565 juta populasi ASEAN, Indonesia mencakup 40 persennya. Dari total PDB US$1,3 triliun, 50 persennya juga dikuasai Indonesia. Indonesia tengah berupaya menggenjot infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi rata-rata 7 persen per tahun.

Jadi, hampir 85% dari populasi dunia kini semakin saling terkait melalui perdagangan, sehingga memungkinkan  pertambahan jumlah orang yang akan berkontribusi pada perekonomian global. Sumber-sumber pendanaan akan menjadi penggerak pertumbuhan yang penting, mengingat tingginya kebutuhan investasi, khususnya di bidang infrastruktur. Lalu ada hal lain yang saya sebut perspiration atau keringat dari makin banyaknya jumlah orang yang bekerja dan berbelanja, dan juga kreativitas yang makin besar atas inovasi dan teknologi.

Untuk itu, negara-negara yang akan berhasil adalah negara yang paling banyak memiliki uang tunai, komoditas dan kreativitas. Dalam beberapa tahun terakhir memang telah terjadi keadaan yang disebut sebagai New World Order, dimana telah mencerminkan pergeseran keseimbangan kekuatan ekonomi dan keuangan dari Barat ke Timur. Yang di masa mendatang akan membalikkan kekuatan dari negara-negara maju saat kini (Barat) ke negara maju lainnya (Asia).

Yogyakarta, 09 Maret 2011
Mashudi Antoro (Oedi`)

[Sumber: Vivanews.com, Stanchart, Bank Mandiri, IMF, dan Bank Dunia]

6 thoughts on “Indonesia, Salah Satu dari 5 Raksasa Ekonomi Dunia

    echa_dunkz said:
    Maret 15, 2011 pukul 3:58 am

    menurut kami prediksi itu salah bang oedi

    Indonesia bukan hanya menempati posisi 5,,tapi bisa saja kan berada di posisi yg setingkat atau 2 tingkat diatas,,mengingat di indonesia kan udah banyak industri kreatif yg sdh berjalan….^_^

    kalo kami boleh memberi usul,,ada 2 usulan kami bang oedi
    1. untuk memperbanyak jumlah pengusaha di indonesia,,1 hal yg perlu di lakukan pemerintah iaitu permudah pengambilan kredit di BANK2 negeri dengan bunga ringan.agar Usaha mikro dapat menjadi industri Makro dengan adaxc tambahan atau suntikan dana.

    2. untuk mempersiapkan jenjang tahun prediksi (Semoga lebih cepat), Indonesia saat ini tidak membutuhkan pemimpin seorang Militer (karan negara Alhamdulillah Aman2 saja/bebas perang). tapi qta membutuhkn seorang pemimpin yang paham & mengerti betul tentang ekonomi dan cara melakukan pemerataan…

    Share yg bermanfaat bang…n kami jg suka dengan desain baru blog ini… Sukses Perjalan Oediku….^_^

      oedi responded:
      Maret 15, 2011 pukul 6:36 am

      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.
      Hmm… perkara salah atau tidak, hanya waktu yg akan membuktikannya nanti.
      Dan kalau bagi saya pribadi maka taraf ekonomi Indonesia bukan hanya setingkat atau dua tingkat diatasnya, akan tetapi bisa melebihi China atau Amerika, alias menjadi raksasa terbesar ekomoni dunia. Banyak sekali faktor yang bisa mendukung hal ini. Tapi dalam tulisan ini saya hanya memuat prediksi berdasarkan perkembangan ekonomi dunia sekarang dan hasil analisa dari beberapa sumber ilmiah terpercaya saat ini.
      Wah… masukan yang bagus, semoga nanti bisa di terapkan…
      Terimakasih juga atas dukungannya pada tampilan baru blog ini… 🙂

      adilah_develovers said said:
      November 16, 2015 pukul 7:48 am

      mantap ok

        oedi responded:
        Desember 8, 2015 pukul 3:55 am

        Makasih atas kunjungan dan dukungannya, moga bermanfaat.. 🙂

    yakhyawijaya said:
    Oktober 4, 2011 pukul 5:03 pm

    kl menurutku Indonesia 50th ke atas negara no.1 pertumbuhan Ekonomi di Dunia kl ga da halangan Bencana at kiamat sugro krn Indonesia sgt rentan dg Sunami dn bencana lainnya.

      oedi responded:
      Oktober 8, 2011 pukul 4:00 am

      Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya, semoga bermanfaat.. 🙂
      Saya pun optimis bahwa Indonesia akan menjadi nomor 1 lagi, bahkan meski kiamat sugro terjadi di negeri ini, itu tidak akan menghentikan kebangkitan Nusantara, justru itu pula yang akan menjadi pemicu negeri ini untuk segera bangkit dari keterpurukannya di segala bidang… semoga kita bisa menyaksikan dan merasakan kejayaan Nusantara itu… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s